[LAY BIRTHDAY PROJECT] Ketahuan by ShanShoo

tumblr_inline_oteeiseuFD1qjf486_1280

ShanShoo’s present

Lay x OC/ You

college-life, friendship, fluff // vignette // teenager

-o-

Warning : 1. Lay rasa lokal(?)

  1. Percakapan non baku alias bahasa sehari-hari. Yang nggak suka, nggak usah baca x)

WordPress : ShanShoo || Wattpad : Ikhsaniaty

-o-

 

            Kelas Fakultas Teknik pagi itu masih sepi. Hanya ada beberapa orang mahasiswa yang baru datang dan memarkirkan motornya di area parkir. Mereka berjalan gontai, karena tahu kalau waktu mereka untuk memasuki jam kuliah pertama masih cukup lama. Mereka jadi bisa menghabiskan waktunya pergi ke kantin, sekadar untuk makan semangkuk bubur ayam, atau nasi kuning buatan Bi Inah yang sudah terkenal akan kelezatan serta porsinya yang jumbo.

Lay Mahendra, salah seorang yang juga merupakan anak Fakultas Teknik di Universitas terbaik di kota Jakarta pun sudah memarkirkan motor Vario-nya di antara beberapa deret motor mahasiswa yang lain. Ia tidak datang sendiri. Ada Stella, perempuan yang mengenyam pendidikannya di Fakultas Kesenian itu memang sudah biasa berangkat kuliah bersama Lay, teman semasa SMA-nya―karena kebetulan, jam kuliah mereka selalu sama. Jarak gedung fakultas mereka berdua juga tidak terlalu jauh. Jadi, mereka juga bisa menikmati waktu di kantin untuk sarapan pagi.

“Lay, doain gue, ya, semoga acara evaluasi teater hari ini berjalan dengan baik,” kata Stella, memulai percakapan. Selagi mereka duduk di kursi kantin yang sudah mulai dipadati banyak mahasiswa.

“Sudah pasti dong, gue doain.” Lay menyengir lebar. Jenis cengiran yang entah kenapa akhir-akhir ini, selalu berhasil membangkitkan semangat Stella yang sempat padam lantaran sering dihadapkan pada berbagai macam tes memberatkan di fakultasnya. “Jam berapa mulainya?”

“Jam sepuluh, pas kelas yang lain masuk jam istirahat,” sahut Stella. Ia lantas memesan seporsi bubur ayam, sementara Lay memesan sepiring gado-gado kesukaannya.

Lay yang duduk di hadapannya lekas mengangguk kecil. “Oke deh. Kalo sempet, gue bakal nonton pementasan teater kelas lo,” ujarnya, yang secara perlahan membuat senyuman mengembang Stella terlihat.

“Lo emang temen terbaik gue, deh.” Stella meninju ringan bahu Lay dengan kepalan tangannya. Keduanya kini tertawa kecil, dan beberapa saat setelah pesanan mereka datang, mereka langsung menyantapnya, diselingi percakapan ringan lainnya.

“Eh, Lay.” Stella menatap Lay sejenak sambil mengaduk bubur ayamnya yang sudah ia bumbui dengan sedikit kecap dan satu sendok kecil sambal.

“Apaan?” Lay juga sibuk mengaduk makanan di hadapannya, sebelum ia mengambil suapan pertama, disusul kerupuk yang ditaburi di atas gado-gadonya.

Stella tampak ragu sejenak. Ia menggigit bibir bawahnya tanpa sadar, lalu berbicara dengan bibir setengah tersenyum. “Menurut pendapat lo… Taeyong itu orangnya gimana?”

Pertanyaan tak terduga itu membuat Lay tersedak. Ia refleks  meraih segelas besar teh tawar hangat di samping piringnya, dan meminumnya dengan tergesa-gesa.

“Ih, lo kenapa sih, Lay? Ampe keselek gitu.” Stella cemberut.

“Lo… bilang apa barusan?” Lay mengusap permukaan bibirnya yang sedikit basah. “Taeyong? Adek tingkat kita yang… jurusan teknik arsitektur itu?” tanyanya tidak percaya.

Siapapun mahasiswa di sini tidak ada yang tidak mengetahui siapa itu Taeyong Rahardjo. Dia adalah salah satu most wanted di fakultasnya, juga di fakultas lainnya. Wajah tampannya, serta senyumannya yang menawan tentu saja selalu berhasil melelehkan hati perempuan mana pun.

Mungkin, termasuk Stella Adichandra.

Ah, sepertinya bukan mungkin lagi. Buktinya saja, gadis itu menanyakan tentang Taeyong kepada temannya.

Tiba-tiba, Lay menatap Stella sedikit tak suka. “Kenapa lo nanyain tentang Taeyong ke gue? Gue kan, nggak ikutan nge-ospek dia,” katanya ketus.

Stella mendesah. “Iya, gue tahu. Tapi kan, Kun, adek lo itu sekelas sama dia? Yaa… siapa tahu, dia bagiin informasi secara cuma-cuma gitu, ke elo, tentang Taeyong?”

Entahlah. Lay tidak tahu harus menanggapi ucapan gadis itu seperti apa. Tetapi tawa sumbangnya kini terdengar. Lay menyuapkan satu sendok gado-gadonya, mengunyahnya cepat, dan setelah ditelan, ia kembali berbicara, “Ngapain juga dia harus ngasih tahu gue tentang si Taeyong itu? Lo kira gue homo?”

“Gue nggak ngomong gitu, ya.”

Lay menatapnya memicing. “Lo naksir, ya, sama Taeyong?”

“Apa?” Stella meminum teh manisnya. Wajahnya jadi terlihat panik. Yah, meski tidak terlalu kelihatan. “Gue naksir Taeyong? Ya… ng-nggak mungkin, lah. Lagian, mungkin… Taeyong udah punya pacar?”

“Nah, tuh, elo tahu.” Lay mendengus, setengah kesal. “Lo jangan ada rasa lah, sama dia. Udah punya pacar. Ceweknya cantik, baik, tinggi, putih. Nggak kaya lo. Udah dekil, nyebelin, pendek, hidup pula. Cewek semacam lo tuh cocok kalau jadi pacarnya Kai.”

Stella menatap Lay tajam. Ia memakan satu sendok buburnya gemas. “Enak banget ya, lo ngehina gue kayak begitu. Naksir sama cewek dekil, nyebelin, pendek, hidup pula kayak gue, baru tahu rasa, lo!” gerutunya. Yang sontak mengundang tawa renyah dari temannya itu.

“Gue? Naksir lo? Sori.” Lay masih tertawa. “Lo bukan tipe gue, tenang aja.”

“Terserah, Lay. Terserah.” Stella memutar bola matanya karena jengah. “Awas aja lo, kalau sampe ketahuan, lo naksir gue.”

“Jangan harap gue naksir…”

“Eh anjir! Kemarin si Lay nge-chat gue, kalo dia naksir sama Stella, masa.”

Baik Stella maupun Lay, keduanya sama-sama membeku, pada detik ada suara seorang laki-laki berbicara dengan nada terkejut.

“Ah beneran lo? Stella itu, sohibnya si Lay sedari SMA, kan?”

“Iya. Gue berani sumpah, deh, Yeol,” kata Baekhyun, semakin berapi-rapi, sementara ia dan dirinya masih berjalan di area kantin dan mencari bangku yang masih kosong. Ia belum sadar, bahwa selama ia berbicara, ia berdiri tepat di belakang punggung Lay yang matanya membelalak lebar. “Tapi dia masih bingung, gimana caranya dia nembak si Stella. Gue mah, boro-boro bisa bantuin. Kehidupan asmara gue aja masih njelimet. Ampun, dah!”

“HA! GADO-GADONYA PEDES GINI ANJIR! GUE BOLEH KAN, MINTA AIR MINUM LO?” ucapan menggelegar Lay, sontak mengalihkan perhatian seluruh pengunjung kantin ke arahnya dengan pandangan bertanya-tanya. Sedangkan Baekhyun dan Chanyeol yang baru akan melangkah lebih jauh, terpaksa menghentikan langkahnya, dan seketika, tubuhnya terasa membeku di tempat.

Stella menatap Lay tidak percaya. Bukan karena Lay menghabiskan teh manisnya sampai tak bersisa. Tetapi karena… ucapan Baekhyun tadi kini terngiang di benaknya. Ditambah, ekspresi Lay yang terlihat panik bukan main, juga semburat merah yang muncul di kedua pipinya, membuat pendapatnya tentang ucapan Baekhyun tidak bisa ia abaikan begitu saja.

“E-eh… Lay?” Baekhyun kaget. Matanya mengerjap cepat, dan tampak salah tingkah. Chanyeol yang ada di sampingnya, hanya berusaha menahan tawa. Dia berpikir, untung bukan dia yang di-chat oleh teman sekelasnya, Lay, dan bukan dirinya yang membeberkan rahasia percintaan itu.

Stella masih menatap Lay dengan bibir yang terbuka lebar. “Lo… lo… beneran…”

“Gue udah selesai!” seru Lay cepat, sambil berdiri dari bangku kantin dan langsung mengarahkan pandangannya pada Baekhyun, dengan pandangan yang terkesan seperti ‘awas aja lo, Baek. Besok lo cuman tinggal nama aja’.

“Stella, gue mau bayar duluan ya. Gue baru keingetan kalau kelasnya si Pak Kumis sebentar lagi bakalan dimulai.” Lay tersenyum kikuk kepada Stella, dan langsung berjalan cepat menuju Bi Inah yang sibuk melayani pesanan mahasiswa lainnya.

Stella yang tidak tahu harus berkata apa, hanya menatap punggung tegap Lay dengan degupan jantungnya yang begitu kencang. Tapi… apa dia bilang? Kalau memang pelajaran Si Kumis yang tadi diucapkan Lay akan segera dimulai, kenapa Baekhyun dan Chanyeol yang merupakan teman satu kelasnya masih ada di sini dan hendak memulai sarapan pagi?

“Sori… Stella.” Baekhyun meringis malu. Kemudian ia dan Chanyeol duduk di tempat yang semula diduduki Lay. “Sumpah. Gue… gue nggak bakalan pernah nyangka kalau…”

“Lay! Lo mau ninggalin gue gitu aja?” Stella berseru, dan Lay hanya menanggapinya dengan senyuman kikuk sambil terus berjalan meninggalkan area kantin.

“Wah, parah tuh, si Lay. Dia harus tanggung jawab udah bikin anak orang kaget kayak gini.” Chanyeol berbicara, setelah cukup lama ia memerhatikan keadaan sekitarnya.

Ucapan-ucapan kedua laki-laki di hadapannya sama sekali tidak ditanggapi. Stella sibuk dengan pemikirannya, melupakan buburnya yang masih tersisa cukup banyak. Beberapa detik setelahnya, Stella mengeluarkan ponsel pintarnya dari dalam tasnya, membuka aplikasi obrolan, dan mengetikkan pesan obrolannya kepada seseorang yang saat ini tengah memenuhi pemikirannya, seraya tersenyum tipis.

LINE

07.45

Stella A : Lay?

Stella A : Lo nggak salah, nih, naksir sama gue?

Stella A : Ciee… ketahuan juga, kan, akhirnya? Hehe.

Stella A : Katanya nggak naksir?

Stella A : Pake boong segala lagi soal matkulnya si Pak Kumis 😀

Stella A : Pokoknya, pas kita ketemu nanti, kita harus bicarain tentang ini. Titik. Nggak pake koma! Dan, lo nggak boleh kabur! Karena lo udah janji sama gue, buat nonton acara teater gue jam 10 nanti ;)))

———-

Pertama, selamat ulang tahun, Icing! Semoga panjang umur, selalu diberikan kesehatan sama selalu dilancarkan rezekinya /tsah/

Kedua, aku ngerasa cerita ini kacau balau xD paling kacau dari yang sebelum2nya xD

Ketiga, kritik dan sarannya ditunggu, ya x)

Terima kasiiih x)

Love,

ShanShoo (Isan) ❤

5 tanggapan untuk “[LAY BIRTHDAY PROJECT] Ketahuan by ShanShoo”

  1. Yawla, aty telat banget ini komennya 😦 jaman mana ini cerita, dan baru aty komen sekarang. Maaf kak 😀 malu deh 😀 . Bang iching ketauan gitu, mau ditaro di mana bang itu muka? Sepertinya setelah itu lay mengucapkan “Good bye my heart!” 😀 apa sih?

  2. Adoooooh kukangen kak isan kangensangadkangesangadhkangensangad*muntahpelangi*
    Nggak kacau kok, kak, malah bagus^^ pas banget lagi baper-bapernya sama cerita yg gue-elo *efekmantenginwattpad*

    Hahaha si lay gimana nasibnya tuh ketauan naksir. Lagian si baekhyun mulutnya lemes, pake acara gibahin orang, padahal orang yg digibahin ada dibelakangnya :v

    Alibi lay buat kabur kurang mantev, ada mk padahal cy sama baek temen sekelasnya lagi makan, itu saking nge-blank nya iq jadi drop sangat :v

    Keep writing and fighting kak isan^^

    1. HALOOOO SAYANGKUUUUH… SUDAH LAMA YA KITA TIDAK SALING BERJUMPA SEPERTI INI(?) kkk
      haha iya, aku juga sering mantengin cerita di wattpad, tapi bukan ff sih, kadang2 aja itumah xD

      lagian ya, suruh siapa lay curhat ke si baek yang mulutnya lemes begitu. coba kalau curhatnya ke aku, mungkin… dengan segenap usaha akan aku bikin lay ilfil ke stella dan berpaling jatuh hati padaku. HAHAHAHAHAH /ketawa epil/

      wkwkwk iya xD lay mungkin sedang membutuhkan akua sepuluh liter, biar nggak nge-blank2 xD

      terima kasih ya sudah mampir dan baca ff ini ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s