GIDARYEO – 11th Page — IRISH’s Tale

GIDARYEO

| Kajima`s 2nd Story |

|  EXO Members |

| OC`s Lee Injung — Kim Ahri — Park Anna — Maaya Halley — Byun Injung — Lee Jangmi |

|  Crime  — Family — Fantasy — Melodrama — Supranatural — Suspense  |

|  Chapterred  |  Rated R for violence and gore, language including sexual references, and some harsh words and/or action   |

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2017 © Little Tale and Art Created by IRISH

Show List:

Teaser Pt. 1Teaser Pt. 4 | 1st Page10th Page

♫ ♪ ♫ ♪

In Author’s Eyes…

Sehun menatap Kai yang sedari tadi tidak bisa duduk diam di ruang tengah rumah mereka. Sedari tadi dengan intens pemuda itu berdiri dan melangkah ke pintu, mengintip dari jendela, dan kembali duduk.

“Ada apa sebenarnya denganmu huh?” akhirnya Sehun tak kuasa menahan kekesalannya karena tindakan Kai.

“Kenapa mereka belum datang juga?” ucap Kai.

“Anna dan Baekhyun?” tanya Kyungsoo.

“Ya, apa mereka tidak dapat bus? Tidak mungkin. Bus masih beroperasi sampai dini hari di Bukcheon. Apa mereka mereka mampir dulu di suatu tempat? Memangnya tempat apa yang bisa mereka datangi di tengah malam? Apa ada bahaya yang menghadang mereka? Baekhyun pasti bisa menghadapinya.” Kai sibuk berdebat dengan dirinya sendiri sementara Kyungsoo menatapnya.

“Kenapa kau begitu khawatir?” ucap Kyungsoo.

“Tentu saja karena aku tidak mau sesuatu terjadi pada Anna.”

“Kau menggelikan sekali.” gerutu Kyungsoo.

“Kau cemburu?”

“Apa?” kali ini Kai dan Kyungsoo berucap hampir bersamaan.

Sehun menatap Kai dan Kyungsoo dengan kerutan di dahinya, bingung pada sikap dua orang itu, tapi kemudian ia tergelak saat sadar Kai dan Kyungsoo menyahut bahkan saat ia tidak bicara pada dua orang itu.

Hey, apa aku bicara pada kalian berdua?” ucap Sehun sementara tatapannya kini tertuju pada Injung yang merengut kesal.

“Kau cemburu karena kukatakan aku menemukan gadis yang menarik huh?” ucap Sehun pada Injung.

Kyungsoo dan Kai berdecak kesal, sementara Kai kembali melangkah ke pintu. Tatapan pemuda itu melebar saat melihat dua orang yang sedari tadi ditunggunya.

“Ah, itu mereka.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Anna’s Eyes…

Aku terbangun dengan tiba-tiba.

Sungguh. Apa aku tertidur di bus? Aku berusaha beradaptasi dengan tempatku berada sekarang, dan sadar jika aku tengah tertidur di bahu pemuda yang ada di sebelahku.

Baekhyun.

“Ah,” aku segera bangun dan menatap Baekhyun terkejut, sementara ia tampak sibuk memperhatikan jalanan dari jendela yang ada disebelahku.

“Apa aku membuatmu terbangun?” ucapnya menatapku

“A-Aku… Maaf. Aku tidak bermaksud tidur di—ah…” aku semakin merasa kikuk karena melihatnya tersenyum tenang seolah tindakanku bukanlah masalah serius.

“Tidak masalah, aku tahu kau kelelahan. Tidurlah lagi jika kau mau.” ucap Baekhyun lembut.

Aku menggeleng.

“Aku tidak akan tidur.” ucapku yakin.

Tanpa bisa kubohongi aku ingin sekali kembali memejamkan mataku dan tidur. Tapi tidur bersandar di jendela hanya akan membuat kepalaku sakit setiap kali kepalaku membentur jendela.

“Kau mau meminjam bahuku lagi?” aku menatap Baekhyun, ia pasti mendengar pikiranku tentang jendela.

“Bolehkah?” ucapku akhirnya.

Baekhyun tersenyum. “Tentu saja Anna, tapi, bisa kita bertukar duduk?” Aku menyernyit menatap Baekhyun.

“Memangnya kenapa?”

“Kau tahu, orang-orang mulai memandangi wajahku. Aku tidak menyukainya.”

Ah. Luka di—masa bodoh. Aku tak perlu berkomentar.

Aku mengangguk-angguk cepat pada Baekhyun, dan dengan segera aku berdiri. Baekhyun menggeser duduknya, dan menepuk tempat ia duduk tadi.

“Duduklah, dan pakai bahuku sebagai bantalmu.” ucapnya.

“Apa benar tidak apa-apa?” tanyaku membuat Baekhyun menatapku lama.

“Kenapa?” ucapku bingung.

Ia menggeleng.

“Kau sangat mirip dengan seseorang.” ucapnya.

“Siapa?” tanyaku penasaran

“Adikku. Namanya Injung, dan wajahnya juga sangat sama persis seperti Lee Injung yang kau kenal. Tapi sifatnya mirip denganmu. Menyenangkan, dan bisa membuat orang lain merasa senang cukup dengan berada didekatnya.”

“Apa aku seperti itu?”

Baekhyun mengangguk.

“Kau seperti itu. Istirahatlah, kita masih akan menempuh perjalanan cukup lama.” ucapnya membuatku tersenyum.

Gomawo, Baekhyun-ah.”

“Ya… Sama-sama Anna.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Seorang pemuda berjalan pelan menyusuri jalanan kosong kota Seoul. Pemuda itu sesekali menatap bulan penuh di langit mendung yang menaunginya, dan ia mengembuskan nafas pelan.

“Apa Kyungsoo akan baik-baik saja?” tanya pemuda itu pada dirinya sendiri.

“Sedang memikiran nasib temanmu huh?”

Ia tersentak saat mendengar seseorang menyahutinya. Pemuda itu menoleh, dan sedikit terkesiap mendapati seseorang berdiri tak jauh darinya, bersandar di tembok dengan melipat tangannya di depan dada.

Sosok itu tampak sangat misterius dengan pakaian serba hitam dan jubahnya, juga topeng yang menutupi wajahnya.

“Siapa kau?” ucap pemuda itu pada sosok yang tampaknya sedari tadi sudah memperhatikannya itu.

“Lama tidak bertemu, Park Chanyeol.”

Pemuda jangkung bernama Chanyeol itu menyernyit. Memperhatikan baik-baik sosok yang bicara padanya.

“Bagaimana kau bisa mengenalku?” ucap Chanyeol membuat sosok itu menyunggingkan senyum yang jelas bisa dilihat Chanyeol.

“Cerita lama. Bukankah kau juga masih mengingatnya?”

Ingatan Chanyeol segera tertuju pada beberapa orang yang dulu pernah dikenalnya, juga pernah dilawannya saat terjadi perang yang benar-benar tidak diinginkannya itu.

“K-Kau… Apa kau temanku? Atau kau musuhku?” tanya Chanyeol membuat sosok itu tertawa pelan.

“Aku heran kenapa kalian selalu menanyakan hal yang sama saat bertemu denganku. Jawabannya simpel saja, jika aku temanmu, bukankah aku seharusnya bersamamu sekarang? Ah… atau bersama gadis yang kau khawatirkan itu, Kim Ahri…”

Ekspresi Chanyeol segera berubah kaku.

“Apa yang sudah kau lakukan pada Ahri!?” Chanyeol bergerak melangkah ke arah sosok itu, tapi sosok itu dengan cepat melesat pergi, dan kini berdiri diatas tembok pembatas jalan.

“Kenapa kau tidak datang dan mengecek sendiri keadaannya?”

Chanyeol mendengus.

“Jadi ini cara A-VG untuk menjebak kami sekarang? Dengan memberi ancaman bagi kami agar kami bertemu kembali dan memudahkan kalian untuk menyerang kami?”

Sosok itu diam. Membuatnya untuk sepersekian detik beradu pandangan dengan Chanyeol.

“Aku bisa melakukan hal yang lebih buruk daripada sekedar melenyapkan kalian. Dan juga… apa kau yakin aku seorang A-VG?”

Tepat setelah mengucapkan kalimat itu, sosok itu menghilang. Membuat Chanyeol mengkeretakkan rahangnya marah.

“Jika bukan A-VG lalu apa yang membuatmu tahu aku sedang memikirkan Ahri?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Baekhyun melangkah dengan membawa Anna dipunggungnya. Sudah beberapa lama pemuda itu berjalan dalam diam. Sesekali ia menoleh ke belakang, entah mengapa firasatnya mengatakan bahwa ia tengah diikuti seseorang.

Pemuda itu mempercepat langkahnya, tapi hal itu malah membuat perasaan diawasi miliknya semakin kuat. Ia menajamkan pendengarannya, berusaha menangkap pikiran yang mungkin saja masuk dalam pendengarannya, tapi nihil.

Ia tak mendengar pikiran siapapun.

Pemuda itu meneruskan langkahnya dengan pelan, seirama dengan tarikan dan hembusan nafas Anna yang terdengar jelas dipendengarannya.

“Anna…” Baekhyun bergumam pelan, berharap gumamannya bisa membuat Anna terbangun dan memberitahu gadis itu untuk bersiap pada apapun yang mungkin akan dihadapinya.

“Park Anna…” Baekhyun kembali berucap, tapi seolah sudah terlelap, Anna hanya menyahut pelan dengan gumaman.

“Ireona… Anna-ya…” Baekhyun berbisik pelan, pemuda itu melirik sekitarnya, mereka sekarang berjalan melewati jalan kecil dengan pepohonan di sekitarnya.

Pemuda itu sesekali menghentikan langkahnya, dan kembali mengawasi sekitarnya jika saja ia bisa menangkap suara pikiran seseorang, tapi ia kembali harus mendesah kecewa saat tak menemukan pikiran siapapun.

“Anna, kurasa ada seseorang mengikuti kita, dan aku… tidak bisa mendengar pikirannya. Tidakkah kau merasa harus bangun? Huh?”

Baekhyun baru saja akan membangunkan Anna lagi saat tiba-tiba saja seseorang terjatuh di hadapannya. Membuat pemuda itu terbelalak terkejut saat melihat sosok gadis yang sekarang terbaring didepannya.

“Maaya?!”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Injung’s Eyes…

Aku baru saja bernafas lega karena Kai melihat Anna dan Baekhyun pulang saat tiba-tiba saja ekspresi Kai berubah kaku.

“Ada apa?” tanyaku padanya.

“Seorang A-VG mengikuti mereka.” ucap Kai sambil dengan marah membuka pintu dan menghilan dalam hitungan detik.

A-VG!?

“Apa dia bodoh? Bagaimana ia tidak tahu jika ada A-VG mengikutinya?” ucap Sehun marah, ia melangkah ke arah pintu, tampak seolah… bersiap-siap.

“Kau tahu sendiri apa yang ada dipikiran A-VG jika mereka melihat VPGN bukan?” ucap Sehun padaku.

Benar. Seperti Luha—ah, dan mereka, mereka akan mencoba membunuh VPGN.

Sehun sudah akan melesat pergi jika saja perhatianku tidak teralihkan oleh kejadian yang sekarang berlangsung.

“Sehun-ah, A-VG itu jatuh.”

Aku berlari keluar rumah, tempat dimana sekarang Baekhyun berdiri kaku menatap A-VG yang terbaring berlumur darah di depannya. Sementara Kai berdiri tepat di samping Baekhyun.

“…kurasa ia akan mati cepat atau lambat. Aku akan membawanya ke tempat yang—”

“—Tidak.” kudengar Baekhyun berucap keras, membuat Kai menatapnya bingung. “Tidak?” ulang Kai.

“Jangan bawa dia kemana pun.”

Aku menatap Baekhyun, memperhatikan ekspresinya. Ia tampak menatap gadis itu dengan cara yang… berbeda.

“Bawa Anna, aku akan membawa gadis ini.”

Aku terkejut saat tiba-tiba saja Baekhyun melangkah mendekati Kai, meminta Kai untuk membawa tubuh Anna yang tertidur. Tapi baru saja Kai akan melakukannya, Anna terbangun.

“E-Eh? Kai?” Anna berucap terkejut.

“Anna, turunlah.” ucap Baekhyun mendengar suara gadis itu.

“N-Nde?” dengan cepat Anna turun dari gendongan Baekhyun.

Tatapannya tertuju pada gadis yang masih terbaring lemah di tanah. “Dia… siapa?” ucap Anna terkejut.

Kai menatap ke arah Baekhyun yang kini bergerak membawa gadis itu ke gendongannya, dan dengan cepat melangkah ke arah rumah dengan membawa gadis itu dalam gendongannya.

Gadis itu… seorang A-VG. Dan Baekhyun… membawanya.

“Gadis itu…” aku terkesiap saat Anna bicara, dan tatapan kami semua segera tertuju padanya.

“Ada apa, Anna?” tanya Kai.

Ani, hanya saja, aku pernah melihatnya.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Tatapan Anna lekat tertuju pada gadis itu saat Baekhyun—dengan penuh perhatian—mengobati luka itu. Seolah mereka sangat dekat.

“Kami memang dekat.” ucap Baekhyun menjawab pikiranku.

“Benarkah?” aku menyernyit saat mendengar Anna menyahut, aku tak pernah tahu ia juga penuh dengan keingintahuan. Baekhyun menatap Anna sekilas, dan meneruskan tindakannya tanpa bicara apapun. Ia mengabaikan Anna.

“Aku tidak sedang mengabaikanmu Anna. Hanya saja, kau sudah menganalisis jawabannya sendiri di pikiranmu bukan? Bahwa aku dan gadis ini sangat dekat?” ucap Baekhyun sambil melirik Anna.

Aku menyernyit. Apa Anna punya pemikiran yang sama denganku?

“A-ah. Ya…” Anna berucap pelan.

Sejenak aku memperhatikan Anna, ekspresinya sangat aneh dan kaku. Ia seolah… menyimpan banyak pertanyaan atas sikap Baekhyun.

“Kita bisa lanjutkan cerita kita nanti Anna, istirahatlah.” ucap Baekhyun, kurasa ia menjawab pertanyaan di benak Anna.

Tanpa bicara apapun Anna melangkah pergi. Ia benar-benar tidak bicara apapun. Dan aku semakin merasa aneh karena tindakannya.

“Bagaimana bisa kau mengusirnya seperti itu?” tanya Kai tak percaya.

“Aku tidak mengusirnya. Salahnya jika dia merasa aku mengusirnya karena kalimatku.”

Baekhyun bahkan tidak menatap Kai saat ia bicara. Dan dengan kesal Kai akhirnya melangkah ke arah Anna pergi, kurasa ia menyusul Anna. Dengan penasaran aku akhirnya ikut melangkah meninggalkan kebingungan dan kekakuan aneh di ruangan tempatku berada sekarang, mengikuti Kai dan Anna.

Mereka duduk di depan rumah, Anna tampak duduk memeluk lututnya, sementara Kai tampak memperhatikan Anna.

Apa Kai benar-benar tertarik padanya?

“Kenapa kau mengkhawatirkan gadis itu?” tanya Kai.

Anna menatapnya sekilas, dan menggeleng.

“Tidak, hanya saja semuanya tiba-tiba terasa aneh.”

“Maksud—oh, bagaimana kau tahu Ia bukan manusia?” ucap Kai—pasti mendengar pikiran Anna.

Sementara sekarang Anna menatap Kai, lama.

“Dia… A-VG bukan?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

“Dia… A-VG bukan?”

Baekhyun tersentak saat mendengar pembicaraan Kai dan Anna. Tak hanya pemuda itu, tapi Kyungsoo dan Sehun—yang ada di ruangan sama dengan Baekhyun—juga Injung yang mendengar Anna berucap seperti itu.

“Dia benar-benar A-VG Baekhyun?” tanya Kyungsoo dijawab dengan anggukan pelan oleh Baekhyun.

“Ya.”

“Lalu apa yang sekarang kau lakukan? Membuat seorang A-VG ada di persembunyian kita?”

“Dia A-VG yang berbeda.”

Berbeda?” Kyungsoo menekankan kata itu. Baekhyun baru saja akan angkat bicara saat mendengar Kai melanjutkan konversasinya dengan Anna.

“Bagaimana kau tahu dia seorang A-VG?” tanya Kai pada Anna.

Anna tidak menjawab. Dan hal itu membuat Baekhyun segera buka mulut.

“Karena dia—”

“—Aku merasakannya.” ucapan Baekhyun terhenti saat mendengar Anna bicara lagi.

Merasakannya?” kali ini Kai berucap bingung.

“Ya, seperti perasaan aneh saat melihat kalian, gadis itu membuatku merasakan hal yang sama. Dan melihat ekspresi kalian saat Baekhyun membawanya ke rumah, sudah bisa kutebak kalian pas—”

“—Kami pasti marah karena dia membawa gadis itu ke rumah. Bukan karena gadis itu seorang manusia sepertimu, tapi pasti karena gadis itu seorang A-VG yang merupakan musuh dari VPGN.” Kai memotong ucapan Anna.

Kini Anna menatap pemuda di hadapannya, dan mengangguk pelan.

“Ya…” jawab Anna pelan, gadis itu kemudian mengerucutkan bibirnya, “Tapi, kenapa kau sering memotong ucapanku dan mengutarakan pikiranku?” ucap Anna dengan nada kesal.

“Karena kau selalu mengutarakan apa yang kau pikirkan.” jawab Kai.

Anna tertawa pelan.

“Benar juga… aku pasti seseorang yang sangat mudah dibaca, bukan?” tutur Anna, sekon kemudian gadis itu menghela nafas panjang. “Berapa pun waktu kuhabiskan untuk memikirkan semua ini, aku sebenarnya merasa aneh saat kalian membawaku ke sini. Terutama karena sikap kalian semua sangat aneh.” sambungnya.

Kai menyernyit. “Apanya yang aneh?”

“Aku boleh mengatakannya?” ucap Anna membuat Kai terdiam. “Kau menyembunyikan pikiranmu. Bagaimana bisa kau menyembunyikan pikiranmu?” tanya Kai. Sungguh, dia tidak menyangka jika Anna ternyata punya beberapa hal kecil yang tak pernah disadarinya.

Menyembunyikan pikirannya, contoh saja. Sementara mendengar ucapan Kai, Anna malah tertawa pelan.

“Aku tidak menyembunyikannya, aku hanya tidak ingin kalian tahu.” ucap Anna pelan, ia kemudian menghembuskan nafas panjang.

“Sehun tidak menyukaiku. Injung selalu menatapku seolah aku adalah hal yang sangat tidak ingin dilihatnya. Kau selalu berbuat baik padaku, tapi caramu menatapku selalu penuh kesedihan. Kyungsoo yang selalu berusaha berbuat baik padaku.

“Aku… tidak seharusnya ada disini bukan, Kai? Bolehkah aku pergi?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Injung’s Eyes…

“Sehun tidak menyukaiku. Injung selalu menatapku seolah aku adalah hal yang sangat tidak ingin dilihatnya. Kau selalu berbuat baik padaku, tapi caramu menatapku selalu penuh kesedihan. Kyungsoo yang selalu berusaha berbuat baik padaku.

“Aku… tidak seharusnya ada disini bukan, Kai? Bolehkah aku pergi?”

Aku benar-benar tersentak mendengar ucapan Anna. Apa yang sekarang ia bicarakan? Sehun tidak menyukainya? Aku selalu menatapnya seolah dia adalah hal yang—

“…Injung-ah…”

—Benar. Caranya bicara. Caranya tersenyum. Raut wajah lembut dan tuturnya yang selalu lembut. Luhan… Dia selalu mengingatkanku pada Luhan. Yang pasti membuatku—secara tak sengaja menatapnya penuh kesedihan.

Dan… apa ia nyatanya memikirkan semua sikap kami padanya?

“Kenapa kau tidak mencecar sikap Baekhyun juga?” sahutan Kai terdengar dingin, dan… ada nada kesal dalam suaranya.

“Ah, dia?” ucap Anna, mengucapkan kata ‘dia’ dengan sangat santai sementara aku semakin mempertanyakan pemikirannya.

“Ya. Kau tidak berkomentar apapun tentang sikapnya padamu?”

“Tidak. Kenapa aku harus berkomentar pada sikap yang alasannya sudah jelas?”

“Maksudmu?”

“Dia mendengar pikiran semua orang di sini. Dia pasti sudah lebih tahu alasan kalian daripada tebakanku dan pemikiranku yang sangat mudah ditebak.”

Aku terdiam. Benar. Baekhyun mendengar pikiran kami semua. Sementara Kai jelas mengatakan bahwa pemikiran Anna cenderung datar dan sangat mudah diduga. Tapi… apa dia tersinggung karena sikap kami padanya?

“Kenapa kau tiba-tiba bicara seperti ini?”

Aku tersentak saat melihat Baekhyun melangkah ke arah dua orang itu. Jadi sejak tadi Baekhyun juga mendengarkan?

“Ah, Baekhyun.” Anna bergumam pelan.

“Kenapa kau mengatakan semua ini?” ucap Baekhyun, aku mendengar nada marah dalam suaranya, entah karena alasan apa.

“Tentu saja Baekhyun marah. Memangnya kau tidak marah karena dia menghakimimu dalam ucapannya?” ucap Sehun—entah kapan ia sudah ada di sampingku.

Sejujurnya? Aku sama sekali tidak menyalahkannya. Berada dalam situasi yang tidak diinginkan pasti akan menjadi beban bagi semua orang. Terutama, karena Anna berada dalam situasi yang sama sekali tidak menguntungkannya. Dia tidak mengenal siapapun di sini, tapi dia dipaksa untuk ada di sini.

Bukankah ucapannya sekarang secara manusiawi terdengar masuk akal? Apa para VPGN di sini menerimanya dengan cara yang berbeda?

“Kau tidak menyukai kami?” Baekhyun kembali berucap.

Apa Anna tidak menyukai kami? Sekarang aku ikut memikirkan pertanyaan yang Baekhyun ucapkan.

“Tidak, bukan begitu.”

“Lalu? Kenapa kau mengatakan semua ini?” Baekhyun kembali mengulang pertanyaannya.

“Aku… tidak ingin terus hidup dalam keadaan yang tidak kumengerti. Aku ingin kembali. Sangat ingin kembali ke kehidupanku yang dulu. Melakukan hal yang kusukai, menjalani hidupku tanpa harus berusaha untuk mengerti tentang masalah dimana aku sama sekali tidak patut untuk terlibat.” tandas Anna.

“Dan kau lebih suka menjadi wartawan di kantor koran harian yang hampir bangkrut, bekerja dengan mempertaruhkan nyawamu di jalan-jalan gelap Venezuela setiap malam?”

Aku tersentak mendengar ucapan Baekhyun, begitu juga dengan Anna. Ekspresi terkejutnya sekarang tercetak sangat jelas.

“Bagaimana kau tahu?”

Benar, bagaimana Baekhyun bisa tahu?

“Pikiran dan ucapanmu benar-benar sangat mudah ditelanjangi.”

Ah… pikiran Anna, rupanya.

Aku bisa mendengar Anna menghembuskan nafas panjang. Tapi perhatianku tertuju pada sesuatu yang… lebih berbeda. Caranya menatap kecewa. Caranya berusaha untuk tersenyum walaupun dia kecewa. Caranya bersikap dengan sangat naif…

Luhan…

Ugh.

“Teruslah memikirkan A-VG itu.”

Aku menatap Sehun yang melangkah kesal meninggalkanku. Ah. Dia tidak mengerti. Sehun tidak pernah mengerti bagaimana perasaanku pada Luhan. Kecemburuan lah yang lebih mendominasi Sehun setiap kali aku memikirkan Luhan. Tapi dia tidak benar-benar mengerti.

Aku mengenal Luhan cukup lama sampai aku menunggunya selama tujuh tahun. Ia terbunuh dua kali karenaku. Dan…

“Aku sangat senang karena kau disini… Untuk kedua kalinya… Kau ada di detik-detik terakhir hidupku…”

“Aku sangat membencimu dulu… Karena kau… Aku mati… Saat itu… Aku berteman dengamu… Karena ingin membalas rasa benciku… Keundae… Kau malah membuatku menyayangimu… Menyayangimu lebih dari apapun…”

Aku merindukannya. Lebih dari apapun di dunia ini, aku sangat merindukan Luhan. Seperti saat dia mengatakan bahwa ia menyayangiku, caranya menatapku saat ia tahu aku berpihak pada VPGN.

Ketika aku memilih untuk melupakan Luhan demi Jiwa yang—tidak. Sekarang aku sadar. Bukan aku yang membuat diriku memilih VPGN ini daripada Luhan, tapi hati yang Kyungsoo berikan padaku.

Karena hati itu membuatku akan berpihak pada Jiwa yang ada padaku dan pemilik-pemiliknya tak peduli apapun yang harus kukorbankan.

Kesedihanku saat kehilangan Eomma, Halmeoni, Jaekyung Unnie… Sangat tidak normal saat seseorang hanya merasa sedih beberapa hari setelah kehilangan orang-orang yang mereka sayang.

Tapi saat Luhan… tentu saja berbeda. Kesedihanku sungguh berbeda saat tahu dia adalah nyawa yang diambil untuk menggantikan Jiwa milik Sehun.

Dan itulah alasan… yang membuatku sadar tentang perasaanku pada Luhan saat tidak lagi ada Jiwa yang dititipkan padaku.

Bahwa aku menyayanginya. Bahwa aku sangat menyesal telah membiarkannya pergi… Karena aku sangat—ah, tidak, aku tidak boleh menyalahkan takdir.

Kami hanya bertemu diwaktu yang salah, dengan takdir yang benar.

“Injung-ah… Aku akan… kembali… Gidaryeo…”

Bukankah… aku sekarang tengah menunggunya?

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

IRISH’s Fingernotes:

Setelah sebelas chapter akhirnya lead female cast terakhir ini bisa muncul juga… Maaya. Meski Ahri masih kusimpen rapet-rapet karena nanti kalo Ahri dateng otomatis Jongdae aka Chen juga ikutan dateng (masih inget?) dan kalo Jongdae dateng artinya minimal Minseok atau Luhan juga ikut dateng.

Ah, masih banyak yang harus aku datengin dulu sebelum kita bareng-bareng mengungkap identitas seorang Shadow. WKWK. Berhubung chapternya udah sampe separuh, aku merasa berdosa karena masih njelimetin kalian sama masalah-masalah dan perkenalan sama Anna juga situasi baru yang ada (intinya, sebenernya kalian bisa sih baca Gidaryeo aja gak usah baca Kajima dulu karena cerita ini independen, lolol) jadi inshaa Allah kedepannya aku akan buat cerita ini semakin padet-jelas dan singkat? Mungkin kalo singkat bisa dimasukin kategori, aku masukin juga.

Soalnya kalo ngetik itu tangan aku suka overload gitu, males kalo ngetik dibawah 3000 kata, kayak sungkan sama Ms. Word yang seringkali aku ajakin begadang sampe malem. Mumpung belum masuk Nopember dan belum masuk pekan penilaian ulang alias pekan lembur jamaah lagi, ada baiknya aku ngebutin dulu beberapa chapter cerita yang udah aku anggurin selama berbulan-bulan ini.

Lumayan, kalo Desember kelar semua nanti aku bisa mewujudkan mimpi berlibur sepuas hati! Yas! Bahagia sekali ngebayanginnya, LOLOLOLOLOLOL.

Btw, ini hari Jum’at, aku inget harusnya ada satu lagi yang menemani kalian di hari Jum’at. Jadi, see you around, fellas!

Ps: jangan lupa tinggalkan jejak, karena kalau kalian tinggalin jejaknya belakangan kalian akan menyesal, apalagi kalo pas kalian ninggalin jejaknya pas aku udah enggak ada waktu sama sekali buat menyapa kalian, hiks. Kan sedih.

Salam kecup, Irish!

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

34 tanggapan untuk “GIDARYEO – 11th Page — IRISH’s Tale”

  1. Wah, si irene a.k.a maaya nongol
    Kyny bnyk reader br ya /bangga jd reader lama
    Muka 백 yg rsk sblh tu reminds me pd uchiha obito
    Diri ini akan sabar nggu shadow reveals himself di xmas eve nanti, mao’ny sih yg jd shadow ru 크리스 akuh 😘 wlw terduga kuat’ny si luhan
    Aduh, ikutan galau nih krn injung ngrasa di 가지마 kmrn dy condong ke VPGN krn lg jd inang dr jiwa2 diti2pin ke dy, trus 세훈 kepiye? Ngambek kan dy jrn jeles ke luhan, plis.. Jgn sakiti ht bronis ksayangan kuh
    Di 가지마 ahri yg sifat’ny mrh sm byun injung tp skrg di gidaryeo anna jg mrp sifat’ny sm ade’ny 백 itu
    Krn kendala kuota jd br bs bc2 ff exoffi ksayangan lg pdhl dah bnyk yg diupdate
    Jd brantai gt rish, klo munculin si ahri otomatis 첸 ngikut, dsb2 😄 ya udah hayolah pd mencungul smua

  2. Baekhyun ;”v siapa maaya itu? Plz jgn masalalu baek /nanti atit hati aku ka rish/
    anna jgn pergi dund T.T
    masa aku jd kangen sama si shadow ka rish ;”v krn udah brapa ch, gakada moment shadow.anna xD
    ditunggu next chnya segerah loh ya ka Rish ❤ wkwkwkw ❤

  3. Arghhhhhh !!!! 몰라유 irish siapa lagi maaya disini ?? Sebagai byun injung kah ?? Mbuh lah pusing pala berbie,, fighting ngelanjutinya ditunggu moment baek-injungnya

  4. Tolong itu yg buat muka baek ancur TENGGELAMKAN!😈

    KESEL KALE WAJAH CABEKU MENJADI ABSTRAK SETENGAH😭

    Siapa itu Maaya masalalu si cabe kah?

    Kusarankan pada Anna, milih yg lebih jelas Ajaa.. Kai juga gak jelekjelek amat *eh?

    Dan untuk sehun tolong dewasa dikit dung Ahh, lu hidup udah Lama Tapi Masih aja galaugalauan😕 /bwakakak😂😂

    Dan untuk SOTD, Kapan identitas lu muncul bang… Gue gregeddd nehh..😰😰

    Luluku kapan muncul hm🤔 kangen luhaninjung. Pokoknya luhaninjung😅

    Semangat buat kak irish’s😊😘💪

  5. Shadow ga muncul 😫 dan gambaran ane tentang si Shadow makin lama makin blur. Banyak casti yang bisa dicurigai. Pokoknya ane nunggu lanjutannya aja lah kak Rish.. ane percaya kak irisheu punya kejutan buat kita semua kaya biasanya

  6. keknya SOTD ini itu A-VG yg tobat… wkwkwk
    misteri banget dia, gk mau ngasih tau pula… pelittt amat dow
    kalo dia salah satu A-VG kok bisa VGPN gak kenal sama suara atau gestur wajah atau tubuh gitu?
    apa dia A-VG baru pecah dari cangkang atau gimana???
    aku juga gak ngerti alasan mreka bawa anna sama mreka.. bener kalo anna pengen pergi dari mreka..

  7. Keren.. Dan masih banyak teka teki nya lagi.. oya irish true lies di anak tiri kan lagi y? Kasian nya..
    Di tunggu update selanjutnya.. Semangat irish.

  8. Kehidupan anna gak pernah semulus kehidupan orang lain dia dikelilingi oleh orang-orang yang tidak dikenalnya dan bisa jadi kehidupan nha bisa terancam. Tapi anna memang punya kelebihan ya ?

  9. Who is maaya zzzz.. Kak irish ih, bikin mikir dua kalii buat gidaryeo.. Injung dibuat dilema, dan Anna aku masih bingung dia di chap ini kenapa seee zzzz.. Dan baekhyun beserta kawan kawannya yang skbavausvanqldhqfqusv.. Penuh dengan mystery hmmm.. Ditunggu chap lanjutannnya kak irishh uwoo

  10. Aku kira maaya itu ucapan kaget wqwq XD ternyata nama toooh
    btw itu si anna sebenernya juga kasian sih, kalo disitu dia ngerasa ga paham apa apa, kalo balik ke real lifenya dia dia bakal tercekik ekonominya
    ga ngerti juga si shadow itu sebenernya siapa, dan ga ngerti juga kenapa anna bisa mirip banget sama karakter luhan
    oke mbak, ini tuh ngebuat aku jadi reader yang nge-lag(?)lama, baca bolak balik masih blom bisa menemukan teka tekinya T.T duuuu diri ini terlalu dodol dan tidak peka kode kode an mbaaaak
    karna kak irish juga sibuk sama urusan real life, aku harap kak irish bisa ngibangi semuanya, jangan sampe ngedrop deeeh, apalagi semua karya yang kakak tulis kontennya nguras imajinasi banget :”)))
    Gidaryeoo!

    1. XD bukan bukaann, itu bukan ungkapan kaget kok wkwkwkwkwkwkkwk aduh misteri tentang siapa shadow ini biar aku simpen buat malem natal dulu deh ya XD

  11. Maaya sopo meneh sih kak😂😂😂 udah mumet duluan pala kuu wkwkwk,,, tapi gapapa aju sukaaaa banget. Aku juga curiga baek itu pernah tinggal di Venezuela,,, Masih setia nungguin shadow loh aku kak😂 Fighting kak rish!!!!!💕😚😚😚

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s