Melancholy Series : #1 — HyeKim


  Melancholy Series : #1

  Lu Han & OC`s Kim Hyerim  

  Story with Slice of Life, Melodrama, Marriage Life  rated by PG-17  type in Ficlet

Disclaim: This is a work of fiction. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity of plot, character, location are just accidentally. All cast belong to God, their parents, and their agency. But the storyline is mine. Plagiarism, copy-paste without permission, and be a silent readers  are prohibited.

`Melancholy Series hanya berisikan kisah-kisah berunsur melodrama yang dipetik oleh saya dari kisah nyata yang ada. Kata siapa, cinta dan hidup pernikahan itu selalu manis? Hidup kita bukan layaknya di negri dongeng. Ada pahit yang mendominasi cerita kehidupan kita yang realistis dibandingkan kehidupan cerita cinta fiktif manis yang penuh kebohongan`

© 2017 Storyline by HyeKim

Perlu diingat,

anak adalah titipan Tuhan yang harus sanggup

Tanggung jawabnya kita pikul.

Jikalau Tuhan belum memberinya,

Mungkin Dia merasa kita belum sanggup memikul tanggung jawab sebesar itu.

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ║█║

Jikalau ingin membeberkan apa itu definisi pernikahan, mungkin akan banyak definisi yang mewakili. Tatkala kedua insan meleburkan diri menjadi satu, mengikrarkan janji akan terus bersama dalam keadaan suka maupun duka dan akan menerima satu sama lain apa adanya. Maka, keduanya merasa akan bahagia selamanya. Persis seperti akhir sebuah dongeng, happily ever after, bukan begitu?

Yah, mungkin itu bisa saja terjadi—sebuah ending bahagia bersama pasangan yang telah terikat janji suci—namun, bukankan kehidupan pernikahan akan komplit bila kehadiran buah hati turut andil didalamnya?

Kim Hyerim, wanita berusia 45 itu tengah merenung di sebuah kursi di balkon kamarnya, air mata nampak di netranya. Sedangkan di dalam kamar, Luhan—suaminya—sedang menatap punggungnya sendu, hingga finalnya memacu langkah mendekatinya, pun tangannya melingkar di leher Hyerim kala berada di belakang Sang Istri yang sontak mendongak ke arahnya.

“Hyerim…” lirih panggilan Luhan bertepatan dengan merambesnya likuid hangat yang sejak tadi Hyerim tahan dengan ranumnya nan bergetar-getar. “Menangislah. Bila terus ditahan, itu tidak baik.” Luhan mentitah, lekas buang muka, upayanya karena tahu istrinya tidak suka menangis terang-terangan di depan orang lain, meski itu Luhan sekalipun.

Akan tetapi, sebelum titahan Luhan tercetus pun, Hyerim sudah menumpahruahkan tangisan tanpa isakan lirih mengawani. Kepala wanita tersebut menunduk, sementara elusan lembut tengah diberikan Luhan di punggungnya.

Perutnya—yang semulanya berisi kehidupan—diremas kuat oleh Kim Hyerim, ditiming sama jua isakan lirihnya tuk pertama kali lolos.

“Lu,” ditengah kegiatan tangisan pilunya, Hyerim mengumandangkan panggilan pada Luhan, setia memandangi pilu perutnya yang dibaluti baju nan telah kusut ia remasi, pun diafragmanya kembang-kempis tak menentu. “Ini sudah dua kali. Kenapa anak kita harus pergi sebelum melihat dunia?”

Luhan ambil pasokan udara ke dadanya, dalam-dalam. Ditorehkan tatapan lembut bersirat sendunya pada Hyerim yang sekon ini mendongak menatapnya ditemani sembab telukis di bawah kelopaknya.

“Mungkin—“ tangan Luhan menyarangkan elusan lembut di puncuk kepala Hyerim, “—Tuhan pikir kita belum sanggup untuk diberikan tanggung jawab sebesar itu untuk mengurus anak kita kelak.”

Kembali Hyerim menunduk, obsidiannya digenangi cairan hangat yang meluncur bebas ke pipi sekon ini. Lagi, perutnya dia remas kuat-kuat seakan melampiaskan rasa campur aduk di runggunya.

Ya, Hyerim yang usianya sudah terlampau tua untuk mengandung malahan belum dikaruniai seorang anak sekalipun dari hasil pernikahannya dengan Luhan. Dua kali dirinya keguguran, membuat wanita Kim itu terpukul setengah mati.

Tapi, ketika Luhan mengiring tubuhnya menunduk dan menempatkan mulutnya di samping telinga kanannya, serta merta mengayatkan bisikan:

“Bagiku, hidup berdua denganmu sudah cukup, Hyerim. Bila malaikat kecil kita belum diturunkan oleh Tuhan, artinya kita harus bersabar dan menantinya. Kelak, Tuhan pasti akan memberikan kepercayaannya pada kita, bukan begitu?”

Yang membuat Hyerim mengukir senyum tipis.

—END—

HALLOOO!!!! I’M BACK WITH NEW SERIES, OH TENANG INI SERIES YANG AKU TULIS SAAT BEBERAPA BIJI UDAH JADI. Yah, ini series mencangkup beberapa member EXO—gak cuma Luhan bersama pasangan hidup-matinya, Hyerim wkwkwk.

Dan tema series ini adalah melodrama dari slice of life—kisah nyata yang aku dengar dan aku temuin.

Well, ini pasti pasaran. Tentang suami-istri yang udah lama gak dikasih anak walau umur udah kebilang tua. Sepea-peanya aku sama IPA, aku paham bila diumur yang telampau tua itu kemungkinan punya anaknya akan beresiko. Ibunya bisa sakit-sakitan atau mungkin pas lahir, anaknya donsindrom (ya lord, kasian) dan aku di sini, sekali lagi menegaskan, ingin berbagi kisah ke kalian tentang kehidupan yang bedasarkan melodrama LOL. Gak maksud menggurui, aku aja masih bau kencur, tapi berbagi apa salahnya?

Lalu, kenapa aku awali series ini di Luhan? Gak apa dong, pasangan kesayangan aku (Hyerim – Luhan) eksis duluan, LOL. Kemudian kok ceritanya diangkat yang udah pasaran? Ya, well, ini aku sih ambil dari cerita guruku aja ngehehehe. Tar setelah semua cerita beres, aku akan membuat afterword yang isinya dibalik kisah fanfiksi yang aku buat di Melancholy Series ini.

Perlu diingat gaes, pernikahan itu gak selalu bahagia walau aku belum ngalamin. Ya contohnya kalau sulit punya anak. Tapi ingat, kita harus pothink, mungkin Tuhan ngerasa kita belum siap memikul tanggung jawab punya anak. Karena mengurus anak bukanlah hal mudah, dan anak itu titipan Tuhan kepada para orang tua. 

P.S : 00.00 INSYA ALLAH SERIES KEDUANYA MELUNCUR KARENA ADA YANG MENANTIKANNYA /lirik @iamintheblackside /

HyeKim World!

[www.hyekim16world.wordpress.com]

11 tanggapan untuk “Melancholy Series : #1 — HyeKim”

    1. Duh makasih ya udah suka 😘😘
      Padahal ini temanya sederhana sama gak gereget banget dibanding series yang lain, jangan lupa baca series yang lain 💙

    2. aku suka genre married life kak soalnya 😍muehehehe jangan lupa coba mampir ke lapak aku wkwkwk #promote hehehehe
      judulnya let me in, kali aja suka gituh 😄

    3. Hahah kebetulan seriesku yg ini sebagian besar marriage life tapi based on true story, hati-hati malah jadi gak mau nikah bacanya soalnya emang dari kisah nyata dan pait semua 😂😂😂😂

      Kapan-kapan mampir yaa soalnya jiwa baca ff aku apalagi chapter tuh lagi labil sekarang ehehe 😄😄😄

    4. mueheheheh oke oke..
      nggak kok disamping itu semua sebagai umat nabi muhammad yaaa aku mau nikahlah.. apalagi sama oppa exo *plak! *digamparexol wkwkwwkwk
      tpi.. kebanyakan org spt itu juga kasihan bgt sih.. 😢😢😢

    1. Well kak len, aku spoiler kecil sih. Udah nemu yg semodel gini 2 kali, dan dua-duanya guruku. 1 berakhir happy walau beliau harusnya udh nimbang cucu tapi anaknya satu-satunya malah baru kelas 4 SD (based story dari cerita yg pertama ini cuma di sini aku gak liatin Hyerim-Luhan yang akhirnya punya anak kayak guruku walau usianya harusnya udah nimbang cucu atau minimal anaknya udah kuliah) kalau satu lagi, beliau guru SDku, berakhir agak sad ending setelah lama Allah gak kasih beliau anak, tar aku angkat ceritanya di 1 series ini.

      EAA BINTANG DI HATI, TUNGGUIN REN-YIPAN YA. ANAK-BAPAK YG AKAN MELLOW DI SINI

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s