[EXOFFI FREELANCE] Butterfly (Chapter 1)

butterfly.jpg

|  BUTTERFLY  |

| Byun Baekhyun & Son Wendy |

|Do Kyungsoo, Lee Jieun (IU), Kris Wu|

| Romance x Fantasy |

| PG-17 | Chaptered |

2017 – Storyline by JHIRU H.

Kau seperti kupu-kupu.

Jika aku mencoba untuk menyentuhmu,

Kau akan terbang menjauh dan aku akan kehilanganmu.

*Hargai karya penulis dengan meninggalkan jejak di kolom comment

—×◦ butterfly ◦×—

In Author’s Eyes . . .

    Baekhyun tidak pernah bermimpi, lebih tepatnya makhluk seperti dia tidak mengalami siklus seperti itu. Sayangnya, saat ini Baekhyun tidak bisa membedakan hal ini nyata atau fantasi. Seperti mimpi, itu yang pernah dia dengar dari manusia.

    Bagi Byun Baekhyun, seperti itulah keberadaan Wendy untuknya. Pria Byun itu sudah menghabiskan hidup selama ratusan tahun, tapi dia belum pernah bertemu dengan gadis seperti Son Wendy.

    Gadis itu memberikan rasa ketertarikkan yang berlebihan untuknya, bukankah seorang vampire tidak mempunyai perasaan? Mereka hanyalah mayat hidup yang dapat bergerak bebas. Semua jantung, hati, dan organ lain dalam tubuh mereka tidak berfungsi lagi. Jadi, bagaimana Baekhyun menjelaskan hal yang sedang terjadi padanya?

    Pertemuan mereka terjadi karena Gadis Son itu yang tidak sengaja menemukan Baekhyun, Pria Byun itu sedang berusaha bersembunyi dari sinar matahari. Bukan! Bukan berarti sinar dari mentari dapat membunuh makhluk sepertinya. Hanya saja, itu membuat para vampire terluka seakan sedang terpanggang.

    Aneh, Wendy sama sekali tidak takut. Gadis itu malah membantu Baekhyun mencari jalan yang cukup aman agar dapat bersembunyi di dalam hutan yang gelap. Jadi, sejak itu Baekhyun secara diam-diam memperhatikan Wendy.

    Seperti saat ini, Baekhyun menantang matahari hanya untuk melihat Gadis Son itu. Pria Byun itu tidak bisa melewatkan rutinitas Wendy, setiap pagi gadis itu mencari beberapa tanaman obat di pinggir desa. Baekhyun mendengar pikiran Wendy, Gadis Son itu tahu bahwa dirinya sedang diawasi.

    Sayangnya, Wendy bukanlah gadis biasa. Dia sama sekali tidak takut, sesekali gadis itu mengedarkan pandangan mencari tahu keadaan sekitar. Entah kenapa, hari ini Baekhyun sepertinya sedang tidak beruntung. Kewaspadaan pria itu tidak seperti biasanya, dia kehilangan Wendy dan tak lama gadis itu muncul tak jauh dari tempat Baekhyun mengawasi. Pria Byun itu tertangkap basah.

    Wendy menatap bingung pria itu, bukankah seharusnya vampire tak keluar disaat matahari bersinar? Lalu, apa yang sedang dilakukan Pria Byun itu disini?

    Baru saja, Gadis Son itu akan melangkah mendekat tapi Baekhyun memperingatkannya.

“Tetap di sana, jangan mengambil satu langkah pun!”

    Awalnya, Gadis itu sedikit terkejut mendengar nada suara Baekhyun yang sedikit tinggi. Lalu, Wendy memasang raut wajah penuh tanya pada Pria Byun itu.

“Jangan mencoba untuk memikirkannya atau mengatakan apapun padaku,”

    Itu benar, Pria Byun itu terlalu takut untuk mengetahui isi pikiran Wendy tentang dirinya. Bukankah ini sangat lucu? Hey! Baekhyun itu vampire, bagaimana mungkin dia bisa merasakan perasaan takut?

“Wendy! Dimana kau?”

    Mereka sama-sama mendengarnya, salah satu teman gadis itu mencari keberadaan Wendy. Jadi, Gadis Son itu berbalik berniat untuk menemui temannya.

“Tersenyum, jika kau melihatku kau hanya perlu tersenyum.”

    Sesaat Wendy tertegun di tempat, lalu dia merajut langkah meninggalkan Baekhyun. Sebelum Gadis itu benar-benar menghilang dari pandangan Pria Byun itu, Wendy menoleh pada Baekhyun dan memberikan senyum terbaiknya.

    Lalu, bagaimana dengan Pria Byun itu? Dia hanya terdiam di tempat sampai Wendy benar-benar menghilang dari pandangan.

    Gadis itu sungguh cantik, sama seperti kupu-kupu yang sering Baekhyun lihat. Wendy begitu indah tapi karena itulah Pria Byun itu menjadi takut, Baekhyun takut akan mematahkan sayap gadis itu dan membuatnya tidak bisa terbang.

    Baekhyun tersenyum miris pada dirinya sendiri, bagaimana mungkin dia bisa merasakan hal itu? Apa memperhatikan manusia dapat membuat vampire menjadi sedikit manusiawi?

    Pria Byun itu menyudahi rutinitasnya dan kembali masuk ke dalam hutan, sebuah rumah yang cukup besar di dalam hutan adalah tempat tinggalnya. Baekhyun tidak tinggal sendirian, ada beberapa makhluk yang sama tinggal bersamanya. Mereka hidup berkelompok dan bekerjasama untuk mencari makanan.

    Kaki Baekhyun memasukki ruang tamu dimana ada Jieun yang sedang duduk diam dan menatap tajam padanya.

“Menemui manusia itu lagi?”

“Itu bukan urusanmu,”

    Baekhyun meninggalkan Jieun begitu saja dan masuk ke dalam kamar. Pria Byun itu sedang tidak ingin mendengar celotehan dari Jieun, dia terlalu malas untuk mendengarnya hari ini.

    Wendy, tidak bisakah gadis itu tinggal di sisinya? Baekhyun menginginkan Gadis Son itu. Tapi Pria Byun itu juga tidak ingin membuat Wendy menjadi sepertinya, gadis itu hanya akan merasakan penderitaan. Bagi Baekhyun yang sudah hidup ratusan tahun, kehidupan yang lama sama sekali tidak memberikan kebahagian.

    Ketika manusia menjalani hidupnya dan menua, mereka akan lebih menghargai apa arti kehidupan. Tidak seperti Baekhyun, makhluk seperti mereka haus akan darah. Wajah yang selalu memberi kesan datar dan disaat tertentu, mereka akan berubah menjadi monster.

    Pria Byun itu tidak ingin mengubah Wendy, Baekhyun ingin melihat wajah Gadis Son itu selalu bersinar terang. Menghargai apa arti kehidupan dan selalu tersenyum riang seperti tadi, sebuah senyuman yang sangat indah. Mungkin, Baekhyun akan selalu mengingat ekspresi itu dan menyimpannya di dalam pikiran.

×◦◦×

    Wendy tersenyum bangga atas jerih payahnya, hari ini gadis itu berhasil membuat beberapa obat. Gadis Son itu sama sekali tak punya keahlian bertarung untuk melindungi diri ataupun menjaga desanya, tapi Wendy memiliki kemampuan yang cukup lebih pada otak. Jadi, dia membantu merawat atau mengobati warga desa.

    Desa mereka kerap kali diserang oleh vampire dan makhluk buas lainnya, warga desa sering menyebut vampire itu jahat. Tapi Wendy tidak berpikir sama, menurut gadis itu tidak semua vampire memiliki perilaku yang serupa.

    Wendy yakin, sebagian dari makhluk itu memiliki sikap yang lebih baik. Seperti vampire yang ditemuinya pagi tadi atau vampire yang pernah menolongnya.

    Saat gadis itu berusia dua belas tahun, desa mereka diserang oleh kelompok vampire. Bahkan, Wendy sudah kehilangan kedua orang tuanya. Ditengah kekacauan, Gadis Son itu hanya dapat menangisi kepergian orang tuanya. Apa yang bisa dia lakukan selain itu? Tidak ada.

    Ditengah kekacauan itu, Wendy yang sedang ketakutan dihampiri seorang vampire. Gadis kecil itu hanya diam membeku, tak mampu bergerak untuk melarikan diri. Mata merah itu menatapnya dengan tajam, taring tajam yang dipenuhi bekas darah dari manusia lain. Warna rambut yang sama dengan sinar rembulan dan wajah tampan yang dimiliki semua vampire laki-laki. Gadis Son itu masih mengingatnya dengan jelas, vampire itu membawanya menjauhi kekacauan dan menyembunyikannya.

    Wendy sama sekali tidak keluar dari persembunyian sampai besok pagi. Ketika mentari sudah menunjukkan sinarnya, gadis itu mendapati desa yang sudah berubah menjadi kubangan darah. Bersama beberapa warga desa yang selamat, mereka membangun desa dan membantu satu sama lain untuk hidup dengan baik.

    Sejak saat itu, Wendy yakin tak semua vampire berniat menyakiti manusia. Dia yakin, ada segelintir dari makhluk-makhluk itu yang masih memiliki rasa simpati.

“Apa yang sedang kau pikirkan?”

    Gadis Son itu menoleh dan mendapati salah satu temannya, Do Kyungsoo berdiri di samping Wendy dengan raut penuh tanya.

“Tidak, tidak ada.”

    Mata besar Kyungsoo tetap menatap Gadis Son itu, pria itu tidak mempercayai ucapan dari Wendy. Menurut Pria Do itu, Wendy sama sekali tak pandai berbohong. Wajah gadis itu akan kelihatan sedikit kaku ketika dia menyembunyikan suatu hal.

“Aku dengar dari Mora, tadi kau sempat menghilang.”

    Wendy merutukki kelakuan Gadis Hwang itu, kenapa dia harus memberitahu Kyungsoo? Tidak tahukah Mora jika Pria Do itu selalu menaruh curiga pada Wendy. Kyungsoo sama sekali tidak suka pendapat Gadis Son itu mengenai makhluk bertaring di luar sana. Bagi Pria Do itu semua makhluk itu sama, mereka semua adalah monster yang sudah membunuh keluarganya dan warga desa.

    Karena itu, Kyungsoo setiap hari melatih kekuatannya dan membuat senjata untuk melindungi desa. Dia tidak ingin peristiwa delapan tahun yang lalu terjadi lagi.

“Aku tidak sengaja menemukan tanaman obat yang cukup langkah, jadi aku sedikit masuk ke dalam hutan.”

“Kau sedang berbohong, Son Wendy.”

    Gadis itu menghela napas, memberi alasan pada Kyungsoo hanya akan membuatnya merasa jengkel dan menguras tenaga. Pria Do itu punya kepekaan yang tajam, dia bisa dengan cepat mengetahui kebohongan seseorang.

    Bagi Wendy, Kyungsoo adalah wujud nyata jenis lain dari manusia dan vampire. Pria Do itu jelas-jelas seorang manusia, tapi Kyungsoo benar-benar seorang yang kaku. Dia tidak pernah tersenyum dan selalu waspada terhadap orang lain. Tapi Kyungsoo juga tidak bisa dikategorikan sebagai vampire, dia bisa terluka dan jantungnya berdetak sama seperti manusia lainnya.

    Jadi, Do Kyungsoo masuk dalam kategori mana? Wendy pun tidak tahu. Haruskah dia membuat spesies makhluk lain untuk Pria Do itu?

“Kalau kau sudah tahu, kenapa masih bertanya?”

“Karena aku ingin dengar apa jawabanmu?”

    Wendy tahu, Kyungsoo kecewa atas jawabannya. Tapi gadis itu sendiri bingung, Pria Do itu tidak akan senang mendengar jawaban jujur darinya.

“Apa kau bertemu salah satu dari makhluk itu?”

“Jangan berbicara seakan mereka makhluk yang menjijikkan, Do Kyungsoo.”

“Mereka tidak hanya menjijikkan tapi juga seorang monster. Apa kau tidak ingat? Keluarga kita semuanya mati karena makhluk-makhluk itu!”

    Tentu saja, Wendy tahu itu. Tapi tidak semua dari mereka sama, Oh! Percuma saja menjelaskannya pada Kyungsoo. Gadis Son itu sudah puluhan kali mengatakannya pada Kyungsoo, tapi Pria Do itu tak pernah mau mendengarkan.

“Sudahlah, Kyungsoo. Aku hanya tidak sengaja bertemu dengan mereka, lain kali aku akan langsung pergi.”

“Aku sudah muak mendengar hal itu darimu! Jika terjadi sesuatu padamu, jangan pernah meminta tolong padaku. Aku sudah memperingatkanmu,”

    Setelah mengucapkan itu, Kyungsoo pergi meninggalkan Wendy. Gadis Son itu menatap kecewa pada Kyungsoo, dia tahu Pria Do itu mengkhawatirkannya. Tapi Wendy juga tidak ingin membohongi dirinya sendiri.

×◦◦×

    Pagi itu, Wendy kembali menuju pinggiran desa untuk mencari tanaman obat. Tapi kali ini, Gadis Son itu lebih masuk ke dalam hutan. Dibandingkan mencari tanaman yang dibutuhkan, Wendy lebih sibuk mencari keberadaan Pria Byun itu.

    Wendy yakin, seseorang yang mengawasinya selama ini adalah Baekhyun. Mereka pernah bertemu saat Wendy tidak sengaja sedang mencari tanaman obat, meski Pria Byun itu tidak mengatakannya tapi Wendy tahu dia sedang kesulitan. Karena itu, Gadis Son itu memberi bantuan.

“Mengapa kau mencariku?”

    Gadis itu tersenyum senang begitu mendapati Baekhyun tak jauh dari tempatnya.

“Aku hanya ingin bertemu denganmu,”

“Bukankah sudah kubilang, jangan memikirkanku atau mencoba untuk berbicara padaku.”

“Memang kenapa?”

    Sayangnya, Baekhyun tak mengucapkan apapun untuk menjawab Gadis Son itu. Dia hanya menatap tajam pada Wendy.

“Jika kau boleh melihatku dan berbicara padaku, kenapa aku tidak boleh? Bukankah itu tidak adil.”

“Tapi itu berbahaya untukmu,”

“Jika kau mengkhawatirkanku, bukankah itu berarti kau tidak akan menyakitiku?”

    Entahlah, Baekhyun tidak tahu harus bagaimana bereaksi. Gadis Son itu sama sekali tak mempunyai rasa takut, meski Baekhyun bisa mendengar pikiran Wendy tapi dia tidak tahu apa yang benar-benar gadis itu sembunyikan.

“Aku saja tidak mempercayai diriku sendiri,”

“Kalau begitu, biarkan aku yang mempercayai dirimu.”

    Baekhyun harus segera mengakhiri konversasi ini, sungguh! ini tidak baik untuknya. Pria Byun itu takut, dia tidak akan berpikir dua kali untuk membawa Wendy pergi jauh dari sini.

“Bukankah kau datang ke sini untuk mencari tanaman obat?”

“Oh! Kau bahkan tahu hal itu,”

“Kau akan terkejut, seberapa jauh aku mengetahui tentang dirimu.”

    Gadis Son itu menatap bingung pada Baekhyun, Wendy sungguh ingin mengetahui semua hal tentang Pria Byun itu.

“Kau tidak perlu tahu tentangku, cukup hanya aku saja.”

“Wah! Kau bahkan tahu apa yang sedang kupikirkan,”

“Kita hentikan saja ini, aku akan membantumu mencari tanaman obat.”

    Wendy mengangguk setuju, dia kembali ke pinggir desa sedangkan Baekhyun mencari tanaman di dalam hutan. Lalu, dia akan datang mendekati tempat Wendy dan memberikan tanaman yang sudah dia dapatkan.

    Baekhyun tidak pernah berharap, dia akan melakukan interaksi seperti ini dengan Wendy.

    Mungkin, kehidupan Baekhyun selama ratusan tahun adalah jalan untuk Pria Byun itu bertemu dengan Wendy. Seorang gadis yang memberikan warna baru untuk hidupnya, seperti kupu-kupu yang memiliki berbagai macam warna yang indah. Begitulah, Son Wendy bagi Byun Baekhyun.

×◦◦×

“Kau pergi ke sana lagi?”

    Pria Byun itu tak melanjutkan langkahnya, dia menoleh dan mendapati Kris sedang duduk santai bersama Jieun.

“Apa kau juga akan mencampuri urusanku? Sama seperti Jieun,”

“Kau tahu maksud kami, Baek. Kau akan membahayakan manusia itu jika terus begini,”

    Sejujurnya, Baekhyun sangat tidak suka mendengar ucapan dari Jieun. Tapi, apa yang diucapkan wanita itu benar. Ini tidak baik untuk Wendy ataupun dirinya sendiri.

“Jika kau tidak ingin mengubahnya, jangan mencoba untuk mendekat atau bertemu dengan gadis itu!”

“Aku ingin bersamanya, Kris! Tapi aku juga tidak ingin mengubah Wendy menjadi makhluk yang mengerikan seperti kita,”

    Mereka semua terdiam, itu benar! Tak satupun dari mereka ingin menyakiti manusia makanya Kris, Jieun, dan Baekhyun memisahkan diri dari kelompok vampire lain. Mereka tidak ingin menjadi makhluk kejam yang mengisap darah manusia, karena itu mereka menjauh dari kelompok vampire lain dan hidup dengan meminum darah hewan.

    Baik Kris, Jieun, dan Baekhyun sama sekali tidak mencampuri urusan kelompok vampire lain. Mereka bertiga tidak menolong manusia ataupun ikut menyerang, bagaimanapun mereka tetap harus menjaga hubungan dengan kaum sebangsa mereka.

“Aku tahu itu, Baek. Meski sulit tapi kau tidak bisa ikut campur jika kelompok lain menyerangnya,”

    Tentu saja! Kris sangat tahu situasi yang dihadapi oleh Baekhyun. Pria Wu itu juga pernah mengalaminya, membiarkan wanita yang dicintai bersama orang lain bukanlah persoalan yang mudah. Tapi, melihat seseorang yang berharga mati tepat di hadapanmu tanpa melakukan apapun merupakan  mimpi buruk yang tak ingin Kris ingat.

“Aku sedang tak ingin membahas hal ini,”

“Terserah, aku hanya ingin memperingatkan bahwa kelompok vampire lain sedang merencanakan untuk menyerang sebuah desa di sekitar sini. Tapi, aku tidak tahu tepatnya dimana.”

    Baekhyun terdiam membeku, memikirkan Gadis Son itu menghilang dari hadapannya adalah hal yang paling tidak dia inginkan. Bagaimana Baekhyun akan menjalani harinya yang terasa kosong jika tanpa Wendy? Mungkin, Pria Byun itu lebih memilih masuk ke dalam api dan hilang menjadi abu.

—×◦ to be continued ◦×—

JHIRU’s Note :

Ane datang dengan Baek-Wendy couple, ini gak banyak chapternya y. Mungkin, Cuma 3-4 chapter. Jangan lupa baca Love Myself, Love Yourself, silakan dibaca!

Terima kasih sudah membaca fanfic ini hingga habis.

Dan please pakai banget-nget-nget, jadilah pembaca yang baik dan menghargai karya tulis penulis dengan meninggalkan jejak di kolom comment. Itu berarti banget buat ane dan memberi semangat buat nulis chapter selanjutnya. Sekian dan terima kasih ^^

Kunjungi : WordPress | Wattpad | Twitter | Instagram

21 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Butterfly (Chapter 1)”

  1. 그댄 나만의 아름다운 나비 ~~~
    you are my one and only beautiful butterfly ~~~

    kereeeeen,,,,, next chap ditunggu kaaak,,,
    baek sekarang rambutnya silver,, vampire dunia nyataaaa….

  2. wah bgus kk ffnya.
    baekhyun ma wendi cie..
    aq skak bgt dgn crita ini kk.
    kasian ya baekhyun ny dilema
    ternyta gk smua vampir jht ya.
    ditunggu next chapterny

  3. kbayang baek jadi vampire ketampanannya meningkat tajam setajam silet….vampire macam baek bakal meluluh lantakan semua gadis perawan yang ada dimuka bumi hahahahahha
    fighting thor!! 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s