LAY BRITHDAY PROJECT] Don’t Judge Me from Your Application – Nissaa

LAY BRITHDAY PROJECT] Don’t Judge Me from Your Application -Nissaa || LAY, PCY, BBH, Suzy & Kim Hye Ji (OC) || Romance || G

 

Di era yang canggih ini, akhirnya aku menemukan sebuah aplikasi yang bisa mencari tahu perasaan orang lain. Namaku Kim Hye Ji. Baru tahun kemarin aku lulus SMA. Aku tak kuliah, walau begitu aku menghasilkan uang dengan menjadi youtuber, membuka online shop dan membuat aplikasi. Aku memang mahir menggunakan teknologi. Semua temanku mengakuinya kecuali LAY.

Lay adalah temanku sejak SMP entahlah, dia selalu satu kelas denganku. Setelah lulus SMA pun kami bertemu kembali hanya karena sebuah klub youtuber. Padahal rumah kami jauh, orang tua kami pun tak saling mengenal. Tapi, ia selalu satu kelas denganku. Lay tak pernah mau kalah denganku. Dia terkenal dengan ketampanannya dan juga sifat arogannya. Walau begitu, aku mencintai dan menyayanginya. Lay juga mahir menggunakan teknologi, sama sepertiku, dia populer dikalangan youtuber. Ah ya, aku sebenarnya membuat aplikasi Penganalisis Perasaan ini semata-mata hanya untuk membuktikan kepada Lay bahwa aku bukanlah perempuan yang tak laku. Aku memang jomblo alias single tapi bukan karena tak laku, hanya saja aku ingin berpacaran dengan Lay bukan yang lain.

Hari ini, karena aku telah mengupload aplikasiku, aku berkumpul dengan para youtuber. Untuk meminta mereka mengiklankan aplikasiku. Ini gratis, karena aku satu klub dengan mereka. Anggota klub youtuber ini sangat banyak, hanya saja yang sering berkumpul hanya aku, Lay, Baekhyun, Chanyeol, dan Suzy.

“Aku sudah memposting di channelku ya Hye Ji. Kau bisa mengeceknya kan?” ucap Suzy.

“Ok Suzy, makasih ya.”

“Udah ya pertemuannya diselesaikan dulu, pada udah postkan?” Lanjut Suzy.

“Repot banget harus bikin iklan, aku belum ada konsep.” Ucap Lay.

“Kan aku nyuruh ga ke kamu doang Lay, kok kamu sewot?” Jawabku mulai ketus

“Ya udah aku ga akan mengupload aplikasimu.”

“Terserah kamu, tanpa iklan kamu juga aplikasi ku akan laku.”

“Sudah lah kalian berisik! Ga liat ya, aku sama Baek lagi bikin video.” Sambut Chanyeol.

Aku mendengus kesal, aku kembali ke rumah. Aku mencoba memainkan aplikasi Penganalisis Perasaan ini. Tidak rumit memakainya, untuk mengetahui perasaan orang lain, kalian hanya perlu merekam entah itu dengan suara atau pun dalam bentuk video. Aplikasi itu akan menganalisis gerak gerik atau cara bicara orang yang kalian rekam. Setelah analisis, aplikasi itu akan memberikan jawaban. Tapi, analisis aplikasi ini bisa berubah sebagaimana orang yang direkam berubah atau pandai menyembunyikan perasaan. Jadi, kalian harus mengambil rekaman beberapa kali dan menyimpulkannya sendiri. Tak sulit bukan?

Aku pun ingin mencari pasangan ku, maka aku mulai merekam teman dekatku. Tak ada yang menunjukkan mereka menyukai ku. Kesal dengan hasil, cobaan lain menerpaku. Laptopku hilang, aset berhargaku. Aku mencarinya kemana pun tapi tak ada. Ketika berkumpul dengan klub youtuber pun tak ada yang tahu. Aku sempat merekam ketika aku mengeluh kesah di klub youtuber, walah hanya suara. Aku memasukkan rekaman tersebut ke aplikasi Penganalisi Perasaan. Hasilnya, ada satu orang yang tertulis ‘menyembunyikan sesuatu’ menurut aplikasi itu, kalian tau? Itu Lay. Betapa kagetnya aku, Lay ku cintai mengambil laptopku? Dia keterlaluan.

Setiap berkumpul aku memfokuskan diri menganalisis Lay. Aku selalu merekam suara dan gerak geriknya. Chanyeol dan yang lain membantuku merekamnya. Di rumah kembali aku analisis dan hasilnya tetap sama ‘Menyembunyikan Sesuatu’. Aku yakin dia yang mengambil laptopku.

“Gimana udah ketemu laptop?” tanya Suzy.

“Belum, padahal itu aset berharga aku.” jawabku.

“Kamu ga liat sama sekali Lay? Perasaan cuman kamu yang ga pernah bantuin nyari Laptop Hye Ji.” Sambut Baekhyun.

“Dia juga ga pernah bantuin aku apa pun kok Baek, jadi ngapain aku bantu dia.” Jawab Lay sambil pergi.

Chanyeol keluar dari persembunyiannya, dia habis merekam video percakapan tadi. Aku kembali memasukkan video itu ke aplikasiku. Tetap saja ada tulisan ‘Menyembunyikan Sesuatu’. Aku mulai kesal. Aku berfikir cara untuk menjebak Lay.

Keesokkan harinya, aku pergi ke klub youtuber. Hari ini aku akan terang-terangan mengintrogasi Lay tentang laptopku. Bukan apa-apa, laptop itu adalah satu-satunya penghasilanku. Tanpa itu aku tak bisa dapat uang. Aku tak bisa menguras tabunganku karena itu biaya untuk kuliahku bulan depan. Jadi, aku harus mencari laptopku.

“Lay! Kembalikan laptopku! Apa kau kira aku bodoh? Aku bahkan yang menciptakan Penganalisis Perasaan. Kau selalu tertulis ‘Menyembunyikan sesuatu’ saat pertama kali aku menceritakan laptopku yang hilang!” Ucapku yang hanya dijawab dengan kening Lay yang berkerut.

“JAWAB AKU LAY!” Aku mulai marah.

“Duduk lah, akan ku jelaskan.”

“Tak perlu! Aku hanya ingin laptopku! Jangan ganggu hidup-”

“KIM HYE JI!” bentak Lay. “Kau tak tahu apa yang aku sembunyikan. ‘Sesuatu’ bukan hanya berarti laptopmu!” sambung Lay dengan nada tinggi.

Lay benar, sesuatu itu bukan hanya berarti laptopku. Aku menunduk menangis putus asa. Mungkin aku harus ke bank besok untuk mengambil seluruh tabunganku dan membeli laptop baru dan menunda kuliahku lagi.

“Sudahlah jangan menangis.” ucap Lay sambil memelukku. “Aku memang menyembunyikan banyak hal padamu karena itu aku minta maaf dan akan ku tebus dengan memberi tahumu siapa pencuri sebenarnya.” Lanjut Lay.

Aku menatap Lay, tatapannya hangat dan perasaan ingin memilikinya menghampiriku lagi. Aku ingin bersama Lay.

“Sebenarnya aku mendownload aplikasimu di HP ku. Aku pun menganalisis semua teman dekatmu dan aku menemukan bukti dari hasil analisisku. Aku menemukan sticker ini.” Lay mengeluarkan sticker yang berisi identitasku. Itu sticker milikku yang ku tempelkan di laptop.

“Kau tahu aku menemukannya dimana? Aku menemukannya di rumah Suzy.” Ucap Lay lagi dengan mata yang menatap Suzy tajam.

“Aa-a apa? Aku? Bu-bukan kok.” Jawab Suzy gagap.

“Ngaku aja! Aku dan Baek pun tau! Kami yang sering merekam mu untuk dilaporkan ke Lay. Kau sangat pintar akting” Ucap Chanyeol.

“Suzy? Benarkah kau?” Tanya ku.

“Maaf Hye Ji. Itu memang aku. Aku iri dengan mu yang bisa segalanya. Laptopmu ada di rumahku besok akan kubawakan untukmu.” Jawab Suzy dengan muka bersalahnya.

“Sudah kan? Nah sekarang ada satu hal lagi yang masih ku sembunyikan.” Ucap Lay sambil meraih tanganku.

“Apa yang kau sembunyikan dariku?”

“Aku mencintaimu.”

One thought on “LAY BRITHDAY PROJECT] Don’t Judge Me from Your Application – Nissaa”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s