[EXOFFI FREELANCE] We are Different! (Chapter 1)

Photo_1510018600793.png

Title : We are Different!

Author : U.E

Main Cast : Goo Eun Ha (OC) , Park Chanyeol (EXO), Oh Sehun (EXO), Lee Seul Bi (OC), Minatozaki Sana (Twice)

Additional Cast : Cha Eunwoo (Astro), Park jimin(BTS), J-hope(BTS)

Genre : Drama, Romance, Angst

Length : Chapter

Rating : PG-15

Dislaimer : this story is mine. Ff ini asli hasil pemikiran author. Don’t bash, don’t plagiat! Sebenarnya ff ini juga dipublish di wattpad aku, jadi jangan heran kalau ada kesamaan, namun dengan nama pena (syaca07) hihi ^^

Summary : Jika ini memang jalan hidupku, aku akan membiarkanmu mengambil hidupku untuk mencari kebahagian yang kau cari.

Happy Reading Readers.. jangan lupa tinggalkan jejak : )

Author Pov

Suatu hari seekor angsa bertanya pada seekor itik buruk rupa, apakah dia masih punya malu tetap hidup didunia ini dengan wajah yang tidak diharapkan oleh siapapun dan menjadi sendiri untuk selamanya?

Itik itu menjawab, ini adalah hidupku, apa jika aku menginginkan wajahmu untukku, apa kau rela memberikannya?

Angsa itu meremehkan itik. “Sampai kapanpun kau tidak mungkin bisa menjadi secantik diriku.”

“Kau tidak bisa menghakimi takdir, ada kala kau akan berada dibawahku.” Ujar itik.

Angsa merasa kesal dengan jawaban si itik ” kau tidak akan pernah bahagia seumur hidupmu”

“Apa kau tau apa itu kebahagiaan? Apa kau pernah merasakannya? Bahkan matamu saja tidak pernah bersinar. Kau punya segalanya tapi kau tidak melihat dan menikmati hidupmu. Kau tenggelam dengan segala aturan yang mengikatmu.”

Angsa terdiam.

” lihatlah meskipun aku kecil, dan buruk, tapi mataku bisa melihat indahnya kehidupan yang menyilaukan, aku menikmatinya meskipun sendiri. Itu tidak jadi masalah untukku.” balas itik.

Lama terdiam, terdengar isakan halus dari angsa. Itik merasa heran

” itik, bolehkah aku meminta suatu padamu?” Itik hanya diam

” bolehkah aku berada di posisimu meskipun hanya sebentar? Kita berganti posisi. Aku akan memberikanmu wajahku, kau tidak akan sendirian lagi.”

” maaf, carilah kebahagianmu sendiri dengan caramu. Hidupku berasal dari jalan yang kutentukan sendiri. Dan sampai kapanpun akan tetap seperti itu. Selamat tinggal.” Itik meninggalkan angsa yang termenung ditempatnya.

Author POV End

Goo Eun ha POV

” jhaa.. ceritanya sudah selesai. sekarang ayo tidur anak-anak.”

” onnie, apa yang terjadi pada angsa itu? “

” hem.. entahlah, kita tunggu edisi selanjutnya hehehe..”

” aghh onnie tidak asyik.”

” sekarang waktunya tidur sayang, anak-anak. Ayo… besok kalian harus sekolah bukan.”

” hem baiklah..”

Selagi melelapkan mereka, aku menyempatkan diriku berfikir, jujur aku juga penasaran apa yang terjadi pada angsa selanjutnya? Apa dia akan mencari jalan kebahagiaannya sendiri? Atau tetap hidup seperti yang telah ia jalani selama ini?

Goo Eun Ha, 23 Tahun, Aku seorang mahasiswi tingkat terakhir jurusan Penerbitan dan Komunikasi, aku juga seorang pekerja paruh waktu untuk membiayai kehidupanku dan oppaku Goo Eun Woo yang 4 tahun lebih tua dariku dan mengalami cacat mental sejak ia lahir, ia tidak bisa bicara, takut terhadap orang luar, dan selama ini ia duduk di atas kursi roda. Appa sudah meninggalkan kami dari dunia ini sejak aku dilahirkan, sedangkan eomma, entahlah. Ia lari meninggalkan ku dengan oppa dihari kelulusanku saat aku berumur 11 tahun. Mungkin ia tidak sanggup lagi menanggung kehidupan ini bersama. Tapi dengan ini aku menjadi lebih mandiri, hidupku lebih tertata dan menjadikanku seseorang yang lebih kuat. Saat ini aku sedang berada di rumah tuan Kang, tempat aku bekerja part time, yaitu menjaga anak-anak nya yang berumur 5 tahun dan 4 tahun saat mereka pergi mencari nafkah sekaligus menidurkan mereka pada malam harinya.

” ooh eun ha ya, mereka sudah tidur?” Ujar ny.Kang.

” ne, baru saja.”

” omo terima kasih, kau benar benar merawat mereka dengan baik.”

” ahniya, mereka anak-anak yang penurut, jadi ini mudah untukku.”

” baiklah, ini gajimu minggu ini, terima kasih ne.”

” waaa terima kasih nyonya, terima kasih.” Ujarku bersemangat.

” apa kau akan segera pulang?”

” hem, oppa sudah menunggu dirumah. Kalau begitu aku pamit nyonya.”

” baiklah, salam untuk oppamu ne.”

” em, tolong sampaikan terima kasihku untuk tuan Kang.”

” tentu saja, hati-hati di jalan ne.”

” ne~~

Aku melangkah keluar dari kediaman tuan kang dengan riang, sungguh ini adalah waktu yang aku nanti nantikan. Gaji yang sudah kutunggu tunggu dalam seminggu ini. Kira-kira apa yang akan kubelikan untuknya ya?

——–

” aku pulang~~

Aku mengedarkan pandanganku dan beranjak ke kamar seorang goo eun woo. Aku melihatnya masih berada pada posisi dimana aku meninggalkannya tadi pagi, entah kenapa aku sangat ingin suatu hari disaat aku pergi dan pulang aku ingin melihat posisi yang berbeda, bukan posisi yang sama setiap saat. Akankah itu terjadi? Perlahan kulangkahkan kakiku mendekatinya dan berlutut didepannya.

” oppa..aku pulang.”

Dapat kulihat ia tersenyum meskipun tipis.

” kau tau hari ini hari apa?” Ia menggeleng pelan.

Aku membuka bungkusan ku dan mengeluarkan isinya,

” taraaa… saengil chukae hamnida.. saengil chukae hamnida.. saengil chukae uri oppa.. saengil chukae hamnida..”

Ia tersenyum lagi.

” ayo sekarang pejamkan matamu dan buat permohonan.”

ia melakukannya, namun di sela permohonannya aku melihat cairan bening itu membasahi pipinya yang tirus. Aku memalingkan wajahku, ini adalah sesuatu yang tidak bisa ku lihat. Jika ini terus berlanjut aku yang akan terisak keras nantinya. Setelah berhasil menenangkan diriku sendiri, aku kembali menghadapnya dan melihatnya sudah menatapku, aku mencoba tersenyum.

” sudah selesai?” ia hanya menganggukkan kepalanya. Aku berdiri tegap, dan membungkukkan diriku meraih sosok yang aku sayangi ini menuju dekapanku.

” goo eun ha sangat menyayangi dirimu, selamanya aku akan tetap disampingmu, sampai jantung ku yang berdetak lemah ini benar benar berhenti. Jadi, tenanglah, teruslah tersenyum, jangan pernah menganggap dirimu sendiri beban untukku. bagiku kau bukan beban tapi kebutuhan untukku. aku tidak bisa bertahan hidup jika kau tidak ada disampingku. Kaulah keluargaku satu satunya, kaulah penyemangatku, aku menyayangimu oppa..” ujarku melepas dekapanku dan memberi kecupan di dahinya. sialnya cairan bening itu jatuh dari pelupuk mataku dan segera ku hapus.

” Ayo sekarang kita potong kuenya dan aku akan menyuapimu, emm..

———-

” selamat pagi… sapaku

” ooh selamat pagi, kau datang pagi hari ini.” ujar jimin sunbae

” ne, aku sedang tidak ada kelas, dan part time lainnya.”

” waaa.. apa kau benar benar melakukanya huh?”

” em? Apa?”

” bekerja part time di berbagai tempat, sedang kau juga seorang mahasiswi tingkat akhir dan kau juga seorang pekerja magang di kantor ini.

” gwenchana. kau tau sunbae, ini sangat menyenangkan. Ujarku sedikit berbisik.

” em, karena itu minumlah ini untuk menambah semangatmu. Ujar jhope sunbae yang ntah darimana sudah berada di sampingku dan menawariku segelas susu coklat hangat

” huwaa, gomawo jhope sunbae.

” emm, eun ha ya, apa kau tidak pernah berfikir untuk berkencan. Tanya jhope sunbae dengan tatapan menyelidiknya.

” kenapa kau tiba-tiba membicarakan itu? Tanya jimin sunbae.

” tidak, hanya saja aku tidak pernah melihatnya dijemput atau jalan bersama seorang namja.

” aish yak! itu privasi untukknya, ada urusan apa denganmu huh? kesal jimin

” haha mian mian,

” gwenchanayo sunbae, aku memang tidak berfikir untuk berkencan hehe, itu akan menyulitkanku.

” wae? Aku merasa itu malah sedikit membantumu.

” itu menurutmu sunbae, tapi dalam pandanganku, itu sulit untukku. hidup seperti ini sudah cukup untukku.

Kulihat jimin dan jhope sunbae hanya mengangguk anggukkan kepalanya. Aku merasa sedikit lucu dan terhibur dengan mereka.

” ouh, ada apa ini?

” ouh, ketua Jang selamat pagi, sapaku. Jang geun Seuk Ketua tim ku di kantor editor ini. dari ekor mataku dapat kulihat jimin dan jhope sunbae memberikan salam mereka.

” em, eun ha ssi hari ini kita punya sedikit pekerjaan, mungkin beberapa wartawan sudah mengirimkan bahan tulisan, setalah kau mengoreksinya segera muat di majalah kita dan kalian (menunjuk jimin, jhope) bag. Fitur lakukan sisanya dengan baik, setelah itu serahkan kepada bag. Percetakan. Dan jangan lupa mempublishnya di website kita.

” ne sajangnim. Balasku bersemangat.

———

” ouh berita apa ini? ujarku mengecek tulisan tulisan yang dikirimkan untuk di muat dalam majalah. Berita para selebriti hari ini.

” ada apa? Tanya jimin sunbae mendekat.

” lihatlah. Lee seul bi entertainer dengan segudang bakat ternyata anak haram dari perdana mentri saat ini?

” mwo??? Lee Seul Bi si cantik dan baik hati itu? Anak haram perdana mentri? Jinjja???? Teriak jimin yang berhasil mengundang banyak mata kea rah kami.

Buggh

” yak! suaramu terlalu keras ! ujar jhope sunbae memukul kepala jimin sunbae.

” ada lagi. ujar ku.

diduga lee seul bi bintang cantik dan berbakat sudah lama memakai barang barang terlarang.

” NEEE???? Teriak jhope dan jimin bersamaan, dan sungguh mereka membuatku jantungan. Aku memegang dadaku yang membuatku sedikit sesak.

” ouh eun ha ya gwenchana?

” haha ne, tolong jangan berteriak sunbae.

” ah mianhae, ck apa berita ini benar.? Apa kita harus benar benar mempublishnya. Bukankah ini hanya sejenis rumor, apa ada seseorang diluar sana yang ingin merusak citra seorang lee seul bi, ayolah dia yeoja bak malaikat. Bela jimin sunbae.

” tapi sunbae, apa berita hari ini di telivisi, apa hal ini sudah masuk berita atau media sosial?

” sepertinya belum, aku melihat berita tadi pagi dan mengecek keadaan di SNS ku tapi tidak ada berita seperti ini. balas jimin sunbae

” kenapa mereka tidak mengirim tulisan ini ke  media penayangan  ataupun di SNS, bukankah itu jalan yang lebih cepat untuk membuat citra lee seul bi buruk.

” hem, kau benar. Kenapa dia mengirim kepada editor dan dipublish dari sini.

” omo ,..apa jangan jangan mereka ingin membuat nama perusahaan ini  jatuh.

Sejenak aku berfikir, ada benarnya apa yang dikatakan jhope sunbae, jika dipublish atas nama editor dan penerbit yang ada di kantor ini makan yang dtuntut adalah kami. Haah ini tidak benar!

” sunbae. Bagaimana jika kita tidak mempublishnya dulu.

” apa yang akan kau katakan pada ketua Jang nanti?

” mungkin ketua Jang juga tidak tau isi tulisan ini. aku akan menjelaskannya padanya nanti. Tapi sekarang, apa kau mau membantuku?

” mwo?

———–

” yak! apa ini benar tidak apa? Bisik jhope sunbae

” hem, gwenchana tidak ada yang tau kita akan menemui manager nya bukan. balasku.

” bukan begitu, menurutku jika memang itu benar mereka pasti akan menyangkalnya.

” jika mereka orang yang jujur dan bersih maka mereka akan mengatakan yang sebenarnya.

” aish, kau benar benar ingin terlibat eun ha ya,

” baiklah sunbae tunggu disini, aku akan duduk disana.

Aku mendudukkan diriku di sebuah bangku restorant, menunggu seseorang yang ingin kutanyakan tentang perihal tulisan yang didapat dalam tim ku. Sudah 20 menit berlalu dari waktu perjanjian, apa dia akan datang? Pikirku. Aku mengalihkan pandanganku kearah luar jendela melihat orang-orang berlalu lalang. Satu pertanyaan terlintas dikepalaku, kehidupan seperti apa yang mereka jalani, apa mereka merasakan akan kebahagian itu?

” chogiyo… suara seseorang memecah lamunanku.

” ouh?

” kau goo eun ha?

” em, lalu apa kau …

” park chanyeol, aku yang kau hubungi. Aku manager Lee Seul Bi. Ujarnya duduk berhadapan denganku.

” aaah, hem. balasku sedikit canggung.

” ada apa menghubungiku? Aku tidak punya banyak waktu. Kau tau kan jika man..

” arayo, selaku cepat.

” ini juga menyangkut artismu. Lee seul bi.

Aku sedikit kesal dengan namja ini, ia sedikit sombong menurutku.

” aku bekerja di sebuah tim editing khusus di sebuah perusahaan. Dan pagi ini aku mendapat berbagai tulisan dari sekelompok wartawan majalah, aku tidak mengerti. Dan aku membaca tulisan itu, aku sedikit meragukan isinya oleh karena itu aku memanggilmu untuk memastikannya dan menentukan tulisan itu di publish apa tidak, karena jika tanpa kejelasan dari pihak kalian, perusahaan kami pada akhirnya yang akan disalahkan karena di terbitkan dari sana, aku tidak ingin perusahaanku yang kena imbasnya. Aku hanya ingin menyelamatkan nama baik perusahaanku.

” langsung saja apa isi tulisan itu?

” Lee Seul Bi anak haram dari perdana mentri Lee. ujarku lepas.

” MWOO??

” issh pelankan suaramu tuan.

” apa kau tidak salah?

” ahniya, aku membacanya berkali kali, dan satu lagi Lee Seul Bi sudah memakai obat-obatan terlarang sejak lama.

” huuh… berita apa itu. remehnya

” aku juga tidak tau, aku hanya heran kenapa mereka mengirimi kami tulisan seperti itu, seharusnya jika mereka ingin memburukkan citra artismu itu, mereka bisa mengirimkannya ke media televisi ataupun menyebarkannya ke SNS. Dan pertanyaanku, apa semua itu benar? Aku mohon jawab sesuai keadaan sebenarnya, jawabanmu memutuskanku untuk mempublishnya atau tidak.

Sejenak ia terdiam, ia mengepalkan tangannya dan melemparkan pandangannya keluar jendela, dapat ku lihat bola matanya bergerak gelisah ia cemas. Apa berita itu benar?

” tuan ak…

” hehh nona. selanya.

” apa kau bodoh? Tanyanya meremehkanku.

” mwo? Bodoh katamu? Yak! jaga mulutmu. Kesalku.

” jika kami memang seorang pencuri , apa dengan mudah seorang pencuri mengakui kejahatannya?

” jika memang kau seseorang dengan hidup bersih dan jujur maka kau akan mengakuinya. Jangan menjadi seseorang yang pengecut.  jika kau berbohong, dan kami bermasalah maka aku akan mengajukan rekaman kita ini.

” mwo? Kau merekam pembicaraan ini?

” ne, wae? Sekarang cepat jawab aku, bukankah kau tidak punya banyak waktu?

Dia hanya diam, frustasi itulah yang aku liat dari raut wajahnya saat ini.

Drrtt..drrtt..drrtt..ponselnya berbunyi. Ia  mengangkatnya.

” ne.. jawabnya.

” MWOO?? Suaranya melengking seperti sebelumnya membuatku ikut terlonjak.

Ia menatapku tajam. Ada apa? Pembicaraan nya selesai. ia menatapku tajam, aku benar benar tidak bisa berkutik, setelahnya ia pergi begitu saja dari hadapanku. Apa ini? ia bahkan belum menjawabnya. Dasar manusia aneh.

” yak! eun ha gawat!

” ada apa sunbae?

” beritanya sudah beredar.

” mwo???

” dan sumbernya dari website majalah kita.

” NE??? kenapa bisa. Aku menyimpan itu baik baik dikomputerku, siapa yang membuka komputerku.

” huh, habislah sudah.

” apa ketua Jang? Ahni tidak mungkin dia sangat cermat dengan pemilihan tulisan yang akan dipublish di majalah. Tapi.. bagaimana bisa. Siapa yang melakukannya?

Go eun ha pov end

——-

” kau tidak benar benar melakukannya Lee Seul Bi?

” tidak.

” huh, apa yang kulakukan sekarang.

” kim sajangnim, aku mohon bantu aku menghilangkan berita ini, aku tidak ingin membuat appa terganggu.

” aku bisa membantah tentang beritamu menggunakan obat-obatan terlarang, tapi sulit untuk menghilangkan berita yang satunya lagi, karena disini bukan hanya dirimu yang disorot publik.

” lalu?

” dimana chanyeo?

” dia akan sampai sebentar lagi.

” huh.. kemana dia saat semua ini terjadi.

Ckrek..

” maafkan aku tuan. Aku terlambat.

” untuk saat ini batalkan semua jadwal seul bi selama 3 hari kedepan, aku akan memberi klarifikasi dan mendiskusikan sesuatu.

” ne.

Chanyeol bersama lee seul bi keluar dari ruangan ceo agensi mereka.

” kau baik baik saja? Tanya chanyeol.

” aku ingin pulang.

” hem, ayo ikut aku. Ujar chanyeol menarik lengan seul bi.

——–

” kenapa kau membawaku kesini?

” bukankah disini lebih menyegarkan, jauh dari kota, dan kau bisa beristirahat dengan tenang.

” ini villamu?

” emm, sekaligus tempatku menenangkan diri dari permasalahan hidupku.

” kau berasal dari keluarga yang kaya, tapi kenapa kau memilih bekerja sebagai managerku? Jangan katakan karena aku sahabat kecilmu.

” bukan, aku melakukan ini untuk melindungimu.

” melindungiku? Tapi kenapa? Apa aku selemah itu?

” tidak, kau kuat, alasanku ingin melindungimu karena aku juga ingin terus bersamamu, aku ingin kau terus dalam jangkauanku.

” kenapa?

” yak! kenapa pembicaraan kita seperti ini. tunggu sebentar, aku akan mengambilkan minuman. Kau haus bukan?

Seul bi mengangguk dengan senyuman yang menghiasi wajahnya namun sepeninggalan chanyeol senyumannya luntur seketika. Pandangannya kelam.

” eomma… tolong aku lirihnya memandang langit biru diatasnya.

Tak lama chanyeol sampai dengan 2 buah botol minuman di tangannya dan menyerahkannya ke seul bi.

” huh, cuaca hari ini bagus. seul bi hanya berdehem.

” kau masih memikirkannya?

” tentu saja.

” tenanglah, semuanya akan berlalu.

” kali ini terlalu berat yeol ah..aku tidak bisa menahannya

” semuanya akan baik baik saja, percayalah.

“yeol ah, aku ingin menanyakan sesuatu.

” apa itu?

” bagaimana caranya untuk bahagia?

” mwo? Pertanyaan macam apa itu? Bukankah selama ini kau sudah merasakkannya? Meraih mimpimu itu adalah suatu kebahagiaan.

” itu hanya sesaat, sungguh selama ini aku bukan hidup dalam kebahagiaan, aku merasa yang kulewati selama ini hanya bayangan. Aku sama sekali tidak bisa menikmati hidupku.

” huh, lalu apa yang kau lakukan? Jika itu yang kau rasakan, bagaimana caramu meraih kebahagianmu?

” meskipun aku dikelilingi orang-orang yang menyayangiku, tapi aku tidak merasa ada kasih sayang yang tulus disana. Itu sangat menggangguku, terkadang aku berfikir aku ingin mengakhiri hidupku.

” yak! jangan mengatakan hal itu dan jangan pernah melakukannya.

” arayo! Aku bukan pengecut.

” baguslah.

” melihat mereka yang hidup dalam keluarga kecil tertawa bersama membuatku iri.

” kau juga bisa seperti mereka.

” jinjja? Siapa yang akan bersamaku seperti itu.?

” aku.

Sejenak seul bi tercenung mendengar jawaban tegas chanyeol.

” aku akan bersamamu, jika kau mau.lanjut chanyeol karena merasa suasana menjadi canggung, Seul bi tersenyum setelahnya.

” kau memang telah bersamaku selama ini, bodoh.

” hemm.. begitukah. Ujar chanyeol memalingkan wajahnya dari seul bi, ia merasa buruk, karena seul bi tidak peka terhadap perasaannya. Dan hanya menganggapnya sebatasa sahabat sekaligus manager.

” yeol ah, aku ingin pulang.

” jangan mengulangi kata kata itu.

” wae? Apa tidak boleh? aku merindukan kampung halaman ku. Bersama ibuku.

” keadaan sedang tidak mendukung. Jadi, kumohon bersabarlah.

” yeol ah jika kita tidak bersama seperti ini, apa yang sedang kau lakukan?

” molla, mungkin aku sedang dijodohkan dengan yeoja lain di suatu restorant.

” haha jawaban macam apa itu. Tapi apa kau tidak masalah dengan statusku sebagai anak haram?

” jika aku keberatan, aku tidak mungkin bertahan denganmu dari kecil sampai saat ini.

” huh, aku juga berterima kasih pada cincin ini karena sudah menemaniku sampai saat ini. ujar seulbi mengelus cincin peninggalan eommanya.

” yeol ah..

” hmmm…

” gomawo..

Cup

Satu kecupan mendarat di pipi kiri chanyeol dan membuatnya mematung sesaat. Seul bi tersenyum tipis dan meninggalkan chanyeol yang masih mencerna perbuatan seul bi.

——–

Seminggu berlalu, bukan semakin tenang tapi berita tentang artis Lee Seul Bi seorang anak haram dari perdana mentri Lee dan menggunakan obat terlarang. para reporter, paparazzi mengincar lee seul bi, sampai sampai saat melakukan perjalanan ke dalam gedung agensi ia dikerubungi banyak reporter, wartawan dan beberapa haters melemparinya dengan telur. Ditambah dengan hujatan-hujatan yang ia terima di SNS. Keadaan ini cukup membuatnya tertekan sekaligus depresi.

” yeol ah, apa hidupku harus sekacau ini?

” kuatkan dirimu. Ini akan berlalu. Percayalah padaku.aku akan segera mengurusnya.

” seul bi ya..

” ouh sajangnim.

” ada yang ingin bertemu denganmu.

” nugu?

Seseorang masuk, seseorang yang sangat disayangi dan ia rindukan datang.

” appa..

——-

Saat ini mereka ditinggal untuk membicarakan yang akan menentukan keputusan seseorang.

” appa.. lirih seul bi. Sungguh ia merindukan sosok paruh baya yang berada di hadapannya saat ini.

” kau membuat kesalahan besar.

” ahniya, itu bukan aku appa, sungguh.

” kau membuat namaku buruk.

” ahniya appa. aku mohon jangan salah paham. Isak seul bi.

” kau tidak tau diri sama seperti ibumu.

Satu kalimat yang membuat hati seul bi teriris sangat dalam, kali ini ia benar-benar tidak bisa menahan perihnya, cairan bening itu sudah membanjiri wajahnya.

” jan..ngan membawa ibuku, bela seul bi terbata menahan gejolak emosinya.

” huh terserah, aku tidak ingin mengotori diriku lebih lama lagi. aku seseorang yang terhormat saat ini. dan aku tidak butuh anak sepertimu.

Bagaikan belati yang ditohok tajam tepat dijantungnya. Saat ini ia benar benar kalah. Seul bi merosot ke lantai dan terisak.

” aku tidak ingin mendengar tangisanmu, waktuku sangat penting aku tidak akan berlama lama lagi ditempat ini, aku hanya ingin menyampaikan, menyingkir dari hadapanku, pergi sejauh mungkin, dan ingat! Aku bukan lagi ayahmu, kau tidak punya ayah seperti ku, dan aku juga tidak punya anak seperti mu, hentikan hubungan darah ini sampai disini. kau dan aku bukan siapa-siapa. Ingat itu! Jangan pernah muncul dihadapanku lagi, untuk selamnya!

Setelah itu perdana mentri Lee meninggalkan ruangan itu , menyisakan seul bi yang terisak deras, ia benar benar rapuh, ingin rasanya ia membunuh dirinya sendiri saat ini, ia mencengkram kuat dadanya, sesak yang ia rasakan membuatnya sulit bernafas.

Brak..

” seul bi yaa… panic chanyeol melihat keadaan seul bi telah kacau.

” yeol ah….. aku… apa aku sangat buruk yeol ah.. hiks…

” tenang lah, tenaglah seul bi ..

” aku ingin pulang yeol ah, aku ingin pulang kepada ibuku. Ini berat untukku yeol ah.. hiks

” seul bi ya, aku ada bersamamu, aku mohon jangan mengatakannya lagi.

Selanjutnya hanya terdengar isakan seul bi dengan chanyeol yang senantiasi memberikan dekapan menenangkannya.

——–

” dia bukanlah anakku, selama ini media keliru, aku hanya berhubungan dengan 1 wanita dan wanita itu adalah istriku sendiri, dan kami hanya punya 1 putri yaitu Lee Sa Na, aku menjamin itu, aku mohon jangan membuat berita yang membuat masyarakat Negara ini resah, aku ingin memimpin dengan damai, oleh karena itu mohon pengertiannya”

” waah, ini pernyataan perdana mentri lee? Kenapa ia baru mengatakannya hari ini? bukankah sudah seminggu lebih berita itu beredar? Ujar jimin

” hem, mungkin ada sesuatu yang ia rencanakan. Balas jhope.

” tapi apa yang kau pikirkan goo eun ha? Kau diam sedari tadi. Tanya jimin

” apa kau memikirkan nama baik perusahaan kita? Tenang saja sajangnim sudah mengatakan kalau kita mendapat tulisan itu dari sumber wartawan misterius dan kita hanya mempublishnya, kita tidak akan dituntut dan tidak ada masalah besar yang terjadi sampai saat ini kan. Balas jhope

” bukan itu. Ada sesuatu yang kucurigai. Ujar eun ha.

” apa itu?

” tulisan itu, hanya ada dalam email ku karena ketua Jang memindah tangankan masalah editing padaku saat aku pertama magang disini, dan tulisan yang terpublish adalah tulisan yang telah ku kerjakan. Dan aku belum mengiriminya pada sunbae juga belum terpublish. Aku menyimpannya dengan baik dan mematikan komputerku. Saat aku pergi menemui managaer seul bi, tulisan itu terpublish dengan sendirinya, tanpa ada yang menyentuh komputerku?

” mungkin ada yang sengaja membuka komputermu, apa itu maksudmu?

” hemm, tapi sayangnya tidak ada orangpun yang memagang komputerku dan aku sudah memastikannya melalui cctv.

” lalu?

” hanya ada 1 kemungkinan ada yang menyadap komputerku , seorang hacker? disini. dan ia juga yang mengirimi tulisan ini.

“mwo??

———-

” seul bi ya tidurlah, ini sudah larut. Hanya kediaman yang membalas chanyeol. Chanyeol pun beranjak ke sofa dan membaringkan dirinya disana, ia tau seul bi sedang tidak ingin di ganggu saat ini.

Malam semakin larut, jam menunjukkan pukul 2 pagi, chanyeol sudah masuk menjelajahi dunia mimpi, namun seul bi tetap setia memandangi kegelapan kota dari jendala dengan tatapan kosong, selanjutnya ia mengambil jaket hitam, topi dan masker hitamnya keluar dari apartement tanpa diketahui chanyeol. Ia membawa segala barang tanda pengenal dirinya dan semua yang berhubungan tentang dirinya. Ia berniat untuk kembali ke Gyeongju , kampung halaman ibunya.

Ia menunggu bus di halte pemberhentian penumpang yang bisa membawanya ke stasiun kereta menuju gyeongju. Bus datang ia langsung naik dan duduk sembarangan.

Goo eun ha pov

” omo.. apa ini, apa dia seorang perampok? Pikirku, seorang yeoja berpenampilan serba hitam dengan balutan celama jeans sedang duduk di sebelah ku saat ini. aigoo kenapa auranya mengerikan. Ditambah lagi hanya 5 orang yang ada di dalam bus terhitung aku dan yeoja aneh ini. apa yang harus kulakukan? Apa aku harus menyapanya? Ya, aku harus menyapanya.

” chogiyo..

Ia mengalihkan tatapannya menatapku. Ia memakai masker dan aku tidak bisa melihat wajahnya seutuhnya.

” lepas saja topi dan maskermu, kurasa itu sedikit membuatmu risih. Hehe.. ujarku berakhir dengan cengiranku. Ia hanya menggeleng menanggapiku.

” kau ingin kemana?tanyaku mencoba ramah.

” pulang.

” eeh? Haha tentu saja. tapi ke daerah apa, begitu?

” gyeongju?

” mwo??

” ada apa?

” aku rasa kau sudah terlambat kereta. Ini sudah pukul 2 pagi dan kereta terakhir pukul 12 malam tadi, kau terlambat 2 jam.

” aku akan menunggu di stasiun.

” eum, baiklah terserah padamu saja.

” lalu apa yang kau lakukan?

” eeh? Aku? Aaah, aku kerja lembur, aku seorang editor majalah.

” apa kau tinggal sendiri?

” em tidak, aku tinggal bersama oppaku.

” apa dia tidak mengkhawatirkanmu pulang terlambat?

” tentu saja, tapi dia akan memilih tidur duluan, daripada aku mendiaminya karena marah telah menungguiku sampai larut malam. Aku sudah memberi kabar padanya jika aku akan pulang terlambat jadi, tidak masalah.

” kalian keluarga yang bahagia.

” ehm, meskipun kehidupan kami kecil tapi banyak kebahagian yang kami rasakan selagi bersama.

” kau beruntung.

” eeh?

TIIITIIINNNNN BRAAAKKKK

BRUAAAARRRR…….

TBC..

gimana?

chapter ini belum masuk konflik ataupun inti dari fanfic ini, tapi chap ini permulaan dari ceritanya hemm

jangan lupa Comment kritik dan sarannya nya yaaa^^ untuk perbaikan selanjutnya juseyoo

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] We are Different! (Chapter 1)”

  1. bgus thor.. 😃😄
    penasran sma orang yang udah ngirim berita itu. eun ha kuat bgt ya menghadapi hidup. sehun kok blm muncul thor. apa jangn2 sehun yang ngelakuin semuany..

    ihh. pnsarn bgt. semangt ya thor ngelanjutin ceritany.
    ditunggu next chapter ny.
    gomawo 😘😘😘

  2. Salam kenal author-nim..
    Eunha bnr2 pekerja keras ya,udah gitu ngurusin oppa nya yg gak bs apa2 pula..
    hmm baru beberapa cast yg keluar..kira2 Sehun nongol di chapter brp ya??hihi
    Chapter 1 aja udah asik dn bikin penasaran..
    Ditunggu ya next chapternya..

    1. salam kenal juga chingu ^^, gak usah manggil author, panggilan biasa aja hahaha
      sehun bakal nongol kok di next chap. ditunggu aja ^^ siipppeeuuu 😉 gomawo udah baca n komen

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s