[EXOFFI FREELANCE] Play(Boy) (Epilog)

|  PLAY (BOY)  |

| Oh Sehun & Hwang Mora |

| Byun Baekhyun, Ahn Hee Yeon (Hani EXID) |

| Jung Soojung [Krystal F(X)], Kim Jongin (Kai EXO), Lee Jieun (IU) |

| Romance x Drama |

| PG-17 | Twoshot |

2017 – Storyline by JHIRU H.

Aku sudah memutuskan saat aku memanggilmu

dan memberikan sebuah ciuman,

kau tidak bisa berhenti dalam permainan ini.

Prev : Teaser|Prologue|1|2

*warning : mature content akan ada banyak kata-kata kasar dengan

unsur dewasa bertebaran dalam fanfiksi ini.

*Hargai karya penulis dengan meninggalkan jejak di kolom comment

◦ ◘ ♯ ♯ ♯ ◘ ◦

—×◦ play(boy) ◦×—

In Author’s Eyes . . .

    Sehun menatap gugup dirinya di cermin, tangan Pria Oh itu dingin dan sedikit berkeringat. Baekhyun yang melihat sahabatnya gelisah berusaha menenangkan, tapi Sehun tetap saja panik. Berkali-kali, Pria Oh itu merapikan setelan jas dan menatap raut tegang yang terpampang jelas di wajahnya.

“Kau kan sudah menikah! Apa tidak ada saran yang bisa kau berikan padaku?”

“Tidak ada, Oh Sehun. Aku bahkan keluar masuk toilet saat menunggu sepertimu,”

    Tatapan sinis disarangkan Sehun pada Baekhyun, apa sih yang bisa dilakukan sahabatnya itu? Meski sudah menikah dan punya anak, Pria Byun itu sama sekali tidak berubah.

‘CKLEK’

    Dua pria itu menoleh pada pintu yang dibuka, tak lama terlihat sosok wanita cantik dengan gaun putih datang menghampiri mereka.

“Apa yang kau lakukan di sini? Tak seharusnya kau menghampiri pengantin pria,”

    Itu Mora, Hwang Mora mendengus kesal pada Baekhyun. Gadis itu tak menghiraukan ucapan sepupunya, dia datang mendekat dan memperhatikan Sehun dari ujung rambut sampai ujung kaki Pria Oh itu.

“Oh ya ampun! Kau tampan sekali,”

“Kau juga bertambah cantik,”

    Gadis itu tersenyum bangga, tentu saja! Dia harus berpenampilan luar biasa hari ini.

“Cepat keluar! Kalian bisa bertemu nanti di aula pernikahan,”

    Mora melemparkan tatapan tajam pada Baekhyun, kenapa dia cerewet sekali sih! Sehun saja tak mengeluarkan protes apapun. Lucu sekali, mulut Pria Byun itu sama cerewetnya dengan keponakkan Mora.

    Sehun hanya tertawa geli melihat interaksi mereka berdua, Pria Oh itu sangat bersyukur dapat bertemu dan mengenal dua orang yang berada di hadapannya ini. Mereka berdua memiliki hati yang hangat, Sehun merasa dia memiliki anggota keluarga yang lain.

“Pap . . .papa . . .aaa . . .”

    Itu suara Byun Baekhee, anak Baekhyun yang berusia enam belas bulan. Gadis kecil itu berjalan dengan pelan menghampiri mereka.

“Duhh, keponakkan bibi yang paling cantik.”

    Gadis Hwang itu baru saja akan menggendong Baekhee ketika sebuah tangan menghentikan aksinya.

“Jangan! Mora, nanti gaunmu menjadi kusut. Kau punya penampilan spesial hari ini,”

“Kau benar, Hee Yeon. Cepat seret dia keluar dari sini, sebentar lagi acara akan dimulai.”

    Baekhyun memberi perintah pada istrinya itu, Hee Yeon yang mengerti berniat membawa Mora pergi dari sini dan membiarkan Baekhee berada di pelukkan Baekhyun.

“Kita akan bertemu nanti,”

    Mora menoleh ketika mendengarnya, Gadis Hwang itu melayangkan senyuman manis ke arah Sehun sebelum benar-benar pergi menghilang di balik pintu.

    Baekhyun membawa Sehun menuju aula pernikahan ketika kedua orang tua Pria Oh itu datang dan mengatakan acara akan dimulai, Pria Byun itu menyuruh Sehun untuk menunggu sebentar di depan pintu aula.

    Sebelum meninggalkan Sehun sendirian dan bergabung bersama istrinya, Baekhyun menyarankan Pria Oh itu untuk tetap tenang dan mendengarkan aba-aba ketika waktunya tiba Sehun untuk masuk ke aula.

    Sehun tak pernah merasa segugup ini, dia mencoba untuk menenangkan diri tapi itu tidak berhasil. Pria Oh itu semakin gugup ketika kakinya mulai melangkah memasukki ruang aula, matanya memandang sekitar.

    Lalu, Pria Oh itu bertemu pandang dengan Mora. Gadis itu sudah duduk tenang di depan piano, Mora akan memainkan piano sebagai musik pengiring di acara pernikahannya.

×◦◦×

In Mora’s Eyes . . .

    Aku melemparkan sebuah senyuman pada Sehun, pria itu terlihat sama gugupnya dengan Baekhyun di hari pernikahan. Ini kali ketiga aku memainkan musik pengiring di acara pernikahan, yang pertama pernikahan Baekhyun, kedua Soojung, dan yang ketiga Sehun. Mereka adalah orang-orang yang kucintai, memberi penampilan spesial di moment terpenting mereka merupakan hal yang sangat membahagiakan untukku.

    Pintu utama aula terbuka lebar, aku memulai permainan pianoku bersamaan dengan hadirnya pengantin wanita. Wendy Son, itu nama wanita yang akan menjadi istri Sehun. Mereka bertemu dua tahun yang lalu, aku tersenyum geli begitu mengingat pertemuan mereka yang terkesan buruk. Bahkan, untuk pertama kalinya Pria Oh itu berteriak kesal kepada seorang wanita. Tentu saja! Wendy adalah pelakunya.

    Mataku menangkap Soojung yang tersenyum bangga melihat penampilan Wendy, itu adalah gaun pilihannya. Ny. Kim itu adalah direktur sekaligus designer di sebuah perusahaan fashion, Soojung satu-satunya yang bertahan dengan pilihannya. Tapi situasi sudah sangat berbeda, tidak ada Kim Jongin yang suka ‘bermain’ di belakang. Pria Kim itu menjadi seorang suami yang hanya memandang Soojung, bahkan sekarang Jongin terus mengikuti Soojung. Pria Kim itu khawatir, pria-pria yang berada di sekitar Soojung tiba-tiba akan menyerang istrinya. Lucu sekali! Kim Jongin berubah menjadi suami yang begitu posesif.

    Atensiku bersarang pada Baekhee yang bertepuk tangan dengan senang, gadis kecil itu sepertinya sedang gembira. Dia tidak rewel hari ini.

    Tak lama setelah kepergianku, Baekhyun mengambil keputusan yang mengejutkan semua orang. Dia memilih untuk berpisah dengan Jieun, Pria Byun itu bilang dia tidak cukup baik hingga bisa membuat Jieun benar-benar peduli padanya. Jadi, Baekhyun fokus memperbaikki hidupnya. Dia mencoba untuk mandiri, bahkan sekarang Baekhyun menjadi seorang progammer dan pemilik perusahaan game. Aku pikir itu adalah pekerjaan yang paling cocok untuknya.

    Baekhyun tetap berhubungan baik dengan Hee Yeeon, mereka sama-sama menguatkan diri untuk membuka lembaran baru. Selama tiga tahun, Baekhyun tak pernah membahas tentang kisah asmaranya padaku ataupun Sehun. Sepupuku itu bilang, dia tidak punya cukup waktu untuk memikirkan hal itu karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya.

    Di tahun yang sama dengan selesainya masa studiku, Hee Yeon jauh-jauh datang menemuiku dengan raut wajah cemas. Wanita itu bilang sepupuku sudah gila, Baekhyun tiba-tiba saja melamar Hee Yeon. Meski berkali-kali ditolak, Pria Byun itu tidak menyerah dan terus  mengikuti Hee Yeon. Aku tertawa ketika mendengarnya, itu sangat Byun Baekhyun sekali. Tak ada saran atau apapun dariku, aku hanya bilang pada Hee Yeon lupakan semua hal buruk yang pernah terjadi padanya. Jika Hee Yeon memang mencintai Baekhyun, jangan mencari alasan untuk menolaknya, karena mereka punya rasa yang sama.

    Permainan pianoku selesai bersamaan dengan riuh tepuk tangan, usai janji suci yang diucapkan Sehun dan Wendy, mereka tersenyum bahagia. Kutatap wajah Sehun, tidak ada lagi ketegangan di sana.

    Sehun menepati janjinya, dia benar-benar datang menemuiku. Kami menghabiskan waktu bersama, berbagi cerita, dan mendukung satu sama lain. Tidak hanya kami berdua, tentu saja Baekhyun ikut andil. Kami menyayangi satu sama lain, tapi rasa cinta itu berbeda. Aku sudah pernah mengatakannya, bukan? Dia menyayangiku dan juga mencintaiku. Tapi perasaan Sehun bukanlah antara pria dan wanita, itu seperti keluarga.

    Aku bukanlah seorang yang bodoh tanpa perasaan menerima permintaan Sehun untuk menjalin hubungan, sejak awal aku punya perasaan lebih padanya. Hanya saja, aku mencoba untuk menipu diriku sendiri menutup rapat perasaanku. Dua tahun menjalin hubungan bersama Pria Oh itu sudah cukup bagiku untuk menunggunya, tapi Sehun tak pernah mengambil keputusan untuk benar-benar memulainya dari awal.

Lalu, apa aku menyesal sudah menerimanya dan meninggalkan seorang Oh Sehun?

    Tidak! Tentu saja tidak! Hari-hari dimana saat kami bersama adalah kenangan yang paling indah untukku. Meninggalkan Sehun dan mengejar studiku adalah keputusan yang sangat tepat dan membanggakan untukku. Sejak awal, aku sudah mengambil keputusan untuk mengakhiri kisah naifku. Ucapan untuk menunggunya hanya sebuah kalimat yang aku katakan agar Sehun tak terlalu merasa bersalah, karena aku tahu sejak awal perasaan apa yang Pria Oh itu berikan untukku.

    Kupandang cincin yang tersemat di jari manisku.

Sudah kubilang, bukan? Aku tak pernah menyesal telah meninggalkan Sehun, karena sekarang aku sudah memiliki seseorang yang mencintaiku dan memahamiku. Jika aku ragu dan tetap bersikeras mempertahankan Sehun, aku tak akan bisa bertemu dengan pria yang sekarang sangat kucintai.

    Aku menatap Sehun di depan sana, pandangan kami bertemu dan dia melemparkan senyum bahagia padaku. Ah! Aku sudah tidak sabar, dua bulan lagi aku yang akan berdiri di depan sana bersama pria yang sangat kucintai.

    Kulambaikan tangan membalas senyumannya, hal yang paling ku ingat dan sangat membekas di hatiku adalah ucapannya saat memintaku menerima Pria Oh itu.

‘Kupikir, kau adalah orang yang tepat untukku,’

    Aku tersenyum geli ketika mengingat pengakuan dari Oh Sehun.

—×◦ the end ◦×—

JHIRU’S Note :

Selesai… selesai… gak ada tambah-tambahan lagi.

Ada yang kecewa kah? Perpisahan tak selalu berarti sad ending y.

Di chapter 2(End) sebisa mungkin ane menjelaskan perasaan Sehun, dimana dia menyayangi Mora bukan sebagai pria tapi keluarga. Karena Sehun adalah orang yang membutuhkan kehangatan keluarga dn itu dia dapatkan dari Baekhyun dan Mora, menurut ane itu merupakan jalan yang membuat Sehun hidup dengan lebih baik. Lagipula, janji Sehun itu datang menemui Mora dengan jawaban apapun— Yah, bisa jadi dia cinta ataupun nggak— dan klw pun dia beneran suka gak bakal butuh waktu lama buat mikirinnya. Ingat nggak ucapannya apa?

“Apapun itu, aku pasti akan datang.”

Lalu, kenapa Mora sama sekali gak berusaha untuk mempertahankan Sehun? Karena dia adalah karakter yang melihat suatu hal dari segala aspek. Jadi, bagi Mora ada banyak hal yang bisa dia capai dan lakukan daripada mikirin perasaannya yang gak bersambut.(Di sini, anggap aja dia kuliah sampai S3 y. Jadi, sekitar 5-6 tahun)

Jieun dan Baekhyun udah jelas banget y, dimana kebebasan yang diberikan Jieun pada Baekhyun itu adalah bentuk dari rasa ketidakpedulian Jieun. Yah, mau gimana juga caranya pasti Baek bakal ane buat berakhir sama Hani. Klw Soojung ama Jongin gak perlu di bahas, Soojung bnran hebat banget msih betah aja sama si item.

Sejujurnya, ini gak sesuai dengan keinginan ane. Story yang ingin ane buat itu melenceng banget, harusnya Mora itu hanya salah satu dari daftar list wanita-wanita Sehun dan hubungan mereka itu gak melibatkan emosi sama sekali. Yah, ada sih cinta sepihaknya Mora. Ff yg ingin ane buat itu mature2 gitu, yang terkesan sexy gimana gitu. Tapi otak ane gak sejalan dengan keinginan, tahu2 udah jadi begini. Mau merevisi 5000 word pas di chapter satu itu hanya mubazir dan bakalan lama ngedit, jdlah storynya berubah. Yah, tapi intinya sama sih. Endingnya juga bakal ane buat begini.

Terima kasih sudah setia membaca ff ini^^

Ane gak jd PW karena gak tega sama reader’s yang udah setia ninggalin jejak, masa’ gara2 sider’s ane tega melakukan hal itu ama kalian. Biar para sider’s jerah sendiri lah, paling klw beneran ane udah dongkol banget bru di PW.

Maaf masih banyak kekurangan di sana-sini (seperti typo, plot cerita yg kurang greget, atau karakter yang kurang menarik, dll), ane bakal lebih berusaha buat story yang lebih bagus lagi. Rencananya sih, bakal publish ff baru minggu depan *tpgakjanji. Jangan lupa nanti dibaca~

Ff chapter ane yg lain (SHADOW), silahkan dibaca juga.

Kunjungi : WordPress | Wattpad | Twitter | Instagram

24 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Play(Boy) (Epilog)”

  1. Jujur pas baca Chapter ini seolah membuka kembali hal yang pernah kualami. Kisah Mora dan Sehun sama persis. Hahaha ya ampun, author kok ceritanya kayak gini sih haduh. Tapi keren banget kok, dan buat Mora posisinya itu gak mudah tapi dia bisa apa gitu selain menerima semuanya. Toh masih ada pria lain hehe 🙂 Mantap. Cerita ini Masih ada kelanjutannya lagi gak?

    1. Wah, benarkah? sejujurnya, ane gak tw ini sama dgn pengalamanmu gak ada niat membuka luka lama. sungguh, diriku minta maaf. hehehehe…
      bner, msih bnyak pria lain yg lbih bsa mengerti #mewekdeh #pengalamanpribadijomblo
      gak ada, say. Ckup sampai sini aja y, udah habis. dah mentok banget nih…
      Thank u udah membaca ff ini hingga habis^^

  2. T.T authorr asli gue nangis ama endingnya tapi bukan cuma nangis gegara sedih sih walaupun gue kecewa tapi baca notenya author yg ‘perpisahan bukan berarti sad ending’ gue jadi ngerti klo hubungan yg emang udh nggk bisa dilanjutin ngapain di pertahankan kan cuma bkin nyesek.. Tapi asli author ini melenceng dari ekspektasi gue, yg dari awal gue baca..! Authornya emg jago mainin emosi dakuh

    1. Hehehehe…
      gimana dong, memang sejak awal si Sehun gak ada rasa.
      iy, kn mereka udah pnya psangan masing2 dn hdup bhagia.
      terima kasih sudah membaca ff ini hingga akhir^^
      nantikan project ff ane selanjutnya

  3. Ya ampuun aku kira yg nikah sama sehun itu mora eh ternyata salah besar 😦
    Senengnyaaa bisa baca ini dari awal sampe akhir makasih thor 🙂

  4. Baper luar biasaa !!!!
    Padahal kukira Sehun bakal nikah sama Mora.. Ternyata bukan
    Tapi playboy ini ff yg luar biasa bagus
    Karakter dan alurnya bisa buat seseorang belajar tentang arti cinta yang sebenarnya dan tidak egois dalam sebuah hubungan
    3 jempol dehh untuk author
    Semangat nulis yaaa….
    Di tunggu ff setelahnya 😊😊

  5. Wueehh…
    Akhirnya epilog ada. Wahhh.. diluar dugaan. Aq kira sehun sama mora. Tp ini bahagia kok. Mereka punya pasangan masing-masing

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s