[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] MOKSA – allazfah

moksa

[allazfah] [park chanyeol, kamu]

[surrealism, romance] [pg-13]

Ketika sebuah ruh meninggalkan jasad kasarnya, ia menanggalkan semua identitas dan hanya membawa satu barang berharga

.

kenangan.

Aku senantiasa mengingat dirimu, kendati kamu berkali-kali melupakanku.

Kamu adalah sosok anyar dengan identitas baru setelah melewati liku samsara, tetapi aku tetaplah sama; seumpama bocah yang berkali-kali mengalami pembaptisan. Air hanyalah sarana penguatan esensimu dalam hatiku: entah itu mengenai kepak kupu-kupu di sekitar rumpun mawar, tentang burung yang bernaung pada sebuah pohon besar, tentang sepasang saudara yang tidak sempurna, tentang keterikatan dan ketulusan yang membawa kita pada jembatan kebersamaan.

Aku tidak dapat melupakan senyummu ketika mengulurkan tangan padaku. Sejak kecil, aku selalu sendiri─Ibu pergi sebelum mengajarkan banyak hal padaku─jadi keberadaanmu kala itu begitu berarti bagiku. Aku masih muda, pun dirimu, dan kupikir kamu melupakan satu momentum itu. Namun, aku tidak peduli; sekali matahari, tetaplah matahari. Oleh karena itu, tidak masalah bagiku jika di pertemuan kita setelahnya, kau selalu mencapku pengganggu (kamu bahkan berdoa agar aku hilang saja dari kehidupanmu) karena dengan berlalunya waktu, baik aku maupun kamu tahu bahwa kita adalah keping berharga dari masing-masing “kita”.

Musim semi di pertemuan pertama kita, setelah kamu terlelap, aku menemukan sebait puisi di buku catatanmu yang menguning oleh waktutentang harapan dan janji. “Di kehidupan selanjutnya, mari kita kembali bersama-sama.” Kendati tidak terlalu paham akan makna larik tersebut, ada perasaan lain yang hadir. Aku tersenyum, antara bahagia dan takut bila tidak dapat lagi melihat paras indahmu. Aku tidak ingin kehilangan semua momen ini, keabadian ini, jadi kurapalkan doa agar selalu bersama: di waktu bangunku yang selanjutnya, selanjutnya, dan selanjutnya.

Dan, Tuhan mengabulkannya (tanpa kamu tahu).

Oleh karena itu, kendati “hidup”ku telah menginjak umur keempatpuluh, dan orangtuaku sibuk menuntut hadirnya momongan; aku tetap tenang dan menunggu dirimu. Seberapa jauh jarak kita, seberapa lama waktu tergadai, seberapa banyak kuncup bunga gugur, dan kupu-kupu mati meninggalkan sayapnya… Aku pasti menemukanmu.

*

Pertokoan Gangnam, minggu kedua musim semi, cakrawala bersih tanpa awan putih. Aku masuk ke salah satu kafe di Gangnam─De Chocolate Cafe─bersamaan dengan keluarnya seorang wanita berambut cokelat madu. Gemerincing lonceng yang merdu dan kulihat si petugas kasir yang kebingungan sembari membawa uang kembalian.

Ada beberapa aksi tambahan setelahnya; tetapi waktu berubah seumpama gelombang kuantum. Aku hanya ingat debaran ini, sensasi ini, yang artinya adalah sesuatu.

Aku mengejar wanita yang baru beberapa menit lalu keluar dari kafe. Ia berbalik, mengernyit, dan akhirnya paham maksud kedatanganku. Ia tersipu sembari mengomel perihal keteledoran, kemudian berterima kasih padaku.

Senyumnya familiar, sangat manis. Aku menahan napas kemudian balas tersenyum.

Akhirnya.

Aku kembali menemukanmu.

“Apa kita pernah bertemu?”

Iya, selalu…

“Pernah; dan akan selalu begitu.”

…sampai kita benar-benar lepas dari lingkaran ini, raga kasar ini, dan akhirnya memandang dunia lewat kacamata paradoks: ada dan tiada.

*

Moksa merupakan suatu peristiwa ketika ruh tidak lagi diikat oleh raga/tidak lagi mengalami samsara (kelahiran kembali).

One thought on “[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] MOKSA – allazfah”

  1. Well, aku berasa kayak belajar agama wkwk but aku suka banget sama kata2nya, diksinya kece pokoknya ini cerita kreatif banget, rasanya tuh kayak apa yang ada dalam pikiran masuk ke dalam cerita ini. Intinya aku suka sama ceritanya….
    btw salken ya, Shellin dari garis 98 😊
    Keep writing yaa~~~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s