[Lay Birthday Project] Introvert-El Byun

timeline_20171028_082802

[Lay Birthday Project] Introvert-El Byun

Zhang Yixing x OC | Romance, Angst | G

“Memiliki sifat yang dalam, acuh, dan sulit ditebak adalah sebuah masalah.”

~~~

Suasana sunyi yang bercampur dengan udara dingin harus dikalahkan dengan suara deringan kotak jam pengingat yang terletak rapi di meja nakas di dalam kamar remang-remang pagi ini. Suara gemericik air dari dalam kamar mandi berangsur sunyi menampakkan sosok wanita muda berpakaian rumah dan handuk yang melilit di puncak kepalanya. Iris hitam pekat miliknya melihat malas gundukan selimut di atas ranjangnya. Ia berjalan menuju jendela dan menyibakkan dengan kasar gorden berwarna kuning gading yang sukses membuat cahaya mentari menerobos masuk ke dalam ruangannya.

Gundukkan selimut yang diam tadi mulai menggeliat merasakan cahaya menembus kelopak matanya. Jari-jarinya mengusap kedua matanya bergantian lalu mengerjab sebentar untuk memfokuskan pandangannya. Kini ia melihat sosok familiar berdiri di depan jendela kamarnya yang tengah berkacak pinggang.

“Mandi lalu sarapan!” ujarnya.

Baru akan mengucapkan selamat pagi, suara sarkas itu dengan cepat mendahuluinya. Ia membuang nafasnya sekedar menahan emosi sesaatnya lalu meregangkan tubuhnya sebelum ia bangun.

“Baiklah!” sahutnya saat melirik sosok dingin yang setiap hari menyambutnya.
Ia menyibakkan selimutnya kasar lalu berdiri yang menampakkan tubuh atletis dalam balutan kaus tipisnya. Ia mulai berjalan gontai hingga akhirnya menghilang di balik pintu kamar mandi.

~~~

Setelan kemeja dan celana berbahan kain berlipat garis lurus itu menjadi seragam wajibnya setiap hari kecuali akhir pekan. Ia berjalan menuju meja makan dengan menenteng sebuah jas dan tas kerja di kedua tangannya.

“Kau tidak pergi hari ini?” Ucapnya setelah duduk di salah satu kursi meja makannya. Ia melihat sosok mengenakan apron putih itu tengah sibuk meramu masakannya.

“Apa aku terlihat seperti dikurung di dalam rumah?” sahutnya setelah meletakkan mangkuk sup brokolinya di meja makan. Ia berjalan mendekati pria itu untuk membuatkan simpul segitiga di lehernya kemudian dengan acuh meninggalkannya kembali menuju konter dapur.

“Jangan memperkeruh keadaan! Bicaralah jika kau ada masalah! Aku kesulitan memperkenalkan istriku sendiri kepada para kolega bisnisku.” ia menghela nafasnya jauh-jauh untuk mengingat kembali memorinya.

“Direktur Zhang, kenapa kau tidak mengajak istrimu? Apa dia juga sibuk bekerja?”

“Kami memiliki butik pakaian musim panas. Ajaklah istrimu untuk sekedar memiliki beberapa koleksi dari kami.”

“Dan aku sudah terlalu bosan berbohong untuk mengatakan ‘iya’ di setiap pertanyaan mereka.”

Pria itu mulai bermonolog seperti biasanya. Bahkan lebih sering daripada rutinitas olahraga paginya.

“Aku pergi untuk tanda tangan kontrak di kantor penerbitan.” wanita itu akhirnya menyahut. Ia menarik sebuah kursi lain untuk bergabung dalam jamuan pagi hari yang ia buat. Pria itu meletakkan gelas kosong di atas meja setelah menegak habis air mineral di dalamnya.

“Apa kau bisa berhenti untuk memikirkan buku untuk sekedar memikirkan masa depan pernikahan kita?”

“Jangan menuntut! Jalani saja apa yang ada.”

Wanita muda itu mengabaikan tatapan kesal pria di depannya dengan memasukkan potongan brokoli pada mulutnya. Ia benar-benar tidak suka sikap suaminya seperti ini.

Pria yang menyebut dirinya direktur Zhang itu melirik jam tangannya sesaat. Ia kemudian merogoh ponsel di saku celananya lalu menekan sebuah aplikasi dan menggeser layarnya. Wanita di seberangnya tahu apa yang di lakukan suaminya bahkan saat kedua matanya tidak melihat ke arahnya.

Pletak!

Suara ponsel pria itu yang ia letakkan kasar di meja membuat jantung wanita itu sedikit tersentak. Bahkan sekarang ia telah berhenti untuk mengunyah makanannya. Matanya memicing dalam tunduk karena enggan untuk menatapnya secara langsung.

“Hari ini aku ada rapat jam 8 pagi dan pertemuan rutin pemegang saham jam 2 hingga sore. Jadi aku tidak bisa mengantarmu.” ucapnya penuh penekanan lalu kembali mengambil sendok untuk mengambil sepucuk nasi di atasnya.

“Kau tidak perlu repot-repot mengantarku…” tiba-tiba istrinya bersuara yang membuatnya meletakkan kembali sendok yang ia pegang ke dalam mangkuk nasi.

“Apa kau tidak mengerti perasaanku? Aku ini suamimu. Bahkan selama ini tidak pernah sekalipun aku mengantarmu dengan benar. Dan akhirnya kau selalu naik taksi di tengah jalan.” omel pria itu memotong.

Kini kening lebarnya mulai berkeringat Karena telah berdebat dengan istrinya sepagi ini. Tangan kanannya yang tergeletak di atas meja kini mengepal. Ia mengamati gerak-gerik kecil wanitanya yang masih sibuk mengaduk-aduk mangkuk sup brokolinya.

Pletak!

“Aku tidak ingin pergi hari ini.” wanitanya meletakkan sendoknya pula lalu pergi meninggalkan meja makan bersama suaminya sendirian. Suara dentuman pintu kamarnya menjadi awal kesunyian ruangan itu.

“Ah, dasar. Padahal aku sudah membatalkan semua jadwalku hari ini.” gumamnya sembari mengaduk-aduk nasi di mangkuknya dengan sendok.

“Mengganggu nafsu makanku saja.” ujarnya namun akhirnya satu suapan nasi mendarat di mulutnya dan ia mengunyahnya dengan paksa.

“Hambar!” sesalnya. Mulutnya tengah mencibir tidak jelas. Rencananya memberikan kejutan akhirnya gagal. Ia kembali mengaduk mangkuk nasinya namun tidak berniat untuk memakannya lagi.

“Eung?” pria itu menggumam heran. Ia melihat ada yang aneh dengan nasinya. Ia pikir istrinya tidak sedang melamun saat memasak, namun nyatanya ia menemukan sebuah potongan plastik berwarna putih di dalamnya.
“HEY… Hey!” ia ingin berteriak namun nadanya tiba-tiba meredup. Dengan tangannya sendiri ia mengambil plastik dengan butiran-butiran nasi yang masih menempel. Sebuah plastik berbahan keras dengan dua bercak kemerahan menjadi fokus pengamatannya.

“HEY KENAPA KAU MENINGGALKAN TEST PACK KE DALAM NASI?”

“Apa?”

“Hoek.. Hoek.. Astaga!”

 

SELESAI

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s