THE WAR Series – THE EVE – by AYUSHAFIRAA

​`​THE WAR`

| A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

| Starring EXO’s Sehun x LOVELYZ’s Kei |

| Hurt/Comfort, Friendship, Romance, School-life |

| Teen || Vignette |

Clip List :

[Kai – Diamond] — [Baekhyun – Forever] — [Chanyeol – Chill] — NOW PLAYING ♪ [Sehun – The Eve] — [Suho – What U Do?] — [Xiumin – Touch It] — [Chen – Going Crazy] — [D.O – Walk On Memories] — [All – Ko Ko Bop]

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.


♪ Ketika cahaya mulai menyebar dan mengusir kegelapan, kau harus bangun di pagi yang baru ♪


AYUSHAFIRAA©2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

♪♬♪

*Isi cerita bisa jadi tidak sesuai dengan arti/maksud lagu*

 

“Jadi kalian tidak percaya kalau dia benar-benar kekasihku? Perhatikan baik-baik! Akan kutunjukkan pada kalian kalau kami memang sudah berkencan!”

Tiba-tiba saja arah pandang Kei terhalang oleh kedua telapak tangan Sehun yang menutupi matanya.

Kebetulan sekali, dua sahabat itu sedang berada di kantin saat Kyulkyung menyombongkan kekasih barunya di hadapan para lelaki yang terkenal menggilainya.

“Apa-apaan sih, Hun?” Tanya Kei, kebingungan. Matanya masih ditutupi tangan Sehun sampai tak ada celah baginya untuk mengintip.

“Anak kecil tidak boleh melihat orang berciuman.” Jelas lelaki itu, terkekeh.

Untungnya, mereka baru selesai membeli roti kesukaan mereka sebelum kehebohan itu terjadi. Tak mau membiarkan mata sahabat kecilnya itu ternodai lebih lama lagi, Sehun pun membawa Kei keluar dari kantin.

“Jangan bilang saat tadi kau menutup mataku, kau memuaskan matamu seorang diri ya?!”

“Tidak kok!” Bantah Sehun cepat.

Sehun mengulum senyumannya, menatap Kei penuh selidik. “Tapi kalau memang iya, akankah kau cemburu? Kau tak mau kan melihatku melirik-lirik Kyulkyung? Benarkan?”

“Apa sih?! Kenapa juga aku harus cemburu?” Pipi Kei memerah, tak singkron dengan ucapannya.

Gadis manis itu dibuat semakin gugup saat tangan Sehun melingkar di lehernya, merangkulnya karena gemas.

“Benar juga! Kau kan masih kecil, mana mengerti soal cemburu!”

Begitulah Sehun. Lelaki tampan berkulit putih susu dengan tinggi badan ±183 cm itu selalu saja menganggap Kei anak kecil hanya karena tinggi badannya yang tidak lebih dari 162 cm. Ya, memang terlihat kontras juga sih, apalagi saat mereka berdua tengah berjalan berdampingan seperti sekarang ini.

“Sampai kapan sih kau akan berhenti menganggapku anak kecil? Umur kita kan tidak beda jauh! Tapi kau selalu saja begitu! Aku merasa harga diriku diinjak-injak tahu!” Kei terus nyerocos, sementara yang diajak bicara malah asik sendiri menggulir layar ponselnya yang sensitif.

“Ih! Kau ini mendengarkanku atau tidak sih?!” Tanya Kei sembari menjewer sahabat lelakinya itu saking kesalnya.

Sehun berteriak kesakitan, tapi meskipun telinganya sudah memerah bekas jeweran Kei, dirinya tetap pada aktivitasnya semula.

“Lihat ini! Lihat ini!”

“Apa?!” Ketus gadis itu.

“Banyak sekali gadis-gadis yang ingin pergi bersamaku ke pesta perpisahan! Oh, Ya Tuhan! Apa yang harus kulakukan?!” Heboh Sehun, girang bukan kepalang.

Kei mengangguk-anggukan kepalanya, “Ah, jadi kau akan pergi bersama mereka? Baiklah! Pergi sana!”

“Eits!” Sehun menarik kerah seragam Kei untuk menahannya agar tidak pergi hingga gadis itu sedikit memekik, tercekik.

“OHOK! OHOK! AISH, APA LAGI?!”

Lelaki tampan itu menyunggingkan senyum dengan mata menyipit, “Aku tidak mungkin pergi bersama mereka. Kalau aku pergi bersama mereka, kau akan pergi bersama siapa? Di hidupmu itukan hanya ada aku seorang unchhh.” Lanjutnya, lagi-lagi dengan kepercayaan diri penuh.

Diam-diam, Kei mengukir senyum di bibirnya. Nyatanya, lelaki satu itu memang benar. Hanya ada Sehun-lah di hidupnya, tidak ada lelaki lain lagi.

Entah apa yang membuat Sehun begitu betah berteman dengan gadis seperti dirinya. Ia cerewet, mudah marah, dan sangat suka menjewer telinga Sehun jika sudah sangat kesal pada lelaki itu. Tapi Sehun tak pernah menjauh ataupun lelah menghadapi semua sifat jelek Kei, malah seiring bertambahnya usia mereka, mereka semakin lengket bagai permen karet. Dan mungkin, itulah yang menjadi alasan mengapa orang-orang di sekitar keduanya menganggap mereka tak lagi sekedar ‘sahabat kecil’.

 

♬♪♬

 

Kei mempererat pelukannya pada pinggang Sehun. Tampak lelaki di depannya mengayuh sepeda penuh semangat di awal hari yang baru ini. Perpisahan sekolah tinggal menghitung hari, entah kebersamaan seperti ini akan terulang kembali atau bahkan menghilang di hidup Kei setelah hari perpisahan itu.

Sehun pernah bilang, bahwa dirinya tidak akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi yang ada di tanah kelahiran mereka ini. Lelaki tinggi itu bilang, ia ingin menemukan suasana baru, dengan pindah dan berkuliah di luar negeri.

Itu impiannya, bukan impian Kei. Tak pernah terlintas di pikiran Kei untuk memiliki rencana sejauh yang sahabatnya itu pikirkan sejak lama. Mungkin benar kata Sehun, dia masih seperti anak kecil, tak pernah berpikiran sedewasa Sehun. Dan poin utamanya, Kei tak pernah berpikir bagaimana ia akan menjalani hidupnya jika itu tanpa Sehun.

“Hei? Turun! Masih pagi begini kenapa sudah melamun?”

Gadis itu turun dari jok belakang sepeda Sehun. Raut muramnya mengundang si lelaki untuk mengamatinya dari dekat. Sentuhan kedua tangan Sehun yang menangkup pipi Kei membuat pertahanan gadis itu runtuh seketika. Kei berpaling saat bulir airmatanya menetes, tak sanggup menatap lelaki di depannya.

Tanpa bertanya apapun lagi, Sehun menarik Kei, menenangkan Kei dalam pelukannya. Dalam pelukan Sehun, Kei menangis sejadi-jadinya. Ia tahu ia berlebihan, namun berharap agar Sehun tetap di sisinya untuk selamanya, apa itu salah?

“Cup cup cup, Sayang. Sudah, sudah ya? jangan menangis lagi. Ada aku di sini.” Ucap Sehun, seperti menenangkan tangis anak balita.

Witwiw! Witwiw!

Siulan menggoda dari teman-teman sekelas mereka pun seketika mampu mengganggu adegan mengharukan tersebut. Kei cepat-cepat melepas pelukan Sehun dan menghapus airmatanya.

“Sudah?” Tanya Sehun. Kei menjawabnya dengan anggukan pelan. “Kalau menangisnya sudah, sekarang, senyum!”

“Iya, iya! Lihat nih!” Kei memaksakan senyuman manisnya, membuat Sehun berani untuk kembali mencubit pipi gembulnya, gemas.

“Uhhhh cantiknya kesayanganku ini!”

 

♪♬♪

 

“Hun?” Panggil Kei. Lelaki yang berjalan tepat di sampingnya itu menoleh.

“Kapan kau akan pergi?”

“Ke Kanada?”

Kei mengangguk.

“Sehari setelah perpisahan,” Jawab Sehun, mudah seperti tanpa beban. “Jangan rindu padaku ya!”

Kei tertawa, menyembunyikan rasa perih di hatinya.

“Tentu saja! Duniaku tidak akan runtuh meski tanpamu!” Ucap Kei yang sebenarnya mengandung makna berkebalikan. ‘Tidak bisa! Duniaku akan runtuh jika itu tanpamu!’.

“Jika seandainya… Ada seseorang yang… Tiba-tiba ingin mencegahmu untuk pergi-“

“Aku akan tetap pergi.” Jawab Sehun cepat bahkan sebelum Kei menyelesaikan kata-katanya. “Aku… Tidak suka jika ada orang yang mau mencegahku untuk menggapai mimpi. Bagiku, impianku selama ini, adalah segalanya.”

Jawaban Sehun itu sontak membuat Kei berhenti melangkah, membiarkan lelaki itu terus berjalan tanpa dirinya. Kei tersenyum getir. Sehun bisa hidup tanpanya, jelas sekali.

“Impian setiap orang itu berbeda. Maka dari itu, kau juga, harus semangat menggapai mimpimu, Kei!”

“Kei?”

Sehun berbalik, mendapati Kei yang terpaku jauh di belakangnya.

“Apa kau pernah tahu apa mimpiku, Hun?” Tanya Kei sesaat setelah Sehun kembali menghampirinya.

Lelaki itu terlihat mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di dagunya yang tajam, “Apa ya? Aku tidak yakin…”

Ya, tentu saja. Mana sempat Sehun bertanya tentang mimpi Kei? Banyak waktu yang telah mereka lewati tanpa saling bertanya tentang apa sebenarnya impian masing-masing. Hanya baru-baru ini saja, Kei bertanya tentang rencana hidup sahabat lelakinya itu selanjutnya, itupun atas dasar iseng.

“Pokoknya, apapun impianmu itu, aku akan selalu mendukungmu!” Jelas Sehun.

Sehun kembali merangkul Kei erat-erat tanpa tahu usaha yang dilakukan gadis itu untuk tetap terlihat baik-baik saja di depannya sampai membuatnya ingin mati. Tersenyum itu mudah, mengatasi rasa sakit itu sulit, dan mencoba tersenyum untuk mengatasi rasa sakit, itu yang lebih sulit lagi.

“Aku juga, Hun. Apapun pilihanmu nanti, aku akan selalu mendukungmu di sini, karena kita adalah sahabat.”

“Yup! Tentu saja! Karena kita adalah sahabat baik!”

Chu!

“Ups! Apa aku baru saja mengecupmu untuk yang pertama kali?” Lelaki itu mengedip-ngedipkan matanya, polos, setelah tanpa sadar memberi Kei sebuah kecupan di pipi.

Kei terdiam, pipinya memerah bak kepiting rebus. Normal sekali mengingat baru kali ini Sehun berani mengecup pipinya, tanpa aba-aba sedikitpun.

“HUWAAAAA PIPIKU TIDAK SUCI LAGI!” teriak Kei, tak rela.

“O-ow!” Sehun mulai menangkap sinyal kemarahan Kei. “Sepertinya tadi aku dipanggil seorang guru! Aku pergi dulu! Dah!”

“HEI, SEHUN! BERHENTI DI SANA ATAU KAU MATI?! SEHUN! KAU MAU MATI YA?!”

 

To be continued…

wp-1502389176008.png

Watch me on :

WordPressWattpad

4 tanggapan untuk “THE WAR Series – THE EVE – by AYUSHAFIRAA”

  1. Huaaaa T.T abis ngebaca ff kak AS yg di sebelah, terus bc yg ini juga samasama Syeedih T.T
    tapi kelakuan 2anak ini bener” mirip real life kok yah xD seruseru parah ❤ ❤
    Sehun, jangan tinggalin kei dund ;" ini aku tau, mereka sama" suka, cuma sama" gamau ungkapin, jadi saling gatau.. benerkan thor ya? /soktau luh ya,-
    ini kata favorit dakuh di ch Sehun ini kak “Jangan bilang saat tadi kau menutup mataku, kau memuaskan matamu seorang diri ya?!”
    entah kenapa, ada aura gimana gitu x"D
    yaudahlah, drpda komen ngaco gini, mending udahin aja yaa~
    Mangats kak as, makin seru tiap castnya ❤ ❤
    Ditunggu next chnya /chuuuu

    1. Hellohahellooo wkwk sedih agak2 miris plus perih gitu yaa :’) waduh mungkinkah ada yg baper di sini dengan kenangan masa lalu? 👀 /eh😂/ amiin alhamdulillah makasih kalo dibilang seru hehe 😘❤ “tinggalin tidaya tinggalin tidaya-sehun” /plak😂/ hmmmz asib idaj asib idaj 😂👏👏👏
      Aura apa coba dih wkwkwk 😂😂😂 aura mistis? XD siiplah siip, makasih banyak yaa^^ amiin semoga chapter2 selanjutnya bisa sesuai ekspektasi yaa 😉👌 siip ditunggu aja, coming soon kok hehe 😆👍

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s