SPRINGFLAKES – Slice #9 — IRISH’s Tale

   SPRINGFLAKES  

  EXO`s Baekhyun & OC`s Chunhee 

   with EXO & iKON Members  

  adventure, action, fantasy, romance, life story rated by PG-17 served in chapterred length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2017 © IRISH Art & Story all rights reserved

— time slipped in spring, dream trapped in winter —

Reading list:

〉〉   Slice #1Slice #2Slice #3Slice #4Slice #5Slice #6Slice #7Slice #8 〈〈

 Slice #9

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

“Pangeran, sesuatu terjadi di luar istana.”

Baekhyun membuka matanya ketika dia dengar suara salah satu penjaga istana di luar ruangan. Dari pendengarannya, Baekhyun memang sudah bisa menangkap suara berisik di bawah sana, penuh pekikan dan keterkejutan.

Tapi dia tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Akhirnya Baekhyun mengenakan jubah gelapnya, sebelum dia kemudian melangkah keluar dari ruangan tempat dia sedari tadi berusaha menenangkan diri. Chunhee belum kembali, dan dari perdebatan mereka terakhir kali, gadis itu terdengar begitu bertekad melepaskan diri dari Baekhyun.

Ugh,” langkah Baekhyun sempat terhenti saat tiba-tiba saja dia rasakan nyeri teramat sangat di dadanya. Tapi rasa sakit itu hanya bertahan selama beberapa sekon saja, sebelum kemudian rasa sakit itu berganti dengan suara-suara lain dari luar istana.

Lekas, Baekhyun bawa langkahnya menyusuri tangga melingkar yang membawanya ke lantai paling bawah. Bisa dia lihat kerumunan bangsanya juga beberapa orang manusia ada di pelataran depan istana, mereka sibuk menggumamkan kalimat yang tak bisa Baekhyun dengar dengan jelas karena begitu berisik.

Beberapa dari mereka melarikan diri dengan menutup mulut, dan bahkan ada yang tak segan mengeluarkan suara hendak muntah. Meski mereka tidak berani mengeluarkan isi perut melalui mulut di pelataran istana, tetap saja tindakan mereka dianggap mengganggu oleh Baekhyun.

“Menyingkir! Pangeran sudah datang!” seruan lantang itu terdengar begitu Baekhyun berdiri di ujung pintu masuk istana. Perlahan, kerumunan yang tadi tercipta membuka jalan. Dan dalam sekejap, aroma tajam masuk ke dalam penciuman Baekhyun.

Darah, jelasnya.

“Apa ada yang terluka?” tanya Baekhyun pada penjaga yang sekarang berjalan mengiringinya.

“Tolong kendalikan emosi Anda, Pangeran. Anda mungkin tidak akan suka melihat pemandangan yang sejak tadi menarik perhatian semua orang.” kata penjaga tersebut pada Baekhyun.

Baekhyun kemudian sampai di kerumunan itu, dan sontak ekspresi Baekhyun mengeras begitu didapatinya sesosok tubuh sekarat penuh darah ada di sana. Baekhyun memang benci melihat darah yang berceceran, apalagi mengotori pelataran istana kesayangannya.

Tapi sekarang ekspresi Baekhyun mengeras bukan karena hal itu, melainkan karena dia perlahan-lahan bisa mengenali aroma darah yang sekarang menguar tersebut.

Tubuh yang hancur di pelataran istananya jelas-jelas Lee Chunhee. Dalam keadaan yang tidak lagi bisa dikenali. Hampir seluruh tubuhnya tercabik-cabik, wajahnya dihancurkan dengan sengaja, dan darah dibiarkan mengucur dari lehernya yang terkoyak.

“Pangeran, tahan diri Anda. Manusia-manusia ini mungkin akan bereaksi berlebihan jika tahu siapa sosok itu.” satu bisikan pelan dari penjaga di sebelahnya menyadarkan Baekhyun.

Sepersekian sekon yang lalu, hampir saja Baekhyun menunjukkan sosok aslinya di tengah kemarahan. Baekhyun tahu, Chunhee masih bernyawa. Hanya menunggu waktu saja sampai gadis itu meregang nyawa dan akhirnya benar-benar mati.

Tapi Baekhyun tidak bisa berdiam. Penyerangan terhadap Chunhee jelas-jelas sebuah penghinaan buatnya. Terlebih, tubuh hancur gadis itu dengan sengaja dibuang di depan istana Baekhyun.

“Saya akan bereskan tubuhnya begitu dia mati.” ucapan penjaga itu tidak malah membuat emosi Baekhyun surut. Yang ada, rahang pria itu justru semakin terkatup rapat.

“Jangan. Kau, bawa pasukan kita untuk mencari siapa dalang di balik penyerangan ini.” kata Baekhyun. Samar, didengarnya suara langkah di belakang. Pimpinan lainnya pasti datang untuk menyaksikan keributan yang sudah mengganggu ketentraman istana petang ini.

“Ada apa ini? Kudengar seseorang dengan sengaja melemparkan mayat ke istana.”

“Wah, ini pasti sebuah penghinaan, sebuah pemberontakan.”

Baekhyun memilih bergeming. Dia tidak tahu, siapa dalang di balik kejadian ini. Tapi melihat bagaimana keberanian sosok tersebut membuang Chunhee begitu saja di istana, dia pasti seorang yang cukup berani masuk ke wilayah ini.

Terlebih, Baekhyun punya insting yang sangat tajam, dia yakin ada seorang pembelot di dalam pihaknya, menyamar dan bersikap seolah dia memihak pada Baekhyun sedangkan di belakangnya, sosok tersebut beraksi.

Jadi Baekhyun tak bisa percaya begitu saja pada setiap kalimat yang pengikutnya katakan.

“Biarkan saja penjaga istana mengurus mayat itu, Pangeran.” suara lain terdengar.

“Mayat, katamu? Dia masih bernyawa.” Baekhyun akhirnya angkat bicara. Tidak kuasa juga dia sedari tadi menahan kemarahannya dalam diam.

Ekspresinya sekarang juga tersamarkan karena dia menutup diri dengan menggunakan jubah kelamnya. Tapi orang-orang masih berkumpul di sekitar tubuh Chunhee, dan Baekhyun tak bisa langsung bertindak.

“Apa yang kalian tunggu? Cepat pergi dari tempat ini. Kalian mengotori pelataranku.” perintah Baekhyun, nada dingin yang selama ini selalu jadi andalannya saat memerintah perlahan kembali.

Padahal, beberapa tetinggi vampire mulai menilainya berubah sejak kedatangan Chunhee. Sebab Baekhyun dinilai jadi lebih hangat dan terbuka dibandingkan dia yang dulu terkenal sebagai seorang pimpinan yang bengis dan tidak berperasaan.

“Soal mayat ini—”

“—Aku akan mengurusnya. Kuyakini, seseorang harus bertanggung jawab atas ulahnya ini. dia sudah mengubah pelataranku menjadi lapangan berdarah.” kata Baekhyun, tanpa ragu lagi dia bergerak mendekati tubuh Chunhee, diangkatnya tubuh hancur itu meski Baekhyun tahu Chunhee tak lagi bernafas.

Tapi Baekhyun tidak butuh kehidupan gadis itu, mengembalikan kehidupan Chunhee bukan perkara sulit bagi Baekhyun. Membawanya pergi dari tempat ini tanpa menimbulkan kecurigaan manusia lainnya lah yang jadi masalahnya.

“Apa yang akan Anda lakukan dengan tubuh itu, Pangeran?”

Baekhyun baru saja akan membuka mulut ketika pria itu jelas-jelas mendengar bagaimana jantung Chunhee berhenti berdegup. Sungguh, Baekhyun tak pernah merasa semarah ini selama ratusan tahun hidupnya.

Dan untuk pertama kalinya, menyaksikan kematian seorang manusia terasa amat sakit bagi Baekhyun. Cengkramannya pada tubuh Chunhee sekarang berubah makin erat, sementara maniknya mengawasi tiga orang petinggi istana yang masih memandang penuh tanya.

“Kembalilah dan kerjakan tugas kalian. Aku akan mengurus tubuh ini.” untuk kedua kalinya Baekhyun mengusir penonton yang menyaksikan tubuh hancur Chunhee. Sementara Baekhyun sendiri tidak yakin, apa yang akan terjadi jika tubuh itu terlalu lama berada dalam cengkramannya?

Tanpa menunggu jawaban apapun, Baekhyun akhirnya melangkah pergi. Tanpa pikir panjang dia bawa tubuh Chunhee ke atas, ke dalam ruangannya. Ia abaikan ceceran darah yang sekarang bahkan mengotori pakaian juga lantai istana.

Baekhyun tak bisa mengatakan apapun untuk memanggil Chunhee kembali, karena dia tahu benar semua orang di dalam istana ini bisa mendengarnya, mereka semua sama-sama punya pendengaran yang tajam.

Tapi setidaknya saat sudah berada dalam ruangannya, Baekhyun punya kuasa. Dia bisa mencegah siapapun masuk maupun mendengar apa yang dia bicarakan di dalam.

“Chunhee, kumohon, kembalilah. Kau tidak bisa pergi dengan cara seperti ini.” Baekhyun berucap begitu dia masuk ke dalam ruangannya. Baekhyun kemudian masuk ke dalam ruang sempit—ruang yang menjadi tempat berlatihnya bersama Chunhee selama beberapa waktu—yang ada di bawah tanah.

Dia baringkan tubuh Chunhee di atas batu pahatan besar yang dibentuk serupa pembaringan di sana, sementara Baekhyun sekuat mungkin menahan diri untuk tidak mencicipi sedikit pun darah Chunhee yang sekarang juga memenuhi bagian depan pakaiannya.

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan cara seperti ini.” Baekhyun berkata, diam-diam, diperhatikannya bagaimana keadaan Chunhee. Luka di wajah gadis itu adalah luka bekas benda tajam yang serupa dengan luka membekas milik Chunhee selama ini.

Tubuh Chunhee sengaja dicabik, dan lehernya dikoyak cukup besar sehingga darah yang keluar dari luka itu tak akan berhenti. Melihatnya sekilas, tak akan ada yang menduga jika tubuh itu adalah Chunhee, seorang manusia yang dianggap sebagai manusia terkuat dalam kelompoknya.

Tapi kemudian Baekhyun sadar, Chunhee tak mungkin pergi begitu saja tanpa perlawanan. Lantas, dia teringat pada semua senjata Chunhee yang disanderanya di ruangan, tujuan Baekhyun pagi ini: agar Chunhee tidak berulah selama seleksi pengabdi baru.

Baekhyun akhirnya paham, tindakannya menjauhkan Chunhee dari senjata adalah kekeliruan terbesar yang pernah dia lakukan. Jadi sekarang Baekhyun tahu benar, kematian Chunhee adalah tanggung jawabnya.

Bukan hanya karena mereka telah terikat, tapi karena Baekhyun juga yang telah merampas taring dan kuku-kuku tajam dari seekor harimau yang akhirnya kini terbaring tidak berdaya.

“Aku akan menyelamatkanmu, Chunhee-ah. Jadi kau tidak perlu merasakan rasa sakit lagi ketika kau terbangun nanti.” Baekhyun berkata, sekon selanjutnya, Baekhyun menggerakkan kedua tangannya, menciptakan pendar-pendar cahaya lembut diikuti dengan bergeraknya beberapa buah pahatan batu yang ada di sana.

Sebenarnya, ada sebuah ritual dalam garis keturunan mereka. Ritual yang hanya bisa dilakukan seorang penerus kerajaan.

Vampire, sebenarnya bukanlah makhluk yang hidup kekal. Mereka punya batasan umur juga. Dan melalui ritual itu, seorang vampire bisa membagi separuh masa kehidupannya yang tersisa pada seseorang.

Di zaman Baekhyun, ritual itu dilakukan oleh ayah dari para pangeran, ketika mereka masih punya banyak sisa usia sementara mereka sudah lelah memimpin. Pada akhirnya para vampire itu membagi separuh kehidupannya pada sang anak, mereka lakukan ritual itu beberapa kali sampai sisa usia mereka benar-benar habis.

Tapi bagi Chunhee dan Baekhyun sekarang, berbagi separuh kehidupan saja sudah lebih dari cukup. Mengingat, Baekhyun sendiri sudah cukup lama hidup di dunia ini, namun memang dasarnya Baekhyun saja yang enggan membangun sebuah keluarga dan memberikan kekuasaannya pada keturunan.

Baekhyun masih punya beratus tahun yang tersisa, dan membagi separuhnya pada Chunhee bukanlah keputusan yang salah. Suatu hari, Baekhyun juga akan merasa jenuh pada kehidupannya. Sedangkan Chunhee lah yang akan amat menderita.

Bagaimana tidak, karena ritual yang hendak Baekhyun lakukan ini, dia akan hidup selama setidaknya seratus tahun, atau lebih.

“Maaf, Chunhee-ah. Tapi tidak ada jalan lain, kau terpaksa harus jadi lebih menderita daripada saat ini.” Baekhyun berucap sebelum dia memejamkan matanya, membiarkan kabut hitam keluar dari dalam tubuhnya, diikuti dengan keluarnya aliran darah berwarna merah gelap dari bibirnya, efek dari ritual tersebut.

Kabut hitam yang sama kemudian melingkupi tubuh Chunhee. Perlahan, masuk ke dalam tubuh gadis itu melalui celah-celah luka berdarah yang ada. Sementara itu, darah Chunhee yang sejak tadi masih mengalir sekarang mulai menggumpal, seolah ditarik kembali ke dalam tubuh si gadis selagi kabut hitam tersebut masih bergerak menggulung pemilik tubuh.

BRUGK!

Tubuh Baekhyun ambruk ke tanah begitu kabut hitam tersebut lenyap dari tubuhnya. Dia tidak terbiasa dengan rasa nyeri, tapi rasa sakit yang sekarang disisakan ritual itu jadi sangat mengganggu baginya.

“Hah…. Sungguh tidak kuduga kalau aku akan membagi kehidupanku dengan seorang manusia,” Baekhyun menggumam. Perlahan dia dapatkan kembali kesadarannya, lantas dia bangkit dari tanah, dan bergerak mendekati tubuh Chunhee yang masih terbaring tidak bernyawa.

Luka-luka di tubuh Chunhee telah menghilang seluruhnya, termasuk luka membekas yang dulu ada di wajah Chunhee. Kulit pucat yang memang dimiliki Chunhee kini Baekhyun tangkap menjadi semakin pucat.

“Siapapun pasti akan tahu kalau kau sudah berubah, Chunhee-ah.” kata Baekhyun, sadar benar kalau tindakannya telah sepenuhnya mengubah Chunhee secara fisik.

Tidak lantas menyesali perbuatannya, Baekhyun malah bergerak mengangkat tubuh Chunhee lagi. “Kau tidak bisa tertidur di sini selama masa transformasi. Sebaiknya kau beristirahat di ruanganku saja.” ujarnya, teringat pada beberapa hari yang akan Chunhee habiskan sebelum akhirnya dia terbangun dalam kehidupan barunya.

Baekhyun akhirnya membawa tubuh Chunhee kembali ke dalam ruangannya, dibaringkannya gadis itu di atas tempat tidur, dan seolah merasa bersalah Baekhyun akhirnya meletakkan busur panah yang selalu jadi senjata favorit Chunhee di sebelah si gadis.

“Jangan khawatir, aku akan menjaga keluargamu selagi kau tertidur.” kata Baekhyun sebelum dia melepaskan jubah gelap yang sedari tadi dipakainya.

Pantulan tubuh Baekhyun ada di cermin, tentu saja Baekhyun masih punya bayangan. Vampire bukannya hantu. Pada dasarnya mereka juga berasal dari manusia, ada elemen manusia di dalam tubuh mereka yang membuat mereka jadi hidup juga.

Dan sungguh, Baekhyun memang tak bisa menemukan perubahan apapun pada fisiknya. Jadi, selain sisa usianya yang terbagi dua dengan Chunhee, tidak ada perubahan lainnya lagi?

Baekhyun mungkin saja sudah terbiasa dengan kehidupan dan keadaan fisik yang tidak berubah. Tapi bagaimana dengan Chunhee? Kemarahan macam apa yang akan Chunhee pamerkan nanti begitu dia terbangun?

Diam-diam, Baekhyun tersenyum membayangkan bagaimana emosi berapi-api si gadis selama ini selalu jadi hiburan baginya.

“Marahlah jika kau nanti ingin marah padaku karena apa yang sudah kulakukan padamu, Chunhee. Tapi sebelum itu, kau harus terbangun dulu.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Hey, kudengar seorang manusia terbunuh.”

Baekhyun mendongak saat didengarnya suara Hanbin menyapa. Upacara bagi para pengabdi sudah berlalu dua hari lalu, dan sesuai dugaan Chunhee tempo hari, Chanwoo memang mengajukan diri untuk menjadi pengabdi Baekhyun.

Dan ya, Baekhyun tentu tidak menolaknya. Hanya saja, Chanwoo tidak punya posisi yang sama dengan Chunhee. Selagi gadis itu menjadi pengawal pribadi bagi Baekhyun sekaligus penasihatnya, Chanwoo menjadi seorang informan bagi Baekhyun.

Karena sifat hangat yang Chanwoo bawa sejak dulu, tidaklah sulit bagi Chanwoo untuk mendapatkan informasi dari sana-sini, dan keterlibatan Chanwoo nyatanya menguntungkan Baekhyun juga.

Chunhee belum terbangun, dan selama hampir satu pekan ini Baekhyun sudah merawat tubuh kaku gadis itu.

“Dari siapa kau mendengarnya?” Baekhyun balik bertanya.

“Beberapa bangsamu yang berkeliaran di dekat tempat tinggal kami. Apa itu benar? Siapa yang sudah diserang? Kulihat, orang-orang yang tinggal bersamaku tidak berkurang. Apa itu artinya Chunhee yang diserang?” kata Hanbin.

Agaknya Hanbin sudah menaruh curiga pada Chunhee yang selama hampir satu pekan ini sama sekali tidak terlihat. Tapi, bukan Baekhyun namanya kalau dia membiarkan Hanbin menang begitu saja atas opininya.

“Kau mungkin sudah salah informasi.” sahut Baekhyun.

“Benarkah? Lalu di mana Chunhee?” benar, bukan? Hanbin mencurigai Chunhee sebagai korban penyerangan itu.

“Aku menghukumnya.” Baekhyun lagi-lagi menyahut ringan.

“Kau menghukumnya?” Hanbin mengulang dengan nada meninggi. Dia jelas ingat bagaimana keadaan Chunhee setelah dulu Baekhyun menghukumnya. Gadis itu tidak sadarkan diri selama satu pekan lebih sebelum dia kembali dalam keadaan baik-baik saja.

“Ya, dia membantahku begitu sering, dan tidak melakukan apa yang kuperintahkan. Jadi kuberi dia hukuman yang ternyata membuatnya lagi-lagi tidak sadarkan diri selama berhari-hari.” Baekhyun berkata dengan santai, sementara atensinya sekarang kembali ia arahkan pada busur panah yang ada di tangan.

Chanwoo begitu sibuk hari ini, padahal seharusnya dia menemani Baekhyun untuk berlatih panah. Dan absennya Chanwoo juga Chunhee dari sisinya membuat Baekhyun merasa kesepian juga.

Dia sudah terbiasa pada keberadaan dua orang dengan karakter bertolak belakang itu.

“Chanwoo memperlakukanmu dengan baik?” pertanyaan berikutnya yang Hanbin utarakan berhasil mengundang sebuah tawa.

“Apa kau tidak salah bertanya? Seharusnya, kau tanya apa aku memperlakukannya dengan baik.” kata Baekhyun.

Hanbin terdiam sejenak, sebelum dia akhirnya mengembuskan nafas panjang kemudian ia duduk di sebelah Baekhyun tanpa merasa bersalah dan tidak juga ada keinginan untuk menjaga jarak.

“Aku tahu kau pasti memperlakukannya dengan baik. Kau begitu pada kami semua.” kata Hanbin. Nah, jarang sekali Hanbin bicara baik-baik seperti ini pada Baekhyun. Diam-diam Baekhyun merasa curiga juga pada kelakar Hanbin saat ini.

“Chanwoo adalah seorang anak yang begitu naif dan banyak ingin tahu. Terkadang, dia jadi menyebalkan karena pertanyaan-pertanyaan yang terus dia utarakan tanpa henti. Tapi dia juga sangat menyenangkan.” tutur Baekhyun.

“Dia memang anak yang baik. Tolong jaga dia, kalau begitu. Dan jaga Chunhee juga.” pinta Hanbin tidak dengan nada meminta tolong.

“Memangnya kenapa? Kau biasanya tak pernah bicara sesantai ini denganku.”

“Itu karena kita sedang bicara tentang dua orang yang paling dekat denganku. Chanwoo, menyaksikan kematian kedua orang tuanya karena serangan bangsa kami yang jadi pemberontak saat dia berusia enam tahun.

“Dia kemudian diselamatkan oleh seorang vampire—yang saat itu diingatnya membunuh orang-orang yang membunuh kedua orang tua Chanwoo dan hendak membunuhnya juga—yang akhirnya membuat pandangan Chanwoo mengenai vampire berubah.

“Dia sangat mengagumimu, dan berterima kasih pada bangsamu. Berkat kalian, mimpi buruk yang seharusnya menghantui Chanwoo setiap malam, bisa menghilang. Dan tiap malam selama satu tahun terakhir, dia selalu bercerita tentangmu.” Hanbin menatap langit kosong di atasnya, pandangannya menerawang, sementara Baekhyun masih mendengarkan.

“Chunhee, adalah orang yang paling lemah di antara kami. Saat kecil, dia berulang kali sakit-sakitan dan sering dijadikan cemoohan oleh anak-anak seusiaan kami karena jika dibandingkan dengan kami, tubuh Chunhee jauh lebih kurus dan terlihat lemah.

“Hal itu yang akhirnya mengubah karakter Chunhee. Dia tidak ingin terlihat lemah, di depan siapapun. Dia sudah amat bangga pada prestasi yang diraihnya, terlebih… karena Chunhee nyatanya tumbuh menjadi gadis dengan paras yang begitu cantik.

“Banyak orang memuji kecantikannya, saat kemudian insiden itu terjadi. Bangsa kami memberontak, dan di tengah-tengah usahanya melindungi bangsa kami, wajah Chunhee dihancurkan.

“Kau tahu? Saat wajahnya hancur dulu, Chunhee sempat berniat untuk bunuh diri. Karena dia tahu benar, dengan wajah seperti itu orang-orang akan kembali menghinanya. Jadi… dua orang ini adalah dua orang yang sama lemahnya, tapi sama-sama ingin terlihat kuat.

“Karenamu, keduanya sekarang bisa benar-benar menunjukkan kekuatan dan kemampuan mereka jadi tolong, jaga mereka berdua seperti cara mereka menjagamu, Pangeran.”

Sungguh, Baekhyun ingat benar dia tak pernah mendengar Hanbin sekalipun menyebutnya begitu. Seringkali, Hanbin menghindari pembicaraan dengan Baekhyun, atau hanya memanggil Baekhyun dengan sebutan ‘hey’ atau ‘orang itu’ yang kedua-duanya sebenarnya tidak membuat Baekhyun merasa terganggu.

Dia sudah hidup cukup lama untuk memahami bagaimana penerimaan dan ketidak terimaan orang-orang terhadapnya.

“Aku pastikan aku akan menjaga mereka berdua.” kata Baekhyun akhirnya membuat Hanbin menatapnya dengan sebuah senyuman terukir di wajah.

“Terima kasih. Katakan padaku jika kau butuh bantuan. Sebenarnya, aku bukannya membencimu. Tapi aku trauma pada bangsamu.” Hanbin berkata sambil berdiri, dia lantas menarik dan mengembuskan nafas panjang sebelum ia rentangkan kedua tangannya lebar-lebar, dinikmatinya angin yang berembus dengan ekspresi teramat tenang.

“Kita bicara lagi lain waktu, kalau ada kesempatan.” kembali, Hanbin jadi dirinya yang dulu, yang penuh ketidak pedulian dan bertindak serampangan. “Dan juga, tidak perlu berbohong kepadaku. Aku tahu, Chunhee-lah yang sengaja dibunuh dan tubuhnya dilemparkan di depan istanamu. Aku juga tahu, kau pasti telah melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya. Jangan khawatir, jika aku jadi kau, aku juga akan melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan Chunhee, Pangeran.”

Bahkan tanpa menunggu sahutan Baekhyun dia sudah melangkah pergi lebih dulu. Baekhyun tahu, Hanbin tidak marah. Yang ada, ia justru membenarkan tindakan Baekhyun. Dan jelas, Baekhyun tahu benar Hanbin bukanlah seorang yang bisa ia bodohi dengan begitu mudah. Beralasan menghukum Chunhee adalah alasan yang konyol pastinya di telinga Hanbin. Tetapi pemuda itu tidak ingin menjadikan kematian sahabatnya sebagai lelucon.

Hanbin rupanya mengerti maksud dari tindakan Baekhyun yang memilih untuk berdiam dan menyelamatkan Chunhee tanpa harus menyusahkan orang lain, ataupun memberitahu orang lain.

Dia sungguh berharap Chunhee akan terbangun.

Dan ya, kali ini rupanya dewi fortuna mendengar pengharapannya. Terbukti dengan bagaimana Baekhyun disambut dengan sebuah pemandangan mengejutkan begitu dia masuk ke dalam ruangannya yang sengaja dia kunci rapat-rapat untuk mencegah siapapun masuk.

“C-Chunhee?” panggil Baekhyun saat didapatinya gadis yang selama satu pekan ini terlelap tak berdaya kini sudah berdiri memunggunginya.

“Pangeran!” Chunhee sontak memekik, dibaliknya tubuh sementara dia menatap Baekhyun tidak mengerti. Pasti gadis itu bertanya-tanya tentang keadaan yang dia hadapi sekarang.

Menghadapi keterkejutan yang terpasang di wajah Chunhee, Baekhyun justru menyunggikan sebuah senyum simpul.

“Apa yang sudah terjad—”

“—Kalau kau membutuhkan darah, katakan padaku, Chunhee-ah.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

IRISH’s Fingernotes:

AH ~ diriku memang kalo ngetik Springflakes susah mau ditembusin lebih dari 4000 kata itu, LOLOLOLOL. Segini aja udah berat bagiku, huhu, enggak tau kenapa. Aku bukannya mau pilih kasih tapi ini suratan takdir, kawan-kawan.

HAYOH, jangan pada suudzon dan jangan husnudzon sama keadaan Chunhee ini. Aku belum menggelar konferensi pers apapun tentang spesies Chunhee sekarang, dan aku juga enggak mau konferensi pers tentang kenapa Hanbin tiba-tiba jadi baik (mungkin dia merasa bersalah atas sesuatu, cieh).

Tapi satu yang pasti, aku ngetik chapter ini tengah malem dan rasa ngantuk itu udah luar biasa enggak bisa ditahan meski aku udah nyetel lagu hip-hop di playlist yang oot banget sama tema fanfiksi yang aku ketik jadi yah… sebaiknya aku enggak banyak omong di sini karena aku butuh tidur (mumpung gak insomnia, biasanya kena insomnia).

And yes, happy Monday! Or Mornday? Mournday? Huhu, kenapa sih Senin selalu jadi hari yang berat? Aku aja udah bisa bayangin ini hari mau jaga sampe sore, dilanjut kunjungan rumah dilanjut ngerjain laporan bulanan dan lembur dokumen lain yang ujung-ujungnya aku baru bisa menikmati oksigen ala rumah sekitar jam delapan atau sembilan malem.

Sedih. Tapi yaudah gwenchana, aku setrong dan aku tangguh. Jadi, salam kecup dariku. Sampai ketemu di chapter sepuluh!

Ps: hari Senin kalian berat gak sih gaes?

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

26 tanggapan untuk “SPRINGFLAKES – Slice #9 — IRISH’s Tale”

  1. kalo baca ff nya irish pasti pake kebut dari chapter 1 smp yang terakhir..setelah itu akan jatuh cintaaa lagii untuk kesekian kalinyaaaa…Irish Jjang!!!!
    next chapter pleaseeeeee 🙂

  2. Aku pikir bakal ada yg nyelametin chunhee, eh ternyata..huhu😢
    Kirain chunheenya bakal mati. Aku udah seudzon aja dri tdi hh😂

  3. Wah ch ini dibuat kaget.deg”an.tegang.merem’melek.serius :”v
    aku rasa ada sesuatu nh di hati baekhyun ke chunhee auto cape T.T
    gatau kenapa ya senin itu kayanya jadi hari yg auto full.auto padet.dan cpt bngt udah malem aja :”v
    tapi rasanya senin hari terpanjang, mungkin krn bnyk aktifitas yg kita gasukai kali ya, jadi berasa lama ;(
    okelah..ditunggu next ch nya ka Irish ❤ /chuuu ❤

  4. Jd ga da yg dtg nolongin chunhee 😢 kesiann..
    Ish..!! Si yunhyeong tega bgt 😤 tggu bitter revenge dr 백!
    Stlh cross check ke chptr 7 trnyt udah bc 😅 jd pas awal bc chptr 8 td emang bingung/bner2 lupa sm crita di chptr 7
    Pnsrn bgt sm si spy 😒
    Yeay, chunhee jd flaw less ✨ stngh/fully vampire, long live pula 😃 dah fixed jd pendamping 백 ya..
    Monday yg stressful ya krn mct prh’ny, worst than any other weekdays, pa lg klo hjn..

  5. Wowow….chunhee jadi vampire?? Daebak….kangen ama ceritanta wkwkwk…..wkt liat notip ya ampun seneng banget. Sempet lupa sampe chap brp. Aku cek baru sampe 7. Makasih buat apdetannya wuuuuu~~

    1. Haduhh….senangnya ada yang kanen aku…pantes bulu mataku jatoh mulu ㅋㅋㅋㅋ aku juga kangen sama kak irish ㅠㅠ

  6. jadi disini chunhee jadi human setengah vampire gitu???
    song song sialan, gak berperikemanusiaan… masalahnya dia petinggi vampir juga apa bukan, apa sama” budaknya kek chunhee?? dia yg masuk pemilihan bareng chunhee bukan???

  7. Udah ngira kalo chunhee bkal jd vampire gegara baekhyun blg butuh darag sgla. Ehh di fingernote si Chunhee ini lom d sebutin jd spesies apa.. Jd dia ini sarami aniya ato kek gmn sih..
    Butuh penerangan ini..

  8. Apa ini? Apa ini? jd Chunhee itu apa?
    Rish, love1000000000XX for you.
    beneran dpat pencerahan dr mana rish, dua chapter di up.
    Thank u rish ^^ diriku selalu nunggu update-anmu

  9. Huaa kak irish akhir2 ini baik deh.. Sering2 update ff-nya wkwk, jadi sukak wkwk.. Mas hanbin sama mas baekhyun bikin salfok deh, sukak sama karakternya chanwoo disituu.. Hihihi, status chunhee masih dipertanyakan nih hmmm.. Ditunggu next chap ya kakk

  10. Iyaaa monday emang hari paling berat. Sama kok rish. Ku juga. Hiks. Tapi udah berlalu. Besok udah selasa.

    Betewe ak suka baca ini ff di wetped kamuuuu dan keknya ak kehilangan dua chapter. Yeudin lah mau si chunhee mau spesies apa yg penting ada baekhyunnya wkwkwk

Tinggalkan Balasan ke memey Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s