Melancholy Series : 4 — HyeKim

Hyekim-MS-4

  Melancholy Series : #4

  Kim Minseok & OC`s Reen Do 

  Story with Slice of Life, Melodrama, Hurt/Comfort  rated by PG-17  type in Ficlet

Disclaim: This is a work of fiction. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity of plot, character, location are just accidentally. All cast belong to God, their parents, and their agency. But the storyline is mine. Plagiarism, copy-paste without permission, and be a silent readers  are prohibited.

`Melancholy Series hanya berisikan kisah-kisah berunsur melodrama yang dipetik oleh saya dari kisah nyata yang ada. Kata siapa, cinta dan hidup pernikahan itu selalu manis? Hidup kita bukan layaknya di negri dongeng. Ada pahit yang mendominasi cerita kehidupan kita yang realitis dibandingkan kehidupan cerita cinta fiktif manis yang penuh kebohongan`

© 2017 Storyline by HyeKim

Preview : [3 : Suho]

❝Katanya,

Darah lebih kental dibanding air.

Namun, banyak di luar sana,

 Orang tua yang masih menelantarkan anaknya

Dan malah memilih lebih memperhatikan orang lain.

Lantas, apakah kita masih membutuhkan orang tua semacam itu?❞

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ♪ ║█║

Ayah. Satu sosok yang sering kali dibanggakan para putra-putrinya meski karap kali tidak pernah ada di rumah karena satu perihal; pekerjaan, memenuhi kebutuhan keluarga. Reen juga demikian, ayahnya jarang sekali di rumah karena berkerja tentunya.

Namun, bedanya dari kasus seorang Reen Do, ayahnya merantau pergi menjauh dari jangkau pandangnya bukan masalah pekerjaan saja; tetapi ayahnya pergi jauh karena memiliki kerjaan sebagai tukang tipu dan harus berlari dari para korban tipunya.

Seakan belum puas, Reen harus dihadapkan dengan keadaan rumah—dimana hanya ada ibu dan adik bungsunya saja selain dirinya—dengan keadaan tidak cukup harmonis. Ibunya terlampau stress dengan adiknya yang kelewat hyperactive—semacam kelainan psikologis—dan biang masalah di sekolah, menyebabkan Reen—gadis remaja berumur 17 tahun itu—terlantar di rumahnya.

Reen menghela napas, ranumnya mengerucut disaat dirinya tengah terpekur di kursi kelasnya. Smartphonenya berada dalam kuasa tangannya, memampangkan sederet-deret aksara dari box SMS dengan kontak bernamakan ‘ayah’.

Ayah :
Maaf Reen. Ayah masih di luar kota, jadi tidak bisa mengambilkan raportmu. Suruh ibu saja, ya? Kan bisa ibu mengambil raportmu setelah mengambil raport Adik

Membaca ulang pesan ayahnya, tentu sarat kecewa Reen menjadi meletup kembali dalam runggu. Reen paham, Reen mengerti bila ayahnya masih mencari nafkah untuknya walau nyatanya sih, kehidupan Reen bersama ibu dan adiknya malah berayun-ayun tak mampu, terlilit hutang di sana-sini karena ayahnya pun jarang memberikan upah sepantasnya bahkan kadang kali tidak mengirimkan uang. Namun, hati anak mana yang tidak kecewa ketika harus mengemis diambilkan raport oleh ayahnya hanya karena menginginkan sebuah perhatian tetapi diakhiri oleh sebuah penolakan?

“Reen.” adalah Kim Minseok—teman sekelas sekaligus pacar Reen selama sebulan ini—yang memanggil nama dan membanting bokong ke kursi di sebelah Reen.

Refleks terbit lah senyuman Reen di parasnya saat Minseok datang bersama senyuman cerahnya yang cukup menghangatkan hati Reen.

“Minseok-ah,” balas Reen, mengontrol nadanya agar terlihat agak ceria meskipun suasana hatinya tidak demikian. “Raportmu diambilkan oleh ayahmu?”

Anggukan Minseok menimpali pertanyaan Reen. “Iya, ayah tiriku.” jawabnya, sedikit mengoreksi.

Well, Minseok juga sama dengan Reen; seorang anak broken home yang kedua orang tuanya sudah berpisah. Bedanya, orang tua Reen masih bersama walau harus lantang-luntung dikehidupan serba minim. Banding balik, Ibu Minseok merupakan saudagar kaya yang akhirnya menikah lagi dengan seorang bujang yang Minseok panggil dengan sebutan ayah walau ada embel-embel tiri dibelakangnya.

Reen buang kembali wajahnya ke arah depan, di mana beberapa teman sekelasnya asyik bercengkrama dengan orang tua mereka dan ada juga yang tengah berkonsultasi mengambil raport dengan orang tuanya di meja guru.

Tatapan Reen sendu menyaksikan pemandangan tersebut, senyum pedihnya terulas.

“Ayahku tidak bisa datang. Lalu, ibuku sepertinya juga. Aku pasti mengambil raportnya susulan.”

Pandangan kasihan disarangkan Minseok pada kekasihnya, turut tangannya mengelus punggung Reen. “Mungkin perkerjaan ayahmu tidak bisa ditinggal, Reen. Lain kali pasti dia bisa menemuimu.”

Akan tetapi, kalimat hiburan Minseok hanya sepintas tak diidahkan Reen. Gadis Do itu membelalak sebab figur seorang lelaki yang baru memasuki ruang kelas.

“Ayah…” gumamnya pelan, tak sampai jua ke telinga Minseok.

“Eh! Ayah!” tahu-tahu, Minseok memekik dan berdiri dari duduknya, cengirannya terkembang dengan melambaikan tangan.

Sontak Reen terkejut, mata membulatnya bergantian memandang Minseok yang masih memasang cengiran dan ayahnya—nan ada di daun pintu kelas—memandangnya dengan tatapan membelalak.

Kemudian, sosok ayahnya berbalik badan serta memacu langkah buru-buru.

“Lho? Kenapa ayah pergi lagi?” itu bukan vokal dari Reen, melainkan Minseok yang kini memasang wajah heran, lekas mengeluarkan ponsel dan buru-buru mengontak ayahnya.

Sedangkan Reen Do, dia terpaku dengan pikiran berkicamuk serta-merta hatinya yang terhantam keras berdenyut-denyut nyeri.

Tak pernah ia bayangkan, meski ayahnya seorang penipu ulung untuk menafkahinya, harus menipu Reen dan ibu serta adiknya dengan menikah lagi dan bahkan—

Reen menghela napas berat dengan menunduk, bahwa ayah yang dimaksudkan Minseok dan dirinya ialah satu orang yang sama. Walau, Reen sebagai anak kandung, Minseok sebagai anak tiri.

—END—

 

Makasih Kak Nean @neurosistoexo —bumil yang semoga anaknya mirip Seulgi atau Minseok saat lahir—telah mau meminjamkan Reen ke aku, HUAHAHAHA.

Karena Kak Nean lagi hamil dan sudah menikah, pasti lebih paham kehidupan pernikahan dibanding aku yang cuma jadi tukang nguping doang dan akhirnya sederet kisah ngenes pernikahan itu aku jadiin Melancholy Series. Maka aku memilih Reen masih anak sekulah bareng Minseok yang nyatanya suadara tirinya, ya lord.

Yap, sebenarnya di kisah nyata ini masih diambil dari kisah Reen dan Kris. Jadi ini satu cerita yang aku bagi jadi dua cerita (Reen – Kris & Reen – Minseok, yang nama OCnya hampir mirip wkwkwk). Tapi ada sedikit pengubahan sih, so, afterwordnya mohon ditunggu!

HyeKim World!

[www.hyekim16world.wordpress.com]

7 tanggapan untuk “Melancholy Series : 4 — HyeKim”

  1. Kok papahnya reen jahad sekalih. Mamanya minsok juga kok maumaunya ditipuh, dia bukan bujang tante, dia syudah punya anak duah.
    Jadi reen sama minsok gak bisa bersatu nih?
    ah kalo hyekim yang bikin mah emang reen sama minsok ga perna bisa bersatu. :”<

    betewe aku reblog yaaa~

    1. Kaknee mbb wkwkwk. Aku gak maksud selalu misahin mereka :(( aku pernah nyatuin mereka di ff bday xiumin, hahah perlukah aku kasih ff late bday buat kaknee biar senang? 😚

      Iya jahat, ini kisah nyata :(( aku dengernya miris masa. Tapi di real, untung minsok-reennya bukan pacaran wkwkwk tapi si ‘minseok’ ini diaslinya pacar temennya si ‘reen’, tapi kan biar gereget kubuat pacaran /plakplak.

    1. wkwkwkwk, kak len pls, sebenernya ini satu cerita sama KrisRen :’D tapi aku bagi dua bikos bagian ngambil raport ini gereget sekali pas aku nguping mamaku curhat ke bapakee HAHAHA, JADI KONSPIRASI

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s