GAME OVER – Lv. 23 [Be Nice To Me, Please] — IRISH

G    A   M   E       O   V   E   R

‘ Baekhyun x Jiho (known as HongJoo) ’

‘ AU x Adventure x Fantasy x Romance x Science Fiction ’

‘ Chapterred x Teenagers ’

‘ prompt from EXO`s — Can`t Bring Me Down & EXO CBX`s — Crush U

Game Level(s):

ForewordPrologue A SidePrologue B Side — [ Level 1Level 10 ] — Tacenda CornerEden’s Nirvana — [ Level 11Level 20 ] — Royal ThropeLevel 21Level 22 — [PLAYING] Level 23

Filling up my heart that’s heating up
It’s all you
I can’t handle it

2017 © GAME OVER created by IRISH

♫ ♪ ♫ ♪

Level 23 — Be Nice To Me, Please

In Jiho’s Eyes…

Biarlah aku menjadi gila sesaat, biarlah aku terus berdelusi. Tapi Baekhyun terlampau manusia untuk tetap kuanggap sebagai sebuah karakter. Bagaimana aku bisa menganggapnya sebuah karakter sementara semua tindakannya adalah tindakan seorang manusia?

“Terima kasih, karena kau memilih untuk tidak meninggalkanku.”

“Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkanmu? Padahal setiap waktu aku selalu memikirkanmu.” kataku membuat Baekhyun lagi-lagi menyunggingkan sebuah senyum simpul.

“Jadi, Somi sudah membuatmu sadar kalau perasaanku padamu ini benar-benar nyata?” aku terkesiap saat mendengar ucapan Baekhyun.

“Apa maksudmu? Bagaimana kau bisa tahu tentang Somi?” tanyaku terkejut.

Baekhyun menatapku dengan pandangan seolah mengatakan apa-yang-tidak-bisa-kuketahui sebelum dia kemudian berdeham pelan dan mulai buka suara, dengan gaya angkuh khas miliknya yang membuatku tergila-gila.

“Memangnya apa yang tidak aku tahu? Apa kau lupa, aku sudah meletakkan mata dan telingaku padamu, Jiho.” tutur Baekhyun membuatku menyernyit bingung.

“Mata dan telingamu? Bukankah kau mengatakan itu di mode lain permainan ini?” tanyaku dijawab Baekhyun dengan sebuah anggukan.

“Benar, tapi bukan berarti kau lepas dari pengawasanku di sini. Aku tahu segalanya tentangmu, aku tahu apa yang kau lakukan, atau dimana kau sedang berada. Karena kau sudah tahu siapa aku sebenarnya, aku tidak perlu mengatakan kebohongan apapun padamu lagi, bukan?”

Aku terdiam kala mendengar kalimat Baekhyun. Dia sungguh tidak terdengar berusaha melukaiku, atau mengecewakanku. Lantas, mengapa aku kemarin justru bersikap begitu egois untuk melukainya? Padahal Baekhyun sama sekali tidak berubah.

“Jadi… kau sudah tahu juga apa yang akan aku lakukan untuk bertahan di dalam game ini?” tanyaku hati-hati.

Baekhyun mengangguk pelan. “Tentu saja. Soal rencanamu dengan leader dan NPC itu, aku juga sudah tahu. Tapi jangan khawatir, aku tidak akan mengatakannya pada siapapun bahkan pada Radiant Black—jika kau mengira aku akan bicara padanya—dan kau tahu, Jiho, kau selalu bisa mengandalkanku.”

Aku tanpa sadar tersenyum saat mendengar ucapannya.

“Mengandalkanmu?” ulangku segera dijawab Baekhyun dengan anggukan mantap. “Ya, kau bisa mengandalkanmu. Aku tidak akan segan-segan membunuh NPC manapun yang berusaha menghalangi usahamu. Membunuh player saja sudah jadi hal yang biasa bagiku, apalagi NPC.” Baekhyun menjelaskan dengan nada kelewat tenang.

Sekarang, entah mengapa kalimatnya malah terdengar mengerikan.

“Jangan terlibat, Baekhyun, aku tidak ingin melihatmu membunuh NPC di sini, mereka adalah bagian darimu juga, ingat?”

“Untukmu, aku akan melakukannya.” Baekhyun menegaskan.

Ah, sungguh, tidak bisakah dia berhenti dengan kalimat-kalimat yang membuai itu? Aku sungguh tidak bisa menahan keinginanku untuk merengkuhnya erat-erat saat aku tahu dia akan mengorbankan status sosialnya sebagai seorang NPC untuk membunuh NPC lainnya.

Tapi tidak, aku tidak ingin Baekhyun kembali dicap sebagai seorang pembunuh keji dalam permainan ini. Kuyakini dia sudah cukup menderita dengan menjadi villain, yang selalu dianggap jahat padahal tidak semua villain bersifat antagonis seperti yang orang-orang tahu.

“Tidak, Baekhyun, sungguh. Aku bisa mengatasinya kali ini. Kau juga tahu aku bukan petarung yang buruk, aku bisa mengatasi mereka. Ini sama saja dengan berusaha mengatasi villain dari sebuah level, bukan?

“Tidak akan ada masalah. Aku dan yang lain akan bisa mengatasinya. Kau hanya perlu tetap ada di sini, dan ada saat aku merindukanmu. Apa kau… akan membunuh playerplayer lainnya lagi?” kemudian aku tersadar, bagaimanapun aku menginginkan Baekhyun untuk tetap ada di sisiku, dia adalah seorang villain.

Sudah sewajarnya dia berkeinginan untuk membunuh player lain yang ada di dalam mode ini, bukan?

“Aku bukan villain utama di sini, Jiho. Black Radiant, adalah villain utama itu. Jadi kau harus berhati-hati padanya, karena di sisa dua puluh empat jam terakhir kalian dalam permainan ini, Black Radiant akan memburu semua orang, membunuhnya tanpa ampun.

“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika kau terbunuh olehnya, tapi… meski rankku berada dalam rank tertinggi permainan ini, Black Radiant adalah seorang villain dengan kemampuan di atasku.

“Seperti yang kau tahu, rank mungkin bisa berubah dan dimanipulasi, tapi tidak dengan kemampuan. Black Radiant… adalah seorang yang jauh lebih mengerikan daripada aku.” penjelasan Baekhyun sekarang berhasil membungkamku.

Bagaimana tidak, mengingat bagaimana keadaan Baekhyun di setiap turbulence saja sudah cukup jadi hal mengerikan buatku. Di awal perkenalan kami, Baekhyun tak lebih dari seorang player kuat tanpa perasaan.

Dan sekarang dia dengan lantang mengatakan bahwa Black Radiant adalah player yang jauh lebih kuat daripada dirinya. Apa hal itu masuk akal? Invisible Black saja sudah sangat mengerikan.

“Aku tak pernah melihat seseorang yang lebih hebat daripada dirimu.” kataku membuat Baekhyun tergelak.

“Chen juga seorang yang kuat.” tuturnya. “Chen?” tanyaku.

“Ya, sepertiku, Black Radiant juga punya nama.” Baekhyun tersenyum.

Aku terdiam. Sudah jelas bagaimana Baekhyun mengetahui semua yang ada dalam permainan ini. Tapi aku juga tidak tahu, apa NPC lain juga tahu? Terutama, Black Radiant. Bagaimana jika dia nyatanya sudah mendengar rencana kami dan malah berencana menghancurkannya?

Yang sedang berusaha kami bunuh adalah NPC, sama sepertinya. Dia tidak mungkin tinggal diam saat tahu tentang tindakan kami, bukan?

“Bagaimana kalau kau membunuhku saja, Jiho?” aku tersentak saat mendengar Baekhyun tiba-tiba saja bertanya.

“Apa maksudmu?” ujarku tak mengerti.

“Kau tahu, membunuhku bisa mengurangi dua puluh empat jam dalam permainan ini.” Baekhyun menjelaskan.

Dua puluh empat jam? Membuat Baekhyun terbunuh dalam mode ini bisa mempersingkat waktu sebanyak itu? Sungguh gila.

“Lalu bagaimana jika aku membunuh Black Radiant?” tanyaku.

Game over.” jawab Baekhyun sambil tersenyum simpul.

Ah, aku mengerti sekarang. Karena Black Radiant adalah villain utama dalam mode ini yang disamarkan menjadi seorang player, sudah pasti mengalahkannya berarti memenangkan permainan.

Tapi, mengalahkannya juga tidak akan mudah. Karena dia akan berubah menjadi mode villain sepenuhnya di dua puluh empat jam terakhir, bagaimana jika Baekhyun terbunuh di sisa waktu itu?

Bukankah game over juga akan terjadi karena permainan yang dihentikan secara tiba-tiba? Karena kehabisan waktu?

Tapi tunggu dulu. Apa yang akan terjadi pada Baekhyun kemudian?

“Kau sedang memikirkan apa?” tanya Baekhyun.

“Aku sedang memikirkan rencana alternatif. Katamu, kalau kau terbunuh permainan ini akan berkurang dua puluh empat jam. Bagaimana kalau di dua puluh empat jam terakhir itu kau terbunuh, Baekhyun?

“Permainan ini akan game over karena kehabisan waktu, dan kami semua akan kembali terbangun di dalam survival tube masing-masing. Bukankah begitu?” Baekhyun menatapku intens selagi dia mendengar penuturanku.

“Jadi sekarang aku adalah bagian dari rencana alternatifmu itu?” tanyanya setelah terdiam beberapa saat.

“Ya, bisa kukatakan begitu. Apa kau keberatan?” tanyaku membuat Baekhyun tersenyum simpul, menggeleng pelan selagi dia masih menatapku.

“Asalkan kau yang membunuhku, tidak masalah.” katanya memacu adrenalinku. Dalam bayanganku, aku bisa memercayakan Baekhyun pada Johnny atau Taehyung. Tapi mengapa dia justru memintaku untuk membunuhnya?

“Kenapa harus aku?” tanyaku tak mengerti.

Baekhyun terdiam, cukup lama sampai aku bisa mengira jika dia sekarang tengah larut dalam pemikiran juga lamunannya.

“Karena kalau bukan kau yang membunuhku, aku tidak akan membiarkan siapapun mencoba untuk melukaiku. Satu-satunya player yang punya keterikatan denganku adalah kau, Jiho. Apa kau lupa? Kau adalah nebula-ku.”

Lagi-lagi, Baekhyun mengucapkan kalimat yang begitu membuai. Darimana sebenarnya dia mendapatkan kosakata-kosakata semacam itu? Aku sepertinya harus bertanya pada Johnny soal siapa yang membuat karakter Baekhyun.

Tapi bukankah hal itu akan semakin melukaiku? Menyadarkanku bahwa Baekhyun benar-benar tidak nyata?

“Aku tidak ingin membunuhmu, Baekhyun.” kataku akhirnya.

“Aku sudah pernah membunuhmu satu kali. Dan kau pasti bisa melakukannya padaku juga. Ada banyak cara untuk membunuh seseorang dalam permainan ini dengan cara yang tidak menyakitkan.

“Kau bisa memilih satu dari ratusan cara itu. Seperti… memelukku lalu menikamku, contohnya. Asal ada kau dalam pandanganku saat aku mati, aku yakin aku akan baik-baik saja dan tidak memberikan perlawanan apapun.”

Bagaimana bisa dia bicara dengan begitu santai soal akhir dari kehidupannya? Tidak, tunggu. Baekhyun masih akan ada di mode lama jika aku membunuhnya di dalam mode ini, bukan? Itulah sebabnya dia bisa bicara dengan santai.

Bagi Baekhyun, kekhawatiran dan tindakanku sekarang mungkin jadi bagian menggelikan dari pemikiran seorang player yang bahkan tidak sanggup untuk teguh pada pendirian.

Atau, Baekhyun memang benar-benar mengatakannya karena ketulusan? Ketulusan fiktif yang entah bagaimana caranya bisa ada pada diri Baekhyun padahal aku sendiri masih tidak bisa memercayai eksistensinya?

“Baiklah, kalau kemungkinan terburuk itu terjadi dan aku terpaksa harus melakukan rencana alternatif kita, aku yang akan ada di hadapanmu. Tapi, aku juga tidak ingin kau menyerah begitu saja, Baekhyun.

“Mari kita berduel, untuk benar-benar membuktikan kalau aku layak untuk jadi seorang player yang mengalahkan villain sepertimu. Aku tidak ingin tindakanku justru berujung pada penyesalan dan dramatis karena aku berada dalam pilihan yang sulit.

“Tapi aku ingin memenangkanmu dengan cara yang adil.” aku akhirnya memutuskan. Jika Baekhyun memang benar ingin aku jadi satu-satunya player yang mengakhiri hidupnya, aku juga punya keinginan lain yang ada hubungannya dengan Baekhyun.

Aku tidak mungkin membiarkan Baekhyun menyerahkan nyawanya begitu saja saat hari itu terjadi. Hari mengerikan di mana Black Radiant akhirnya berubah menjadi sosok villain yang sesungguhnya.

“Baiklah, tantanganmu kusetujui.”

Aku akhirnya bisa tersenyum lega saat mendengar ucapan Baekhyun. Meski, satu sisi hatiku masih saja memberontak dan memaksaku untuk mencari rencana alternatif lainnya. Aku tak punya pilihan lain.

Saat ini, mengandalkan Baekhyun adalah satu-satunya pilihan yang ada.

“Jadi, sudah kau pertimbangkan tawaranku mengenai bantuan untuk memburu NPC?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Aku kembali dengan perasaan cukup tenang ke tempat persembunyian kami. Dan oh, jangan lupakan siapa yang juga ikut datang ke tempat ini bersamaku.

“Invisible Black…” Taehyung tanpa sadar menggumam begitu dia melihat sosok yang mengekoriku di belakang.

Umm, dia memaksa untuk ikut.” kataku, teringat bahwa saat ini yang tahu tentang keadaan Baekhyun hanya aku, Johnny dan Somi.

“Ya Tuhan, dia benar-benar sempurna, ya.” kudengar Doyeon berbisik pada Hana, sementara Hana sendiri mengangguk mengiyakan. Ah, seharusnya aku merasa bangga karena setidaknya di dalam permainan ini aku bisa mendapatkan seseorang seperti Baekhyun.

Tapi kenapa mengingat keadaan Baekhyun dan apa yang membuatnya sempurna justru membuatku merasa sakit? Hentikan, Jiho. Sekarang bukan saat yang tepat untuk terbawa perasaan hanya karena hal-hal semacam ini.

“Kenapa kau tiba-tiba mau terlibat dengan kami?” Johnny bersuara, dia sepertinya merasa curiga pada keterlibatan seorang villain dalam rencananya.

“Tentu saja karena aku tidak bisa membiarkan Jiho bergerak sendirian. Terlebih lagi, karena aku tahu semua yang Jiho lakukan, aku tak ingin kau mencuri kesempatan untuk bersama dengannya.” ucapan Baekhyun sekarang berhasil membuat Doyeon dan Hana mencicit terkejut.

Ya Tuhan, ucapan Baekhyun pasti terdengar sangat melankolis dalam pendengaran mereka. Tanpa tahu apa yang sebenarnya Baekhyun maksud di balik ucapan itu.

“Dia bisa cemburu, ternyata.” Ashley kini berkomentar, sebuah tawa renyah meluncur dengan mulus dari bibir plumnya selagi dia bergelayut di lengan Taeil. Taehyung sendiri menatapku curiga, dia pasti tidak menduga jika Baekhyun bisa mengatakan hal seperti ini.

Apa Taehyung punya pikiran dan pendapat yang sama denganku mengenai Invisible Black? Awalnya, aku juga berpikir kalau dia bukanlah seseorang yang bisa bicara dengan begitu ramah dan… manis.

“Perkataannya membuatku mual.” kata Taehyung melontarkan komentar sarkatis, “Kalau aku tidak ingat dia sekarang adalah pair bagi sahabatku, pasti sudah kuumumkan keberadaannya di sini pada semua orang.” sambung Taehyung.

“Oh, untuk apa kau mengumumkannya pada semua orang? Saat itu aku berbaik hati padamu karena aku tahu kau teman Jiho. Kalau tidak, kau sudah kulumat habis saat berusaha meretasku.” dengan lancar Baekhyun berkelakar.

Sontak saja, keadaan kaku dengan aura gelap melingkupi tempat ini. Pada dasarnya, Baekhyun memang tidak begitu bisa bersosialisasi, bukan salahnya tentu saja, karena dia adalah seorang villain dan alangkah anehnya jika di dalam permainan terdapat villain yang baik.

Oh, Wendy dan Baekhyun adalah dua orang villain baik, tentu saja. Tapi pada awalnya mereka sama-sama bersikap tidak bersahabat, dingin dan tertutup.

“Hentikan, aku sudah cukup lelah mendengar perdebatan sia-sia player yang berujung pada hal tidak berguna. Jadi, hentikan juga perdebatan kalian.” Johnny akhirnya menengahi. Dia pasti sedang berusaha bersikap netral—karena dia tidak tahu kalau Baekhyun tahu mengenai Johnny yang sudah mengetahui identitasnya, bukan?

Player arogan itu yang memulainya.” Taehyung berkeras, tak mau kalah. Dia lantas melangkah meninggalkan ruangan, satu kebiasaan Taehyung yang sangat kukenal. Dia akan meninggalkan tempat yang sudah membuatnya kesal dan kalah bicara.

“Abaikan saja dia, sikapnya sama saja seperti di kehidupan nyata. Merajuk saat kalah dalam perselisihan.” Ashley berkata, lantas dia lemparkan sebuah senyum penuh arti padaku dan Baekhyun, bergiliran.

“Aku mungkin terdengar konyol, dan saat pertama kali Jiho menceritakan hubungan kalian berdua padaku, aku menganggap Jiho konyol juga. Tapi setelah melihatmu bersanding dengannya, kupikir kalian berdua memang benar-benar serasi.”

Hatiku mencelos mendengar ucapan Ashley. Ya, tentu dia belum kuberitahu tentang siapa Baekhyun dan bagaimana seharusnya Ashley bersikap setelah tahu tentang Baekhyun. Tapi aku juga tidak mungkin mengatakannya pada semua orang.

“Terima kasih. Aku juga tidak menyangka kalau aku akan begitu terikat dengan Jiho. Temanmu satu ini sudah jadi candu paling berbahaya buatku, Ashley-ssi.” perkataan Baekhyun berhasil memacu kinerja jantungku.

Kukenali itu dari pelacak tanda vital yang ada di dalam profil kami masing-masing. Dan mengingat penunjuk tanda vital itu ada di dalam profil, kuyakini Baekhyun pasti mengetahuinya dengan sangat jelas.

Dia tahu bagaimana keadaanku karena sikapnya.

“Astaga, kalian berdua benar-benar dimabuk cinta.” Taeil kini angkat bicara, seperti Taehyung, dia pasti tidak menyangka jika Baekhyun akan punya karakter seperti ini.

Lagipula, kenapa juga Baekhyun terus bicara hal-hal tidak masuk akal? Ugh, bagaimana sekarang pemikiran Johnny dan Somi tentang keadaan kami berdua? Pasti sangat menggelikan, bukan?

“Karena kau terdengar sangat cemburu saat tahu aku dan Jiho ada di tim yang sama, kurasa sekarang tujuanmu sudah jelas. Kau ingin bergabung dengan kami dan melenyapkan NPC juga, bukan?

“Kalau yang kau inginkan adalah berada di tim yang sama dengan Jiho tanpa adanya aku, maka aku tidak bisa mengizinkannya. Sebagai leader di sini aku punya kuasa penuh untuk mengawasi kalian.

“Dan rencana membunuh NPC ini harus ada dalam pantauanku. Artinya, kita akan memburu NPC dalam satu tim dengan tiga anggota. Terserah, kau menerimanya atau tidak, keputusanku tidak akan berubah.”

Setelah memilih bungkam selama beberapa waktu, Johnny akhirnya angkat bicara juga. Dia jelas sudah menganalisis keadaanku dan Baekhyun, mengira-ngira soal percakapan apa yang mungkin sudah tercipta di antara kami sebelum akhirnya dia mengambil keputusan.

“Aku sangat berterima kasih pada kemurahan hatimu dan kebijaksanaan itu, Royal Thrope. Tapi kuingatkan juga padamu, kalau aku bisa menunjukkan pada kalian tentang siapa villain sesungguhnya yang harus kalian hadapi dalam mode ini.

“Asal kalian tahu saja, mode ini bukan hanya mengenai bertahan selama satu pekan dengan saling membunuh di antara para player. Seorang villain juga ada di dalam mode ini, dan tanpa bantuanku… kalian kupastikan akan mati di tangan villain tersebut.

“Jadi… apa keberadaanku di sini kau pikir akan merugikanmu, leader?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Tidak ada kata tenang dalam sisa hari ini. mulai dari sikap Taehyung yang entah bagaimana bisa berubah jadi permusuhan, padahal awalnya dia terlihat sangat antusias pada keberadaan Baekhyun.

Apa dia merasa bahwa aku sudah menyembunyikan rencanaku darinya? Karena sikap dingin Taehyung tidak hanya ditujukannya pada Baekhyun tapi juga padaku.

Jeno dan Herin yang banyak berada di dekat Baekhyun, mengajaknya bicara soal satu-dua hal yang entah mengapa membuat Baekhyun bisa terlihat lebih rileks saat berkonversasi dengan dua player muda itu.

Hana dan Doyeon yang sibuk mengagumi kesempurnaan Baekhyun—reaksi yang begitu terlambat sebenarnya, karena aku malah setiap saatnya selalu mengagumi Baekhyun.

Johnny belum sempat bicara denganku, karena setiap saat Baekhyun menempel padaku seperti permen karet. Begitu menyenangkan, sebenarnya, karena pada akhirnya aku bisa punya waktu begitu banyak untuk dihabiskan bersama Baekhyun.

Daripada menduga-duga dimana keberadaannya, bukankah menghabiskan waktu bersama seperti ini terasa lebih baik?

Jadi Johnny, Somi dan sepasang kekasih lainnya di persembunyian kami sedari tadi sibuk menyusun strategi penyerangan pada NPC yang mereka temui. Heran sekali, padahal ada Baekhyun di sini yang mengenal semua strategi penyerangan.

“Kau tidak mau membantu mereka?” tanyaku pada Baekhyun, karena hanya kami berdua yang rasanya tidak berbuat apa-apa selagi semua orang begitu sibuk.

“Mereka tidak meminta bantuanku.” sahut Baekhyun ringan, dia membaringkan tubuh di sebelahku, menumpu kepalanya dengan kedua tangan selagi maniknya menutup, dia biarkan pantulan sinar bulan jatuh ke paras sempurnanya selagi aku terlarut dalam pemandangan kelewat sempurna yang dia pamerkan.

“Kenapa kau tidak menawarkan bantuan?” tanyaku membuat alis Baekhyun bertaut.

“Kau tahu benar aku tidak bisa melakukan hal semacam itu. Kecuali mereka meminta bantuanku.” kata Baekhyun, sekali lagi mengingatkanku tentang siapa dia dan apa yang bisa juga tidak bisa dia lakukan.

“Radiant ada di dekat sini.” aku baru saja hendak buka suara saat tiba-tiba saja Baekhyun bicara. Kelopak matanya kini membuka, dan pandangannnya berubah waspada.

“Dia ada di sini?” tanyaku, tapi diabaikannya.

“Tunggu sebentar, aku akan segera kembali.” kata Baekhyun, tanpa menunggu persetujuanku dia bangkit dan melangkah ke luar tempat persembunyian kami.

Sebenarnya, aku bisa saja meneriakkan nama Baekhyun dan memanggilnya. Tapi aku tak mungkin membuat semua orang sadar bahwa villain dalam mode ini ada di dekat kami. Terlebih, Baekhyun belum memberitahu mereka siapa villain itu, karena tadi Baekhyun hanya menggertak Johnny saja.

Akhirnya, aku malah menemukan diriku dengan santainya mengikuti langkah Baekhyun yang tergesa-gesa. Dia memang melewati jalur-jalur yang kukenali sebagai jalur keluar dari persembunyian kami.

Dan langkah Baekhyun terhenti di tengah sebuah lahan kosong. Sementara di hadapannya, ada Black Radiant yang terluka parah, dengan nafas terengah-engah.

“Siapa yang melakukan ini padamu?” tanya Baekhyun, berjongkok di hadapan Black Radiant dan nada bicaranya sekarang terdengar begitu mengkhawatirkan Black Radiant.

Bagaimanapun, mereka adalah rekan.

“Para player yang menyebut diri mereka sebagai White House.” jawab Black Radiant, terbata. Darah terlihat keluar dari luka-luka yang ada di tubuhnya, tapi aku yakini luka itu akan terasa sangat menyakitkan baginya.

“Apa yang mereka inginkan darimu?” lagi-lagi Baekhyun bertanya. Dia lantas bergerak membaringkan Black Radiant, tidak seperti dugaanku tentang keruhnya hubungan mereka dan bagaimana Baekhyun menganggapnya, mereka sekarang justru terlihat begitu akrab.

“Bukankah katamu mereka memang memburu playerplayer untuk dibunuh?” aku menyernyit saat mendengar ucapan Black Radiant. Apa Baekhyun selama ini memberitahu Black Radiant tentang semua yang kuberitahukan padanya?

Cih, mereka pikir mereka siapa, berusaha berkuasa di atas tanah kekuasaan orang lain. Tenang saja, aku tidak akan biarkan playerplayer arogan seperti mereka bertahan dalam permainan ini.” kata Baekhyun, dia kemudian membantu Black Radiant berdiri, dan Baekhyun bahkan bergerak membopongnya.

Dia membantu Black Radiant.

“Mereka adalah urusanku, Baekhyun.” alisku terangkat saat mendengar Black Radiant menyebut nama Baekhyun.

“Tidak Chen. Mereka adalah urusanku. Sejak berada di tempat lama, mereka sudah berbuat onar. Sudah seharusnya orang-orang arogan seperti mereka didepak jauh-jauh dari permainan ini.

“Mereka mengira mereka bisa jadi villain yang berkuasa? Sudah lupakah mereka pada eksitensi kita? Hanya karena kita berdua dibuat serupa dengan player, mereka jadi tidak menyadari betapa berbahayanya yang sudah mereka lakukan.

“Membangunkan dua orang villain seperti kita adalah kesalahan terbesar yang pernah mereka lakukan. Dan aku akan buat mereka membayar perbuatan mereka, karena sudah menghancurkan tempat tinggal kita, dan sudah berusaha menghancurkanmu.”

Aku terpaku. Ucapan Baekhyun sekarang berhasil membuatku mematung. Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Apa Baekhyun membohongiku? Dia selama ini bersikap seolah Black Radiant adalah musuhnya.

Tapi ada apa dengan konversasi mereka sekarang?

“Sudahlah, urus saja wanitamu itu, Baekhyun. Orang-orang di sini biar jadi urusanku.” Black Radiant berkata.

“Jangan bercanda. Kau pikir aku akan membiarkanmu melenyapkan player di tempat ini sendirian?”

KRAK!

Aku tersentak saat keterkejutanku justru berbuah kecerobohan. Tanpa sengaja, aku menginjak dahan kering di dekatku, dan membuat beberapa ranting di bawahnya terinjak sehingga timbul suara berisik seperti sekarang.

Dan ya, tentu saja tindakanku merenggut atensi dua orang villain itu.

“Jiho!” kudengar Baekhyun berteriak cukup keras saat dia menyadari keberadaanku.

“Kau sudah berbohong padaku?” tanyaku, mengabaikan apa yang mungkin terjadi dan apa yang sedang terjadi, kemungkinan bahwa Baekhyun membohongiku saja sudah terlampau menyakitkan.

“Tidak, aku tidak berbohong padamu.” kata Baekhyun.

Tapi ada apa dengan semua perkataannya pada Black Radiant? Kenapa keduanya terdengar seolah sedang merencankaan pembunuhan besar-besaran terhadap kami semua?

“Dengar, aku akan jelaskan semuanya padamu. Tapi biarkan aku membawa Chen ke tempat yang aman dahulu.” tanpa sadar aku menyernyit ngeri saat mendengar ucapan Baekhyun.

“Membawanya ke tempat yang aman? Katamu, dia adalah villain dalam mode ini. Bukankah permainan ini akan berakhir jika dia mati?” aku berkata, sontak kukeluarkan ministry swordku, sementara Baekhyun menatapku dengan mata membulat kaget.

“Tidak Jiho, tunggu sebentar. Kau tidak mengerti situasinya.” kata Baekhyun.

“Situasi apa lagi yang harus aku pahami?” tanyaku membuat Black Radiant mengembuskan nafas panjang, lantas dengan sisa health barnya dia menatapku.

“Aku tidak tahu apa yang sudah Baekhyun katakan padamu tentangku, tapi saat ini kau tidak bisa mengajakku bermain-main, Nona. Kita bisa bermain di arena lain kali, jika keadaanku sudah jadi lebih baik.”

“Dia benar, Jiho. Aku belum mengatakan semuanya padamu, jadi tunggulah aku sebentar, mengerti?”

Bagaimana aku bisa mengerti, saat situasi ini saja sudah terlampau mencurigakan?

“Tidak bisa, Baekhyun. Aku tahu benar kau selalu berkata kalau permainan ini harus berakhir. Dan aku ingin mengakhirinya, jadi meski aku harus melawanmu untuk bisa membunuh Black Radiant dan mengakhiri permainan ini, akan aku lakukan.” kataku kemudian membuat Baekhyun terdiam.

“Sebegitu inginnya kau mengakhiri semua ini, Jiho?” tanya Baekhyun, “Aku bahkan berusaha untuk menjelaskan semuanya padamu, dan kau tidak mau berusaha menerimanya?” sambung Baekhyun saat aku tetap terdiam.

Mengabaikan pandangan terluka yang sekarang Baekhyun lemparkan, aku melengkapi diriku dengan armor dan equipment lain untuk bertarung. Sudah begitu lama rasanya aku tidak terlibat dalam duel, selama ini aku agaknya sudah banyak menyembunyikan diri di balik lindungan Baekhyun.

Dan sekarang, entah karena alasan apa, Baekhyun malah melindungi musuh yang seharusnya dihabisi untuk mengakhiri permainan ini. Aku tidak bisa membiarkannya, meski kemampuanku masih jauh di bawah Baekhyun, sedikit saja serangan telak sudah bisa menghancurkan Black Radiant yang bertahan dengan health bar kritisnya.

“Bersikap baiklah padaku, tolong. Suatu hari, kau akan sungguh menyesali apa yang telah kau perbuat, dan kau akan datang padaku memohon bantuan, Song Jiho.” bisa kudengar bagaimana Black Radiant bicara padaku.

Tapi aku sudah terlalu malas mendengar semua kelakar mereka. Toh, mereka hanya NPC, yang tidak akan ada pengaruhnya apapun jika kubunuh. Yang terpenting, permainan ini harus berakhir sebelum benar-benar terjadi sesuatu yang mengerikan.

Keegoisan White House dan anggota mereka, keadaan menyedihkan kami yang menjadi pelarian, situasi membingungkan yang ada di antara para NPC… semuanya tidak bisa dibiarkan begitu saja.

“Maaf, Jiho. Aku tidak bisa membiarkanmu kali ini.” Baekhyun berkata, dia kemudian menjentikkan jemarinya, membuatku dibutakan selama dua sekon karena cahaya berkilau yang muncul, dan hal selanjutnya yang menyambut pandanganku adalah hal lain yang sama mengejutkannya.

Hey, HongJoo. Lawanmu kali ini adalah aku, kau tahu?”

Rahangku sontak terkatup rapat saat sadar bahwa Baekhyun telah melarikan diri dalam dua sekon tersebut, membawa serta Black Radiant bersamanya, juga membawakanku sebuah kejutan mengerikan lainnya yang mau tak mau harus aku hadapi.

“Red Hair Witch…”

— 계속 —

IRISH’s Fingernotes:

Aku sebenernya mau kasih kabar bahagia sih, kalo mulai minggu ini (atau minggu kemarin ya?) Game Over bakal rutin update tiap Jum’at dan Minggu (inshaa Allah kalau enggak ada halangan). Kenapa? Bukan karena kalian para pembaca Game Over sudah rajin muncul, bukan, karena kalo itu alasannya aku pasti eksaitit sekali waktu kasih kabar bahagia ini. Tapi alasannya adalah berdasarkan kalender Masehi bulan Desember itu akan cepat datang sedangkan target aku Game Over harus selesai 40 chapternya saat tahun ini berakhir.

Nah, jadi dengan terpaksa (cieh terpaksa) aku harus update dua minggu sekali. Tentu aja resikonya yah… mungkin akan ada beberapa chapter yang harus kuprotect untuk melindungi kemurnian dan kesucian Game Over dari para siders.

Dan tenang aja, aku pasti bakal protect chapter-chapter ‘inti’ dari cerita ini, yang kalau kalian sok-sokan gak baca, enggak akan nyambung buat baca lanjutannya.

Kebijakan keji ini saya keluarkan sehubungan dengan sulitnya mendongkrak keinginan dan kesadaran pembaca untuk memberikan apresiasi terhadap tulisan yang telah saya buat. (ini UU ala Irish, cielah).

Beberapa chapter yang sudah pasti akan saya protect adalah: Level 29, Level 30. Karena dua level ini adalah ‘hidup’ dari fanfiksi Game Over. Beberapa chapter lain masih saya pertimbangkan dulu. Kebijakan proteksi ini juga masih dalam pertimbangan kuat, karena ini masih chapter 23, kalian masih ada kesempatan sekitar tiga minggu untuk bertaubat.

Btw, kalau kalian enggak baca chapter 29 sama 30, kalian akan bener-bener tersesat dan enggak tahu sama apa yang sudah terjadi di cerita ini. So… be ready. Karena password hanya akan bisa diakses oleh orang-orang tertentu. Saya enggak peduli kalau kalian mau enggak baca cerita ini kok. Saya juga gak dirugikan secara material maupun jasmaniah. Yang ada, kalian yang kesel karena udah baca jauh-jauh tapi terus kena zonk.

Ya, hitung-hitung saya buat perhitungan sama kalian yang punya disabilitas: kurang mampu menghargai kerja keras orang lain dan hanya mau menikmati keuntungan secara sepihak saja.

Ps: diriku bisa jahat loh, bisa banget kok, ‘kan setiap orang punya sisi jahat di dalem diri mereka masing-masing.

Pps: niatku baik kok, supaya kalian bertaubat dalam tiga minggu yang masih tersisa. Aku tahu kalian mau beralasan sibuk dll sehingga gak sempet buat berkomentar meski sekedar komentar satu-dua kata. Tapi sesibuk-sibuknya kalian, aku juga bisa bilang sibuk. Kalian bukan satu-satunya orang yang sibuk. Masih jadi murid sekolah/mahasiswa/orang kerja kantoran aja udah belagak sibuk. Kalau jadi walikota/presiden nanti gimana?

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

76 tanggapan untuk “GAME OVER – Lv. 23 [Be Nice To Me, Please] — IRISH”

  1. Daebak.. Btw beneran si, dijadiin novel aja, tapi ada pict nya gt biar bisa dipandang dan dibelai2. Tp kena hak cipta engga ya entar.

  2. Ceritanya rumit tapi seru .. jadi pengen maen game rpg kaya gini :v .. kalo dijadiin anime pasti seru :v ceritanya sangat memuaskann :v gak bisa nebak ending nya gimana wkwkwkwk .. dan baekhyun adalah npc kenapa harus npc coba u.u

  3. Coba Jiho tanya aja sama Johnny siapa yg buat karakter nya Baekhyun 😁. Siapa tau jawabannya ketemu nanti Jiho 😊
    Dan kenapa White House selalu cari gara” terus sama player lain kesel
    Ahhh penasaran kenapa Baekhyun pergi nya sama Radiant, ninggalin Jiho sama Wendy berdua buat duel 😱 penasaran penasaran
    Semangat kak irish 😊

  4. Kak Rish, maapkan diriku yang selama ini jadi sider, selain karena diriku yang (dulu) belum tau caranya komen, juga karena kalo abis baca Game Over selalu berujung speechless. Brondong komen pas ada level yang mau dipassword emang kesannya ‘anu’ banget, tapi nggak papa kok kalo dianggep gitu, aku emang pengen dapet password. Sekali lagi maapkeun ya kak ~~~ Janji deh, kedepannya bakal rajin komen (Insya Allah), soalnya wifi kampus kenceng (apadah ini :v)

  5. Begitu digertak di fingernotes, seketika komentar naik drastis.

    Aku cuma berharap bisa baca sampe selesai aja, karena zonk di tengah itu gaenak banget:”

    Sedih jadi jiho, bingung sama baekhyun..

  6. baru baca sekarang dan disuguhi kisah lope-lope nya baek jadi gemes sendiri bacanya kak 😂😂
    sumpah aku rasa si baek makin romatis makin kesini 😂😂
    dah ohhh baru kutahu si black radiant itu si chen, sebelumnya kupikir si black radiant itu si umin yang emesh” 😂😂
    suka karakternya jhony yang bisa diandelin buat jadi pemimpin 😍😍😍
    tapi ttep cinta chen soalnya ultimate bias wkwkwk 😂😂
    .
    btw semangat kak buat nulisnya, aku tetap padamu kok 😚😆😂😂
    .
    ps maaf baru nongol kak, tapi sebelumnya aku dah pernah nongol lo 😂😂😂

  7. Nah lo.. nah.. loooo…
    wendy nya datang!!
    kak irish, aku mikirnya agak ruwet nihhh. Kyk ad Something is wrong!! Atw something is happennn…|ini ap coba??| iya sih kak kek ag yg ngeganjal gtu lohhh, mulai dri byunbaek yg kostum brubah, nyerang si jiho, trus trus si chen chen yg kyk nya antagonis gitu, trus si cabe nulungin chen chen, wendy yg kyk lupa ingatan!! Kok aku mikirnya rada ambigu gitu lohhh..
    maaf deh kk irish, aku mikirnya agak aneh… 😀

  8. eaaaakkkk yg baca ngebut, isssss kek mana mau terima cobak klo cabe itu NPC klo dia tuh bikin diabete mellitus gitchuuuu, jiho kamu kok kejem sih nak sama si black radiant ntu, kan kecian dia udh kritis mau kamu matiin(?) lg, itu pas d sekon terakhir , wendy muncul y? dia kok bisa ada disini??

  9. Aaa~ Ingetkah pada diriku yang pernah komentar di akun wp emba, dan dicuekin sama emba? :’v Iya, Itulah SAIA :’v

    Dan asal tahu aja, waktu ngebaca fignotes-nya emba, rasanya hati ini tuh campur aduk. Rasa kecewa, malu, nyesek itu BEH, kaya sego mawut :’v

    Iya. Aku tuh sebagai siders, malu + banget. Tapi aku punya alasan. Dan alasan itu sangat akurat sekaleh :’v Masuk akal banget, dan dapat dofahami.

    Pertama. Aku tuh gapunya email buat jadi media untuk menyalurkan komentar aku. Dan aku ini aja pake email teman :’v

    Yang kedua. Kalaupun aku bisa komentar, Emba udah ga seaktif dulu dalam ngebales komentar-komentar readers. Yah, tapi gapapa ya. Hak-hak emba mau di bales apa engga. Soal, emba sendiri mungkin udah susah-susah buat cerita, masa readers nuntut lebih lagi? Aku tau diri kok mba :’) Tapi alangkah riangnya hati ini, jika emba masih bersudi hati membalas komentar readers. Kalo males ngetik buat balesan komentar yang bejibun, mending ngebales komentar aku aja :’v Ya mungkin aku sekali-kali jadi orang spesial buat emba gitu.

    Plis, emba ngerti keadaan aku :’) tapi ini yakin, ini pasti kacang lagi, YAKIN 96% :’V

    Gapapalah dicuekin, yang penting dibaca.

    Eh, emangnya ini curhatan dibaca ya? ‘-‘ Respon emba, jeballooooT-T

  10. wahhhh udah mau masuk chapter inti , berati tanda nya udah mau habis donggg ??????? yah padahal exception aja baru tadi baca udah final , btw game over kok makin lama makin membingungkan yak ? itu sih baekhyun sebenarnya jahat atau baik sihhh ???? itu juga si black radiant (chen ) dia bener temen nya baekhyun bukan musuh nya ? aduh aing makin penasaran . kak irish semangat lanjutinya yakk \(^_^)/

  11. Dear Irishnim,

    Akuh ngerasahhh kek naek roller coaster. Hastiku itu diangkat tinggi tinggi di lvl 22 trus di banting keras banget di level 23.

    hueeeeeee….
    Irishninm tega.

    Dan bang Chenchen… kok biar villain gitu masih ajah bikin aku degdegan tapi pengen ketaw??
    kan g kebyang gitu seorang mas bebek yang beagglenya, energinya berlebihan bisa jadi kek gitu? trus seorang KIM KIND bisa sevangsat itu?

    well, it happens too with mas cabe, tapi kan aku udah terbiasa dengan imagenya di Game Over ini. Tapi chenchen? asli g kebayang.
    Tapi biarlah, mo di nista kek di switch pun aku ga keberatan, jadi cinta pertamaku kan udah nasib, mau diapain pun bisa….

    Yaudalah, mo si cabe ambigu, mo ngapain kek, tetep aja si jiho bisa salah, kek di level awal juga…

    Amutdeon, himneseyo~~

    Sincerely,
    Shannon

    P.S :
    Aku pasti dapat key ke protected level kan? kan, kan, kan,???

    Aku kan tetp komen, biar seringnya di curcol, dengan tebakan teori teori g jelas, tapi tetep kan? kan, kan, akn?? *yeee si shannon kambuh maksanya… mianeekkk…

  12. AAAA TIDAAK DIRIKU KHILAF KAK IRISH…
    khilaf deh jadi siders
    Tapi bener deh ffnya kak irish emang daebak² semua. Abis baca ffnya kak irish pasti komat kamit sendiri saking gregetnya, apalagi ffnya kak irish pasti berbau fantasy makin daebak deh…
    Fighting buat kak irish…
    Semoga lancar ffnya kak rish..

  13. jadiiii selama ini black radiant adalah cheen XD
    imajinasi aku berkata itu adl babang dio wkwk
    tapi ada apa diantara mereka? jiho baek dan chen
    terus kenapa tiba2 chen bilang kalo jiho pasti butuh bantuan dia?
    kenapa baekhyun menjaadi seperti itu?
    Ada apa ini sebenarnya?
    ddo neon why~ why~ #ceritanyanyanyi
    btw ga kerasa 20lv sudah terlewati. Aku suka mikir nanti kalo game over, gimana jiho dan baekhyun ketemu. plis jadikan babang baek menjadi nyata XD kalo ngga jadikan si pencipta baekhyun yg beneran deketin jiho #ngotot
    waaah, tapi beneran ini jadi salah satu obat bahagia aku disaat tugas dari para dosen sudah menjadi seperti kasih ibu, tidak terhingga sepanjang masa XD
    daaan, aku seneng bgt ka irish bakal ngpost ini seminggu dua kali, bener kan seminggu dua kalii? #aegyo
    ancaman ka irish mantaap tuuh, ngeprotect beberapa lv XD
    tapi aku juga agak merasa bersalah karena sepertinya aku tidak muncul pada setiap lv untuk mengapresiasi karyamu ini, sebenernya aku suka komen tapi gatau kenapa komen2 itu kaya ga ke post padahal aku udh nyobain beberapa kali tapi ttp ga muncul 😦 #curhat

  14. Jadi black radiant itu si chen
    Rasanya itu asdfghjklyueinshd. Ga bisa diungkapin pake kata-kata/alay ah:v/
    Si cabe jadi NPC aja si jiho demen banget, apalagi kalo jadi manusia kejang-kejang pasti si jiho

  15. Oh my God ak telat!!!
    3 hari gk buka exoffi 😭😭😭
    .
    Ini si Baek emang bohong ato emang situasinya yg kelewat rumit??!! Adoohh puyeng Mak
    Dan itu Wendy!!! Knpa Baek sma Chen ilng malah yg muncul Wendy??? Aggghhhhhhh wait wait
    Ka irish fighting!!!!!!

    Btw vote EXO guys di MAMA Yaaaaaaa….
    Kita harus naikin gap nyaaa !!! Please lets work hard!!!

  16. KAK IRISHSSSEUUUU😫😫
    MAAPKEUN AKYUUU😭😭😭😭 PLEASEEUU HM😥
    Maapkan diriku yg baru muncul setelah sekianlamanyaa😩
    Aku punya Alasan kak, dengarkan aku dulu kak *korbanftv
    Aku tidak muncul karena hpku rusak ka🙁-aku Sudah mengatakan/mengetik/nya Di gidaryeo slice 8- kakak tau seperti Apa rasanya? Rasanya seperti hidup tanpa jiwa /yaelah😒
    Dan Itu selama 4bulan. Ckckck. Dikarenakan harus ngumpulin uang sendiri buat benerinnya😢
    Maapkan aku juga🙏🙏 baru muncul disini-setelah baca gidaryeo-pastinya🤗
    Aku membacanya dengan marathon-bahkan mengulanginya dari proloug.
    Maap gamuncul juga dilist komentar disetiap level kak🙏😩
    Kupikir ngejelasin Di level yg baru luncur(?) Itu lebih baik😦-aku berunding dengan teman satu aliran denganku,bagai mana bagusnya. Dan Ia bertata ‘komen Di chapter yg baru diupdate aja, Ntar lu ngerepotin authornya kalo komen disetiap chapter krna harus blas komenlo’ begitu Katanya hm😩
    Dan sekali Lagi….. Mianekkk🙏😖😭

    Terlepas dari itu Aku ingin mengatakan lebih banyak kata(?) Apa kabar sehun kak? Namanya Ada dsebut Salah satu level. Kupikir ia akan benarbenar muncul.
    Lalu dengan baekhyun… Apa Dia benerbener NPC😕 aku ngerasa gak Yakin-lebih tepatnya gak terima😰-kalau Dia NPC. Karna Dia muncul Di proloug B bukan?
    Kak Irishs slalu punya cara untuk membuat kami berpikir Keras😵 itu cabe Cuma carakter game atau.. Emang manusia. Kak irish’s slalu-membuat kami berpikir-membatasi ketidakmungkinan antar cast😭
    Rasanya Pas jiho tau kalo sicabe Adalah NPC itu rasanya aku seperti…. Mati.
    AKU GABISA PERCAYA KAKK😭😭😭huhuuh
    Mengapa kak irish’s jahaddd ngeudd pada kami hm😖 membuat kami melayang layang dilangit ketujuh setelah itu menjatuhkan kami kedasar laut Atlantic😭😭😭 Sungguh menyakitkan😖
    Dan juga Kenapa Chen se barbar itu? Ia seperti psychopath🙁 gakebayang Chen dengan kegilaannya disini.

    Aku tetap mencintaimu kak😘💕 walau dirimu Sering mempermainkanku dengan garis garis ato batasan batasan cast cerita, Aku Masih mencintaimu🤗😇-dan tentusaja castnya juga😘

    Ps: tolong satukan sicabe dengan jiho dikehidupan😭😭

    Pss: tolong taehyung dikondisikan😁😁
    Taetae baek lover(?)

    Psss: Maafkan aku🙏😖

    Pssss: AKU MENCINTAIMU KAK😍😘💞

    😜😂

  17. Duh Jiho, dirimu mw mkan apa klw ama si Cabe.
    ini si cabe demen banget bkin baper anak orang, aseekk klw Irish bkal up 2 minggu sekali.
    iy bnran rish, kyak drakor aja kejar tayang

    1. XD nah iya bener, mau makan apa ya kalo demen sama NPC mah wkwkwkwkwkwkwkwk cabe oh cabe… dia kayaknya emang berbakat jadi NPC yang suka bikin baper XD

  18. As always.. Baekhyun tu kapan sih nggak misterius? Ini lagi si Chen ikut2an misterius.. Pusing juga aku tu kalo jadi Jiho, bawaannya kesel ngerasa dibohongin mulu..

  19. omongan bekhyun kelewat ambigu kak, ini Aku yang baca juga seringnya salah paham sama kata² cabe -_- apalagi yang sukanya baper kek macem jiho denger dikit wae bisa berakibat kejut jantung tiba² WKWK

    dan syudah jadi keahlian mu kak setiap chapter ada banyak kejutan yang selalu bikin aku GEREGETAN.bekhyun kebanyakan boongnya sama jiho ni,nanti dosa loh terus kalo masuk neraka gimana ? Mau ? 😀 /LOL/
    Ini awalnya eikeh tu udah seneng banget loh kak ber baper baper ria jiho akhirnya balik lagi sama cabe dan ternyata oh ternyata tetiba kesalah pahaman datang lagi/kek macem jelangkung ini mah datang gak undang pulang gak di antar/ T_T
    yuhui diriku tu sekarang berasa di tembak pakek ministry swoord nya milik jiho sakit tapi gak berdarah :”)

    1. XD ini yang ambigu baekhyun atau chen wkwkwkwkwk dua-duanya sama-sama villain dan sama-sama bisa ngebunuh jiho jadiiiii biarkan aku berpikir dengan tenang, gimana enaknya cara buat ngebantai jiho

    2. dua²nya ambigu kak, tapi aku lebih sebel kalo yang ngomong cabe becos dia kalo ngomong suka baperin anak orang 😀
      tapi cius deh kak, aing tu suka pas bang chen chen bilang jiho jadi NPC. ku lebih bahagia lihat jiho gak kembali ke dunia real nya wkwkwkwk ya gitu baekho couple kok, jgn di pisahin to ya 😀

  20. Kak irish paling bisa ya muter muterin certa hikseuu
    Apakah jiho baek akan kembali bersatu? atau malah saling membunuh? mari kita nantikan kebaikan hati qaqa irish untuk menyatukan mereka kembali :”

  21. Yeay 😆 kak irisheu update twice in a week.. ane gembira begitu baca berita ini, drama Korea aja tayang 2 ep seminggu dan itupun masih kurang menurut ane.. apalagi cerita kak irisheu yang adiktif banget buat ane… Gomawo Eonnie 😆
    Nb: edisibelumbacaceritanyatapiudahbacafingernotenya

  22. Yeay 😆 kak irisheu update twice in a week.. ane gembira begitu baca berita ini, drama Korea aja tayang 2 ep seminggu dan itupun masih kurang menurut ane.. apalagi cerita kak irisheu yang adiktif banget buat ane…
    Nb: edisibelumbacaceritanyatapiudahbacafingernotenya

  23. Asgsbzkaowmjstscgsmso!!!!!!
    Si black radiant ituuuuuuu si bebek karet/eh/ maksud ane si chen chen
    Ya ampuuun kaget njiiiirr gue di buatnyaaa yeth selain juga gua di buat senyum2 melting di awal walo akhirnya jugo cukup tegang karna LAGI LAGI jiho hilang kepercayaannya sama cabe.
    Duuh emang susah ya kalo ngepair sama npc macem baek. Antara percaya gak percaya jadinya galau berkepanjangan.
    Tssk! Be nice to me. . . Kata2 BR a.k.a Black Radiant napa jadi bikin eikeh penasaran.. .
    Pliiisss di akhir semoga jiho baik2 aja. Yeeeaah secara di pertarungan sebelumnya kan si mbk rambut merah lumayan kejam. . .
    Sipp di tunggu next updatenya dear. . .
    Semangaaaaat!!!!

    1. IHHH, KOK DIA DIPANGGIL BEBEK KARET KAN DIA ITU UNYU BANGET, WKWKWKWKWK kayak aku tuh ga greget kalo satu chapter ga bikin baek-jiho nya tengkar XD wkwkwkwkwkwkwkwk

    2. Oh oh oh
      Jd versi unyu kamu tuh sekelas Black Radiant sama Invisible Black gitu yaa??? BARU TAHU SAYA!! Yg unyu tuh si npc npc yg suka ngebunuh player. Itu kata si irish unyu sodara sodara. Dasar abstrak. . . Ups
      Iiih tuh kan suka bikin galau. . .

  24. awalnya cuma pengen komen
    “kok gitu?”
    baekhyun terlampau manusiawi untuk seorang npc anjay… wkwkwkw
    jiho makin sakit aja ya hatinya.
    dan yang muncul kenapa harus wendy
    aaaah..

  25. Jiho baru pms kak? Kok malah bikin ruwet gini? Baekhyun juga kalo cerita setengah jujur setengahnya modus mode on gitu… 😑😣
    Si chen juga yang katanya villain terkuat ternyata bisa hampir tewas juga di keroyok massa wkwk
    Kak rish… itu jangan jangan white house anggotanya banyak yang villain ya? 😱
    Jadi gak sabar nunggu kelanjutan besok pagi 😂
    semangat kak 😗

    ps. Oh kak irish… sebagai seorang reader juga sering banget jadi sider maaf kan aku yang gak komen di semua level game over ini. Bukan karna alasan apapun tapi aku kalo buka dan baca biasanya seminggu atau duaminggu sekali. Jadi komen biasanya aku rapel dalam level terakhir yang aku baca. Maafkan 😭

    1. XD iya jiho ketularan aku dia pms juga ini ceritanya XD wkwkwkwkwkwkwkwk gak kok, white house itu isinya anak buah white town sama house of zeus XD kalo kamu masih inget, ada beberapa member exo di sana juga XD

  26. Hai kak iris…sebelumnya qu minta maaf yang udah jadi sider terlaknan😤dan doakan aku untuk bertobat😁
    Sebenarnya ada hubungan apa si,si baehyun dan black radian jadi penasaran nih…
    Yang sabar ya jiho…
    Di tunggu next nya😁😘

  27. sebenernya apalagi yang disembunyikan baekhyun??
    jiho terlalu kebawa suasana, orang nya baperan anjirrr hahaha
    irish membuat perasaan gue terombang ambing baca ff ini

  28. OMG apa yg sebenarnya terjadi sma Black Radiant dan Invisible Black,, terus kenapa juga yg muncul itu wendi?? Aaa Rish terlalu banyak teka tekinya,, pala ku mumet memikirkan semua ini…😂😂

    Dan apa kata chen tadi?? Jiho akan meminta tolong padanya,, owhh shit apa lgi itu.. GAME OVER sukses buat aku mkin klimpungan…

    Hamdalah,, akhirnya busa bertemu dgn Game Over 2 kali seminggu,, ini seperti jadwal kencan ajah😂😂 gak boleh bertemu terus2.an biar gak bosen😂😂😂

    Btw klau di private, gimna nnti dpt Pw.a Rish??

    Hwaiting Rish😘💪

    1. XD buakakakakakak iya dong wendy harus kita munculin juga biar makin diuji imannya jiho, secara mau ga mau dia harus bunuh wendy dulu baru bisa lepas dari battle ini XD wkwkwkwkwkwk nanti urusan private mah gampaaangg

  29. Halo kak Irish, sebelum nya mau minta maaf. Dari awal baca ga pernah komen.
    Bukan mau membela diri, tp karna tiap komen itu pasti ga pernah masuk. Udah selalu nyoba buat komen kak. Tp setelah loading komennya ilang, dan selalu kaya gt. Ini aja pinjem hp nya adek aku.
    Sebenernya malu juga sih kak, tetiba muncul dan komen nya cuman di chapter 23.
    Maaf banget kak baru muncul sekarang. Bukan maksut tidak menghargai karya kak Irish. Karya kak Irish selalu keren.

    Untuk selanjutnya sebisa mungkin saya pasti bakal meninggalkan jejak.
    Ghamsahamnida kak Irish. Maaf kan pembaca mu ini kak. Jeongmal jeongmal Mianhamnida

    1. ini aku maafin bikos id kamu mengingatkan aku pada kartun favorit adik aku XD wkwkwkwk iya gapapa kok, kamu muncul buat mengaku aja aku udah seneng dan sangat ngehargain usaha kamu XD makasih ya udah baca cerita ini, salam kenal juga ~~ []

  30. Black Radiant itu ternyata Chen ya. Nggak nyangka ternyata dia. Pantesan…*pasangsenyumjahat. Itu Chen loh! ChenChenChen!!*LOL😂
    Entah kenapa kok aku salfok part-nya Baekhyun sama Chen ya.. Hawa2 fujo ku tiba-tiba muncul nggk jelas darimana. 😅
    *abaikankomenkuyggajebinabsurd🙏

  31. Kenapa baekhyun bisa kelewat manusiawi gitu pake bohong segala sama jiho,, yeeyy chen-chen akhirnya muncul, awalnya kirain black radiant itu xiumin,, 😄 pantulan cahaya Bulan ke muka baekhyun itu gmn ya kalau di liat secara nyata,, bayangin nya aja bikin meleleh 😍

  32. Hayolohh bingung kan jadinya. Sedikit nyesek sih waktu Jiho gamau dengerin apa kata Baekhyun. Apa salahnya coba dengerin penjelasan Baekhyun. Toh kalo emang dia udah dengerin kan bisa ambil keputusan. Please deh Jiho jangan jadi anak kecil kayak gitu
    . Kasian juga sama Baekhyun, dia udah banyak berkorban buat elu tapi ga di hiraukan. Kalo gue jadi Baekhyun gue gamau jelasin apa” lagi. Bodoamat dah -_- sumpah agak kesel sama karakternya Jiho sekarang. Apakah ini karakter aslinya dia?? Oh my god!!!
    Lanjut lagi ka Rish kalo bisa bikin Jiho sadar sama Baekhyun biar dia ga salah paham terus sama Baekhyun. Walaupun dia seorang NPC tapi kan sekarang dia udah bisa berpikir sendiri terlepas dari commandnya apa.. Baekhyun yang sabar ya di salah pahamin sama pasangan sendiri. Gue juga pernah ngerasain hal itu dan itu tuh bener” sakit banget seolah” dia ga percaya sama kita ya gak?? *maap jadi curhat hehehe*
    Di tunggu kelajutannya ka rish. Ganbatte fighting!!

    1. XD neli kamu kenapa selalu sedih kalo baekhyunnya teraniaya sih aku kan jadi gatega mau nyiksa dia di sini XD wkwkwkwkwwkk. jangan kesel sama jiho, nanti kalo dia terbunuh sama baekhyun kamunya sebel sama baekhyun dong XD wkwkwkwkwkwkwk

  33. wkwkwk minggu” waktunya bertaubat 😂😂 XD selain rajin baca sama komen, sesibuk apapun kalian jgn sampe lupa solat ya XD
    Ih jiho mah labil, bingung kali ya dia maunya mihak siapa asal selamat sampe akhir, dengerin penjelasan baek dulu sapa tau baik, kalo udah gini hadepan sama wendy nih jadi gimana nih waduu

    1. XD kan lumayan ya masih ada beberapa minggu buat bertaubat dari siders, wkwk padahal aku dikomen ‘next thor’ aja udah demennya masya allah loh XD wkwkwkwk iya bener, jangan lupa solat dan jangan lupa bayar utang puasa XD

  34. Kak irishh kau apakan baekhyunkuu wkwk.. Kenapa dia terlihat labilll, visual yang kali ini kak irish ceritakan bener2 buat baekhyun kelewat mempesonaaa.. Udah kelewat banget pokoknyaa.. Agak sebel deh sama Jiho, dia bisa ga sih dengerin baekhyun ngomong dulu #gaterima kenapa harus marah2 dulu dan gamau dengerin si baekhyun ngomongg hikss.. Minggu ditunggu next chapp kak irishh wohoo

  35. Annyeooonggg…
    First reader n first commenter kah? WOW.
    Emang sengaja ditungguin, biar ampe tengah malem /kurang kerjaan bgt ya gue/
    Level ini tenang2 aja di awal, tapi ternyata ketenangan itu pertanda tidak baik..

    Habis baca fingernote nya langsung kaku.. Ini author-nim lagi kena after effect kah? keluar aura mencekamnya.. wkwkwkwkwkwk
    Untuk author-nim daebak yang rela mengupdate 2 kali seminggu, Gomawo

    1. XD iyah first comment duh haruskah aku kasih reward buat yang rajin komen ini? wkwkwkwkwkwkwk tenang, yang tenang itu kadang-kadang menghanyutkan sekaligus menyebalkan loh wkwkwkwk

Tinggalkan Balasan ke FuKo Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s