[EXOFFI FREELANCE] From Me to You (Chapter 14)

From ME to YOU

Written by michi13

Chaptered

Genre : AU – School life – Friendship – Romance

Rating : PG 17

Main Cast : EXO’s Byun Baekhyun x Bae Ji Hyo (OC)

Additional Cast : EXO’s Kim Joon Myun | Red Velvet’s Bae Joo Hyun | ZE:A’s Park Hyung Sik | GFRIEND’s Kim So Jung | other cast.

Summary : “Ah begitu. Aku kira kalian berpacaran. Kalian berdua terlihat baik saat bersama.”

Disclaimer : Cerita ini hanya sebuah fiksi. Ide dan alur cerita benar-benar dari pikiran dan imajinasiku sendiri,semua tokoh yang berperan milik orang tua dan agensi masing-masing kecuali OC. Jangan menjadi plagiat !

Author’s note : Terimakasih buat admin EXO FANFICTION INDONESIA karena mau menerima dan mengirim karyaku. Terimakasih juga buat readers yang mau baca karyaku. Β Semoga suka^^

Beautiful Poster by NJXAEM @Poster Channel

Happy reading^^

From ME to YOU – CHAPTER 14 : ‘SILENCE’

Hari demi hari terus berlalu dengan cepat. Selama itu juga,Ji Hyo dan Hyungsik saling menjaga jarak tak terkecuali Hyungsik dan Joo Hyun. Jika diperhatikan,lelaki Park itu lebih berdiam diri berpikir di sela-sela aktivitasnya. Belum lagi,Joo Hyun dan Joon Myun yang hubungan pertemanan mereka sedikit retak karena masalah masa lalu. Kemudian hubungan keluarga Ji Hyo juga sedingin es,tanpa ada pembicaraan lebih lanjut mengenai hubungan asmara Ah Young.

Yang jelas semua orang sedang memiliki situasi yang rumit.

“Ji Hyo!” Itu suara Baekhyun yang memanggil dirinya.

Gadis itu tersenyum menatap Baekhyun yang sudah datang menghampirinya. Keduanya duduk bersama di salah satu bangku kantin-mengundang keheranan dari semua siswa yang melihat mereka. Pasalnya,mereka berdua selalu bertengkar tidak jelas-dulunya. Namun,akhir-akhir ini justru mereka bertambah akrab.

“Kau yakin tidak ingin menjenguk ayahmu?”

Pertanyaan Baekhyun barusan membuat Ji Hyo memuntahkan sedikit supnya. Gadis itu melebarkan matanya kesal menatap Baekhyun yang sayangnya malah tertawa melihat ekspresi Ji Hyo.

“Kau jorok sekali,” komentar Baekhyun masih tertawa.

“Kau ini mema-” ucapannya terhenti kala tangan Baekhyun dengan apiknya mengusap bekas-bekas sup di dagu Ji Hyo menggunakan selembar tisu.

Bae Ji Hyo diam tak bergerak. Sejujurnya ia sedang gugup karena jantungnya tiba-tiba berdegup cepat. Dilihatnya,Baekhyun selesai dengan aktivitasnya lalu menatap Ji Hyo biasa.

“Go-gomawo. Ternyata kau baik juga,” komentar Ji Hyo dengan senyum seadanya.

“Tentu saja-“

“-bagaimana jika aku menemanimu? Menjenguk ayahmu.”

Ji Hyo tampak berpikir, “Tidak. Aku tidak ingin menjenguknya. Apa peduliku?”

Baekhyun mengernyit mendapati ekspresi Ji Hyo yang tidak sepadan dengan apa yang ia ucapkan. Ia tersenyum, “Hyo-ah. Aku rasa kau sangat ingin menjenguknya dan bicara padanya. Jangan bohongi dirimu sendiri.”

Ji Hyo terjengit lalu memakan supnya cepat-cepat tanpa merespon omongan Baekhyun barusan.

“Baekhyun Sunbaeee~”

Lagi-lagi,Ji Hyo menumpahkan sedikit supnya dari mulutnya kala mendengar suara panggilan yang menurutnya menjijikkan. Terbukti kan,dari reaksi Ji Hyo barusan?

“Kim So Jung?” Gumam Baekhyun datar pada gadis yang sudah berdiri di dekatnya sambil menatap takut Ji Hyo.

“Aish,menjijikkan sekali.” So Jung berkomentar jijik melihat sup yang membekas kembali di dagu Ji Hyo.

Lelaki Byun itu menatap Ji Hyo dan kembali terkejut ketika gadis itu menumpahkan sup lagi dari mulutnya. Sedetik kemudian,Baekhyun tertawa lagi menatap Ji Hyo yang membuat So Jung bingung tak mengerti dengan tawa lelaki Byun itu.

“Annyeong Baekhyun sunbae,apa harimu baik?” Tanya So Jung sok imut sambil tersenyum manis. Lelaki Byun itu hanya menatapnya sekilas lalu mengangguk sebagai jawaban.

“Umm,sunbae. Aku ingin membicarakan soal tes ikut klub kedisiplinan siswa. Kau ingat aku kan?”

Baekhyun kembali mengangguk sebagai jawaban. Mulutnya tampak terbuka akan berbicara, “Geurae. Mungkin hari in-“

“Tidak bisa.” BRAK.

Seisi kantin terkejut mendengar gebrakan Ji Hyo yang kelewat keras. Ia menatap sebal hoobae dihadapannya, “Ya! Jangan mengganggu orang makan!”

“Ne? Tapi Baekhyun sunbae tidak sedang makan.” Balas So Jung melihat meja mereka yang hanya terdapat semangkuk sup dan sebotol air mineral-milik Ji Hyo.

Bae Ji Hyo menegakkan tubuhnya,entah mengapa melihat gadis ini amarahnya tiba-tiba memuncak. Ia juga tidak mengerti dengan dirinya yang tiba-tiba bersikap aneh seperti ini. Padahal ia baru saja bertemu Kim So Jung,tapi kenapa ia jadi kesal saat gadis itu berbicara seperti itu pada Baekhyun? Bukankah itu aneh?

Ji Hyo menatap Baekhyun sebentar yang diam tak mengerti, “Aku sudah ada janji dengan Baekhyun jadi kau harus pergi sekarang.”

“Eh?” So Jung tampak terkejut.

Ji Hyo memutar bola matanya malas kemudian menatap Baekhyun datar, “Bukankah kau akan menemaniku menjenguk ayah? Jangan plin plan!”

“Eh?” Sekarang ganti Baekhyun yang terkejut.

“Arraseo. Mianhae,So Jung-a. Mungkin kau bisa membicarakan hal itu pada Joon Myun hyung. Aku yakin dia lebih baik,” ujar Baekhyun setelah berpikir lama pada juniornya-memberikan solusi lain.

Kim So Jung tampak kesal lalu melangkah pergi meninggalkan dua seniornya. Sebelum benar-benar pergi,tak lupa ia tersenyum pada Baekhyun dan menunduk hormat pada Ji Hyo.

“Sejak kapan kau bilang mau menjenguk ayahmu?”

Ji Hyo gelagapan, “Tadi baru saja. Kau tidak dengar?”

Baekhyun terkekeh sambil mengangguk mengerti, “Arraseo. Arraseo. Kita pergi setelah pulang sekolah nanti. Oke?”

Entah mengapa setelah Baekhyun memihaknya dan memilihnya,Ji Hyo jadi lega dan senang secara bersamaan. Apalagi melihat gadis itu yang kesal,ia rasanya jadi tambah senang. Hmmm,apa alasannya kira-kira?

***

“Kenapa kau tidak pernah mengatakan bahwa Hyungsik lah yang menciummu saat itu?” Tanya Joon Myun dingin pada Joo Hyun yang masih betah menangis.

“Joon Myun-ah,bukan begitu. Waktu itu,aku hanya terlalu mencintainya.” Jawab Joo Hyun sambil terisak.

“Tapi setidaknya kau berbicara padaku. Aku ini sahabatmu!”

Joon Myun tak habis pikir dengan gadis yang sudah menjadi sahabatnya sejak SMP ini,bukankah sahabat selalu berbagi suka dan duka satu sama lain?

Joo Hyun mengangguk, “Nan arra. Nan arra.”

“Ya! Sebenarnya kau itu menganggapku sahabatmu atau sebatas teman untukmu yang sama sekali tidak punya teman?” Tanya Joon Myun emosi mengabaikan gadis itu yang tambah terisak.

“Kau tau tidak? Gara-gara lelaki itu,kau harus menanggung malu,gosip,dan hukuman itu sendirian. Gara-gara lelaki itu,kau menutup dirimu dan acuh pada adikmu sendiri. Dan apa yang dilakukan lelaki itu hah? Dia bisa-bisanya-” Joon Myun menjeda ucapannya sejenak,rasa-rasanya ia ingin mengumpat Hyungsik.

“-lelaki itu memutuskanmu tepat setelah rumor buruk antara kau dan dia muncul. Bukankah kau terlalu bodoh untuk melindunginya?”

Bae Joo Hyun menyentuh dadanya yang sesak-mengingat memori buruk setahun lalu antara dia dan Hyungsik,mantan pacarnya.

“Padahal waktu itu,aku percaya saja jika kau memang tidak tau siapa lelaki itu. Kau bilang kau tidak tau siapa lelaki itu karena tempat itu gelap? Tapi nyatanya,lelaki itu PACARMU SENDIRI!” Joon Myun mengeraskan suaranya di akhir kalimat. Sejujurnya ia juga menangis melihat Joo Hyun sekarang ini. Namun hujan yang mendera berhasil menutupi air matanya dan suara seraknya.

Nafas Kim Joon Myun terengah-engah karena emosinya yang sudah bertumpuk di dada. Selama ini,ia tidak tau siapa lelaki yang mengubah sahabatnya 180 derajat. Sebagai sahabat,seharusnya ia tau apa masalah gadis itu dan mencari solusinya bersama. Tapi?

“Dari awal kau hanya menganggapku teman lama dari SMP,padahal aku menganggapmu sebagai sahabat yang selalu berbagi keluh kesah dan kebahagiaan.”

“Sekarang lihat dirimu,kau kembali diperlakukan seperti gadis murahan lagi kan dengannya? Padahal kalian tidak ada hubungan apa-apa!”

Gadis itu diam tak merespon hanya menangis terisak di hadapan lelaki Kim itu.

“Aku sudah berusaha untuk bisa terhindar darinya. Hatiku selalu sakit jika melihat Hyungsik tapi dia selalu ada dihadapanku!” Joo Hyun membalas ucapan Joon Myun sebagai pembelaan akan dirinya sendiri. Dilihatnya lelaki itu diam namun tak lama terkekeh.

“Bukan kau yang tak bisa terhindar dan bukan tubuhmu yang tidak bisa melepaskannya. Tapi hatimu lah yang tidak bisa melepaskan dia dan otakmu yang tidak bisa berhenti memikirkan dia!”

Joo Hyun terkejut dengan pernyataan yang dilontarkan Joon Myun barusan,ia tampak berhenti sejenak dari isakannya.

“Kau itu masih menyimpan rasa padanya,Joo Hyun-ah.”

SSSSHHH. Semilir angin menyapu pangkal leher telanjangnya membuat lamunannya buyar seketika. Namun pernyataan terakhir Joon Myun berhasil membuatnya terngiang-ngiang.

Apa benar dirinya masih mencintai Hyungsik?

Diatap sekolah ini,ia menatap aula sekolahnya yang sepi tak ada siapapun. Sebenarnya,dia sedang bolos jam sejarah karena pikirannya yang terus terbebani. Tiba-tiba,ia tertawa tanpa suara mengingat bodohnya dia menerima cumbuan gila dari Hyungsik setahun lalu.

“Ternyata aku memang bodoh.”

.

.

.

“Baiklah itu saja. Kalian boleh pulang.” Guru Kang keluar dari kelas 3A setelah bel berbunyi.

Park Hyungsik menilik bangku Joo Hyun yang masih kosong-tak berpenghuni. Hanya ada tas milik gadis itu di sisi meja. Dilihatnya Joon Myun membereskan barang-barangnya acuh lalu keluar kelas dengan santainya. Mengabaikan bangku sebelahnya yang kosong.

“Kim Joon Myun.” Panggil Hyungsik tanpa sadar melihat lelaki itu melewati teras kelas.

“Mwo?” Tanya Joon Myun pada Hyungsik yang kepalanya sudah menjembul di balik jendela.

“Tumben sekali kau sendirian.”

“Apa urusanmu?”

“Ani.”

Hyungsik selesai dengan Kim Joon Myun lalu menenteng tasnya keluar kelas. Joon Myun mengangkat sebelah alisnya tak mengerti, “Kemarin dia menangis karena dicium sembarangan oleh lelaki tidak jelas. Benar-benar tidak bertanggung jawab sekali ya. Bagaimana menurutmu?”

Lelaki Park itu berhenti sesaat di tempat tanpa menatap Kim Joon Myun yang tampak menyindirnya, “Kenapa kau tanya pendapatku?”

“Jika menciumnya saja tidak bertanggung jawab lalu jika tidur bersama apalagi. Pasti lelaki itu hanya menikmati tubuhnya dan meninggalkannya di ranjang. Jangan sampai Joo Hyun seperti itu nantinya.”

BRUK. Tanpa diduga Hyungsik sudah menahan Joon Myun dengan tangan kekarnya meremas kerah lelaki itu. Wajahnya tampak dingin dengan ekspresi marahnya yang berapi-api.

“Apa maksudmu?”

“Aku hanya bertanya pendapatmu sebagai seorang lelaki. Kau keberatan?” Kim Joon Myun menanggapi Hyungsik santai.

“Kau sedang menyindirku?”

Kim Joon Myun menghentakkan tangan Hyungsik kasar namun tenang. Dia menghela nafas perlahan lalu berucap, “Akhirnya kau menyadarinya. Dengar,Joo Hyun bukan mainan. Jadi jangan seenaknya kau mencium dia tanpa alasan! Apalagi sampai membuatnya menangis! Kau itu laki-laki! Harusnya bermain mobil-mobilan bukan boneka!”

BRUK. Lagi,kerah Joon Myun ditarik dan diremas kembali oleh Hyungsik.

“Ini juga berlaku untuk Ji Hyo,Hyungsik-ah.”

“Jo-joon Myun.” Kedua lelaki itu menoleh pada lorong lalu menyudahi perkelahian kecil mereka kala melihat Bae Joo Hyun disana.

Hyungsik melepas cekalannya kemudian melangkah cepat meninggalkan tempat itu. Sebelumnya,ia dapat melihat Joo Hyun dengan wajah pucatnya disertai bibirnya yang sedikit membengkak. Gadis itu hanya diam berjalan melewati Joon Myun setelah mengambil tasnya di kelas.

“Aku duluan.”

***

Bae Ji Hyo sampai di rumah sakit ayahnya bersama Baekhyun menggunakan mobil miliknya namun di kemudikan oleh lelaki Byun itu. Kedua siswa berseragam itu masuk bersama ke dalam ruangan rawat dengan nama ‘Eun Won’,ayah Ji Hyo.

Dilihatnya pria itu yang masih berbaring di blankar dengan pandangan kosong ke jendela kamar. Baekhyun menghampiri pria itu perlahan diikuti Ji Hyo yang hanya diam acuh.

“Annyeonyhaseyo,Tuan Eun,” sapa Baekhyun sopan dan ramah pada ayah Ji Hyo.

Eun Won mengalihkan pandangannya sejenak lantas tersenyum dan mendudukkan tubuhnya, “Kalian berdua duduklah.”

“Ne,kamshahamnida.” Ujar Baekhyun.

“Bagaimana kabar anda? Anda lebih baikan?”

Eun Won mengangguk lalu tersenyum, “Tentu saja,karena anakku menjengukku dengan pacarnya.”

“Ne?”

“Dia temanku,ayah.” Ralat Ji Hyo datar di sofa sana.

Eun Won mengernyit namun tak lama mengangguk mengerti, “Ah begitu. Aku kira kalian berpacaran. Kalian berdua terlihat baik saat bersama.”

Baekhyun hanya tersenyum canggung sedangkan Ji Hyo langsung menegakkan tubuhnya-beranjak dari duduknya.

“Aku akan membelikan minuman u-untuk ayah dan Baekhyun.” Setelahnya,gadis itu benar-benar pergi keluar dengan ekspresi gugupnya. Dengar! Jantungnya kembali berdegup lagi!

Ayahnya terkekeh menyadari tingkah anak bungsunya. Ia menatap Baekhyun lagi yang hanya diam menunduk, “Jadi namamu Baekhyun?”

Lelaki Byun itu mendangak dan mengangguk, “Ne. Byun Baekhyun.”

“Kau teman baiknya?”

“Ya bisa dibilang begitu. Sebenarnya kami selalu bertengkar dan berdebat tidak jelas disekolah,itu karena aku seorang ketua kedisiplinan yang mengurusi siswa pembuat masalah seperti Bae Ji Hyo. Namun lama-lama kami mulai terbiasa dengan pertengkaran hingga akhirnya tanpa disadari kami jadi akrab.” Jelas Baekhyun sambil terkekeh disela-sela ucapannya.

Entah sudah berapa kali Eun Won kembali mengangguk dan tersenyum sebagai respon.

“Lalu apakah Ji Hyo baik-baik saja disekolah? Apa dia punya pacar?”

Baekhyun sedikit tersentak walau tak terlalu kelihatan. Sebenarnya,ia ingin bercerita tentang masalah rumit yang dialami keluarga Ji Hyo namun rasanya kurang pantas jika dia yang harus menceritakan. Bahkan dalam hal ini,masalah yang satu ini terlebih masalah pribadi keluarga-yang sepenuhnya tak ada kaitannya dengan Baekhyun.

“Namjachingu?” Ulang Baekhyun yang direspon dengan anggukan kembali.

“Dia ada-“

“-dia punya. Ji Hyo memiliki kekasih dan akhir-akhir ini sedang ada masalah maka dari itu aku mengajaknya untuk menjenguk ayahnya.”

Eun Won tampak mengernyit bingung, “Lalu apa hubungannya? Apa berkaitan denganku?”

Sekarang Baekhyun bingung harus menjawab apa,jika ia ceritakan masalah Ji Hyo ada kemungkinan gadis itu sebal dan tidak terima. Namun jika tak dibicarakan,gadis itu akan lebih frustasi lagi. Apalagi,kakak dan ibunya hanya diam-tak membicarakan lebih lanjut.

“Kenapa? Apa kekasih Ji Hyo tidak sebegitu baiknya? Atau ada masalah lain?”

“Ah mungkin lebih jelasnya dan alangkah baiknya,jika anda bertanya dan berbicara langsung pada Ji Hyo. Aku kurang mengerti,” alibi Baekhyun dengan senyum canggung.

“Ah begitu ya.”

“Bukankah seorang ayah juga berperan dalam hal itu?”

Eun Won mengangguk mengiyakan, “Tapi apa dia menganggapku sebagai ayahnya?”

Dengan senyuman lebar Baekhyun menjawab mantab, “Tentu saja,karena anda adalah ayahnya.”

To be continued.

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] From Me to You (Chapter 14)”

  1. ah,, aku hrp ji hyo bsa secepat x tau tentang taruan antara kekasih x dgn tmn geng x,, lalu ji hyo putus dgn hyungsik terus hubungan antara ji hyo dgn baekhyun bertambah dkt hingga mrka mnjdi sepasang kekasih hehehe…

    Pada tanggal 15/11/17, EXO FanFiction Indonesia

  2. Jihyo udah mulai cemburu pas dikantin hohohoh ❀
    dia juga deg"an begitu xD
    apa si baekhyun begitu juga? ❀
    ditunggu kelanjutannya thor ❀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s