[EXOFFI FREELANCE] LET ME IN 17: MAD (NO) HATE

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

Author | RahayK

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

Yoon So hee  x Baek Eun Ha

Irene Bae  x   Park Ae Ri

Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

Kim Jong In  x   Kai Kim

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter -Sequel

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

Disclaimer | Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Poster | RahayK Poster

Summary  this  Chapter |  “Disaat Kebahagiaan Menghampiri.. Kesedihan Dalam Terus Menarikku Kedalam Pusarannya.”

Previous Chapter | First Encounter > Before time tell you to stop > Interview > Stranger(us) > Past pt.1 > Past pt.2 >Her Beloved > Fools love > For Life > All thing is back> Best (bad)gift >> Because Of Cola >> Game is Begin >> Meet and Invitation >> Unexpected Reality >> Game is Begin >> Someone from Past >> Mad (no) Hate [now]

-=LET ME IN=-

-=17=-

Eunha side’s

Ini hanyalah sebuah mimpi yang begitu indah dan juga panjang. Tak ada yang membangunkanku dalam penantian yang tak pernah tahu kapan ada akhirnya. Namun, sepintas Tuhan seperti mengatakan untuk berhenti sebelum semuanya berbalik arah padaku, dengan sebuah belati ditangan mereka yang disembunyikan dibalik tubuh mereka masing-masing. Siapa yang benar-benar melukaiku dengan belati itu? Atau, itu hanya sebagai ancaman agar mereka tetap bertahan ditempatnya?

Eunha side’s end

**

“Ahjussi?”panggil Eunha disela makannya yang tidak berselera, sementara Baekhyun masih memotong daging steaknya yang seperempat bagiannya sudah masuk ke dalam mulutnya atau mungkin sudah turun ke lambungnya yang sudah mendemo sejak tadi. “Apa setelah ini kau bisa segera mengantarku pulang ke rumah?”tanya Eunha kaku,lalu meminum air putih yang disediakan oleh waiters yang baru menaruhnya.Merasa ada yang berubah pada gadis itu sejak tadi, membuat Baekhyun muncul rasa heran seraya menatap Eunha sekilas. “Apa terjadi sesuatu?Apa kau merasakan cidera setelah menyelamatkan Yunheo tadi, kita bisa ke rumah sakit setelah ini.” Baekhyun ingin memegang pipi Eunha, memastikan gadis itu baik saja atau tidak, namun Eunha memilih untuk melengos dan memundurkan kursi yang ia duduki. “Aku izin ke toilet sebentar.”

Rasa ketakutan menyelimuti tiba-tiba, dikala aku fikir ia adalah satu-satunya orang yang dapat menerimaku dengan tangannya yang hangat meski ekspresi wajahnya terlampau dingin. Ia adalah orang kesekian yang melepaskanku ketika aku terpeleset ditepian jurang dengan lautan berombak, dengan kali ini merupakan kesalahanku yang membuat dia kembali tak percaya lagi pada orang lain.

Baekhyun menurunkan kecepatan laju mobilnya, begitu ia keluar dari jalan bebas hambatan, merasa penuh tanya dengan tingkah dan sikap Eunha hari ini akhirnya lelaki itu memilih untuk memulai perbincangan, meski tampak awkward kelihatannya. “Aku, akan memeriksa CCTV sekitar apartement untuk melihat siapa yang mencoba menabrak Yunheo.”

“Gumawo, Ahjussi..”

“Apa kau cukup jelas melihat kejadiannya?”

“Cukup jelas. Hanya saja, aku sulit melihat wajah pengemudinya karena ia memakai topi dan juga masker hitam.”

“Baiklah, aku akan mengantarmu sampai ujung jalan sana –karena aku masih ada urusan. Tidak apa-apa’kan?”

“Ya, tidak apa-apa, ahjussi. Terimakasih atas hari ini.”

Baekhyun menepikan mobilnya, Eunha kemudian melepaskan seat-belt kemudian menundukkan kepalanya, “Ahjussi..”panggilnya, membuat Baekhyun menoleh dan menatap Eunha, menunggu apa yang akan gadis itu katakan. “Ya?”

“Maafkan aku. Atas sikapku hari ini.Kalau begitu, hati-hati dijalan.”

“Baiklah. Kabari aku jika sudah tiba di rumah.”

**

Sajang –nim.. ada media yang merilis berita tentangmu. Bahkan artikel ini juga menguak tentang Gohaeng industry chemical dan juga persoalan lima tahun lalu.”

“Siapa yang merilis berita itu?”

“D Magazine. Editor dan Penulis artikelnya Baek Eunha –ssi, sajang –nim.

“Baek Eunha?”

ye, sepertinya ini adalah Eunha –ssi yang anda kenal. Dan, pihak D Magazine menghubungiku untuk mengundangmu interview untuk majalah bisnisnya yang terbit bulan depan.Aku belum bisa memutuskan –‘

“Terima saja.”

ye?”

Interview dengan D Magazine aku akan melakukannya. Dengan syarat Eunha ada dalam tim interview itu” Baekhyun bicara menekan diakhir kalimat, ia memejamkan matanya –apa ia sedang dikhianati oleh bocah ingusan itu? Baekhyun tak dapat berfikir jernih selain ia mengingat Eunha seperti memang tidak tahu apa-apa, namun, apa mungkin itu hanya sebatas acting saja?Tanpa alasan, nalarnya atau mungkin sanubarinya meminta dirinya sendiri untuk tidak menyalahkan Eunha, rasanya tetap seperti dikhianati, sekalipun Eunha hanyalah seorang kenalan biasa untuknya. Atau mungkin, lelaki itu tak cukup sadar, bahwa perasaan itu seperti berkembang seperti ulat, atau yang lebih sederhananya, gelas kosong itu kini sudah terisi air sedikit demi sedikit.

“B-baik, sajang-nim.. Jaebum memundur beberapa langkah, kemudian segera memberi salam hormat dan keluar dari ruangan sang atasan.Baekhyun beranjak setelah Jaebum pergi, ia dibalut dengan perasaan kalut yang menghantuinya, ia memilih pergi ke toilet dan membasuh wajahnya berharap akan membaik, namun hasilnya nol besar. Ia menatap dirinya pada pantulan cermin, amarahnya kian memuncak dan

Pryang!

Darah segar mengalir perlahan dari tangannya yang terluka, sementara sebagian dari cermin itu retak, bahkan dalam keadaan tangannya yang terluka, ia tak merasa sakit sebagaimana orang normal, indera perasanya seperti mati untuk merasakan sakit selain bagaimana sakitnya dibohongi oleh seorang yang dikiranya akan selalu jujur, apa adanya pada dirinya.

**

Eunha duduk bersama Jisoo dan Sowon, mencoba mencermati apa yang sedang terjadi, Sowon lebih memilih mengambilkan kedua adiknya itu secangkir air hangat untuk menenangkan keduanya. “Jadi, ceritakan dengan rinci apa yang sebenarnya terjadi, Baek Eunha.”pinta Jisoo setelah menyeruput air hangatnya yang cukup membuat tenggorokkannya tak sekering tadi. Eunha hanya membuang nafas perlahan, semuanya menjadi kacau dan rumit dari sudut pandangnya -ia tak mengira bahwa apa yang ada di diska lepas itu akan menjadi konsumsi publik dalam hitungan menit. Kini, nama Dellion Foster dan beberapa search key lain yang berhubungan dengan Baekhyun menjadi trendi pencarian nomor satu sejak hampir satu jam artikel itu dirilis.

Jelas, ia mendengar sendiri bahwa Direktur Park mengiyakan saat dirinya meminta agar apa yang ada didiska lepas itu tak menjadi masalah dan konsumsi publik, namun nyatanya? Direktur Park mengingkari janjinya. Ia sudah cukup jenuh dengan rasa bersalahnya dan rasa bersalah itu kian menguar semakin besar tatkala ia tahu bahwa Baekhyun akan melakukan interview dengan D Magazine. Apakah dunia harus segila ini? Mengapa Baekhyun harus menerima tawaran itu? Ini sungguh-sungguh menyebalkan.

“Aku sama sekali tidak mengira akan menjadi sekacau ini, situasinya. Awalnya, aku diminta oleh Direktur perusahaanku untuk mencari data seseorang bernama Dellion Foster, bersama rekanku, Wonwoo kami  diberi beberapa clue seperti top secret document yang berisi informasi insiden kebakaran sebuah industry farmasi yang sedang Berjaya pada masa itu, dan ada selembar foto yang menjadi satu-satunya aku dapat menemukan titik terang dari seseorang bernama Dellion Foster itu.”

Jisoo menyeruput air hangatnya kembali, sementara Sowon seperti keasikan mendengar dongeng Eunha ia sudah tertidur di lantai. “Jadi, kau sungguh tidak tahu bahwa Baekhyun ada kaitannya dengan tugasmu yang diberikan oleh si direkturmu itu?”

Eunha mengangguk. “Tapi, apakah industry itu adalah Gohaeng Industri yang terbakar sekitar 13 tahun lalu?”tanya Jisoo lagi, membuat Eunha lagi-lagi mengangguk, “Bagaimana kau tahu?”

“Hng, itu termasuk insiden terbesar yang terjadi dalam kurun waktu 15 tahun belakangan. Saat itu, ada hal yang tak sengaja aku lihat, sesaat sebelum kebakaran itu terjadi.”terang Jisoo lalu menyalakan tv. “Apa yang unni lihat saat itu?”

“Entahlah, tidak begitu ingat. Yang jelas, aku katakan satu hal padamu,-‘ Jisoo terdiam lalu segera memeluk Eunha, kemudian ia melanjutkan “-jika kondisinya sudah memungkinkan untuk menjelaskan, maka katakan pada Tuan Foster, bahwa ini hanya salah paham –dari awal kau tidak pernah bermaksud untuk menggali informasi tentangnya.”

“Apa itu membantuku agar ia tidak marah?”

“Mungkin ia akan tetap marah, namun penjelasan bisa meredakan kecewa.Hatinya akan menerima penjelasanmu, bukan nalarnya. Lagipula, apa yang kau tahu dari kehilangan dia yang tanpa jejak apapun lima tahun ini?”

“Terimakasih unni.

“Mungkin, aku punya satu saran lagi untukmu, Eunha.”

“Saran?”

“Direkturmu pasti memiliki alasan tersendiri mempublish apa yang ada di diska lepas itu.”

**

Jaebum dan Baekhyun datang bersama, Jaebum tampak celingak-celinguk mencari keberadaan Eunha, bukan tanpa alasan namun menurutnya bukan waktu yang tepat untuk Eunha menemui Baekhyun karena situasinya lebih rumit dari yang dibayangkan. Namun, baru saja ia berdo’a Eunha muncul di depan jauh sedang sibuk menyiapkan hal-hal kecil untuk interview.Tuhan menolak do’a Jaebum hari ini. “Anyeonghaseo, Foster –ssi.Kami akan segera selesai bersiap, kau ingin jalan-jalan lebih dulu?”

“Tidak.Menunggu disini akan menghemat waktuku.”

“Baiklah namaku, Go Eun Hee wartawan utama yang akan berinterview denganmu hari ini. Dan –sebentar..-‘

“..ini, Nona Baek –asisten interviewku hari ini. Nona Baek, ini Foster –ssi narasumber kita, beliau juga akan menjadi cover majalah bisnis bulan depan.”

Eunha terdiam, namun mengulas senyumnya semampu yang ia bisa, memberi salam hormat.“Baek Eunha –imnida.”katanya dengan nada biasa, tak antusias ataupun menyedihkan –hanya seperti gadis normal pada umumnya, seperti Eunha yang sama sekali tak mengenal kedua lelaki yang berada dihadapannya yang sedang memandangnya dengan ekspresi yang berbeda.Meski, tatapan gadis itu tetap tak dapat menipu pengelihatan salah seorang yang lebih jeli diantaranya, menyiratkan kesedihan dan tak fokus.

“Nona Baek, kau bisa kembali pada pekerjaanmu. Dan cepat selesaikan.”

“Ah, nde..aku permisi.”

Jaebum POV

Siapapun yang berada di situasi ini, atau jika ada yang merasakan posisiku benar-benar terasa rumit. Aku bahkan tak sempat untuk berbagi mengenai apa yang baru saja kusaksikan benar-benar melongo, bagaimana bisa Eunha-ssi tetap dapat terlihat seperti sama sekali tak pernah berjumpa dengan atasanku, padahal beberapa waktu sebelum situasi kacau ini Eunha-ssi tampak seperti fans fanatic Baekhyun yang mengikuti kemanapun bossku pergi. Tapi, apa benar Eunha sudah merencanakan segalanya tentang Baekhyun dari awal? Yang aku lihat, ia seperti ikut terjebak disituasi yang tidak mengenakkan ini.

Dan juga, melihat Eunha-ssi diperlakukan kurang baik di D Magazine sepertinya juga tak pernah diceritakan oleh gadis itu pada Tuan Byun.Mungkin, itu adalah salah satu alasan, atasanku marah padanya.Aku menghampiri Eunha, begitu ia ingin mengangkat galon sendirian dengan tubuh mungilnya dan segera membantunya. “Oh, kau tidak perlu melakukan itu. Ini tempat kerjaku, Jaebum –ssi.”ujar Eunha seraya melihat sekeliling, seperti takut orang-orang akan mencibirnya dengan banyak hal.

Aku tersenyum pada gadis itu yang sudah penuh peluh diwajahnya. “Apa pekerjaan lelaki dan wanita disama ratakan di sini?huh?Aku yakin, jika dia sedang lupa dengan profesionalitasnya, pasti ia akan segera membawamu pergi dari sini.”kataku seraya tertawa renyah, sementara yang kami lihat Baekhyun sudah memulai interviewnya dengan sang reporter. Eunha menyambut perkataanku dengan hangat, dengan sebuah senyum tertaut di bibirnya, meski aku tidak yakin apa itu akan membuatnya membaik atau tidak. “Tuanmu itu tidak menyukaiku. Itu sangat jauh dari yang kau bayangkan, Jaebum –ssi.”

“Ia terkadang berbagi cerita denganku, sekali ia berkataku bahwa perkara tidak menyukai seorang gadis ceria sepertimu adalah hal sulit. Dan, berita yang dirilis itu –tidak ada hubungannya denganmu ‘kan?”

Mata gadis itu berubah menjadi berkaca-kaca, “Itu aku. Tapi, sesuatu seperti ini bukan sesuatu yang aku rencanakan sejak awal, aku tahu siapa sebenarnya ahjussi karena pesta itu.”

“Syukurlah, ini hanya kesalahpahaman antara kalian. Aku rasa, Tuan Byun bukan orang yang mudah marah pada seseorang, kecuali kesalahannya sudah amat sangat besar dan tak termaafkan.Bicaralah padanya setelah ini, aku akan membuat kalian memiliki waktu untuk berbicara.”kataku, seraya menepuk bahunya lalu segera kembali menuju venue tempat interview diadakan.

Eunha hanya mendengar interview itu dari jauh, melihat bagaimana lelaki itu begitu serius tiap kali menjawab pertanyaan, membuat Eunha termangu pada saat-saat dimana ia belum berada disituasi memuakkan ini.Apa yang ia rasakan kemarin itu hanya mimpi panjang, yang dimana akan terbangun jika ambang batasnya sudah melewati batas waktu?Ini menyakitkan.

“Aku cukup tertarik dengan perban yang membalut jemari hingga punggung tanganmu, apa yang terjadi, kau bisa berbagi dengan kami jika mau.”

Baekhyun hanya tertawa kecil, lalu matanya tak sengaja melihat Eunha ketika ia merasa jenuh.Menatap gadis itu cukup lama, sampai-sampai Eunha pada akhirnya melihat tangannya yang terbalut perban. “Kadang kala kau merasakan situasi dimana kau harus membencinya, namun kau tak bisa..kau hanya dapat dikuasai oleh kemarahan tapi, bukan kebencian..dan itulah mengapa tanganku berakhir seperti ini.”

“Lalu, apa itu ada kaitannya dengan seorang wanita?”

Lagi, Baekhyun melihat kearah Eunha, yang kini sedang menggantikan seorang staff untuk mengambil shoot gambar jarak jauh. “Aku memilih untuk tidak berkomentar tentang itu. Karena ini untuk Majalah bisnis, mari bicarakan tentang bisnis saja, kija-nim.”

“Woah, kau sungguh penuh misteri, Tuan Foster. Mari kita lanjutkan –‘

**

“Senang bekerja denganmu, Foster –ssi.”

Baekhyun membungkukkan badannya singkat, dan segera pergi dari sana, menuju lift yang membawanya ke basement tempat Jaebum memakirkan mobilnya.Begitu ia tiba di basement Jaebum tiba-tiba berlari kearahnya dengan tergesa, “Aku harus ke toilet, ini mendesak. Kau bisa menungguku di mobil, Hwajang-nim.

Baekhyun tak begitu merespon, dan segera berjalan. Namun, masih jauh terparkirnya mobil, tiba-tiba langkahnya terhenti seketika begit melihat Eunha ada dihadapannya. “Anyeong ahjusshi.”sapa Eunha lebih dulu, Baekhyun kembali berjalan, namun jalannya dihadang oleh Eunha, “Luangkan sebentar waktumu, aku ingin menjelaskan situasi sebenarnya.”

“Apa?Tidakkah kau merasa kau sudah cukup sangat menggangguku hari ini?”sinis Baekhyun, Eunha menunduk, namun tidak menyerah ia tetap menahan Baekhyun untuk tidak pergi lebih dulu. “Ini tidak seperti yang kau kira.Aku tak pernah berencana untuk menyelidikimu, baik itu latar belakangmu, masa lalumu bahkan semuanya. Aku hanya tahu bahwa kau adalah seorang yang menolongku di musim dingin lima tahun lalu.Aku akan menjelaskannya dengan jujur, jika kau mau, ahjussi. Eoh?

“Lepaskan, gadis bodoh.”bentaknya. Baekhyun lepas kendali, ia menepis tangan Eunha keras dan segera masuk ke dalam mobilnya –tak perduli lagi pada siapapun ia pergi dengan mobilnya.Jaebum menghampiri Eunha yang berjongkok sendirian seraya menutupi wajahnya, sangat jelas Jaebum mendengar isakkan gadis itu. “Eunha –ssi..gwaenchannya?”tanya Jaebum khawatir, Eunha kemudian mengangkat wajahnya dan mengangguk, mengusap sisa-sisa tangisnya. “Ini lebih normal, daripada ia tidak marah padaku.Kau bisa pergi duluan, Jaebum –ssi.Terimakasih sudah membantuku.”

**

3 Minggu kemudian..

Jackson hanya memasang wajah bingung begitu Baekhyun merangsek masuk ke dalam rumahnya dan kemudian mengambil sofa, membaringkan tubuhnya di sana.Wajah Baekhyun tampak muram sama seperti biasa pada minggu-minggu terakhir ini, “Dimana Dahyun?”tanya Baekhyun pada Jackson yang masih berdiri diambang pintu. “Dia pergi liburan bersama teman sekelasnya ke Okinawa. Ada apa dengan wajah murammu?”sapaan Jackson hanya disambut oleh lemparan bantal dari Baekhyun, “Itu bukan cara basa-basi yang baik, jelas kau paham dengan masalahnya, bodoh.”cecar Baekhyun pada Jackson yang hanya menyengir lalu mengambil kunci mobilnya dan melemparnya ke Baekhyun. “Apa?”tukas Baekhyun dengan alis naik sebelah, ia sudah lelah dengan rutinitasnya dan sekarang anak ini ingin mengerjainya? Oh, ayolah, Dahyun tidak ada di rumah sudah lebih dari cukup. “Mari kita bersenang-senang. Jika kau diam kau akan terus kefikiran gadis bermarga Baek itu bukan?” Baekhyunpun mengangkat bahunya dan menyerah, memilih mendengarkan Jackson untuk kali ini.

**

Eunha memainkan ponselnya, ia kemudian melirik hoddie milik Baekhyun, gadis itu tampak berfikir dan memasukkan hoddie itu pada sebuah paper bag. “Benar, semuanya harus selesai.”gumam Eunha sendiri. Jisoo tiba-tiba mengintip ke kamar Eunha, “Eunha, kau sibuk?”tanya Jisoo, Eunha menggeleng lalu bertanya, “Ada apa?”

Jisoo menjentikkan jemarinya, “Ayo ikut kami, sepertinya kita butuh tempat untuk bersenang-senang.”saran Jisoo, sementara Sowon ikut mengangguk dan menyahut, “Jisoo benar, khususnya dirimu, jangan sampai kita bertiga frustasi dan berakhir dengan bunuh diri, itu tidak menyenangkan.”

Eunha hanya tersenyum dan membiarkan paper bag itu menggantung di pintu almarinya, “Baiklah, ide bagus.” Jawab Eunha, setidaknya –untuk sebentar ia harus menjernihkan fikirannya, ia ingin fikirannya tanpa Baekhyun, D Magazine, Kai, dan hal lainnya namun Eunha ingin dunianya penuh dengan dunia reporter dan juga Byun Baekhyun, atau mungkin jika itu hanyalah sekedar mimpi, maka Eunha harap jangan ada yang membangunkannya.

**

To Be Continue..

Chapter 17 Pt. 2

Author note’s

Mengapa dibagi 2? Karena rasanya kasian kalo readersnya kelamaan nungguin saya update hehehehe, jangan lupa komen yaa. Maaf ya kelamaan gak update selain saya sibuk nugas, saya ada UTS juga..harap maklum, pokoknya.. akan ada sesuatu yang terjadi. Aeri dan Yunhyeong saya tiadakan dulu di chapter ini karena lagi fokusnya sama Baek hyun –Eunha dan Kai muehehe

30 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] LET ME IN 17: MAD (NO) HATE”

  1. Aaaa baek jangan marah sama eunha kasian dia sudah nggak diperhatikan sama teman sekantornya cuma di kosan aja ada teman yg mau berteman dengan nya ayolah thour jangan buat mereka menjauh
    Semangat thour nulisnya

  2. Huaaa udah lama banget munggunya , akhirnya update jugaaa yeee… makasih ya udah nempetin nulis di waktu sibuknyaaa semangat terusss, makin suka ama ceritanya semoga cepet baikan. Ketemu ktemu deh mereka di club atau dmn kek wkwkwk .. semangat terusss!!!

  3. Salam kenal..aq reader baru disini..aq izin baca dari awal ya..karena pas bc chaper ini aq lagsung sukaaaa..haha..karena main cast nya si baek..
    tetap lanjut nulis ff ini ya..jeball…
    hehe..
    semangat ya author-nim

    1. Aq suka ff ini..pas baca serasa baca sinopsis kdrama..hehe…beneran.
      Aq ngebut bacanya..dan maaf bgt aq gak ninggalin komentar di chapter2 awalnya..
      Aq penasaran gmn akhirnya hubungan baek sm eunha..ha aq baper pas baek marah ma eunha..tp wajar ding dia marah trus tar baek nyadar tuh kalo ada rasa sm eunha…
      jgn lm2 ya publish next chapnya.
      soalnya aq masih baper berkepanjangan nih ma mereka berdua (re:baekhyun & eunha).hehe
      Keep writing ya.
      semangat.

  4. mff baru bisa komen ka’ baru sempet baca ehehehe
    aq harap ahjussi cepet baikan sama eunha’ biar bisa ciptain moment sweet”an lagi …😊😊
    ikut sedih kalau mereka jauh”an gini 😢😢..
    buat kk tetep semangat buat next selanjutnya ‘ HWAITING 💪💪

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s