[EXOFFI FREELANCE] Play (Boy) -#Prologue

poster play (boy).jpg

| PLAY (BOY) |

| Oh Sehun & Hwang Mora |

| Byun Baekhyun, Ahn Hee Yeon (Hani EXID) |

| Mentioned Jung Soojung [Krystal F(X)], Kim Jongin (Kai EXO), Lee Jieun (IU) |

| Romance x Drama |

| PG-17 | Twoshot |

2017 – Storyline by JHIRU H.

Aku sudah memutuskan saat aku memanggilmu

dan memberikan sebuah ciuman,

kau tidak bisa berhenti dalam permainan ini.

Prev : Teaser

*warning : mature content akan ada banyak kata-kata kasar dengan

unsur dewasa bertebaran dalam fanfiksi ini.

*Hargai karya penulis dengan meninggalkan jejak di kolom comment

◦ ◘ ♯ ♯ ♯ ◘ ◦

—×◦ play(boy) ◦×—

Oh Sehun, akhir-akhir ini nama itu sering menyapa telingaku.

Meski satu angkatan, aku tak pernah benar-benar melakukan konversasi dengannya. Jadwal kuliah yang kami ambil berbeda, mungkin hanya satu atau dua kelasku sama dengannya. Aku tak terlalu mengingatnya, kupikir aku dan dia tak memiliki kepentingan untuk menyapa satu sama lain.

Oh Sehun, pria itu memiliki tinggi badan lebih dari 180 sentimeter, auranya terkesan dingin dan tajam, tatapan matanya sangatlah sexy—itu pendapat teman satu angkatanku yang tergila-gila padanya—memiliki warna kulit yang sangat putih dan bibir merah muda yang sedikit pucat. Oh! Apa aku sedang mendefinisikan seorang vampire tampan seperti Edward Cullen? Tidak, tentu saja tidak. Itu adalah sebuah kebohongan besar, jika seseorang mengatakan bahwa Oh Sehun sama sekali tidak menarik.

Jadi, mengapa aku yang tak pernah ambil pusing tentang keberadaan pria terpanas di universitas ini mendadak menjadi muak? Merupakan hal biasa, jika sesekali aku tak sengaja mendengar beberapa temanku membahas tentang Sehun. Bukankah ini hal umum? Pria paling tampan dan sexy itu tengah dijadikan buah bibir. Sejujurnya, aku tak terlalu memikirkan Pemuda Oh itu sungguh seorang cassanova atau tidak. Hey! Itu hanya rumor dari mulut ke mulut, jika aku dinilai seseorang hanya karena sebuah gosip, Ukhh! Aku bahkan tidak ingin memikirkannya.

Lalu, mengapa aku mulai jengah mendengar nama itu? Tentu saja, karena dua pelaku di sekitarku yang akhir-akhir ini terlalu sering menyebut namanya.

Pelaku pertama, Jung Soojung. Sejak akhir semester kemarin, sahabat baikku itu mulai menjalin hubungan dengan Kim Jongin dan kekasih hatinya itu merupakan salah satu sohib Sang Pria Terpanas. Awalnya, Soojung hanya sesekali menyebut Sehun. Tapi setelah beberapa lama Soojung dan Jongin berpacaran, lalu sekarang sedang menghadapi fase dimana mereka lumayan sering melakukan pertengkaran. Soojung mulai membanding-bandingkan Sehun dan Jongin.

Soojung mengatakan bahwa Sehun adalah seorang gentleman yang secara terang-terangan mengencani setiap wanita, tidak seperti Jongin yang terkadang ‘bermain’ dibelakangnya. Setiap kali aku mendengarnya, rasanya aku ingin mengatakan pada Soojung.

‘Lalu, kenapa kau tidak akhiri saja hubungan dengan tukang selingkuh itu dan berpaling pada Sang Cassanova,’

Tapi, aku masih sayang nyawaku dan tetap ingin hidup. Memikirkan, Soojung menyumpah-serapah padaku saja aku tak kuat. Terkadang, kata-kata yang keluar dari mulutnya lebih tajam daripada benda lancip yang ada di dunia ini.

Lalu, pelaku terakhir. Byun Baekhyun, sepupuku tercinta yang senang sekali pergi ke club malam hanya untuk berpesta dan minum. Baekhyun, sepupu yang baik dan manis, beri pengecualian tentang kegemarannya akan minuman dan maniak games. Ah! Satu lagi, level kemalasannya untuk belajar dan nilainya yang perlu diacungi jempol—dalam artian sangat parah— heran sekali, Lee Jieun belum juga memutuskannya. Aku tidak berbohong, Baekhyun seorang yang baik meski dalam sebulan tiga sampai empat kali, dia pergi ke club malam. Aku dapat menjaminnya, sepupuku itu hanya pergi minum dan tidak melakukan hal lain. Apalagi, Baekhyun sangat tergila-gila pada Jieun.

Apa hubungan Baekhyun dan Sehun?

Baekhyun adalah orang yang ramah dan baik pada siapapun. Sejak tahun pertama kuliah, sepupuku itu memang sesekali terlihat bersama Sehun. Tapi hanya sekedar itu, mereka tidak dekat sama sekali. Lalu, saat aku pulang liburan semester—Baekhyun marah-marah padaku, karena meninggalkannya—aku mendapati Sehun yang bermain ke apartemen Baekhyun.

Mereka berdua maniak games, jadi dimulailah kemunculan nama Sehun dari mulut Baekhyun yang membuatku jengah. Tidak cukup dengan hanya menyebut game-game yang sering dia mainkan, Baekhyun juga sering membahas mengenai Sehun yang sungguh membuatku tak berminat mendengarnya.

Lalu, saat ini aku tak sedang mendengar namanya disebut. Tapi, melihat langsung pemilik namanya. Tentu saja, Oh Sehun dengan wanita-wanita yang memujanya.

“Jadi, apa yang kau inginkan?”

Gadis itu hanya diam, dia hanya memandang Sehun dan tak berniat menjawab. Lalu, aku? Aku hanya berdiri di balik tembok tak jauh dari mereka. Tadinya, aku berniat mengambil jalan pintas menuju parkiran. Tapi, itu sangat tidak nyaman jika secara tiba-tiba aku lewat ditengah adegan pengakuan cinta seseorang.

“Kita bisa saja pergi berkencan dan menghabiskan malam bersama, tapi seperti yang kau tahu. Aku tak berminat menjalin hubungan dengan siapapun,”

‘WHAT THE HELL!’

Oh ya ampun! aku ingin sekali menamparnya, lalu berteriak padanya bahwa dia sungguh seorang gentleman. Soojung benar, Sehun sungguh seorang yang jujur tapi juga mengesalkan dan sekaligus aneh. Jika seorang pria yang sejak awal berniat hanya ‘bermain’ saja, dia pasti akan mulai merayu dan berbohong untuk mendapatkan wanita itu.

Sehun berbeda, pria itu berbeda. Apa karena ini wanita-wanita itu rela begitu saja tidur dengannya? Oh ya ampun, sepertinya aku sudah termakan gosip. Belum tentu juga, Sehun benar-benar tidur dengan mereka.

“Tidak, aku tak menginginkannya.”

“Kalau begitu, maaf. Aku tak bisa memberikan lebih dari itu,”

Gadis itu pergi, meninggalkan Sehun yang masih bergeming di sana.

Wah, Oh Sehun sungguh seorang yang menarik. Sayangnya, sekarang bukan waktunya aku bergelut memikirkan Sehun. Aku harus segera pulang dan pergi ke apartemen Baekhyun, kami harus mengerjakan project kelompok.

Setelah, beberapa saat gadis itu pergi. Aku keluar dari persembunyianku, berjalan melewati Sehun seakan tidak terjadi apa-apa. Saat pandangan kami bertemu, aku hanya menundukkan kepala sekilas memberi salam sekedarnya. Lalu, melangkah pergi mengambil kendaraanku menuju tempat Baekhyun.

×◦◦×

“Baek, tidakkah kau sudah sangat keterlaluan padaku?”

Aku menatapnya dengan tajam, tapi Baekhyun tetap saja masa’ bodoh dan sibuk dengan smartphonenya. Sepupuku itu sudah kecanduan games, andai saja dia bisa sefokus ini ketika belajar. Aku tak akan semiris ini, merelakan diri untuk masuk dalam kelompoknya.

“Jika kau ingin menghancurkan nilaimu! Tolong, jangan kau bawa-bawa aku.”

Baekhyun menghentikan aktivitasnya dan menatapku dengan heran.

“Aku sudah bilang, bukan? Ada satu anggota lagi, lagipula Sehun itu lumayan rajin.”

Lumayan? Lumayan katanya, tidak tahukah dia, project ini merupakan setengah dari nilai mata kuliah kewirausahaan. Aku tidak membutuhkan seseorang yang lumayan, jika aku berkelompok dengannya. Tapi, aku membutuhkan seorang yang jenius dan sangat rajin. Karena Baekhyun sendiri adalah nilai minus disini.

‘TING!TONG!’

Baekhyun beranjak dari sofa dan membuka pintu, kemudian dia kembali dengan membawa Sehun yang mengikutinya dari belakang. Aku menghela napas, ini sudah terjadi dan mengeluh tidak akan berguna untuk saat ini.

Jadi, aku segera meminta mereka untuk memulai diskusi.

“Kupikir, produk yang kita jual haruslah sesuatu yang sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari.”

“Tapi, jangan makanan. Jika pada hari itu tidak terjual, makanan akan cenderung basi dan kita akan mengalami kerugian.”

Ini diluar dugaan, Sehun aktif dalam diskusi dan memberikan ide tentang project kami. Berbeda sekali dengan Baekhyun yang hanya diam bermalas-malasan, bahkan beberapa kali aku melemparkan buku dan pena agar dia ikut dalam diskusi.

Aku menatap Sehun yang sedang sibuk dengan laptopnya, dia sedang mencari referensi pabrik yang akan kami gunakan untuk memproduksi baju dan topi. Sungguh, aku tidak tahu Sehun sangat berbeda dari dugaanku. Ini sangat menarik.

“Apa?”

Sehun menghentikan aktivitasnya dan menatapku.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?”

Lagi-lagi, dia mengajukan pertanyaan padaku.

Baekhyun sering memanggilku Nona-Ingin-Tahu. Jika ketertarikkanku muncul pada sesuatu, itu akan sulit untuk mengabaikannya. Bukankah, itu suatu hal yang umum untuk mencari tahu hal yang membuatmu tertarik.

“Aku tak ingin mencurigai seseorang dan di mataku kau punya image yang negatif.”

“Jadi, sekarang kau mencoba untuk bersikap jujur?”

“Apa kau sungguh tidur dengan gadis-gadis itu?

“Mereka sendiri yang datang padaku, aku tak pernah memaksa.”

Atensi Baekhyun mulai tertuju pada konversasi kami, dia menghentikan aktivitasnya dan datang mendekat.

“Kau sungguh menarik, Oh Sehun.”

Aku melihatnya, ekspresi terkejut di wajah Sehun.

“Tidak, Mora. Jangan mulai lagi, hentikan rasa ingin tahumu itu.”

Aku hanya mendengus menanggapi Baekhyun, lalu atensiku kembali pada Sehun. Aku mendekat padanya dan tersenyum manis, lalu Sehun hanya menatapku tak mengerti.

—×◦ to be continued ◦×—

JHIRU’s Note :

Sejujurnya, ane sendiri ngerasa nih ff gak butuh teaser sama prologue. Ini kan twoshot, tapi ya sudahlah udah dibuat juga. Sayang, nggak di post. Baca jg ff ane yg lain SHADOW

Terima kasih sudah membaca fanfic ini hingga habis.

Dan please pakai banget-nget-nget, jadilah pembaca yang baik dan menghargai karya tulis penulis dengan meninggalkan jejak di kolom comment. Itu berarti banget buat ane. Sekian dan terima kasih ^^

 

 

17 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Play (Boy) -#Prologue”

  1. Aww teasernya bgus bgt author, hm iy sih nggk enak bgt kalo kita ada tugas kelompok diskusi tapi temen kelompok malah pada malas, huftt kadang dirikuh ingin bertindak(?) kasar*cielahh malah curhat,-* izin baca chapter 1 nya author :* ..!

  2. aku gak nyadar kalo ini ff bakal cuman jadi twoshoot, aku kira bakal berchapter soalnya keliatan bakal banyak rahasia atau hal lain yang akan diungkap ._. Keep writing thor, bagus ff nya, aku suka (y)

    1. Soalnya ff ini kn fokusnya sma pertemuan Sehun sma Mora aja, ane kira gak bakal panjang. tp stelah chapter 1 diketik, jd jebol 5000 words krna tuh konflik dlm satu chapter harus smpai stngah jln cerita. Harusnya, ini jd mini chapter aja y. Udah terlanjur, sih. Terima kasih sdah meninggalkan jejak ^^ tunggu chapter 1-nya y

  3. FF ini berhasil mencuri kesan pertama aku.. “Bagus-sumpah”
    aku penasaran sama tokoh Sehun, ditambah lagi karakter Baekhyun yang menyebalkan sekaligus menggemaskan… ditunggu part selanjutnya…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s