[EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 18)

let-me-in.jpg

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

Author | RahayK

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

Yoon So hee  x Baek Eun Ha

Irene Bae  x   Park Ae Ri

Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

Kim Jong In  x   Kai Kim

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter -Sequel

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

Disclaimer | Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Poster | NJXAEM @ PosterChannel Gamsah untuk posternya yang artsy sekali ~

Summary  this  Chapter | ingatan mengerikan itu kembali,segalanya yang jelas aku lupa selama 10 tahun ini tiba-tiba semuanya kembali di tempatnya semula.

Previous Chapter | First Encounter > Before time tell you to stop > Interview > Stranger(us) > Past pt.1 > Past pt.2 >Her Beloved > Fools love > For Life > All thing is back> Best (bad)gift >> Because Of Cola >> Game is Begin >> Meet and Invitation >> Unexpected Reality >> His Decision >> Someone from Past >> Mad (no) Hate^ 17.1 >> His Confession^17.2 >> Realized about fact [now]

-=LET ME IN=-

Someone side’s

Memori. Manusia selalu menyimpan beberapa hal tertentu dalam fikiran mereka, entah itu adalah sebuah hal baik maupun hal buruk. Beberapa yang begitu berkenaan dengan jiwa mereka biasanya akan tersimpan dengan baik hingga waktu berlalu, ingatan itu tetap ada di dalam diri mereka.

Namun, bagaimana dengan memori yang terlupakan dalam berjalannya waktu, tiba-tiba saja ada hari datang dimana memori terlupakan itu kembali, begitu menusuk fikiran dan melukai hati. Memori yang terlupakan itu kemudian membuatmu sadar sebuah hal, bahwa perihal mencintai seseorang adalah bagai memori. Ada yang kuat hingga tak dapat dilupakan, ada yang lemah hingga seiring waktu akan hilang begitu saja atau suatu ketika datang, kemudian melukaimu dan hilang begitu saja, namun tanpa diundang ia kembali datang tanpa peringatan dan tanpa diminta.

Someone side’s end

-=18=-

Aeri sedang memeriksakan sang putera ke Rumah Sakit, karena ada memar-memar dibeberapa  bagian tubuh sang anak. Wanita itu nampak khawatir menunggu hasil dari CT dan MRI karena ketika ditanya Yunheo hanya menjawab bahwa ia terkena sudut meja di sekolahnya dan alasan-alasan lainnya yang terdengar seperti ganjil di telinga Aeri.

Sementara, Eunha hari ini juga ke Rumah Sakit karena Baekhyun memaksa Eunha agar pergi ke Rumah sakit untuk diperiksa. Padahal, Eunha cukup anti dengan yang namanya Rumah Sakit karena ada kejadian yang cukup membuatnya takut untuk menginjakkan kembali kakinya di Rumah Sakit. Baekhyun menghentikkan mobilnya, tepat di depan pintu lobby Rumah Sakit. “Aku akan menjemputmu, hubungi aku jika sudah usai. Dan jangan rahasiakan apapun tentang hasil tesnya, mengerti?”

“Baiklah aku mengerti.”jawab Eunha singkat dan segera turun dari mobil, baru ingin menutup pintu mobil namun Baekhyun kembali bersuara, “Kau yakin bisa sendiri?”tanya tampak sedikit tidak yakin dengan Eunha. Eunha hanya tersenyum kecil, “Aku bukan anak kecil, ahjussi. Traumaku tidak separah itu, dan kau harus tahu aku baik-baik saja,”katanya seraya menundukkan kepala sebagai tanda hormat. Baekhyun belum sempat berkata apa-apa, kemudian Eunha menutup pintu mobil Baekhyun. “Hati-hati di jalan.”kata Eunha lalu segera masuk ke dalam Rumah Sakit.

**

“Yunheo –a, kau sungguh tidak mau bilang yang sebenarnya pada Ibu?” Yunheo hanya menggeleng, ia lalu berlari menghindari sang Ibu. Namun langkahnya terhenti, “Noona!”ujarnya lalu memeluk Eunha, “Yunheo, bersama siapa ke sini? Siapa yang sakit?”tanya Eunha lalu memeluk Yunheo. “Aku bersama Ibu, badanku terus muncul warna biru dan ungu setelah jatuh hari itu.”kata Yunheo. Eunha kemudian menundukkan kepalanya singkat begitu Aeri hadir tak jauh di belakang  Yunheo, yang dibalas oleh hal yang sama oleh Aeri.

“Yunheo.. tidak jujur padaku, tapi kenapa denganmu dia jujur?”tanya Aeri, Yunheo hanya bersembunyi dibalik tubuh Eunha yang kecil. “Aku rasa, dia hanya takut dimarahi oleh Ibunya.. Yunheo eomoni.”jawab Eunha apa adanya.Eunha menjawab begitu, bukan ia benci pada Aeri, bukan itu. Ia hanya merasa demikian, bahwa Yunheo kelihatan seperti takut ketika melihat Aeri datang.

Eunha side’s

“Aeri –ssi, kemari sebentar.”panggil seorang dokter yang sepertinya memeriksa Yunheo tadi.Mungkin saja, karena setelahnya Aeri segera pergi, membawa serta Yunheo bersamanya. “Baek Eunha –ssi, silahkan isi formulir ini.”ujar seorang administrasi Rumah Sakit. “Ne..”

Aku berjalan menuju ruangan dokter itu berada, namun tanpa sengaja aku melihat Aeri sedang mengobrol dengan seorang dokter. Cukup jelas, karena lorong Rumah Sakit yang sepi. “Mari kita lihat perkembangannya dulu,”

“Aku tidak tahu bahwa Yunheo tidak dalam pengawasanku akan jadi seperti ini.. aku harus bagaimana?Aku kira semua akan baik-baik saja.”

“Jangan khawatir, hasilnya belum valid.. jangan sampai Yunheo terjatuh lagi, kemungkinannya akan membahayakan Yunheo itu yang aku khawatirkan.”ujar sang dokter pada Aeri, membuatku mengernyit heran, apa Yunheo benar-benar sakit. Baru aku ingin melangkah lagi, tiba-tiba seorang dokter menyita perhatianku, bukan karena parasnya yang tampan walau sudah tua, hanya saja aku ingat betul nama  yang tertempel di tag jas putih dokter yang ia kenakan.

Ia menyapa Aeri. “Eoh, sudah lama sekali tidak melihatmu.”sapa dokter yang tadi sempat menyita perhatianku, Aeri seperti nampak bingung. “Halo,”sapa Aeri kembali. Pertanyaan itu dan kilatan kilas balik tiba-tiba saja memenuhi benakku, yang masih tertegun. “Sunbaenim, anda kenal dengan Aeri ssi?”tanya sang dokter yang ada di sisi Aeri. Dokter senior itu hanya tersenyum, “Wajar sekali kau lupa, aku dokter yang menangani suami anda saat kebakaran Gohaeng Industry 13 tahun silam. Kasus suami anda adalah yang terparah ditangani olehku yang saat itu masih residen tingkat 2,”jelas sang dokter panjang lebar. Aeri termangu, lalu seketika sorot matanya terlihat resah, “Oh ya, aku ingat. Terimakasih sudah menyelematkan dia, dokter..”

Deg!

Tiba-tiba saja hatiku terasa dihantam oleh beton, rasanya begitu membuat sesak dan fikiranku terbang diawang-awang. Apa yang baru saja fakta yang aku dengar dari dua orang itu? Badanku gemetar, seketika ingatan mengerikan itu kembali. Segalanya yang jelas aku lupa selama 10 tahun ini tiba-tiba semuanya kembali di tempatnya semula.

“Dia?”

“Kami telah bercerai, dokter. Terimakasih sudah menyelamatkan mantan suamiku saat itu, aku bersyukur –karena ia masih punya kehidupan hingga detik ini berkat hari itu.”ujar Aeri membungkukkan badannya hormat sebagai tanda terimakasih. “Tidak perlu begitu, jujur saja aku menyesali sebuah hal hari ini karena tidak berhasil menyelamatkan satu nyawa akibat penangananku yang terlambat.. andai saja aku lebih cepat, pasti orang yang menyelamatkan mantan suami anda akan selamat.”

“Petugas pemadam yang menyelamatkan mantan suamiku, beliau tidak selamat?”

Ne..”

Mendengar itu, dadaku terasa sesak. Aku mencintai orang yang tidak secara langsung membunuh ayahku secara perlahan? Ya Tuhan, mengapa harus seperti ini? Kisah itu kembali berputar, secara sukarela, walau aku tidak ingin memulainya.

Flashback..

Kedua orang tua itu sedang berdebat di rumah mereka yang cukup besar. “Kau bilang apa? Semua yang terjadi pada anak kita adalah salahku?”

Suara itu menggema hingga dua mahluk kecil lain yang sedang berada di luar yang memang baru saja datang mendengar itu semua. Anak gadis yang lebih dewasa dari adik lelakinya menutup telinga sang adik. “Tidak perlu mendengarnya, Eunki. Hanya lihat Noona saja.”kata sang kaka pada si adik, suara pertengkaran itu masih terdengar hingga beberapa menit, dan mereda setelah itu. Keduanya keluar dari sebuah ruangan yang adalah kamar mereka dan agak terkejut karena anak-anak mereka telah tiba di rumah.

Dengan mata memerah, sang kaka perempuan menahan tangisnya. “Kenapa kalian selalu saja bertengkar?Eunki,” gadis itu belum selesai berbicara, tiba-tiba saja sang adik terjatuh ke lantai, badannya gemetar hebat. “Ya Tuhan! Eunki!”sang ibu segera merengkuh sang anak. “Eunha cepat ambilkan sendok!”pintanya lagi, air mata segera keluar dari pelupuk mata sang orang tua yang dipanggil Eunha dan Eunki, Ibu.

Sementara sang ayah hanya mengusap wajahnya seraya menelfon dengan nada khawatir begitu meminta ambulance untuk datang ke rumah mereka. “Alamat kami di,” ayah Eunha terus berbicara dan setelah itu mematikan sambungannya. Tak berselang, dering ponselnya kembali terdengar. Ibu Eunha hanya menatap ayah Eunha penuh isyarat agar tidak menjawab panggilan itu. Namun, Ayah Eunha tetap menjawabnya. Dan melangkah agak jauh dari Eunki dan Eunha serta sang Ibu yang sedang kerepotan melakukan pertolongan pada Eunki yang kolaps. “Apa?! Baiklah, siapkan petugas aku akan kesana!”kata ayah Eunha dan mengakhiri panggilan yang darurat itu.

Eunha yang berumur 13 tahun, tidak begitu mengerti sebetulnya, namun ia mencoba memberikan keputusan terbaik, untuk kedua orang tuanya. Untuk ayah dan Ibunya.

“Kau serius pergi ke TKP dan meninggalkan Eunki yang sedang membutuhkanmu?”suara Ibu Eunha menyerak, sementara Eunha pergi ke kamar untuk mengambil sesuatu, dan kembali dengan sehelai mantel milik ayahnya dan menyerahkannya pada sang ayah. “Kau harus pergi Ayah, Eunki akan banyak yang mengurus setelah ambulance tiba, dan aku juga Ibu bersamanya. Ayah pergi saja dan jangan khawatirkan apapun. Di luar sana, banyak yang membutuhkan pertolongan ayah. Jika ayah tetap di sini ayah hanya akan menyelamatkan Eunki, tapi jika ayah pergi melaksanakan tugas, akan banyak nyawa yang ayah tolong.. karena aku percaya pada Ayah.”ujar Eunha panjang lebar, membuat sang ayah segera mengenakan mantelnya dan berjongkok kemudian mencium kening putrinya lembut.

“Ayah juga percaya padamu, Eunha. Maafkan aku karena ada kebakaran hebat di Gohaeng Indsutry, aku pasti akan segera ke rumah sakit setelah semuanya selesai.

“..terimakasih karena sudah meyakinkan ayah, Eunha. Tolong jaga Ibu dan Eunki.”katanya lagi sebelum berpamitan. Eunha tersenyum, walau air mata mengalir di pipinya. “Baik yah.” Eunha melambaikan tangan sebelum sang ayah menghilang dibalik pintu rumahnya.

Tak lama, ambulance datang. Eunha ingin ikut ke Rumah Sakit, namun sang ibu mendorongnya untuk tetap tinggal di Rumah. “Tetap di Rumah, tunggu kabar dari ayahmu. Setelah itu kau bisa dengannya ke Rumah Sakit.”

“Ibu..”

“Aku sungguh tidak ingin melihatmu sekarang. Cepat masuk ke dalam rumah!”

Dengan perasaan sedih, Eunhapun masuk ke dalam rumahnya.

**

“Aku akan mencari seorang korban lain, tim 1 dan 2 keluarlah duluan. Aku akan keluar dalam 30 menit, lebih dari itu.. jika aku tidak muncul di luar bangunan, maka konfirmasi tim tambahan yang memadamkan api untuk ke dalam mencari keberadaanku.”pinta sang kapten petugas pemadam. “Baik kapten Baek!”ucap anak buahnya serentak.

Brak!

Pintu-pintu kaca pecah, kobaran api sudah menyebar di hampir seluruh bagian gedung.Kapten Baek masih berjalan dengan sisa oksigen yang bertahan 20 menit lagi, ketika ia berjalan di antara asap-asap dan kobaran api, ada seseorang yang terduduk di sana. “Ibayeo! Kau masih sadar?”tanya Kapten Baek.

Lelaki itu sayup-sayup membuka matanya, lengannya sudah terkena luka bakar. “Ya Tuhan,”gumam Kapten Baek pada lelaki itu. Ia kemudian mencopot oksigen dan juga jaket anti-api yang ia pakai. “Pakai ini, luka bakarmu tidak akan melebar.”

Baekhyun menghirup oksigennya yang diberikan si ahjussi. Ia sedikit tidak paham, ia hampir diambang kematian, namun mengapa masih saja ada yang menyelematkan hidupnya? “Ahjussi. Mengapa mengorbankan dirimu untuk orang sepertiku?Apa kau tidak sayang pada keluargamu?”

Kapten Baek mengulas senyum, ia mengambil sebuah sapu tangan untuk menghambat darah yang mengalir dari kaki si pemuda yang terluka. “Lalu, apa kau tidak punya keluarga?”

Pertanyaan ahjussi pemadam membuat lelaki itu termenung, mungkin saja istrinya sudah dalam keresahan jika kasus ini masuk dalam siaran live berita terkini, “Ada.. seorang istri yang sedang menantiku di Rumah.”

“Nah, aku kesini karena putriku meyakinkanku, meski seorang anakku yang lain sedang kambuh penyakitnya yang sedang dalam perjalan ke Rumah Sakit, aku menyelamatkanmu juga karena kau masih memiliki masa depan yang panjang, masa hidupmu masih panjang dan sangat panjang.”

“Ahjussi tahu darimana?”

“Karena Tuhan sangat menyanyangkan orang muda dan tampan menemui kematian lebih dulu..”kekeh sang ahjussi dan segera membopong lelaki itu yang terluka dibagian kaki yang tertancap pecahan kaca disana. “Kau masih bercanda di situasi genting begini, Ahjussi.”

“Agar aku bisa menyelesaikan pekerjaanku, gurauan dibutuhkan.Ayo kita keluar!”

“Terimakasih sudah menolongku, Ahjussi. Baek Jang In?”ujar lelaki muda itu seraya tertawa yang disambut hangat oleh Kapten Baek.

**

Kring!Kring!

Eunha segera melesat begitu dering telefon rumahnya berbunyi. “Yeobseyeo?,”

Detik berikutnya Eunha tak lagi menjawab namun hanya mendengarkan suara diseberang panggilan itu dengan hati yang hancur. Keputusan yang ia buat, mungkinkah telah salah? Ia sama saja mengirim sang ayah untuk pergi ke langit lebih cepat, namun Eunha kecil tak berlama-lama sesat dalam fikiran negatifnya, ia buru-buru menyelesaikan panggilan dan menelfon sang Ibu.

“Ibu, ayah dilarikan ke Rumah Sakit, ayah terluka..bisakah Ibu mencari ayah di Rumah Sakit?”

“Tidak bisa. Aku sibuk dengan urusan Eunki. Kau bisa ke Rumah Sakit dan cari ayahmu sendiri. Ibu tidak mau tahu apa-apa!”

Dan, sambungan diputus sepihak oleh Ibu Eunki, air mata Eunha terjatuh tanpa henti. Iya memang tidak terlalu kecil untuk pergi sendirian ke Rumah Sakit, namun Eunha merasa bahwa sang ibu benar-benar marah dengan keputusan yang ia buat dan membiarkan ayahnya pergi melaksanakan tugasnya.Akhirnya, ia membawa beberapa lembar won dan pergi ke rumah sakit. Hanya berbekal sebuah mantel dan juga dirinya sendiri.

Setiba di Rumah Sakit, Eunha segera ke ER untuk melihat sang ayah. Matanya menyapu pandang pada ruang ER yang sangat sibuk pada saat itu.Orang-orang masing-masing sibuk dengan tugasnya, sementara Eunha hanya membisu, ia terlalu bingung ketika tiba disana, banyak pemandangan mengerikan masuk kedalam pengelihatannya.

“Ayah!”teriaknya begitu ia menemukan sosok ayahnya yang berada di salah satu bilik pembaringan di ER. Sayup-sayup mata sang ayah terbuka, meski ia memakai alat bantu nafas kini. “Apa dokter sudah mengobati Ayah?”tanya Eunha dengan air mata yang masih mengalir, sang ayah hanya tersenyum seraya mengelus pipi sang putri kecilnya yang telah menjadi remaja. “Tidak apa-apa. Semuanya baik-baik saja,”kata sang ayah membuat Eunha semakin sengungukan. Ia kemudian menghampiri salah seorang dokter, “Ayahku belum diperiksa, dokter. Tolong periksa dia!”kata Eunha pada dokter itu.

“Aku hanya magang. Kami menangangi pasien sesuai prioritas, ayahmu sudah kami periksa tadi.”

“Lalu?”

“Hei intern! Cepat kemari!”

“Ne! Tunggu sebentar ya,”dokter muda itu lalu melangkah pergi menuju sang dokter utama yang sedang sibuk menangani pasiennya. Cukup lama Eunha menunggu, namun belum ada yang menangani sang ayah. Eunha berjalan menuju bilik lain, ada seorang lelaki yang masih terluka Eunha sempat mengernyit karena jaket kepemilikan sang ayah dikenakan oleh lelaki itu. Dan diwaktu yang sama ada seorang dokter yang datang dan memeriksa lelaki itu, “Vitalnya normal, siapkan ruang operasi untuk pasien ini. Bagaimana dengan walinya?”

“Sebentar lagi akan tiba.”

“Dokter, ayahku juga bersama oppa ini. Kenapa oppa ini duluan yang ditangani?”

Kkuma-ya, dokter menangani pasien sesuai dengan speasialisasi masing-masing.Akan ada dokter yang menangani ayahmu setelah ini. Intern! Tolong panggil dokter Jeon.”

Sang dokter kembali menangani lelaki muda itu, tak lama seorang gadis muda datang, dengan gurat wajah khawatir, ia bertanya pada seorang perawat. “Dimana korban kebakaran Gohaeng industry, dia lelaki berumur 23 tahun.”

“Ada di empat bilik ini, nona.” Gadis itu terdiam begitu menemukan orang yang ia cari, ia membekap mulutnya sendiri, meski air matanya terus berjatuhan.

Ya Tuhan, Baekhyun..”

“Tuan Byun akan dioperasi karena luka bakar di lengannya beruntung tidak melebar karena ia memakai jaket anti api yang diberikan salah satu petugas yang menyelematkannya. Kakinya juga harus kami jahit sementara karena terlalu lama terjadi infeksi anda bisa mengisi form persetujuan sementara Tuan Byun akan memulai operasinya.”

“Ne, tolong selamatkan suamiku..”

Eunha termenung, ia tidak lagi menangis. Ia tahu, pasti ayahnya sudah sebaik mungkin melakukan tugasnya bahkan ia rela melepaskan jaket anti api itu untuk pasien lelaki muda itu. Seorang dokter datang memeriksa Tuan Baek, namun EKG hanya menunjukkan garis hijau lurus. Eunha tidak berani untuk mendekat, ia terlalu takut untuk bertanya apa arti garis lurus itu untuk hidup ayahnya. Selanjutnya, ia hanya melihat sang dokter yang melirik jam di dinding yang menunggu penuh kebisuan. “Baek Jang In, wafat pada 8 November pukul 19.40 malam.”

“Tidak. Tidak mungkin, suami anak-anakku masih hidup beberapa jam lalu.”seru sebuah suara mendekat, ia begitu histeris melihat sang suami sudah terbujur kaku dengan darah yang telah mengering ketika ia terluka akibat menjalani tugasnya tadi. Tubuh Eunha gemetar hebat, begitu sang ibu bertemu tatap dengannya. “Ini semua karena dirimu!Suamiku mati, putra kecilku koma!”

Flashback End

**

Baekhyun sesekali melihat ponselnya, meski ia sedang rapat dewan direksi. Ini sudah hampir sore dan Eunha belum juga menghubunginya. Ini adalah hari kedua belas sejak insiden itu bahkan seharipun ia merasa tidak tenang karena Eunha berubah menjadi gadis seperti yang ia kenal di jembatan pada Musim Dingin lima tahun lalu. Rapuh dan terlihat putus asa. Ia mengisyaratkan Jaebum untuk mendekat, lalu membisikkan sesuatu di telinga Jaebum. ‘Tolong hubungi Eunha dengan ponselmu. Dia tidak menjawab pesan ataupun panggilanku.’

Jaebum kemudian keluar  dan tak lama kembali lagi dan membisikkan hasilnya pada Baekhyun. ‘Hasilnya sama, hwajangnim!’

Baekhyun hanya memutar mata dan menghela nafasnya. “Aku rasa, rapatnya cukup sampai disini saja. Kita lanjutkan lagi besok.” Baekhyun menunduk singkat, dan segera pergi meninggalkan ruang rapat. Sepertinya, ia harus menangkap Eunha sendiri hari ini. Alih-alih menggunakan istilah seperti bergurau, dalam hati lelaki itu seperti gemuruh dibawah langit mendung.

**

“Eunha ssi memang datang untuk konsultasi hari ini, namun sepertinya ia ada hal lain yang lebih mendesak sehingga pergi begitu saja.” Baekhyun tersenyum simpul, ia menunduk singkat. “Terimakasih”katanya dan segera berjalan menuju tempat mobilnya terparkir.

“Tolong ke rumah kosan Eunha periksa apa dia ada di Rumahnya atau tidak, setelah itu lapor padaku. Dia tidak melakukan konsultasi hari ini.”titah Baekhyun dan mematikan sambungan via suara dengan Jaebum tanpa mendengarkan jawaban dari sekretarisnya itu lagi. Perlu dicatat, ia khawatir memang, namun panik belum menyerangnya sebelum ia tahu bahwa Eunha memang tidak ada dimanapun.

Baekhyun menginjak pedal rem begitu ia mendengar rentetan kalimat yang terdengar dari suara Jaebum.

“Sowon bilang bahwa belum ada yang kembali dari pekerjaan. Jisoo pergi ke Daejeon untuk mengikuti seminar SH Pharmacy dan Sowon sedang melakukan pengajaran untuk para mahasiswa farmasi, aku sedang berada di kampus dengan Sowon karena rumah kosan mereka memang kosong.”

Gadis itu menghilang.

Dan, kini setelah semua berlalu. Seperti ada siklus yang sama namun berbeda rasa. Gadis itu kembali pada titik tergelap dalam hidupnya, sementara seorang wanita harus kembali menangis sendirian karena harus tetap tersenyum dihadapan orang yang paling ia sayang seakan semesta menghukumnya karena melempar kesalahan atas tiadanya sang buah hati pada seorang lain yang juga terluka, dan seorang lelaki lain dalam kepanikan karena orang yang selalu ia khawatirkan tetap bersama dengannya akan dalam bahaya, tiba-tiba saja menghilang dari pandangan. Seakan permohonan yang pernah ia panjatkan kini benar-benar terkabul oleh Yang Maha Kuasa. Entah untuk sekejap mata, atau untuk selamanya.

To Be Continue..

a.n

halo halo. Okay.

Saya cuman mau ngetes kalian aja nih, ada clue point of view dari someone nah, questionnya adalah siapa sih menurut kalian yang mengisi sebagai someone itu?

Jawaban yang bener dapat apasih emangnya, ray?

Nggak dapet apa apa sih *ditimpuk reader’s

BOHONG DEHH.. dapet kok, jadi, aku akan menyiapkan sebuah SPECIAL CHAPTER yang isinya itu kejanggalan dalam fanfic ini. Janggal dalam  artian buat kalian yang sadar masih ada tanda tanya besar untuk beberapa scene di chapter sebelumnya bakal ada di SPECIAL CHAPTER ini.. kalo gak ngeh juga? Yah kalian bacanya gak mendalami berarti hahaha

Jadi, ada yang seneng gak? Gak ada? Serius? YAUDAHLAHYAW *bowCapslockjebol

Udah gitu aja. Jangan lupa komentarnya gengs ^.^ jangan nakal-nakal jadi readers #ketawaevil *ditimpukreaders

Oya oya oya, mulai chapter 23 enak kali ya di password saja, biar seneng authornya di tanyaain terus mueheheh

Rhyk with L0V3 EAAA ~

46 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 18)”

  1. Oooohh jadi itu alasan ibunya membenci eunha kasian banget segitunya yah membenci anak kasian loh perjuang eunha untuk sampai sekarang eunha bahkan nggak punya tempat tinggal selain ngekos dan harus nyari uang untuk bayar kosan kok gue jadi sedih yah ngeliat nya berjuang sendiri maka dari itu baek jangan lama lama nyimpan perasaan eunha juga bisa rapuh dan putus asa jangan liat dari luarnya aja

    Oke thour gimana caranya minta pssw aku penasaran banget kapan baekhyun nyataiin perasaan nya, ini sampai mereka nikah nggak thour

    Jawab yah thour
    Jebal~

    Semangat thour nulisnya

  2. Eunha pasti lgi di pusara ayahnya,, dan baek,apa kbar nanti klau kamu tau ternyata ayahnya eunha yg telahenyelamatkanmu?? Hahaha😈 gak tau mau komen apa lagi,,?

    Semangat Rha😊

  3. lah tekuak sudah, lha kok bisa eunha nyalahin baek, ibunya kejam jg yaa sama anak perempuan… dia balik ke jembatan lagi kah?
    semoga baekhyun bisa nemuin, ngejelasin sejelas-jelasnya…

  4. aaagggghhhhhh,,,,mulai terkuak sedikit demi sedikit kenapa bisa begini dan kenapa bisa begitu,,,baek,,suka mah suka aja,,,,greget ih sma baek…
    auhtor-nim…fighting!!!!!!ga sbar nunggu kelanjutannya gimana iniiiii….

    1. sy nulisnya gak gregetan
      pas bacanya reaksi sy be like “helah nih ngapa ceritanya heboh bener?”
      sy sendiri suka histeris kadang bacanya
      apalagi kalo bc komentar dr kalian eaaa😂😂
      ditunggu ya

  5. Halo author-nim, aku readers baru loh, maaf thor dari chapter awal aku gak sempet ninggalin jejak alias comment soalnya seharian ini aku langsung marathonan baca nih ff hehe soalnya penasaran sih thor, mianhaeyo thor dan akhirnya aku langsung mutusin buat ninggalin jejak di chapter ini, pokoknya tuh aku ngerasa udah srek gitu dari awal aku baca ceritanya, udah gitu seru juga thor, oh iya thor si dahyun itu Belom ketemuan ama baekhyun kan ya? Apa emang udah tpi akunya yg kecepatan baca jadinya kelewatan Wkwk 😂😂
    Ditunggu kelanjutan cerita nya semangat ya author-nim 💪💪

    1. hehehe halo jugaaa just v?
      hooo iya.. itu emang kamu yang bener, aku yg blm buat scene wisuda dahyun. tapi, tenang aja itu akan ada di special chapter yaaa..
      maaf jd agak ngacak gtu ceritanya, td nya mau dibuat tp entah knp aku justru fokus ke 3 cast utama jd scene itu terlupakan
      ada beberapa scene yang aku blm smpt ambil juga di teaser huehehehe karena aku fokus ke cerita utama nya hehehe

      dan. . terimakasih atas pujiannya 😄😄😊
      kelanjutan chapter next yaa

  6. eunha kemana ya:( kuharap eunha sama baekhyun bisa bersatu♡ mau di pw ya? aku lupa lagi udh komen dari awal apa belum wkwk soalnya kadang ada yg ga kekirim komen ku T.T ntar komen dari awal aja deh

  7. Wahh masalh kian datang nihh, eunha menghilang pasti baekhyun pusingggg… hmmm aku tebak yang someone side di atas adalah aeri wkwkwk gak taunjuga sih sbnrnya cmn nebak doanggg… semangatt yaaa for the next chapters dan ngomong ngomong besok aku ujian tapi aku kepengen baca ini hehe bentar doangg wkwkw doain yaa

  8. Wah…jgn deh kalo eunha nyampe bunuh diri??si baek knp lambat amat sih mnyadari prrasaanmu ^_^..
    Aq syok pas tau ayah eunha meninggal gegara si baek..yah meskipun tdk lgsung ya..trus kata2 ayah eunha sm ky kt2 si baek pas mencegah eunha yg mau bunuh diri..
    Arrgghhh penasaran sm next chapternya…
    Ditunggu ya…

  9. Yunho itu anak siapa..
    Antara aeri sama yunhyong atau aeri sama baek..
    Dan masa lalu kai..
    Kakak.. akk sunggu penasarann.. bingitz..
    Sunggu seru crita.na
    Akk tunggu kak kelanjutannya…

  10. Eunha kemana ya?si baekhyun khawatir tu..eh itu emak nya eunha sadis amat kaya gak ada sayang2nya ama eunha.pokok nya ditunggu ya next chapternya,kalo di pasword bagi bagi ya thor..

  11. eunhanya ngajakin main petak umpet nih biar baekhyunnya nyariin. tapi ff ini keren sumpah. eunha sama baekhyun udah ditakdirin dari ayahnya eunha yang nyelamatin baekhyun dan sekarang eunhanya malah naksir baekhyun. kayaknya mereka emang udah ditakdirin bersama. hm kayaknya aku ngerti deh bagian mana yang belom clear, masa lalu eunha kan udah jelas ya dijelasin dichapter ini. yang belom jelas itu kai ga sih sama jongdae, kok bisa kai naksir aeri dan kenapa kai khianati baekhyun atau apalah itu, bener ga sih? terus masalah yunho itu juga belom jelas. yunho itu anak dari perbuatan aeri sama yunhyeong atau baekhyun karena kalo diinget inget sebelum aeri sama yunhyeong ngelakuin gitu baekhyun duluan yang udah ngelakuinnya sama aeri. dan kalo diinget inget juga dichapter berapa aku lupa author jelasin kalo yunho itu kayak aeri tapi kalo diperhatiin rada mirip seseorang dan aku yakin seseorang itu pasti baekhyun. dan semoga yang aku sampein ini bener wkwk. ditunggu thor next chapternya

  12. aku gk nyangka ternyata ayh eunha yg udh nyelamtkn baekhyun. apakah eunha akan membenci baekhyun karena dia berpikir bhwa baekhyun penyebab ayahny menggl. bagaimana reaksi baekhyun klw dia tahu bhwa eunha lah ank dri org yg menyelamtknny dlu. ff ini begitu byk memiliki teka teki. Dan kmn eunha pergi. apkah eunha akn bnuh diri seperti dahulu? kemudian apkh baekhyun akn menemukn eunha. Dsini aq phm knp ibuny eunha sgt membenciny. ternyta eunha dan baekhyun mempunyai masa lalu yg eunha bru kthui. sdgkn baekhyun blm menyadriny. bagaimana nasib eunha nnty. apkh dia akn mengubur perasaannya dan bagaimana jika baekhyun nnty bisa mti jika ditingglkn eunha. walaupun baekhyun tdk prnh mengatkn bhwa dia mencintai eunha tpi dsini kta bsa tahu dgn carany mengkhawatirkn eunha..
    semoga baekhyun dn eunha bisa menyelesaikn kisah masa lalu mereka. mkin pnsrn ma jln critany kk.
    ditunggu chapter selanjutny

    1. ayo gimana? btw.. kamu spt kode mnta spoiler hehehehe
      tenang Eunha bukan cewek berpikiran pendek kok hehehe makasih atas argumen kamu yang panjang 😁😁

  13. Yang isi point of view someone-nya antara Eun Ha dan Baek Hyun karena secara tidak langsung mereka terikat takdir dari masa lalu dalam hal ini melalui ayahnya Eun Ha… (Ngebaca cerita ini jadi ingat Drakor Secret Garden :D)… Well kayaknya cerita ini bakalan tambah rumit dan bikin penasaran.Dmana Eun Ha sekarang? Apakah dia mau bunuh diri lagi kalaupun tidak apakah sifatnya akan tetap sama pada Baek Hyun? Atau dia akan menjauh? Lalu Baek Hyun yang telahmenyelamatkan Eun Ha bagaimana perasaannya saat tahu bahwa dia juga yang secara tidak langsung membuat Eun Ha Hampir mati…
    Ugh makin greget… Jujur d chapter ini aku sebenarnya berharap ada adegan romance antara BaekHa tapi yah gak papalah…d tunggu chapter selanjutnya Thor….

  14. aku pusing baca chapter ini ka ‘ bukan gak suka ap lagi gak mudeng … tapi bnyak bnget yg jadi tanda ??
    kk bner” sukses muter”in otaku … 👍👍..
    ap kabar nasib eunha ‘ jangan sampai dia coba bnuh diri buat yang ke 2 x nya.
    terus gimana ahjussi baek kalou tau secara tdk langsung dia yg buat garis hdup eunha jadi gini..
    oh iaa ampun kenapa jadi ribet giniii ????
    ya tuhan tabahkanlah hati mereka 😢😢😢
    aq ikutan sedih ne mereka kek gini .
    ( kk tetap semangat ‘ aq tunggu part selanjutnya )

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s