[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Half

Half.jpg

Half
Park Chanyeol ad OC
in Psyco, Romance, Tragedy, lilRiddle(?)

for Teens
by l18hee
.
Setengah hatiku kubiarkan terbang bersemayam di sarang cintamu.

.

Untuk Park Chanyeol.

Aku bukan tipikal orang yang menyukai sesuatu yang dilakukan dengan setengah-setengah―sesungguhnya aku malah benci melihatnya. Namun biarlah kali ini kuberi sedikit celah pengecualian. Omong-omong, semuanya kulakukan karenamu. Jadi harusnya kaubangga dan mengecup pipiku sebagai imbalannya, walau itu masih kurang setimpal, sih.

Namamu Park Chanyeol, kalau kau belum memutuskan mengganti nama yang lebih beken sekarang―seperti Dominic, Dimitri, Stuart, atau apalah yang terdengar lebih keren dan macho. Kuharap kau tidak berganti nama, sekalipun pekerjaanmu semacam anggota FBI (yang jelas seratus persen kusangsikan, kau lebih cocok bekerja di bidang seni musik dan bukannya seni menembak orang jahat). Akan sangat menyusahkan bila aku tak menemukanmu saat kuyakin diriku mulai rindu.


Nah, Chanyeol, jadi kupikir ini saatnya membocorkan sebuah jawaban dari tanya yang pernah kaulontar padaku. Sebelum itu, izinkan aku sedikit bernostalgia mengingat masa lalu, terutama beberapa penggal dialog yang masih melekat di pikiranku.

Kau pasti mengejekku pembual jika kukatakan bahwa aku masih mengingat jelas apa yang kaukenakan dulu. Setelan tuxedo gelap dan sepatu kulit―seratus persen tampan, apalagi dengan tubuhmu yang tinggi menjulang dan wajah rupawan. Usai pesta perpisahan dengan beberapa kawan organisasi yang kita ikuti, kau memintaku menunggu sampai semua meninggalkan ruangan tempat pesta.

Untuk yang kesekian kali kau mengatakannya―tentang jatuh cinta pada gadis tidak jelas ini, ingat? Kemudian pada akhirnya aku menggunakan sisi idiot otakku. Bersikap bagai adegan dalam drama dengan mengungkapkan semua kekurangan yang kupunya.

Kubilang aku sakit―yang kemudian kau anggap sebagai salah satu pertanyaan ujian bodoh milikku untuk mengujimu. Dan seperti yang kubayangkan, kau mengaku akan menerimaku bagaimanapun keadaannya. Bagaimana aku tidak meleleh jika tatapan yang kau suguh begitu tulus? Itu romantis, kau tahu. Seperti dalam opera sabun di televisi.

Lalu kau bekerja di salah satu tempat kursus musik besar, sementara aku masih tekun pada materi kuliahku. Kau pacar yang baik, Chanyeol. Menyempatkan waktu untukku, membantuku ini-itu, membuatku tertawa dengan lelucon tidak mutu, kadang marah tapi untunglah tak terlalu parah. Aku selalu menyukai segala tindak-tandukmu. Aku menyukaimu walau ada lubang kelam yang kutahu akan makin menganga nantinya.

 

Aku mencintaimu hanya dengan separuh dari hati yang kupunya.

 

“Kenapa?” Menyenangkan mendengarmu mengatakannya. Bukankah sebuah ‘kenapa’ punya arti kepedulian di dalamnya? Dalam kasus ini, hanya di antara kau, aku, dan topik pembicaraan kita. Kalau waktu itu kujawab dengan menggunakan jawaban tipikal seperti: karena separuh hatiku yang lain untuk keluargaku, sejujurnya itu bohong. Bukan berarti aku tak mencintai keluargaku. Hanya saja menurutku sebuah keluarga tidak masuk hitungan sebuah poling ‘seberapa besar kau mencintai mereka’, karena sudah terlalu jelas jawabannya bagiku.

Jadi, alasan selama ini aku hanya memberikan setengah hatiku adalah kau sendiri, Park Chanyeol. Dulu entah bagaimana aku tahu bahwa suatu saat kau akan menyakitiku sebegitu dalam. Tidak tahu dari mana firasat itu, pokoknya aku hanya tahu.

Nyatanya memang begitu, kan?

Si Tampan Park Chanayeol berhasil main belakang genap lima kali. Oke, aku tahu aku idiot karena baru tahu saat kau tidur dengan wanita kelima (kadang aku ragu itu yang kelima).

Pertengkaran hebat kita yang pertama akhirnya menjadi yang terakhir pula seiring dengan putusnya hubungan tiga tahun kujalani denganmu.

Kemudian, aku bersyukur hanya menyerahkan setengah hatiku padamu dan bukan seluruhnya. Bisa-bisa aku bunuh diri karena depresi.

Tapi tahukah kau, Chanyeol? Aku tidak pernah benar-benar bersyukur. Setelah berpisah sekian lamanya denganmu, rupanya masih ada rongga yang kosong. Kupikir ulang dan dalam, ternyata memang akar masalahnya bersangkutan denganmu.

Aku sadar, seberapa kecil pun seseorang merelakan hatinya untuk orang lain, akan selalu ada lubang kecil di hatinya yang senantiasa merindukan patahan hati yang terlanjur diberi. Jelasnya saja, detik di mana aku memutuskan untuk menulis ini adalah detik yang sama dengan kerinduanku terhadap hati yang telah kutitipkan padamu. Aku benci merasa kosong, maksudku di bagian hati, tentu saja.

Maaf karena aku terlalu tolol untuk membencimu. Maaf karena aku menulis ini semua dan megirimkannya padamu.

Oh, ya, omong-omong aku sungguhan sakit kata dokter―dan si kembaran berengsekku itu. Besok pagi pemakamanku, kau mau berkunjung, tidak?

Jika kau penasaran bagaimana aku mengetahui kapan aku akan dimakamkan, um, tidak tahu, deh. Sudah kubilang aku hanya tahu.

P.S: Jangan lupa bawa bunga krisan, dan tolong menangislah untukku.

Dariku, Oh Serin.

.
.
.
-0-
.
.
.

Chanyeol terdiam begitu lama di tengah kerumunan orang berduka. Benaknya masih terus mengulang ucapan Sehun beberapa puluh menit ke belakang.

Dia lelah terobsesi denganmu dan memutuskan membakar dirinya sendiri.

Lelaki ini mengerutkan dahi, menghalau hantaman berat di setiap jengkal kepalanya yang terasa penat.

Ingatan mengenai sang gadis yang dengan santai meneriakkan namanya di depan tempat kursus begitu menggantung di otak Chanyeol. Sebelum dapat mencegah apa pun terjadi, dia terlanjur meliat bagaimana gadis tersebut meneriakkan maaf sebelum membakar diri.

Maaf karena aku sakit, Chanyeol. Seharusnya kita tak saling jatuh cinta, dahulu.

Mual. Chanyeol mual, kepalanya kepalang pening. Sekarang setelah terbebas dari segala teror gadis tersebut, bayangan tubuh terbakar justru diperkirakan akan terus menghantuinya sampai mati. Dia khawatir dirinyalah yang akan datang ke psikater setelah ini.

.

.

.

Chanyeol, ini satu-satunya cara agar kau terus mengingatku. Maaf, ya?

Oh Serin punya cara lain untuk mengikat Park Chanyeol sampai mati tanpa perlu menjadi hantu.

.end


Jadi … wkwk Jadi … intinya adalah, Oh Serin yang dulu pernah pacaran sama Chanyeol dan akhirnya putus aslinya malah makin terobsesi sama Chanyeol. Nah, gila tuh dia/nid.

Dan …

HEPI BESDE CANYOL!

Terimalah fiksi lapuk ini Nyol. Jangan sampe gila karena Serin, Nyol. Sarangek.

Bias keduaku, tertampan, terhitz, tergahol, ter-kekinian, jangan tambah tinggi ya, kasian kalok mau ciuman susah/gagitunid. Jangan buka baju di depan umum ke Sehun ya, gak baik buat jantung perawan.

.nida

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s