[EXOFFI FREELANCE] Three Baby, Three Story (Chapter 5)

IMG_20170827_201707A

Tittle                           : Three Baby, Three Story (chapter 5)

Author                       : Dancinglee_710117

Main Cast                 :

  • Wu Yi Fan / Kris (EXO)
  • Choi Min Ah (OC)
  • Park Chanyeol (EXO)
  • Lee Sejin (OC)
  • Oh Sehoon / Sehun (EXO)
  • Kim Yeora (OC)

 

Other Cast                : find in the story

Genre                        : Romance, School Life, family, little bit Comedy.

Rating                        : PG

Length                       : Chapter

Summary                  :

                                    ‘Tiga pria tampan itu punya BAYI, tapi siapa ibunya?. Apalagi tiga pria itu merasa tidak pernah melakukan hal-hal mesum pada seorang gadis pun. Lantas siapa yang akan merawat BAYI itu?.’

 

~Happy Reading~

 

—Pertemuan Antar Orangtua part 2—

Kegiatan ketiga, menari bersama.

 

Kali ini instrukturnya bukan Kim Seohyun lagi, melainkan wanita lain yang para orangtua temui dengan baju training dan penampilan berantakan tadi. Rupanya wanita bernama Kim Hyoyeon itu merupakan instruktur dalam pengajaran tari, senam dan kegiatan olahraga.Mungkin itulah sebab mengapa dia nampak berantakan.Namun sifatnya sangat ceria dan menyenangkan.

 

Kegiatan kali ini adalah menari dan tidak melibatkan anak, hanya orangtua yang diikutsertakan. Sementara sang anak beristirahat dengan tidur siang, para orangtua menari untuk menunjukan kekompakan dan kemesraan mereka. Kegiatan ini dibagi menjadi berkelompok.Satu kelompok enam orang yang berpasangan. Dan secara kebetulan Kris, Min Ah, Sejin, Chanyeol, Sehun dan Yeora berada dalam kelompok yang sama.Yaitu kelompok dua dengan Kris sebagai ketua pria dan Yeora sebagai ketua wanita.

 

Kim Hyoyeon meminta para ketua untuk berbaris didepan dan mengambil undian untuk tarian apa yang akan mereka pelajari dan bawakan. Kelompok dua akan menarikan popping dance, sesuai dengan undian yang Kris ambil. Min Ah mendengus kesal karena dia tidak bisa menarikan tarian itu.

 

“Kau ini selalu saja mengambil kesialan!” Kesal Min Ah. Kris hanya menghela nafas pasrah, jika soal undian seperti ini sudah bisa dipastikan jika dia akan kalah atau mengambil kesialan.

 

Yeora tak acuh, dia duduk disebelah Sehun.Diantara mereka berenam, sepertinya hanya Sehun yang bisa melakukan popping dance. Sejin, Chanyeol, Kris dan Min Ah jelas-jelas tidak bisa dance apapun jenisnya. Sementara Yeora?, entahlah. Gadis bermarga Kim itu sangat misterius.

 

“Kita usahakan saja. Tidak ada yang tidak bisa setelah belajar.” Yeora berdiri setelah mendengar anggota kelompoknya mengoceh tentang ketidakmampuan dalam dance.“Lagipula Sehun bisa dan dia akan mengajari kalian.”

 

“Lalu kau?” Sejin bertanya.

 

“Aku?, aku jelas tidak ikut.Tidak berminat.”

 

“Sebenarnya berapa umur gadis ini sih?, tidak sopan sekali!” Gumam Kris kesal dengan sikap dingin yeora yang melebihi dirinya.

 

Sehun menahan Yeora dan memintanya untuk tetap ikut.Lagipula itu peraturan yang Kim Hyoyeon, selaku instruktur, berikan. Mau tak mau Yeora harus mengikuti kalau tidak mau membayar 100 ribu won sebagai hukumannya. Sehun mulai memberi pengarahan tentang popping dance dan akhirnya mereka melakukan dengan baik, terutama Yeora.Rupanya gadis itu sangat pandai menari.Sehun tak heran karena Yeora pernah ikut klub tari sekolah.

 

Lalu setiap kelompok harus menampilkan tarian mereka.Kelompok satu memulai dengan tari salsa.Begitu romatis sekali apalagi diselingi ciuman dari salah satu pasangan. Ternyata inilah kenapa para anak diistirahatkan karena mungkin akan ada beberapa adegan romantis yang tidak baik untuk mereka saksikan.

 

Setelah kelompok satu selesai, kelompok dua mulai. Yeora berada di baris depan bersama Sehun, sementara yang lain mengikuti dibelakang. Lagu hip-hop yang cocok dengan popping dance mereka mengalun, memenuhi ruangan.Sehun dan Yeora memulai pembukaan dengan menari duo, setelah intro selesai, tarian inti dari seluruh anggota pun dimulai.Kelompok dua mampu menari dengan baik walau tak sebagus kelompok satu.Setidaknya mereka kompak.

 

Kemudian kelompok selanjutnya tampil dan kelompok dua kembali ketempat seraya mengatur nafas.Kris tampak senang walau tidak begitu baik dalam menari.Dia dan Min Ah kerap kali saling ledek tentang tarian siapa yang paling buruk.Chanyeol dan Sejin saling memuji dengan canggung, dan akhirnya dua orang itu memutuskan untuk bermain kawi-bawi-bo dengan suasana akward. Sehun dan Yeora?, Sehun sibuk berbicara soal Yeora yang -menurutnya- banyak melakukan salah gerakan. Yeora tak membalas, dia tetap dalam sikap dinginnya dan tidak menganggap Sehun ada.

 

***

 

Kegiatan keempat, makan bersama dan pesta penutupan.

 

Kali ini adalah kegiatan terakhir dalam acara pertemuan orangtua. Para orangtua bersama para anak, dipimpin oleh instruktur, makan bersama sambil menikmati penampilan dari beberapa peserta lain. Kursi makan ditata berkelompok dan kelompoknya sama seperti saat menari tadi. Setelah berdoa bersama, kegiatanpun berlangsung.

 

Meja yang lain ramai dengan para orangtua yang saling berbincang, dimana perbincangan tersebut malah menjurus ke bagaimana kehebatan anak mereka, menyombongkan apa yang mereka punya serta diselingi beberapa gossip murahan.

 

Kris yang tadinya melihat meja disebelah mendengus kesal.Dia kembali menghadap keluarga kelompoknya, mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.Sehun bersama Min Ah dan Sejin berbincang ringan soal sifat anak masing-masing, hingga lupa untuk menghabiskan makanan mereka.Chanyeol sedang menyuapi Chanseol yang sedari tadi ribut tidak mau makan. Sementara Yeora?, gadis yang duduk tepat disebelahnya itu hanya makan, makan dan makan dalam diam. Menghabiskan setiap menu yang terletak dipiringnya tanpa peduli keadaan sekitar.

 

“Apa kau sebegitu laparnya?” Tanya Kris pelan, sedikit mencondongkan tubuhnya.

 

Yeora mendongak dan mendapati wajah Kris yang menatapnya heran.Gadis itu mengangguk lalu kembali makan.Kris semakin heran dengan Yeora, bagaimana bisa ada gadis sedingin itu.

 

“Kalau kau masih lapar, kau bisa makan punyaku.”

 

Yeora menatap sebentar pada makanan Kris, lantas mengambilnya. Pria itu sedikit terkejut, dia pikir Yeora akan sungkan dan menjaga image, tapi diluar dugaan gadis itu tanpa ragu mengambil piringnya lalu memakan makanan Kris sampai habis. Kris tersenyum, agaknya dia telah bertemu dengan gadis yang unik.

 

“Aku Kris Wu, kau pasti sudah tahu.”

 

“Ya. Aku Yeora.”

 

Dan beberapa percakapan singkat antar manusia dengan sikap dingin itu berlanjut.Tanpa mereka ketahui ada yang sedari tadi memperhatikan.

 

***

 

“Kris… aku ingin bertanya sesuatu.”

 

Kris menoleh, perasaannya sedikit tidak nyaman dengan perkataan Min Ah barusan.Nada bicara gadis itu aneh, tidak seperti biasanya.Dan untuk pertama kali Min Ah bisa seserius ini.

 

“Silahkan.”

 

“Tentang perjodohan ini. Apa kau tetap ingin meneruskannya?”

 

“Maksudmu?”

 

Min Ah menghela nafas, sebenarnya dadanya sesak ketika harus mempertanyakan hal ini.Tapi dia butuh kepastian. Dia merasa sakit ketika Kris dengan mudahnya tersenyum pada gadis lain, gadis yang sudah mempunyai suami malah!.Dia mencintai Kris, bahkan sebelum perjodohan tersebut ada.Namun melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Kris bisa tersenyum hangat pada Yeora mampu menumbuhkan luka di hatinya.

 

“Kau… jika kau ingin mengakhiri perjodohan ini, aku akan meminta ayah untuk membatalkan pernikahan kita.”Dia menghela nafas sebentar, “Aku tidak mau kita menikah karena keterpaksaan.”

 

Entah mengapa Kris merasa seperti ada batu besar menghujam jantungnya, sakit dan perih.Tapi dia tidak tahu harus bagaimana, ini terlalu mendadak.

 

“Min Ah, apa kau serius?”

 

Gadis yang ditanya tersenyum, “Tentu saja.”Walau dalam hati sebenarnya menjerit keras.

 

Kris mengalihkan pandangan sejenak, kemanapun asal tak menatap mata Min Ah. Dia dilemma, selama ini pria itu selalu ingin bebas dari perjodohan tapi kenapa hatinya seolah tidak mengijinkan Min Ah membatalkannya?.

 

“Bagaimana Kris?”

 

Tidak Kris, inilah yang kau inginkan selama ini.

 

“Baiklah.Aku mengandalkanmu.”

 

Min Ah kembali tersenyum, sanyuman paksa.Matanya mulai memanas, ia lantasberbalik sebelum air mata itu dapat dilihat oleh Kris.

 

“Ya, tenang saja.Semuanya beres.”

 

***

 

“DIMANA OH SEHUN KU?!. DIMANA ANAKKU KAU SEMBUNYIKAN HUH?!”

 

Yeora tersentak.Baru sekian puluh menit yang lalu dia sampai dirumah setelah lelah bekerja paruh waktu, tiba-tiba ada wanita setengah baya dengan dandanan mewah datang dan membentak padanya.

 

“Sehun!, Oh Sehun keluarlah!. Ada yang mencari!”

 

Yeora dengan tenang memanggil Sehun yang berada didalam rumah.Sehun keluar dengan piyama dan itu membuat wanita tadi semakin emosi.Dia menarik kerah kemeja Yeora kasar.

 

“KAU APAKAN ANAKKU?!”

 

“Kenapa?, bukankah dia masih utuh?”

 

‘PLAK’

 

Tamparan keras tepat mengenai pipi kiri Yeora.Ibu Sehun lah pelakunya, dia amat khawatir dengan Sehun yang tidak pulang selama satu bulan dan dengan melihat Sehun keluar dari rumah gadis hanya menggunakan piyama semakin membuat wanita itu berburuk sangka pada Yeora.

 

“Kau gadis miskin!, jangan pernah berharap bisa mendekati anakku lagi!”

 

Yeora memegang pipinya yang perih.Dia kesal, marah, namun tak ada yang bisa dia lakukan.Tubuhnya kaku karena begitu terkejut. Tapi satu yang ia tahu, Sehun tidak punya itikat baik untuk menolongnya. Pria itu hanya diam mematung seperti tong sampah bagi Yeora. Seharusnya dia tahu, tak seharusnya gadis itu membantu Sehun.

 

“Jika sudah selesai anda bisa pergi dari rumah saya.”

 

Yeora berbalik, dia masuk kedalam rumah mengemasi barang-barang Sehun. Kemudian keluar dan melempar tas besar itu tepat di kaki nyonya Oh.

 

“Dasar gadis tengik!”

 

“Maaf, ini bukan lingkungan anda.Jika sekali lagi anda bicara kasar, saya akan berteriak.”

 

Nyonya Oh terpaku, tidak pernah dia menerima perlakuan seperti ini.Ia kemudian pergi bersama Sehun yang ditariknya paksa, tanpa mengambil tas yang Yeora lempar tadi.

 

Setelah dua orang itu tak terlihat lagi, Yeora menangis.Tangisan tanpa suara.Dia masuk kedalam rumah, lalu teringat pada Sebyun yang masih tidur dengan nyenyak. Yeora tersenyum samar, mungkin Sebyun bisa menenangkan perasaannya. Walau sulit, bayi itu sudah menjadi tanggung jawabnya.Sendirian, tanpa Oh Sehun lagi.

 

“Eomma… hiks.”

 

Gadis itu terisak.Perkataan nyonya Oh tadi mampu menyakitinya. Bahkan dia tidak pernah menghina Sehun sama sekali, perbuatan jahat mana yang membuat ibu Sehun begitu marah padanya?.Yeora tidak mengerti, yang jelas, dia merasa kesepian lagi.Dia… sudah terbiasa dengan adanya Oh Sehun, pria manja yang terlampau polos dan kekanakan itu.Namun Yeora sadar, dia tidak pantas untuk Sehun.Sangat tidak pantas.

 

***

 

“Yejin?”

 

Chanyeol terkesiap begitu gadis cantik itu berdiri didepan rumahnya. Kim Yejin, mantan kekasih Chanyeol yang jujur saja, hingga kini dia masih mencintai gadis itu. Yejin adalah cinta pertama Chanyeol, hubungan mereka berjalan lancar hingga tiga tahun.Tapi Yejin harus pergi ke Amerika untuk bersekolah, itulah yang membuat dua sejoli itu putus hubungan.

 

“Chanyeol, si-siapa yang datang?”

 

Suara tergagap Sejin membuat lamunan Chanyeol buyar. Dia ingat kalau ada Sejin dan Chanseol disini!.Jika Yejin tahu dia sudah punya anak -walau bukan anak kandung- maka tamatlah riwayatnya.

 

“Siapa dia Chanyeol?”Tanya Yejin menyelidik.Dia memperhatikan Sejin dari atas kebawah.

 

“O-oh!, Yejin-ah ini Sejin, Lee Sejin. Dia… sepupuku!”

 

Sejin terkejut, tak lama kemudian tersenyum hambar, dia sudah menduga kalau tidak semudah itu Chanyeol akan mengakuinya sebagai kekasih -walau sebenarnya mereka memang sepasang kekasih. Tapi siapa gadis itu hingga Chanyeol tak mau mengakuinya?.

 

Yejin tersenyum, “Aku Kim Yejin, kekasih Chanyeol.”

 

Hati Chanyeol berdegub kencang, agaknya senang mendengar Yejin masih menganggap hubungan mereka. Tapi bagaimana dengan Sejin?, bukankah ini berarti Chanyeol berselingkuh darinya?.

 

Chanyeol membawa Yejin masuk kerumah, lalu menyuruhnya menunggu di ruang tamu sementara Chanyeol menarik paksa Sejin masuk kekamarnya.Pria itu memegang bahu Sejin, seolah gadis itu adalah tumpuannya sekarang.

 

“Sejin-ah, aku mohon. Jangan bicara apapun tentang apa yang terjadi pada Yejin. Ya?”

 

Sejin tak kuasa untuk menolak permohonan kekasihnya, walau hati kecilnya berseru meminta gadis itu menampar Chanyeol karena sudah berani mendua bahkan tak mengakuinya.Sejin tersenyum lantas mengangguk setuju.Kemudian Chanyeol balas tersenyum, memeluk Sejin sebentar lalu melepaskannya.

 

“Terima kasih. Kau adalah dewi penyelamat.” Kata Chanyeol senang, “Tolong jaga Chanseol, dan jika Yejin bertanya bilang saja itu adikmu.”

 

“Ya, aku tahu.Pergilah, dia pasti sudah menunggu.”

 

Chanyeol mengangguk kemudian berlari kecil menuju pintu keluar.Begitu tangannya memegang gagang, Chanyeol berbalik sebentar.

 

“Sekali lagi terima kasih atas pengertianmu. Setelah ini aku akan memberi penjelasan sejelas-jelasnya. Bye!”

 

Setelah Chanyeol pergi Sejin segera merebahkan diri dikasur.Terlalu menyedihkan untuk ditangisi, Sejin sudah tidak sanggup menangis lagi.Perlahan dia menutup mata seiring lelah yang menyergap.Sejin pun tertidur dengan hati yang terluka.

 

Hanya terima kasih yang kau ucapkan?. Pernakah kau meminta maaf karena sudah mempermainkan perasaanku?.Seandainya kau tahu kalau rasa cintaku tidak main-main Park Chanyeol.

 

 

~To Be Continue~

 

Olaaaaaa, akhirnya update chapter kelima yaaah…

Dan tidak terasa detik-demi-detik ff ini end mulai dekat *jadi keinget UNAS juga udah deket hiks…*

Tapi jangan khawatir karena saya sudah menyiapkan sequelnya ahaaay!

Ini udah klimaks yeth… penasaran apa yang akan terjadi pada keluarga absurd ini?

Tunggu kelanjutannya yaaaa….

Oke, RCL Juseyoooo~~~

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Three Baby, Three Story (Chapter 5)”

  1. Wahhh ada sequelnya.. 😀😀
    Keluarga absurd? Bener sih, emang absurd banget.. Hehe
    Meskipun absurd, tetep di tunggu kelanjutannya ya thor..
    Fighting

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s