GIDARYEO – 10th Page — IRISH’s Tale

GIDARYEO

| Kajima`s 2nd Story |

|  EXO Members |

| OC`s Lee Injung — Kim Ahri — Park Anna — Maaya Halley — Byun Injung — Lee Jangmi |

|  Crime  — Family — Fantasy — Melodrama — Supranatural — Suspense  |

|  Chapterred  |  Rated R for violence and gore, language including sexual references, and some harsh words and/or action   |

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2017 © Little Tale and Art Created by IRISH

Show List:

Teaser Pt. 1Teaser Pt. 4 | 1st Page5th Page | 6th Page7th Page8th Page9th Page

♫ ♪ ♫ ♪

In Injung’s Eyes…

“Kenapa kau meninggalkan Kai dan Anna?”

Aku bertanya pada Sehun saat Ia masih terkekeh karena Kai menutup teleponnya secara tiba-tiba. Aku sangat mempertanyakan sikap anehnya. Ia tidak seharusnya meninggalkan Anna sendirian dirumah, apa itu sebabnya ia memanggil Kai? Atau karena ia memang mengetahui sesuatu? Seperti… mendengar pikiran Anna yang mengatakan bahwa ia tertarik pada Kai misalnya.

“Tentu saja karena mereka saling menyukai.” ucap Sehun enteng membuatku terkejut.

“Benarkah? Apa kau mendengar pikiran Anna?”

Sehun menyernyit, dan menggeleng pelan.

“Tidak, aku tidak mendengar pikirannya.”

“Lalu bagaimana bisa kau mengatakan hal itu?” ucapku kesal, ia tidak menjawab pertanyaanku dan malah memberiku lebih banyak pertanyaan lagi.

“Aku hanya merasa seperti itu. Kau tahu, seperti perasaanmu saat melihat Ahri bersama Chanyeol.” ucap Sehun.

Aku menyernyit.

“Kau tahu, kurasa Anna sudah menyukai seseorang yang lain.”

“Benarkah? Apa kau sudah menanyakan padanya?”

“Tentu saja tidak. Anna sangat pendiam di rumah, walaupun aku yakin ia sebenarnya tidak sependiam itu. Apa menurutmu dia tidak suka pada kita?” tanyaku membuat Sehun menggeleng pelan.

“Tidak, kurasa dia suka dirumah, ia hanya tidak tahu harus berbuat apa karena dia tidak mengenal kita.”

Aku berdecak pelan. Sejak awal kedatangan Anna aku sudah bertanya-tanya pada Sehun kenapa dia harus melibatkan orang lain lagi. Dan terutama—karena Anna benar-benar masih muda—ia pasti merasa canggung berada didekatku dan Ahri.

Ahri. Ah. Bicara tentangnya sekarang membuatku teringat tentang bagaimana kami terpisah dulu. Saat aku mati-matian menolaknya untuk ikut denganku. Aku bahkan tidak tahu bagaimana nasib Ahri sekarang.

“Sehun-ah, apa kau tahu bagaimana keadaan Ahri?” ucapku akhirnya

Sehun mengangguk.

“Ya, tentu saja aku tahu, jarang sekali kau langsung mengutarakan pikiranmu.” ucap Sehun membuatku terdiam.

“Benarkah?”

“Biasanya kau selalu meneliti segalanya dengan pikiranmu.”

“Dan kau pikir aku tidak bisa berubah?” ucapku kesal.

Sehun tergelak. “Baiklah, kau sudah betambah tua.”

“Apa?”

“Oh, kita sudah sampai.” ucap Sehun tidak menyahutiku.

Aku segera menatap sekelilingku. Menyadari bahwa kami sekarang sudah ada di depan sebuah apertemen kecil.

“Tempat apa ini?” tanyaku pada Sehun

“Tentu saja ini adalah tempat seseorang yang ka—” ucapan Sehun terhenti, tatapannya sekarang tertuju ke bagian atas apertemen.

Secara otomatis aku melemparkan pandanganku ke sana, dan aku terkesiap saat melihat seseorang dengan setelan serba hitam, dan juga jubah berwarna hitam yang tertiup angin, berdiri di ujung gedung.

“Dia tidak mungkin mau bunuh diri dengan pakaian seperti itu.” ucapku menyimpulkan.

Aku kembali memfokuskan pandanganku, dan tiba-tiba saja sosok itu melompat—aku tak bisa mengatakan ia terjatuh karena nyatanya dia melompat dari atas apertemen dan kini berdiri tepat di hadapan kami.

“K-Kau!” aku tercekat saat sadar bahwa sosok ini adalah sosok yang beberapa waktu lalu muncul di pesta yang diadakan di ballroom hotel dan mengatakan bahwa dia mengenalku.

Dan beberapa saat setelah itu, Sehun juga Kai datang dan membawaku ke Seoul. Dia… bukankah dia adalah buronan di Venezuela?!

Lama tidak bertemu, Julie.”

Ia berucap masih dengan aksen yang sama seperti saat kami bertemu dulu.

“Kau mengenalnya Injung?” ucap Sehun padaku.

Aku membeku. Sosok ini sekarang memang tidak menggunakan topeng yang menutupi seluruh wajahnya, tapi topeng itu hanya menutupi separuh wajahnya. Sekarang aku bisa melihat jelas senyumnya yang seolah mengejekku juga Sehun.

“Aku pernah bertemu dengannya.” ucapku.

Sosok itu tertawa pelan. “Bukankah kau mengenalku?” Ia kini berucap dengan bahasa korea, dan tatapannya bersarang pada Sehun.

“Kurasa kau benar-benar bukan temanku.” ucap Sehun.

Teman? Apa yang sedang Sehun bicarakan?

“Jangan percaya padanya, Injung, kau tahu aku adalah temanmu bukan?” ucap sosok itu padaku. Sehun dengan cepat langsung mencekal lenganku, menjauhkanku dari sosok itu, dan hal itu membuat sosok itu menatap kami bergiliran.

“Siapa manusia yang kalian libatkan itu? Aku sangat tertarik untuk mengenalnya.” ucap sosok itu membuatku segera teringat pada Anna.

Anna. Apa ia bicara tentang Anna?

“Ah, namanya Anna?” ucap sosok itu kembali membuatku terkesiap.

“Kau… seorang VPGN?” tanyaku.

Ia tertawa, sangat pelan.

“Kemampuanku dan caraku bersikap membuatmu berpikir aku seperti VPGN untukmu, Oh Sehun?” tanyanya pada Sehun.

“Dari caramu menelanjangi pikiranku, kau jelas seorang A-VG.”

Sosok itu melangkah mendekatiku, dan aku tentu saja tidak tinggal diam. Aku segera melangkah menjauhinya, beringsut mencari perlindungan pada Sehun.

“Siapa kau?” tanya Sehun akhirnya.

Sosok itu menatap Sehun. “Kita akan segera bertemu, tenang saja.”

Ia berucap singkat dan langsung melesat hilang begitu saja. Sementara aku masih berdiri dalam ketidakpercayaan.

“Bagaimana kau tahu dia seorang A-VG?” tanyaku pada Sehun.

“Dan apa yang membuatmu berpikir dia seorang VPGN?” tanya Sehun padaku.

“Karena dia menyebut nama Anna tepat setelah aku memikirkan Anna.”

“Dia juga menyebut Anna saat aku baru saja memikirkan gadis itu.”

Aku menatap Sehun. Jadi dia juga memikirkan Anna saat sosok itu mengucapkan tentang ‘manusia yang dilibatkan lagi’? VPGN bisa membaca pikiran manusia, dan A-VG bisa membaca pikiran VPGN. Lalu sosok itu…

“Menurutmu… pikiran siapa yang bisa dibacanya?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Anna’s Eyes…

“Jadi, mana yang lebih kau sukai? Kyungsoo? Atau Kai?”

Aku menatap Baekhyun saat dia tiba-tiba saja bertanya seperti itu. Jujur saja, melihat wajahnya, maksudku, luka di wajahnya, masih membuatku merasa aneh. Aku tidak bisa menahan diriku dari rasa penasaran untuk tahu penyebab luka itu.

“Aku suka keduanya. Mereka sangat baik padaku. Ya, meskipun kadang-kadang menyebalkan.”

Tapi… kenapa dia bicara soal Kai dan Kyungsoo? Siapa yang lebih kusukai?

“Kau tahu kau tidak bisa memilih keduanya, bukan?”

“Maksudmu?” aku akhirnya berucap.

Senyum kecil muncul diwajah Baekhyun.

“Kau tahu, dua orang itu punya ketertarikan yang besar padamu. Dan kurasa, tidak mungkin kau tidak tertarik pada salah seorangpun. Jadi, siapa yang paling menarik perhatianmu?” tanya Baekhyun membuatku kembali berpikir

Mana yang lebih membuatku tertarik?

Kai baik. Kyungsoo juga baik. Kai suka mengerjaiku. Dan Kyungsoo juga sepertinya suka mengerjaiku. Semuanya baik padaku. Aku menatap Baekhyun, mempertanyakan sisi ‘tertarik’ apa yang harus kujelaskan padanya?

“Sejujurnya… Bukan mereka berdua yang membuatku merasa tertarik.” ucapku kemudian.

“Lalu siapa?” tanya Baekhyun sambil menatapku.

Aku mengenal Kyungsoo, dan aku juga sudah mulai mengenal Kai. Tapi pemuda di depanku? Aku sama sekali belum tahu apapun tentangnya.

“Kau, Baekhyun.” ucapanku segera membuat Baekhyun menatap terkejut. “Aku?” ulangnya.

Aku mengangguk.

“Aku sudah mengenal Kai, dan Kyungsoo, tapi aku baru mengenalmu hari ini. Jadi, kurasa kau membuatku paling tertarik karena aku tidak tahu apapun tentangmu. Dulu aku bekerja sebagai news finder di Venezuela, hal-hal yang tidak kuketahui adalah sumber ketertarikan utamaku.” ucapku menjelaskan.

“Ah…” ekspresi Baekhyun mulai berubah santai. Ia tersenyum padaku, membuatku menatapnya, “…, karena aku juga akan tinggal bersama kalian, kurasa kau akan tahu banyak tentangku nanti.” ucapnya lagi.

Aku mengangguk.

“Benar juga. Jadi, apa aku sudah menjawab pertanyaanmu?”

Baekhyun menggeleng.

“Sebenarnya tidak. Karena alasan ketertarikanmu bukanlah yang aku maksud.”

“Eh? Lalu?”

Ia menatapku, lama. Membuatku merasa aneh juga karena dia terus menatapku tanpa bicara apapun.

“Kenapa?” tanyaku.

“Apa kau tidak sadar? Dalam pandanganku sepertinya Kyungsoo dan Kai sama-sama menyukaimu.”

“Benarkah?” kali ini aku terkesiap.

“Hanya pendapat.” ucapnya meralat.

“Aku hanya merasa mereka baik padaku.”

“Kurasa kau tidak merasakan tanda dari mereka karena kau sudah menyukai seseorang yang lain, apa benar begitu?”

Ingatanku langsung tertuju pada Shadow of The Dark saat ia bicara tentang ‘seseorang yang lain’ itu. Dan melihat aku terdiam cukup lama dalam ekspresi mematung yang sama, Baekhyun tertawa.

“Aku yakin ucapanku benar.” ucapnya.

Apa ekspresi itu sangat terlihat jelas di wajahku?

“Ekspresimu sangat menghibur.” ucapnya lagi membuatku segera mengalihkan pandanganku.

“Lagipula, apa makhluk bukan manusia juga bisa menyukai manusia?”

“Makhluk bukan manusia?” Baekhyun menyernyit

“Ya, begitulah aku menyebut kalian—oh, tidak, hanya Kai dan Sehun sebenarnya.”

“VPGN. Kami adalah VPGN.” ucap Baekhyun.

V—apa? VPGN? Tunggu. Kata-kata ini sangat familiar ditelingaku.

“VPGN-74?” tanyaku pada Baekhyun.

Dia baru saja akan membuka mulut dan menjelaskan padaku saat Kai muncul secara tiba-tiba, sangat mengejutkan.

“Kenapa kau lama sekali?” ucap Baekhyun. Dia menatap Kai dengan pandangan aneh, apa Kai biasanya tidak berteleportasi dalam waktu lama?

“Oh, maaf, ada sedikit masalah. Sehun dan Injung sudah menjemput Ahri, kurasa mereka bertemu dengan seorang A-VG.”

“Benarkah?” kali ini Baekhyun memperhatikan Kai.

“Ya, dan aku harus segera merapikan rumah.” ucap Kai sambil memutar bola matanya kesal, sementara dia sibuk memindahkan barang-barang yang ada disana ke dekatnya.

“Kau bawa saja barang-barang ini.” ucap Baekhyun.

“Lalu kau dan Anna?” Kai menyernyit menatap kami berdua.

“Kami bisa naik bus. Kita akan bertukar banyak cerita bukan Anna?” ucap Baekhyun langsung kusahuti dengan anggukan cepat.

Kai menatap kami berdua bergiliran. Dan menggeleng pelan.

“Aku heran bagaimana gadis satu ini bisa begitu cepat mengenal siapapun.” ucapnya sebelum dia melangkah mendekati benda-benda di sana. “Jangan khawatir Anna, di antara kami, Baekhyun satu-satunya yang paling mendekati manusia.”

“Kenapa begitu?” ucapku bingung.

“Kau tanyakan saja padanya.” ucap Kai sebelum dia menghilang bersama barang-barang yang ada di sana.

“Apa maksud ucapannya?” tanyaku pada Baekhyun

Baekhyun tersenyum. “Karena aku dulu seorang manusia. Bukankah aku harusnya menjelaskan tentang VPGN dulu padamu?”

Aku mengangguk-angguk. “Benar. Kau berhutang banyak penjelasan padaku.”

“Kau seperti news finder yang sedang menanyai saksinya.” ucap Baekhyun tergelak, dia kemudian melipat kursi yang tadi didudukinya, dan menyandarkan kursi itu di tembok.

Mengikuti tindakannya, aku juga segera merapikan kursi yang tadi kududuki. Aku menatap rumah besar ini sekali lagi.

“Kau dan Kyungsoo tidak akan tinggal disini lagi?” ucapku.

“Kurasa tidak, kecuali ada hal buruk terjadi, aku akan kembali kesini. Walaupun rumah ini terlihat biasa saja, tapi perlindungannya tidak kalah dengan milik VPGN yang lain.”

“Apa rumah semua VPGN harus punya perlindungan?”

“Ya. Tentu saja, keberadaan kami adalah ancaman, dan kami tidak tahu kapan harus berlindung jika ada serangan secara tiba-tiba.”

Aku kini mengikuti langkah Baekhyun keluar dari gerbang, dan saat gerbang besarnya tertutup, cahaya di rumah itu perlahan meredup. Menyisakan sepasang lampu berwarna jingga terang di depan rumah.

“Apa lampu ini juga perlindungan?” tanyaku sambil menunjuk ke arah dua lampu jingga itu. “Ya, ini perlindungan pertama.” ucap Baekhyun

“Ah…”

Hebat sekali. Aku bahkan tidak pernah berpikir jika sebuah lampu bisa jadi perlindungan. Ah, begitu banyak hal ingin aku tanyakan pada Baekhyun, apa dia tidak keberatan untuk menjawab semuanya?

“Kau tidak keberatan kalau aku bertanya banyak hal?” tanyaku sambil mengawasi ekspresinya.

Baekhyun masih melanjutkan langkah santainya. “Tentu saja tidak, kenapa aku harus keberatan? Dulu aku juga bercerita banyak pada Injung.” ucapnya sambil tersenyum padaku.

Kami sekarang berjalan menyusuri jalanan besar di perumahan tempatnya tinggal sebelum ini. Dan aku mulai menyusun pertanyaan-pertanyaan di dalam benakku.

“Jadi, dari mana aku harus memulai? Tentang apa itu VPGN-74?” tanya Baekhyun membuatku terdiam.

VPGN-74. Tunggu. Benar. Shadow of The Dark. Dulu beberapa orang pernah menyimpulkan bahwa Shadow of The Dark adalah seorang VPGN-74. Karena dia selalu meninggalkan korbannya kehabisan darah.

“Bukankah… VPGN adalah vampire?” tanyaku pelan.

Ia mengangguk-angguk pelan, tatapannya tampak menerawang, karena dia berjalan di sisi kananku, dan wajah sebelah kirinya tidak terluka sama sekali, aku merasa lega, entah karena apa. Karena tidak harus melihat luka di wajahnya, atau karena tidak harus menghakimi orang yang membuat wajahnya terluka.

“Ya, VPGN-74 adalah vampire, secara genetik. Dulu VPGN dirancang dengan genetik sehingga mereka punya fisik seperti manusia.”

“Jadi, VPGN bukan manusia?”

“Tidak, VPGN adalah manusia buatan. Itulah kenapa aku berbeda.”

“Kenapa kau berbeda?” tanyaku penasaran.

“Karena aku dulunya seorang manusia.”

“Benarkah?”

“Itu cerita lain. Jika kau pernah membaca tentang VPGN, kau pasti berpikir kami masih mengkonsumsi darah, seperti vampire. Tapi itu sudah tidak terjadi. Darah bukan lagi kebutuhan pokok kami karena kami sudah terbiasa hidup seperti manusia.”

“Lalu, apa kalian makan seperti manusia?”

Baekhyun tidak menyahut, kami sudah sampai di halte sekarang, dan akhirnya ia duduk di halte, karena ketertarikanku sangat tinggi pada penjelasannya, aku duduk tepat di sampingnya, tidak memikirkan untuk menjaga jarak sedikit pun.

“Sekarang kami sudah terbiasa makan seperti manusia.” tuturnya.

“Tapi… Bukankah VPGN berasal dari Venezuela?” Baekhyun menatapku. “Kenapa? Kau merasa bahwa di negara asalmu ada VPGN lain?”

Aku terkesiap.

“Kapan aku mengatakan bahwa aku berasal dari Venezuela?” pertanyaanku membuat Baekhyun tertawa.

“Kau mengatakannya tadi.”

“Benarkah?” aku menatapnya curiga.

“Ya. Kau tidak ingat? Kau menjelaskannya sebagai alasan bahwa kau tertarik padaku dan bukannya Kyungsoo ataupun Kai.” aku segera mengerjap cepat. Benar. Bodoh. Bagaimana aku bisa melupakannya dengan cepat?

“VPGN memang berasal dari Venezuela. Dan semua VPGN punya ingatan jelas tentang Venezuela.”

“Jadi walaupun sekarang kau ada di Venezuela, kau akan dengan mudah tahu tentang Venezuela?” tanyaku. “Ya, kami semua akan tahu dengan mudah—ah, sebenarnya tidak hanya kami yang akan tahu.”

“Lalu… siapa lagi?”

“A-VG.”

“Apa itu A-VG?”

Anti-Vampire Gen. Gen buatan kedua yang dibuat. Seperti namanya, A-VG ini bertugas untuk memburu dan membunuh VPGN.”

Aku menyernyit. “Apa kalian berbeda?”

“Secara fisik dan kemampuan? Ya. VPGN bisa membaca pikiran manusia, tapi para A-VG bisa membaca pikiran VPGN. Mereka juga bisa berubah menjadi mutan. Kau tahu mutan bukan?”

Aku mengangguk-angguk cepat.

“Oh… Mutan makhluk mengerikan seperti yang ada di film.”

Baekhyun tersenyum. “Mereka bisa berubah seperti itu.”

“Lalu… Apa kemampuan semua VPGN sama?”

“Tentu saja berbeda. Kai dengan teleportasinya, Sehun dengan kekuatan anginnya, Kyungsoo yang menguasai kekuatan bumi, lalu dua temanku yang lain, penguasa air dan api.”

Whoah… Masih ada dua VPGN lagi?” ucapku tak percaya.

Keberadaan empat makhluk bukan manusi—tidak, VPGN ini saja sudah membuatku terperangah, dan sekarang Baekhyun mengatakan bahwa masih ada dua lagi?

“Ya. Chanyeol dan Suho. Kau akan segera menemui mereka juga.”

“Dan… apa kekuatanmu?” tanyaku membuat Baekhyun menatapku.

“Cahaya.” jawabnya sambil menengadahkan telapak tangannya.

Aku terkesiap saat cahaya terang muncul di telapak tangannya, tapi Baekhyun dengan cepat langsung menghilangkan cahaya itu.

“Semua orang akan merasa aneh jika melihatnya. Cahaya bukan kekuatan yang begitu berguna.” ucap Baekhyun.

“Kau bilang cahaya tidak berguna?” ucapku tidak terima.

“Memang, kekuatan ini sangat simpel, tidak berbahaya, tidak bisa menyerang, tidak bisa melindungi. Sangat lemah.”

“Justru itulah alasan yang membuat cahaya sangat berguna.” ucapku membuat Baekhyun menatapku, lama.

“Kenapa?” tanyanya

“Kau tidak tahu bagaimana takutnya aku saat Kai bisa berpindah tempat? Atau mendengar bahwa Kyungsoo bisa saja membuat gempa karena kemampuan buminya? Aku juga takut membayangkan seseorang menguasai api dan air.

“Dan Sehun, astaga, melihatnya saja sudah membuatku sangat kesal. Kekuatanmu adalah satu-satunya yang bisa membuat seorang manusia sepertiku merasa aman dan nyaman tanpa harus merasa ketakutan.” ucapku

“Tidak menakutkan, dan lemah.” imbuh Baekhyun.

Aku berdecak pelan. “Bagiku justru kekuatanmu akan sangat berguna. Saat keadaan gelap, tidak ada yang bisa tahu bahaya apa yang mungkin datang. Tapi saat ada cahaya, semua orang bisa waspada dan mengawasi sekitarnya bukan?”

Aku menatap Baekhyun, dan untuk sepersekian detik, tatapan kami beradu.

“Menurutmu kekuatanku tidaklah lemah?” tanyanya.

Aku mengangguk pasti.

“Saat hal buruk terjadi, kegelapan adalah hal dominan yang akan muncul. Dan karena kegelapan akan secara otomatis menimbulkan ketakutan, atau kewaspadaan, aku yakin cahayamu akan sangat berguna. Bukankah cahaya adalah lambang kehidupan dan harapan?”

Baekhyun awalnya terdiam, tapi dia kemudian bergerak mengacak-acak rambutku.

“Usiamu jauh lebih muda daripada Injung—bahkan dulu. Tapi kenapa kau bisa berpikir lebih dewasa daripada Injung?” ucapnya.

“Aku seperti itu?” kataku padanya.

Baekhyun mengangguk. “Injung selalu melihat sebab dan akibat dari suatu kejadian. Ahri selalu menjadi radar emosi karena dia sangat berperasaan, kau tahu? Mereka adalah dua manusia tidak beruntung yang mengenal kami.”

“Tidak beruntung? Kenapa bisa mereka tidak beruntung?” tanyaku.

Baekhyun kembali terdiam beberapa saat.

“Karena bertemu dengan kami, mereka harus kehilangan orang-orang yang mereka sayangi, dan mereka juga harus menghadapi hal yang tidak seharusnya mereka hadapi.”

“Memangnya apa itu? Kejadian apa? Sejujurnya, aku sangat penasaran karena Injung terlihat sangat sedih jika membahas kejadian yang dulu pernah terjadi. Dan aku… aku benci saat jadi satu-satunya orang yang tidak tahu apa-apa.

“Bukan berarti aku ingin mengetahui semuanya. Tapi… aku bahkan tidak tahu kenapa sekarang aku ada di rumah itu, bersama kalian yang dulu saling mengenal. Aku hanya, merasa bahwa seharusnya aku—”

“—Seharusnya kau tahu alasan yang membuatmu ada disini dan juga cerita masa lalu yang mungkin akan membuatmu mengerti tentang keadaan kami?” potong Baekhyun.

Aku menatapnya, dan mengangguk pelan.

“Seperti itulah…” ucapku pelan.

“Aku akan menjelaskannya padamu.”

“Benarkah? Kau tidak keberatan?”

“Kenapa aku harus keberatan? Bukankah kita sekarang saling mengenal, Anna?” tanyanya membuatku tersenyum.

“Ya, dan kau membuatku semakin tertarik pada ceritamu.” ucapku.

Baekhyun tersenyum. Ia sudah akan melanjutkan ceritanya jika saja sebuah bus tidak datang ke halte tempat kami duduk sedari tadi.

Kajja,” ucapnya sambil menarik lenganku dan membawaku naik ke dalam bus.

Kami duduk di deret paling belakang walaupun tidak banyak orang didalam bus. Dan aku mengerti alasannya—walaupun dia tidak menjelaskan alasannya padaku—tapi kurasa mengingat kami akan bicara tentang hal-hal bukan manusia, ada baiknya jika kami duduk di jarak dengar terjauh dari orang-orang yang ada di sini.

“Jadi, siap untuk mendengar ceritanya?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Injung’s Eyes…

Aku masih berdiri kaku saat Sehun berulang kali berusaha menenangkanku. Bagaimana aku bisa tenang saat aku baru saja menghadapi sosok yang begitu menakutkan?

Menakutkan? Kenapa kukatakan begitu?

Karena saat aku di Venezuela dia muncul dan bicara seolah dia mengenalku dengan baik. Membuatku berpikir bahwa dia mungkin adalah Sehun, atau VPGN lain yang kukenal baik—karena dia benar-benar mengenaliku.

Tapi karena tadi… Sehun ada di sebelahku, Kai menjemput Baekhyun juga Kyungsoo, Chanyeol juga tidak diketahui keberadaannya, dan Suho… tidakkah aneh jika aku menuduh mereka berdua sebagai sosok bertopeng itu?

Aku benci keadaan di mana aku terjebak sebagai orang bodoh seperti yang terjadi padaku sekarang. Dan aku lebih membenci keadaan aneh yang dipaksakan Sehun.

“Apa yang kupaksakan?”

“Membawa kami semua kembali.” sahutku.

“Memangnya apa yang salah dengan itu?”

“Oh Sehun, tidakkah kau tahu bagaimana takutnya aku karena kejadian itu? Dan kenapa kau membawa kami kembali? Karena kau berpikir sudah aman? Bagaimana dengan sosok itu?

“Bukankah kau bilang ada kemungkinannya dia seorang A-VG? Jika dia memang benar A-VG, bagaimana jika dia adalah salah satu yang dulu mengenal kita? Itu artinya kemungkinan besar mereka—”

“—Aku tidak tahu kalau kau bisa jadi sangat cerewet seperti ini saat kau bertambah tua, Injung-ah.”

“Apa!?” bagaimana bisa dia membelokkan pembicaraan sejauh itu saat aku bicara serius padanya? Ugh.

“Hal itu tidak akan terjadi.” ucap Sehun.

“Bagaimana tentang—”

“—Kau tidak pernah mencari informasi tentang VPGN lagi?”

“Eh?” aku menyernyit mendengar ucapan Sehun

“Setelah Jiwa VPGN ditaruh pada inang, dan dikembalikan ke pemiliknya, jiwa itu akan menyerap kehidupan manusia dan—”

“—Aku sudah tahu itu. Aku mengalaminya.” potongku cepat.

“Bukan itu yang ingin aku katakan.”

“Lalu?” aku menatap Sehun, menunggu.

“Setelah inang itu kembali dengan membawa kehidupan baru, kemampuan VPGN itu akan meningkat dan terutama jika dia menyerap kehidupan manusia, A-VG tidak akan bisa mengetahui keberadaannya.

“Daya tahan kehidupan VPGN juga berubah, secara keseluruhan, mereka akan berubah seperti program yang sudah diperbarui.”

Aku menyernyit.

“Lalu apa maksudnya?”

Sehun menghembuskan nafas panjang.

“Walaupun sekarang A-VG menyerang kami, kami tidak akan bisa mati. Jadi jiwa itu tidak perlu dititipkan lagi. Dan tidak akan terjadi perang karena A-VG itu juga sudah tahu tentang keadaan kami. Siapapun sosok itu, aku yakin dia punya tujuan lain menemui kita, walaupun dia seorang A-VG, atau seorang VPGN.”

“Maksudmu?” aku semakin bingung mendengar ucapannya

“Dia mungkin… ingin menuntut balas perbuatan seseorang.”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

“…, Jadi kami sebenarnya bisa hidup tenang sekarang karena tubuh kami sudah berubah. Tidak lemah seperti dulu saat A-VG bisa menyerang kami dengan mudah. Jujur saja… Aku hanya takut pada satu hal. Jika saja ada yang kembali untuk menuntut balas pada seseorang, kemungkinan besar perang akan terjadi lagi karena dendam…”

DUK!

Baekhyun baru saja menyelesaikan ceritanya saat mendengar suara gedebum pelan di dekatnya. Saat pemuda itu melemparkan pandangan, ia tertawa pelan melihat Anna yang terantuk ke jendela bus karena tertidur.

Pemuda itu dengan lembut menarik kepala Anna, menyandarkan kepala gadis itu di bahunya. Sebelum dia kemudian menatap ke jalanan kosong di luar jendela.

“Kau pribadi yang sangat menyenangkan Anna. Tidak heran keluargaku dengan mudah tertarik padamu.”

Baekhyun menghembuskan nafas pelan.

“Kau juga terlihat sangat bahagia. Sama persis seperti Ahri dulu sebelum perang itu terjadi. Sama seperti Injung saat bisa berubah dan bahagia. Jika perang itu terjadi lagi… Apa senyummu juga akan hilang setelah perang itu usai?”

Baekhyun menyandarkan tubuhnya, membiarkan Anna tertidur di bahunya sementara bus itu terus berjalan membelah sepinya jalanan menuju kota. Pemuda itu terlarut dalam pikirannya sendiri saat tiba-tiba saja Anna bergerak gelisah di sebelahnya.

“Kau bangun?” tanya Baekhyun, tapi gadis di sebelahnya malah bergerak merangkul lengannya—erat, membuat Baekhyun menyernyit.

“Apa-apaan ini… Dia pasti berpikir aku bantal gra—”

“—Shadow…”

Baekhyun menyernyit saat mendengar Anna bergumam.

ShadowShadow of The Dark…”

Shadow of The Dark?” Baekhyun bergumam pelan, tatapannya masih tertuju pada gadis yang tertidur itu.

Ugh… Ada apa dengan topeng itu… Apa kau menyembunyikan—ah… Aku tetap tertarik padamu…”

Baekhyun tertawa pelan saat mendengar gumaman gadis itu.

“Jadi Shadow of The Dark ini yang membuat Kyungsoo juga Kai sama sekali tidak menarik perhatianmu huh?” ucap Baekhyun sambil menggeleng pelan, ia kemudian kembali menatap ke jalanan kosong saat Anna sudah berhenti bergumam.

Shadow of The Dark…” pemuda itu menggumamkan kata-kata yang keluar dari mulut Anna, ekspresinya terlihat begitu serius.

Pemuda itu baru saja akan mengalihkan pandangannya dari jalanan ketika tatapannya tertuju pada seseorang yang ada di seberang jalan, dan kini tengah menatap ke arahnya.

“Dia…”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

IRISH’s Fingernotes:

Enggak banyak cerita yang bisa aku bagi-bagiin di sini, dan yang ada aku justru bagi-bagi misteri lainnya, BUAKAKAKAKAK. Shadow of The Dark udah semakin membahenol—eh membahana. Dan beberapa clue kecil udah aku selipin di cerita di atas, tentang apa tujuan Shadow ini ada di antara mereka.

Ah, masih kapan ngungkap identitasnya wkwk, yang kasian ya Anna, udah demen-demennya sama Shadow, taunya nanti enggak bisa bersama—inibukanspoilertapikemungkinanaja—lolol.

Aku juga enggak mau banyak bercuit karena hutang fanfiksiku selama dua minggu ini masih bejibun, huhu. Padahal semua fanfiksiku harus kelar sebelum akhir tahun T.T

Ya udah, sampai ketemu dua minggu lagi (kalau enggak ada halangan apapun).

Salam kecup, Irish.

Ps: jangan lupa tinggalkan jejak, karena jejak kalian adalah bagian dari ibadah (‘kan meninggalkan jejak itu perbuatan baik, dan berbuat baik itu ibadah).

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

31 tanggapan untuk “GIDARYEO – 10th Page — IRISH’s Tale”

  1. Oh mungkinkah yg ngeliatin baek disebrang itu si shadow? Ah entahlah.. intinya ch10 ini penuh dgn baek.anna ya ❤ ❤
    next baca lg ka rish~

  2. kenapa banyak moment baek anna maunya baek injung moment,,, SOTD neo nuguya ??? AVG ?? VPGN ?? gara gara chapt ini jadi ragu lagi klo sotd vpgn ditunggu rish lanjutanya

  3. Sooo kesimpulannya si shadow itu bukan kai baekhyun sehun kyungsoo
    trus siapaaaaaa????!
    wut the heck
    aku udah penasaran banget dan digantung begini T.T kak irish tegaaa

  4. Jadi Shadow itu siapa?? Kenapa di chapt ini ane malah tambah bingung? Baekhyun bukan Shadow?? Terus siapa? Luhan? Ato Chanyeol ato Suho? Ato mungkin kai yg bisa teleport jadi dia bisa ke tempat Injung n Sehun padahal dia seharusnya di rumah Baek n Kyung-soo?? Arghhhh… Tau ah. Kak Irish ini emang jago banget buat otak ini​njelimet ga​karuan. Padahal ane masih syedih gegara Hong Joo Ama Baek kau jadikan pasangan beda dunia kak Rish.
    Dan kenapa baru dua Minggu lagi di-updatedi-update kak?? 😭

  5. Shadow telah meng-ambyar-kan hatiqu😂/plak
    Itu yang ketemu sm sehun injung itu shadow ya kak, sama yg ketemu baek juga?? Atau baek ketemu ceye suho??

    Shadow VPGN ap AVG sih kak, klo AVG luhan? Apa bang ipan?? Atau ada tokoh misterius lain?? Sungguh ffmu penuh misteri kak… suka lah pokok nya😂😂💝💝💝

  6. Shadow.. A-VG!? 크리스 kah, luhan kah?
    Wah, trnyt VPGN dah brevolusi ya, trus A-VG jg brevolusi kah??
    I suppose itu Shadow yg liat2an sm 백 di ending chptr ini, am I right?
    Yah, disitulah greget’ny, anne dah sk sm Shadow, pun viceversa, tp ada intrik yg menghadang
    Hawa2ny bkl ada sequel prang dmi bls dendam’ny Shadow nih

  7. Apa orang yang ketemu sama sehun dan injung itu shadow ? Masih menjadi misteri siapa itu shadow ? Pasti mereka saling terhubung satu sama lain

  8. Sekali shadow muncul pasti bikin aku greget bacanya. -_-
    Itu Baekhyun mau aja sih dijadiin bantal guling sama Anna /akujugamau:3/plakk. Pasti nyaman banget ya sampai Anna ngigau gitu /savebaekhyun
    Semangat kak!!!:)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s