[EXOFFI FREELANCE] My Angel (Chapter 6)

PicsArt_09-30-11.38.15.png

Author : Ohkarmila3194

Genre : sad

Cast :Oh Sehun & Park Jiya(oc)

Other cast : Kim Rae(oc)

Sumary : “kau selalu menjadi malaikat bersayap putih bagiku,hingga aku menyesal kekita mengabaikan malaikat bersayap sepertimu. Sampai kapanpun kau malaikat bersayap putih ku Park Jiya,kau angel ku”

.

.

“PARK JIYA”

Sehun berteriak kala ia sadar apa yang terjadi dengan tubuh nya.

“Sialan,buka pintu nya Park Jiya”

Sehun menggedor-gedor pintu kamar Jiya mencoba untuk membukanya,tapi sial nya pintu kamar nya dikunci dari dalam. Jiya terisak dibalik pintu kamar nya,ia menulikan pendengarannya untuk tidak membukakan pintu untuk Sehun,ia sudah yakin ini jalan yang terbaik untuk semuanya.

“Mianhe oppa,mianhe”



.

.

“Yak! Park Jiya,buka pintu nya atau aku akan mendobraknya”

Suara yaring Sehun berhasil membuat Kim Rae terbangun dalam tidur nya,ia membuka matanya kala kembali mendengar umpatan Sehun untuk Jiya.

Rae keluar dari kamarnya dan melihat Sehun yang menggedor-gedor pintu kamar Jiya,Rae menghampiri Sehun.

“Oppa,kau sedang apa” Rae menyentuh tangan Sehun.

Sehun melirik pada tangan Rae yang menyentuh tangan nya.

“Sial kumohon jangan”. Batin Sehun berucap.

“Oppa! Kau memerlukan sesuatu” Rae kembali bertanya kala Sehun hanya memandang tangan nya dan tidak menjawab pertanyaan nya,sebenar nya apa yang terjadi dengan Sehun.

Sehun membalikan badan nya dan menatap Rae dengan mata kelam nya sarat akan gairah tak tersalurkan,Sehun menutup mata nya kala melihat Rae hanya berbalutkan baju tidur tipis yang memperlihatkan pakaian dalam nya.

“Opp . . “

“Persetan dengan semua ini” Sehun menggeram dan menarik tengkuk Rae menyatukan bibir mereka melumatnya penuh nafsu. Dan tentu saja Rae terbelabak kanget dengan apa yang Sehun lakukan,ini pertama kali nya Sehun menyentuhnya.

Sehun membawa Rae kedalam kamar Rae dan menidurkan Rae di rangjang mereka yang tak pernah Sehun tiduri sekalipun,Sehun terus mencumbu,mencium Rae tanpa memberikan Rae sedikit celah untuk memonopoli permainan nya.

Tangan nya tak tinggal diam ia membawa tangan nya menyusuri tubuh Rae yang berada dibawah kungkuhannya,Sehun melepas pakain yang diapakai Rae.

Rae bisa melihat jika mata Sehun begitu gelap,Rae masih tidak mengerti dengan semua ini tapi ia sudah menunggu lama untuk ini,jadi Rae akan mensyukuri apa yang membuat Sehun sepeti sekarang ini.

Desahan dan decit ranjang dari perbuatan sepasang anak adam dan hawa memenuhi suasana kamar yang biasanya sunyi kini tidaklah sesunyi biasanya.

.

.

Jiya memegang kepalanya yang kembali berdenyut,Jiya tidak lagi mendengar suara Sehun dan gedoran pada pintu kamarnya, Jiya yakin bahwa semua nya berjalan dengan mulus walau tidak semulus hati nya. Ia sudah mempersiapkan hati nya untuk ini tapi tetap saja rasa perih yang ia rasakan sat ini tidak bisa membohonginya,jika Jiya tidak ingin berbagi.

Hanya wanita gila yang sukarela berbagi dengan senang hati,percayalah jika kalian menemukan wanita yang dimadu terlihat bahagia maka itu hanyalah topeng belaka. Sebaik-baik nya wanita tidak akan ada wanita yang sudi berbagi ranjang suaminya dengan wanita lain.

Jika pun ada yang suka reka membaginya yakin lah mereka hanyalah segelintir wanita berhati batu yang mengalaminya.

Jiya bangkit dari duduk nya tapi kembali jatuh entah kenapa pusing dikepalanya kali ini lebih pusing dari biasanya,rahim nya Juka terasa begitu sakit hingga keram ia rasa pada rahim nya.

Jiya tersenyum pahit meremehkan dirinya sendiri.

“Lihatlah Jiya,kau begitu mengenaskan,suamimu sedang berada dalam kehangatan dan kau berada diambang maut” Jiya terkekeh pilu kala dia membicarakan dirinya sendiri.

“Apa aku masih layak berada dalam keluarga ini? Bahkan aku sudah tak beguna lagi bagi suamiku! Aku bahkan tak sanggup lagi mengasihani diriku sendiri. Bisakah kau bawa aku sekarang tuhan! Bisakah kau bawa aku pergi ke alam yang lebih pantas untuk ku? Aku sudah tak sanggup hidup jika hanya menjadi beban mereka” Jiya memukul mukul perut nya yang terasa bigitu melilit,bahkan ia sudah tidak bisa membayangkan lagi sakit seperti apa yang harus ia jabar kan saat ini.

Jiya menyentuh hidung nya kala ia merasakan ada yang keluar dari hidung nya,Jiya melihat tangan nya yang penuh darah yang berasal dari hidung nya. Darah kental yang keluar dari hidung nya lebih dari kata normal,terlalu banyak darah yang keluar bahkan derahnya hingga menetes pada lantai yang ia duduki.

Jiya sadar mungkin tuhan akan mengabulkan doa nya.

“Jika ini saatnya,aku hanya ingin berdoa untuk terakhir kali nya tuhan! Aku ingin suamiku hidup bahagia dengan keluarga yang ia miliki saat ini,jangan buat dirinya menderita. Tolong buat suamiku mengerti dengan semua ini,dan buat suami ku tidak bersedih dengan hilang nya diriku . . Argggh” Jiya memegang kepalanya hang berdengung. Penglihatan Jiya perlahan memudar tubuh nya perlahan melemas di iringi dengan ringisan pilu dari bibir nya.

“Aku mencintai mu Sehun-aa”.

.

.

Sinar mentari menelusup kedalam celah tirai yang tak tertutup rapat,dua insan yang masih bergelung dalam selimut tebal dengan tubuh polos di balik selimut mereka.

Sehun mengerjap-ngerjapkan matanya yang terganggu sinar matahari,membuka mata nya perlahan menyesuaikan matanya. Sehun berguling kesamping dan matanya terbelabak kanget kala ia melihat punggung polos Kim Rae,ia melihat dirinya sendiri dan ia pun sama polos nya seperti Rae.

“Sial” sehun mengumpat kesal dengan semua yang terjadi.

“Park Jiya aku akan menghukum mu untuk ini” dengan kesal ia bangkit dan memungut celana serta kaos yang berserakan dilantai bergegas menuju kamar Jiya.

“Jiya” Sehun mengetuk pintu Jiya dengan tidak sabaran,ia ingin tau apa alasan Jiya melakukan semua ini padanya!.

“Jika kau tidak membukanya aku akan benar-benar mendobrak pintunya!” Teriak Sehun. Tidak juga ada jawaban Sehun berancang-ancang akan mendongbarak pintu kamar Jiya. Dobrakan pertaka pintu tak juga terbuka setelah tiga kali dobrakan pada pintu Jiya akhirnya terbuka juga.

“Yak!! Park Jiya” begitu masuk Sehun langsung berteriak kala pintu berhasil terbuka.

Namun apa yang ia lihat sekarang! Tidak mungkinkan itu Jiyakan?

“Astaga Jiya” Sehun menghampiri Jiya yang tergeletak mengenaskan dengan penuh darah yang sudah mengering.

“Jiya,apa yang terjadi astaga” Sehun menepuk nepuk pipi Jiya.

“Kumohon Jiya bangun” Sehun membopong Jiya,ia sungguh panik melihat Jiya seperti ini.

“Astaga oppa apa yang terjadi” Rae yang baru keluar kamar melihat Sehun hang membopong Jiya ikut panik.

“Tolong bawa mobil ke depan Ra-yaa kita harus kerumah sakit” ucap Sehun panik dengan menuruni tangga. Rae hanya bisa menuruti Sehun.

Rae mengemudi mobil sedangkan Sehun dibelakang dengan Jiya dipangkuan nya.

“Oppa tenanglah Jiya eonni akan baik-baik saja”

Rae berusaha untuk menenangkan Sehun tapi tidak Sehun hiraukan.

“Lebih cepat Rae,cepat” .

“Oppa ini sudah sangat cepat aku mengemudikan mobil” Sehun menghela nafas gusar.

.

.

Sekarang mereka sedang ada dirumah sakit menunggu hasil dari dokter,Sehun mondar-mandir tidak mau diam. Sehun tidak tau apa yang terjadi pada Jiya.

“Apa anda kerabat pasien?” Tanya dokter kala baru keluar dari UGD.

“Ya saya suaminya dok,apa yang terjadi dengan istri saya dok”.

“Maaf kami sudah berusaha sebisa mungkin,tapi takdir berkata lain,anda terlambat membawanya kesini saat penyakitnya menyerang”

“Apa kau gila” Sehun mencengram kerang dokter itu.

“Apa yang kau maksud dengan penyakit huh! Istriku tidak penyakitan” geram Sehun.

“Oppa lepaskan” Kim Rae menengahi Sehun tapi cengkraman Sehun begitu kuat.

“Apa anda tidak tau istri anda mengidap kanker otak stadium akhir? Bahkan penyakitnya terbilang sudah cukup lama”

“Apa! Kau bercanda!” Sehun melepaskan cengkraman nya dan berlari menuju ruangan Jiya.

“Tidak mungkin! Kumohon bangun Jii,ini tidak lucu” Sehun mengoyang-goyangkan tubuh Jiya yang kaku.

“Kau tega meninggalkan ku Jii! Ayolah Prak Jiya ini tidak lucu sama sekali” Sehun terus mencoba membuat Jiya bangun,air mata Sehun mengalir. Ia tidak siap dengan semua keterkejutan nya selama ini, apa Jiya menyembunyikan ini dari nya?.

Sehun berteriak frustasi,ia memukul-mukul dirinya sendiri yang lalai,suami macam apa yang tidak tau jika istri nya sakit? Betapa buruk nya Sehun selama ini!.

“Oppa,jangan sakiti dirimu sendiri ini sudah takdir tuhan” Jiya menahan tangan Sehun yang terus memukul dirinya Sendiri,ia membawa Sehun kedalam pelukannya.

“Suami macan apa aku ini,SUAMI MACAM APA” Sehun berteriak membuat Rae tidak tahan untuk menahan tangisnya.

“Begitu berartikah Jiya untuk mu oppa? Aku akan membuatmu bahagia dengan ku. Aku berjanji tidak akan membuatmu terpuruk terlalu dalam dengan kepergian Jiya. Aku akan menggantikan Jiya walau aku takan bisa seperti Jiya”. Rae benjanji pada dirinya Sendiri.

“Aku terlambat mengetahui Semuanya Ra-yaa! Aku . . Terlambat mengetahui jika . . “

“Suutt,oppa tenanglah. Jiya eonni tidak akan suka melihat mu sepeti ini berhenti menangis oppa” Rae menenangkan Sehun.

.

.

– Aku berharap Dengan kepergianku semua nya berakhir lebih indah –

Park Jiya.

END

Ko end sih? Iya sengaja dibuat end karna pikiran aku udah buntu banget buat lanjutin Ff ini. Semoga tidak mengecewakan. Mungkin bakal ada epilog kalo aku sempet buat😊 terima kasih buat yang baca,makasih juga yang selalu komen aku menghargai nya.

Oyah yang mau liat karya lain dari cerita abal-abal aku silahkan kunjungi 👉 ( karmila3194.wordpress.com/ )

5 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] My Angel (Chapter 6)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s