[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] As Long As — ParkHee

33

|Author : ParkHee | Lenght : One Shoot | Tittle : As long as | Genre : School life, Romance | Rate : PG 15|

| EXO’s Park Chan Yeol |
| OC’s Jung Hyo Hee |
.
.

| Happy Reading! |
.
.

‘Perasaan ini bukanlah seperti daun-daun yang berterbangan, melainkan seperti angin yang mampu membawa daun-daun itu pergi pada satu tujuan yang terakhir. Angin di penghujung musim gugur.’

****

“Sialan!”

Umpatan itu keluar dari bibir seorang pria jangkung bersamaan dengan pukulan yang ia layangkan pada seorang pria lain yang saat ini sedang duduk tak berdaya di hadapannya. Dengan geram pria jangkung itu menarik kerah seragam yang dipakai pria itu.

“Kau tahu apa yang baru saja kau lakukan?! Hah!!” Sentak pria jangkung itu.

“Kau! Apa maksudmu?” Balas pria itu pelan.

“Jangan berpura-pura di depanku! Kau tahu bukan, siapapun yang berani mendekatinya akan mati di tanganku!” Ucap pria jangkung itu. Lalu menghempaskan tubuh pria itu dengan kasar.

“Ah!” Pria itu meringis saat tubuhnya menyentuh lantai dengan keras. Pria jangkung itu mendekat, berjongkok menyamakan posisi tubuhnya dengan pria yang menatapnya bingung itu.

“Aku akan membebaskanmu hari ini. Tapi aku peringatkan sekali lagi. Jangan pernah mendekati gadis itu. Gadis itu hanya milikku! Jika aku melihatmu mendekatinya lagi, aku bersumpah itu adalah awal kematianmu! Kau mengerti!?” Jelas pria jangkung itu. Lalu berdiri, pergi meninggalkan pria itu. Seorang diri.

****

“Soo Yeon-ah, apa kau mau menemaniku hari ini?” Seorang gadis bertanya pada sahabatnya yang sedang sibuk dengan makanannya. Sedangkan sang sahabat mendongak, menatap gadis itu.

“Menemani kemana? Kau ingin pergi ke suatu tempat?” Jawabnya.

“Ya. Aku ingin pergi toko kue. Aku ingin membeli kue untuk ibuku. Kau mau ‘kan?” Ucap gadis itu.

“Ah! Aku baru ingat! Besok adalah hari ulang tahun ibumu, bukan? Hyo Hee-ya. ” Seru gadis bernama Soo Yeon itu. Sedangkan gadis yang dipanggil Hyo Hee itu mengangguk lalu tersenyum sembari menatap Soo Yeon.

“Ya. Kau benar. Aku ingin sekali memberinya kejutan. Kali ini aku akan memberikan sesuatu yang istimewa.” Ucap Hyo Hee antusias.

“Bukankah selalu sama saja? Tahun lalu kau hanya memberi alat pijat untuk ibumu. Tahun ini, kau akan memberinya apa?” Ucap Soo Yeon datar.

“Ck! Dasar menyebalkan!” Rengut gadis itu.

“Baiklah. Aku akan menemanimu. Aku juga ingin memberi sesuatu untuk ibumu.” Ucap Soo Yeon.

“Aku tahu. Pulang sekolah kita cari hadiah bersama.”

“Ya.”

****

“Soo Yeon-ah! Tunggu aku!”

DEG

Chanyeol. Tubuh Pria itu menegang saat mendengar suara yang sangat familiar. Suara yang sangat ingin didengarnya setiap saat. Suara yang selalu membuatnya merindukan sang pemilik suara ini. Chanyeol berbalik, mendapati gadis itu sedang berlari kecil menghampiri temannya yang ia panggil Soo Yeon itu. Dengan cepat pria itu bersembunyi di samping gerbang sekolah. Memperhatikan gadis itu dari tempatnya berdiri.

“Hei! Kenapa kau meninggalkanku? Menyebalkan!” Omel Hyo Hee.

“Aku tidak meninggalkanmu. Kau saja yang lamban.” Ucap Soo Yeon. Sedangkan Hyo Hee hanya menatap kesal ke arah Soo Yeon.

“Terserah kau saja! Ayo cepat, kita harus segera membeli hadiah untuk ibuku!” Ujar Hyo Hee, lalu berjalan pergi meninggalkan Soo Yeon yang menatap datar ke arahnya. “Ck! Bukankah dia sendiri yang lamban?” Gumamnya lalu berjalan mengikuti jejak gadis itu.

“Membeli hadiah? Untuk ibunya? Ah, benar.”

Chanyeol yang mendengar pembicaraan kedua gadis itu dari tempatnya berdiri bergumam pelan. Pria itu memperhatikan kedua gadis yang perlahan mulai menjauh, dirinya pun dengan cepat mengikuti jejak mereka.

****

“Hyo Hee-ya, apa kau mau menemaniku hari ini?” Tanya Soo Yeon. Hyo Hee mengangguk.

“Baik, tapi ke mana?”

“Nanti kau akan tahu sendiri.” Ucap Soo Yeon.
.
.
.
.

Hyo Hee berjalan dengan pelan tanpa suara di sekitar gudang belakang sekolah. Ya, Soo Yeon pergi masuk ke dalam gudang dan menyuruhnya untuk bersembunyi di sekitar gudang tapi masih dengan jarak yang dekat. Dirinya masih sibuk mencari tempat sembunyi saat gendang telinganya menangkap suara yang dikenalnya. Suara Soo Yeon.

“Jadi kau di sini rupanya.”

Itu yang ia dengar dari suara Soo Yeon. Ia pun dengan cepat mendekat ke arah tembok belakang bangunan dan mengintip di celah jendela yang sudah ditutup dengan kayu yang sudah rapuh. Dan dapat ia lihat jika Soo Yeon sedang berdiri menghadap ke arah seseorang yang berdiri membelakangi tempat di mana Hyo Hee berada. Seorang pria. Hyo Hee mengernyit heran, kenapa Soo Yeon bertemu seorang pria di tempat seperti ini? Ia masih sibuk dengan pikirannya saat mendengar pria itu berbicara.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya pria itu. Soo Yeon hanya tersenyum tipis.

“Apa aku boleh menanyakan sesuatu padamu?”

“Bertanya?”

“Aku akan langsung saja. Apa kau sedang menyukai seseorang?” Cetus Soo Yeon membuat Hyo Hee serta pria itu mengernyit heran.

“Apa maksudmu?” bingung pria itu.

“Jawab saja, Ya atau Tidak.” Tegas Soo Yeon.

“Kenapa dia menyatakan cinta pada seorang pria seperti itu? Apa ia sudah gila?” Gerutu Hyo Hee sembari fokus mengamati keadaan di dalam.

“Sebenarnya apa yang kau bicarakan?” Tanya pria itu. Sedetik kemudian ia terkejut karena Soo Yeon dengan tiba-tiba melempar sesuatu ke arahnya dan dengan cekatan ia menangkapnya. Sebuah bracelet. Ditatapnya benda itu saat Soo Yeon membuka suara lagi.

“Itu milikmu, bukan? Park Chanyeol.” Ucap Soo Yeon. Membuat pria itu—Chanyeol beserta Hyo Hee membelalak kaget.

“Park Chanyeol? Pria itu, Chanyeol?” Kejut Hyo Hee.

Sedangkan Chanyeol diam. Mendongak, menatap gadis itu yang memandanginya dengan serius.

“Bagaimana kau bisa… Di mana kau menemukan benda ini?” Tanya Chanyeol. Tawa geli dikeluarkan Soo Yeon sebagai respon.

“Kenapa kau harus bertanya? Kau tahu sendiri jawabannya, bukan? Bracelet itu terjatuh dari tanganmu saat kau meninggalkan halaman rumah Hyo Hee saat hari ulang tahun ibunya, benarkan?” Terang Soo Yeon. Membuat Hyo Hee terkejut bukan main saat mendengar rangkaian kata yang Soo Yeon ucapkan. Dengan serius, Hyo Hee menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Chanyeol diam sementara Soo Yeon melanjutkan kalimatnya.

“Dan saat kau bertemu dengan Hyo Hee juga denganku saat di depan toko, itu bukan kebetulan. Itu disengaja, benar? Kau mengikuti kami dari sekolah menuju tempat kita bertemu. Bukan itu saja, sudah sedari dulu saat kita masih tingkat pertama kau sudah mengikuti kemanapun dia pergi. Dan malam itu, karena kau mengetahui hari itu adalah hari ulang tahun ibunya, kau datang diam-diam untuk memberi hadiah ulang tahun lalu pergi begitu saja dan dengan tidak kau sadari, bracelet yang kau gunakan terjatuh tepat di dekat pagar rumah. Dan yang lebih membuatku terkejut lagi kau mengancam siapapun yang berusaha mendekati gadis itu, temasuk Luhan Sunbae ketua tim basket beberapa minggu lalu. Itu semua benarkan, Park Chanyeol?” Jelas Soo Yeon membuat pria yang ada di hadapannya menghela napas kasar.

“Kau sudah mengetahui semuanya. Lalu apa yang akan kau lakukan?” Ujar Chanyeol pelan.

“Dan gadis yang kau sukai adalah Jung Hyo Hee, benar? Cukup jawab Ya atau Tidak.”

“Ya, aku menyukainya. Aku menyukai Jung Hyo Hee. Kau puas?” Jawab Chanyeol. Soo Yeon tersenyum sedangkan di tempat lain, Hyo Hee hanya membelalakan matanya mendengar pernyataan itu.

“Tidak mungkin!” Gumam Hyo Hee.

“Aku puas. Karena dugaanku selama ini benar. Kau menyukainya.”

Brukk

Chanyeol menghentikan niat menjawab perkataan Soo Yeon saat terdengar keras suara pintu gudang yang dibuka dengan kasar. Dan maniknya melebar saat dilihatnya seorang gadis yang berdiri dekat pintu dan menatap lekat ke arahnya. Soo Yeon yang melihat itu hanya tersenyum tipis dan mulai melangkah mendekati gadis itu. Lalu menepuk bahunya pelan.

“Kau bisa urus sisanya, bukan? Jung Hyo Hee.” bisiknya lalu pergi meninggalkan ruangan itu. Meninggalkan Hyo Hee yang menatapnya kesal sembari mendengus. Meninggalkan Chanyeol yang hanya diam, berdiri mematung di tempatnya.

“Jadi ini yang ia maksud malam itu?” Gumamnya pelan lalu menghela napas kesal. Hyo Hee menengok, menatap lekat ke arah pria jangkung itu dan mulai melangkah perlahan mendekat ke arahnya. Melihat itu, Chanyeol terkejut. Dirinya mundur selangkah saat gadis itu sudah tiba tepat di hadapannya. Merasa ditatap begitu lekatnya, Chanyeol akhirnya memaksakan tawa pelan.

“H-hai, Hyo Hee.” Ucapnya kikuk. Sedangkan Hyo Hee diam. Dengan pandangannya yang terus menatap tepat ke dalam manik pria itu. Membuat Chanyeol hanya bisa menahan napas. Dan jantungnya berpacu dengan cepat saat gadis itu mendekatkan wajah ke arahnya.

“H-hei, apa yang—”

“Aku juga menyukaimu, Park Chanyeol.” Ucap Hyo Hee yang langsung membuat Chanyeol tersedak. Hyo Hee mundur, menatap cemas ke arah pria itu.

“Kau tidak apa-apa? Apa kau sakit?” Tanya Hyo Hee dan tanpa sadar menangkup wajah pria itu. Membuat Chanyeol menatap ke arah Hyo Hee. Chanyeol diam, memperhatikan raut wajah gadis itu yang melihatnya cemas. Tanpa sadar Chanyeol tersenyum lalu mengangkat tanganya, menyentuh tangan gadis itu yang masih menangkup kedua pipinya. Mengelusnya pelan, dan senyumnya semakin mengembang saat melihat Hyo Hee yang tersenyum padanya.

“Aku menyukaimu, sangat menyukaimu. Jung Hyo Hee.” Ucapnya pelan. Senyum Hyo Hee semakin mengembang.

“Aku juga menyukaimu, Park Chanyeol. Sangat.”

“Terimakasih.” Lalu dengan cepat meraih tubuh gadis itu dan membawanya pada pelukan hangatnya. Memeluknya erat sembari menghirup harumnya rambut gadis itu. Sedangkan Hyo Hee hanya tertawa pelan sembari menghirup aroma pria yang mulai saat ini akan sangat ia rindukan itu. Ya, selama gadis itu bisa menghirup aroma ini setiap hari, ia bahagia. Itu saja.

****

FIN

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s