[EXOFFI FREELANCE] Sweet Promise (Chapter 3)

Tittle

Sweet Promise

Author

Lessi

(Wattpad: @xoelnoona)

Length

Chaptered

Genre

Romance

Rating

PG-13

Main Cast

Kang Sera (OC/You)

Lay / Zhang Yixing (EXO)

Additional Cast

Kim Jongin (EXO)

Shin Jia (OC)

Member EXO lainnya.

Summary

Menceritakan tentang Zhang Yixing yang berjanji kepada Kang Sera untuk tidak berpaling kepada siapapun.

Disclaimer

Ff ini murni dari pemikiranku. Tidak ada plagiat dengan cerita manapun.

Sore saat akan menjelang malam, aku masih berada di restoran ayam goreng untuk membantu ibu.

Aku melakukan banyak hal termasuk membawakan pesanan ke meja pelanggan hingga mengantarkan makanan melalui jasa antar.

Setelah restoran agak sepi, aku duduk di salah satu bangku yang berada di depan meja kasir. Aku membuka ponselku dan tak menemukan notifikasi apapun.

Biasanya Yixing selalu meneleponku atau paling tidak mengirimiku pesan.

Tapi kali ini tidak.

Dia tampak berbeda semenjak pulang dari China. Apalagi saat aku melihatnya menolak panggilan masuk dari seorang wanita malam itu.

Hari ini bahkan aku belum melihat wajahnya barang sedetik pun.

Lantas apakah aku salah jika menaruh curiga padanya?

Oke, mungkin aku berlebihan tapi aku benar-benar tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada hubunganku.

Termasuk jika aku harus terluka dengan adanya orang ketiga.

Kling

Lonceng pintu restoran berdenting begitu seseorang masuk.

ku bergegas bangun dan setelah itu aku mendapati Yixing yang berjalan dengan raut lelah. Mungkin seharian ini ia sibuk bekerja sehingga ia tidak sempat untuk menghubungiku.

Seketika aku merasa bersalah. Tidak seharusnya aku berprasangka buruk padanya. Namun aku benar-benar khawatir.

Aku lantas membawa Yixing duduk bersamaku di bangku restoran. Setelah itu aku pergi ke dapur untuk membawakan segelas air dingin sebagai penawar lelahnya.

Yixing menenggaknya sedikit lalu tersenyum padaku.

“Ada apa? Kau merindukanku?”

Heol.

Dia memang sesuatu. Biarpun lelah, tapu ia masih saja menyempatkan diri untuk melontarkan candaan.

Aku mendesah lalu memukul bahunya.

“Bukan waktunya untuk bercanda dan.. lihatlah!” Aku mengacungkan jariku tepat di depan wajahnya.

“Kau terlihat lelah. Kenapa tidak langsung ke apartment jika kau lelah?” Lanjutku.

Alih-alih menjawab, Yixing malah menarik pipiku.

Aku mengerang kesakitan sembari memukul tangannya untuk terlepas. “Ini sakit!”

Yixing tertawa melihat tingkah konyolku, seakan-akan itu dapat mengangkat rasa penat dari dalam dirinya.

Aku lantas melipatkan tanganku dan menumpukannya pada meja. Aku butuh penjelasan.

“Hari ini aku melakukan perjalanan ke Busan,” Ujarnya tanpa ku tanya.

Dia menarik nafas sebelum melanjutkan penggalan kalimatnya.

“Dan aku tidak bisa menghubungimu karena aku melupakan ponselku di ruangan kerja.” Tukasnya.

Aku masih diam mendengarkan ceritanya.

Jika dipikir sekali lagi, siapa yang jahat disini? Bukankah aku?

Aku tersenyum melihat Yixing yang menunggu reaksiku. Aku berdiri dari dudukku dan langsung menghampiri Yixing untuk merangkulnya.

“Maafkan aku.” Ujarku.

Barangkali Yixing tidak paham dengan apa yang aku ucapkan.

Tapi aku merasa karena mencurigainya.

Yixing mengalungkan satu tangannya ke belakang punggungku dengan yang satunya lagi menepuk bahuku.

“Tidak, aku yang harusnya meminta maaf.”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s