[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] : Awkward Incident – PranindyaAyu

32

Chanyeol, Zhang Yixing & OC || Fluff || G || Vignette

Eun Heera adalah mahasiswa di Yonsei university. Gadis yang dengan percaya dirinya mengatakan pada Zhang Yixing, sahabatnya kalau ia menyukai pria bernama Park Chanyeol atau orang biasa memanggilnya Chanyeol.

Chanyeol adalah pria yang sangat populer dikampusnya. Gelar dewa menari memang pantas disematkan padanya, kemampuan menarinya memang sudah tidak diragukan lagi. Selain itu Chanyeol juga orang yang ramah dan murah senyum. Jadi siapa yang tidak menyukai sosoknya?

Walaupun menyukai Chanyeol, Heera tidak genit seperti gadis lain. Heera selalu berhasil menangkap moment Chanyeol disaat yang tepat. Seperti misalnya ia berhasil menangkap foto Chanyeol yang berkeringat sehabis menari. Terkadang hasil fotonya blur karena tidak fokus, sebab terlalu terpesona dengan Chanyeol, ditambah lagi dengan tubuh Chanyeol yang kekar membuatnya terlihat.. Errr..

Sexy.

Di kampusnya, Heera mengikuti klub menari dan photography. Alasannya masuk klub fotografi karena ia suka mengantuk gambar. sementara alasannya masuk club menarik karena ingin melihat sosok Chanyeol setiap hari. Tapi sepertinya itu tidak berjalan dengan lancar. Sudah dua tahun ini ia mencoba mendekati Chanyeol, namun tidak ada perkembangan yang berati.

Sejujurnya, Heera tidak tau bagaimana bersikap manis dihadapan laki-laki yang disukainya. Ia tidak centil seperti perempuan lainnya yang selalu berteriak memanggil nama Chanyeol. Ditambah lagi ia dan Chanyeol berada di jurusan yang berbeda, Chanyeol Jurusan Performing Arts, dan Heera Jurusan Desain Grafis.

Baru-baru ini ia dapat kabar kalau Chanyeol sedang dekat dengan seorang gadis bernama Soojung, gadis blasteran America. Jika dilihat, Soojung hampir mendekati sempurna. Ia cantik, tubuh yang ramping, juga tinggi, apalagi dia gadis yang pintar dan bertalenta. Tidak ada celah di diri Soojung. Jadi Heera pikir Soojung lebih pantas bersama Chanyeol ketimbang dirinya.
+++

hari ini Heera berniat mengunjungi ruang latihan menari. Tapi karena ia melihat Chanyeol disana. Jadi ia hanya melihat Chanyeol sampai selesai latihan.
Chanyeol yang menyadarinya langsung berjalan kearah Heera.

“Apa yang kau lakukan disini? Mengintipku?”

“A-ani! Baiklah a-aku Akan p-pergi,” ucap Heera tergagap. Dengan terburu-buru ia meninggalkan Chanyeol disana.
Lalu ada selembar kertas yang jatuh di kaki Chanyeol, ia segera mrnngambil kertas itu. Senyumannya melengkung saat melihat goresan pensil dikertas itu.

“Bukankah ini aku?”

+++

Hari ini Heera benar-benar terlihat seperti orang yang kesetanan. Iya bahkan mengajak acak tas Yixing agar bisa menemukan apa yang ia cari. “Sudah kubilang aku tidak membawanya,” ucap nya membela diri. Heera menatap Yixing curiga
“tidak mungkin! kemarin kau yang mengacak-acak buku sketsa ku.”

Yixing menghela nafas kasar “dengar ya Nona Heera, walaupun gambarmu jauh lebih baik dariku Aku tidak mungkin mencuri bukumu tahu!”
“bukan itu Masalahnya Zhang Yixing!” ucap Heera mengacak rambutnya frustasi.
“Apa didalamnya sketsa wajah Chanyeol?” Tanya yixing dengan suara yang dibuat-buat. Tepat saat itu juga Chanyeol lewat bersama Soojung, parahnya ia menoleh kearahnya.

“Kau Akan mati Zhang Yixing!”

++
Sejak kejadian itu Heera tidak lagi mengambil gambar Chanyeol diam-diam. Ia hanya memperhatikan Chanyeol dari jauh. Bahkan saat kelas menari pun Heera tidak hadir karena takut bertemu dengan Chanyeol. Heera akan masuk keruang tari jika kelas tari sudah selesai, bahkan terkadang ia latihan menari saat Chanyeol sudah keluar dari ruang tari.

Setelah memastikan Chanyeol keluar dari ruangan, Heera masuk keruang tari. Ia meletakkan barangnya di kursi dan mulai memutar musik. Begitu musik terdengar, Heera langsung menggerakkan tubuhnya dengan lincah. Gerakan baletnya benar-benar bagus sehingga Heera tak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang memperhatikannya.

Ia langsung mematung saat melihat siapa yang melihat dirinya menari.

Chanyeol.

“Kenapa kau berhenti?” tanya Chanyeol. Lalu ia melirik ponsel Heera yang musiknya sudah berhenti. “Aku tidak menyangka kalau kau mahir menari balet.” Chanyeol mengambil langkah kearah Heera setelah ia memutar ulang musik yang tadi digunakan Heera menari.
“Ayo kita menari bersama.”

Apa?

Belum sempat Heera menjawab, Chanyeol sudah buru-buru menarik tangannya. Oh, Heera benar-benar tidak mengontrol detaknya jantungnya. Saat ini ia hanya berharap agar Chanyeol tidak mendengar detak jantungnya.

Selesai menari, Chanyeol dan Heera duduk di sebuah bangku yang ada diruang latihan. Chanyeol mengeluarkan sebuah kertas dan menunjukkannya pada Heera. “Ini milikmu kan?” Heera nyaris saja menyemburkan minumannya kearah Chanyeol kalau saja ia tak buru-buru menelan airnya.

“Bagaimana kau…”

Chanyeol tersenyum. “pantas saja kau tidak lagi mengambil gambarku diam-diam, ternyata kau kehilangan gambar ini dan takut kalau aku tau gambar ini aku temukan.”
“Tapi aku suka gambarmu, aku terlihat tampan. Aku juga tau kalau kau sering mengambil gambarku diam-diam, apa aku setampan itu ya?”

Demi tuhan, Heera ingin segera terjun dari Namsan tower saat ini juga. Jadi selama ini Chanyeol mengetahuinya? Astaga, mau ditaruh dimana wajahnya sekarang.

‘”Oya Eun Heera.”

Chanyeol tau namanya?
“Boleh aku minta nomor ponselmu?”

“Ke.. kenapa?”

“Karena kurasa aku menyukaimu Eun Heera..”

FIN

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s