[EXOFFI FREELANCE] Library Love (Chapter 14)

LIBRARY LOVE Chapter 14

Author    :    sucibyun

   Cast            :

park chanyeol

Kang Seul dae

Byun baekhyun

Park ra young

Shin ranran

Oh sehun

Do kyungsoo

Genre        :    romance, MERRIAGE LIFE .comedy

RATING    :     PG 18+

Note: ff ini berasal dari imajinasi uthor,bagus dan tidaknya itu tergantung dari kemampuan saya..jadi utor berharap reders bisa suka dengan kegajean saya…kritik dan sran sangat saya butuhkan dalam ff ini semoga semuanya bisa senang anyyeong!!

Hai readers tercinta!!! aku balik lagi mengisi kerinduan kalian yang amat mendalam *lebay hehehe…. maaf udah buatkalian menunggu lama.

Happy reading guys and don’t forget comment my story!!!

Mungkin sebuah kata dalam perpisahaan mampu membuat seseorang bisa melupakan secara menyeluruh masalalu yang dulu membuatnya sakit. Seperti halnya perpisahaan yang tak wajar, memilih pergi begitu saja untuk meninggalkan atau tidak, memutuskan untuk mengalah begitu saja dan mengorbankan perasaan cinta yang amat besar hanya untuk merelakan orang di cintainya itu pergi bersma orang lain.

2 tahun berlalu…

Ketika dua insan memilih untuk berpisah dan memutuskan hubungan yang sudah berusaha di ikat oleh kedua keluarga. Semunya tinggal kenangan. Kenangan yang tersimpan jauh di hati seseorang.

Semua menjalani kehidupan masing-masing. Tak ada lagi hubungan yang menyiksa batin, tidak ada lagi perasaan seperti dulu. semuanya berubah. Jarak telah memisahkan semunya. satu orang memilih untuk pergi dan meninggalkan semunya dan satu orang lagi memilih untuk melupakan dan membuka lembar baru yang lebih baik.

Susana kantin kampus nampak ramai di penuhi mahasiswa Seuol University. Banyak yang datang dan memulai keributan di masing-masing meja kantin mereka menghabiskan waktu sejenak untuk menghilangkan lelah karena mata kuliah dan tugas yang berat dari dosen killer di kelas mereka. Dan waktu istrhat ini yang mereka gunakan untuk menghilangkan penat sambil bercerita dengan teman-teman mereka.

line

sebuah notifikasi line membuat atensi ke dua mahasiswa di meja pojok dekat jendela teralihkan. Wanita berambut sebahu itu mengambil ponselnya setelah bunyi notifikasi line itu mengganggu aktifitas makannya.

“siapa?” tanya wanita cantik berwajah tirus di depannya

“D.o mengajakku ke pantai besok.” jawabnya menghela nafas. Wanita di depannya hanya mengangguk sembari merekahkan senyum mengejek.

“sepertinya dia mau minta maaf.”

“aku tidak peduli yuong-ah. Dia mau minta maaf kek,mau tidak kek, yang jelas aku masih marah padanya. aku memang baru sebulan menjalin hubungan dengannya, itupun karena dia yang meminta. Dan aku tidak peduli jika dia harus menika dengan wanita yang di jodohkan olehnya.”

“eitsh… bicaramu aneh sekali Ran-ah. Secara tidak langsung kau tidak rela kan jika D.o oppa menikah dengan wanita itu kan?” goda Ra young dengan senyum yang nampak sangat manis membuat Ra Ran mengalihkan tatapannya ke luar jendela.

“apa kau sudah tau siapa wanita yang akan di jodohkan dengan D.o oppa?” tanya Ra young memasukkan sup ke mulutya.

“aku tidak tau. dia hanya bilang akan di jodohkan, itu saja. setelah itu dia pergi entah kemana. Tipe pria brengsek nomor satu di seoul.” Dengus Ra ran meniup poninya.

Tidak lama seorang wanita cantik berjalan ke arah mereka, Ra young yang menyadari itu langsung melambaikan tangan pada wanita itu. Wanita itu hanya melempar senyuman sembari berjalan. Wanita itu kelihatan berbeda sejak 2 tahun silam ini. wanita itu tidak lagi nampak seperti gadis yang polos seperti dulu, meskipun banyak orang yang mengira wanita itu masih seperti gadis yang berumur 18 tahun. Di kerenakan wajahnya yang memang awet muda dan terlihat cantik bagaikan dewi romawi, apalagi rambutnya yang semkin panjang sampai pinggang, dan di buat bergelombang di bagian ujung, poninya selalu ia sertakan untuk model rambutnya, hanya saja poninya di buat tipis tidak seperti dulu. Selama berjalan memasuki kantin, semua mata tertuju padanya tidak ada yang bisa berkedip melihat kecantikannya.

“kenapa kau lama sekali seul-ra?” tanya Ra ran cemberut.akhir-akhir ini moodnya selalu buruk

“ya maaf… Dean memintaku menemaninya bertemu dengan klien kantornya jadi aku sedikit telat.”

“kerjamu pacaran terus. Dean juga, menemui klien kok harus bawa-bawa pacar. Dia terlalu Posesif jadi pria”  ketus Ra ran yang di hadiahi pelototan oleh Ra young

Seul dae hanya tersenyum, “duduklah suel-ra jangan pedulikan banteng di depanku ini” sambil menatap tajam Ra Ran yang menjulurkan lidah.

Seul dae duduk dengan tenang. Lalu setelah itu memanggil pelayan. Kantin ini sudah elit,mereka tidak harus memesan di kasir cukup memanggil pelayan layaknya di restoran. Semuanya memang sudah berubah yah?.

Seorang pelayan datang dengan memabawa buku menu.

“mau pesan apa nona?” tanya pelayan itu  Seul dae membaca menu

“pesan nasi goreng kimchi satu dan es jeruk” pesan seul dae setelah itu melemparkan senyum pada Ra young. Pelayan itu hanya menggangguk sembari menulis. Lalu setelah itu pergi ke dapur kantin untuk mengambil pesanan.

“apa kalian sudah mendengar kabar?”

“kabar apa?” tanya Ra ran antusias karena jika Ra young sudah menggantung ucapan mengenai kabar, maka pembahasannya pasti penting dan menarik, dan Ra ran tidak ingin melewatkan itu

“chan yeol akan kembali ke korea!”

Lagi seul dae hanya senyum. Ia sudah lupa dengan nama itu, tapi saat mendengar nama itu perasaan itu mulai muncul kembali. Sakit.

setelah 2 tahun lama ini ia tidak pernah mendengar tentang pria itu, hati Seul dae terasa nyeri.

Ingatlah semunya sudah berubah, dia pergi dan aku melupakan. Sekarang aku dan dia tidak punya hunbungan apapun lagi.kita sudah berjanji untuk tidak saling mengenal. Sekarang Aku dan Dean dan dia dengan wanita yang sangat ia cintai.

“aku pikir kau membawa berita bagus. Kau mau membuat seul dae-“

“tidak apa-apa Ran-ah. Lagi pula aku tidak tau siapa yang kalian bicarakan. Sudahlah aku lapar pesananku juga sudah datang, terimah kasih eonni” seul dae memilih untuk memanggil pelayan itu dengan sebutan eonni biar sopan.

Berbalik, kali ini Ra ran yang meloloti Ra young, yang kini mengumapat sembari tesenyum kecut pada Ra ran.

Hening. Mereka makan tampa suara, ra Ran sejak tadi memperhatikan Ra young  hingga sadar matanya jatuh pada benda di jari manis Ra young.

“kapan kalian akan menikah. Dua tahun pacaran belum menikah-menikah” ucap Ra ran tanpa melepas tatapannya pada jari manis Ra young

Ra young mendecis, melemparkan tatapan sinis “kau kepo sekali Ran-ah. Terserah kapan aku menikah, lagi pula aku dan Sehun tidak mempermasalahkan itu. Nah kau bukan ibu dari kami malah menanyakan kapan kami. Kami memang tidak ingin terlalu buru-buru dan sehun sudah berjanji tidak akan mengganggu kulaih dan masa depanku. Yang harus bertanya itu aku. Kapan D.o mengakui kau sebagai pacarnya aww!” pekik, Ra ran mendapat pukulan sendok di jidatnya

“jaga ucapanmu!. Jangan sampai aku memasukkan garpu kemulutmu itu”

“ya salah sendiri, menyindir pernikahanku”

“yak! Aku tidak menyindirmu aku hanya bertanya!” pekik Ra ran tidak mau kalah

“hei kalian kenapa sih bertengkar terus?. Kalian ini sudah dewasa!”

Semua bungkam ketika Seul dae sudah mengeluarkan suara. Sejak tadi seul dae masih menikamati nasi goreng kesukaannya, tapi nasi gorengnya tiba-tiba terasa pahit mendengar kedua sahabatnya itu terus mengoceh dan saling bertengkarkarena masalah kecil.

Seul dae bangkit dari duduknya “ baiklah. Aku mau pergi Dean menungguku di bawah”

“kau sudah mau pergi? Secepat ini? kau bahkan baru duduk stengah jam bersama kami,” kesal Ra ran membuat Seul dae tersenyum kecut.

“maaf aku harus ke toko buku mencari sequel dari Library love.”

“hah? Sequel Library love. Buaknkah Morao shan sudah-“

“seseorang telah mengemas pilosopi morao menjadi sebuah novel percintaannya. dan aku sangat ingin membacanya” potong seul dae membuat Ra young mengerti.

“ya sudah kalau begitu pergi lah. Sampaikan salamku pada Dean oppa, eh jangan lupa bilang padanya!. dia masih punya utang padaku” ucap Ra ran sumringah, seul dae hanya mengangguk setelah itu berbalik dan meninggalkan temannya.

Seul dae berjalan ke arah parkiran kampus menyebarkan pendanganya, mencari sosok pria yang sejak tadi menunggunya. Dan pandangannya jatuh pada seorang pria yang tengah bersandar di samping mobil Audi merah. Pria itu nampak melihat jam di tangnnya wajah tampannya terlihat khawatir.

Seul dae tersenyum manis melihat wajah lelah pria itu. Seul dae mempercepat langkahnya. Hingga tiba di depan pria itu

“Hei!” sapanya saat pria itu belum sadar, pria itu mengalihakan tatapannya dan langsung mendapati seul dae yang berdiri di depannya dengan senyum manis di bibirnya. Pria itu langsung berdiri tegak, menarik kepala seul dae lalu mencium kening seul dae lama. Seakan menyerap energi agar rasa lelahnya hilang. Seul dae menutup mata menikamati ciuman itu, ciuman yang selalu membuat hatinya tenang,bibirnya tersenyum saat pria itu melepaskan ciumannya dan mentap iris matanya

“I miss you” ucap pria tampan itu

“kita baru bertemu berapa jam yang lalu Dean dan kau sudah merindukanku” kekeh seul dae membuat senyum kecil di bibir pria itu nampak. Sangat tampan itu tanggapan seul dae saat melihat senyum itu.

“kau tau, setiap menit atau bahkan second waktu aku selalu merindukanmu. Aku selalu ingin memelukmu dan menciummu Kang Seul Dae, aku tidak bisa jauh-jauh darimu. Itu membuatku tersiksa.” adu Dean mentap dalam mata Seul dae sebelum kembali mengecup pipi seul dae bergantian.

Seul dae hanya tersenyum. Ia sangat bahagia Dean mencintainya begitu sangat sampai-sampai pria yang dikenalnya satu tahun lalu itu tidak ingin melepasnya walau hanya semenit saja.

“iya aku mengerti aku juga merasakan hal yang sama Dean. aku mencintaimu” balas seul dae dengan tatapn penuh arti membuat dean gemas.

Cup.

Dean mengecup bibir ranum milik seul dae membuat seul dae sedikit terkejut karena Dean melakukan itu di depan umum apalagi sekarang banyak orang yang memperhatikannya dengan tatapan iri.

“DEAN!. Ini tempat umum aku malu” ucap seul dae menampilkan rona merah di pipi putihnya. Bukannya bersalah Dean kembali medekatkan wajahnya dan mengecup sekilas bibir yang selalu di rindukannya itu.

“Dean…” lirih seul dae pasrah membuat dean terkekeh gemas

Menarik pinggang seul dae,menempelkan tubuh mereka mengikis jarak di atara keduanya. Seul dae menutup wajanya dengan telapak tangan, takut Dean menciumnya lagi. Buannya ia menolak ia hanya malu Dean melakukan itu di depan umum

“wanita yang sangat manis” ucap dean memainkan rambut wanitanya.

“mau sampai kapan kau menggodaku di sini?” tanya seul dae

Dean melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang seul dae. “ oh aku sapai lupa ayo kita pergi” ajak Dean membuka pintu mobil untuk seul dae.

Setelah memastikan wanitanya masuk ke dalam mobil Dean berjalan memutar untuk masuk ke kursi kemudi. Dean menyalakan mesin lalu menancap gas. Melajukan mobilnya menuju pusat pembelajaan. Tokoh buku terbesar di Seoul.

Tak butuh waktu lama mobil Dean berhenti di depan toko besar berarsitertur mewah dengan pengunjung yang sangat ramai. Letaknya di pusat kota. Ini hanya toko buku tapi bakan seperti bagunan berlantai Lima.

Seul dae turun dengan dean yang membuka pintu mobil untuknya. Seul dae melingkarkan tangnnya di lengan Dean mengajak pria itu berjalan bersama memasuki toko buku.

Tidak lama sebuah mobil datang dan berhenti tepatdi belakang mobil Dean. Sosok pria tinggi keluar dari mobil itu dengan ponsel di telinganya.

“iya ibu aku sudah sampai. Aku sedang di toko buku, Aku ingin membeli buku untuk seseorang” ucap ria itu berjalan masuk ke toko buku.

jangan lupa membawa hadiah untuk wong min. Dia sudah menunggu pamannya sejak kemarin”

“tentu saja aku sudah menyiapkan hadia khusus untuknya. Katakan bahwa aku tidak sabar untuk mencium pipinya yang mengemaskan itu ibu.”

“ hahaha nanti aku sampaikan. Dia sedang bermain dengan kakeknya sekarang,aku tidak ingin mengganggunya sejak kemarin dia menangis dan ingin cepat-cepat bertemu denganmu. ya sudah cepatlah datang. Semua sudah menunggumu di sini”

“iya ibu akalu begitu telfonenya aku tutup”

Setela telfonnya terputus. Pria itu naik eskalator lantai dua. Lalu berjalan menuju rak buku yang sudah di isi oleh paa pengunjung yang satu tujuan dengannyayaitu mencari buku yang mereka ingin beli.

……..

Drtt..drrtt…. ponsel di saku bergetar, membuat pria itu merogoh dan mengeluarkan ponselnya.

“sayang aku kesana dulu. Aku ingin mengangkat telfon” ucap Dean mengelus rambut panjang Seul dae. seul dae hanya menganguk sembari tersenyum, lalu setelah itu Dean pergi mencari tempat yang tidak terlalu bising.

15 menit seul dae memutari rak buku yang berisi buku novel-novel terbaru. Seul dae belum juga mendapatkan buku yang ia cari. Terlalu sibuk mencari tulisan judul yang ada di kepalanya,seul dae berjalan mundur karena matanya tidak sengaja meliat novel karya sung-min berjudul “love hurt” di depannya, ia masih ingin berada di rak yang berisi novel-novel yang menjamah penglihatannya, perlahan seul dae  memundurkan langkahnya berniat pinda ke rak sebelah. Seorang pria dengan buku di tanganya berjalan terburu-buru hingga tidak sadar manabrak tubuh seul dae yang membelakang.

Buku di tangan pria itu jatuh, seul dae yang menyadari itu berbalik dan meminta maaf

“maafkan aku…”

Seul dae langsung menunduk mengambil buku itu tanpa melihat siapa yang menabraknya. Bibir seul dae tersenyum saat melihat judul di sampul buku itu “filosopi cinta Library love”

Pria di depannya diam memandang wajah seul dae yang nampak tenang sambil menatap bukunya. Seul dae mengangkat wajah.

“ini buku—mu”

Bbuk!

Buku di tangan seul jatuh begitu saja. matnya membulat, bibir kecilnya terbuka sempurna melihat siapa yang tengah berdiri di depannya. Pria yang sudah lama tidak di dengar kabarnya. Seorang Pia yang memutuskan hubungan dan pergi enatah kemana sekarang berdiri di depannya dengan tatapan seperti pertama ketika bertemu dulu. Tatapan yang sama sekali seul dae tidak bisa lupa. Ya! dia adalah Park chanyeol. Seorang pria yang pernah mengisi hatinya, seorang sosok yang pernah menjadi suaminya meskipun tak berjalan lama karena mereka memutuskan hubungan secara tidak baik. setelah bercerai chanyeol pergi tanpa mengatakan kemana iakan pergi. Dan yang paling membuat seul dae sakit. Chanyeol pergi dengan wanita itu.

Mereka saling bertatapan cukup lama tanpa mengucap sepatah katapun mereka hanya melakukan peran batin dengan tatapan yang saling di tautkan

“Apa kabar ?apa kau baik-baik saja selama aku pergi?”

“Kemana kau selama ini,apa kau bahagia dengan wanita itu?”

“setelah aku pergi apa kau masih sering menangis?. Maaf kan aku membuatmu lama menunggu”

“kenapa kau datang chanyeol?. Apa kau belum puas membuat aku menderita. Aku sudah melupakanmu tapi kenapa kau datang lagi dan berdiri begitu saja di depanku?

Cukup lama mereka bertatapan sampai tidak sadar seorang pria sudah berdiri di samping Seul dae sembari melingkarkan tangnnya di pinggang Seul dae. seul dae terkejut dan langsung menoleh mendapati Dean yang menatap Chanyeol dengan tatapan dingin begitupun dengan Chanyeol.

Mata chanyeol memanas saat tangan itu bergerak posesif di pinggang seul dae. apa chanyeol cemburu?. Hah! untuk apa dia cemburu!

“ kau sudah menemukan novel yang kau cari sayang?”

Seul dae menggeleng lemah, “kalau begitu lain kali saja kita mencarinya. Aku antarkan kau pulang, kau pasti sudah lelah” ujar Dean membalikkan tubuh seul dae dan membawa seul dae pergi.

Chanyeol menunduk mengambil buku itu di lantai lalu mengsap sampulnya, membersikannya dari debu. Untuk sesaat ia menatap buku itu lalu matanya menatap punggung wanita yang sudah menjauh turun ke lantai bawah, wanita yang sudah sangat ia rindukan.

Secepat itu kah?. Secepat itu kah kau menyerah padaku? Apa kau tidak tau betapa sulitnya aku selama ini, ketika harus menahan rasa cintaku selama dua tahun?. Aku mencintaimu sampai sekarang,cinta itu tetap sama tidak pernah berubah,karena aku yakin cinta ini aka membuatmu kembali padaku. Aku pergi untuk memastikan hatiku hanya untukmu, aku mencoba melepas seseorang demi dirimi.aku pergi untuk memperbaiki situasi dan kesalah pahaman. Dan aku kembali untuk membawamu kembali padaku. Tapi apa aku bisa seul dae apa aku bisa membawamukembali untukku?

……

“pasang setbeltmu seul dae” titah Dean sambil tersenyum menatap Seul dae yang sejak tadi terdiam. Dean menggeleng saat seul dae tidak merespon ucapannya dan hanya menatap lurus.

Dean mendekatkan diri memasang setbelt seul dae, saat ingin menjauhka tubuhya Dean berhenti menatap seul dae sejenak, karena seul dae hanya diam terpaksa Dean langsung mengikis jarak, mendekatkan wajahnya menyentuh hidung seul dae memiringkan wajah dan menempel bibirnya ke bibir seul dae, tidak ada respon bibir Dean bergerak mengulum bibir ranum seul dae. menikmati rasa manis yang selalu membuatnya kecanduan. Tangan Dean kini bergerak menekan tengkuk Seul dae memperdalam ciumannya.

Apa kabar dengan hati suel dae yang merasakan dejavu. Sosok di depannya seakan berubah berganti dengan sosok pria yang sejak tadi mengisi kepalanya. Seul dae menutup mata menahan tangisnya, sontak ia mendorong dada Dean

“hentikan chanyeol!”

…..

20 menint perjalanan ke dua sejoli itu saling diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Dean sibuk menyetir dan seul dae haya dia sambil menundukkan kepalanya.

“kau ingin mendengar musik?” tanya Dean memperbaiki situasi canggung. Tak ada jawaban seul dae tetap dengan posisinya tak mau menatap Dean

“sayang?” dean menggenggam tangan seul dae,sebelah tangnnya memegang stir.

‘kau masih mencintainya seul dae. kau masih mencintainya kau sudah kalah!’ batin seul dae bagaikan tertusuk beribu jarum.

Seul dae semakin menundukkan kepalanya saat merasakan genggaman keras di tangnnya, rambutnya yang panjang kini menutupi seluruh wahanya.

ia begitu bodoh sekarang,ia begitu egosi dengan perasaannya. Tidak bisakah hantinya untuk Dean saja?. dean mengalihkan tatapannya sebentar pada Seul dae dan betapa terkejutnya saat melihat Bahu seul dae yang tiba-tiba bergetar dan bersamaan dengan itu dean menginjak rem dan meminggirkan mobilnya.

Seul dae menarik tangnnya dan langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Menumpahkan kesedihan yang sejak tadi di tahannya. Mengeluarkan isakan yang sangat menyesak di hatinya. Seul dae menangis. Menagis sejadi-jadinya. Ia berusaha melupakan namun usahanya rupanya sia-sia karena ia tidak membohongi perasaannya saat matanya kembali bertemu dengan mata pria itu. Rasa rindu yang tersalurkan dari mata pri itu seakan membongkar kebohogan yang sel dae simpan rapat-rapat di hatinya.

Kebohongan bahwa ia sudah melupakan pria itu. Kebohongan bahwa pria itu sudah lama tidak ada di hatinya.ia membohongi hatinya bahwa ia tidak mencintai priaitu lagi.

“maafkan aku Dean maafkan aku….hiks..hiks…”

Dean tertawa keras, menyandarkan kepalanya lalu ia menoleh menatap sinis seul dae yang masih menangis menutup wajahnya dengan telapak tangan.

“apa sekarang kau menyuruhku bertaruh Kang seul dae. aku terima tawaranmu. Aku tidak akan membiarkan pria berengsek itu merebutmu dariku!”

Ucapnya dengan kilatan marah di matanya diikuti senyum evil di bibirnya. Sosok yang belum pernah seul dae lihat dari seorang Dean.

……..

Tbc.

Bye bye chanyeol and say hai Dean!. Kamu harus berjuang lagi chan-ah. Cukup seul dae yang berjuang untuk kamu. Kalau memang menginginkan berlianmu kembali maka kamu harus menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nya hahaha. *udah kayak omongan psikopat aja :>.

Hai author kembali lagi, maaf ya gak nepatin janji buat up tipa minggu. Kayaknya author udah banyak dosa sama kalian *menangis.

Maaaf ya kelamaan.

jAngan lupa komennya di banyakin biar aku semangat menuisnya hehehe

5 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Library Love (Chapter 14)”

  1. Thor, tolong buat Chanyeol berjuang mati2an buat dapetin Seul Dae dong, biar dia tahu gimana perasaan Seul Dae dulu waktu Seul Dae beruang untuk Chanyeol.
    Ditunggu next chapnya ya thor. Fighting 😊

  2. Kyaa~!! Baru baca. Sebel juga sih sama chanyeol,tapi juga kasihan..:3
    Dean vs chanyeol OMO!!! Next next~👉
    Makin seru~.. Author-nim fighting✊😉

    1. Eh kiraiin yang baca cuman satu orang. Sempet kecewa 😌. Tapi aku bakal jarang kayaknya up di sini. Update nya kalau ada waktu senggang aja 😊

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s