[LAY BIRTHDAY PROJECT] Who ? – Baozikim

timeline_20171027_173544

[LAY BIRTHDAY PROJECT] Who ? – Baozikim
Lay, Chanyeol, & OC || Mystery || G
.
.
.
“Sebenarnya siapa pelakunya ?”
Aku bertanya pada sosok laki-laki di depanku. Dia sedang asyik menyeruput kopinya.
“Hyung ? Aku masih tidak yakin..” ucapku.
Laki-laki itu meletakkan cangkirnya, lalu menatapku.
“Chanyeol, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini,” katanya tegas.
Aku terdiam. Meskipun keraguan masih menyelimuti, tapi seperti kata Yixing, tidak ada yang tidak mungkin.
.
.
.
‘Sebuah pencurian terjadi di sebuah toko perhiasan di Busan. Pencuri mengambil semuanya dan meninggalkan sebuah jejak, yaitu lipstick. Ini adalah kasus yang ke-8 dan diduga, dilakukan oleh pelaku yang sama.’
Aku bergegas untuk pergi ke tempat kejadian setelah melihat berita itu di koran pagi. Tidak lupa aku menelfon Yixing hyung untuk memberitahunya apa yang terjadi. Dan seperti biasa, dia terdengar begitu tenang.
Kami bertemu di lokasi yang sudah dipadati oleh orang-orang. Yixing hyung memanggil seorang inspektur kepolisian dan mendapat izin untuk masuk.
“Chanyeol, bagaimana menurutmu ?”
Dia bertanya padaku meski pandangannya tetap fokus mengelilingi toko itu.
“Emm, pencuriannya sangat rapi. Dia sangat teliti dan percaya diri dengan meninggalkan lipsticknya di sini.”
Yixing mengangguk puas.
Dia tidak bertanya apapun lagi dan memilih untuk memotret bukti kejadian.
“Ayo, aku ada janji hari ini. Kau ikut saja denganku.”
.
.
.
Kami pergi ke sebuah restoran di dekat sana. Aku tidak menyangka bahwa Yixing memiliki janji dengan inspektur.
“Seperti yang kau lihat, ini pencurian yang ke-8. Dengan pelaku yang sama, di tempat yang berbeda. Dia meninggalkan sebuah lipstick yang sama disetiap kasusnya. Seharusnya ini mudah, tapi aku bahkan tidak bisa menguak pelakunya.”
Inspektur terlihat menyesal, dia menatap Yixing.
“Yixing-ssi, kuharap kau mau membantu kepolisian untuk mengungkap pelakunya.”
Yixing terdiam cukup lama, lalu mengangguk.
“Aku tidak bisa berjanji, inspektur.”
.
.
.
Kami pergi ke apartemen Yixing. Aku duduk di kursi kerjanya sedangkan dia terdiam sembari duduk di sofa pojok ruangan.
Yixing selalu begitu, aku tidak tahu apa yang ia pikirkan. Tapi dia selalu melamun dan berpikir dalam diam.
“Bukankah kau akan bertemu Jisun, hyung ?” Aku memulai percakapan.
“…”
“Aku senang melihatmu dekat dengannya. Meski aku tidak tahu bagaimana latar belakangnya, tapi dia amat cocok saat bersamamu,” ucapku.
“…kau tidak mengerti, Chanyeol.”
Aku mengernyit saat mendengar jawabannya.
“Dia..dia seperti mawar. Cantik tapi menyakitkan..”
Yixing menutup matanya, lama, sampai aku mengira dia tertidur.
Tapi dia tiba-tiba membuka matanya, “Ah, aku ada janji bertemu dengan Jisun hari ini. Apa kau ingin ikut ?”
Aku menggeleng, ini waktu pribadi antara Yixing dan calon kekasihnya. Aku tidak ingin mengganggu. Tapi sepertinya dia tidak setuju.
“Lebih baik kau ikut, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.”
.
.
.
Lagi-lagi aku mengikutinya, berjalan di belakangnya, menuju ke pusat perbelanjaan untuk menemui Jisun.
Gadis itu tampak cantik dengan gaun selutut dan tas selempang mungilnya. Dia tersenyum, menyambut kami.
“Hai Yixing, Chanyeol.”
“Hai juga Jisun,” aku balas tersenyum.
Kulihat, Yixing terdiam. Entah apa yang dia pikirkan, ia seperti tengah menimbang dua pilihan yang aku tidak tau apa itu.
“Ayo kita berkeliling !”
.
.
Kami pergi ke toko sepatu, toko buku, toko baju, lalu ke cafe. Yixing memesan kopi hitam, sedangkan aku dan Jisun memesan jus.
“Kau tidak berubah, Yixing. Masih saja suka kopi hitam,” ujar Jisun.
“Hmm, kau juga.”
Jisun terkejut, tapi dia berhasil menutupinya dengan baik meski aku sudah mengetahuinya.
“Kenapa kau tidak ingin berubah, Jisun ?”
Dari nadanya, aku tahu Yixing serius.
“A-apa maksudmu ?” Tanya Jisun bingung.
“Bukan, bukan apa-apa.”
.
.
.
Kami memilih untuk pergi dari cafe. Jisun meminta agar kami pergi ke toko kosmetik. Karena laki-laki tidak terlalu mengerti dengan hal-hal seperti ini, aku dan Yixing memilih untuk menunggu sembari mengawasi Jisun dari jauh.
“Kau tahu Chanyeol ? Sebentar lagi kau akan sangat terkejut.”
Aku mengangguk, walaupun pikiranku tidak berhenti bekerja. Apa maksud Yixing ?
Kami memperhatikan bagaimana Jisun bertanya dan menyerahkan secarik kertas pada pelayan. Pelayan itu tersenyum mengerti.
“Chanyeol, hampiri pelayan itu.”
Aku mengangguk.
Tanpa suara, aku berjalan ke arah pelayan wanita tadi. Yixing tengah berbasa-basi dengan Jisun.
“Maaf, boleh aku lihat secarik kertas dari gadis tadi ?”
Aku melihat keterkejutan di wajahnya.
“Aku dari pihak kepolisian,” ucapku berbohong.
Dia menurut. Dengan tangan bergetar, diserahkannya secarik kertas dari Jisun.
“…”
Mataku membelalak, tidak menyangka dengan apa yang tertulis di sana.
“Sial !”
Kini aku mengerti kenapa Yixing terlihat bimbang, dia selalu berkata bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia, dan apa maksud ucapannya bahwa Jisun tidak ingin berubah.
.
.
.
‘Sediakan lipstick seperti biasa, kita akan bergerak malam ini.’

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s