[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Self x Friend by Selviakim

BQgy5fGCQAArFIJ

Self x Friend

selviakim storyline

Wu Yi Fan [Kris] and Huang Zi Tao [Tao]

friendship and drama.

“Bagaimana jika aku telat datang? Kau pasti sudah mati! Cobalah untuk berpikir, Tao! Kau bahkan tahu seberapa ‘sibuk’nya aku.”

General.

I own the plot.

sorry for typo(s)

***

“Sebentar lagi aku akan sampai! Tunggulah sebentar, Tao.”

Temanku menghubungiku untuk segera datang ke rumahnya. Aku semakin melajukan motorku di atas rata-rata agar cepat sampai ke rumah Tao. Seorang cowok yang sejak SMA sampai akhir semester kuliah sekarang menjadi satu-satunya temanku. Pertemuan pertama kami saat awal semester dua kelas sepuluh. Saat itu, kami menjalankan hukuman bersama akibat telat sekolah dan baju acak-acakan. Aku selalu ada untuknya. Begitupula dengannya. Semua orang yang selalu melihat kami, selalu berpikir jika kami homo. Oh, ayolah. Apa salahnya cowok dan cowok berteman satu sama lain dan sering jalan berdua? Sebut saja kami, jones. Karena itu memang benar.

Aku menepikan motorku di halaman rumah Tao. Tanpa permisi ataupun mengetuk pintu, aku langsung masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar Tao. Tao tinggal sendiri. Orang tuanya pergi ke Singapura selama satu bulan.

Brak.

Aku langsung membuka pintu kamar Tao dengan kasar. Tidak peduli jika pintu itu akan rusak. ku menemukannya sedang berbaring di kasurnya dengan seprai yang sudah dipenuhi dengan warna merah yang kental. Jangan lupakan, bau amis yang langsung tercium olehku.

“Kau datang, Kris. Terima kasih.”

Tao berucap saat aku mengambil kotak P3K di atas laci samping tempat tidurnya. Aku hanya diam mendengarkan dan membersihkan luka yang telah dia ciptakan sendiri. Dia menyayat tangannya sendiri dengan pisau dapur.

“Bagaimana jika aku telat datang? Kau pasti sudah mati! Cobalah untuk berpikir, Tao! Kau bahkan tahu seberapa ‘sibuk’nya aku.”

Aku berucap setelah selesai mengobati lukanya dan menutupinya dengan perban. Walaupun, aku bukan jurusan kedokteran, untuk mengobati hal-hal seperti ini aku sudah terbiasa.

Tao hanya tertawa pelan. Dia memang seperti itu jika keadaan seperti ini. Dan aku selalu diam.

“Seberapa ‘sibuk’pun dirimu, kau tidak akan pernah telat untuk menolongku dari malaikat maut yang siap menjemputku, Kris,” ucapnya sambil tertawa pelan lagi. Aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Kau sudah tentu tahu, tidak selamanya aku akan menolongmu dan selalu ada di sampingmu. Aku pasti akan mempunyai seseorang yang selalu bersamaku. Kau pun sama. Kita akan mempunyai seseorang itu,” jelasku sambil melihat ke arahnya. Tao berdiri dan berjalan keluar. Aku mengikuti di belakangnya. Ternyata dia menuju pintu keluar. Sepertinya dia ingin mengusirku dengan lembut.

“Aku sangat tahu tentang hal itu,” ucapnya setelah kami berdua sudah di depan pintu. Aku di luar, dia di dalam. “Dan kau juga tahu, mengapa aku menjadi seperti ini. Self-Injury. Tidak lupa apa penyebabnya,” lanjutnya sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya. Tidak peduli jika dia sedang kesakitan atau apa. Mungkin dia hanya ingin bertingkah keren.

Broken home dan aku,” ucapku datar. “Tapi, itu adalah keinginanmu dan kau tahu jika aku sudah melarangmu beratus-ratus kalinya.”

“Ya, itu memang keinginanku sendiri. Tapi, itu agar kau berhenti ‘melakukannya’.”

“Apakah sampai sekarang aku berhenti? Berhentilah membuat dirimu susah, Tao.”

“Tapi, itu salah! Kau menghilangkan nyawa orang, Kris!”

Teriakkan Tao menciptakan keheningan di antara kami. Tidak ada lagi yang mau berbicara dan kami hanya diam mematung.

“Bahkan, temanmu yang berubah menjadi self-injury untuk mengubah dirimu, kau masih saja melakukannya. Seakan tidak peduli, jika temanmu akan mati atau tidak” ucap Tao sarkastik.

“Jika aku tidak peduli denganmu, maka aku tidak pernah menolongmu dari malaikat maut yang siap menjemputmu.”

“Semua ancamanku menjadi sia-sia.”

“Kau orang baik, Tao. Tapi, jiwa ini sudah bersarang di dalam diriku sejak lama. Aku sudah berusaha untuk menghilangkannya sendiri dengan berbagai cara. Tapi, ujungnya hanya mencapai kegagalan karena perasaan ini membawaku kepada kenikmatan yang kusukai. Aku tidak bisa menghilangkannya. Jika aku saja tidak bisa, bagaimana denganmu? Haha,” ucapku sambil tertawa pelan membuat Tao berdecak.

“Jika aku sendiri sudah cukup jatuh ke lubang yang paling dalam dan belum sampai ke dasar lubang itu, apakah kau masih mau membantuku?” Lanjutku dengan nada serius. Tao hanya mengangguk dan tersenyum kecil.

“Pergilah. Aku tahu kau sedang mengurus sesuatu. Maaf, temanmu ini mengganggu,” ucapnya dengan gerakan tangan mengusir. Aku pun berbalik dan menjauh darinya lalu berteriak.

“Ya, kau mengganggu. Aku langsung pergi menemuimu dan belum membersihkan mayat orang yang kubunuh tadi!”

-fin.

 

 

2 tanggapan untuk “[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Self x Friend by Selviakim”

Tinggalkan Balasan ke Nayla Anindya Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s