[EXOFFI FREELANCE] EVERYTHING HAS CHANGED 10: WEDDING DRESS

Title |Everything has Changed

Author|RHYK

Cast|        Oh Sehun

Xi Luhan

Kim Jisoo ‘BlackPink’ as Arial Ahn

Additional Cast| Hye Ri ‘Girls Day’

                DK ‘SVT’

                Yuju ‘G-Friend’

               June ‘Ikon’

               Jun ‘SVT’

Length|Chapter

Genre| AU – Romance –Sad –School life –Fluff –Friendship

Disclaimer| Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Quotes| Karena.. semuanya telah berubah dan tak sama lagi.

Summary this Chapter| Sehun yang mendominasi fikiranku daripada Luhan.

Previous Chapter|Unique Girl >>  Suck Feeling >> Gemintang >> Value >> Punishment >> Sick or Secret? >> The End of Us >> Lost >> Sweetest Kiss >> Wedding Dress (now)

    Sehun hanya melihat mobil Luhan yang menjauh dengan kap mobil yang mulai tertutup rapat. Ia mulai bertanya pada dirinya sendiri ‘Mengapa ia tak menahan Arial untuk tetap bersama dengannya walau hanya sejenak tadi?’

Namun, ia segera mengusir perasaan yang membuatnya gusar itu dan melanjutkan perjalanan menuju kondominiumnya.

::: EVERYTHING has CHANGED:::

    Arial asik mengaca dan merapikan rambutnya yang mencuat keluar dari lilitan syal yang terkalung dilehernya.

“Luhan Oppa, apa kau ada meninggalkan sebuah kotak susu di ruang belajarku?”

“Kau bicara apa, Rial?aku tidak pernah melakukan itu. Ada apa denganmu?” tanya Luhan berbalik pada Arial yang membuat gadis itu mengerutkan keningnya membentuk sebuah rasa penasaran. Pasalnya, pengakuan Luhan membuatnya kaget bukan main.

Lalu, siapa yang menaruh susu kotak pisang itu dan note bertuliskan agar tidak sakit dan tetap semangat? Sehun?

Jawabannya mustahil.

Aah, bukan apa-apa kok.” jawab Arial sambil menyengir sungkan. Ia pun memilih menyandarkan badannya dan memejamkan matanya daripada Luhan bertanya yang aneh-aneh.

:::EVERYTHING has CHANGED:::

     Arial segera membongkar semua buku yang ia bawa untuk mencari note yang ia ambil dari susu kotak dan menyamainya dengan tulisan Sehun yang ada di buku fisika miliknya.

‘Apa mungkin Sehun?’ tanya Arial dalam hati kian menguar begitu ia menemukan tulisan note itu.

Dan lagi, jantungnya tiba-tiba saja berdebar lagi.

“Tidak mungkin!” teriak gadis itu histeris. Arial bukan histeris karena tulisan itu sama, tapi jika fakta yang ada mengatakan demikian sebuah tanya makin menghantui kepala Arial seperti misalnya ‘Ada apa dengan Oh Sehun si anak arogan itu?’

Apa kepalanya sudah terbentur sesuatu hingga bisa punya rasa perduli yang tak pernah gadis itu dapat sejak lama?

   Arial pun segera meraih mantel dan mengganti sandal rumahnya dengan sepatu sneakers yang ia kenakan secara asal. Ia harus mengklarifikasi semua ini dengan Sehun. Yap. Dan juga termasuk ciuman mereka pada malam itu.

Begitu ia membuka pintu ia terbelalak kaget karena ada Luhan dihadapannya.

“Astaga!!” teriak Arial membuat Luhan tertawa lalu mengantongi tangannya disaku celana yang ia kenakan.

“Begitu tidak sabarnya ya, kau bertemu dengan calon mertuamu?” goda Luhan yang membuat Arial hanya melongo tak mengerti, kerja otaknya tiba-tiba melambat

“Hah?” respon Arial singkat, ia masih menganga karena ia bingung dengan situasi sekarang.

“Kau bilang iya saat tadi aku bilang ingin bertemu dengan ibuku sebelum beliau kembali ke China. Ayo, Ibu sudah menunggu kita, Arial.” ujar Luhan lalu menggenggam tangan gadis itu dan menuju mobil.

“T-tapi..”

:::EVERYTHING HAS CHANGED:::

    Luhan hanya tersenyum begitu ia melihat kedua wanita yang berjalan didepannya asik bersenda gurau dengan bahasa mandarin. Untung saja, Arial cukup baik untuk berbahasa negaranya jadi, tidak ada kendala yang berarti.

    Langkah kedua wanita itu terhenti begitu tiba di depan pintu masuk toko gaun pengantin yang sempat Luhan tengok tempo waktu lalu.

“Sehun -ah? sedang apa kau disini?”

     Lelaki itu hanya menundukkan kepala sebentar sebagai salam hormat kepada wanita tua yang ada dihadapannya,lalu matanya memandang orang yang berada dibelakang Arial kemudian ia menjawab “Hanya lewat. Dan kalian?”

“Kami akan mencoba gaun pengantin untuk Arial, kau mau ikut masuk kedalam?” sela Luhan cepat, padahal Arial baru saja ingin menjawab dan menjelaskan pada Sehun bukan seperti itu maksudnya. Gadis itu kira, Sehun akan menghindar dengan menolak, karena kegiatan seperti itu bukanlah hal yang senang dilakukan oleh Oh Sehun, namun Sehun malah dengan ringan menjawab

“Baiklah.”

Arial POV

    Aku hanya menoleh pada Luhan begitu ia dengan terang-terangan bicara seperti itu pada Sehun tentang kedatangan kami ke toko gaun itu. Ini aneh, bahkan terdengar gila mendengar bahwa Sehun mengiyakan ajakan Luhan dan untukku, lelaki itu menjawabnya dengan berat hati, aku bisa melihat itu hanya dari tatapan matanya dan aku merasa semuanya tidak baik-baik saja sekarang.

     Kamipun masuk ke dalam toko gaun, seorang karyawan segera membimbingku untuk mengikuti kemana mereka pergi sementara Luhan, Ibunya dan juga Sehun duduk di ruang tunggu.

     Banyak yang berputar dikepalaku saat ini, pikiranku tak dapat fokus sama sekali dan Sehun yang mendominasi fikiranku daripada Luhan.

Arial POV end

##

    Flashback

“Jadi, apa yang kau lakukan setelah lulus?” tanya Sehun seraya membaca bukunya, karena Arial belum juga menjawab. Gadis itu masih berpikir ketika Sehun meliriknya dari balik buku tebal yang ia baca, sebuah senyum kecil tertaut dibibir Sehun.

##

  Begitu tirai merah itu terbuka, ada seorang gadis berdiri disana dengan gaun yang menjulur hingga kelantai membuatnya begitu berbeda dari yang biasa terlihat. Rambutnya disanggul dengan sebuah mahkota bunga yang berada ditengah kepalanya. Ada yang percaya bahwa dia adalah gadis yang sama, dan yang lainnya merasa itu bukan orang yang ia kenal sejak umurnya 7 tahun.

##

 “Aku..” ujar Arial lalu menggantung ucapannya, ia masih tampak berpikir soal jawaban dari pertanyaan Sehun yang memang kedengarannya sederhana, namun ia bingung bagaimana mengungkapkannya dengan kata-kata.

“Apa kau akan menikah dengan Hyung?” tanya Sehun cepat, lalu menutup buku tebalnya, ia memandang Arial penuh sementara netra gadis itu tak bisa diam, ia seakan mencari jawaban terbaik agar Sehun tak melihatnya sebagai orang bodoh kali ini. Gadis itu kemudian tersenyum penuh arti, lalu dengan yakin ia baru menjawab. “Begitu banyak alasan yang aku miliki untukku tidak melanjutkan studi setelah ini, tapi, karena kehadiranmu sudah lama jauh sebelum itu, aku pikir kau adalah salahsatu diantara banyak alasan untukku tetap dapat melanjutkan studiku.”

##

    Begitu tirai terbuka, objek yang langsung masuk kedalam pandangan Arial adalah lelaki itu, yang membuat gadis itu seakan kembali pada saat itu. Saat untuk pertama kalinya lelaki itu penasaran akan tentang orang lain.

Flashback

     Arial sedang menyalin catatan yang diberikan oleh Sehun, sebetulnya itu adalah pekerjaan kelompok yang memang hanya salah satu buku dari mereka yang dikumpulkan namun Sehun bilang kali ini harus Arial yang mengumpulkan buku milik Arial sendiri, karena buku gadis itu masih kosong melowong padahal satu semester sudah berlalu.

  “Rial -ah?” panggil Sehun yang sedang memainkan ponsel miliknya, entah mengapa ia teringat akan malam tahun baru itu.

“Hah?” respon Arial singkat, ia masih sibuk menyalin.

“Apa jika Luhan melamarmu untuk menjadi istrinya setelah lulus nanti kau akan benar-benar menikah dengannya?” tanya Sehun kemudian melihat Arial yang kini menatapnya dengan aneh, seakan pertanyaan itu bukan dari seorang Oh Sehun.

“Ya!kau kerasukan hantu sekolah?” tanya gadis itu remeh karena mereka mengerjakan memang di perpustakaan sekolah. “Terserah.Anggap saja begitu yang penting kau jawab pertanyaanku..dengan jujur.” Sehun menanggapi tanpa marah-marah kali ini, membuat Arial tertawa kecil. Ia menaruh pulpennya dan menyedekapkan tangannya. “Aku akui aku memang bodoh. Tapi, aku tidak ingin menikah muda, dan memang tidak mungkin..apalagi, jika aku akan menikahi duplikat dirimu Tuan Oh. Aku tidak mungkin serendah itu. Jika suamiku pintar tentu setidaknya aku harus setingkat atau paling tidak dua tingkat dibawahmu.” ujar gadis itu lalu menaikkan bahunya, seakan dia juga tak tau apa yang sudah ia katakan.

##

   Ibu Luhan menepuk tangan dan mendekat ke arah Arial. “Kau sangat cantik, nak.” pujinya membuat Arial hanya tersipu lalu melihat canggung kearah dua lelaki dibelakangnya.

“Inilah Arial yang sebenarnya..” ujar Luhan membuat Sehun yang berada disana juga hanya terdiam tak berpendapat, namun dalam hatinya bergemuruh atas pujian yang sama untuk orang yang sama pula.

‘Kurasa, aku tidak akan mengambil keputusan yang sama jika aku bertemu Arial dikehidupan yang berikutnya. Setidaknya, aku tidak akan mengirimnya ke orang yang dulunya benar-benar asing untukku. Walau terdengar jahat bahwa aku akan menyembunyikannya dari orang lain, hanya satu maksudku, hanya berniat bahwa yang menyadari ia cantik hanya aku. Oh Sehun.Dan, aku menyesali bahwa aku tak menyadarinya lebih dulu, padahal aku yang mengenalnya lebih lama dari orang itu.’

“Sehun?” panggil Arial yang kini berdiri didepan Sehun. Ia bahkan melambaikan tangannya didepan wajah Sehun namun lelaki itu segera menepisnya lembut. “Apa?”tanya Sehun. “Kau mau ikut untuk makan malam setelah ini?” tawar Arial. Sehun hanya menghela nafas, ia merasa jadi orang asing jika ia ikut. Lagipula, masih ada yang harus ia kerjakan di kondominiumnya malam ini.

“Tidak. Aku sibuk.Aku juga harus pergi sekarang.” tolak Sehun mentah-mentah, Arial tak dapat berkata-kata lagi. “Hyung, Nona Shen aku pergi duluan. Silahkan nikmati makan malam kalian.” ujar Sehun lalu segera pergi dari toko itu.

::: EVERYTHING HAS CHANGED:::

    Kini, pagi yang datang selalu Arial tunggu sejak ia menyelesaikan ujian sekolahnya dan hanya tinggal menunggu kelulusannya. Dan, dari hari ini dirinya dan Sehun memiliki hari tenang sehingga gadis itu memilih untuk istirahat sejenak dari kegiatan belajar dan Sehun memilih pergi untuk bersama teman-temannya untuk mempersiapkan tes untuk masuk perguruan tinggi.

     Tapi, Arial merasa aneh hari ini, entah mengapa bangun pagi kini jadi kebiasaannya. Dan, mandi setelah menyelesaikan semuanya dipagi hari membuat gadis itu merasakan perubahan besar pada dirinya, dan berhasil membuatnya tertawa sendiri.

   “Kini aku menjadi seorang gadis sekarang.Kerja bagus, Arial Ahn.”

**

    Luhan mengetuk pintu kamar Arial, sebetulnya ia baru saja kembali dari bandara setelah mengantar ibunya kembali ke China. Taklama, pemilik kamar membuka pintu, dengan handuk yang masih dikepalanya dan sisa air yang menetes membahasahi wajahnya.

“Ada apa Oppa?” tanya Arial. “Untuk merayakan setahun hubungan kita, mau melihat bunga musim semi?” tawarnya dengan senyum cerah, membuat Arial tersipu dan menimbulkan rona merah dipipinya, ia menggangguk setuju. “Aku akan pakaian dulu, Oppa.”

**

   Mereka berpegangan tangan seperti pasangan pada umumnya, dua insan itu berjalan beriringan menikmati semilir angin dengan menikmati pemandangan bunga sakura yang berjatuhan dijalan dan yang lainnya bermekaran. Arial tertawa malu sambil menatap Luhan dan lelaki itu menaikkan alisnya. Lelaki itu menghentikkan langkahnya membuat Arial ikut berhenti juga, ia menatap Luhan penuh tanya. Kini, mereka berdiri berhadapan.

   “Ahn Arial..” lelaki itu menatap Arial serius, alisnya menaungi netra kecokelatan yang memandang Arial bak lukisan.

   “Ya?” jawab Arial lebih kearah tanya. Luhan menghela nafas kemudian menarik sebuah senyuman.

   “Sepertinya melepaskanmu bukan pilihan yang baik..” pungkasnya lalu terdiam. Arial makin tak mengerti kemana arah perbincangannya dengan Luhan.  “Maksud Oppa?”

    “Maukah kau menikah denganku?”

::: EVERYTHING HAS CHANGED:::

1 bulan kemudian. .

   Para siswa yang tergabung dalam Osis mengadakan  MT yang dilaksanakan di daerah Nami. Setelah tiba kembali ke Seoul, Sehun segera mengambil tas ranselnya yang ada di bagasi mobil milik Jun. Jun juga ikut turun, karena jujur setelah tiba di Seoul Sehun seakan ingin mengejar sesuatu.

“Apa kau ingin suatu tempat? Kau terlihat tergesa-gesa sejak perjalanan pulang.” ujar Jun menggoda. Sehun hanya terdiam lantas segera mengambil ranselnya

“Hasil ujian kampus Arial keluar hari ini.” jawab Sehun tanpa beban, namun Jun malah terlihat kaget mendengarnya.

“Apa kau kini berkencan dengannya?” tanya Jun.

“Kau tidak perlu ikut campur tentang status kami.” jelas Sehun lalu pergi dari sana.

**

    Papan mading masih tampak sepi begitu Sehun tiba di kampus dimana Arial mendaftar. Memang, Sehun sudah masuk Universitas Seoul dan Arial harus mengikuti ujian CSAT untuk dapat ke perguruan tinggi.

    Lelaki itu meletakkan telunjuknya disalahsatu kertas bertuliskan nama-nama yang lolos pada ujian tertulis. Ia mengukir senyum begitu menemukan nama gadis yang ia cari ada disana, dan segera mencabut satu kertas hasil seleksi itu.

Tangannya segera merogoh ponselnya yang ada disaku celana, menekan dial pertama yang langsung tersambung ke penelpon,setelah nada sambung agak lama terdengar suara gadis dari seberang panggilan.  “Halo..ada apa tuan Oh?”

“Bisa ke kampus tempat kau mendaftar?Aku dengar pengumumannya keluar hari ini.” ujar Sehun sambil memandangi kertas pengumuman yang ia bawa-bawa hingga tiba di taman sekitar kampus.

“Ya ampun, aku lupa soal itu.Memang kau ada dimana?” tanya Arial seraya mengaduk lattenya, ia memang sedang bersama Hye Ri sekarang. “Datanglah kesana. Aku juga akan kesana nanti.”pinta Sehun membuat Arial memutar matanya malas. “Kau ingin mentertawaiku jika aku tidak lulus,huh?” ujar Arial sinis.

“Hanya datang saja.Aku tau kau bukan orang bodoh, hanya saja kau berpura-pura untuk tidak pintar.” goda Sehun tertawa renyah. Mendengar nada bicara Sehun, Arial jadi membayangkan bagaimana ekspresi lelaki itu ketika tertawa.

“Kau berisik. Baiklah.”rutuk Arial geram. Sambungan diputus lebih dulu dari seberang dan Sehun hanya menaikkan bahunya lalu tertawa kecil.

**

    Arial berjalan dengan lesu kearah Sehun yang sedang menunggunya duduk dibangku ayunan.

“Ada apa?” tanya Sehun menggoda, ia beranjak dari ayunan yang ia duduki.

“Namaku tidak tertera dibelasan kertas itu, Hun -ah. Bagaimana bisa aku tidak lulus, padahal apa yang kau ajarkan padaku ada semua pada saat ujian kemarin.” ujar Arial dengan mata yang sudah sembab. Ia menyeka air matanya sendiri dengan telapak tangannya.

Cha.Lihat ini.” ujar Sehun menyerahkan selembar kertas dan makin membuat Arial menangis, meskipun ia tetap menerimanya. “Apa ini? Seharusnya kau memberikan tisu untukku, bukan kertas hasil ujian ini.”

“Sayangnya, aku tidak punya tisu, nona Ahn. Dan coba lihat nama dari 10 nomor dibawah.”

Arial segera menyeka air matanya lagi dan masih terisak, gadis itu menghirup nafas dan menghitung dari bawah hingga angka 10 begitu ia melihat sebuah nama matanya membelalak kaget, ia segera menoleh kearah Oh Sehun, masih dengan ekspresi yang sama.

“Arial Ahn? Hun-ah! Aku lulus..” ujar gadis itu kembali terisak, tak henti air matanya terus mengalir. Sehun hanya mengulas senyum simpul, namun begitu Arial menatapnya lagi, ia segera memasang wajah dingin.

“Kau harus bertanggungjawab untuk menempel kertas itu lagi ditempatnya.” pinta Sehun cuek. Arial mencibir pelan tanpa suara “Kenapa aku?”

“Karena dikertas itu ada namamu.Aku tak mau orang-orang itu salah paham pada pihak kampus, mengira bahwa mereka tidak lulus.” ujar lelaki itu lalu mengelus kepala Arial sejenak, kemudian berlalu meninggalkan gadis itu yang masih terpaku ditempatnya.

:::EVERYTHING HAS CHANGED:::

    Sehun menggeser tombol virtual hijau begitu melihat nama panggilan yang menghubunginya. Ia segera menyentuh tombol speaker sementara ia asik membuat sarapan berupa sandwich dan susu sebelum berangkat ke kampus. Setelah banyak perbincangan dengan berbagai topik yang mereka bahas ada satu yang membuat Sehun sampai tersedak ketika makan sandwichnya.

“Hun-ah.. kau akan dapat sebuah undangan pernikahan dari seorang yang paling kau cinta. ‘Sahabatmu’?” katanya diseberang dengan suara begitu gembira.

“Hun-ah, jika tersedak segera minum yang banyak.” kata Arial kemudian sembari tertawa renyah. Sehun segera meminum segelas air putih yang ada dikulkas tanpa menuangnya lebih dulu kegelas.

“Apa maksudmu undangan?eoh?”

Arial menghela nafas kemudian berkata lagi

“Sudahlah, aku akan segera kesana untuk memberikannya padamu. Jadi, kau jangan pergi dulu ke kampus.Sudah ya, aku tutup.”

    Sesaat, pikiran Sehun kalut bukan main mendengar berita itu.

Bersambung..

AUTHOR NOTES (TOLONG DIBACA)

Halo.. sudah sekitar satu bulan atau dua bulan cerita ini mangkrak di CHAPTER 9, saya gak punya alasan selain saya sebenarnya agak males apdate story ini karena tidak ada yang merespon, meski secara teknis kalau saya pantau cerita ini selalu masuk MOST VISITED ketika dirilis.

Jadi, untuk melanjutkan cerita ini, untuk bagi yang penasaran sebaiknya kalian komen. Sebelum cerita ini saya hapus dari wp ini bahkan bisa jadi saya proteksi. So, saya sarankan untuk komentar, (sekitar 7 orang komentar maka cerita ini lanjut.) jika kurang dari itu, maka dengan terpaksa saya akan protek bahkan kalau saya putus asa akan saya hapus dari freelancer. Apalagi, kalaupun ada di SEHUN FFI disana saya gak apdate, dan baru sampe chapter 8 dan lebih apdate di blog ini.

Saya akan pos juga di wattpad bulan desember nanti, mungkin akan diprivat setelah 4 chapter awal. Rencananya juga chapter 1-5 akan saya ubah alur ceritanya, semoga bisa lebih greget lagi kedepannya. Amin

Warm hug,’RHYK

7 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] EVERYTHING HAS CHANGED 10: WEDDING DRESS”

  1. Masih gue tunggu, kak…
    Itu si Arial sama Luhan beneran? Jinjja!! 😌
    Ya udah Sehun sama gue 😁

    Ditunggu next chap nya, kak.. Fighting!! 😄😊

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s