[Lay Birthday Project] Overdue – By Christy Wu

Screenshot_20170905_135049.png

Overdue
Cast : Zhang Yixing & Kenzi Park 
Genre : Dark | Rating : G | Lenght : Vignette
[ Original Story By Christy Wu]
Disclaimer : 
Jika ada kesamaan cerita semua hanya kebetulan, ff ini hanya secuil dari imaginasi author yang absurd dan bersifat menghibur. BTW selamat ulang tahun domba China, semoga makin badasss dengan abs yang mengalihkan dunia Christy dari Sehun.

o0o

 


Piring dan garpu beradu, semua orang berkumpul dalam satu tempat saat memasuki jam makan siang. Mereka makan dan mengobrol dengan berisik hingga remahan makanan berjatuhan mengotori meja dan yang lebih parah tersembur kelawan bicara. Yixing mendengar apa yang semua orang bicarakan dengan jelas. Ia berpura – pura memperhatikan makan siangnya tanpa banyak bicara. Memang siapa yang akan ia ajak bicara. Ia hanya mengaduk – aduk sup macaroni yang hampir dingin. Pojokan kantin tempat yang tidak terlalu diperhatikan menjadi persinggahannya, disaat makan siang ditemani tumpukan buku mengenai ilmu hukum yang tebalnya mungkin bisa dijadikan bantal bagi yang pemalas.
Saat ia bersandar pada kursi, pelayan lewat dihadapannya membawakan segelas Orange jus ke meja seberang. Ia memasukkan sesendok macaroni ke mulut sebelum kembali menoleh pada objek cantik di seberang setelah sosok pelayan kantin yang menutupi pandangannya berlalu pergi. Tanpa sebab ia menunduk malu sambil membenahi kaca mata bulatnya yang tidak merosot dari tempat.

“Hey Kenzi.”

Yixing mendengar seseorang menyebut nama objek yang sejak tadi menjadi fokusnya, dan bahunya menjadi kaku. Ia tidak benar – benar menoleh pada sumber suara namun Yixing jelas tahu siapa yang memanggil objeknya dengan aksen percaya diri macam itu. Luke.
Suara tawa Luke sampai ke meja tempatnya berdiam, walau setengah mati ia menulikan pendengaran. Tangannya mengepal saat Luke membenahi rambut hitam Kenzi yang sengaja terurai, tangannya itu dengan lancang merangkul bahu objek yang sejak tadi ia perhatikan.

“Sssttt.” Yixing mendesis dengan mata terpejam, bagaimana bisa seseorang menyentuh kulit pualam itu dengan leluasa sedangkan ia hanya melihat dari kejauhan. Bagaimana bisa begundal – begundal macam Luke dan teman – temannya mendapat senyuman hangat nan cerah milik Kenzi. Yixing berusaha menahan kerut yang mengancam muncul di wajahnya.

Luke memperhatikannya. Yixing menarik diri menjauh, ia tahu harus meninggalkan kantin sebelum terlambat. Ia harus menyingkir dari suara – suara bising dan tatapan Luke yang terlihat menghakimi.

Terlambat

Luke sudah berdiri dihadapan Yixing saat si pemuda berkaca itu hendak pergi. Di meja seberang Kenzi ikut memperhatikan, kantin menjadi lebih hening. Mungkin menunggu sebuah permainan dimulai.

Luke tanpa sebab membenahi kerah kemeja putih Yixing yang sama sekali tidak kusut, menjauh sedikit untuk menilai sweater cokelat susu yang Yixing kenakan dengan mimik mengejek yang begitu menyebalkan. Kerutan di dahinya jika bisa ingin Yixing setrika, supaya tidak terlalu menjengkelkan saat dilihat. Perawakan bule dengan hidung berbintik merah lebih mengingatkan Yixing pada pantat babi.

“Ada apa Luke?” menarik dirinya Yixing bertanya meredakan malu karena menjadi sorotan. Tampak tidak terima dengan yang ia lakukan wajah Luke tampak memerah.

“Hanya ingin sedikit menyapa, sepertinya kau makan siang sendiri jadi aku hanya ingin menemani.” Yixing duduk dengan paksa saat teman – teman Luke memegang bahunya. Luke tampak mengaduk macaroninya yang sudah dingin dengan posisi berdiri dengan sengaja menumpahkannya ke wajah Yixing. Semua orang memekik namun tak seorang pun yang berani menghentikan. Luke, kawanan dan kejahilannya adalah sesuatu yang perlu kau jauhi.

“ups maaf tanganku licin. Ku rasa kita bisa makan bersama lain kali.” Ujarnya sambil melemparkan mangkok kotor pada tumpukan buku di atas meja. Luke dan kawanannya berlalu dari hadapan Yixing menghampiri Kenzi yang hanya melihatnya sekilas. Mereka berjalan beriringan dengan tangan tangan Luke yang bertengger di bahu Kenzi tanpa ada penolakan dari si gadis.

o0o

Ia berlari menyusuri koridor – koridor kampus yang sepi, berbelok kesudut, melewati beberapa kelas yang lampunya sudah di matikan. Ia masuk ke salah satunya dengan gemetar bersembunyi di bawah bangku paling pojok. Suara langkah kaki membuatnya merinding, ia menahan nafas saat ikat rambutnya sendiri melorot ke bahu. Lelaki itu ada disini, Kenzi tidak menduganya kenapa ia bisa jadi buruan di kampusnya sendiri. derap langkah itu kian mendekat, pintu kelas terbuka dengan decitan yang membuat kulitnya makin pucat. Berjalan beberapa langkah kedepan namun ia berbalik dan pintu tertutup lagi. Kenzi menghembuskan nafasnya dengan badan yang masih gemetar, sepersekian detik ia diam sebelum keluar dari persembunyian.

Sepi

Ia hampir menghembuskan nafasnya lega sebelum seseorang membuka jendela kaca dibelakangnya lalu kembali mengunci tubuh sambil membekap mulutnya dengan sebelah tangan. Kenzi meronta, ia menggigit tangan orang itu, namun tubuhnya kembali tertarik dan ia disudutkan ke dinding dengan kedua tangan yang terkunci ke atas.

Terdengar suara desisan orang dihadapannya yang memakai topi hitam.

“Kenapa kau sangat suka berlari? Apa kau suka bermain petak umpet?” tanya orang itu yang mencengkram dagu Kenzi sampai menghadapnya. Tangisnya pecah, meratapi kesialannya yang tiba – tiba dikejar psikopat gila di kampus sangat malam hari. Jika tahu begini ia tidak akan mengejarkan tugas hingga lebur di perpustakaan kampus.

“Kenapa? Kenapa kau melakukanm ini padaku?” tanyanya, tangannya mulai kebas karena dicengkraman kuat. Bukannya menjawab, si pemuda berlesung pipi itu malah mendekatkan hidungnya dan menggesekkannya pada pipi Kenzi yang banjir air mata dan keringat yang menjadi satu. Badannya makin gemetar saat pemuda itu menghidu di ceruk lehernya.

Sejenak pemuda itu diam mendapati Kenzi yang badannya gemetar, tapi sebelah bibirnya kembali berkedut samar saat mengingat kejadian di kantin tadi siang.

“Jika mereka saja yang brengsek bisa menyentuhmu, kenapa aku tidak?” batin Yixing.

 

FIN

Happy Birthday Yiyi 😊😊😊

Ketahuilah update ff ini begitu banyak pengorbanan, acara modem dan cast laptop kongslet jafi latar belakang keterlambatan tayang. Pengen up juga epep lainnya tapi apa daya Christy ini up dari hp 😂😂. Tunggu beli modem dulu ya gaeesss baru up yang lain.

 

 

One thought on “[Lay Birthday Project] Overdue – By Christy Wu”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s