[EXOFFI FREELANCE] Tell Me What Is Love (Chapter 8)

Tell Me What Is Love

Evina93 @2017

Chapter / PG 15

School life, comedy, romance.

Kim Joon Myeon / Suho (EXO), Park Chorong (Apink), Rion.

Kim Minseok / Xiumin, Zhang Yixing / Lay, Park Chanyeol – (EXO)

Bae Joohyun / Irene (Red Velvet).

Chapter 8

Yixing termenung di pinggir trotoar ketika Xiumin dan Suho menghampirinya.

“Yixing” panggil pemuda yang lebih tua.

Reflex tubuh Yixing berbalik, liquid bening hampir saja keluar dari kedua matanya. “Hyung . . “ Yixing segera berlari menghampiri kedua kakak beradik Kim dengan merentangkan kedua tangannya. Rasa gembira bisa bertemu dengan mereka tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.

Sampai di hadapan Xiumin ia segera memeluk pria dengan pipi bakpau tersebut. “Hyung, aku merindukanmu. Terima kasih telah menemukanku” girangnya memeluk Xiumin dengan melompat-lompat bak bocah yang bertemu lagi dengan teman lamanya.

“Uhuk, Ching lepas, aku tak bisa bernafas” Gumam Xiumin.

“AH, maaf” Yixing melepaskan pelukannya dan tersenyum sambil menggaruk tengkuknya.

“Rindu kepalamu, kau hanya berpisah dari kami sekitar 4 jam Xing” Gerutu seseorang di samping Xiumin.

“Omo, Myeon! Aku juga merindukanmu” Yixing bersiap memeluk Suho, namuan niatnya tertahan oleh perintah Suho.

“Kau tak lihat lenganku!” bentak Suho.

“Astaga apa yang terjadi?” kaget Yixing.

Suho memutar bola matanya “Kau lupa kenapa aku menyuruhmu untuk mengambil motorku?”.

Yixing berpikir sejenak “Ah Ya! (Ia menepuk lengannya seperti teringat akan sesuatu). Maaf aku lupa. Lalu bagaimana dengan Chorong?” tanya Yixing.

“Ia baik” balas Suho.

“Cha . . ceritanya dirumah saja, hari semakin larut” Xiumin memberi saran dan menyuruh salah satu pegawainnya untuk membawakan motor Suho.

“Benar, ceritannya di rumah saja. Perutku sudah minta diisi. Go go go kita pulang!” Yixing dengan penuh semangat berjalan mendahului kedua kakak beradik itu. Di pertigaan ia dengan semangat berbelok ke kiri sambil berseru “Ayo pulang, ayo pulang!”.

“Yixing, kanan!” teriak Xiumin.

Dengan secepat kilat ia berbelok lagi ke arah kanan masih dengan berseru “Ayo pulang!”.

Xiumin menggelengkan kepalanya. Suho menghela nafas. ‘ Kapan temannya ini normal’ pinta mereka dalam hati.

***

Koridor sekolah sudah dipadati beberapa siswa. Termasuk Chorong dan Irene yang Sedang menuju kelas mereka. Namun seseorang menghalangi langkah keduanya.

Irene memandangnya jengah, Chorong bahkan sudah berwajah datar. “Ada apa lagi?” Tanya Chorong pada orang tersebut.

“Urusan kita belum selesai!” Ujarnya lantang. Membuat mereka menjadi pusat perhatiaan. Chorong benci ini. ia menghela nafas. Baru saja Irene akan membalas anak itu namuan Chorong sudah lebih dulu maju menghampiri gadis keturunan Jepang tersebut. Ia sedikit mencondongkan tubuhnya.

“Aku tau, kemarin juga perbuatanmu. Jika kau melakukankan hal yang lebih jauh dari kemarin. Maka tamatlah riwayatmu” bisik Chorong di telinga Rion. Sang gadis keturunan Jepang itu sedikit membola. Chorong menepuk pundaknya dan melewatinya. Irene berlalu melewatinya untuk menyusul Chorong.

Rion masih membeku. Semua orang kembali pada aktifitasnya. Tanpa Rion sadari seseorang mendekatinya. Ia mengangkat wajahnya “Oppa” ujarnya.

“Berhenti melakukan hal yang aneh-aneh atau kau akan tau akibatnya” Ujar Suho kemudian meninggalkannya. Ya, Suho melihat kejadian tadi.

“Chorongie~” panggil Suho.

Bulu kuduk Chorong meremang. Panggilan macam apa itu. Batinnya. Ia melihat kebelakang.

Disana. Beberapa meter dari tempatnya ia melihat pria yang sangat menyebalkan menurutnya sedang tersenyum bodoh dan menghampirinya. Bola matanya berputar jengah.

“Maaf Bae, sepertinya aku harus pergi lebih dulu. Sampai bertemu dikelas bye” dan Chorong pun berlari.

“Yak!” teriak Irene.

“YAK! PARK CHORONG TUNGGU!” teriak Suho dengan mengejar Chorong.

“Tidak mau!” teriak Chorong masih dengan berlari.

Irene sedikit bingung dengan keadaan Suho yang menopang sebelah tangannya. Namun ia tidak terlalu peduli. Dan kembali berjalan menuju kelasnya.

Disisi lain, Rion masih di tempatnya melihat kejadian itu. “Awas saja kau Chorong” tangannya mengepal erat.

***

“Akan ku hajar pria Kim itu!” gerutu Chorong setelah mendudukan dirinya di bangku kantin. Chanyeol dan Irene dibuat melongo.

“ Ku kira kakakmu tersambet sesuatu” Ujar Irene pada Chanyeol.

“Kurasa juga begitu nonna” Chanyeol mengangguk setuju dengan pendapat Irene.

“Yak! Kalian ini aish” sungut Chorong.

“Habisnya baru datang sudah menggerutu, ada apa?” pandangan Chanyeol menatap Chorong namun lengannya mengambil sesuatu di atas meja. Dengan gerakan kilat Chorong lebih dulu meraih benda yang diinginkan Chanyeol dan menghabiskannya secara rakus.

“ITU MILIKU!” geram Chanyeol, namun itu sia sia karena yang diletakan Chorong di atas meja tinggalah gelas kosong. Setelah itu Chorong melirik Chanyeol tajam.

Glek

“Jika kau masih haus akan ku belikan lagi” tawar Chanyeol ciut setelah melihat pandangan sang kakak.

Baru saja akan beranjak Chorong sudah mencegahnya “Tak perlu” dan Chanyeol mendudukan kembali dirinya.

“Ada apa ? cepat katakan” titah Irene.

Chorong mengambil nafas sejenak, “Kau tau? Dengan tidak biadabnya Kim Suho mengesalkan itu memeberiku tumpukan soal yang perlu dikerjakan, belum lagi tadi ia sengaja datang menemuiku untuk menyerahkan semua buku ini” tunjuk Chorong pada beberapa tumpukan buku diatas meja.

“Hanya karena itu? Heol ku kira ada apa” sesal Irene.

“Ish, aku rugi membiarkan minumanku diminum olehmu” kali ini Chanyeol yang mengeluh.

“Yak ! hari ini aku juga ada latihan untuk kejuaraan, belum lagi ada hal penting yang harus ku kerjakan lainnya” tutur Chorong yang tak terima dengan pendapat kedua mahluk dihadapannya ini.

“Memangnya apa?” tanya Chanyeol sedikit penasaran.

“Tentu saja bermain game!” ujar Chorong percaya diri.

“Heol, rugi aku bertanya padamu nonna” Chanyeol memutar bola matanya jengah.

“Aku bersukur Suho memberimu banyak tugas, setidaknya otakmu itu perlu diisi sedikit nutrisi bukan hanya game dan berkelahi” nasehat Irene.

“Kau itu temanku bukan sih, kenapa tak pernah membelaku?” Tanya Chorong.

“Sayangnya, aku harus mengaku benar” balas Irene datar.

“Yak!”

***

Bulir peluh mengalir di pinggiran wajah Chorong. Dengan mengenakan seragam putih itu ia melihat targetnya dengan pasti dan “Yak!” buk. Tendangannya mengenai target.

“Bagus Chorong, sebentar lagi turnamen, jagalah kesehatanmu” ujar sang pelatih. Chorong membungkuk hormat “Baiklah Seosangnim”.

“Cha, semua! Cukup untuk hari ini. berisitirahatlah” ujar sang pelatih.

“Nde, kamsahamida” ujar para murid serempak. Setelah sang pelatih undur diri semua berpencar.

“Rong-ah, pacarmu sudah menunggu tuh” ujar Eungkwang.

“Apa maksu . .” namun ucapannya terhenti ketika matanya melihat gambaran mahluk yang membuatnya kesal tadi siang.

Chorong merajut langkahnya sedikit cepat menuju sang pria. “Aigo, sebegitu rindunya kah ia, padahal belum sehari, andai saja ku punya kekasih hahh” ujar Eunkwang.

“Ada apa kau kemari?” Tanya Chorong ketika langkahnya terhenti setelah berhadapan dengan sang pria.

“Tentu saja menunggumu, kau lupa jika hari ini aku harus mengajarimu” ujar Suho.

“Tapi aku sangat lelah” melas Chorong.

“Tak ada bantahan, kau tak ingin nilamu naik” ujar Suho.

“Ish, kau ini menyebalkan” Chorong berbalik meninggalkan Suho dengan menghentakan langkahnya. “Ku harap lengannya akan seperti itu terus” gerutu Chorong.

“AKU MENDENGARMU PARK CHORONG!!” teriak Suho. Chorong yang mendengar itu mempercepat langkahnya menjadi berlari. “Dasar” ujar Suho tersenyum.

***

“Kenapa dirumahku sih?” Tanya Chorong ketika mereka sudah memasuki bis. “Kenapa tidak boleh? Apa kau menyembunyikan sesuatu?” selidik Suho.

“Ta tak ada yang aku sembunyikan, lagi pula orang tuaku tidak mungkin . .” “ mereka sudah mengijinkan” perkataan Chorong terpotong oleh Suho.

“Apa? Mana mungikn”

“Tak percaya? Coba saja hubungi Chanyeol atau orang tuamu” ujar Suho.

“Baiklah” Chorong mengambil sesuatu dari saku seragamnya. Tak butuh waktu lama ia sudah terhubung dengan seseorang.

“Ibu” ujarnya

“Ah, Rong-ah. Kau tau apa makanan kesukaan Suho? Ku dengar dia akan berkunjung. Aku akan menyiapkan cemilan untuk kalian. Ku dengar dia akan mengajarimu, wah tak kusangka ia murah hati ingin mengajarimu yang bebal ini”

‘murah hati apanya’  pikir Chorong.

“Ibu!”

“Cepatlah sampai, dan hati-hati di jalan, bye” dan sambunganpun terputus.

“Apa katanya?” Tanya Suho.

“Tak ada” ujar Chorong, Suho yang melihat ekspresi Chorong saat ini terkekeh. “Jangan tertawa” ancam Chorong.

“Aku tidak” sangkal Suho.

“Kau iya” ujar Chorong. “Lagi pula kenapa kau mau naik bis?” Tanya Chorong.

“Hai gadis barbar, apa kau lupa dengan kondis tanganku” ujar Suho menunjukan lengannya yang masih terbalut perban.

“Ups, maaf aku lupa. Kenapa tak menyuruh sopirmu atau pegawaimu yang lain untuk mengantar kita?” Tanya Chorong.

“Kenapa? Kau tak mau naik bis?” Tanya Suho menyelidik.

“Tidak, aku sudah terbiasa dengan ini, hanya saja . .” ujar Chorong menggantung.

“Hanya saja apa?” Tanya Suho.

“Ku kira kau bangkrut haha” ujar Chorong.

“Heol, tak mungkin seorang Kim Suho bangkrut!” ujar Suho.

“Nde nde, tuan muda Suho saya paham” balas Chorong.

“Bagusalah jika kau paham”

“Dasar Sombong” gumam Chorong.

“Aku mendengarmu Park” ujar Suho dan Chorong hanya menampilkan senyuman bodohnya.

***

“Ini masih salah, kerjakan lagi” titah Suho.

“AISH” Chorong merebut kembali catatannya.

Tok tok

“Ya” Ujar keduanya.

“Maaf jika ibu mengganggu, ini cemilan untuk kalian. Selamat belajar” Nyonya Park meletakan nampan berisi dua gelas minuman dan beberapa makanan ringan.’

“Terima kasih Bi” ujar Suho membungkuk.

“Tak perlu sungkan, silahkan kalian lanjutkan belajarnya. Ibu tak kan mengganggu kalian” nyonya Park kembali menutup pintu kamar Chorong. Suho kembali duduk.

“Myeonnie . . aku lelah” ujar Chorong. Oh Suho tau rengekan ini, jika Chorong sudah memanggilnya seperti ini pasti ada maunya.

“Kerjakan sebisamu, ujian sebentar lagi. Jika ada yang tidak kau mengerti baru kau bertanya. Cha kerjakan” Suho menggerakan kepala Chorong menuju lembaran Soal di meja.

“Dasar kejam” gerutu Chorong. Namun Suho tak peduli ia lebih memilih membaca buku yang berada di sebelah tangan kirinya.

Suho meletakkan bukunya “Kau sudah . .” perkataannya terhenti ketika melihat Chorong sudah terlelap menuju alam mimpinya. Suho menghela nafas “Ia benar-benar kelelahan” Suho membenarkan rambut Chorong dan tersenyum. ia beranjak dari tempatnya menuju ranjang Chorong. Dan kembali membawa sebuah selimut di tangannya. Dengan usaha semampunya ia menyelimuti Chorong.

“Kau sudah berusaha” Ia mengelus pelan kepala Chorong membuat sang gadis bergerak sedikit dalam tidurnya. Suho melihat interior kamar Chorong. Ia tak menyadarinya ketika masuk pertama kali. Kamar Chorong tidak seperti anak perempuan pada umumnya. Dalam kamarnya tergantung sebuah samsak dan berjejer beberapa koleksi manga serta kaset video game. Suho menjelajahi isi kamar Chorong. Ia menjelajahi salah satu rak yang menyimpan kaset game milik Chorong. Ia mengambil salah satunya. Namun selembar kertas terjatuh dari situ.

Suho mengambilnya, ternyata sebuah Foto. Ia melihatnya secara seksama. Di foto itu terdapat Chorong dan seorang pria sedang tersenyum. Dia tidak mengenali pria ini, ini bukan Chanyeol. Lalu siapa pria ini?

Tbc

Whai para reader jujurlah kalian, apa kalian lebih menunggu part Yixing dibanding Chorong dan Suho sang pemeran utama? Haha . .

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, semoga saya bisa cepat update lagi.

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Tell Me What Is Love (Chapter 8)”

  1. Setelah berbulan2 lamanya,akhirnya muncul juga ff ini…
    Thats right kak,terkadang selalu nunggu part nya iching untuk lihat dibikin se ogeb apalagi dia,tapi teteplah partnya leader couple yang ditunggu2…
    Fighting kak,dan semangat nulisnya biar bisa cepat update lagi

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s