[EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 16)

CYMERA_20170909_235637.jpg

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

Author | RahayK

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

Yoon So hee  x Baek Eun Ha

Irene Bae  x   Park Ae Ri

Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

Kim Jong In  x   Kai Kim

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter -Sequel

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

Disclaimer | Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Silahkan masuk, Tuan Dellion Foster~”

Tap ..

Tap..

Langkah kaki itu kembali masuk kedalam pendengaran Aeri, wanita itu melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

5 tahun.

Ya, waktu sudah berlalu selama itu, dia adalah sosok yang sangat ia cari hingga beberapa bulan lalu, atau mungkin hari kemarinpun dirinya masih mengharapkan agar ia bertemu dengannya, tapi –apa? Disaat seperti ini orang-orang dari masa lalunya bergilir untuk mendatanginya.

Kini, ia tidak sendiri –ada seseorang berjalan beriringan bersamanya, melingkarkan tangannya dilengan orang yang dulu ia cinta, lelaki itu tersenyum sakartis penuh rasa jijik lalu menghentikan langkahnya tepat dihadapannya yang jaraknya hanya sekitar puluhan sentimeter, ia membungkukkan badannya sebagai formalitas memberi hormat, wanita itu terasa runtuh seketika bahkan lelaki ini belum berkata sepatah katapun.

Eunha hanya mengernyit begitu melihat Baekhyun dengan tampak dinginnya menyeringai pada seorang wanita dengan gaun hitam dan rambut warna senada yang dibiarkan tergerai dengan sorot mata penuh ketakutan dan kekhawatiran.Seakan sosok Baekhyun sama sekali tak pernah terfikir akan berada di hadapannya di saat seperti ini.Namun, melihatnya lagi dengan cermat membuat Eunha merasa bahwa pernah melihat wanita itu sebelum acara ini.

“sepertinya aku pernah bertemu dengan nya..tapi, kapan?dimana?”

Lamunan Eunha kabur begitu Baekhyun kembali meraih tangan Eunha dan menggenggamnya. Gadis itu tak banyak berkutik dan terkejut begitu mendapati Kai juga hadir disana dan berada tepat di sisi kiri dari lelaki yang sepertinya pemilik dari Song Corp.,

“Aku Dellion Foster, senang bertemu dengan anda Tuan Song dan Nyonya Song…’ucap Baekhyun lalu terdiam, ini adalah momen yang paling ia nantikan kejadiannya selama lima tahun terakhir, namun –apakah Baekhyun rela untuk benar-benar menjatuhkan mantan istrinya? Oh tidak. Baekhyun tak pernah berniat untuk berbuat sejahat itu. Ia hanya ingin membuat sebuah kejutan kecil untuk sang mantan istri. Sisa hukuman yang harus Aeri terima secara setimpal biarkan saja Tuhan yang melakukannnya. Walaupun Baekhyun berhak, ia tidak ingin mengotori tangannya sendiri untuk hal yang tidak berguna. Baekhyun hanya takut, bagaimana jika suatu hari nanti, orang yang mulai ia sayangi akan direbut orang lain lagi dan tidak kembali seperti Park Aeri, karena ia telah berbuat melewati batas. Untuk itu, ia tidak ingin menghukum Aeri, walau sebetulnya hati  rapuh milik lelaki itu menginginkannya.

“..kalian pasti sangat terkejut dengan kehadiranku sebagai Dellion Foster. Tenang saja, aku disini akan bertindak sebagai professional   jadi, mari bekerja sama dengan baik, Tuan Song.” ujar Baekhyun sambil tersenyum lebar penuh kemenangan. Ia kemudian mengulurkan tangan sebagai jabat tangan yang segera disambut baik oleh penerus Song Corp. meski air mukanya masih tak menyangka dengan situasi ini dan Kai hanya tertawa sakartis tepat di belakang mereka.

Baekhyun kemudian memeluk Yunhyeong, sementara jepretan kamera mulai meramaikan situasi yang bagai kejutan untuk semua orang yang hadir dalam pesta ulang tahun Song Corp., dengan alis yang naik sebelah, Baekhyun melirik Yunhyeong dari ekor matanya.

“Tentu, terlepas dari semua yang terjadi di masa lalu. Aku sungguh dengan niat baik membantu perusahaanmu untuk bangkit, Song Yunhyeong -ssi.”

“Jadi, seperti ini kau ingin membalas dendam padaku atas Aeri?”

“Bukan seperti itu. Niat baikku kenapa kau jadikan prasangka?huh?Mari bermain dengan adil, jika kau tidak ingin melihat hari esok dengan penuh rasa malu.”

Yunhyeong melepaskan peluk sambut dari Baekhyun, ia ikut memaparkan senyum di depan lensa kamera.

“Perkenalkan aku Dellion Foster dan ini seseorang yang akan aku persunting suatu saat nanti, Baek Eunha.”

“..Eunha, pekernalkan mereka adalah mitra kerja samaku, CEO dari Song Corp. Tuan Song Yunhyeong dan Nona Park Aeri.”

Eunha menunduk hormat lalu mengulas senyum –hari ini Eunha mencoba untuk menjadi elegan agar tidak merusak big day nya seorang Byun Baekhyun.

“Baek Eunha –imnida.”

**

Lelaki itu berjalan seorang diri mendekat pada Aeri yang masih tertegun tak berdaya,ia bahkan sama sekali tak mampu menggeser langkahnya sedikitpun. Ia menjabat tangan Aeri yang gemetar, menutupi ketakutan wanita itu dengan sebuah ulas senyum yang mematikan lalu ia berbisik pada seorag yang pernah menjadi wanita –nya. “Kau tetap cantik sejak terakhir kali aku melihatmu, sejak kita bertatap muka yang terakhir..kau tetap menjadi cantik –dan tak kurang setitikpun..’

Bahu Aeri bergetar hebat, tubuhnya menegang. Bola matanya membulat, irisnya bergetar kentara, membuat lelaki itu merasa puas dengan situasi ini. Akhirnya, setelah menunggu begitu lama untuk menanti datangnya hari ini, akhirnya terjadi juga. Byun Baekhyun amat sangat bahagia.

“Apa itu pujian yang ingin kau dengar setelah 5 tahun berlalu?Dan kau harus tahu,Aeri –ssi, orang yang kau cintai bernama Byun Baekhyun telah tiada 5 tahun lalu.”

Aeri masih menatap Baekhyun tak percaya, ia bahkan kehabisan frasa untuk diucap, bibirnya terlalu kelu untuk menyambut kalimat pahit Baekhyun yang seperti mengutuk semua perbuatannya dimasa silam.

“Kenapa kau membantu Song Corp. untuk bangkit kembali?huh?Sebenarnya, apa rencanamu?”

Baekhyun mengambil dua gelas wine dari waitress yang lewat, lalu memberikan segelas lain untuk Aeri, sebagai pencitraan perusahaan suaminya. Lelaki itu bahkan terlewat memiliki ekspresi yang amat biasa saja bahkan setelah apa yang Aeri lakukan pada dirinya. “Mengapa?Apa jika suamimu itu jatuh miskin kau akan melakukan hal yang sama, seperti lima tahun lalu? Meninggalkan semuanya untuk seorang lain yang lebih baik. Seseorang lain yang dapat menjamin hidupmu kedepan nanti.”ujar Baekhyun tertawa kecil penuh remeh, Aeri yang mendengar itu hanya mencengkram gelas wine nya keras dan meminum wine itu hingga habis tak tersisa.

Baekhyun segera pergi dari sana setelah berucap seperti itu, dan mencari Eunha yang tidak ada dalam pengawasannya.Gadis itu tak pernah berhenti untuk tidak membuatnya khawatir.

Eunha berpapasan dengan Baekhyun yang membuat gadis itu terperanjat kaget, karena tak jauh dari Eunha berjalan, ada Kai di sana yang segera melenggang pergi kearah berlawanan tanpa memerdulikan Baekhyun.

Ahjussi. Kau mengagetkanku.”

Baekhyun  menatap Eunha intens, lalu masih melihat Kai yang masih berjalan dan masuk ke dalam sebuah mobil yang ada di pelataran parkir. “Apa yang kau bicarakan dengan dia?”tanya Baekhyun seperti mengindikasi bahwa Eunha melakukan sebuah kejahatan berkelompok bersama Kai. “Hanya..ini dan itu.”Eunha menjawab ogah pertanyaan Baekhyun.Lalu, memilih untuk duduk di sebuah bangku yang tersedia di dekat mereka berdiri. Gadis itu mengangkat dress bagian bawahnya yang menjuntai hingga menutupi kakinya, dan mencopot high heelsnya dengan tampak kesulitan, Baekhyun hanya menghela nafas, rasanya hampir gila sesaat tadi ketika ia melihat Eunha yang tampak baik-baik saja berbincang dengan Kai, dan sekarang, mengapa juga ia memilihkan heels gadis itu dengan tali, sehingga ia akhirnya harus turut andil, karena gadis itu mengenakan dress dengan v line yang rendah, sehingga ketika ia berbungkuk sedikit bagian dadanya akan terekspos, tentu saja –Baekhyun tidak akan membiarkan pelecahan tak langsung itu terjadi.

Lelaki itu kemudian dengan cepat berjongkok dan membuka tali sepatu high heelsnya, yang membuat Eunha terperanjat kaget. “Ahjussi, tidak perlu..aku –‘

“Diam sebentar.Jangan bergerak.”pinta Baekhyun yang lebih mirip seperti orang mengancam hanya membuat Eunha terdiam seperti kata Baekhyun, lebih tepatnya Baekhyun tak menyadari bahwa begitu ia mengangkat kepalanya nanti, ada kepala Eunha yang hampir saja bersentuhan dengannya dalam itungan inchi. “Ahjussi.. tentang gadis bernama Park Aeri –ssi..sebenarnya siapa?”tanya Eunha seraya menunduk seraya menatap Baekhyun dan menyelami bagaimana raut wajah lelaki itu dari dekat.Eunha tak mengerti, bagaimana jika nanti Baekhyun mengangkat kepalanya ia akan saling tertabrak satu sama lain? Tidakkah sakit?

Baekhyun sibuk membuka tali heels sebelah kiri, namun menjawab tanpa memandang Eunha yang sedang menontonnya secara gratisan. Baekhyun sebenarnya tak ingin bercerita tentang gadis itu, tidak lagi untuk memperdengarkan cerita lalu itu pada Eunha, namun, paling tidak ia harus tahu garis besarnya –karena Eunha telah menyelamatkannya hari ini. “Dia masa laluku.Seseorang seperti dia, pernah ada didalam masa laluku.”

Sshhh

Baekhyun mengangkat kepalanya. Eunha sedikit tersentak namun nyatanya kepala mereka tak saling bertabrakan, justru Baekhyun hanya menatap Eunha tampak lebih tenang dari sebelumnya, lebih tenang dari angin yang berhembus.Dengan sedikit riasan sederhana, membuat Eunha tampak begitu cantik siapapun yang melihatnya, tak terkecuali Baekhyun.

Lelaki itu sempat tak bergeming selama beberapa saat,saat seperti itupun hanya ada angin berhembus dan  ada sebuah detak melebihi normal yang terdengar, bahkan ada juga yang merasa dirinya hilang kendali atas semuanya. Keduanya cukup bingung dengan apa yang sedang mereka rasakan. Sementara disisi lain, ada yang merasa kalah lagi bahkan permainan baru saja bermula, ada lagi yang merasa begitu terpuruk bahwa segalanya akan kembali seperti sebelumnya ia takut semua akan terengggut dari hidupnya cepat atau lambat, dan seorang lain lagi merasa khawatir bahwa hadir seseorang dapat merusak kebahagiaan disisa hidupnya.

Semuanya sangat klise namun transparan.

Sempurna.

**

Eunha sibuk berguling-guling di atas kasur empuknya, meski berantakan, ini adalah tempat ternyaman yang ia dapatkan selama dalam hidupnya, tentu saja itu belum terganti karena gadis itu belum pernah bagaimana nyamannya dada bidang Byun Baekhyun untuk sandaran kepalanya. Mungkin, jika suatu hari ia bisa merasakannya, tempat tidur akan tergantikan dengan dada bidang Baekhyun yang nyaman untuk dipeluk dari kelihatannya. Khayalan Eunha cukup dapat terhenti begitu ia terjerembab dari atas ranjangnya sendiri.

“Aww!aish!”erang Eunha kesakitan.

“Ada apa?”tanya Jisoo untuk Sowon yang sedang mengintip di ambang pintu kamar Eunha yang sedikit terbuka, penasaran karena Sowon tak menjawab akhirnya Jisoo ikut melongok ke dalam kamar Eunha dimana sang empu kamar sedang berada di ruangnya dengan memasang wajah begitu serius di depan layar monitor yang menerangi wajahnya yang tertutupi tudung hoddie yang ia kenakan.

Hoddie itu tak pernah Jisoo lihat sebelumnya, dengan wajah mengernyit ia bergumam, meski ia tahu walapun nanti Sowon mendengarnya ia pasti akan menjawab tidak tahu.

“Hoddie Eunha yang itu tidak pernah aku lihat sebelumnya. Dia baru membelinya?”

Sowon masih asik menonton Eunha yang kelihatan asik dengan kegiatannya. “Mungkin dari lelaki yang mengantarnya pulang waktu dia kehujanan. Sepulang dari Rumah Abu.” Sowon bersuara memberikan respon, membuat Jisoo menganga tak percaya.

“Wah.”decak Jisoo tak menyangka. Sowon menoleh pada Jisoo yang menatapnya kagum, dengan santai ia bertanya “Wae?”

“Jawabanmu kali ini tahu banyak. Apa yang sudah kau makan hari ini?Biasanya kau hanya jawab tidak tahu dan tidak tahu.”selidik Jisoo seraya menepuk bahu Sowon pelan.

“Sepertinya kau dapat banyak berita baru untuk diterbitkan, Reporter Baek.”goda Jisoo yang masuk ke kamar Eunha yang tentu saja berantakkan bukan main. Eunha masih sibuk mengetik beberapa kata terakhir kemudian menutup laptopnya dengan segera.

Tentu. Ini adalah TOP SECRET yang harus diabadikan secara pribadi, dimana selama ini ia bersama seorang peneliti berpotensi dan memiliki saham terbesar di industri Farmasi dan Riset Korea Selatan dan Jerman, jadi ini adalah sebuah jackpot seperti lotere yang dimenangi oleh Jisoo bulan lalu, bahkan lebih berharga dan mahal harganya dari itu. Hal gila  apa yang Tuhan selipkan ketika ia bangun tidur beberapa bulan belakangan ini? Fakta ia memang bersama si peneliti bernama Dellion Foster sampai menghabiskan cukup banyak waktu bersama dengan pria itu sungguh kejutan yang sangat luar biasa bukan main. Bahkan memakan japchae bersama, berlari bersama di bawah hujan juga ia lakukan bersama orang berpengaruh di Industri Obat Korea?

Hidup dan Takdir memang tidak tertebak.

“Bukan sekedar berita. Ini adalah sebuah TOP SECRET!”ujar Eunha masih tersenyum lebar penuh kemenangan.

Tentu saja ia berhak seperti itu. Karena, apa yang direktur Park minta tentang misinya bersama Wonwoo dapat terselesaikan dengan satu jentikkan jari.

^^^

“Jadi.. maksudmu, kau sudah menyelesaikan misimu?”tanya direktur Park dibalik kaca matanya yang masih menatap layar monitor komputernya.

Eunha mengeluarkan sebuah diska lepas yang ia ambil dari sakunya. “Semuanya ada di diska lepas ini. Tapi, berjanjilah satu hal padaku, Daepyeonim Park.”

Seojun tiba-tiba saja bangkit dari tempatnya duduk, mengalihkan atensinya menjadi sepenuhnya pada Eunha yang melangkah mundur spontan. Ia tertarik dengan apa yang Eunha bicarakan. “Apa?”tanya itu keluar dari bibir Seojun.

“Kau bilang ini hanya permintaan pribadimu. Maka apa yang ada di dalam diska lepas ini, jangan dipublikasikan ke khalayak. Setuju denganku atau tidak, Daepyeonim?” Eunha seperti yang membuat kesepakatan, padahal faktanya bossnya adalah Seojun disini. Direktur Park hanya tertawa kecil, lantas mengambil alih diska lepas itu dengan cepat.

“Kau boleh keluar. Aku akan menggunakan ini untuk pribadi. Jadi, jangan khawatir.”

Eunha dipaksa keluar oleh Seojun yang juga keluar dari ruangannya. Kemudian meninggalkan Eunha di depan pintu ruangannya dan berjalan menuju lift.

“Lanjutkan pekerjaanmu.”

^^^

Baekhyun menepikan mobilnya, ia ke apartemen Jaebum karena sekretarisnya itu tak juga menjawab telpon darinya, sementara hari ini adalah jadwal keberangkatannya ke Jerman untuk menemui Namjoon dalam rangka rapat pemegang saham dalam penandatanganan kontrak dengan Song Corp yang sudah ia lakukan minggu lalu.

‘Jangan bilang ia masih tidur sekarang.’ gumam Baekhyun seraya menggelengkan kepalanya, namun ia terperanjat begitu melihat seorang anak tiba-tiba saja muncul dari belakang bagasi mobilnya.

“Astaga!”

“Ahjussi.. anyeonghaseo..”sapa anak itu penuh hormat, ketenangannya seperti ia melihat seseorang dalam diri anak itu. Namun, matanya seakan mengkhawatirkan sesuatu, membuatnya teringat pada dirinya sendiri atau mungkin orang itu yang juga punya kecemasan pada hal yang tak seharusnya ia cemaskan.

“Eoh.. Yunheo -a. Kau tidak ke sekolah?”

Yunheo tak menjawab, namun Baekhyun segera  berjongkok begitu melihat ada goresan luka di lengan kanan Yunheo.

“Kau habis jatuh atau habis bertengkar?Apa karena ini kau tidak sekolah?”tanya Baekhyun lalu membawa Yunheo duduk di tepi jalan. Yunheo dengan takut-takut menatap Baekhyun, namun Baekhyun hanya tersenyum lantas mengambil kotak P3K dari mobilnya.

“Tidak apa.. jika kau menjawabku.. ahjussi tidak akan marah padamu. Jadi.. apa kau bertengkar dengan temanmu di sekolah?”

“Aku.. bertengkar dengan temanku. Karena mereka bilang bahwa ibuku wanita jahat dan ayahku perusak sebuah keluarga.”

Mendengar itu, Baekhyun hanya tersenyum, sebuah senyum antara sakit dan miris. Faktanya memang begitu. Dan, akan selalu begitu faktanya. Yunheo pasti akan mengerti suatu saat.  “Menurutmu, Ibumu adalah orang jahat atau orang baik?” tanya Baekhyun.

“Orang yang baik.”

“Orang tua akan melakukan apapun untuk membuat anaknya senang. Jadi, dengarkan ahjussi..”ujar Baekhyun seraya mengenggam tangan anak itu penuh kehangatan. Ia memberikan sebuah petuah kepada seorang anak yang merupakan ayahnya adalah perebut istrinya. Perebut separuh dari hidupnya.

“..jika suatu hari nanti, Yunheo sudah mengerti mengapa orang berkata seperti itu tentang ayah dan ibumu, ahjussi ingin kau jangan membenci mereka. Bagaimanapun, itu semua demi  menciptakan kebahagiaan Yunheo.”

Yunheo hanya memandang Baekhyun lalu beralih pada lukanya yang sudah dibaluti kain kasa oleh Baekhyun. Ia mengangguk lau sebuah senyum merekah diwajah kecilnya.

Baekhyun tak berkata apapun lagi lalu mengembalikan kotak P3K itu pada tempatnya. “Yunheo. jika kau ingin bermain, bermainlah di taman. ahjussi akan pergi ke dalam sebentar dan membawa sebuah bola untukmu. Arrachi?”

“Um, baiklah ahjussi.”

♤♤♤

Eunha tak sadar betul apa alasan yang membawanya hingga ke apartemen dimana ia bertemu dengan Baekhyun sebelum hari pembuktiannya.

Tak sengaja, atensinya beralih pada sebuah mobil yang berada di seberang jalan. Pengemudinya tampak mengenakan masker hitam dan topi, namun matanya membulat begitu mendapati sosok Yunheo sedang menyebrang jalan untuk mengejar seekor kucing.

Mobil itu tampak segera berjalan tanpa ada tanda untuk berhenti membuat Eunha segera berlari secepatnya. “Yunheo!!”

Bruk!

Eunha jatuh tersungkur dimana Yunheo juga terjatuh, bersyukur letak anak itu yang menibani tas tangan Eunha membuat gadis itu bernafas lega bukan main.

“Noona..”lirih Yunheo masih terkejut lalu terduduk di atas aspal, sementara Eunha segera bangun dan berjongkok. Memerhatikan Yunheo dari segala sisi, memastikan anak itu baik-baik saja  tanpa terluka sedikitpun.

“Yunheo -ah. Kau tak apa?Apa kau terluka?”cerca Eunha pada Yunheo dengan banyak tanya, ekspresi wajahnya panik dan pucat bukan main. Ia hanya tidak ingin melihat seseorang melewati maut di hadapannya dengan mata kepalanya sendiri.

Ayahnya sudah seperti itu. Tapi, tidak untuk orang asing bahkan untuk Eunki pun ia tidak sanggup untuk membayangkan tentang itu.

Yunheo hanya mengangguk pelan. “Aku tidak apa dan tidak terluka, Noona..”jawabnya dengan ekspresi yang agak takut dan terkejut. Eunha bernafas lega l, lalu memeluk Yunheo erat seraya mengelus surai hitam milik anak itu.

“Syukurlah..aku tidak tahu harus bagaimana jika kau yang tertabrak, Yunheo.”

Yunheo tersenyum, lantas mengusap pipi Eunha yang basah karena tanpa sadar ia menitikkan air mata. “Geokjeongmayeo, Noona.. aku baik-baik saja.”

“Sedang apa kau di sini?” Baekhyun tiba tiba saja datang dengan sebuah bola sepak ditangannya. Kemudian menyerahkannya pada Yunheo.

“Ada seseorang yang hampir menabrakku.. ahjussi.. lalu noona datang dan menyelamatkanku.. hingga terjatuh..’

Mendengar itu Baekhyun terdiam, memperhatikan Eunha penuh kecermatan meski dalam tatapan dingin.

Kemudian ia hanya acuh dan menuju mobilnya dan membuka pintu kemudi.

“Cepat masuk ke mobil.”pintanya kemudian meski tanpa melihat Eunha tentu saja. Eunha hanya melongo lalu kembali memastikan Yunheo sungguh tidak terluka atau terluka tapi ia hanya diam.

“Aku tidak terluka, Noona..lebih baik sekarang Noona menuruti Ahjussi untuk masuk ke mobil.”celetuknya membuat Eunha yakin bahwa Yunheo memang baik saja. Ia lalu mengulas senyum, “Baiklah. Noona harap kau segera pulang setelah ini. jangan membuat aku dan Ahjussi apalagi ayah dan ibumu khawatir. Call?”

Yunheo mengangguk antusias lalu kembali bersuara sebelum Eunha berjalan. “Noona. Kau tahu?”

Eunha menggeleng seraya membersihkan celana bagian belakangnya yang agak kotor. “Sebelum Noona datang, Ahjussi sungguh baik denganku.”

“Benarkah?”

“Baek Eunha. Ppaliwa!-“

Akhirnya setelah menyuruh Yunheo untuk bermain di taman, Eunha segera masuk ke dalam mobil dan duduk di passenger seat bagian depan. Baekhyun yang duduk di sampingnya hanya menghela nafas panjang. Mengapa setiap kali melihat Eunha membuatnya ingin marah dan tertawa di saat yang bersamaan.

Namun, Baekhyun tidak dapat mengakui sesuatu hal yang menurutnya sangat-sangat tidaklah masuk akal dan tidak terdengar logis untuknya.

Gila.

Baekhyun tidak dapat mengakui bahwa hanya seorang Baek Eunha yang membuatnya hampir mengalami gangguan kejiwaan setelah 5 tahun ia bertemu dengan gadis itu.

Gadis itu hampir -atau memang sudah terlanjur membuatnya gila.

Mebuat Gila seorang Byun Baekhyun.

**

Perjalanan masih jauh, Eunha juga tak begitu tahu kemana Baekhyun akan membawanya. Namun, yang jelas kini lelaki itu sedang fokus menyetir tanpa memerhatikan Eunha begitu intens.

Lelaki itu kemudian menepikan mobilnya pada sebuah jalur yang akan memasuki sebuah Rest Area yang ada di jalan menuju Paju.

“Kau lapar? Ingin makan apa?”tanya Baekhyun datar saja seraya mencari parkiran yang letaknya di bawah pohon yang rindang. Eunha agak terkejut sehingga ia sempat terdiam sebentar lalu menatap Baekhyun ragu, mengapa keadaan seperti ini justru membuat Eunha cemas.

Karena Baekhyun peduli padanya atau karena memang Baekhyun kelihatan seperti orang marah seperti terakhir ia dipergoki ketika habis berbincang dengan Kai.

“Sebelum bertemu denganmu aku baru saja makan dengan Wonwoo dan direkturku.”jawabnya tampak gugup. Eunha kemudian lebih memilih keluar dari mobil sebelum atsmofer di dalam mobil semakin abstrak dan tidak jelas.

Baekhyun ikut turun lalu menghampiri Eunha yang hanya bersandar di pintu mobil yang sudah ia tutup dari tadi.

“Hei. Baek Eunha.”

“Hah?”

“Duduk di sini sebentar.-‘ Baekhyun menarik Eunha untuk duduk disebuah bangku panjang. Ia melipat sedikit baju pada bagian lengan Eunha dan ada luka gores yang darahnya sudah mengering di sana. Lelaki itu kemudian beranjak dan kembali lagi ke mobil mengambil beberapa peralatan medis sederhana yang ia butuhkan.

“Ahjussi..”

“Mengapa menyelamatkan orang lain dan melupakan keselematanmu sendiri, Baek Eunha. Kau membuatku berada dalam situasi yang sulit apa kau tahu itu?” Baekhyun berucap begitu tenang, namun membuat Eunha hampir menitikkan air mata. Baek Hyun adalah orang pertama yang begitu amat mengkhawatirkannya dan berbicara secara jujur.

“Apa ahjussi akan melakukan hal yang sama jika mengalami hal yang sama denganku seperti tadi?”

Baekhyun berfikir sejenak. Lalu bercakap “Seandainya dia adalah orang yang telah menghancurkan hampir seluruh hidupmu, apa kau tetap akan melakukan hal yang sama juga? Ego manusia itu besar, Eunha. Aku tidak mungkin tiba-tiba menjadi orang baik kepada orang yang telah berbuat jahat padaku. Aku bukan malaikat.”terang Baekhyun hanya membuat Eunha terdiam lantas seraya berfikir, apa sedalam itu kesakitan hati yang dirasakan Baekhyun?

“Apa ahjussi percaya bahwa semua akan membaik?Apapun itu.”

Baekhyun membalut tangan Eunha perlahan dengan kasa tipis dan memberinya plester. Ia kemudian memandang eunha sepintas saja, lalu menarik sebuah senyum kecil.

“Apapun itu.. akankah segalanya membaik?Entahlah..”katanya yang berakhir dengan nada tanya, seakan ia mempertanyakan itu pada dirinya sendiri ataukah mungkin pada yang Maha Kuasa.

“Ahjussi..aku..”

“Wae? Apa kau diperlakukan dengan baik di tempat kerjamu? Orang bilang D Magazine penuh dengan orang yang menakutkan.”

“Mereka sangat baik, ahjussi. Dan. . perlakuan mereka juga baik terhadap junior sepertiku.”kata Eunha sedikit lesu, namun Baekhyun tak begitu sadar dengan hal itu. Justru, ia membawa  Eunha untuk makan siang ke sebuah restaurant yang ada di daerah Paju.

***

Eunha membuka pintu kamarnya dengan malas, kemudian sudah ada Jisoo dan sowon di kamarnya. Seperti hendak menginterogasi adik kecilnya itu untuk sesuatu hal yang memang sudah mereka duga sebelumnya.

“Sudah kuduga dari awal lelaki bermarga Byun itu mencurigakan.”papar Jisoo bak detektif sementara Eunha hanya duduk lemas di sebuah kursi depan cermin.

“Wae? Mwondae?”sahut Eunha malas bersandar pada bangkunya. Entah mengapa, walaupun hari ini ia bertemu dengan Baekhyun dan makan siang bersamanya, tak membuatnya antusias dan gembira -justru ia merasa serba salah lantaran ia tak berhasil berbicara dengan jujur pada Baekhyun. Entah masalah artikel  yang ia berikan pada Seojun tanpa izin darinya ataupun tentang jawaban yang tak bisa Eunha berikan secara gamblang tentang dirinya yang sama sekali tak baik di D Magazine.

Jisoo berdiri dari tempatnya duduk dan menyerahkan sebuah tablet yang berisikan sebuah artikel.

“D Magazine yang membuat ini. Tertulis di sana Editor utama adalah namamu, Eunha. Jadi, maksudmu adalah Byun-ssi adalah Dellion Foster, ilmuwan yang sedang diperbincangkan dalam dunia farmasi?”

“Itu..”

“Eoh.. jangan bilang bahwa daepyeonimku yang lama di Jerman selama ini adalah Dellion Foster atau ahjussi-mu itu.”.

Eunha segera mengambil alih tablet itu dari tangan Jisoo, membacanya dengan mata membulat ketika ia sampai pada headline news berita online tersebut. Dan matanya hampir saja melompat keluar begitu ada artikel terbaru lagi yang dirilis, -dan cukup membuat Eunha untuk bilang bahwa ia sudah tamat dengan semuanya. Ralat. Tidak dengan semuanya, namun –mungkin saja, dampak terbesarnya adalah Baekhyun.

–“Dellion Foster seorang Ilmuwan berbakat yang dikambing hitamkan atas Insiden Gohaeng Industry akan melakukan interview EXCLUSIVE PERDANA dengan D MAGAZINE”–

 

To Be Continued…

A.N

Anyeooonggggg!!!!!

Gimana kabar kalian semua? Sudah seminggu bahkan hampir mau dua minggu yaa dari terakhir apdate.. MAAF BANGET karena real-life yang sangat-sangat beneran sibuk lebih dari biasanya. Tapi, bagaimanapun.. untuk tidak mengecewakan kalian aku tiap mau tidur aku usahakan untuk menulis setidaknya 1 paragraf supaya bisa apdate minggu ini. Tentu, bukan hal yang mudah untuk mencari mood ditengah lelahnya saya pulang kuliah yang sebenarnya itu siang, cuman gak tau apa dan kenapa males aja gitu kalo ngetik pulang kuliah.. dan juga tugas saya banyak dan saya itu orangnya mageran gaes.. jadi maaf aja kalo apdate gak bs tiap minggu.

Saya harap, kalian semua menghargai saya sebagai penulis dan juga seorang manusia biasa wakakaka

Buat update.. jangan maksa saya untuk tiap minggu, karena kesibukkan saya itu merupakan tanggung –jawab dan tentu saja menulis ff ini juga tanggung-jawab saya untuk penulis dan juga pembaca yang mungkin aja menunggu..tapi bukan berarti saya harus apdate dengan keadaan dipaksakan, karena percaya gak percaya apapun itu kalo dikerjain dengan paksaan hasilnya gak akan baik.

Menulis itu gak semudah membaca yang udah ada, menulis itu butuh pertimbangan sana sini, dampak apa dan bagaimana efeknya jika saya menulis ini dan ini, bagaimana jika saya memasukkan karakter ini dan ini, seperti itu. Jadi, update saya gak bisa selalu tiap waktu, gak bisa konsisten dan juga on-time, karena menulis itu butuh pikiran dan mood yang baik agar semuanya menjadi bagus dan memuaskan pembaca. Saya ingin memberikan tulisan dan hasil terbaik saya, saya ingin membuat pembaca terus menuliskan pemikirannya dalam kolom komentar, saya juga ingin termotivasi dari komentar yang ada.. untuk itu,, untuk kalian para pembaca yang selalu berhasil memasukkan karya saya ke dalam MOST VISITED harian, saya berterimakasih banyak. Dan untuk para reader yang selalu setia sama komennya saya juga berterimakasih, untuk para pembaca yang masih belom juga memberikan pemikirannya, saya harap segera dibukakan pintu hatinya untuk menuliskan sebuah komentar. WAIT. KOK AUTHOR JADI KEK USTADZAH? Oke. SKIP.

Saya tau, update saya emang gak selalu bagus.Tapi.. saya selalu mencoba untuk memperbagus setiap kali menerbitkan suatu yang baru.

AND THEN..

Buat let me in.. akan banyak konflik setelah ini.. pokoknya saya harap kalian masih terus membaca let me in hingga selesai. Saya akan membuat Chapter ini sekitar 23 chapter paling banyak atau bisa kurang mungkin sedikit lebih dari itu dan 2 chapter terakhir (24-25) adalah epilog. Terimakasih atas semuanya.. silahkan membaca dan menunggu sisa chapter yang belom terbit dan saya juga belom tulis.

😊😊

SEE YAA~~~ 6.10.2017 / rhyk

21 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 16)”

  1. Wadow ada masalah baru lagi eunha kamu harus jelasin itu pada baek supaya dia nggak marah sama kamu ntar nggak bisa ketemuan lagi kan jadi sedih nggak ada momen baek eunha aku mau mereka bersatu dengan melupakan masa lalu mereka yang kelam aku berharap setelah kejadian ini nggak ada konflik lagi yang bisa membuat baek marah sama eunha cukup aeri aja wanita yg menyakitinya semoga eunha jangan
    Semangat thour nulisnya

  2. Uww waduh waduhh aku harap baekhyun gak salah paham dengan eunha.. takut nihh gak kebayang apa yang akan terjadii.. semoga juga kai tidak berhuat sesuatu yang berbahaya untuk baekhyun. Semangat yaa untuk lanjutinnya i will always support you.. fighting!!

  3. Daebak,, hati ku cenat cenut baca.a,, Rhay lanjut.a jgn lma2 yaa😀 makin penasaran sma kisah baek-eun ha….😊

    Fighting nulisnya😉

  4. ugh… akhirnya update juga… setelah ditunggu dari minggu lalu…jadi author updatenya tiap dua minggu sekali ya…??? tp gk papa deh yang penting sekarang udah d update..hehehe… suka banngettt ceritanya apalagi momentnya BaekHa
    ugh… so sweet bangeettt… aku sampai senyum2 sendiri….
    sangat d tunggu next chapt.nya thor…
    keep spirit never give up always pray 😄😊

    1. gtu deh.. bisa juga lebih karena saya sendiri juga pengen update cepet tapi karena stok chapternya gak ada yaa jadinya gtu deh hehehe
      sabar aja ya morish

  5. aaaa baru baca awalnya aj aq langsung deg degan rasanya …. tapi ka ap yunheo itu anaknya baekhyun ??? kalou iaa’ aq beneran gak rela baekhyun balik sama park aeri apapun alasannya’ sekalipun itu demi anaknya 😢😢😢
    aq berharap ahjussi baekhyun bahagia bersama baek eunha’ dan semoga ahjussi jg cepet bisa nglupain sakit hatinya itu.
    hwaiting buat next chapnya iaa ka … 💪💪☺☺

    1. hai atik maaf atas balasan yang telat.. karna sempet ada problem hehehe.. buat baekhyun akankah balik pada aeri ? will see btw..
      aku masih memikirkan hal lainnya yang gak akan mengecewakan ending ini heheh terimakasih sudah baca

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s