SADISTIC NIGHT -CH. 6 : The End of My Story P.2- by AYUSHAFIRAA

wp-1500112366063.png

`SADISTIC NIGHT`

A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

Starring Baekhyun, Kim Yoojung as Kim Yoora, Chanyeol, Sehun, Suho | Supported by D.O, Tao, Xiumin, Kai, Chen, Lay, Lee Pace |

AU, Drama, Fantasy, Romance, Violence |

PG-17/M | Chaptered |

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri yang terinspirasi dari Diabolik Lovers dan berbagai film serta anime yang bergenre fantasy. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan dramatis cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

*Already published since 2015, here.

AYUSHAFIRAA©2015. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

Prev. Night : WAY? P.1 | WAY? P.2 | MS P. 1 | MS P.2 | D P.1 | D P.2 | WIL? P.1 | [GET PASSWORD] | [Protected] WIL? P.2 | TS P.1 | TS P.2 | TEOMS P.1

| BAB I ▶ CH. 6 : The End of My Story P.2 |

“Jika memang tak ada lagi ruang di hatimu untukku, mungkin ini adalah akhir dari ceritaku. Dan aku, tak pernah ingin melanjutkannya lagi.”

.

Part 2

.

Keheningan menyelimuti kamar Yoora. Gadis itu kini tengah tertidur di ranjangnya menghadap ke arah tembok. Baekhyun menghampiri gadis itu dan duduk di tepi ranjang. Memandangi gadis yang kini mungkin sudah jauh terlelap ke alam bawah sadarnya.

“Kim Yoora.” panggil Baekhyun ragu dengan volume rendah. Yoora tetap bergeming.

“Aku benci memiliki kekuatan seperti ini. Aku benci mendengar apa yang tak bisa orang lain dengar, aku benci melihat apa yang tak bisa orang lain lihat. Aku membenci kekuatanku sendiri.”

“Kau tahu kenapa? Karena aku bisa mendengar kata hati dan membaca pikiran lelaki lain yang mencintaimu, karena aku bisa melihat apa yang sedang kau lakukan bersama lelaki lain, dan itu, membuatku terluka.”

Baekhyun meremas sprei yang membalut ranjang gadis itu.

“Aku terluka. Aku terluka saat menyadari bahwa penantianku selama ini ternyata berujung sia-sia.”

“Aku meminta Tao untuk kembali membawaku ke masa lalu, tapi semua itu tetap saja tidak bisa merubah apapun. Jika aku bisa, aku ingin kembali dan mati saat itu juga. Aku tidak ingin menjadi monster abadi paling menakutkan di muka bumi ini kalau pada akhirnya aku tidak bisa membawamu kembali.” Airmata lelaki itu menetes.

Yoora yang ternyata belum terlelap dalam tidurnya mendengar semua yang lelaki itu ungkapkan dan ikut menitikkan airmata meski tak tahu apa-apa. Entah kenapa, airmatanya lolos begitu saja.

“Kumohon… jangan mencintai lelaki lain. Jangan berikan hatimu pada lelaki lain. Cukup aku, cintai aku saja.”

“Kenapa?” gadis itu masih dalam posisi tidurnya yang membelakangi Baekhyun. “Kenapa aku tidak boleh mencintai lelaki lain dan hanya boleh mencintaimu?”

Baekhyun terdiam. Lelaki itu terlihat menengadahkan kepalanya, tak memberi kesempatan pada cairan beningnya untuk kembali jatuh.

“Ternyata aku memang bodoh,” Yoora menatap Baekhyun dengan mata berair. “-bertanya pada seseorang yang sama sekali tidak akan memberikan jawabannya.”

“Kenapa aku harus jatuh cinta pada lelaki egois seperti dirimu kalau lelaki lain saja bisa memberiku segalanya yang kubutuhkan?!”

Kata-kata Yoora begitu menusuk ke dalam hati Baekhyun, membuat luka di hati Baekhyun semakin menganga karenanya.

“Jika memang tak ada lagi ruang di hatimu untukku, mungkin ini adalah akhir dari ceritaku. Dan aku, tak pernah ingin melanjutkannya lagi.” lelaki itu bangkit dari duduknya, hendak keluar dari kamar gadis itu yang mulai terasa menyesakkan dadanya.

“Aku mencintai Chanyeol, dan akan tetap mencintainya.”

Langkah lelaki itu terhenti, airmatanya kembali membasahi kedua pipinya. Lensa kuningnya terlihat terang-redup terang-redup memberi tanda bahwa saat ini emosinya tak lagi terkontrol.

PRANG! PRANG! PRANG!

Yoora memejamkan mata dan menutup telinganya rapat-rapat menyadari amarah Baekhyun yang meluap-luap. Lelaki itu berhasil menghancurkan kaca jendela, cermin hias, dan lampu gantung dengan menggunakan kursi kayu yang ada di kamar Yoora. Gadis itu tertunduk ketakutan tapi Baekhyun sama sekali tak menyentuhnya. Gadis itu sama sekali bukan sasaran amarahnya.

Taring Baekhyun mulai terlihat saat lelaki itu menggertakkan gigi-giginya, lensa matanya menjadi terang sempurna dalam sekejap.

“Aku mencintai Chanyeol, dan akan tetap mencintainya.”

“Aku mencintai Chanyeol, dan akan tetap mencintainya.”

“Aku mencintai Chanyeol, dan akan tetap mencintainya.”

“AAAAAARGH!”

HYUNG! HENTIKAN, HYUNG!” cegah Tao dan Kai tepat waktu saat Baekhyun hendak melukai dirinya sendiri dengan pecahan kaca yang berserakan di lantai kamar gadis itu.

Ke-9 lelaki itu datang ke kamar Yoora setelah mendengar suara pecahnya kaca dan beberapa bantingan benda yang membuat suasana terdengar begitu gaduh. Alhasil, mereka mendapati Baekhyun yang hendak menusukkan pecahan kaca itu ke tenggorokannya sendiri dan Yoora yang gemetar ketakutan di atas ranjangnya.

“Bawa dia ke kamarnya, jangan sampai ayah tahu akan hal ini.” ucap Suho memberi arahan pada Tao dan Kai.

Lelaki itu berjalan cepat menghampiri Yoora dan memberi gadis itu pelukan serta kecupan ringan di ubun-ubun untuk menenangkannya.

Sehun dan Dio terlihat mengalihkan pandangan mereka, tak ingin melihat pemandangan menyakitkan itu lebih jauh lagi. Sedangkan Chanyeol, lelaki itu hanya diam terpaku menyadari Suho yang selalu selangkah lebih cepat ketimbang dirinya dan ia sudah tertinggal terlalu jauh di belakang Suho.

Xiumin tertawa paksa dan bergumam pelan, “Mereka benar-benar berkencan.”

 

♥♥♥

 

Hari-hari terus berlalu, setelah Suho, kini giliran Baekhyun yang terkulai lemah tak berdaya di ranjangnya.

Sejak kejadian malam itu, Baekhyun jatuh sakit. Lelaki itu hanya mengandalkan selang infus yang sebelumnya dipasang Xiumin, yang menusuk kulit tangannya untuk mendapatkan energi yang tak seberapa.

Tapi Baekhyun seakan enggan untuk membuka kembali kedua matanya, luka yang ia rasakan karena mencintai gadis manusia sudah dirasa terlalu perih. Sungguh, ia tak ingin melanjutkan kisahnya lagi. Cukup, hidupnya cukup sampai di sini. Tak ada lagi luka baru, yang ada hanyalah bekas luka yang akan terus menganga entah sampai kapan.

Yoora memandangi bangku di sebelah kanannya. Tempat yang biasanya dijadikan tempat tidur kedua oleh Baekhyun saat sekolah malam itu sudah beberapa hari ini terlihat kosong. Bahkan ketika gadis itu menyentuh bangku tersebut, bangku itu sudah berdebu tipis.

Chanyeol menggenggam tangan kirinya, membuat dirinya perlahan mengalihkan pandangan ke arah lelaki itu. “Kau harus menjenguknya.”

Yoora menunduk, “Aku takut. Takut kalau kehadiranku hanya akan membuatnya semakin terluka.”

“Kau tidak akan pernah tahu, ia akan bangun atau selamanya dalam keadaan seperti itu.”

Kata-kata Chanyeol mengingatkan gadis itu akan Suho. Lelaki yang sampai saat ini masih menjadi kekasihnya itu semakin hari semakin menunjukkan perubahan sikap yang begitu drastis.

Yoora sadar, kini Suho perlahan mulai menjauh darinya, semakin jauh. Yoora tak menemukan lagi kehangatan tatapan dan kelembutan tutur kata lelaki itu sejak kejadian di kamarnya yang melibatkan Baekhyun. Pelukan dan kecupan Suho saat itu merupakan pelukan dan kecupan terakhir yang ia dapatkan dari lelaki itu.

Setiap kali Yoora ingin menggenggam tangan Suho, Suho selalu menepisnya. Setiap pertanyaan yang Yoora ajukan selalu Suho jawab dengan acuh tak acuh. Senyuman dan sapaannya pun tak pernah Suho balas lagi. Diam-diam, gadis itu mulai merindukan semua cinta dan kasih sayang yang pernah Suho berikan padanya.

 

♥♥♥

 

Suara derapan langkah kaki yang sedang berlari itu memenuhi koridor sekolah yang nampak sepi. Seorang gadis yang selalu menggerai rambutnya itu akhirnya menghentikan langkah kakinya dan tersenyum, orang yang ia cari-cari sedaritadi itu sudah ia temukan. Suho, terlihat sedang menyandarkan tubuhnya di dinding koridor, sendirian.

Oppa!

Suho menoleh. Tanpa disangka, ternyata lelaki itu memperlihatkan senyuman bak malaikatnya lagi yang telah lama dirindukan Yoora.

“Kenapa Oppa ada di sini? Sendirian pula.” Tanya Yoora berbasa-basi.

Lelaki itu tersenyum getir, “Tentu saja aku sendirian,”

“Karena orang yang kucintai kini selalu berada di sisi lelaki lain.”

Yoora terdiam menunduk, menyadari kesalahannya yang mencintai Chanyeol di saat ia masih berstatus kekasih Suho. Tidak, cintanya pada Chanyeol bukanlah sebuah kesalahan. Ia mencintai Chanyeol jauh sebelum Suho menyatakan perasaannya. Yang salah adalah, kebodohannya yang tanpa berpikir panjang memutuskan untuk mencoba mencintai Suho hanya karena tak mau melihat lelaki itu terluka karena tak bisa mencintai gadis yang dicintainya.

“Aku tidak marah, karena akhirnya dia bisa membuatmu tersenyum tanpa paksaan.”

Perlahan, Yoora melingkarkan tangannya yang gemetar di pinggang Suho. Yoora menangis di sana, tepatnya di dada bidang lelaki itu. Ia benar-benar merasa bersalah pada Suho karena telah memberi lelaki itu cinta yang penuh keraguan. Sungguh, ia tak sanggup untuk memaafkan dirinya sendiri.

“Maafkan aku.”

“Cukup menjadi dirimu sendiri, jangan pernah melakukan sesuatu yang tidak kau inginkan. Mustahil untukku memberikan seluruh cintaku padamu jika cintamu hanyalah sebuah bisikan khayal di dalam pikiranku dan canda tawamu hanya sebuah bayangan semu. Karena bagaimanapun caramu memelukku, semuanya akan terasa kosong jika kau tidak merasa nyaman berada di sisiku.” Ucap Suho dengan mata yang berair.

Suho membalas pelukan Yoora erat, sangat erat seperti tak rela melepasnya untuk lelaki lain. “Aku mencintaimu.”

“Aku terlalu naif untuk menyadari kalau kau bukanlah bagian dari takdirku. Aku terlalu naif untuk mengakui kalau ada lelaki lain yang sudah memilihmu ke dalam takdirnya jauh lebih dulu daripada aku. Aku bahkan terlalu naif untuk menepati janjiku sendiri dan malah menganggap janji itu seakan tak pernah ada.” Lelaki itu akhirnya menitikkan airmatanya setelah sekian lama menahan kesakitannya.

“Dia adalah alasanku untuk tetap hidup, Hyung. Aku mencintainya.”

“Takkan kubiarkan orang lain merebutnya darimu. Aku berjanji untuk itu.”

Dengan berat hati, Suho melepas pelukannya. Ia mencoba untuk tersenyum, tapi ia tak bisa, airmatanya masih saja memaksa untuk keluar.

“Jangan,” sepasang tangan lembut Yoora menyentuh pipi Suho dan menghapus airmata yang mengalir di pipi lelaki itu dengan dirinya yang juga berderai airmata.

“Jangan ada yang berubah di antara kita. Jangan berubah menjadi Suho Oppa yang tidak ku kenal lagi. Jadilah Suho Oppa yang selalu bijaksana dan berhati hangat, seperti Suho Oppa yang kukagumi pertama kali di pertemuan pertama kita. Tak ada yang perlu diubah. Jangan pernah lupa kalau kita pernah tertawa dan menghabiskan waktu bersama.”

Yoora menjinjit kakinya dan menautkan bibirnya ke bibir Suho, mencium lelaki itu penuh ketulusan. Ciuman terakhir.

Jangan pernah lupa, bahwa aku juga pernah berusaha untuk mencintaimu… – Yoora.

Berat, berat hatiku untuk melepasmu pergi… jangan pergi, tetaplah di sisiku… kumohon… – Suho.

 

♥♥♥

 

Yoora melangkah masuk ke dalam kamar Baekhyun. Dilihatnya Baekhyun yang terpejam, terbaring lemah di atas ranjangnya dengan selang infus yang menusuk kulit tangannya. Setetes demi setetes cairan infus menetes di dalam sebuah tabung kecil yang diletakkan menggantung di sebuah tiang kecil di samping ranjang lelaki itu.

Tangan gadis itu bergerak ragu menyentuh dahi Baekhyun. Hangat.

Hangat? Bagaimana bisa suhu tubuh lelaki di depannya ini menjadi benar-benar hangat seperti suhu tubuh manusia pada umumnya? Jika mengingat keadaan Suho saat sakit waktu itu, suhu tubuhnya masih tetap dingin. Itu berarti, kalau Baekhyun tiba-tiba menjadi hangat, sakit yang dirasakannya benar-benar sudah parah.

Di tengah kekhawatirannya itu, Yoora teringat sesuatu. Seberapapun sakit yang dirasakan oleh seorang vampir, tidak akan membuat vampir itu mati. Itu juga berarti, jika Baekhyun dibiarkan dalam keadaan seperti itu, lelaki itu akan terus tersiksa.

Yoora mengambil air dingin di kamar mandi yang ada di dalam kamar Baekhyun menggunakan wadah seadanya. Ia juga mengambil handuk kecil dari lemari lelaki itu dan membasahinya. Gadis itu mengompres Baekhyun dengan hati-hati, tak ingin membuat Baekhyun merasa terganggu.

“Hhh…hh…” Kulit yang sudah pucat itu tampak bertambah pucat. Keringat lelaki itu mulai bercucuran. Matanya terpejam kuat.

“Soomin-ah…hhh… Soomin…”

Tangan Yoora yang sedang memeras handuk kecil itu berhenti melakukan aktivitasnya setelah mendengar Baekhyun mengigau, bukan, setelah mendengar nama yang disebut Baekhyun lebih tepatnya.

Soomin? Siapa sebenarnya gadis bernama Soomin itu? sebegitu berartinya kah nama Soomin di hidup Baekhyun?

“Hhh..Soo..min… Soomin-ah…”

“Iya, aku di sini.” Ucap Yoora, mencoba berinteraksi dengan Baekhyun, seolah dirinyalah gadis yang dipanggil lelaki itu dalam alam bawah sadarnya.

Baekhyun menggenggam kuat tangan Yoora, namun masih terpejam dalam ketidaksadarannya. Yoora tersenyum, membalas genggaman tangan Baekhyun, berharap lelaki itu bisa secepatnya terbangun dari tidur lamanya.

“Jangan pergi..hhh… jangan tinggalkan aku…”

Yoora membelai lembut kepala Baekhyun, menatap matanya yang masih tertutup rapat dan seolah tak mau terbuka lagi itu.

“Aku tidak akan pergi, aku tidak akan meninggalkanmu… tapi kau harus bangun, jangan biarkan aku pergi tanpa sepengetahuanmu. Bangunlah.”

“Ahhh!” rintih gadis itu. Sesuatu di dada kanannya tiba-tiba terasa sangat sakit.

“Kejar aku!”

“Yak! Kau mau ke mana?! Jangan berlari! Kau tahu aku tidak akan bisa mengejarmu!”

“Kau payah!”

Sekelebat bayangan seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki yang mengenakan hanbok tiba-tiba saja melintas di pikirannya, membuat kepala serta dadanya semakin terasa sakit.

Yoora tak mengerti. Apa maksud bayangan itu? Anak-anak yang sedang bermain kejar-kejaran dalam bayangannya, siapa mereka?

“Kenapa aku tiba-tiba menjadi seperti ini?”

 

♥♥♥

 

“Yoora.” panggil Dio pada Yoora yang sedang menidurkan kepalanya di atas meja. Pelajaran pertama sudah selesai sejak beberapa menit yang lalu, kini waktunya para siswa-siswi untuk menikmati waktu istirahat mereka.

“Ada apa, Oppa?” Yoora menenggakkan kepalanya malas. Gadis itu menguap lebar, lagi-lagi ia kurang tidur karena sibuk mengurusi vampir yang sakit.

Raut wajah lelaki itu terlihat tak senang, tatapannya sendu.

“Ada apa?” Yoora membenarkan posisi duduknya. “Katakan saja, Oppa.

“Chanyeol…”

“Ya?”

“Chanyeol menyuruhku untuk menyampaikan sesuatu padamu.”

“Apa itu?” Yoora penasaran.

“Dia ingin kau menemuinya, di koridor di dekat kelas etika – 5.”

Dio yang mendapati ekspresi Yoora berubah menjadi begitu ceria justru merasa sakit, tapi di tengah kesakitannya itu, Dio masih sempat memikirkan perasaan kakak-kakaknya yang juga menyimpan rasa pada gadis itu. Apa gadis itu benar-benar hanya mencintai Chanyeol seorang?

“Lalu bagaimana dengan Suho Hyung?

“Hm?”

“Kalau kau mencintai Chanyeol, lalu bagaimana dengan perasaan Suho Hyung? Apa kau tak memikirkan perasaannya eoh?”

“Kalau kau mencintai Chanyeol, lalu bagaimana dengan Baekhyun Hyung? Kau tak memikirkannya juga?”

“Aku harus menemui Chanyeol, Maaf Oppa.” Ucap Yoora dengan senyuman paksa di bibirnya. Gadis itu meninggalkan Dio yang terus memandangnya dengan tatapan tak percaya.

“Kau… kalau kau mencintai Chanyeol, lalu bagaimana denganku? apa kau tak bisa memikirkan sedikit saja tentang perasaanku?” gumam Dio, menyedihkan.

 

♥♥♥

 

“Kalau kau mencintai Chanyeol, lalu bagaimana dengan perasaan Suho Hyung? Apa kau tak memikirkan perasaannya eoh?”

“Cukup menjadi dirimu sendiri, jangan pernah melakukan sesuatu yang tidak kau inginkan. Mustahil untukku memberikan seluruh cintaku padamu jika cintamu hanyalah sebuah bisikan khayal di dalam pikiranku dan canda tawamu hanya sebuah bayangan semu. Karena bagaimanapun caramu memelukku, semuanya akan terasa kosong jika kau tidak merasa nyaman berada di sisiku.”

“Kalau kau mencintai Chanyeol, lalu bagaimana dengan Baekhyun Hyung? Kau tak memikirkannya juga?”

“Jangan pergi..hhh… jangan tinggalkan aku…”

“Aku mencintai Chanyeol, dan akan tetap mencintainya.”

“Di antara mereka, kenapa aku?”

“Aku mencintaimu. Cintaku kujatuhkan padamu. Bukankah itu sudah cukup?”

“Kau benar. Dengan kau mencintaiku saja, itu sudah cukup untukku.”

“Terimakasih karena telah memilihku. Aku mencintaimu.”

Yoora mencoba menghilangkan segala keraguan di hatinya, mencoba memberi sugesti pada dirinya sendiri bahwa pilihannya untuk mencintai Chanyeol tidaklah salah dan bukan suatu kesalahan.

Saat ini gadis itu tengah berjalan menuju tempat yang dimaksud Chanyeol, ya, ia tengah berjalan menuju koridor di dekat kelas etika – 5, sesuai dengan yang Dio sampaikan padanya beberapa saat yang lalu.

Ethics Class – 1,”

Ethics Class – 2,”

Ethics Class – 3,”

Ethics Class – 4,”

“Loh? Di mana Ethics Class – 5?” Yoora mengerutkan keningnya. Kenapa hanya ada 4 kelas etika? Bukankah kelas terakhir dari kelas etika adalah kelas etika – 5?

Yoora memandang bingung sebuah kelas kosong tanpa papan nama, mungkinkah kelas itu kelas etika – 5? Tapi jika memang benar, kenapa Chanyeol sama sekali tak menampakkan batang hidungnya?

“Permisi…”

“Apa kalian melihat Chanyeol Lee?” tanya Yoora sambil menghampiri 2 orang siswi yang sedang mengobrol di ujung koridor.

“Vampir tinggi keturunan keluarga Lee yang duduk di B Class – 2 itu?”

“Ya, apa kalian melihatnya?”

2 orang siswi itu terlihat saling berbisik dan tertawa kecil.

“Maaf?

“Ah, aku melihatnya turun ke ruang bawah tanah.” Ucap siswi itu.

Yoora tersenyum, berterimakasih dengan sopan, lalu meninggalkan 2 orang siswi itu untuk mencari Chanyeol di ruang bawah tanah sekolah itu.

Gadis itu dengan hati-hati menuruni satu persatu anak tangga yang akan membawanya ke ruang bawah tanah. Mungkin karena letaknya yang berada di bawah tanah, semakin gadis itu menuruni tangga, semakin pengap pula udara yang ada.

Sebuah koridor yang terang benderang dengan dua ruangan kelas di masing-masing sisinya kini ada di hadapannya, hawa pengap serta dinginnya udara di sekitar membuatnya semakin tak enak hati.

“Chanyeol Oppa?” panggil Yoora ragu-ragu.

Tak ada jawaban.

Gadis itu meneguk salivanya sendiri, keringat dinginnya mulai bercucuran.

SRET! BRAK! BRAK! BRAK!

Dalam sekejap mata, ratusan makhluk penghisap darah yang masih sangat tergila-gila dengan bau darah manusia itu keluar dari kelas mereka, mengerubungi gadis itu yang terkejut dan sangat ketakutan.

“Kuperingatkan padamu, Yoora. Jangan sekali pun berpikir untuk pergi ke ruang bawah tanah, karena mungkin, dalam waktu kurang dari satu menit, darahmu akan dihisap habis oleh mereka. Ingat itu! Jangan biarkan otak bodohmu melupakannya! Mengerti?”

Mata Yoora membulat sempurna, ia baru teringat akan peringatan Suho yang melarangnya untuk pergi ke ruangan terkutuk ini.

“AAAAAAAAAAA!!!” Yoora menjerit sekuat yang ia bisa, berharap siapapun yang mendengarnya mau membangunkannya dari mimpi buruk ini.

“JANGAN DEKATI AKU! PERGI! PERGI!”

Ratusan makhluk penghisap darah dengan wajah yang sangat menyeramkan itu terus mendekat ke arah Yoora, mencari-cari titik lengahnya.

Sret!

“Aakhh!” Seorang vampir berhasil membuat bahu gadis itu terluka dan darah segar mengalir di lengannya.

Kakinya perlahan melemas, menyadari takkan ada seorang pun yang bisa menyelamatkannya dari ruangan terkutuk yang dipenuhi ratusan vampir kelas C yang selalu merasa haus darah itu. Mungkinkah hidupnya akan berakhir dengan setragis ini?

BAEKHYUN OPPA… KUMOHON TOLONG AKU!

 PicsArt_07-07-11.41.30

♥♥♥

[Preview Chapter berikutnya]

“Hyung! Kau bisa bertahan! Kau harus menatapku agar aku bisa membawamu pergi jauh dari tempat ini!” Kai terlihat frustasi, airmatanya menetes.

“Seharusnya aku tidak membiarkanmu pergi menemui anak sialan itu.” gumam Dio.

Yoora mengangkat kepalanya,

“Huh?”

Yoora kikuk saat lelaki itu dengan wajah tak berdosanya dan tanpa berkata sepatah katapun langsung memandangi bagian dadanya sesaat setelah duduk berhadapan dengannya.

“Lepas seragammu.”

“Apa maksudmu?!”

Ia membentur-benturkan kepala gadis itu ke dinding berulangkali seakan tak peduli dengan semua jeritan menyakitkan yang keluar dari mulut gadis itu.

“Adik-adikku merasakan sesuatu yang lebih menyiksa dari ini setelah bertemu dengan gadis rendahan seperti dirimu! Lihatlah, ini belum seberapa dengan luka yang kau buat di hati mereka!”

Setetes airmata Yoora jatuh begitu saja,

“Sulit rasanya untuk mengatakan ini, tapi aku benar-benar akan pergi. kau tenang saja, aku tidak akan pernah melupakan semua kebaikanmu…”

“Terimakasih, untuk segalanya. Untuk setiap waktu yang pernah kita habiskan bersama, untuk setiap kejadian yang kita lalui bersama. Terimakasih.”

37 tanggapan untuk “SADISTIC NIGHT -CH. 6 : The End of My Story P.2- by AYUSHAFIRAA”

  1. Aaahhhhhh kok makin kesini aku makin deg degan ya bacanya…..
    Kagum bgt sama suho yg bener bener tegar hatinya.
    Kak aku baca preview nya aja merinding, yoora bakal pergi?!

  2. yoora ini kesannya jdi playgirl(?) gitu, bikin hati orang bingung sama dia…jdi dia fix udh sma ceye?? aduh kasian baeki aku…

  3. Tuhkan kasian baek… dia maunya sma siappa sih.. aku jadi ikut galau…. sama ini oke.. sma itu oke.. php jaman now.. kasian baek.. 😦
    tapi itu ntar gmna keruang bawah.. andweee

    1. Hooh Baek tersicksa sekali :’) Nahkan nahkan, bingung Yoora juga mau sama siapa XD salahin kenapa keluarga Lee isinya cogan semua wkwkwk😂😂😂 php jaman now XD
      Hmmm gimana yaaa gimana yaaa :”””””

  4. Yaudah deh yoora kalo emang kamu udah bener bener cintanya sama chanyeol, kalo gitu biarkan aku yg menggantikan dirimu dihatinya baekhyun *eaaaakkk 😂
    Yoora yoora giliran kaya gini minta tolongnya selalu aja manggil nama baekhyun 😩 kenapa nggak manggil nama chanyeol?? (*baek-yoo shipper keseeel) ditunggu banget nihh ka buat next chapter nyaaaaa

    1. Wakakakak bisa-bisanya yaa kayak begitu XD Ngikhlasin Yoora sama Chanyeol tapi Baekhyunnya buat diri sendiri 😂😂😂👏👏👏 Yaa begitulah manusia, giliran butuh inget, giliran udah gak butuh dilupain :’) /plak😂/ siip siip ditunggu aja okayyyy 😍😍👌👌

  5. Yoora egois aahhh…kesel jadinya
    Cinta sama chanyeol tapi gak mau lepasin suho..maunya apa sih???😬😬😬
    Chanyeol kenapa lagi nih??dia ngejebak yoora??
    Aduhhh bikin penasaran
    Next thorr….

    1. Sabar sabar yaaa wkwk 😂😂😂 Ya itulah biasa fangirl’s problem kalo biasnya samasama ganteng jadi gak bisa milih salah satu /plak😂/ Hmmm akankah Chanyeol benar2 ngejebak Yoora 😌😌😌 wkwkwk siip siip, coming soon yaaa😍😍

  6. and the bangsatt yg ngasih tau di ruang bawah tanah. heng heng yoora maruk tak suka. ama baek sudah baek aja. emang baek denger ya atau tau ya kan dia sakit lagi teparan 😪 buruan lanjut mangat refisinya

    1. Kan Baekhyun ceritanya sakit gara2 emosi waktu itu :””” di cerita aku emang vampir bisa sakit juga kayak manusia /plak/ngarang😂🔪/ hmmm gimana yaa, kita lihat nanti okayyy 😍👌

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s