[LAY BIRTHDAY PROJECT] my kakel my love – kailuff

timeline_20171030_085736

[LAY BIRTHDAY PROJECT] my kakel my love – kailuff

Cast : EXO(lay, Suho), OC
Genre : romance, AU
Rating : PG-15

——————

Aku menyukainya.
Ya, siapa pula yang bilang Lay tidak ganteng. Semua pasti suka padanya.
Seorang kapten basket dengan porsi tubuhnya yang pas, menambah nilai ketampanannya.
Hampir semua siswi melihatnya dengan tatapan memuja. Itu wajar, mereka juga cantik.
Tidak seperti aku, hanya anak sekolah biasa.

**********

*Drtt drtt*

“Hm, ini masih pagi Hyung. Kau menggangguku.”

*Tut*

*Drtt drtt*

“Tak bisakah kau–”

“Apa! Cepat ke rumah sakit H, kau harus bertanggung jawab, tau. Oh, satu lagi, ini masih sore bodoh.”

“Haha, oiya, aku lupa ternyata tertidur. Tunggu, tanggung jawab apa?! Aku tidak melakukan apa-apa Hyung, aku masih–”

“Jangan berpikir yang lain. Cewek yang terbentur bola mu tadi itu masih pingsan. Dan kau malah menghilang. Cepat kesini!”

Lay sempat berpikir, “memangnya aku mengenai seseorang?”

“Iya!”

“Siapa?”

Suho mulai geram dengan Lay yang terlalu banyak bertanya, akhirnya “perempuan yang kau sukai itu! Yeri!”

***

Sesampainya di rumah sakit H, Lay langsung menuju ruangan Yeri di rawat. Namun tiba-tiba ia berhenti di depan pintu masuk.

*Via pesan*

Lay : Hyung, aku sudah di depan. Kau keluar dulu.

Suho : masuk saja langsung.

Lay sedikit kesal dengan jawaban Suho yang langsung menyuruhnya masuk. Bukan apa-apa, ia pasti bingung apa yang harus dilakukannya.

Perlahan, Lay masuk dengan ritme pelan. Ia juga sempat mengintip sebentar di balik kain penutup. Namun Suho langsung berkata, “ah! Akhirnya kau datang.”

Lay sempat kaget dan malu tertangkap tengah mengintip, langsung berdiri tegap. “Oh,ah, iya aku datang.”

“Kau membawa sesuatu?” tanya Suho.

“Ah, ya! Aku tidak sengaja melihatnya tadi, jadi ku belikan saja.” Ia menaruh beberapa buah dan susu di meja.

“Oh! Kau sudah bangun ternyata. Maaf.”

Lay tidak tahu kalau Yeri sudah bangun. Mungkin juga sejak tadi. Seketika Lay merasa malu apa yang diperbuatnya tadi.

Tak lama, kecanggungan pun terjadi.

“Hm, bagaimana keadaanmu?”

“Aku ba–”

“Tentu saja dia tidak baik-baik saja, Lay.” Potong Suho.

Lay melirik Suho sekilas, lalu “benar, aku sungguh minta maaf padamu. Aku tidak tahu kalau bolanya mengenai kepalamu. Dan aku kabur begitu saja..”

Yeri tersenyum kaku, “ah! Tidak apa-apa, kak. Aku mengerti keadaanmu.”

Meskipun begitu, tetap saja Lay merasa tidak enak. Apalagi korbannya ialah sosok yang di sukainya.

Kejadian itu berlangsung ketika pertandingan mau berakhir. Dan ketika usai, Layers (sebutan fans lay disekolah) langsung berusaha mendekati Lay. Dengan sigap, Lay langsung kabur menuju persembunyiannya. Jadi, tentu saja ia tak melihat suatu kejadian apapun.

“Kau ingin sesuatu?” tanya Lay mencairkan suasana.

“Hm, tidak. Aku hanya ingin pulang ke rumah. Disana lebih baik. Aku juga ingin mengganti pakaian.” Pinta Yeri.

Lay menoleh kearah Suho seakan meminta pendapatnya. Namun Suho hanya diam tak memberi jawaban. Menambah kekesalan Lay.

Lay kembali menatap Yeri. Tak sengaja ia melihat plester di dahi kirinya, lalu seragam cheers yang ia kenakan. Terlihat lusuh dan kotor.

“Kau akan diantar Lay pulang ke rumah.” Ucap Suho tiba-tiba.

***

Setelah kejadian Lay mengantar Yeri pulang, mereka jadi lebih sering bersama. Suho yang menyuruhnya agar Lay menjaga Yeri sampai sembuh. Karena bagaimanapun itu kesalahannya.

Seperti sekarang ini, Lay menjemput Yeri untuk berangkat sekolah bersama.

Saat sampai di sekolah, semua tatapan tertuju pada mereka berdua. Lebih tepatnya mata tajam para siswi yang memuja Lay.

Lay menganggap angin lalu, tapi tidak dengan Yeri yang merasa risih. Ia lalu berjarak pada Lay agar orang-orang tak beranggapan lain.

“Yeri tunggu!”

Yeri mendengarnya, namun ia memilih tetap berjalan.

“Hey, ada apa?” Lay meraih tangannya lalu menggenggamnya.

Yeri terhentak, “i-itu.. ah, tidak apa-apa aku hanya lupa sesuatu.”

Lay semakin mengeratkan genggaman nya saat merasa tangan Yeri bergetar, “jangan pedulikan mereka. Aku akan berada disampingmu. Itu janjiku.”

Yeri tak percaya Lay mengucapkan kata-kata seperti itu. Ia berpikir, itu hanya alibinya untuk menenangkan dirinya.

“T-tapi.. aku hanya–”

“Aku tidak peduli. Kau tahu, menurutku kau itu berbeda. Aku mengenalmu sebagai Yeri apa adanya. Dan…” Lay menggantung ucapannya.

Sedangkan Yeri mengerut menunggu kelanjutannya.

“Aw!” Lay menyentil dahi Yeri yang mengerut.

“…dan aku menyukaimu.”

Yeri terkekeh, “ohya? aku sudah tahu.”

“Maksudmu? Bagaimana kau tahu?”

“Kak Suho pernah mengatakannya di telepon.”

***

END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s