[Lay Birthday Project] SHEEP – Dancinglee_710117

timeline_20171027_203710

[Lay Birthday Project] SHEEP – Dancinglee_710117

Lay / Zhang Yixing (EXO) & Gong Xiao Rin (OC) || Mystery, Horror || PG

“Halo?”

Suara lembut seorang gadis menjawab panggilan telepon dari Lay.

“Hai Rin!. Ini aku, Lay.”

“Oh, kau rupanya. Tumben?, tidak biasanya kau yang menghubungiku duluan.”

Lay tersenyum seraya menoleh ke arah ruang tamu, menatap sesuatu yang berada di dalam kandang besi berukuran besar buatannya.

“Ah, yah, itu karena ada hal bersifat penting yang ingin kutanyakan padamu.”

“Mengenai?”

Ia menghampiri kandang besi tersebut, berjongkok, memastikan keadaan sesuatu di dalam sana baik-baik saja.

“Aku punya binatang peliharaan baru-baru ini yang aku pungut dari jalanan. Kau tahu sendiri kalau aku tak begitu pandai merawat hewan, dan sejak kemarin dia terus muntah, mengerang, bahkan menolak untuk makan. Dia juga selalu menyerangku setiap hendak di bersihkan. Apa kau tahu ada masalah apa dengannya?”

Senyap untuk beberapa detik. Lay khawatir sambungannya terputus, namun tak lama kemudian suara Xiao Rin kembali terdengar, membuatnya lega.

“Akan lebih baik kalau aku kesana dan memeriksanya secara langsung, tapi aku sedang dalam perjalanan bisnis, tak akan sempat menemuimu dalam beberapa hari. Kau harus segera membawanya ke rumah sakit hewan jika keadaannya sangat buruk!”

“Aku cukup sibuk belakangan ini, sulit sekali mencari waktu senggang. Bisakah kau memberiku instruksi ringan tentang pertolongan pertama yang bisa kulakukan?. Atau, obat apa yang perlu kubeli?”

“Baiklah. Kalau begitu, jenis hewan apa yang kau miliki?”

Lay menatap peliharaannya lamat-lamat, berusaha mengidentifikasinya, meski tak ada ide apapun yang muncul dan dapat menjawab pertanyaan Xiao Rin.

“Aku tidak begitu yakin, dia mempunyai bentuk yang cukup unik. Kurasa… aku memelihara domba! Hahaha!”

Ia menertawakan dirinya sendiri yang tidak paham mengenai jenis binatang. Tentu saja, dia bukan Gong Xiao Rin, tetangganya yang merupakan dokter hewan.

Xiao Rin sendiri bingung sekaligus kaget akan penuturan Lay. Ia paham betul kalau pria bernama asli Zhang Yixing itu sedikit ‘unik’ daripada orang-orang kebanyakan. Meskipun Lay selalu menolak di panggil Yixing, atau bersikeras tidak merasa sakit ketika lengannya tersayat pisau, Lay masih pria yang normal. Ia ramah, baik, juga mempunyai wajah yang tampan. Itulah kenapa Xiao Rin bisa tertarik kepadanya.

“Dom…ba? Di dalam rumah?!”

Tetap saja, Xiao Rin masih belum bisa mengerti apa sebenarnya yang ada di pikiran pria berlesung pipi itu.

“Ya, domba!. Eung… tubuhnya lebih besar dari seekor anjing, bulunya tidak begitu lebat, malah, hanya ada di bagian kepalanya, namun cukup panjang dan berwarna keemasan, kulitnya pun nampak pucat. Jika terpancar sinar mentari dia akan terlihat begitu cantik. Ia memiliki mata bulat kebiruan yang indah, aku suka bagaimana dia menatap nanar keluar jendela. Hidungnya kecil dan sedikit memerah, aku takut dia juga terkena flu. Ada beberapa luka di tubuhnya, seperti bekas sabetan benda tajam. Mungkin, pemiliknya yang dahulu adalah orang jahat yang suka menyakiti binatang.”

“Deskripsimu cukup aneh, aku heran ada yang memelihara domba di sekitar lingkungan tempat tinggal kita. Tapi mengingat kau memungutnya dari jalanan, aku tak begitu terkejut peliharaanmu sempat mengalami kekerasan.”

Atau mungkin dia kabur saat hendak di sembelih, pikir Xiao Rin lebih masuk akal.

“Aku begitu kesal mengingat Ming Ming amat kesakitan malam itu!, ehmm… itu nama dombaku jika kau bertanya. Tapi dia terus meronta saat aku hendak menolongnya, sekarang pun dia terus mengerang tanpa bisa kumengerti maksud- OH! Betapa bodohnya aku!”

Xiao Rin kira dia sempat terkena serangan jantung ketika Lay berseru kencang.

“Kenapa?. Apa terjadi sesuatu yang buruk dengan peliharaanmu?”

“Tidak, tidak, semua baik-baik saja, hahahaha!. Aku cuma lupa melepaskan lakban yang membungkam mulutnya dan tali temali aneh yang mengekang tangan Ming Ming. Ugh, aku tidak begitu tua tapi sudah sepikun ini… nah!, sekarang aku bisa mendengar dengan jelas apa yang mau di katakannya. Ming Ming!, kemarilah!… ya ampun, dia malah meringkuk di pojok kandang!. Jika kau berada disini sekarang, kau pasti tak akan tahan dengan tingkah lucunya yang menggigil sambil memeluk kedua kakinya. Sayang, ia masih saja menatapku penuh ketakutan.”

Ada sesuatu yang tak beres, tapi Xiao Rin tidak mau berburuk sangka. Apalagi dia belum melihatnya secara langsung.

“Lay, kau… yakin sedang membicarakan seekor domba?”

“Tentu saja!. Oh, hei!, sekarang dia mencoba mengatakan sesuatu… anak pintar!. Kau mau mendengarnya juga, Rin?”

Xiao Rin menahan napasnya ketika hening sesaat. Kemudian, tangan bahkan tubuhnya bergetar hebat ketika suara lirih Ming Ming memasuki indra pendengarannya.

“Please, help me…”

Lay, yang turut mendengarnya, tertawa riang. Tak terbayangkan olehnya bahwa melihat Ming Ming bicara untuk yang pertama kali akan sangat menghiburnya. Tapi bagi Xiao Rin, itu adalah sebuah ledakan besar, dimana dia harus membatalkan segala rencananya di luar kota, supaya dapat menemui Lay sesegera mungkin… bersama rombongan polisi yang mengepung apartemen pria itu.

~THE END~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s