[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] UNHUGABLE – cussonsbaekby

Chanyeol-Baekhee (OC) Romance- PG 15

Berkali-kali aku merasakan kepalaku berdenyut dan perasaanku berubah menjadi tidak menyenangkan. Kyungsoo dan Jongin menanyakan keadaanku hampir sepuluh kali pagi ini. Benar, ini bukan seperti diriku yang biasanya. Kyungsoo bilang tiga hari ini aku lebih banyak terdiam dan sering kali kehilangan fokus.

Aku tidak bisa pulang ke rumah. Aku tidak boleh. Pokoknya haram berada di rumah. Ibu sudah menghubungiku beberapa kali dan aku beralasan sedang banyak perjalanan bisnis bersama bosku, yang nyatanya bosku tengah disibukkan dengan pernikahan ke-tiganya.

Alasanku adalah Chanyeol. Chanyeol ada di rumah itu. Dia adalah seorang bajingan tampan yang sialannya adalah kakak iparku. Kakakku dan Chanyeol menikah tiga bulan lalu dan tinggal di sebuah apartemen, namun karena ibuku yang cerewet selalu ribut mengajaknya pindah ke rumah dengan alasan kesepian, akhirnya kami tinggal bersama sekarang.

Chanyeol memang tampan, manis dan gagah. Bohong jika aku bilang tidak tertarik dengannya. Sialannya, dia sangat baik, dia perhatian, bahkan kepadaku yang kira-kira baru bertemu beberapa kali.

Dia suka mencubit pipiku dengan main-main, hell! Aku sudah 23 tahun dan dia seenak jidatnya memperlakukanku seperti anak kecil, dia menginginkan seorang anak dengan bentuk sepertiku, katanya. Yeah, kuakui aku adalah pahatan Tuhan yang indah.

Ketika aku mengadukan kelakuannya pada kakakku, dia hanya tertawa dan bilang jika memang itulah sifat Chanyeol dan memintaku untuk memahaminya.

Ketika itu, seperti sebuah kebiasaan, aku tiba-tiba menghadap ke arah Chanyeol saat pria itu berjalan mendekatiku yang sedang memasang kaus kaki. Aku memejamkan mata dan bersiap-siap dengan tarikan di kedua pipiku. Beberapa detik berlalu dan aku tidak merasakan apapun selain hembusan nafas yang menyapa philtrum-ku. Aku menghirup napas masih dengan terpejam dan memutuskan untuk menyukai aroma ini. Aroma Chanyeol.

“Apa -” Ucapanku terhenti saat aku membuka mata. Kedua mata Chanyeol menatap tepat di mataku yang hanya berjarak beberapa senti darinya, seolah dia sudah menanti terbukanya kelopak mataku sedari tadi.

Trance. Aku meremas sebelah kaos kaki yang belum kukenakan. Jantungku bekerja dua kali lebih cepat dari normalnya. Saat aku mengalihkan pandanganku dari Chanyeol, telapak tangan besar Chanyeol menangkup rahangku, memaksaku untuk menatapnya lagi.
“Tatap aku, Baek.”

Dia tersenyum dan aku merasakan kepalaku pening, bingung.

Dia berbisik, “Kau cantik.” Lalu mengecup bibirku dalam-dalam, menghisapnya sekali sampai timbul suara decakan dari bibir kami.

Aku siapa? Ini dimana?

Aku terlalu bingung sampai tidak menyadari bahwa lelaki tinggi sialan itu sudah tidak berada di kamarku lagi. Apa yang baru saja kulakukan? Apa aku melakukan sesuatu yang aneh? Kenapa perasaanku tidak enak?

Ciuman. Chanyeol. Kakakku. Kakak iparku.

Ya Tuhan! Aku baru saja menyiapkan ranjau untuk diriku sendiri. Bodohnya! Aku berciuman dengan suami kakakku!

Aku tiba-tiba berdiri dan berjalan modar-mandir. Jantungku berdetak lima kali lebih cepat dari biasanya, mungkin. Aku ingat benar Chanyeol membisikkan sebuah kalimat setelah meninggalkan jejak ciuman kupu-kupunya di bibirku.

…Jam sebelas nanti, di kamarmu.”…

Dan hal gila yang telah kulakukan adalah membukakan pintu pada pria gagah dengan senyum bangsatnya, di jam sebelas malam dan mendesah di bawah kendali dan sentuhannya.

Wah, bagus Byun Baekhee! Neraka dunia penuh kenikmatanmu bermula dari sini!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s