[EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Sequel Hold Me Tight) (Chapter 19)

let-me-in.jpg

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

Author | RahayK

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

Yoon So hee  x Baek Eun Ha

Irene Bae  x   Park Ae Ri

Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

Kim Jong In  x   Kai Kim

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter -Sequel

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

Disclaimer | Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Poster | NJXAEM Design @ Poster Channel –Gamsahamnida untuk posternya yang indah- Summary  this  Chapter |  “..lebih dari sekedar keinginanku untuk melindungi Eunha begitu besar, aku ingin Eunha tetap berada di dekatku sekalipun nantinya ia akan terus dalam bahaya jika tetap bersamaku.”

Previous Chapter | First Encounter > Before time tell you to stop > Interview > Stranger(us) > Past pt.1 > Past pt.2 >Her Beloved > Fools love > For Life > All thing is back> Best (bad)gift >> Because Of Cola >> Game is Begin >> Meet and Invitation >> Unexpected Reality >>  His Decision>> Someone from Past >> Mad (no) Hate^ 17.1>> His Confession^17.2 >> Realized about fact >> Lost Her[now]

-=LET ME IN=-

-=19=-

Baekhyun side’s

Menyadari sebuah fakta yang begitu aku takutkan, bahwa pada realitas kehidupan segalanya akan memungkinkan. Mungkin bahwa bisa saja Tuhan mengabulkan keinginanku agar ia benar-benar keluar dari hidupku. Dan, menyadari bahwa kini aku berada dalam rasa ketakutan yang amat dalam. Takut, bahwa ia benar-benar menghilang dariku bukan untuk sekejap mata, namun untuk selamanya.

Dan, menyadari sebuah fakta lain yang benar-benar seperti menampar diriku sendiri. Menyadari bahwa keinginanku dia tetap tinggal di sisiku lebih besar daripada keinginanku untuk dia menghilang dari hidupku.

Baekhyun side’s end

**

Baekhyun merasakan seketika jalan fikirannya buntu. Panggilannya dengan Jaebum berakhir sekitar duapuluh menit yang lalu, dan ia masih berada di sisi sebuah jalan besar kota Seoul.Ia memejamkan matanya sejenak, menghela nafasnya pelan mencari jalan untuk ketenangan fikiran yang ia butuhkan agar ia bisa berfikir dengan nalar yang jelas setelah diselimuti perasaan panik untuk beberapa saat.

Ia membuka laci dasbor mobilnya, ada sebuah amplop disana yang segera diambilnya. Lembaran foto keluar begitu ia membuka amplop coklat itu. Meskipun Baekhyun mulai berfikiran negatif, ia mulai menepisnya. Kalaupun ia menghilang sekarang, ia hanya berharap bahwa Eunha sedang menenangkan diri di sebuah tempat, alih-alih bukan penculikan yang sekarang bersarang diotak cerdasnya.

“Dia baik-baik saja. Dia butuh waktu sendirian.”gumul Baekhyun sendirian, lantas ia memasukkan foto yang bergambar sebuah mobil yang terekam dari kamera pengawas dan menuju sebuah tempat.

**

Ting tong!

“Ya, tunggu sebentar!” Kyungsoo berlari dari kamarnya menuju pintu, seperti yang ia duga tamu yang memang ia tunggu memang datang, atau lebih tepatnya sudah berada di depan pintu. Ia tersenyum manis begitu Kyungsoo membuka pintunya, sementara Kyungsoo hanya tersenyum sungkan seraya mempersilahkan tamunya masuk dan membiarkan ia duduk di sofa. “Kau bilang ingin memberikan sesuatu, Kyung.”katanya langsung pada intinya.

Kyungsoo tak langsung menjawab, ia malah pergi ke dapur lalu menuangkan juice jeruk ke gelas dan menaruhnya dihadapan sang tamu. Ia mengamati wanita itu sebentar, lalu bercakap. “Noona,kau terlihat sedang banyak fikiran. Ada apa?”tanya Kyungsoo lalu ikut duduk di sofa sebrang. Dibilang begitu, orang yang dipanggil noona itu hanya mengusap wajahnya pelan, lalu tersenyum kecil dan tak menyangkal apa yang Kyungsoo katakan. “Memikirkan ini dan itu, oh ya, bagaimana studimu, apa lancar?”ia berbalik tanya pada Kyungsoo yang disambut dengan senyuman diikuti anggukkan. “Lancar, aku hampir menyelesaikan studiku. Oh ya, ini yang aku ingin berikan pada noona.”kata Kyungsoo, tangannya mengambil sebuah amplop coklat dan menyerahkannya pada pemilik amplop itu. Kyungsoo memang hanya jadi tukang pos disini, tapi biar sajalah jika memang itu bisa memperbaiki hubungan dua orang yang sejak dulu ia sayang seperti kakaknya sendiri, itu cukup. Meski, Kyungsoo yakin mereka tidak akan kembali bersama seperti dulu.

“Aeri noona, itu bukan murni dariku hyung menitipkannya padamu, katanya barangkali kau membutuhkan itu.”kata Kyungsoo agak tidak enak dengan situasinya. Aeri hanya menatap Kyungsoo sebentar, dan mengalihkan fokusnya pada amplop coklat itu. Kyungsoo kembali melanjutkan, “Sebaiknya noona melihat itu sendiri. Jujur, aku penasaran dengan isinya tapi, aku menghormati privasi kalian.”

Aeri memasukkan amplop itu ke dalam tasnya, ia sempat takut untuk bertanya pada Kyungsoo namun daripada ia penasaran akhirnya bertanya juga, “Kyung, bagaimana ekspresi Baekhyun saat memberikan ini padamu?”

Mendengar itu, Kyungsoo tertawa kecil lalu memegang bahu Aeri. “Biasa saja, mungkin agak sama sepertimu –dia juga banyak fikiran, sama halnya denganmu, noona.”

Aeri mengangguk lalu beranjak berdiri, “Katakan padanya, aku berterimakasih untuk ini. Atau mungkin untuk semuanya.” Kyungsoo mengiyakan seraya mengangguk, ini memang tidak seperti dugaan, ini hanya perasaan Kyungsoo atau memang benar detik ini ia melihat Aeri, seperti Park Aeri yang ia kenal lima tahun lalu. “Kau ingin segera pergi?”tanya Kyungsoo, banyak hal yang sebetulnya yang ia ingin bicarakan dengan Aeri, termasuk apa yang menjadi beban fikirannya akhir-akhir ini.

Eoh..masih ada yang aku urus,”jawab Aeri, “Ayo aku antar ke bawah.”kataku hanya dibalas oleh senyuman cantik milik Aeri. Merekapun berjalan beriringan, Kyungsoo terdiam hingga masuk ke dalam lift, ia kemudian menoleh pada Aeri yang hanya menunduk menatap lantai lift. Tangannya ia genggam,seperti ia cemas akan sesuatu. “Noona..kau mencemaskan sesuatu,kan? Itu yang membebani fikiranmu bukan? Apa ini tentang Yunheo?”

Aeri menoleh, ia menyingkap rambutnya lalu menaikkan tali tasnya yang turun. Ia tersenyum sakit lalu menjawab, “Yunheo.. sedikit sakit,”

Ting!

Lift kembali terbuka, kini mereka tiba dilantai dasar. Keduanya segera keluar, lalu menuju parkiran mobil outdoor. “Badannya terus dipenuhi lebam, beberapa kali ia terjatuh, aku fikir itu bukan masalah besar. Dan, hasil tesnya keluar hari ini, sebelum ke sini aku lebih dulu ke Rumah Sakit.”ujar Aeri lirih, matanya kini berkaca-kaca, namun dengan segera ia usap dan mengulas senyum. Kyungsoo memeluk Aeri singkat, ia mengulas senyum menguatkan. “Aku tahu, tidak perlu dilanjutkan..namun kau harus tahu, jangan menyalahkan dirimu sendiri, karena semuanya akan membaik, noona.

“Aku tidak tahu bagaimana memberitahu Yunhyeong soal ini. Aku tidak sanggup.”ujar Aeri, air matanya tak lagi terbendung. Kyungsoo tahu, ini berat untuk Aeri. Karena wanita ini mengalami hal yang sama beratnya lima tahun lalu. Lalu, apa ini karma? Pertanyaan itu muncul begitu saja dibenak Kyungsoo. Kyungsoo hanya kembali memeluk noona nya berharap wanita itu akan tenang.Tentu saja, tidak dibalas oleh wanita itu. “Segalanya akan membaik, percayalah satu hal itu. Dan, aku harap noona tidak melakukan kesalahan yang sama.”

Aeri hanya mengangguk meski masih dalam isakkan. Aeri menyadari, bahwa tetap saja orang-orang dari masa lalu-nya  yang bersedia tetap berdiri di tempat yang sama, sekalipun kini ia berada diujung jurang sekalipun.

**

Eunha mengusap pigura sang ayah dalam tangis, ia kacau hatinya begitu hancur tidak terbentuk.Ia tidak mengenal lagi manakah yang benar atau yang salah, atau mana yang harus ia coba untuk mengerti dan yang tidak, ingatan itu ia lupakan selama lebih sepuluh tahun belakangan hidupnya, namun memori buruk itu kembali dengan sendirinya tanpa ia minta.

“Ayah..”

“..mengapa kau tidak pernah mengajarkanku untuk membenci orang tidak seperti ibu yang bertahan untuk membenciku selama sepuluh tahun ini? Ibu tahu cara membenci aku dan mencintai Eunki, sedangkan aku hanya tahu cara mencintai orang lain dan tak tahu cara membenci, aku harus bagaimana, ayah?”

Gadis itu menangis sendirian, ia tidak paham dengan situasi yang ia alami. Ini menyakitkan untuknya.Eunha tidak dapat menyalahkan siapapun, sekalipun itu adalah Baekhyun ataupun dokter tidak ada yang salah disini. Eunha hanya tidak mengerti, mengapa kebencian sang ibu yang ia terima harus sebesar ini? Apa Tuhan memberikan isyarat karena Eunha tak lagi pantas berada didunia? Apa waktu memintanya untuk berhenti dengan cara yang halus seperti ini?

Ponselnya bergetar, ada nama yang menjadi titik balik ingatan gelapnya kembali. Ia hanya membiarkan panggilan itu dan mati dengan sendirinya, setelah itu ia memilih untuk menonaktifkan ponselnya dan pergi dari sana. Sekali lagi, Eunha membutuhkan tempat dan waktu sendirian baik untuk menenangkan fikirannya ataupun menata hatinya kembali dan juga mengembalikan nalarnya yang sempat kacau balau.

Eunha menghindari setiap orang yang ia temui, kejadian mengerikan terakhir kali dimana Kai hampir saja menghabisinya membuat Eunha memiliki trauma kecil untuk berhadapan dengan orang-orang asing.

**

“Aeri –ssi,” panggil seorang rekan polisi yang ia mintai bantuan untuk menyelidiki foto mobil hitam yang diberikan oleh Baekhyun. “Bagaimana Sehun –ssi, sudah ketemu siapa pemilik mobil ini?”tanya Aeri dengan tatapan penuh harap, rekannya itu mengangguk dan menyerahkan data itu pada Aeri. “Mobil itu atas nama Choi Young Ki, ia pernah menjadi tahanan akibat kasus tabrak lari, lebih tepatnya ia seperti kurir bayaran untuk melaksanakan tugas orang-orang kalangan atas.”jelasnya panjang lebar.

“Baiklah, terimakasih sudah membantuku. Aku harus pergi.”

“Oh ya, Aeri –ssi..”kalimat Sehun menggantung, membuat Aeri yang sudah menuruni tangga pintu keluar kantor polisi menoleh kembali. “Sewoon bilang, Yunheo tidak masuk sekolah karena sakit. Apa parah?”

Aeri tersenyum dan menggeleng, “Tidak juga, Yunheo akan mulai masuk sekolah besok, kau bisa sampaikan pada Sewoon seperti itu. Aku permisi dulu ya, Sehun –ssi.”pamit Aeri lalu membungkukkan badannya singkat.Lalu pergi dari sana tanpa perduli Sehun yang masih ingin mengatakan hal lain.

**

Aeri menyandarkan tubuhnya pada kursi yang ia duduki, wanita itu menyesap espresso nya dalam diam.Katakanlah, ini sebagai penyalur fikirannya yang sedang kalut. Dalam seharian ia sudah mengetahui banyak fakta, yah, fakta anaknya yang begitu ia sayangi harus mengidap sebuah penyakit mematikan.

“Hasil tes mengatakan Yunheo mengidap Leukimia.”

Hanya sampai disana yang Aeri ingat, sisa penjelasan lain terasa seperti sebuah dengungan kencang yang masuk kedalam indra pendengarnya.Maksud Aeri begini,

“Yunheo hanya seorang anak berumur 6 tahun. Tidakkah mengerikan baginya untuk tahu tentang itu apalagi mengerti saja sudah pasti terlalu berat untuknya, dokter.”

Itu yang Aeri katakan ketika berada di Rumah Sakit. Sebisa mungkin wanita itu tak tumbang ketika berada disana, namun percuma, ia tetap bersimpuh dilantai mengetahui kenyataan yang membangunkannya pada realita yang begitu menyedihkan.

Lalu, apa bahagia yang ia lalui selama lima tahun ini?

Hanya mimpi?

Aeri tidak tahu, sungguh wanita itu kehilangan fikiran dari perjalanan pulang dari Rumah Sakit hingga tiba di café ini. Tangannya gemetar, tak tahu apa yang harus ia katakan pada seseorang yang sengaja ia undang ke sini untuk membicarakan satu fakta lain.

“Memang aku yang mengendarai mobil itu dan seseorang memintaku untuk melakukan itu, tentu dengan bayaran yang tidak dapat aku tolak, nona.”

Aeri terdiam, lalu memberikan sebuah foto lain pada orang yang ia tanyai itu, seseorang yang bernama Choi Young Ki. “Apa dia yang memintamu?”

“Oh, kau benar. Tuan Kim Kai. Beruntung ada yang menyelamatkan putramu hari itu Aku yakin ia memintaku melakukan tabrak lari itu karena hubungan kalian tidak cukup akur bukan?”

Orang yang dibicarakan itu datang, Aeri terbangun dari lamunannya. Ia membenarkan posisi duduknya. Seperti biasa, lelaki itu tersenyum cerah seakan tak melakukan kesalahan apapun.

“Kau masih sama, seperti sebelumnya.”sindir Aeri begitu Kai dengan mantap menduduki bangkunya. Kai hanya mengangkat kedua alisnya, “Apa yang kau bicarakan, sweety?”tanyanya dengan sebuah senyuman menggoda, menampilkan sebuah ekspresi berkarisma membuat Aeri makin geram melihatnya.

“Kau menjijikan, dan melakukan hal-hal bodoh karena hal yang kau inginkan tidak pernah tercapai.”cerca Aeri lalu melemparkan foto-foto itu. Kai mengambil salah satunya, kemudian tertawa seperti tak melakukan salah. Aeri benar-benar merasa murka, ia bahkan menyiram espresso itu kewajah Kai.

“Park Aeri!! Kau yang benar saja!”seru Kai lalu mengusap wajahnya dengan sapu tangan yang memang selalu tersedia di saku dalam jasnya. “Kau gila melakukan itu pada anak yang tidak tahu apapun. Jika kau ingin membenciku ataupun membalas dendam silahkan kepadaku, atau suamiku. Tapi tidak dengan Yunheo.”teriak Aeri dengan penuh amarah, namun matanya berkaca-kaca menahan tangis. Ia sendiri sengaja untuk menyewa seluruh penjuru café untuk dua jam, jadi keadaan café kosong dan hanya ada beberapa karyawan yang berdiam di ruang staff dan menjadi saksi bisu pertengkaran mereka.

Kai justru tertawa dan berlutut dihadapan Aeri yang masih duduk di tempatnya. “Dengar, aku punya tujuan melakukan itu. Tapi, karena kau tidak sabar mendengarkan, jadi lebih baik kau tahu ini!” Kai melemparkan lembaran foto ketika Kyungsoo memeluknya di depan Apartemennya.

“Aku bisa melaporkan itu pada suamimu.”lanjut Kai lagi, seraya mengendurkan dasinya yang sudah amat bau kopi. Aeri tak begitu perduli dengan itu, “Laporkan saja pada suamiku. Memangnya kau tahu apa akibat dari percobaan tabrak lari itu?huh?”

“Aku tahu satu hal yang tak bisa aku katakan padamu. Kenyataan yang membuktikan bahwa kau wanita yang menjijikan.Dan, jika kau memperpanjang masalah ini ke polisi, aku tidak akan memegang janji itu lagi, aku akan mengatakan pada suamimu bahwa kita saling mengenal.Mengerti?”

Aeri tak perduli dengan semua hal omong kosong itu, ia hanya segera beranjak dan menampar lelaki itu cukup keras. “Aku tidak perduli dengan itu. Sekalipun aku tidak bisa melindungi diriku, aku akan tetap melindungi anakku. Bagaimanapun caranya.”ujar wanita bersurai legam itu, air mata kembali jatuh membasahi pipinya yang tersapu oleh bedak tipis. Dan meninggalkan lelaki brengsek itu sendirian.

Lelaki itu menggebrak meja kesal. “Sial! Park Aeri, aku akan membuatmu menderita. Akan aku pastikan tidak ada lagi kebahagiaan yang bisa kau rasakan setelah hari ini.”ujar Kai bertekad seraya memandang sosok Aeri yang menjauh dan hilang disebrang jalan café. Diam-diam tersusun sebuah rencana busuk untuk ia hadiahkan ke Park Aeri, persembahan khusus darinya.

**

Baekhyun berlari masuk kedalam Rumah Abu. Ia segera ke makam Ayah Eunha, lelaki itu membungkukkan badannya untuk sesaat sebagai tanda hormat dan memberi salam. Lelaki itu kemudian bermonolog pada pigura sang kapten yang menyelamatkannya dari insiden kebakaran di Gohaeng Industry pada tiga belas tahun silam.

“Maaf aku tidak menyapamu dengan baik sebelumnya, dan kini sepertinya juga begitu.. Namun, aku ingat siapa anda sekarang. Karena, putri kecil anda memiliki sifat yang benar-benar sama dengan anda, Kapten Baek. Aku hanya ingin berterimakasih padamu, dan juga mungkin meminta maaf atas beberapa hal..” Baekhyun terdiam sejenak, ia memandang foto Tuan Baek Jang In, ayah Eunha penuh arti.

“Maaf karena aku sering sekali melukai Eunha, aku hanya tidak ingin melukai putri anda lebih jauh. Namun, sepertinya jika ia sungguh menghilang dari hidupku aku benar-benar tidak dapat menerima itu, Kapten. Aku tahu, jika sepertinya aku sungguh serakah.. namun, lebih dari sekedar keinginanku untuk melindungi Eunha begitu besar, aku ingin Eunha tetap berada di dekatku sekalipun nantinya ia akan terus dalam bahaya jika tetap bersamaku. Kapt, aku harap kau mengizinkanku untuk kembali menemukan Eunha lagi. Aku akan berusaha semampuku untuk tidak melepaskan Eunha apapun yang terjadi..”

Baekhyun berbalik, ia sempat terdiam begitu melihat sosok anak kecil yang berdiri di hadapannya. Kemudian, Baekhyun berjongkok dan anak kecil itu menghampiri Baekhyun. Anak perempuan itu tersenyum, Baekhyun pun ikut tersenyum dan bersuara,

“Siapa namamu?”

“Eun.”

“Eun?”

Anak itu mengangguk, Baekhyun kembali tersenyum seraya membelai poni anak itu. “Eun, bisakah aku bercerita padamu?”

“Lalu, apa bisa aku memanggil ayah untuk sekali saja?”

“Eng.. tentu saja boleh.”

“Ayah, kau boleh bercerita apa saja.”

“Baiklah, umm.. ayah tidak yakin soal menunggu ibumu untuk kembali ke rumahnya, entah sejak kapan.. sepertinya setelah semua yang terjadi –ia tidak akan kembali. Ayah kira dengan tidak mencintai siapapun, juga tidak akan melukai siapapun namun sepertinya ayah salah, -ayah melukai hati seorang wanita yang tak seharusnya mendapatkan luka itu.Bagaimana jika seandainya wanita itulah yang benar-benar ayah tunggu untuk kembali ke rumah dan bukan ibumu, apa yang harus ayah lakukan, Joo Eun?”

Tepat setelah Baekhyun bertanya, anak itu menghilang dari padangannya. Ya, itu hanya halusinasi dari Baekhyun. Ia hanya berdiri di depan makam abu Joo Eun.Lelaki itu menghela nafas panjang. Hari sudah malam, dan ia harus mencari Eunha. Namun, mengeluarkan apa-apa yang mengendap dalam hatinya didepan halusinasinya akan Joo Eun membuatnya lega.

**

“Myung soo –ah?”sapa Jieun yang menyapa sang suami yang sedang duduk di ruang baca membaca Koran. Myungsoo tersenyum, ia melambai pada Jieun dan menyuruhnya untuk duduk di sampingnya. “Ada apa?”

“Katanya kau akan mengatakan sesuatu padaku, tentang apa?”tanya Jieun seraya menyandarkan kepalanya di bahu Myungsoo. Myungsoo terdiam lalu melipat korannya, ekspresinya berubah menjadi muram. “Aku pernah bilang padamu bahwa aku mendengar Aeri mengigau bukan?tentang ia yang mengaku bahwa kematian ayah secara langsung dia yang melakukannya.”

“Lalu, kau ingin membantuku menggugatnya ke pengadilan?”tanya Jieun antusias. Myungsoo justru menggeleng, ia menatap Jieun penuh sayang, namun ada makna lain disana. “Aku rasa tidak sekarang. Karena, jika kau mendengar satu fakta ini, kau tidak akan memaafkan dirimu sendiri karena sudah membuang Aeri. Kaka iparmu itu sudah cukup menderita mulai dari sekarang.”terang Myungsoo membuat Jieun hanya mengernyit heran.

“Apa maksudmu?”

“Aku mendegar ini dari dokter tempatku bekerja, kalau Yunheo sakit.”

“Lalu, apa yang hebat?maksudmu, kematian ayah terbayar dengan Yunheo yang juga sakit begitu?”tanya Jieun setengah hati, bagaimanapun Yunheo adalah keponakan yang ia sayang. Myungsoo menghela nafas panjang, cukup frustasi untuk mengatakan itu pada istrinya yang mudah shock apalagi sekarang Jieun sedang mengandung dalam usia yang masih rawan. “Terserah kau ingin berfikir apa, namun kau harus tahu bahwa kandunganmu masih cukup rawan untuk mengetahui berita besar ini.”Myungsoo mengingatkan Jieun untuk lebih berhati-hati, namun Jieun hanya mengangguk dan meyakinkan hatinya sendiri.

“Aku akan mendengarkan apapun itu. Yunheo, sakit apa?”tanya Jieun lagi, Myungsoo mengusap wajahnya. Ia hanya berharap bahwa ini adalah yang terbaik. Dengan poker face karena tuntutan profesionalnya sebagai dokter, “Leukimia.”

“Mwo?” Jieun tak percaya, ia menatap Myungsoo tak mengerti.

**

Aeri masuk ke kamar Yunheo, ada Yerin yang sedang menyelimuti kembali Yunheo setelah memeriksa suhu tubuhnya. Aeri mengisyaratkan Yerin untuk keluar, ia kemudian menaruh tasnya dan juga membuka mantel yang ia kenakan, kemudian duduk di tepi pembaringan Yunheo yang sedang beristirahat.

“Yunheo..”bisik Aeri dengan dada yang sesak. Tuhan benar-benar menghukumnya. Yunheo membuka matanya, walau kelihatan anak itu masih mengantuk betul akibat bius yang diberikan. “Ibu?”

“Ya, ini ibu..”

“Aku mengantuk bu..apa aku akan terus di rumah?”

“Tidak, mari kita coba bersekolah besok. Semuanya akan membaik, percayalah..tidurlah.”ujar Aeri lalu mencium kening Yunheo penuh sayang. Ia keluar dari kamar Yunheo, Aeri berpapasan dengan Yunhyeong, “Aku ingin bicara. ambil tas dan mantelmu.”

**

“Ahjussi! Tolong aku!Ahjussi!”

Baekhyun membuka matanya terkejut, peluh membasahi tubuhnya. Ini mimpi buruk, namun firasatnya ini lebih dari mimpi buruk.

Eunha, gadis itu dalam bahaya.

To Be Continued..

a.n

cuman mau kasih tau aja, kalo sebelum cerita itu kan ada Point of View dari tiap cast ya, itu seperti gambaran isi hati mereka gitu. Karena kebanyakan dalam cerita ini memakai sudut pandang penulis jadi saya kasih monolog seperti itu biar kalian lebih menghayati bacanya 🙂 oh ya, biar menghayati banget jangan lupa KOMENTAR nya yaa muehehe, thanks^^

OYA OYA OYA *pantura kali ah

Soal new story yang aku bilang itu. Adakah yang penasaran? Gak ada? Yaudahlah.. yang penting aku kasih tau bocoran dikit. [seharusnya announce ini aku taro di chapter 22 nanti, tapi karena alasan lain aku taro disini aja deh]

JADI..

Aku akan merilis FF Baru dengan cast EXO lagi

*krik*

Okeh. Dengan sangat baik aku kasih tau kalian judulnya adalah WILL YOU BE THERE.

Why I give a title WILL YOU BE THERE? Karena, terinspirasi dari judul FILM MY LOVELY 2ND HUSBAND YAITU SI MAS BYUN YO-HAN. Ada yang tau gak? Gak ada? Yaudah lah dia emang cuman milik aku, kalian gak usah tahu *ketawajahat.

Will you be there adalah judul film yang bener-bener gue suka. SUKANYA TUH SAMPE LOPE LOPE \^^/ *BERBAHAGIASENDIRI

Cerita singkat film itu tentang seorang cowok yang kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan cinta pertamanya. Orang yang benar-benar dia cinta melalui tidur. *ketjeh abis filmnya! Untuk genre time travel, saya suka karena punya alur yang clear walau bolak-balik gitu. Past and Present. Aku rekomen film ini. Tunggu, aku bukan endorse tempat download filmnya atau filmnya mas byun yo. Tapi, emang kalian harus nonton itu kalau yang suka sama nonton

AND THEN..

TAPI.. TAPI.. cerita baru aku alias FF Baru yang akan dirilis itu sama sekali bukan FANTASY. bukan, itu cerita bener-bener real-life dan penuh dengan intrik, konflik dan drama. Jadi, aku hanya terinspirasi dari judulnya aja gengs. Udah kok gitu aja. Kalo penasaran, pokoknya wajib di cek. Baca. Komen.

Jangan Lupa !! WILL YOU BE THERE (terserah mau kalian pakein tanda introgative atau enggak)

Baca teasernya next week!  *maksa *dilemparlightstickaeris

P.S: Ada SURPRISE BUAT KALIAN PEMBACA TERSAYANG. SOALnya dari surprise ini membuktikan apa kalian real readers ataukah just siders who keep silent when I am in madly. Hayo apa? Yang tau hebat! kekekeke

36 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Sequel Hold Me Tight) (Chapter 19)”

  1. Thour dimana eunha kasian baek jadi khwatir ,,, mungkin karma cocok buat aeri karena telah meninggalkan barang berharga sebelum dia kawin lagi ,, knp sih si kim kai itu suka bener ngelakuin hal yg nggak nggak mulai dari eunha baek ampe aeri
    Penasaran banget
    Semangat thour nulisnya

  2. Sampai kpn baek- eunha pisah?? Aku mrindukan momen merka Rha,,, kmbalikan momen baek-eunha ku😂😂 ksian jga sma aeri, walau bgaimna pun cobaan yg di hadapinya itu udh kyak karma..haha*tawajahat

    Telat komen bru ada waktu buat bca ff lgi😃

    Himne Rha😄

    1. sampai nanti aku memutuskan mereka baikkan (?) wkwkwkwk yang sabar yaa nungguin mereka kembali bersama 😂
      smga tdk mengecewakan
      btw
      part 20 sudah rilis bs di cek dan baca karena ada announce buat dptin password~😋😋😏

  3. Nih author demen banget sih bikin anak orang penasaran ampe bikin dahi gua berkerut nyut nyut loh apalagi yang someone point of view yg chapter sebelumnya hmm gua ampe sekarang masih berpikir keras wkwk 😂
    Tanggung jawab lu thor, gua jadi berpikir keras nih 😂
    Eh tapi gapapa itu yg bikin greget sih sebenernya wkwk
    Oke ntar kalo udah publish gua baca deh thor karya terbaru lu yg judulnya WILL YOU BE THERE, mangat author-nim, gua tunggu semua karya lu thor 💪😆💪😆💪😆

    1. wkwkwkwk v btw gue juga msh gak bs move on dr let me in nih.. pdhl udh kelar buat ceritanya tp ttp pas nulis wybt kebawa eunha dan baekhyun wkwkwkw
      penasarannya di jaga yaa biar ttp baca ampe klr ff nya wkwkwkw 😁😁

  4. Aku harap eunha dan baek hyun bisa ketemu dan bersama lagi , dan semoga eunha gak kenapa napa dan baekhyun bisa selamatin enuhaaa. Kasihan banget yunho sakitt nya prah banget, dari awal yang lebam lebam itu aku sebenarnya udah curiga pasti penyakitnya berbahaya eh ternya ta bener huh sedihh banget.. kebahagiaan harus hilang dengan begitu cepattt… hmmm di tunggu yaa ff baru nyaaa semangattttt!!!! 😊😊

  5. Kai jahatnya gak ketulungan euy..bikin kesel..tega gitu nyuruh org buat nabrak anak kecil…hftt..
    Si baek dh mulai sadr tuh ma perasaannya..aw aw aw…hehehe
    Penasaran ma pertemuan baekhyun-eunha..mg2 di next chapter ya mereka ketemuannya….
    Dan yang WOW lg,SEHUNku muncul..wkwkw,hatiku riang gembira pas tau bias aku tiba2 nongol,jd polisi pula…hihihi
    Aq tunggu next chapternya ya…
    Dan jg FF barunya…
    Semangat…^~^

    1. huehehehe iyaa dia ayahnya sewoon.. tbtb kefikiran hunnie di sini..
      btw.. baca yg everything has changed gak?
      itu sehun jd lead male lhooo 😄😅

  6. kenapa di chap ini bahkan gak ada kebahagiaan barang sedikit aj.😭😭
    . aq pikir karma itu emang ada’tapi kenapa harus yunheo jalannya’ dia terlalu kecil bahkan dia aj gak tau tentang dosa terbesar ayah ibunya.kabar bahagianya di sini baek udah mutusin buat ngejaga eunha.(aq bahagia untuk itu). ahjussi cepet ketemuin eunha’ aq berharap dia gak dalam bahaya kayak yg di mmpiin baek’ dan aq lebih berharap eunha gak ketemu sama kai.
    dia benar” jahat’ masihkan dia punya otak di kepalanya’??
    kenapa dia selalu aj berbuat jahat ke semua orang.benar” brengsek si kai itu.
    . kk aq tunggu chap selanjutnya. tetap semangat. ffnya makin bagus dan makin bikin penasaran.aq suka banget.
    ( buat ff barunya kk aq setia nunggu buat baca )

  7. ksian bgt ya yunheo kna penyakit pdhl kn ibuny yg slh. apa itu krma duh gk tega bgt liht ank skecil itu hrus ngerasain itu. eunha mmg wanita yg kuat dan penyanyang terbukti dri dia gk membenci dan menyalhkn siapapun dlm ksus ayh ny. baekhyun dh sdr bhwa ia membutuhkn eunha. dan eunha ny knp..
    knp dia minta tlong sma baekhyun. wakaupun itu hany mimpi tpi itu kn pertanda.
    si kai ny jht bgt msk dia tega blas dendm melalui ankny aeri. shrusny dia bls sma org yg bersangkutn. si kai pengecut bgt
    dsini sifat kai seperti iblis.
    stelh apa yg dia coba lkukn ma eunha tpi mgkn dia gk mrsa bersalh sma sekali. duh kesel…
    mkin pnsrn aj ni kk ma critany
    pandai bgt sich kkak bikin teka-teki ma alur yg sush ditebak.

    ok kk. aq bkl cek ff yg kakak rekomendasikan. moga critany seru ya.
    semangt ya kk ngelanjutin critany
    q akn setia nungguin next chapterny.

    1. hmmm.. hehehehe makasih udh baca.. komen kamu mewakili perasaan silent readers hehehehe
      btw.. kai itu yhaaa.. gtulah.. dia parah bat y disini.. maafkan aku para fansnya kai 😣😣

    2. kk lw mlai chapter 23 dipasword ksi tw q ya.
      pi q hany punya akun facebook kk. 😢😢😭
      gk papa kn.
      wih gk kbayang lw nnty gk bsa bca chapter selanjutny 😥😥😱😱

  8. aaaaa…..kasiannyaaaaaaa….sekecil itu harus skit leukimia,,hiks 😦
    tapi baek udah ngakuin gimana perasaannya..so sweet ah…tp kasian jg eunha nya,,,slma ini jd sasaran makny yg terus2an minta duit tapi ga mau merhatiin eunha,,,jd sebel sndri sma maknya ckckckckck
    fighting thor!!ga sbar nunggu baek ktmu eunha kira-kira gimana yaaaaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s