SADISTIC NIGHT -CH. 10 A : First Snow P.1- by AYUSHAFIRAA

PicsArt_09-20-10.46.19

`SADISTIC NIGHT`

A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

Starring Baekhyun, Kim Yoojung as Kim Yoora, Chanyeol, Sehun, Suho | Supported by D.O, Tao, Xiumin, Kai, Chen, Lay, Lee Pace |

AU, Drama, Fantasy, Romance, Violence |

PG-17/M | Chaptered |

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri yang terinspirasi dari Diabolik Lovers dan berbagai film serta anime yang bergenre fantasy. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan dramatis cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

*Already published since 2015, here.

AYUSHAFIRAA©2015. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

Prev. Night : WAY? P.1 | WAY? P.2 | MS P. 1 | MS P.2 | D P.1 | D P.2 | WIL? P.1 | [GET PASSWORD] | [Protected] WIL? P.2 | TS P.1 | TS P.2 | TEOMS P.1 | TEOMS P.2 | [Protected] YHTG P.1 | YHTG P.2 | TR P.1 | TR P.2 | IY P.1 | [Protected] IY P.2

| BAB II CH. 10 A : First Snow P.1 |

Aku tidak bisa menolong diriku sendiri yang mencintaimu, walaupun aku tahu bagaimana rasa itu akan membuatku terluka pada akhirnya…

.

Part 1

.

Malam itu, Yoora terbangun dari tidurnya. Bukan karena ke-10 vampir tampan di rumah itu membuat kegaduhan karena hendak berangkat ke sekolah malam, tapi karena ia benar-benar merasa tak nyaman untuk melanjutkan tidurnya. Gadis itu tak enak hati.

Akhirnya, ia memutuskan untuk melangkahkan kaki ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Sekedar untuk membasahi wajah dengan air dingin agar tetap terjaga tidak ada salahnya bukan?

“Eh? Airnya mati?”

Yoora memutar-mutar keran yang ada di kamar mandinya, tak ada satupun yang berfungsi. Tak ada setetespun air keluar dari setiap keran yang ia putar. Ia mendengus, sepertinya ia harus berjalan ke kamar mandi yang terletak di dekat dapur rumah mewah ini. Untung saja, Sehun pernah memberitahunya tentang kamar mandi di luar kamar masing-masing yang sangat jarang dipakai tapi tetap terawat dan tak pernah terabaikan.

Sepi. Sepanjang jalan yang ia lalui untuk sampai di kamar mandi di dekat dapur itu benar-benar sepi dan hening. Apa vampir-vampir dalam rumah ini benar-benar beristirahat dengan tenang dalam tidur mereka? Yang Yoora tahu, dalam film-film yang mengusung cerita makhluk penghisap darah itu, vampir tidak pernah tidur. Entahlah yang mana yang benar. Mungkin vampir keluarga Lee termasuk jenis vampir yang berbeda, pikirnya seperti orang bodoh.

tumblr_np0k709IbU1uw8s1mo1_r2_500

“Wah! Ini lebih luas dari yang kubayangkan! Luar biasa!”

Gadis itu berlari-lari kecil di atas lantai kamar mandi yang kering, seperti anak kecil. Ia sibuk mengamati dengan serius seisi kamar mandi yang telah didesain sedemikian rupa mewahnya dan dilapisi emas.

Yoora membuka keran air dingin di wastafel, dan air dingin pun mengalir tanpa kendala. Berarti pipa air di kamar mandinyalah yang bermasalah. Ia kemudian membasuh wajahnya berkali-kali, seakan air tersebut mengandung daya tarik tersendiri yang membuatnya ingin terus terbasahi.

BLURP!

Yoora memalingkan wajahnya, melihat ke segala arah. Jantungnya berdegup kencang. Jika berada dalam situasi sendirian di kamar mandi besar saat tengah malam seperti ini, siapa yang takkan merasa takut dan was-was?

BLURP!

“Siapa itu?” tanya Yoora, berharap suara tersebut memang dibuat oleh seseorang yang ada di rumah ini.

Pandangannya tertuju pada tirai yang sepertinya menutupi letak sebuah bathtub. Masih dengan perasaan takut yang menyelimuti batin, Yoora memberanikan dirinya untuk melangkah mendekat ke arah bathtub yang terletak di sisi kiri kamar mandi.

“Dio Oppa!”

Tangan Yoora spontan meraih tangan lelaki yang tengah menenggelamkan diri dalam bathtub penuh berisi air.

Kepala lelaki itu terangkat, pandangannya kosong.

“Kau benar-benar berisik!” Dio balik mencengkram tangan Yoora, membuat gadis itu seketika merintih kesakitan. Dio menarik gadis itu hingga masuk ke dalam bathtub dengan posisi yang menindih tubuh dinginnya.

OpOppa… apa yang akan kau lakukan?” gugup Yoora saat tatapan sedingin air laut yang membeku itu menusuk matanya.

“Biarkan aku menggigitmu… dan menghisap darahmu.”

Lelaki itu menarik tengkuk Yoora hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa inchi saja. Wajah ketakutan Yoora sangat mendominasi ekspresinya saat ini dan berhasil membuat seringaian Dio semakin melebar karenanya.

“Kupikir… kupikir kau berbeda, Oppa.”

“Bagaimana bisa aku berbeda dengan mereka kalau kenyataannya kami berasal dari satu keluarga yang sama?”

KREK!

Efek suara taring yang merobek daging hingga menembus pembuluh darah di leher gadis itu seketika memenuhi ruangan kamar mandi. Efek suaranya terdengar begitu jelas, sejelas taring yang kini menancap dalam sedalam-dalamnya di pembuluh darah Yoora.

Dio meneguk cairan kental berwarna merah dan berbau khas itu seperti seseorang yang sedang menderita dehidrasi parah. Saking tergila-gila akan darah Yoora, Dio sampai tak menyadari kalau tubuh gadis itu kini mulai berubah semakin pucat.

Oppa…” lirih Yoora. Tangan lemah gadis itu memeluk leher Dio. “Kepalaku pusing.”

DEG!

Manik lelaki itu melebar, tangannya tanpa sadar mencengkram leher Yoora kuat hingga kesulitan bernafas. Lirihan gadis itu tak sengaja mengingatkan Dio akan masa lalunya yang menyakitkan.

Dalam ingatannya, ayah kandungnya yang merupakan seorang pemabuk berat dan gemar berjudi itu selalu tak segan-segan memukulinya setiap kali kalah dalam bertaruh. Dirinya seolah selalu menjadi sasaran empuk ayahnya untuk melampiaskan amarah.

“Appa…” lirih Dio, menyedihkan. Kepalanya sudah mengeluarkan banyak darah akibat terkena pukulan keras balok kayu yang ayahnya ambil di dekat rumah mereka. “Kepalaku pusing.”

“Apa kau bilang?! Mengurus anak tak berguna sepertimu hingga sebesar ini seorang diri lebih memusingkan kepalaku setiap harinya! Akan lebih baik jika kau mati sehingga aku tidak perlu repot-repot mengurusmu!”

“Cukup, Dio-ya!”

Dio tersadar dan mendapati dirinya tengah mencekik kuat leher Yoora, membuat Yoora memekik tertahan dengan airmata mengalir di pipi putih mulusnya. Dengan tangan gemetar, Dio melepaskan cengkramannya pada leher gadis itu dan berpaling ke arah asal suara yang menghentikannya.

Baekhyun, lelaki itu berdiri tak jauh dari bathtub dengan tatapan tajam yang jelas tertuju pada Dio.

HHyung…”

“Aku tahu, jadi kumohon berhentilah. Berhenti menyakiti dirimu sendiri dengan mengingat masa lalu.”

“Jika di kehidupanmu sebelumnya, kau tak bisa merasakan kebahagiaan, maka carilah kebahagiaan itu di kehidupanmu sekarang. Kau juga harus bahagia.” Tutur Baekhyun, penuh penekanan. Lelaki berlensa kuning terang itu bersegera mengangkat tubuh ringkih Yoora dari bathtub, sementara Dio hanya bisa menatap nanar pemandangan tersebut.

Airmata Dio akhirnya menetes setelah Baekhyun pergi, membawa Yoora keluar dari kamar mandi.

“Bagaimana bisa, Hyung? Bagaimana bisa aku merasa bahagia kalau ternyata kebahagiaanku sekarang adalah mencintai gadis yang kau cintai dan… gadis itu mencintaimu?”

♥♥♥

“Tidakkah kau merasa jarak antara kita semakin jauh, Hyung?” Chanyeol bergumam pelan selagi Suho berdiri di hadapannya.

Tatapan mata Chanyeol begitu sendu. Saat ini, mereka berdua sedang berada di ruang tunggu sebuah acara musik untuk comeback stage ‘Love Me Right‘. Member EXO lainnya sedang berada di luar ruangan bersama Yoora, jadi, hanya tinggal mereka berdualah yang ada di ruangan itu.

“Apa yang kau bicarakan, Chanyeol-ah?” tanya si lelaki yang lebih tua.

“Kau tidak merasakannya?”

“Berhenti bicara omong kosong dan persiapkan penampilan terbaikmu untuk para penggemar yang sudah menunggu di luar sana.” Suho beranjak dari duduknya.

Chanyeol memaksakan senyumnya dan mengangguk, “Ya, kurasa kau benar, Hyung. Mungkin ini hanya omong kosongku saja. Maaf sudah mengganggu konsentrasimu.”

Suho tak membalas, lelaki itu hanya berlalu hendak melangkah keluar ruangan. Namun, tepat sebelum ia melangkahkan kakinya keluar, telinganya jelas menangkap Chanyeol yang lagi-lagi bergumam pelan.

Hyung, aku merindukanmu.”

♥♥♥

♫ …Just love me right

I just wanna make you love me

Yeah~ You got to love

Yeah~ You got to love me Yeah~

Nae ujuneun jeonbu neoya

(You love me) Yeah~

(You love me) Yeah~

(You love me) Yeah~

Nae ujuneun jeonbu neoya! ♫

Ke-9 vampir tampan itu sukses menampilkan comeback stage mereka dengan sangat baik di hadapan para penggemar yang hadir. Yoora yang menunggu di belakang panggung dengan melihat ke layar LED 32 inchi di hadapannya kemudian tersenyum bangga, kemampuan para makhluk penghisap darah itu memang sudah tidak perlu diragukan lagi dalam menarik hati penonton.

Tak berselang lama, ke-9 lelaki tampan itu kembali dari panggung dengan peluh yang membasahi wajah serta tubuh mereka. Asisten mereka dengan sigap menghampiri untuk menghapus peluh mereka namun mereka menolaknya dengan cepat. Satu-persatu dari mereka langsung menghampiri Yoora dan memeluk gadis itu erat-erat.

“Penampilan yang luar biasa, Oppa!

“Takkan ada apa-apanya tanpamu.” Senyum Suho mengembang. Setelah sekian lama, akhirnya Yoora bisa melihat senyuman itu lagi dari lelaki yang pernah menjadi kekasihnya itu.

Melihat gadis yang dicintai berpelukan lagi dengan mantan kekasihnya, lelaki mana yang takkan merasa cemburu? Chanyeol, Sehun, dan Dio, terlebih lagi Baekhyun, merasakan hal itu. Hanya dengan melihat raut wajah mereka saja, kita dapat dengan mudah menebaknya.

“Terimakasih sudah membantu kami, Yoora. Padahal kau sudah tahu kalau namamu tidak akan terpampang sedikitpun di album kami, tapi kau tetap mau membantu.” Ucap Xiumin tersenyum.

Yoora tertawa kecil.

“Untuk apa? Lagipula aku tidak ingin menjadi terkenal. Nanti pekerjaanku menumpuk karena banyak yang meminta bantuanku.” Lanjut gadis itu sedikit menyombongkan diri, membuat lelaki di sekelilingnya itu gemas akan tingkahnya.

Lay merangkul Yoora, “Bagaimana kalau kita merayakannya dengan makan-makan di luar? Makanan apa yang paling kau inginkan saat ini, hm?”

“Ayo! Ayo kita makan, Hyung! Aku dan Chloe sangat lapar~~ iyakan, Chloe?” ucap Chen diakhiri dengan pertanyaan pada boneka bebek ungunya, Chloe.

“Bagaimana menurut kalian?” tanya Suho pada Kai, Chanyeol, Sehun, Dio, dan Baekhyun.

“Itu bukan ide yang buruk.”

♥♥♥

Tao menyandarkan tubuhnya pada bantal di atas ranjang, tangannya lantas meraih ponsel yang tergeletak di atas laci.

Sudah menjadi kebiasaan Tao untuk mengupdate berita-berita terbaru dari internet dan dari sosial media yang ia miliki. Tak aneh bila ia sendirilah yang pertama mengetahui artikel yang menyebarkan gosip tak benar akan cederanya.

Lelaki itu tersenyum saat membaca sebuah berita tentang saudara-saudaranya yang berhasil melakukan comeback stage ‘Love Me Right’ dengan baik di sebuah acara musik hari ini. Tapi kemudian, senyumannya seketika memudar saat ia melihat sendiri pada layar ponselnya judul sebuah artikel yang baru diterbitkan beberapa detik lalu.

cats

‘EXO sempatkan mengajak kencan ‘Pacar’ di tengah kesibukan comeback mereka.’ Itulah judul artikel yang terpampang jelas di sebuah situs berita paling terkenal di Korea.

Jari-jari Tao dengan cepat menggulir laman tersebut ke bawah untuk melihat kolom komentar tanpa membaca isi artikelnya terlebih dahulu.

‘Siapa gadis itu?’

‘Pacar apanya?! Baekhyun Oppa milikku!’

‘Ah, Yeol! Jangan dekat-dekat!’

‘Apa gadis itu pelacur? Berkencan dengan 9 lelaki sekaligus di siang bolong.’

‘Awas saja kau kalau berani mendekati Lay-ku!’

“Dasar bodoh! Yoora bisa celaka!”

♥♥♥

“Ah! Aku kekenyangan!” Kai merutuk sendiri, mengakhiri makannya. Sementara itu, yang lain masih sibuk menghabiskan makanan mereka masing-masing.

Yoora dan ke-9 lelaki tampan itu kini sedang berada di sebuah restoran ayam goreng tepung sebagai menu andalannya. Kai yang merupakan maniak ayam sudah berhasil menghabiskan 5 potong ayam goreng tepung dalam waktu singkat, entah dirinya memang sedang kelaparan atau entah bagaimana perutnya bekerja.

“Eoh? Ada pesan dari Tao.” Suho membuka pesan yang Tao kirimkan.

Hyung, kalian di mana?” ucap Suho membacakan isi pesan Tao yang langsung membuat saudara-saudaranya tertawa geli.

“Apa dia merindukan kita?” tanya Xiumin.

“Atau…. dia juga ingin makan ayam!” sambung Chanyeol yang membuat ruangan itu seketika dipenuhi tawa.

Chen yang sudah menyelesaikan makannya kemudian beranjak dari tempat duduknya, berjalan ke arah kaca jendela dan melihat keadaan luar dari lantai 2 restoran itu.

“Luar biasa!”

“Kenapa?! Kenapa?! Ada apa?!” sahut yang lainnya.

“Penggemar kita banyak sekali di luar sana. Sepertinya restoran ini melarang mereka untuk masuk.” Jawab Chen.

“Tentu saja mereka melarangnya, aku kan sudah memesan seluruh meja di restoran ini.” ujar Suho, mengangkat bahu.

Hyung… kau benar-benar luar biasa!” puji Kai sambil mengacungkan kedua jempolnya.

Pembicaraan mereka terus berlanjut, sampai satu-persatu di antara mereka menyelesaikan makan mereka. Bahkan sampai, Suho lupa untuk membalas pesan dari Tao.

“Ah, aku rasa perutku akan meledak.” Yoora menidurkan kepalanya di atas meja. Sehun yang duduk di samping kirinya pun melakukan hal yang sama, menidurkan kepala di atas meja dan memandangi wajah cantiknya.

“Kenapa Oppa memandangku seperti itu?” tanya Yoora akhirnya pada Sehun.

“Kurasa perutku duluan yang akan meledak. Sudah kekenyangan karena ayam, sekarang malah bertambah kenyang melihat wajah cantikmu ini.” jawab Sehun, tangannya bergerak mencubit hidung Yoora.

Pipi Yoora memerah. Seketika saja ia kehilangan kata-kata setelah mendapat perlakuan seperti itu dari lelaki menyebalkan di depannya.

“Sehun benar-benar playboy sejati!” cibir Chanyeol.

“Yak, Hyung! Tarik lagi kata-katamu!” Sehun tak terima.

“Kau memang playboy, Sehun-ah. Tidak ada yang bisa mengelaknya.” tambah Lay.

Kai tertawa keras, membuat Sehun menatapnya kesal. Yoora terkekeh pelan, menyembunyikan tawanya.

Hyung, mulai sekarang, kau dan aku, SELESAI!”

Kai semakin terlihat bahagia, bahkan sampai menitikkan airmatanya,

“Aku hanya bercanda, Sehun-ah.”

“Berhenti tertawa.”

“Hahaha…”

Hyung!” Sehun menatap Kai serius. Kai terdiam. Tapi tak lama kemudian, seseorang terdengar memekik pelan.

“Yoora, kau tidak apa-apa?” tanya Baekhyun pada gadis itu yang memejamkan matanya kuat dengan wajah memerah.

Yoora berusaha menganggukkan kepalanya. Rupanya, gadis itu sedang berusaha keras untuk menahan tawa, tidak mau kalau-kalau Sehun merasa tersinggung nantinya.

“Tertawalah, Yoora.”

Setelah mendapat lampu hijau dari Sehun, Yoora akhirnya bisa tertawa puas. Sementara itu, Sehun hanya bisa pasrah mendengar tawa kakak-kakaknya yang sangat menjengkelkan.

Setelah menghabiskan waktu mereka dengan penuh canda, mereka pun akhirnya memutuskan untuk segera meninggalkan restoran itu. Tak disangka, ternyata para penggemar masih setia menunggu di luar restoran, ingin melihat mereka secara langsung.

Dengan didampingi pihak keamanan yang terus berjaga, ke-9 vampir tampan itu melangkah keluar dari restoran bersama Yoora. Ketatnya penjagaan yang diberlakukan terhadap member EXO ditambah para penggemar yang terus berdesakan membuat jarak Yoora dan ke-9 lelaki itu akhirnya terpisah cukup jauh.

PLOK!

Yoora terdiam. Baru saja, sebutir telur mentah dilemparkan tepat ke arah wajahnya.

PLOK!

Kini, Yoora jelas mendengar, beberapa orang yang entah dari sebelah mana mulai berteriak memaki-maki dirinya.

‘Jangan dekat-dekat dengan Oppa-ku, jalang!’

Ya, kurang lebihnya seperti itu.

“Masuk, Baekhyun-ah! Apa yang kau tunggu?! Cepat masuk!” Xiumin menatap tajam Baekhyun yang kini malah terlihat sedang berusaha melawan penjaga yang terus mendorongnya untuk masuk ke dalam mobil. Lensa anak ke-4 keluarga Lee itu mulai menyala-nyala.

“LEPASKAN!”

Baekhyun menghempaskan tubuh para penjaga, melangkah cepat mencari siapa orang yang telah berani menyakiti gadisnya, Yoora. Para penggemar yang terkejut melihat perubahan sikap Baekhyun tak membuang waktu mereka dengan percuma. Mereka dengan sigap mengeluarkan ponsel dan merekam semua kejadian yang masih berlangsung di depan kedua mata mereka.

Oppa…” kedua manik Yoora melebar tatkala melihat Baekhyun mencengkram kuat leher seorang penggemar hingga tubuh penggemar itu terangkat, meronta dengan wajah membiru.

OPPA! HENTIKAN!” teriak Yoora.

Bersamaan dengan itu, waktu seketika terhenti. Sosok Tao kini berdiri di sampingnya bersama Kai. Yoora berlari menghampiri Baekhyun di antara banyaknya penggemar yang tak bergerak dan waktu yang terhenti seperti sedang dipause oleh kekuatan Tao.

“DIAM!” bentak Baekhyun saat Yoora berusaha melepaskan cengkraman tangannya pada leher si penggemar.

Oppa, dia bisa mati! Hentikan! Kumohon!”

BRUK!

Penggemar itu akhirnya jatuh tergeletak, terlepas dari cengkraman idolanya yang ternyata adalah monster berdarah dingin. Untung saja, gadis muda penggemar EXO itu masih bisa bernafas meski terlihat begitu kesulitan.

Suho cepat-cepat menggunakan kekuatannya untuk menghapus ingatan semua orang yang ada di sana termasuk ingatan gadis itu tentang Baekhyun yang berubah menjadi monster menakutkan dan mengendalikan gadget-gadget canggih yang para penggemarnya miliki agar tak tertinggal sedikitpun berkas yang mencurigakan tentang Baekhyun.

Yoora memeluk Baekhyun erat-erat, deru nafas lelaki itu masih terdengar begitu memburu. Dengan berlinang airmata, Yoora menyentuh wajah dingin lelaki itu. Dalam tatapannya, Baekhyun seolah mengatakan, ‘Maafkan aku’.

“Kumohon, jangan menjadi monster dingin yang menakutkan lagi. Berhentilah membunuh manusia yang tak berdosa. Berhenti terlihat menakutkan di depan banyak orang.”

“Jangan buat orang lain terus berpikir kalau vampir adalah makhluk yang jahat. Karena pada kenyataannya, kau dan keluargamu tidak seperti itu. Kumohon berhentilah, Oppa.”

Baekhyun menghapus airmata Yoora. Tanpa merasa jijik, ia pun mengusap wajah gadis itu hingga bersih. Taringnya yang sudah muncul sempurna itu perlahan kembali seperti semula, namun lensanya masih tampak menyala-nyala.

“Kalau kau merasa haus, minum saja darahku. Kau boleh meminum darahku sepuasnya tapi kumohon jangan lakukan itu pada manusia lain. Jangan biarkan manusia-manusia itu merasakan tajamnya taringmu yang menembus pembuluh darah mereka. Biar aku saja. Aku saja yang merasakannya. Aku tidak apa-apa.” Ucap Yoora dengan suara serak.

Yoora bertutur tanpa ada maksud lain selain tidak ingin membuat citra vampir terutama vampir keluarga Lee yang merawatnya selama ini semakin menakutkan di mata manusia. Biar dia saja, biar dia yang merasakan bagaimana taring-taring tajam itu menembus kulit dan merobek setiap pembuluh darahnya, menghisap darahnya dengan suara tegukan yang terdengar jelas, dan meninggalkan luka bekas gigitan yang tak mudah hilang. Biar dia saja. Yoora, menyukainya.

“Dramatis sekali.” Kai menggeleng-gelengkan kepalanya, menonton Yoora dan Baekhyun sudah seperti menonton drama di televisi.

“Huh, kalau Yoora dengan Baekhyun Hyung. Aku dengan Soomin saja kalau begitu.” Gumam Tao pelan.

“Hah? Soomin? Siapa Soomin?” tanya Kai.

“Wanita simpanan Putera Mahkota Dinasti Joseon yang sangat cantik.” Bisik Tao seraya tertawa kecil.

Sementara itu di dalam mobil, Chanyeol lebih memilih mendengarkan musik lewat headphone kesayangannya ketimbang harus melihat adegan romantis yang diperlihatkan Yoora dan Baekhyun, meski tak bisa dipungkiri, dadanya benar-benar sesak. Sedangkan Dio terlihat termenung, sibuk memikirkan bagaimana cara menghilangkan kesakitan yang dirasakannya setelah melihat cinta dua insan itu.

Sementara Sehun…

Bagaimana rasanya? Bagaimana rasanya dicintai oleh orang yang kau cintai, Hyung? Apa kau merasa bahagia karenanya? Hyung, apa kau tahu rasanya tak punya cinta? Bahkan aku sendiri pun terlalu bodoh untuk menafsirkan bagaimana rasanya. Aku, tak punya cinta, Hyung.

♥♥♥

Tak terasa, musim gugur akan segera berakhir dan tergantikan oleh musim dingin. Para vampir tampan itu kini disibukkan dengan jadwal yang semakin padat. Namun kesibukan itu tak serta merta membuat mereka lupa untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk malam natal tahun ini.

Seluruh ruangan di rumah mewah itu kini sudah disulap sesempurna mungkin untuk meninggalkan kesan yang mendukung selama malam perayaan natal. Pohon natal setinggi 5 meter dengan satu bintang berwarna keemasan berada di puncaknya dan aksesoris-aksesoris cantik lain sudah tertata rapi di setiap sudut ruangan utama mereka. Betapa antusiasnya vampir-vampir tampan itu dalam menyambut natal, entahlah natal tahun ini sudah menjadi natal yang keberapa kalinya bagi mereka, yang jelas, mereka tak pernah bosan menunggu malam spesial di bulan Desember itu.

“Ini!”

“Apa ini?” Yoora mengerenyitkan dahinya. Baru saja, vampir termuda di keluarga Lee itu melemparkan sebuah kotak yang lumayan besar tepat ke wajahnya.

“Chanyeol Hyung yang menyuruhku memberikannya padamu, aku tak tahu apa isinya.” Jawab lelaki tampan itu, Sehun.

“Oh ya, dia juga menitipkan pesan padaku. Katanya dia akan menunggumu tepat jam 7 malam di Namsan Tower.” Lanjutnya sebelum melangkahkan kaki keluar dari kamar Yoora.

“Cih, menunggu apanya? Mereka akan berkencan tapi menyuruhku sebagai perantara? Apa maksudnya itu!” gerutu Sehun seperti anak kecil.

Sementara itu, bibir Yoora terlihat melengkung. Ia tersenyum setelah mendengar pesan yang disampaikan Sehun tadi. Chanyeol–menunggunya–di–Namsan Tower. Tak sabar, ia pun membuka kotak yang tadi dilemparkan Sehun, ya, kotak pemberian Chanyeol.

Hai. Kau tahu? Tanganku gemetar saat menulis surat ini. Maaf karena tak segera memberikannya padamu waktu itu, ini dress dariku. Semoga kau suka. Saat bertemu denganku di Namsan nanti, aku ingin melihatmu memakainya. Maaf juga, karena aku tak memberikannya langsung padamu. Aku terlalu gengsi untuk itu. Haha.

Sampai jumpa di Namsan Tower jam 7, Yoora. – Chan.

Bordiran dan ornamen-ornamen cantik berwarna hitam yang menghiasi dress selutut berwarna putih itu menambah kesan keindahannya.

“Dia ternyata cocok sekali menjadi aktor.” Gumam Yoora, senyuman kecil di bibirnya mengembang.

“Chanyeol…”

“Aku tidak membeli apapun untuk gadis itu. Aku berbelanja sebanyak ini hanya untuk diriku sendiri.”

“Cih,”

“Rupanya kau ingin memberontak. Kenapa? Kau tak suka Suho terus memerintah dirimu untuk melakukan ini dan ini?”

“Bukan begitu, Hyung. Aku hanya tidak suka kalau Suho Hyung memberi perhatian yang berlebihan pada gadis manusia itu. Jangan membuat dirinya seakan benar-benar spesial dalam keluarga kita, Hyung. Dia harus tahu diri, kalau dia hanya gadis manusia yang lemah.”

♥♥♥

“Wah! Wah!” seru Tao dengan mata yang masih tertuju pada layar ponselnya.

“Ada apa?” tanya yang lainnya.

Saat ini, Yoora dan ke-8 lelaki itu tengah berkumpul di ruangan utama yang biasa menjadi tempat mereka bersantai.

“Salju pertama akan turun malam ini!” jawab Tao yang langsung disambut sorak sorai saudara-saudaranya.

Cheosnun oneun ileon ohue neoege jeonhwaleul geol suman issdamyeon gippeultende…” Dio menyanyikan lirik lagu First Snow dengan suara merdunya.

“…beolsseo ilnyeon-i jinassneunde nan ajig milyeon gadeughaeseo sseulsseulhae eoneusae honjasmal…” sambung Kai.

“Tunggu!” Suho mengerutkan dahi, merasa ada sesuatu yang kurang. Ia kemudian mulai menghitung jumlah saudaranya yang ada di ruangan itu.

Tujuh? Itu berarti kalau dirinya ikut terhitung, jumlah mereka hanya 8 orang? Dan jika Yoora ikut terhitung, hanya ada 9 orang?

“Chanyeol dan Baekhyun, ke mana mereka?” tanya Suho akhirnya. Dua adiknya itulah yang kini tak ada di tengah-tengah mereka. Saudara-saudaranya yang lain mulai terlihat saling memandang satu sama lain, beberapa di antara mereka bahkan ada yang terlihat mengangkat bahu, tidak tahu apa-apa tentang Chanyeol dan Baekhyun yang tidak hadir dalam pesta menjelang natal malam ini.

“Ah!” Sehun teringat sesuatu, reaksinya yang tiba-tiba itu membuat kakak-kakaknya menatap serius ke arahnya.

Sehun memandang ke arah Yoora,

“Yoora, bukankah seharusnya kau menemui Chanyeol Hyung di Namsan Tower jam 7? Apa kau lupa?”

DEG!

Yoora baru ingat. Chanyeol menunggunya, Chanyeol pasti masih menunggunya di tempat itu!

Gadis itu memandang ke arah jam dinding yang ternyata sudah hampir menunjukkan pukul 9 malam.

Oh tidak! Kenapa ia bisa lupa?!

“Dasar bodoh!” hardiknya pada diri sendiri dalam hati.

“Maaf, Oppa. Aku harus segera menemui Chanyeol, aku harus segera pergi! Maafkan aku!”

“Yak!” teriakan Kai menghentikan langkah terburu-buru Yoora. Yoora berpaling memandang Kai.

“Kau yakin tidak akan membutuhkan bantuanku dan membiarkan Chanyeol Hyung semakin lama menunggumu?” tanya Kai.

Benar juga, Kai bisa membawanya ke Namsan Tower hanya dalam sekejap mata.

Chanyeol Oppa, kumohon bersabarlah sebentar lagi!

♥♥♥

2477030_image2_1

Lelaki bertubuh tinggi itu mengedarkan pandangannya, mencari sosok gadis yang ditunggunya sejak pukul 7 tadi. Bibirnya terlihat membiru, suhu udara malam ini begitu rendah. Meski tubuhnya lebih hangat 4 derajat dari saudaranya yang lain, ia tetap bisa merasakan bagaimana angin malam itu menusuk tulang-tulangnya.

Ya, lelaki itu tak lain adalah Chanyeol. Vampir tampan keluarga Lee yang berhasil memikat hati Yoora sejak pertama kali mereka dipertemukan hari itu. Lelaki itu sudah menyuruh Yoora untuk menemuinya di tempat ia berdiri saat ini tepat pukul 7 malam lewat perantaraan Sehun. Karena sungguh, ia akan merasa sangat malu jika harus mengajak gadis itu berkencan secara terang-terangan.

Chanyeol sengaja memilih Namsan Tower karena tempat itu merupakan tempat paling romantis menurutnya. Membayangkan melihat salju pertama turun bersama orang yang ia cintai, sungguh merupakan kebahagiaan yang ingin segera ia wujudkan.

“Yoora, kau pasti datang kan?” Chanyeol mulai bertanya-tanya dengan bibir gemetar kedinginan. Lelaki itu menatap sebuah kotak kecil berpita merah muda yang sudah ia persiapkan, kotak kecil berisikan sebuah cincin berwarna silver berbentuk mahkota yang sengaja ia pesan dari jauh-jauh hari.

ring

Ya, untuk siapa lagi kalau bukan Kim Yoora?

Tubuhnya sudah hampir membeku, sudah lebih dari dua jam ia menunggu di bawah menara yang tinggi itu. Saat ia mendengar suara gadis yang ditunggunya, ia tersenyum karena akhirnya penantiannya tidak sia-sia.

“Yoo… Euhk.” Suaranya mendadak hilang, tenggorokannya menjadi kering akibat terlalu lama berada di luar ruangan bersuhu rendah.

Manik Chanyeol melebar, gadis itu ternyata tidak datang sendirian. Yoora bersama Baekhyun. Mungkin lebih tepatnya, gadis itu datang untuk menemui Baekhyun, bukan untuk menemuinya. Gadis itu terlihat berbincang hangat bersama Baekhyun sambil saling menggenggam mesra di sudut lain seperti melupakan pertemuan spesialnya dengan Chanyeol malam ini.

Lagi-lagi aku terlambat. Aku tak pernah ada di saat kau membutuhkanku. Aku terlambat, entah sudah yang keberapa kalinya aku kalah dan tak pernah menang. Bahkan hanya untuk berada di sampingmu saja, tempat itu selalu terisi oleh orang lain dan pada akhirnya aku tak pernah bisa berada di sisimu…

PicsArt_09-21-11.38.04

22 tanggapan untuk “SADISTIC NIGHT -CH. 10 A : First Snow P.1- by AYUSHAFIRAA”

  1. Kasian nya chanyeol kuhh
    Lu sama gw aja yah chan
    Gw terima dengan sepenuh hati kok
    Yoora enak banget yakk
    Berangkat ama kai(?), jalan ama baekhyun, ketemu chanyeol…kurang apa lagi
    Huftttt

    1. Iya, Chanyeol ngenes banget emang di sini wkwk :””” bisa lah bisa readers dapetin Chanyeol, toh Chanyeol yg gantengnya segitu aja udah disia2in sama Yoora :”) wkwkwk nikmat apa lagi yang Yoora dustakan coba ya 😂😂😂 disekelilingnya cogan semua 😂

  2. Bng ceye ama gw aj snii. Gw ikhlas koq nrimanya. Gw jg skit hti ama yoora. Msa laki gw digebet sih. Baeek ooh baeek T.T next ya thoor. Fightiing

    1. Heeum sepertinya mereka ketemu di jalan tapi ughhh chanyeolnya salah paham deh :”) wkwkwk iyain tidaya iyain tidaya, Yoora sama siapa yaa hmmmz :””” 😂😂😂

    1. Bukan sedikit lagi, tapi menyakitkan sekali unchhh:”) kayaknya yg kasihan bukan chanyeol sehun aja deh, pokoknya yg gak dapetin yoora kasihan semua wkwk 😣💔 siip siip ditunggu yaa bentar lagi update kok😘❤

  3. yaampun kak as update di jam yang pas ;” aku lg bolak’balik ke aplikasi ini itu, gatau apa yg dibuka.. notif chat sepi kaya rmh kosong T.T beneran gabut di malming yg menyedihkan ini :”)
    dan pas liat email, ehh update ❤ luplup bngt ❤
    kakak sungguh peka xD

    yoora.. dirimu liat kmr mndi segitu hebohnya nak, pembukaan crta yg wow ngebahas kmr mndi berlapis emas :"v pasti emasnya si suho diambil buat ngebikin toilet ini xD
    duhduh anak ayam diketawain, jadi mau ikut ketawa juga wkwkw :v

    yahyah, chanyeol.. daripada nunggu yoora, mending tunggu aku yg otw ke namsan x'D /plak
    tapi serius yaa, anak org ampir beku loh, dan pas yoora dateng.. eh sama orglain/? Duh nyezz cuyy

    spesial komen panjang xD krn lg gabut.. dan krn dikasih hadiah updatean ff ❤

    1. Alhamdulillah kalo pas hehe jadi kamu bisa ada kesibukan ya wkwk 😂😂😂 tenang, kamu gak sendiri kok yg chatnya kayak rumah kosong XD wkwk sudah2 jangan galau, baca sadistic night aja daripada galau XD /promosi/plak😂/ wkwk tumben, biasanya aku gak pekaan loh XD

      Iya nih, Yoora kan hidupnya gak sekaya keluarga Lee jadi liat kamar mandi aja berlapis emas langsung deh excited wkwk XD wakakak Suho juga dapet dari si ayah pace❤

      Kalau kamu kejauhan XD yoora mah kan bisa pake kekuatan Kai 😂😂😂 nunggu kamu ntar pas kamu nyampe Chanyeol keburu jadi Olaf /plak😂/ nyes senyesnyesnya :”)

      Alhamdulillah makasih udah dikomenin panjang hehe😍❤ siiplah luvyu😘😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s