[LAY BIRTHDAY PROJECT] FriendZone

timeline_20171027_001452

[LAY BIRTHDAY PROJECT] FriendZone
Lay&OC || Romance || PG-15

 

Kim Miu Hyun atau Miu. Dia adalah sahabat kecilku. Dia satu-satunya perempuan yang membuat jantungku berdetak gila ketika dekat dengannya.

Aku menyukainya.

Tetapi, aku terlalu takut untuk mengungkapkan perasaanku ini.

Takut dia akan menjauhiku.

Takut dia tidak ingin bersahabat denganku lagi.

“Lay, mampir ke minimarket dulu yuk?” ajaknya sambil tersenyum manis.

Manis sekali. Aku dibuat diabetes karena senyumannya.

“Iya.”

Dia berlari kecil menuju minimarket sambil tertawa riang. “Ayo Lay, kita beli ice cream,”

Aku hanya tersenyum melihatnya. Tubuhnya begitu mungil, tingginya hanya sebahuku dengan warna kulit putih serta matanya yang bulat. Sangat menggemaskan.

Sampai di minimarket, ia langsung membeli ice cream coklat kesukaannya.

“Ini untukmu Lay,” ucapnya sambil menyodorkan ice cream coffee kesukaanku. Ia tau seleraku. “Tenang saja, aku traktir,” lanjutnya.

“Daebak! Tidak biasanya kau mentraktirku. Biasanya kau selalu meminta padaku,”

“Hehe, sekali-sekali aku mentraktirmu,” kekehnya lucu.

Aku hanya tersenyum membalas ucapannya.

Aneh. Akhir-akhir ini pipinya berubah menjadi merah seperti tomat ketika aku tersenyum padanya.

Setelah membayar, kami keluar dari minimarket dan melanjutkan jalan pulang ke rumah.

“Miu, aku ingin bertanya?” akhirnya aku membuka suara.

“Wae? Tanya saja,” balasnya.

“Mengapa pipimu selalu berubah merah seperti tomat ketika aku tersenyum padamu. Apa ada yang salah denganku?”

Aku sangat penasaran tentang hal itu.

“Ani. Tidak ada yang salah pada dirimu,” sergahnya cepat.

“Lalu?” tanyaku bingung.

“Ada yang salah pada aku dan hatiku,” ucapnya pelan tidak terlalu jelas di telingaku.

“Hah?”

“Eh sudah sampai. Aku duluan, Lay. Bye!” Ia lari langsung menuju rumahnya.

Tidak biasanya dia seperti itu. Dia semakin aneh dan aku semakin penasaran.

***

Malampun tiba. Aku berbaring diatas kasur sambil memainkan smartphone-ku. Tidak sengaja aku melihat sebuah artikel berjudul ‘Tanda Perempuan mulai menyukaimu’ di timelineku. Tanpa berpikir panjang langsung ku klik artikel itu.

Setelah aku membaca artikel itu, aku langsung teringat oleh Miu. Semua tanda-tanda itu sangat mencerminkan Miu.

Apa Miu suka padaku?

Oh Tuhan… Memikirkannya saja membuat jantungku berdetak gila.

Tiba-tiba Mama masuk kamarku, “Lay, ada Miu di ruang tamu.”

Jantungku semakin menggila ketika mendengar namanya.

“Iya, Mah.” balasku langsung ke ruang tamu menemui Miu.

Entah mengapa keringat dingin mulai bercucuran di dahiku.

“Hai,” sapaku gugup ketika Miu yang sudah duduk manis di sofaku.

“Hallo,” balasnya sambil tersenyum manis. “Eh ini Lay, aku boleh minta tolong tidak?”

“Pasti boleh, Miu. Minta tolong apa?”

“Tolong ajari aku materi matematika yang tadi di bahas bu Yo,”

“Oh boleh-boleh,” jawabku cepat, aku mengambil posisi duduk disebelahnya.

“Mama mau ke minimarket depan dulu ya, kalian lanjutin aja belajarnya,” pamit Mama lalu pergi keluar rumah.

Jadi? Ini hanya ada aku dan Miu di rumah? Jantungku semakin berdetak gila.

Aku mulai mengajari Miu. Entah ini perasaanku saja atau memang Miu yang memperhatikan wajahku, bukan buku yang ku pegang.

Ketika aku menoleh ke arahnya, pandangan kami terkunci. Iris mata coklatnya begitu indah terlihat dari dekat seperti ini.

Cup.

Matanya terbelalak sempurna. Begitupun juga denganku.

Aku tidak tau mengapa aku menciumnya.

“Lay?” gumamnya tak percaya. Pipinya merona, lalu tersenyum malu.
Menggemaskan.

Cup.

Kali ini sepenuhnya aku sadar melakukannya.

Ia hanya diam menunduk malu menyembunyikan pipi merahnya.

Cup.

“Lay jangan sembarangan menciumku!” protesnya sambil memukul pelan bahuku.

Aku semakin suka menggodanya.

Cup. Dahinya ku cium.

Cup. Pipi kanannya.

Cup. Pipi kirinya.

Cup. Hidungnya.

Cup. Bibirnya.

Aku tertawa kencang melihat wajahnya yang sangat merah seperti tomat.

“Saranghae.”

Hanya 1 kata dan 9 huruf mampu membuat jantungku lompat dari dadaku.

“Seharusnya aku yang duluan mengatakan itu, Miu.” Ucapku sambil menggenggam tangannya.

“Jadi? Kau?”

“Nee. Nado Saranghae.” Ucapku serius menatap ke iris mata coklat terangnya.

“Aku berpikir selama ini tidak ada perempuan yang menjadi pacarku, bukan karena aku tidak mau. Tetapi karena hatiku hanya ada satu tempat, dan itu khusus untuk kamu, Miu.” Ucapku lagi.

Ia tersenyum lalu memelukku.

“Saranghae,” ucapnya sekali lagi.

Aku membalas pelukannya sambil mengelus rambut lembutnya.

Pepatah mengatakan ‘Cinta datang karena terbiasa’

Aku sangat setuju dengan itu. Cinta akan datang seiring berjalannya waktu kebersamaan.

THE END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s