SADISTIC NIGHT -CH. 8 : The Reason P.1- by AYUSHAFIRAA

PicsArt_09-20-10.46.19

`SADISTIC NIGHT`

A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

Starring Baekhyun, Kim Yoojung as Kim Yoora, Chanyeol, Sehun, Suho | Supported by D.O, Tao, Xiumin, Kai, Chen, Lay, Lee Pace |

3f63733d-cc79-44d0-bc3e-af316248711d
Kim Sohyun as Crown Princess, Hong Yoonjoo

AU, Drama, Fantasy, Romance, Violence |

PG-17/M | Chaptered |

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri yang terinspirasi dari Diabolik Lovers dan berbagai film serta anime yang bergenre fantasy. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan dramatis cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

*Already published since 2015, here.

AYUSHAFIRAA©2015. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

Prev. Night : WAY? P.1 | WAY? P.2 | MS P. 1 | MS P.2 | D P.1 | D P.2 | WIL? P.1 | [GET PASSWORD] | [Protected] WIL? P.2 | TS P.1 | TS P.2 | TEOMS P.1 | TEOMS P.2 | [Protected] YHTG P.1 | YHTG P.2

| BAB II ▶ CH. 8 : The Reason P.1 |

“…Aku benar-benar bodoh…”

.

Part 1

.

“Aku meminta Tao untuk kembali membawaku ke masa lalu, tapi semua itu tetap saja tidak bisa merubah apapun. Jika aku bisa, aku ingin kembali dan mati saat itu juga. Aku tidak ingin menjadi monster abadi paling menakutkan di muka bumi ini kalau pada akhirnya aku tidak bisa membawamu kembali.”

Tao! Tao Oppa bisa membantuku!

Gadis itu segera bangkit, kembali memaksakan dirinya untuk berjalan cepat keluar dari kamar Baekhyun dengan kondisi tulang panggul bagian kirinya yang remuk. Ia menyusuri setiap lorong dan menuruni beberapa anak tangga untuk bisa sampai ke kamar Tao, lelaki yang ia yakini bisa membawanya kembali ke masa lalu, tahun 1839, di mana gadis bernama Baek Soomin pernah hidup di masa itu.

Tok… tok… tok.

“Siapa?” tanya seorang lelaki dari dalam kamar.

“Ini aku, Oppa. Yoora.”

Pintu itu terbuka, memperlihatkan seorang lelaki tinggi tegap dengan anting yang menggantel di telinga kirinya. Sorot mata lelaki itu yang tadinya hanya memandang acuh tak acuh berubah menampilkan ekspresi khawatir saat melihat wajah gadis di depannya memucat.

Oppa… aku…”

BRUK!

“Yoora!” lelaki itu berhasil menangkap tubuh ringkih Yoora, gadis yang saat ini memejamkan matanya tak sadarkan diri.

 

♥♥♥

 

“Xiumin yang melakukannya.”

Lelaki tampan yang asalnya menunduk tunduk itu spontan mengangkat kepalanya,

“Maksud Ayah?”

“Kakakmu… terlalu keras menghukum gadis manusia itu. Lihatlah apa yang terjadi sekarang, bukannya memulihkan keadaan, anak itu malah semakin memperparah keadaan yang sudah parah.”

“Para vampir kelas C yang mati bergelimpangan, Baekhyun yang mengalami luka parah hingga koma, Yoora yang tak kunjung sadar setelah 24 jam pingsan, lalu apa lagi yang akan terjadi selanjutnya?” pria berwajah barat itu memutar-mutar rubik mainan yang sedaritadi digenggamnya. 1 detik, 2 detik, 3 detik, warna-warna yang terdapat pada rubik itu yang awalnya terlihat acak-acakan akhirnya dapat tersusun dengan rapi hanya dalam waktu 3 detik.

PRAK!

Kepala lelaki tampan itu seketika mengeluarkan darah setelah pria bule di depannya melemparkan mainan keras berbentuk kubus yang ada dalam genggamannya.

“Apa saja yang kau lakukan selama ini sebagai seorang leader, huh?”

“Maafkan aku, Ayah. Ini semua memang kesalahanku yang tak becus mengurus mereka.”

“Siapkan diri kalian untuk comeback selanjutnya, aku sudah mengatur semuanya.” Ucap pria bule itu sambil terus menatap lelaki muda di depannya. Ya, lelaki muda itu, Suho, anak keduanya, seorang leader boyband ternama, EXO.

“Maksud Ayah? Tanpa… Baekhyun?”

“Dia akan segera sadar, aku yakin itu.”

 

♥♥♥

 

Lilin-lilin aromaterapi sengaja dinyalakan di setiap sudut kamar Yoora. Hal ini diyakini akan membuat pikiran Yoora lebih tenang dan bisa kembali membuka mata, tersadar dari tidur panjangnya.

Sehun, terlihat setia menunggu Yoora terbangun dari sisi sebelah kanan ranjang gadis itu. Kalau Baekhyun tidak koma, mungkin dirinya tidak akan bisa seperti sekarang, mungkin posisinya sekarang akan tergantikan oleh kakaknya yang satu itu.

Chanyeol sedang menikmati masa hukumannya. Selain untuk mengikuti kelas etika, Chanyeol tidak diperbolehkan keluar dari kamarnya dan semua barang kesayangannya disita hingga tak tersisa sedikitpun. Suho? lelaki itu menyerahkan semuanya yang menyangkut Yoora pada Sehun, dan Sehun, bersyukur akan hal itu.

Oppa…” suara lirih itu terdengar di telinga Sehun, membuatnya otomatis memandang Yoora yang terbaring lemah di sampingnya.

“Kau sudah sadar? Syukurlah.” senyuman lelaki itu mengembang, namun seketika kembali memudar saat menyadari orang yang pertama Yoora sebut dalam lirihannya bukanlah dirinya.

“Baekhyun Oppa, bagaimana keadaannya?”

“Apa kau masih merasa sakit? Di mana? Di mana sakitnya?” Sehun, lelaki itu terlalu bodoh untuk mencoba mengalihkan pembicaraan.

Yoora perlahan meraih tangan Sehun, menuntun tangan lelaki itu untuk menyentuh dadanya. Ya, di sana, Yoora merasakan sakit di sana.

“Di sini… sakit sekali.” Airmata Yoora mengalir dari sudut matanya.

Sehun menghapus bulir airmata Yoora dan menggenggam erat tangannya. Lelaki itu tak bicara lagi, mencoba memahami keadaan gadis yang kini masih menitikkan airmata dalam hening.

Gadis itu bangun dari posisi tidurnya, melepas genggaman erat Sehun pada tangannya. “Aku harus menemui Tao Oppa, harus!”

“Kau mau ke mana?” tanya Sehun.

“Tao Oppa, aku harus menemuinya.” Jawab Yoora.

Gadis itu kembali melangkahkan kakinya ke kamar Tao, ia masih harus memastikan apa yang terjadi di tahun 1839. Selama ia pingsan, ia terus memimpikan Baekhyun. Dalam mimpinya itu, Baekhyun terus menyatakan perasaannya.

“Aku mencintaimu.”

“Aku mencintaimu.”

“Aku mencintaimu.”

Sehun berjalan di belakang Yoora, mengikuti ke mana pun gadis itu pergi. Hingga langkah kakinya terhenti saat Yoora benar-benar masuk ke dalam kamar kakaknya, Tao. Dahi Sehun mengkerut, apa sebenarnya yang akan Yoora lakukan di kamar Tao?

Membayangkan Yoora membuka seluruh pakaiannya di hadapan Tao, mencium bibir Tao, berciuman panas hingga adegan ranjang,

“Ah! Tidak! Tidak! Itu tidak mungkin!” Sehun langsung membuang jauh-jauh pikiran kotornya, tapi tetap saja, ia lagi-lagi memikirkan hal itu.

Di dalam kamar, Tao mengunyah permen karetnya sambil memikirkan matang-matang permintaan yang Yoora ajukan padanya beberapa saat lalu. Pergi ke kehidupan Baekhyun di masa lalu, masa di mana Baekhyun belum menjadi seorang vampir, yang Yoora yakini terjadi sekitar tahun 1839.

“Apa yang akan kudapatkan jika aku bisa membawamu kembali ke jaman itu?”

“Tubuhku.”

Lelaki itu terkejut, lebih tepatnya tak percaya dengan apa yang gadis itu tawarkan sebagai imbalannya.

“Kau bisa menikmati tubuhku setelah kau berhasil membawaku ke jaman itu dan kembali ke jaman ini. Kau juga, bisa menggigitku di mana pun kau mau.” Tawar Yoora.

Menggiurkan, pikir Tao.

Yoora sebenarnya ragu, tapi apa boleh buat? Ini adalah pilihannya.

“Kalau begitu kuterima tawaranmu.”

“Huh, tak tahukah kau menjelajah waktu adalah keahlianku? Mudahnya, seperti kau membalikkan telapak tanganmu sendiri.” Ucap Tao menyeringai seraya mempratikan apa yang baru saja dikatakannya.

“Tentu saja aku tahu, karena itulah aku datang.”

Tao berjalan mendekat ke arah Yoora yang sedaritadi berdiri agak jauh darinya. Tangannya melingkar di pinggang kecil gadis itu, longgar, tentu saja.

Jantung Yoora berdetak cepat, tak terkontrol. Hembusan nafas lelaki itu begitu terasa di lehernya. Lelaki itu, takkan berbuat macam-macam padanya sekarang kan?

“Pejamkan matamu.” bisik Tao.

“U-untuk apa?”

“Jangan banyak bertanya, itu membuatku risih. Kau hanya perlu menuruti apa kataku.”

Yoora memejamkan matanya. Perlahan tapi pasti, keadaan di sekitarnya yang awalnya begitu hening mulai menjadi bising. Suara-suara seperti pedagang yang sedang sibuk menawarkan dagangannya tertangkap oleh telinga gadis itu.

Tunggu, pedagang? Tidak mungkin di kamar Tao yang sepi tiba-tiba muncul pedagang yang menjadikan kamar lelaki itu sebagai tempat dagang mereka kan?

“Sekarang, buka matamu.” Bisik lelaki itu.

Yoora membuka matanya. Takjub, itulah yang pertama kali tersirat dari wajah terkejut Yoora. Gadis itu memandang ke sekitarnya, memandang apapun yang bisa ia pandangi. Saat ini, ia benar-benar berada di tempat yang berbeda.

Dengan berlatarkan suasana pasar yang ramai dan gaduh, ia berdiri di samping Tao, mengenakan pakaian tradisional Korea yang sama dengan pakaian yang orang-orang di sekelilingnya kenakan, rambut mereka pun sudah tertata sedemikian rupa menyesuaikan jamannya.

“Tahun berapa ini?” tanya Yoora yang masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia alami.

“1839.”

Yoora menatap Tao yang tersenyum memukau di sampingnya. Lelaki itu, benar-benar membawanya ke jaman ini. Dan dirinya? Benar-benar kembali ke masa lalu, masa di mana seorang Kim Yoora bahkan belum dilahirkan sama sekali.

“Hei, anak muda! Kau ini sedang bicara dan tersenyum pada siapa?”

Tao memalingkan wajahnya ke asal suara yang sepertinya sedang mengajaknya bicara. Seorang wanita tua yang berjualan umbi-umbian itu terus menatap aneh dirinya.

“Nenek itu, tidak bisa melihatku?” tanya Yoora bingung.

“Ya, Nenek? Ah, aku hanya bergumam sambil melihat wanita cantik di sebelah sana.” Ujar Tao beralasan tanpa melihat ke mana arah telunjuknya menunjuk.

“Wanita cantik?” tanya wanita tua itu memastikan.

Yoora mengarahkan pandangannya ke arah yang sama dengan telunjuk Tao dan tertawa sekeras-kerasnya saat menemukan seorang wanita dengan berat badan super sedang menggendong anjing yang sepertinya peliharaan kesayangannya.

Tao mengikuti arah telunjuknya dan terpaksa menyunggingkan senyumnya ke arah nenek itu. “Hehe, sepertinya mataku sedang sakit, Nenek.”

“Yak! Kenapa kau tak memberitahuku?! Aish, benar-benar menyebalkan! Berhentilah menertawaiku!” omel Tao pada Yoora sambil berjalan menjauh dari nenek penjual umbi-umbian itu.

“Ya Tuhan, lihatlah anak tampan itu. Kenapa anak setampan itu terus saja berbicara sendiri seperti orang gila?” ucap nenek itu memandang Tao kasihan.

“Tapi sepertinya nenek itu benar-benar tidak bisa melihatku, Oppa. Haha, kenapa hanya kau yang terlihat? Dan kenapa harus aku yang tidak terlihat oleh mereka? Aku merasa seperti hantu saja.” Ucap Yoora setengah menggerutu.

“Sudahlah, tutup mulutmu. Aku tidak ingin orang-orang semakin memandangku aneh dan menganggapku gila karena mereka melihatku berbicara padamu yang sama sekali tak bisa mereka lihat.”

“Eoh, Oppa! Lihat itu! Lihat itu!” tepukan Yoora pada punggung Tao berhasil membuat lelaki itu tersedak permen karet yang masih saja belum dibuangnya. Ya, permen karet dari 176 tahun yang akan datang, permen karet ‘masa depan’.

“Aish, apa?!”

“Bukankah itu, Baekhyun Oppa?” telunjuk Yoora mengacung, menunjuk secara horizontal ke arah lelaki yang sedang tersenyum ramah kepada orang-orang dari dalam tandu yang digotong beberapa orang yang Yoora duga merupakan bagian dari pengawal pribadi lelaki itu.

“Saat itu, aku yang menghormati Baekhyun, bukan Baekhyun yang menghormatiku. Aku yang mengenal Baekhyun, sedangkan Baekhyun? Mungkin dia tidak mengenalku saat itu. Tentu saja, Baekhyun adalah putera mahkota dinasti joseon saat itu…”

Kata-kata Suho terngiang seketika di telinga Yoora.

“Putera mahkota?”

“Siapa?” tanya Tao yang ternyata mendengar gumaman pelannya.

“Loh? Bukannya Oppa pernah membawa Baekhyun Oppa kembali ke jaman ini?!”

“Lalu?”

Yoora memutar bola matanya, tak habis pikir. Lalu apa saja yang Tao lakukan saat membawa Baekhyun kembali ke jaman ini sampai tidak tahu siapa putera mahkota yang Yoora maksud itu?

Yoora menepuk kedua pipi tao dengan kedua tangannya, dan mencoba memalingkan pandangan Tao ke arah lelaki yang masih berada dalam tandu dan masih menebar pesonanya sebagai putera mahkota.

“Baekhyun Hyung? Yang benar saja?! Baekhyun Hyung ternyata… seorang putera mahkota?!” kejut Tao yang mulutnya langsung ditutup oleh tangan Yoora.

“Pelankan suaramu, Oppa!

“Luar biasa!” ucap Tao kini dengan suara pelan.

Tao menarik Yoora, menelusuk masuk ke kerumunan banyak orang yang sedang menyaksikan salam dari putera mahkota yang mereka hormati. Penuh sesak, sebegitu antusiasnya rakyat Dinasti Joseon saat itu ketika menyambut pangeran yang mereka agung-agungkan.

Yoora mengerutkan kening saat melihat sosok seorang gadis yang berada di dalam tandu lain di belakang tandu putera mahkota. Gadis yang begitu cantik dan mempunyai wibawa tersendiri.

“Siapa gadis itu?” tanya Yoora pada Tao. Tentu saja, Tao tidak mengenalnya.

“Permisi Paman, gadis yang ada dalam tandu itu, siapa dia?” tanya Tao pada seorang paman berjenggot panjang di sebelahnya.

“Aish, bocah ini! Kau ini hidup di pedalaman mana sampai tidak tahu Puteri Yoonjoo?”

“Puteri… Yoonjoo?”

“Sepertinya kau benar-benar makhluk dari luar angkasa yang tidak tahu apa-apa yang terjadi di bumi.”

“Puteri Yoonjoo adalah putri dari keluarga Sekretaris Kerajaan yang paling dihormati. Dan sekarang, ia sudah resmi menjadi istri dari Pangeran Mahkota Lee Hyun, otomatis, Puteri Yoonjoo kini menjadi seorang Puteri Mahkota. Dan jika-” Jelas paman berjenggot itu panjang lebar sedang Tao hanya bisa menangkap sedikit dari penjelasannya.

Intinya, Puteri Yoonjoo adalah pendamping hidup Baekhyun di masa ini.

Yoora menunduk, tersenyum pahit. Bagaimana bisa dirinya menjadi sebodoh itu?

Tandu yang mengangkut Baekhyun di dalamnya itu berhenti, atas perintah Baekhyun tentunya. Tandu itu diturunkan tidak jauh dari tempat Tao dan Yoora berdiri. Tao yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi itu kembali menarik Yoora, berdesakan dengan banyak orang hanya demi melihat alasan kenapa tandu Pangeran Lee Hyun berhenti di sana.

Tao terdiam, lebih tepatnya terpukau, terpesona akan sesosok makhluk berwujud gadis cantik yang kecantikannya mampu menyihir siapa saja yang melihatnya.

“Yoora, bisa kau cubit aku?”

Yoora tetap saja menunduk, tak menghiraukan permintaan Tao.

“Yak, Kim Yoora! Beri aku suatu tanda kalau kau masih berdiri di sampingku! Tidak di seberang sana!”

“Aiii, ada apa denganmu? Aku masih di sini… di sampingmu, Oppa.” Balas Yoora sambil menatap Tao aneh.

“Kalau kau memang masih berada di sampingku, lalu siapa gadis cantik di seberang sana? Wajahnya benar-benar mirip sekali denganmu!” ucap Tao yang berhasil membuat Yoora memandang ke arah yang sama dengan arah pandangannya.

Benar, seorang gadis yang sedang berhadapan dengan Pangeran Lee Hyun di seberang sana memanglah memiliki wajah yang mirip dengan Yoora. Mirip, benar-benar mirip sampai Tao sendiri pun tak bisa menemukan perbedaan yang akan membuatnya yakin kalau Yoora dan gadis di seberang sana adalah dua orang yang berbeda.

images (7)

“Baek Soomin?” gumam Yoora pelan.

Ya! Aku tidak mungkin salah kali ini! Gadis itu, pastilah gadis yang ada di lukisan Baekhyun! Gadis itu, pasti Baek Soomin!

“Bukankah gadis itu Baek Soomin?”

“Untuk apa Pangeran Lee Hyun menghampirinya?”

“Pasti ada sesuatu antara Baek Soomin dan Pangeran Lee Hyun!”

“Kasihan sekali Puteri Yoonjoo.”

“Soomin memang lebih cantik dari Puteri Yoonjoo, sayang nasibnya tidak seberuntung kecantikannya.”

“Kalau saja ayahnya seorang yang memiliki jabatan terhormat di kerajaan, mungkin ia yang akan duduk di tandu belakang itu sebagai Puteri Mahkota.”

Omongan-omongan pelan ibu-ibu di kiri-kanan-depan-belakangnya itu entah kenapa terdengar begitu jelas dan sedikit melukai perasaan Yoora.

Baek Soomin sepertinya benar-benar menjadi terkenal karena kedekatannya dengan Pangeran Lee Hyun. Sampai-sampai, Pangeran Lee Hyun melupakan fakta kalau istrinya sedang berada di dalam tandu belakang dan melihat ke arah mereka dengan hati yang sangat terluka pastinya.

kimsohyun-princessyihwan

“Apa yang Baekhyun Hyung berikan pada gadis itu? Sebuah kertas? Apa isinya?” Tao bertanya-tanya pelan agar hanya Yoora-lah yang dapat mendengarnya. Tapi, Yoora tak menggubrisnya sama sekali. Yoora tampak sibuk bergelut dengan pikirannya sendiri, hingga Tao pun tak berani mengusiknya lagi.

♥♥♥

“Mungkin itu alasannya kenapa kau tidak bisa terlihat oleh orang-orang di jaman ini, karena mungkin jika kau terlihat oleh mereka atau terlihat oleh Baekhyun Hyung, orang-orang bisa salah paham padamu dan malah menganggapmu sebagai gadis itu. Haha, padahal kan kalian dua gadis yang berbeda.” Ucap Tao sambil memakan kacang yang baru dibelinya. Saking tak memiliki uang jaman dulu, ia merelakan antingnya yang sangat berharga hanya demi sebungkus kacang.

Saat ini, Yoora dan Tao sedang duduk di bawah sebuah pohon. Hari begitu terik, jadi tak ada salahnya bagi mereka untuk duduk sebentar menikmati hembusan angin.

“Tapi aku masih penasaran, apa sebenarnya isi kertas yang diberikan Baekhyun Hyung pada gadis itu?”

“Kalau begitu…”

“Hm?”

“Kalau begitu, ayo kita cari tahu!” Yoora berdiri dengan yakin, lalu menarik Tao untuk berlari hingga lagi-lagi Tao tersedak karenanya.

Yoora dan Tao terus berjalan menyusuri pasar tempat awal di mana mereka muncul dari masa depan.

Ingin rasanya Tao memotret keadaan di sekelilingnya dan mengupload foto yang diambilnya itu ke SNS miliknya dengan captionHello ^_^ Aku sedang berada di masa lalu! 1839♥ Kalian tidak percaya? Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, hihi^^ bersama Yoora, selamat menikmati hari panjang kalian kekeke~~’ sepertinya menyenangkan, tapi itu tidak mungkin. Orang-orang di jaman ini pasti akan benar-benar menganggapnya semacam alien yang membawa alat-alat aneh nan ajaib dari tempat asalnya.

Huh, membosankan juga hidup di jaman yang terlalu kuno, tahun 1839, 52 tahun sebelum seorang bayi suci bernama Huangzi terlahir ke dunia ini. Ya, Huangzi, nama Tao sebelum dirinya menjadi vampir keturunan keluarga Lee dan berganti nama menjadi Tao Lee.

“Suho Oppa?

Langkah Yoora terhenti, tepat saat ia melihat wajah tampan seorang lelaki yang sangat dikenalnya. Suho, lelaki yang terlihat semakin tampan saat mengenakan hanbok itu berdiri jauh di depannya bersama seorang pria paruh baya yang lelaki itu rangkul dengan hangat.

“Hah? Kau benar, itu Suho Hyung!

Hyungggg~~~” Tao berlari menghampiri Suho tanpa bisa Yoora cegah.

Yoora menepuk dahinya sendiri. Haruskah ia mengingatkan Tao kalau mereka berdua kini berada di tahun 1839 setiap detiknya?

Hyung! Ini aku, Tao!”

Suho tampak terkejut saat Tao tiba-tiba menghampirinya, selanjutnya, lelaki itu memandang Tao seperti orang kebingungan.

Hyung?” Suho mendelik, berusaha meyakinkan dirinya kalau ia tak salah dengar, bahwa lelaki yang baru saja datang menghampirinya itu memanggilnya ‘Hyung’.

“Iya, Hyung! Jangan bercanda! Jangan bersikap seolah kau tidak ingat aku!” Tao mendorong pelan tubuh Suho sambil tertawa.

“Joon-ah, kau mengenalnya?” tanya pria paruh baya di samping Suho.

Joon?

“Tidak, Abeoji.” Lelaki yang dipanggil Joon itu menggelengkan kepalanya, menjawab jelas pertanyaan lelaki paruh baya di sampingnya yang ternyata adalah ayahnya.

“Maaf, sepertinya anda salah orang. Saya tidak mengenal siapa anda.”

“Hah?! Tidak mungkin! Jelas-jelas ini kau, Suho Hyung! Aku Tao, aku tidak mungkin salah orang! Tega sekali kau berpura-pura tidak mengenalku seperti itu!” ujar Tao, ia masih yakin kalau lelaki muda di hadapannya itu adalah Suho.

“Suho?” lelaki itu mengerutkan kening, “Maaf, tapi nama saya bukan Suho. Nama saya Joon, Kim Joon.”

Kim Joon?

“Yak, Oppa!” Yoora buru-buru mendekati Tao, “Mungkin dia memang Suho Oppa, tapi itu dirinya sebelum menjadi vampir, hidup dalam kehidupannya sendiri dan tak mengenalmu. Ingatlah, kita sedang berada di tahun 1839.” lanjut gadis itu, berbisik.

Tao yang mengangguk-angguk membuat Joon dan ayahnya memandangnya semakin aneh. Terlebih lagi karena mereka tidak bisa melihat kehadiran Yoora yang merupakan alasan utama Tao mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Kalau begitu, saya benar-benar minta maaf atas ketidaksopanan saya pada anda, Tuan Kim Joon. Saya permisi.”

Setelah meminta maaf dan tertawa canggung, Tao dengan cepat mengambil seribu langkah pasti, berlari pergi dari Joon dan ayahnya karena malu yang luar biasa. Sementara itu, gadis yang berlari di sampingnya tampak tertawa puas. Tao yang konyol seperti itu, menjadi hiburan tersendiri baginya di masa lalu ini.

“Ternyata, Suho Oppa memang seperti itu sejak dulu. Baik, bertutur kata lembut, ramah, sopan, dan sepertinya juga bijaksana.” Pandangan Yoora menerawang.

“Melihatnya sangat dekat dengan ayahnya tadi, membuat aku kembali teringat akan kisahnya yang pernah ia bagi denganku. Saat ayah yang sangat dicintainya itu meninggal, Suho Oppa menjadi sebatangkara dan akhirnya memilih untuk mati di tangan Pace Ahjussi yang saat itu memang seorang vampir.”

“Kupikir, Kim Joon dan Suho Lee, tidak ada yang berubah, ia masih tetap sama.” Gadis itu tersenyum cerah saat mengingat kembali wajah tampan Kim Joon dan Suho Lee. Mimpi apa dirinya bisa menjadi mantan kekasih lelaki tampan itu?

“Aiii, kau ini! Seperti sudah benar-benar mengenalnya saja!” Tao mengacak-acak rambut Yoora sebelum akhirnya meluruskan pandangannya ke depan dan mendapati gadis ‘duplikat’ Yoora sedang berjalan ke arahnya.

“Aduh! Bagaimana ini? Aku harus bagaimana?! Gadis itu, siapa namanya?! Siapalah namanya itu! Ah! Dia datang! Dia datang!” ucap Tao dengan reaksi yang sangat berlebihan.

“Baek Soomin?”

“Ah, itu dia namanya!”

Tao berdiri tegap, bersiap memberi salam pada gadis cantik yang berjalan mendekatinya. Namun ternyata, belum sempat Tao membungkuk, gadis itu sudah lebih dulu membuat Tao dan Yoora mengerenyitkan dahi mereka.

Baek Soomin, gadis itu melirik ke kanan-kirinya, dengan mata yang sama sekali tak menangkap keberadaan Tao dan Yoora yang jelas-jelas berdiri di depannya. Gadis yang teramat cantik itu kemudian berjalan dengan hati-hati memasuki sebuah pekarangan rumah sederhana.

“Dia, tidak bisa melihat kita?” tanya Yoora tak percaya.

“Sepertinya begitu.” Balas Tao yakin.

“Ayo kita ikuti dia!” Lelaki itu menarik tangan Yoora, mengikuti Soomin secara hati-hati. Meski mereka tahu Soomin tak bisa melihat mereka, mereka harus tetap berhati-hati karena mungkin orang lain selain gadis itu bisa saja menyadari kehadiran Tao.

Soomin menginjakkan kakinya ke lantai kayu yang berdecit ketika diinjaknya, diikuti oleh Tao dan Yoora di belakang. Rumah itu tampak seperti rumah biasa, tanpa penghuni, dan sedikit berdebu. Mungkin ini bukan rumahnya, pikir Tao dan Yoora bersamaan.

Tepat di saat Soomin selesai memasang kasur lantai lengkap beserta selimut dan bantalnya di kamar berukuran kecil dalam rumah itu, suara seorang lelaki terdengar memanggilnya dari luar sana. Tao dan Yoora segera bersembunyi di sebuah ruangan kecil lain yang gelap dan letaknya berhadapan dengan kamar yang Soomin masuki tadi, takut kalau-kalau lelaki di luar sana menyadari keberadaan mereka di rumah ini.

“Aku sangat merindukanmu.” Suara khas seorang lelaki yang Yoora kenal terdengar jelas di dalam rumah itu. Tidak mungkin….

“Baekhyun… Oppa?” Yoora membulatkan matanya, terkejut saat dirinya mencoba mengintip sedikit siapa lelaki yang baru saja datang menemui Baek Soomin dan malah mendapati sosok Baekhyun sedang memeluk mesra gadis yang berwajah mirip dengannya itu.

“Apa yang akan Baekhyun Hyung lakukan bersama gadis itu?” Tao berpikir keras.

Oppa! Apa yang kau lakukan?!” Jantung Yoora hampir saja copot saat melihat Tao nekat keluar dari tempat persembunyian mereka.

Tak ada reaksi, Baekhyun dan Soomin terus melanjutkan kemesraan mereka seperti tak merasa terganggu sedikitpun.

“Aku mengerti sekarang!” Tao menunjukkan senyumnya pada Yoora, lebih seperti tertawa kecil. Yoora yang tak mengerti maksud dari senyuman Tao akhirnya harus kembali merasakan tarikan tangan lelaki itu yang menariknya masuk ke kamar yang tadi sempat dimasuki Soomin.

Oppa, kau gila?!”

“Tenang saja, mereka tidak bisa melihat kita. Firasatku, akan terjadi sesuatu yang seru di sini. Ya, di sini, di kamar ini.” ucap Tao antusias.

Sementara itu, Baekhyun yang saat itu merupakan seorang Putera Mahkota yang sangat dihormati rakyatnya terlihat sedang mencium mesra bibir Baek Soomin. Lembut, tak ada keterpaksaan di sini. Soomin, gadis itu dengan mudahnya menerima perlakuan apa saja yang diberikan Pangeran Lee Hyun padanya. Mereka, seolah melupakan fakta bahwa seorang lelaki bernama Lee Hyun adalah seorang Pangeran muda yang telah beristri.

Baekhyun mengangkat tubuh Soomin, membuat Soomin otomatis melingkarkan tangannya di leher Baekhyun. Pangeran itu membawa Soomin ke kamar di mana gadis cantik itu sudah menyiapkan kasur yang akan menjadi tempat mereka memadu cinta hari ini.

Yoora semakin membelalakan matanya, ketika saat ini, tepat di depan kedua matanya, Baekhyun sedang membaringkan tubuh Soomin di atas kasur lantai itu dengan senyuman mematikan. Yoora kini seperti melihat dirinya sendiri tengah dicumbu mesra oleh lelaki itu.

“Apa yang akan mereka lakukan?” tanya Yoora pada Tao tanpa memandang lelaki yang ditanyanya itu sedikitpun.

“Kau sudah tahu apa yang akan terjadi setelah ini, Bodoh!”

Bercinta? Mereka akan… bercinta?

“Kenapa bahkan setelah aku menikah, kau tetap menjadi wanita yang paling indah di mataku? Andai saja aku bisa menikah dengan gadis pilihanku sendiri, aku akan menikahimu, sehingga hal seperti ini tidak perlu terjadi.” Baekhyun melepas ikatan rambut wanita yang saat ini tengah duduk di atas kasur yang sama dengannya, membuat rambut panjang hitam yang asalnya terkepang rapi itu kini terurai bebas.

“Aku tidak sanggup membayangkannya, karena dengan begini saja, aku sudah merasakan kebahagiaan yang luar biasa, menyadari bahwa Yang Mulia masih menyimpan sedikit cinta untukku setelah adanya pernikahan itu.” Soomin tersenyum dengan mata berbinar sebelum kedua mata indahnya itu dikecup oleh ‘Yang Mulia’nya.

“Kau salah besar jika mengatakan aku hanya menyimpan sedikit cinta untukmu setelah aku menikah dengan istriku, karena pada dasarnya, aku tak pernah berpikir aku bisa mencintai wanita lain selain dirimu. Bahkan, ketika di masa depan aku menjadi seorang Raja, aku masih berharap, bahwa kaulah yang nantinya akan berada di sisiku sebagai seorang Ratu.”

Soomin kembali tersenyum, tangannya perlahan menyentuh dada kiri Baekhyun, dan menggeleng lemah.

“Aku tak perlu menjadi seorang Ratu di negeri ini, cukup bagiku menjadi Ratu di hati Yang Mulia saja. Dengan begitu, aku bisa selalu ada di hati Yang Mulia sampai kapanpun.”

Fotor_150800111479865

“Aku mengerti.”

Baekhyun melepas satu persatu tali hanbok yang melekat di tubuh wanitanya. Melepas helai demi helai kain yang menutupi tubuh indah wanita yang memang sudah sejak lama menjadi ratu di hatinya.

Bola mata Yoora membesar seketika.

original

“Tanda lahir yang indah inilah yang selalu mengingatkanku padamu di manapun aku berada.” Baekhyun menyentuh dada kanan Soomin, di mana sebuah tanda lahir berbentuk salib itu berada, sebelum akhirnya melanjutkan percintaan mereka di hadapan Yoora dan Tao.

“Sepertinya hidup Soomin benar-benar diberkati, dia yang hanya seorang gadis biasa dapat dengan mudahnya menaklukan hati seorang Putera Mahkota Joseon yang sudah memiliki seorang istri. Benar-benar hebat!” Lelaki berkantung mata gelap itu menggelengkan kepalanya, tak habis pikir.

“Yak! Kau tidak boleh melihat hal seperti ini!” Tao dengan cepat menutup mata Yoora dengan tangan kanannya.

Kedua tangan Yoora menyentuh tangan Tao dan perlahan menyingkirkannya. Mata yang berair itu menatap mata Tao seperti orang kebingungan dan ketakutan, tubuhnya seketika terlihat gemetar.

“K-kau kenapa, Yoora?”

Gadis itu membuka helai demi helai pakaiannya masih dengan airmata yang siap jatuh kapan saja dari pelupuk matanya.

“Yak! Apa yang kau lakukan sekarang?!”

Oppa…” panggil Yoora lirih. Sedang Tao masih bingung bagaimana menghadapi Kim Yoora yang tiba-tiba seperti ini.

Yoora menarik sedikit bagian lengan kanan di kain putih terakhir yang menutupi tubuhnya itu yang akhirnya memperlihatkan sedikit dari kulit putih mulus dadanya.

“Katakan padaku… tolong katakan padaku… kalau tanda lahir ini… berbeda…”

Tao melotot, terkejut dengan apa yang Yoora coba perlihatkan padanya. Sebuah tanda lahir berbentuk salib yang sama persis dengan tanda lahir yang dimiliki Baek Soomin.

“Jadi… kau adalah… Baek Soomin?”

BRUK!

Yoora jatuh terduduk.

Bagaimana… bagaimana bisa dirinya adalah Baek Soomin? Bagaimana bisa? Bagaimana bisa dirinya dan Baek Soomin adalah orang yang sama?

Tao menghapus airmata yang terus mengalir membasahi pipi gadis itu. Tao mengerti, jiwa Yoora pasti sangat terguncang karena harus dihadapkan pada kenyataan seperti ini, kenyataan kalau Baek Soomin adalah Kim Yoora di masa lalu, gadis yang sama yang dicintai oleh Putera Mahkota Joseon, Pangeran Lee Hyun.

“Haruskah, aku membawamu kembali ke masa depan sekarang juga?”

Yoora tak menjawab, hanya isakan tertahan yang dapat Tao dengar darinya.

“Puteri… Yoonjoo?”

Seorang wanita muda kini tengah berdiri gemetar di balik dinding kayu, mengintip kemesraan suaminya yang sedang bercinta dengan wanita lain. Hatinya hancur, pasti. Bagaimana tidak? Bagaimana hatimu tidak akan hancur bila melihat suamimu sendiri bisa menyentuh wanita lain sedangkan dirimu sebagai istrinya tak pernah ia sentuh sama sekali? Ya, wanita yang tak beruntung itu, Puteri Yoonjoo.

Fotor_15080004113664

PicsArt_09-21-11.38.04

24 tanggapan untuk “SADISTIC NIGHT -CH. 8 : The Reason P.1- by AYUSHAFIRAA”

  1. Masalahnya ternyata serymit ini. Authornya jago banget bikin readersnya uring uringan bacanya, sediihhh kesel dan lucu. Semuanya ada….😅

  2. kok rasanya yoora tu kan disini jadi pelakor aka selingkuhan baekhyun dan jd mikir yoora apa dari dulu takdirnya suka diperebutkan. o hya satu lagi heran sama bpk bule nya para vampire dia khawatir sama yorra baekhyun tp suruh exo comeback. maksudnya apa coba.?? vampire kan udh kaya abadi untuk apa popularitas bukannya itu buat susah org melupakan wajah dia di masa dpn ya. dan keluarga vampire lee ne kayaknya hipotesis aku rasa dia pengen kasih pengaruh disetiap abad peradaban manusia. dia bayang2 kegelapan yg mempengaruhi manusia kali ya. kayak setan hahahha setiap abad manusia dia mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung supaya manusia lalai. tp disini edisi cakep.

    1. Di masa depan pengen jadi Yoora, di masa lalu pengen jadi Soomin XD mereka emang menang banyak yaa wkwk :”) gapapa kok telat juga, makasih banget udah nyempetin baca dan komen :* amiin alhamdulillah, makasih, mudah2an chapter selanjutnya juga bisa semakin seru ya hehe ♡♡♡

    1. Hihi kalo penasaran ikutin terus kelanjutannya yaa 😍😍😍 pastinya Yoora bakalan makin galau lagi ㅠㅠ amiin yaa semoga aja hehe ❤ siip sudah diposting yaa kelanjutannya😍 maaf baru sempet balesin komen huhu ㅠㅠ

  3. update~ka AS update lagi ❤ suntuk dgn tugas yg numpuk, liat updatean author tercinta ❤
    auto ngakak pas 'permen karet masa depan' berasa jadi orang aneh ;"v tengah malem ketawa ngakak gini..
    OMG my baekhyun putera mahkota thor :"v aku apanya ya? Babunya kali ya =3
    lagilagi ketawa, pas tao update di akun sns nya :'v ribet deh jadi tao kesana.kemari taotao :v
    aku jadi apa thor di hati baekhyun? Sendal kali ya/? ❤ ya gpp deh ya xD
    baek soomin menang banyak T.T huhuh /peluk aku thor, aku gakuat/
    puteri yoonjoo pasti nyezz ;"v aku juga kok~
    btw and btw, semangat buat kak as ya ❤ semoga semua karyanya diterima semua readers, dan juga pada nyemangatin author tercinta ini <
    jangan bosen liat komenan aku terus ya kak xD

    1. Iya hehe updatenya kalo memungkinkan sih 6 hari sekali shay 😍👌 wah, tapi jangan lupain tugasnya juga yaa kalo udah baca ff 😂👍 wkwk iya emangkan XD permen karet dari 2015 masih dikunyah di 1839 😂😂😂
      Iyap betul sekali, baekhyun putera mahkota dulunya kekekek wah kalo masalah kamu jadi apanya kurang tau ya XD terserah aja deh mau jadi apanya baekhyun XD
      Wkwk masih ngayal kok itu, soalnya kalo dia tiba2 ngeluarin hp di jaman itu kan orang yg ngeliatnya aneh 😂😂😂
      Sendal kok ada di hati XD
      Iya, meskipun bukan istrinya, tapi Soomin menang cintanya Baek yg Puteri Yoonjoo gak bisa dapetin unch💔💔💔
      Wah iya terimakasih banyak semangatnya 😘💋💋💋
      Amiin ya allah ya rabbal alamiin hihi^^ wkwk gak akan kok, mau spam komen juga aku ladenin 😂😂😂 makasih yaa udah selalu meninggalkan jejak unchhh 😍😍😍❤❤❤ maaf baru sempet balesin komen huhu ㅠㅠ

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s