[Chanyeol Birthday Project] I Promise You Are The Last – riffa_fmi

Chanyeol & Neisya (OC) || Romance, Sad || G

“Sebaiknya kau memanfaatkan sisa waktumu dengan orang orang yang kau sayangi, kau tau tubuhmu sudah tak kuat lagi menahannya” dokter berkata dengan hati hati agar aku tak terbebani dengan masalah yang menimpaku
“Baik dok, aku akan melakukan yang terbaik selagi aku masih bisa” jawabku


>>Neisya POV<<
“Neisya bangunnnnn! Bukankah hari ini Chandra pulang ke Indonesia?” teriakan ibu saat baru saja membuka pintu kamarku
“Mwo?! Chanyeol!!” teriakku kaget melupakan janji yang kubuat dengan Chanyeol tadi malam
“Kamu sudah janji akan menjemput Chandra di bandara kan?”
“ibuu, nama dia sekarang Chanyeol, jangan panggil dia dengan nama Chandra lagi” rengekku karna ibu selalu saja memanggil Chanyeol dengan nama Chandra. Memang selama dia tinggal di Indonesia dia bernama Chandra dan semenjak 5 tahun yang lalu dia pindah ke Korea mengikuti ayahnya yang dipindah tugaskan kesana, maka namanya pun diganti menjadi chanyeol, walaupun Chandra juga tetap namanya, tapi tetap saja namanya sekarang itu Chanyeol bukan Chandra.

Kami sudah berteman sejak aku berusia 1 tahun dan dia berusia 4 tahun. Walaupun sekarang kami beda negara tapi kami masih tetap saling berhubungan dan sekarang dia telah menjadi seorang penyanyi solo yang terkenal di korea. Dan hari ini dia kembali ke Indonesia untuk merayakan ulang taunku yang ke-23.

“dimana dia?” ucapku cemas. pesawat yang dia tumpangi sudah tiba sejak 30 menit yang lalu, tapi aku sama sekali belum menemukannya.
“kau mencariku?” seorang pria tinggi dengan suara beratnya serta pakaian serba hitam tak lupa masker dan topi yang menutupi wajahnya.
“maaf kau siapa?” ucapku pura pura tak tahu, aku ingin mengerjainya karna telah membuatku menunggu hingga kakiku pegal
“Ini aku Chanyeol” balasnya
“Tapi aku sedang menunggu teman kecilku yang bernama Chandra, bukan Chanyeol” ucapku dengan sedikit tertawa
“Yakk, aku orang yang kau maksud, aku Chandra temanmu” teriaknya karna aku yang tak mengenalinya
“Tapi tadi kau bilang kau adalah Chanyeol, sedangkan aku sedang menunggu teman kecilku Chandra. kau tak konsisten sekali, sebenarnya kau ini chandra atau chanyeol?” ucapku pura pura bingung dengan ucapannya yang berubah rubah
“Sya, sudahlahh kau itu sudah pasti tau kan kalau aku itu Chandra dan Chanyeol yang kau maksud?” ucapnya pasrah karna ulahku yang kekanak kanakan
“yayaya, aku hanya bercanda. jadi bagaimana kabarmu? penerbangannya bagaimana? apa perjalanannya melelahkan? ayah dan ibumu gimana kabarnya? mereka berdua sehatkan?” pertanyaanku yang bertubi tubi membuat chanyeol gemas
“kalau nanya tuh satu satu, pusing tau jawabnya, padahal tadi pura pura tak kenal” protesnya
“kau bisa langsung menjawab pertanyaanku saja kan tak perlu mengejek begitu, lagi pula yang tadi itu hanya bercanda” kesalku karna bukannya menjawab pertanyaanku, ia malah mengejekku
“iya iya, jangan marah dong, seperti yang kamu lihat kabarku baik baik saja, perjalanannya cukup melelahkan, kabar ayah dan ibuku juga baik baik saja” akhirnya chanyeol menjawab semua pertanyaanku dengan cepat
“yasudah ayo kita pulang, kau pasti cape” ajakku
“oh iya chan, kamu jadi kan mengajakku ke korea untuk merayakan ulang tahunku di gunung Halla ?” tanyaku mengenai janjinya padaku
“Iya iya jadi kok, nanti lusa kita berangkat ke korea, hari kedua di sana kita mulai menaiki gunungnya, jadi ketika kita dipuncak akan bertepatan dengan hari ulang tahunmu” jawab chanyeol sambil berjalan menuju pintu keluar bandara
“terimakasih chan, aku senang sekali, aku tak tau apa kita bisa pergi berdua lagi nantinya” ucapku sambil berlari mendekati chanyeol dan memeluknya dari belakang. aku tak peduli puluhan pasang mata menatapku, yang kurasakan hanya ingin terus bersamanya selagi aku bisa.
Chanyeol tak menjawab, dia hanya terdiam dan memegang erat tanganku

#rumah neisya
“sya sedang apa? ayo kita makan malam, makanannya sudah siap” panggil Chanyeol dipintu kamarku.
“Aku sedang membereskan barang barangku untuk dibawa ke korea, aku tak mau ada yang ketinggalan, karna ini perjalanan yang berharga bagiku, jadi aku akan mempersiapkannya matang matang” ucapku tanpa melihat chanyeol dan masih tetap fokus pada pekerjaanku

>>Chanyeol POV<<
setelah makan malam neisya langsung masuk ke kamarnya, katanya dia akan mengecek kembali barang barang yang akanw dia bawa ke korea, mengingat besok aku dan dia serta kedua orang tuanya akan jalan jalan mengelilingi kota Jakarta pasti tak akan ada waktu untuknya menyiapkan barang barang yang akan dia bawa. Aku pun kembali ke kamar tamu yang akan aku tempati selama 2 hari kedepan, aku tak langsung tidur melainkan termenung menatap langit yang gelap gulita bahkan tak ada 1 pun bintang yang muncul malam ini. Aku teringat ketika Neisya berkata dengan bahagia kalau perjalanan kali ini adalah hal yang berharga baginya ketika aku mengajaknya untuk makan malam tadi, aku merasa tak yakin apakah aku bisa mempertahankan kebahagiaannya itu untuk kedepannya. Aku juga bingung dengan ucapannya yang mengatakan kalau tak tahu kapan lagi ku dan dia bisa bersama lagi, tapi di dalam lubuk hatiku aku merasakan hal yang sama, aku ingin terus berada di sampingnya, menjaganya, dan menjadikan dirinya milikku.

Pagi harinya aku dan neisya serta orang tuanya sudah berangkat menuju taman hiburan dufan. Disana aku dan Neisya pergi berdua untuk menaiki wahana wahana ekstrim, sedangkan ayah dan ibu neisya pergi berdua, katanya sih pengen bulan madu lagi.
“Chan kita naik cora cora yu” ajak neisya sambil menarik tanganku dengan paksa
“Ayo, tapi kita naik di yang paling atas ya”
“Siapa takut” tantang Neisya dengan pandangan meremehkan. Selama menaiki cora cora pandanganku hanya tertuju pada seorang wanita yang sangat berharga dalam hidupku, ya neisya lah orang itu, dia bahkan tak takut sama sekali menaiki permainan ini
“Kau tak pernah berubah” ucapku setelah kami turun dari cora cora
“Maksudmu?” tanya Neisyayang tak mengerti dengan apa yang kuucapkan
“yaa kau tak pernah berubah, dari dulu hingga sekarang kamu tak pernah takut dengan permainan permainan yang ekstrim seperti ini”
“Yaa itu juga karenamu, kalau saja dulu kau tak membawaku ke tebing gunung pasti sampai sekarang aku takut ketinggian ataupun permainan seperti ini” jelasnya
“iya ya, kalau diingat kembali dulu kau itu sangat penakut”
“itu kan dulu, sekarang sudah tidak penakut lagi” timpalnya
selanjutnya kami melajutkan berbagai permainan mulai dari yang biasa hingga yang ekstrim
“Neisya kalian dimana? ini sudah mulai petang, ayo kita pulang” ucap ayah melalui telepon genggam
“iya yah, ini aku lagi ada di dekat bianglala” jawab neisya sambil memakan eskrim yang tadi kami beli
“tunggu disitu, ibu dan ayah akan menyusul kesana”
“iya yah” sambungan pun terputus. aku hanya diam melihat
neisya yang asik memakan eskrimnya hingga mulutnya pun belepotan dengan eskrim.
“Umur kamu tuh udah 23 tahun, tapi makan eskrim aja belepotan”
“Biarin, gak ada kisaran umur untuk makan eskrim belepotan” ucapnya dengan santai
” ckckck dasar anak kecil” ucapku spontan, aku langsung mengeluarkan sapu tanganku dan langsung mengelap eskrim yang ada di bibir neisya. Neisya yang kaget dengan perlakuanku hanya diam terpaku

#bandara
hari ini adalah keberangkatanku dengan neisya menuju korea, kami mengambil penerbangan pagi, jadi sore hari kami sudah sampai di korea dan paginya kami bisa langsung berangkat nenaiki gunung Halla
“ibu ayah aku dan chan pergi dulu ya, jaga kesehatan kalian selama aku gak ada ya” ucap neisya sambil memeluk ibu dan ayahnya
“Chandra titip neisya ya, marahi aja di kalau nakal” ucap ibu bercanda kepadaku
“Ihhh ibu panggil Chanyeol jangan Chandra!” kesal neisya karna ibunya yang selalu memanggilku dengan nama Chandra bukannya Chanyeol
“tidak apa apa sya, aku suka kok dipanggil Chandra, iya bu aku pasti jagain neisya”
“tuhh orangnya aja gak masalah, kok kamu yang sewot sih” ucap ibu yang merasa menang dari neisya
“ishhh” sebal neisya karna tak ada yang memihaknya
“sudah sudah kalian ini gak dirumah gak diluar, kerjaannya berantem mulu, kalian itu ibu dan anak lo, oh ya chan bukannya pesawat mu akan lepas landas?” sekalinya ayah berbicara pertengkaran antara ibu dan anak pun usai sudah
“iya yah, kalau begitu kami pamit pergi dulu ya” ucapku sambil salam kepada ibu dan ayah neisya
“kalian hati hati yaa” ucap ibu sambil memeluk neisya dengan erat

>>Neisya POV<<
akhirnya kami telah tiba di korea ketika menjelang petang, tanpa berkeliling terlebih dahulu, kami langsung pulang ke rumahnya chanyeol dan keluarganya
“Chan besok pagi kita menaiki gunung Halla?” tanyaku tak sabar untuk segera menaiki gunung Halla
“iya, jadi malam ini kita istirahat agar besok pagi kita udah fit kembali” ucapnya sambil menyenderkan kepala di jok belakang mobil. kami dijemput supir pribadinya keluarga park atau keluarganya Chanyeol.

>>Chanyeol POV<<
#skip
“ayolah chan semangat, kita sudah hampir puncaknya” semangat neisya agar aku bisa melangkahkan kaki lebih cepat
“iya sya sabar dikit” ucapku sambil menahan sakit didadaku. rasanya ingin menyerah begitu saja merasakan sakit yang tak kunjung henti ini. tapi aku tak mau melihat raut wajah neisya yang sedih melihat keadaanku yang lemah ini

sesampainya dipuncak sakit didadaku semakin bertambah parah, aku tak tau harus bagaimana lagi, tak mungkin juga aku berbicara jujur kepada neisya mengenai kondisiku ini
“Chan pemandangannya indah yaa” ucapnya sambil menutup mata merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya
“Sya, aku mau ngomong sesuatu sama kamu”ucapku sambil berdiri menghadap wajahnya
“ngomong apa?”herannya
“dari kita kecil hingga sekarang kita selalu menghabiskan waktu bersama, hingga 5 tahun yang lalu aku pergi ke korea, aku menghabiskan waktuku tanpamu disisiku, aku ingin kita menghabiskan waktu hingga nafas terakhir, aku sayang kamu sya, aku ingin kita hidup bahagia berdua. tapi…”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s