[LAY BIRTHDAY PROJECT] I Only Have Heart – Baekkie2304

timeline_20171029_093329

[LAY BIRTHDAY PROJECT] I Only Have Heart – Baekkie2304
Zhang Yixing & Park Chaeyeon || Romance || G
.
.
.
Kamu lukai, ku tak peduli….
Kau tinggalkan aku, ku tetap disini…
Kau dengan yang lain, ku tetap setia….
Jangan kau tanya kenapa…
Aku…
Cuma….
Punya…
Hati….
.
.
.
Gadis itu berjalan santai memasuki area sekolah nya. Gadis manis berdimple itu memasang senyum cerianya tak peduli pada cibiran murid lainnya. Yeah… Dia aneh. Dia selalu sendiri. Selalu tersenyum tanpa alasan. Dan berceletuk tanpa berfikir panjang. Meskipun cantik dan dari keluarga berada tapi tak membuatnya di puja seluruh isi sekolah. Itu terlalu klise dan drama sekali.

Mengapa ia begitu bahagia?

Yeah. Alasan nya hanya satu.

Bukan karena dia sayang sekolah.

Sekali lagi, itu klise.

Tapi karena Zhang Yixing seorang.

Pangeran tersayang nya.

Hmmzzz…

Sekarang sudah pukul 7 dimana saat nya masuk. Bel juga sudah berbunyi sejak beberapa detik lalu. Tapi bukannya mempercepat langkah dan segera ke kelas. Dia malah berbalik menuju lapangan olah raga outdoor sekolahnya mengingat hari ini hari Selasa.

Bukan tanpa alasan. Karena sesungguhnya pangeran Zhang tercinta nya sedang pelajaran olahraga sekarang.

Sesampainya di sana ia segera duduk di tribun paling depan agar bisa melihat Yixing secara jelas. Tangan nya bertengger di pembatas lapangan dan dagu nya bertumpu disana. Matanya berbinar saat Yixing keluar dari ruang loker dan mendrible bola nya dari sana.

“Astaga! Kapan Yixing tidak tampan??!!!” Kata nya keras membuat sang empunya menoleh ke arah nya. Bukannya terkejut dan merasa malu karena telah di pergoki. Dia malah melebarkan senyum nya ditambah ayunan tangan nya yang semangat. Itu membuat seluruh teman sekelas Yixing menatap nya aneh.

“ANNYEONG SEMUAAA!!! DAN UNTUK TERSAYANG ZHANG YIXING SEMANGAT!!!!” kata nya membuat seluruh murid dilapangan tergelak.

“Dasar bodoh!”

Begitulah kira-kira satu dari ejekan mereka.

Yixing yang melihat itu hanya memasang senyum miring nya. Dia tidak merasa aneh dengan tingkah laku fans nya itu.

“Hey bro! Ajak dia ke hotel! Lumayan juga dia!”

Yixing mengalihkan perhatian nya ke arah samping tepat dimana Kai sedang menaik-turunkan alis nya. Kemudian ia melempar bola basket yang dibawa nya tepat di kepala si hitam.

“Aku tak sebejat itu Jongin!” Kata Yixing geram.

“Tapi Yixing, sepertinya gadis yang disana itu memang serius dengan mu. Sekali saja coba kau rasakan bagaimana itu cinta sejati?” Kata Kai merangkul pundak Yixing. “Dia mungkin objek yang cocok?”

“Kai… Aku akan merasakan cinta sejati jika waktu nya telah tiba!”

Yixing kembali fokus pada pelajaran olah raga nya. Memantulkan si bundar oranye ke kanan kiri menghindari siapapun yang menghadang dan men Shoot nya tepat di kerenjang.

“Prriiiiiiittttt!!!”

“Yeyyy!!! ZHANG YIXING MENANG!!!!”

Yixing sekali lagi melihat ke arah tribun tepat ada seorang gadis yang sedang berteriak kesetanan hanya karena ia menang tanding basket beberapa menit lalu. Ia lalu berjalan ke arah gadis itu yang kini tengah diam mematung. Setelah sampai didepan nya, ia menengadahkan tangan nya membuat si gadis berkedip polos.

“Huh?”

“Minum… Bukankah itu untukku?” Kata Yixing membuat si gadis gelagapan.

“N… Nde… Ini untuk mu!” Katanya menyerahkan sebotol minuman isotonic yang ia bawa dari rumah. Chaeyeon hanya melihat Yixing yang sedang minum. Wajah putih nya yang penuh keringat. Butiran air itu yang perlahan turun ke leher jenjang nya. Kemudian jakun nya yang naik turun saat cairan itu masuk ke tubuh. Membuat Chaeyeon menelan ludah nya susah payah.

‘Astaga! Sejak kapan kau menjadi mesum begini?!’

Yixing sudah menghabiskan hampir satu penuh minuman isotonic itu, dan pergi meninggalkan Chaeyeon disana. Yang kini hanya bisa menatap Yixing bersama Nancy berjalan berdampingan.

“Tak apa… Aku sudah biasa melihat yang seperti ini,” ucapnya sendiri diiringi senyum miris.
.
.
.
Sepulang sekolah, Chaeyeon tidak langsung pulang. Ia berjalan di koridor, berlawanan arah untuk menuju gerbang. Kaki jenjang nya melangkah pelan menuju ruangan dance. Ia yakin sekali, pangeran Zhang nya ada di sana hari ini. Tak butuh waktu lama, ia telah tiba di ruangan dance. Tapi ia terkejut bukan main saat melihat Yixing dipukuli karena Yongguk, ia preman sekolah, mantan Nancy.

“Jangan pernah dekati Nancy jika masih mau hidup!!!” Ancam lelaki berwajah garang itu sembari menunjuk-nunjuk wajah Yixing, yang sekarang bahkan terkapar di lantai. Setelah Yongguk pergi dari sana, Chaeyeon menghampiri Yixing.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Chaeyeon panik.

“Kau pikir wajah seperti ini terlihat baik-baik saja?” Ucap Yixing sarkas.

“Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan membawakan obat untukmu,” Ucap Chaeyeon. Ia beranjak dari posisi duduk nya dan berlari tunggang langgang menuju UKS.

BRUKK…

Tapi sifat ceroboh nya sama sekali tak hilang, ia menjatuhkan buku diary yang selalu ia bawa kemana-mana. Yixing dengan rasa penasaran nya membuka buku itu.

Tulisan rapi menyambut saat pertama kali ia membukanya. Di halaman pertama ada seorang gadis cilik dan bocah laki-laki bergandengan tangan dan tersenyum lebar ke arah kamera. Tapi, seperti ada yang aneh disana.

Ia yakin sekali bocah lelaki itu adalah dia sendiri. Bahkan di bagian bawah terdapat tulisan. Chae β™‘ Lay.

DEG!

“Benarkah Chaeyeon itu Chae-ku?” Tanya nya entah pada siapa.

Ia segera menutup buku bersampul pink itu. Dan beberapa detik setelah nya Chaeyeon membawa kotak obat nya. Ia segera mengobati Yixing. Wajah tampan nya benar-benar hancur sekarang.

“Bodoh! Kenapa tidak melawan saja! Aku tau kau jago sekali Judo!” Ucap Chaeyeon masih mengobati luka Yixing.

“Boleh aku bertanya sesuatu padamu?” Tanya Yixing. Gadis di depannya mendongak lalu mengangguk, “Tentu saja!” Jawabnya.

“Apa… Kau, Chae-Chae-ku?”

DEG!

Chaeyeon melebarkan matanya, air matanya menggenang di pelupuk mata. Setelahnya ia memeluk Yixing dan menangis tersedu-sedu di pelukan lelaki itu.

“Dasar idiot! Lay jelek! Lay bodoh! Bagaimana bisa kau lupa denganku??!!! Hikss….” kata Chaeyeon dengan tangisnya. Ia memukul-mukul dada Lay. Dan beberapa menit kemudian Chaeyeon sudah berhenti menangis. Kini keduanya duduk berdampingan, bersandar di tembok ruang dance.

“Aku tak menyangka kau masih cantik sekarang. Aku menangis selama 1 minggu setelah pindah ke China,”

“Aku bahkan menghabiskan 10 tahun untuk menangis. Tapi aku akhirnya menemukan mu, 2 tahun lalu di sekolah ini,”

“Kenapa kau tak meninggalkan ku saat ku pergi? Saat aku bersama wanita lain? Saat aku menyakitimu?”

Chaeyeon tersenyum penuh arti, menatap Yixing tepat dimatanya.

“Jangan kau tanya kenapa. Aku cuma punya hati….”

-END-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s