You and I [Chapter 10]- By Christy Wu

wp-1463888393305

You and I

Original Story by Christy Wu

Main Cast:

Park Chanyeol (EXO) as Chanyeol Vandersmith | Oh Sehun (EXO) as Sehun Rouler | Kim Jongin (EXO) as Kai Ozera | son Yoon Ju (OC) as Anna Vandersmith | Krystal Jung f(x) as Krystal Gremory | Park Hyemi (OC)  as Freya Alexander.

Genre : Fantasy, Romance, School-life | Rating : PG – 17 | Lenght : Chanptered

“ Aku mencintainya dengan murni, seperti terbit dan tenggelamnya matahari”

Dibawah terangnya cahaya siang, Krystal menyusuri hamparan beton yang mengarah ke perbukitan bergelombang. Garis putih terus membujur kedepan menuntun jalannya menuju perbukitan. Cahaya matahari begitu menyengat kulit, membuatnya semakin mempercepat langkah kaki memasuki hutan yang jalannya mulai terjal. Kesejukan hutan membuatnya menghirup nafas sedalam – dalamnya sambil membenahi fikirannya yang sudah kocar – kacir akhir – akhir ini. Setelah kejadian Sehun menghisap darahnya, pemuda itu tak menampakkan batang hidung sama sekali, terkesan menghindar.

Danau St. Vladimir berjarak beberapa ratus meter jauhnya, seperti bak mandi raksasa di tengah – tengah hamparan rumput hijau. Dari jarak sejauh ini, murid – murid hanya tampak seperti bercak – bercak biru yang berseliweran saat menggunakan seragam. Tepat diatas bukit ia menghentikan langkahnya beberapa meter saat tujuannya datang sudah terlihat. Sayangnya Sehun tidaklah sendiri, diatas tubuh berototnya seorang gadis sedang menggodanya habis – habisan. Mencumbunya dengan rakus bak anak kecil yang mengulum permen lolipo, satu tangannya digunakan untuk membelai abs Sehun yang sudah terbentuk sempurna. Dibawahnya Sehun hanya diam dengan mata terpejam, membiarkan gadis bertubuh sintal diatasnya mendominasi.

Krystal memasang ekspresi datar ditempatnya berdiri, mengambil batu seukuran kelereng dan melemparkannya dengan tidak berperasaan kearah kepala gadis yang ia tak ketahui namanya sedang menggoda kekasihnya Sehun.

Pletak

“Aasshh sialan siapa yang berani melemparku?” gadis itu bangun dari posisinya namun masih memenjarakan Sehun. Matanya nyalang memandang sekeliling, biji matanya terlihat hampir lompat dari cangkang. Krystal keluar dari persembunyian dengan tangan yang bersedekap di depan dada. Awalnya gadis itu sedikit terkejut namun setelahnya tawa menyebalkan yang ia tunjukkan. Mendengar gadis di atasnya tertawa Sehun membuka mata dan sangat terkejut melihat Krystal dengan ekspresi datarnya di sana.

“Wah ada perlu apa kau kemari? Padahal kami sedang bersenang – senang. Pergilah Sehun sudah membuangmu.” Ujarnya sombong tak memperdulikan Sehun yang matanya sudah berkilat merah tak suka mendengar ucapan gadis bangsawan bernama Kath.

“Membuang?” beo Krystal, lalu memandang Sehun yang mulutnya sudah membuka dan menutup seperti ikan koi. Terlihat kikuk di tatap tajam oleh gadisnya dengan kondisi berantakan dari ujung kepala sampai kaki, yang terburuk celananya sudah melorot hampir ke lutut. Netra safirnya melebar tak sadar jika Kath sudah menggodanya sejauh itu.

“Shit!” Sehun mengumpat keras, membuat Kath yang awalnya tersenyum mengejek pada Krystal terlonjak kaget. Mendorong Kath hingga terjerembab ke tanah, membuat tangannya kotor oleh lumut. Sehun buru – buru membenahi baju, tak sadar Krystal sudah berdiri disampingnya menatap mengejek pada Kath yang masih terduduk membersihkan lumut basah di tangannya.

“Kau bilang Sehun membuangku? Sekarang siapa yang merasa terbuang? Aku?” tunjuknya pada diri sendiri. “Atau kau?” wajah polos Krystal membuat Kath semakin geram.

“Tapi setidaknya Sehun menikmati apa yang ku lakukan padanya tadi.” masih tak mau kalah Kath kembali menegaskan kegiatannya dengan Sehun beberapa saat yang lalu. Namun Krystal hanya menganggukkan kepalanya seakan baru mendapat informasi penting, Sehun yang bajunya sudah rapi wajahnya yang putih makin pucat mendengar Kath yang masih memprovokasi.

Krystal menatap Sehun yang wajahnya pucat saat mata mereka bersirobok, tanpa sadar si cassanova malah memalingkan mata dengan kikuk lalu menggaruk belakang telinganya yang sama sekali tidak gatal. Krystal mendengus kasar setelahnya. “ Haruskah aku menunjukkan padamu di sini? Perbedaan menikmati dan mau muntah.” Tanpa aba – aba Krystal  memiringkan kepalanya dan mencium bibir Sehun. Awalnya ia hanya menempelkan dengan kecupan – kecupan kecil namun Sehun terlalu rindu dengan rasa Cherry dari bibir ranum gadisnya hingga dengan lapar meraup begitu saja bibir mungil Krystal dengan tangan yang sudah melingkar sempurna pada pinggang dan menahan tengkuk Krystal untuk memperdalam ciumannya.

Ciuman Sehun begitu menuntut tak mau meninggalkan bibir Krystal terlalu lama walau hanya untuk mengambil nafas sebentar. Kath kesal melihat betapa gilanya Sehun mengecupi Krystal mengingat beberapa saat yang lalu hanya dia yang aktif menggoda si bangsawan rupawan. Tak mengira jika hanya pancingan sebuah kecupan membuat Sehun sedemikian rupa. Tak mau jadi kambing congek yang melihat kemesraan dua sejoli itu, Kath bangkit dari duduknya dengan wajah merah padam. Entah itu marah ataukan ia malu karena harga dirinya sebagai bangsawan sudah terinjak – injak, ataukan dia iri karena anak seorang kementrian biasa bisa mendapatkan hati sang pangeran tampan.

Susah payah Krystal memisahkan bibirnya dengan Sehun, “Sekarang kau sudah tahu perbedaannya kan? Jadi jangan mencoba menggoda milikku lagi.” Ujar Krystal dengan senyum menjengkelkan membuat Kath cepat – cepat pergi dari sana dengan air mata yang sudah mengalir. Sedangkan Sehun kini aktif mengecupi leher jenjang Krystal, menghidu, menyesap hingga meninggalkan tanda merah disana. Dengan lembut Krystal menarik kepala Sehun menjadikan obsidian mereka saling bertemu. Krystal membenahi rambut Sehun yang berantakan dengan  jemarinya.

“Sudah makan?” pertanyaan yang sama saat mereka terakhir kali bertemu. Sehun diam, tatapan matanya sedih. Ia belum makan sama sekali sejak terakhir mereka bertemu, Sehun masih merasa bersalah melihat Krystal kesakitan karena ulahnya. Tentang kejadian beberapa saat yang lalu dengan Kath, sebenarnya Sehun berniat menghisap aura kehidapannya namun ia sama sekali tak bisa karena bayangan Krystal yang selalu hadir dan rasa bersalahnya semakin besar.

“Pasti jawabannya belum.” Krystal mengusap bibir pucat Sehun dengan ibu jarinya. “Padahal gadis itu sudah sangat berusaha menggodamu.” Krystal menggelengkan kepalanya membuat Sehun heran dengan jalan fikiran gadisnya yang entah sudah tertular kegilaan dari Kai.

Sesaat setelahnya tangan Krystal yang berada dipipi Sehun berpendar lembut, bersamaan dengan itu Sehun merasa energinya perlahan – lahan terisi. Matanya yang sempat terpejam menikmati apa yang Krystal lakukan segera terbuka dan menjauhkan jemari gadisnya.

“Apa yang kau lakukan?” Sehun menuntut penjelasan pada apa yang baru saja terjadi. Krystal hanya tersenyum dan membenahi rambut Sehun yang sudah rapi untuk kesenangannya sendiri mengelus rambut halusnya.

“Memberimu makan.” Ujarnya santai. “Jika kau tidak mau menghisap aura kehidupanku karena takut aku merasakan sakit, maka aku yang akan memberikannya padamu.”

“Kau gila jika – “

“Sssttt.” Krystal menempelkan telunjuknya di bibir Sehun.” Aku belum selesai bicara jadi jangan pernah memotong ucapanku.”Tegasnya dengan sorot mata yang tidak bisa dibantah. gadisnya memang sangat istimewa hingga dapat membuatnya bungkam hanya dengan satu perintah. Sehun menarik Krystal di bawah pohon dan mendudukannya dengan nyaman dipangkuan. Mengusap bibir Krystal yang basah karena ulahnya sembari menunggu penjelasan dari kekasihnya.

“Aku tahu kalau setiap kekuatan mempunyai level tertentu untuk menjadi sempurna, bahkan kekuatan yang kita anggap remehpun bisa sangat berbahaya jika dikembangkan dengan baik. Tak banyak orang yang tahu mengenai hal ini karena semua lebih berpatok pada skill individual dalam bela diri. Namun aku tahu jika kau dan Kai menaikan level melebihi batas rata – rata.” Sehun tak percaya, bahkan selama ini ia tak tahu kalau Kai juga menaikkan level kekuatannya diatas level normal seperti dirinya. Untuk mencapai tahap itu butuh pengendalian diri sangat tinggi, fokus terutama harus mendapat arahan dari guru yang tepat.

Melihat raut terkejut dari wajah Sehun membuat Krystal mengecup hidung kekasihnya gemas, “Aku tahu apa yang sedang kau fikirkan sekarang.” godanya memainkan kancing paling atas dari kemeja Sehun.

“Lalu siapa yang mengajarimu?” tanya Sehun kemudian sambil membiarkan Krystal mencubiti kedua pipinya berulang kali lalu mengecup seluruh wajahnya mulai dari kening, mata, hidung, pipi hingga bibir yang sengaja dikulum sedikit lama dengan gemas. Gadisnya memang penggoda ulung.

“Orang yang sama sepertimu.” Tukas Krystal dengan senyum namun mata Sehun membola kemudian.

“Ayah!” ia berteriak membuat Krystal menjengit kaget. “Kau sudah bertemu dengannya? Dia mengatakan apa saja kepadamu? Dia tidak bercerita aneh – aneh kan?” kali ini sifat cerewet Sehun benar – benar keluar membuat Krystal tertawa terpingkal. Andai saja ada gadis – gadis yang tak sengaja lewat mungkin mereka bisa mengabadikan moment disaat Sehun berekspresi seperti sekarang.

Amour jangan tertawa, aku penasaran…penasaran…penasaran.” kalau sudah begini Sehun lebih mirip bayi besar yang sedang minta susu pada ibunya. Tubuh ramping Krystal yang masih di pangkuannya ia goyang – goyang seperti boneka pajangan di tepi tempat tidur. Walau memang wajah cantik orang terkasihnya mirip boneka jelita.

“Kami bertemu saat ayah mengunjungi Freya beberapa hari yang lalu, kemungkinan beliau sudah mengetahui permasalahan kita lalu ya begitulah.” Krystal mengedikkan bahunya cuek, sedangkan Sehun masih belum puas dengan jawaban yang ia dapat. Krystal segera mendaratkan telunjuknya dibibir Sehun tak mau bercerita lebih lanjut. “Hentikan kepalaku pusing jangan tanyakan apapun, ayo kita makan siang. Aku lapar,” ujar Krystal dengan rengekan manja yang langsung bisa membuat Sehun bungkam.

Dengan bibir mengerucut akhirnya Sehun mengalah, padahal dahulu kata mengalah tidak ada dalam perbendaharaan kepalanya. “Baiklah ayo, janji kau akan makan banyak saat tiba dikantin.” Sehun mengacungkan jari kelingkingnya yang langsung disambut oleh Krystal.

“Janji.”

“Ayo naik ke punggungku.” Perintah Sehun yang segera dilakukan oleh Krystal. “Astaga jarak dari sekolah sampai kemari sangatlah jauh pasti kau lelah, nanti aku akan memijit kakimu sekalian. Kenapa hari ini sangat panas, kulitmu bisa terbakar dan menjadi hitam seperti Kai, apa tadi kau sudah memakai sunblock .Ngomong – ngomong kenapa tubuhmu ringan sekali, apa kau makan dengan benar beberapa hari ini?” oceh Sehun yang hanya ditanggapi Krystal dengan kekehan, bagaimana bisa orang secerewet ini dijuluki patung es berjalan.

o0o

Rembulan telah berada pada tahtanya menguasai malam dengan sinarnya bersama bintang mengisi kekosongan langit dengan binar surga. Sesekali angin berbisik pada rerumputan supaya tertunduk malu kala kunang – kanang datang mencumbu tiap helai kelopak mawar. Chanyeol memandangan keindahan yang tersaji dihadapannya dengan takzim, segelas Wine menemani kegiatannya walau sesekali ia kecap, mungkin sayang jika harus ia abaikan.

“Chanyeol.” Suara sehalus beludru mengalun, membuatnya menoleh dengan senyum paling tampan yang bisa ia persembahkan. Tangannya melambai, memberikan perintah pada gadisnya mendekat.

Freya yang memakai dress tidur putih selutut dengan hiasan pita hitam kecil di bagian dadanya segera mendekat. Chanyeol menepuk pahanya, Freya tahu yang diinginkan kekasihnya dan segera duduk disana dan mengalungkan tangannya ke leher sang pangeran.

“Kenapa belum tidur?” tanya Chanyeol seraya mengusap punggung Freya, memberikan kehangatan tak ingin dingin mencicipi kulit gadis dipangkuannya. Sedangkan Freya sendiri masih nyaman menyembunyikan wajahnya pada perpotongan leher Chanyeol.

“Kau juga belum tidur,” Jawabnya masih dengan posisi yang sama.

“Bilang saja ingin ku peluk kan?” kekeh Chanyeol tak sadar jika wajah Freya sudah bersemu semerah tomat. Sebenarnya ada hal lain yang ingin Freya tanyakan pada Chanyeol namun ia hanya bingung ingin memulainya dari mana.

“Chanyeol jika aku bertanya apa kau akan menjawab dengan jujur?” pertanyaan Freya sonta membuat usapan tangan Chanyeol di punggungnya berhenti. Mendadak otaknya penuh dengan berbagai macam masalah yang ia fikiran akhir – akhir ini.

Keterdiaman Chanyeol membuat Freya menjauhkan sedikit wajahnya untuk mengamai ekspresi kekasihnya yang mendadak seperti menahan nafas. “Chanyeol?” panggil Freya lagi.

Menyadari sikapnya yang aneh Chanyeol tersenyum sembari membenarkan rambut Freya yang sebenarnya sudah rapi, memang hobinya Chanyeol saja yang senang mengusap rambut sewarna caramel itu. “Tentu, apa yang ingin kau tanyakan Love?” walaupun hatinya ketar – ketir mengenai apapun jenis pertanyaan Freya, ia akan tetap menjawabnya. Setidaknya Freya akan mendengar penjelasan dari mulutnya, akan lebih parah kalau ia mendengar dari orang lain, bisa saja ada beberap bagian dilebih – lebihkan. Mungkin jika orang lain itu Sehun, sahabatnya itu jelas tak akan memberikan informasi yang memojokkannya. Hei, bagaimana bisa Chanyeol mempercai Sehun? Apakah karena mereka sama – sama brengsek.

Freya menghela nafas, telunjuknya menari – nari pada dada bidang Chanyeol mempertegas lengkuknya sambil memilah kalimat yang akan ia gunakan. “ Kemarin…” ia berhenti lagi dengan bibir yang mengerucut seperti berfikir. Padahal hanya satu kata namun sudah sanggup membuat Chanyeol berhenti bernafas.

“Kemarin?” ulang Chanyeol tak bisa menanti lebih lama lagi menganai apa yang ingin Freya sampaikan.Gadisnya yang masih dipangkuan mengangguk, membuat Chanyeol gemas kalau saja ia tidak sedang keringat dingin sekarang mungkin sudah ia kecupi seluruh wajahnya.

“Kemarin aku datang ke acara pesta salah satu bangsawan yang mengundangmu dengan Bella, seperti perintah paman Ramon aku sedikit bersosialisasi dibantu dengan Bella disana. Lalu…” Freya menghela nafasnya lagi. “Para gadis berkumpul disana, mereka membahasmu Chanyeol.”

“Apa yang mereka katakan hingga membuat Ratuku resah?” walau Chanyeol sendiri juga takut mengenai apapun yang Freya dengan disana.

“Mereka mengatakan jika kau gemar meniduri gadis – gadis bangsawan.” Matanya berkaca – kaca saat mengatakannya makin membuat hati Chanyeol nyeri.

“Lalu apa lagi yang mereka katakan?” tanya Chanyeol lembut menangkup pipi Freya yang semakin gembul karena mendapat asupan makan yang ia perhatikan dengan baik.

“Mereka saling membagakan diri karena salah satunya pernah tidur denganmu, nyatanya aku bukan wanita pertama yang menghangatkan ranjangmu saat malam.” Bersamaan dnegan itu pula air mata Freya mengalir. Dengan cepat pula Chanyeol menghapusnya dan memberikan pelukan hangat nan erat. Beberapa kali ia mengucup puncak kepala Freya berharap gadisnya bisa mereasakan seberapa besar cintanya hingga sudah tidak bisa terbagi untuk siapa pun.

“Apa mereka hanya mengatakan itu?” tanya Chanyeol kemudian, Freya mengangguk dalam dekapannya. Ia tak bisa membayangkan seberapa hancur perasaan Freya saat mendengar kelakuan bejatnya dulu dari wanita – wanita berbisa yang menjunjung tinggi kehidupan berkelas yang murahan dimata Chanyeol. Beruntung ia mengenalkan Bella dan Robert, sepasang suami istri yang otaknya lurus dari pada yang lain, setidaknya mereka bisa menjaga Freya dari mulut – mulut yang ingin Chanyeol binasakan setelah ini.

“Freya memang benar jika dulu aku senang bermain dengan wanita – wanita itu, aku tidak mengelak. Memang benar jika kau bukan wanita pertama yang menghangatkan ranjangku saat malam namun kau adalah wanita pertama yang menghangatkanku di pagiku yang dingin sampai matahari terbit. Kau adalah wanita pertama yang kuberikan kecupan sebelum tidur dan saat bangun. Kau adalah wanita pertama yang membuat jantung ini berdetak lebih kencang dari biasanya, wanita pertama yang membuatku gila karena merindu, dan yang terpenting kau adalah Ratuku.” Kembali kuusap bekas air mata yang mengalir dipipinya yang pualam.“Maaf karena masa laluku yang buruk, pasti hatimu begitu sakit mendengarnya.”

“Memang rasanya sakit namun lebih sakit saat mereka menjatuhkanmu dihadapanku. Bagiku jika itu benar semua hanya masa lalu. Bukankah kau bilang kalau aku masa depanmu.” Chanyeol hanya tersenyum menanggapi kedewasaan Freya. Jika ditelisik lagi masih ada sesuatu yang mengganjal di hati kekasihnya.

“Sepertinya bukan hanya itu yang ingin kau bicarakan Love, tanyakan apapun yang ingin kau ketahui.” Titah Chanyeol sambil mengangkat dagu Freya dengan senyumannya yang memabukkan.

“Kata orang sekali kau merasakan Sex, maka kau akan seperti orang kecanduan. Jadi…uumm maksudku kenapa kau tidak pernah…” gemas dengan tingkah kekasihnya Chanyeol memberikan sebuah kecupan saat tahu arah pembicaraan Freya.

“Love, aku mencintaimu bukan karena nafsu tapi aku mencintaimu karena rasa cinta ini ada untukmu. Kau adalah sesuatu yang berharga untukku jadi aku tak mau jadi orang bodoh yang merusakmu. Aku akan melakukannya saat kita sudah sah di depan altar nanti.” Mendengarnya lagi – lagi pipi Freya jadi semerah tomat.

“Baiklah sekarang saatnya tidur, besok kita masih akan sekolah dan astaga aku akan terjebak di rapat yang membosankan lagi.” Chanyeol mengendus ceruk leher Freya hingga si gadis terkekeh geli.

 

Screenshot_20170519_100726

Chanyeol segera menggendong Freya yang tubuhnya seringan kapas menuju kamar. Kamar mereka yang bernuansa putih keemasan, pinggiran ranjangnya dihiasi dengna berbagai macang bunga yang Chanyeol sendiri tidak tahu apa namanya, setiap ia bangun tidur bunga – bunga itu berganti dengan sendiri dengan satu kibasan tangan Freya. Ia membaringkan tubuh Freya perlahan, berbaring disebelahnya lalu memberikan pelukan beserta ciuman selamat malam setelah menutup setengah tubuh mereka dengan selimut. “Selamat tidur Love jangan lupa mimpikan aku ya, itu wajib.” Perintah mutlak Chanyeol setiap akan tidur, sedangkan Freya hanya mengangguk setelah terkekeh geli mendengar ucapan kekasihnya. Chanyeol bersenandung sambil mengusap rambut panjang Freya, mengagumi betapa sempurna ciptaan tuhan di pelukannya. Freya bukanlah gadis yang senang bersolek, Chanyeol sejak dulu berfikiran gadis macam itu tidak punya keindahan, seperti bunga yang terbuat dari kertas ia akan lenyap dan kehilangan pesonanya. Sedangkan Freya cantik dengan caranya sendiri, tanpa hal yang terkesan aneh dan itu sudah cukup membuat Chanyeol tak bisa melupannya saat pertemuan pertama mereka.

 

TBC

salam sayang buat kalian semua yang masih menunggu ff ini, Christy seneng banget kalo baca cuitan kalian entah itu di wattpad atau yang secara ngejapri lewat email. itu co cweaatt bangett. Christy sayang kalian *kirim kecup manjha*, banyak juga yang nge DM twitter. walau ff ini tergolong biasa dan tak sesenpai ff staff exoffi lainnya. Christy ucapkan terima kasih pada kalian semua. ini bukan Comeback, Christy hanya akan ngelanjut ff ini kalau real time bersahabat. kalau minggu besok update berarti Christy yang lagi kesambet. hehehe

salam sayang Christy Wu

XOXO

20 tanggapan untuk “You and I [Chapter 10]- By Christy Wu”

  1. ihhhhh demi apa seneng banget ini dilanjutin dan langsung disuguhin mr. rouler ama nyonya gremory huhuhu. Terima kasih udah update kak Christy ❤

  2. Ini dia…. sestal moment yang ditunggu2 akhirnya datang juga… next chapternya harus ada sestal momentnya ya…. buat krystal sama sehun cepet nikah dong… wkwkwk ditunggu ya nextnya…. semangat buat nulisnya…. semoga cepat update…. karena udag penasaran pake bangat….

  3. Akhirnyaaa kak christy update jugaa. Cerita yang selalu tak tungguin, makasih buat ngasih vitamin di sore ini.
    Aku selalu nunggu pangeran vandersmith kesayanganku 😚
    Btw, banyakin part chanyeol-freya ya kak 🙃

  4. Ya ampunnnnn ne crta hrus cepet2 d pub d wattpad deh cris. Soalnya keren gila tau gk….. aq skrng on d wattpad trus solanya… dn lagi aq pkir bkal gk d lnjut ekhhh pas d lnjut beuhhhhhhh seneng bnget aq mna smua cast nya lg kasmaran smua…. top dehhhhhh d tnggu lnjutanya jngan engga hayoooo hahahahhaah

  5. wahhh yg udah lama d tunggu akhirnya nongol juga yaaa, dan puas banget baca chapter ini cuma satu yg kurang moment kaianna g’ ada tpi gpp dech yaa,,ini juga udah cukup ngobatin kangen sm you and I nya..
    ditunggu lanjutannya kak fighting!!!

  6. Loh kak christy juga nulis di wattpad , apa namanya kok aku gak tahu… ih kak christy jahat
    Tpi omong omong chapter ini keren sweet and awsome

Tinggalkan Balasan ke isjunq Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s