SADISTIC NIGHT -CH. 6 : The End of My Story P.1- by AYUSHAFIRAA

wp-1500112366063.png

`SADISTIC NIGHT`

A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

Starring Baekhyun, Kim Yoojung as Kim Yoora, Chanyeol, Sehun, Suho | Supported by D.O, Tao, Xiumin, Kai, Chen, Lay, Lee Pace |

AU, Drama, Fantasy, Romance, Violence |

PG-17/M | Chaptered |

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri yang terinspirasi dari Diabolik Lovers dan berbagai film serta anime yang bergenre fantasy. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan dramatis cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

*Already published since 2015, here.

AYUSHAFIRAA©2015. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

Prev. Night : WAY? P.1 | WAY? P.2 | MS P. 1 | MS P.2 | D P.1 | D P.2 | WIL? P.1 | [GET PASSWORD] | [Protected] WIL? P.2 | TS P.1 | TS P.2

| BAB I ▶ CH. 6 : The End of My Story P.1 |

“Jika memang tak ada lagi ruang di hatimu untukku, mungkin ini adalah akhir dari ceritaku. Dan aku, tak pernah ingin melanjutkannya lagi.”

.

Part 1

.

“Soomin-ah… aku merindukanmu.”

Lagi-lagi, kata-kata Baekhyun itu terngiang di telinga Yoora.

Soomin? Siapa Soomin? Siapa Soomin yang dirindukan Baekhyun itu? Pertanyaan seperti itu selalu saja bermunculan dalam benaknya, tapi apa daya, anak ke-4 keluarga Lee itu tidak akan pernah mau menjawab rasa penasarannya.

Memeluknya, menangis di pelukannya, tapi menyebut nama gadis selain dirinya? Apa-aan itu! Kalaupun Baekhyun hanya mengigau, pasti ada alasan kenapa nama ‘Soomin’ yang disebutnya. Tapi apa alasannya?

Yoora memandangi wajah tampan lelaki yang sedang tertidur pulas di bangku sebelah kanannya itu. Sejak kejadian tengah malam tadi, mereka belum berbicara lagi, sepatah katapun. Seakan ada penghalang di mulut mereka yang menahan mereka untuk saling bicara satu sama lain. Yoora, butuh banyak penjelasan dari lelaki itu.

“Yoora.” panggil lelaki yang duduk di bangku sebelah kirinya, Chanyeol.

“Ya?” gadis itu memalingkan wajahnya ke arah Chanyeol.

“Aku…” Chanyeol menatap Yoora ragu-ragu.

“Ada apa?

“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.” Ucap Chanyeol yang langsung membuat Yoora terdiam seribu bahasa.

Ini… bukan mimpi kan? Ini… bukan khayalanku saja kan? Lelaki ini… benar-benar mengatakan hal yang sama dengan apa yang kudengar kan?

“Bagaimana?” tanya lelaki itu menanyakan pendapat Yoora dengan penuh harap.

“Kapan?”

“Sepulang sekolah, setuju?” Chanyeol mulai terlihat bersemangat.

Yoora tersenyum, “Baiklah.”

Tanpa sepengetahuan kedua insan itu, Baekhyun mengepalkan tangannya.

 

♥♥♥

 

Setelah sebelumnya memanggil sopir untuk mengantar mobil pribadinya ke sekolah, akhirnya Chanyeol pun mengajak Yoora ke suatu tempat dengan menaiki mobil pribadinya itu. Sepanjang perjalanan, tak ada percakapan ringan apapun di antara mereka. Yoora terlihat tertidur pulas sementara Chanyeol fokus memegang kendali kemudi.

Chanyeol memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Ia tersenyum memandangi Yoora yang masih terlelap di sampingnya. Lelaki itu kemudian meraih selimut yang ada di jok belakang mobilnya dan menyelimuti tubuh Yoora sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan mereka.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam dari Seoul, akhirnya mobil yang dikemudikan Chanyeol pun sampai di Donghae, Provinsi Gangwon. Lebih tepatnya di area Taman Mercusuar Mukho. Lelaki itu kembali menatap Yoora yang masih terpejam. Apa gadis itu sebegitu lelahnya menjalani gaya hidup ala vampir keluarga Lee?

“Yoora.” Tangan Chanyeol bergerak ragu-ragu menyentuh pipi gadis di sampingnya itu.

“Eungh…” Yoora mengerjapkan kedua matanya. “Kita sudah sampai ya?” lanjut gadis itu masih setengah sadar.

“Buka saja matamu.” Chanyeol membuka paksa kelopak mata Yoora lebar-lebar menggunakan jari-jari tangannya dan tertawa kecil.

Yoora terdiam, terpesona oleh pemandangan laut yang membentang luas di depannya yang ia lihat dari dalam mobil Chanyeol. Sedetik kemudian, ia menyadari kalau tubuhnya sedaritadi tertutupi selimut tebal nan hangat. Ia tersenyum, tentu hanya Chanyeol saja yang bisa menyelimutinya.

“Kita ada di mana?” Yoora menyingkapkan selimutnya.

Lelaki itu tersenyum, “Ayo!

Chanyeol mengajak Yoora keluar dari mobilnya. Angin musim gugur yang bertiup dari laut seakan-akan menyambut kedatangan mereka.

Lelaki itu memandang Yoora yang terus tersenyum merasakan angin yang berhembus. “Kau menyukainya?”

“Tentu saja.”

“Kalau begitu,” Chanyeol menggenggam tangan Yoora erat. “Ayo kita pergi!”

“Huh?” Yoora mengerutkan kening, tak mengerti.

“Ini bukan tempat yang kumaksud. Tempat yang kumaksud, ada di sana.”

thumb-2691ed14deed649e0da1e99574e0285c_1453871307_4939_600x400

Telunjuk lelaki itu menunjuk ke arah menara mercusuar yang ada di atas sebuah bukit yang menghadap langsung ke arah laut.

“Ayo!

Chanyeol menarik tangan Yoora, mengajaknya berlari menaiki bukit yang mereka tuju. Meski merasa lelah, Yoora justru tertawa bahagia saat berlari di belakang Chanyeol yang terus menggenggam erat tangannya. Lelah mereka terkalahkan oleh tawa.

Oppa! Tungguh sebenhtar! Huh huh…”

Chanyeol menoleh, “Kenapa? kau lelah?”

Yoora mengangguk putus asa. Gadis itu terlihat berusaha keras mengatur nafasnya yang memburu.

Chanyeol tersenyum, mengerti. Yoora tidak seperti dirinya. Yoora bukanlah seorang vampir. Yoora hanya gadis manusia yang memiliki jantung yang masih berdetak di dalam tubuhnya. Pasti gadis itu merasa sangat lelah karena harus ikut berlari sambil menaiki bukit hingga sampai di jembatan gantung ini.

thumb-2691ed14deed649e0da1e99574e0285c_1453871247_3715_600x400

Chanyeol menghapus keringat di dahi Yoora lalu mengambil posisi jongkok di depan gadis itu.

“Naiklah ke punggungku!”

“Aku? ke-kenapa aku harus?” tanya Yoora gugup.

“Sudah, naik saja!”

Gadis itu dengan ragu menaiki punggung Chanyeol, membiarkan lelaki itu untuk menggendongnya yang sudah terlalu lelah setelah berlari tadi.

Chanyeol menggendong Yoora sembari terus berjalan melewati jembatan gantung yang akan membawa mereka ke tempat tujuan mereka. Ya, menara mercusuar.

“Kau harus mengurangi berat badanmu.”

Lagi-lagi…

PLETAK!

“Aakhh!” rintih Chanyeol sesaat setelah Yoora menjitak kepalanya. “Kenapa kau menjitakku?!”

“Kenapa kau sama saja dengan Chen Oppa? Menyuruhku untuk mengurangi berat badanku.” Yoora merengut, manja.

“Itu berarti kau memang ber…athhh! aakhh!” kata-kata Chanyeol itu langsung disambut oleh jeweran hangat Yoora di telinga lebarnya. Gadis itu memaksa turun dari punggung Chanyeol dan berlari menertawai ekspresi lelaki itu yang terlihat lucu di matanya.

“Yak! Awas kau ya!”

Chanyeol berlari mengejar Yoora. Dua insan itu terus bermain kejar-kejaran di sekitar taman mercusuar Mukho dengan tawa yang seakan tidak ada habisnya.

thumb-2691ed14deed649e0da1e99574e0285c_1453871185_1781_600x400

Setelah merasa lelah, Chanyeol menarik Yoora sampai ke pagar pembatas untuk menikmati pemandangan laut yang membentang luas di hadapan mereka. Mentari pagi yang mulai beranjak naik memperjelas warna lensa mata Chanyeol yang berbeda dengan lensa mata Yoora. Vampir keturunan Lee seperti Chanyeol tidak pernah takut akan sinar matahari.

“Yoora.” panggil Chanyeol pada gadis di sampingnya. Gadis itu tampak memejamkan mata, menikmati angin.

“Ya?

“Maafkan aku.”

Yoora perlahan membuka matanya dan menatap Chanyeol yang menunduk.

“Aku seharusnya tak membuatmu merasa terintimidasi.”

“Baekhyun Hyung, Suho Hyung, bahkan Sehun sekalipun, aku tak bisa menandingi mereka yang mencintaimu. Aku menyesal, menyesal karena telah membuat pertemuan pertama kita saat itu begitu menyeramkan untukmu.” Chanyeol menerawang kembali kejadian-kejadian yang pernah ia lewati bersama Yoora.

“Yak! Apa yang kau lakukan?!”

“Kau? Siapa kau? Siapa kau sampai berani-beraninya menyentuhku?! Apa yang dilakukan seorang manusia di tempat ini huh?!”

“Maaf, Aku benar-benar minta maaf.” 

“Aku menyesal karena telah membuang waktuku bersamamu hanya karena keegoisanku sendiri…”

“Maafkan aku, Chanyeol-ssi.”

“Kenapa meminta maaf?”

“Karena aku, kau harus mengikuti kelas etika yang kedengarannya sangat menyeramkan itu.”

“Bagaimana bisa kau mengatakan itu semua karenamu? Apa kau sudah merasa sangat hebat eoh? Apa kau pikir keluargaku sudah membuat dirimu begitu spesial hingga kau bisa mengatakannya dengan semudah itu?”

“Kenapa kau tiba-tiba menjadi seperti ini?”

“Aku seharusnya tidak melakukan itu…”

“Jangan lakukan itu padaku, Chanyeol-ssi! Kumohon!”

“Kumohon!”

“Diamlah! aku tidak akan bersikap kasar. Kau hanya perlu menyimpan teriakanmu yang mengganggu itu.”

“Jangan! Jangan! Chanyeol-ssi!”

PLAK!

“Bukankah sudah kubilang untuk menyimpan teriakanmu?! Itu sangat menggangguku!”

“Aku bodoh…” tatapan sendu Chanyeol kini menatap mata Yoora dalam-dalam. Kilasan kejadian dirinya yang melempar tubuh kecil Yoora ke kolam renang berair sedingin es seketika terlintas kembali.

“Chanyeol-ssi!”

BLURP!

“Tolong ak-“

BLURP!

“Aku tidak bisa-“

BLURP!

“-berenang.”

“-karena telah membiarkan orang lain menyelamatkanmu yang hampir mati karena kesalahanku sendiri. Aku memang bodoh.” Lelaki itu lagi-lagi menunduk.

“Kau benar. Kau memang bodoh, Oppa.

Mata Chanyeol membulat, terkejut dengan apa yang dikatakan Yoora padanya.

“Kau benar-benar bodoh, sampai-sampai kau menghasutku untuk berhenti mencintai lelaki yang kucintai tanpa tahu siapa sebenarnya lelaki yang kucintai itu.”

“Yang pasti itu bukan aku.” Chanyeol mengalihkan pandangannya, menatap Yoora hanya membuatnya semakin sakit. Kakaknya, Suho, sudah lebih dulu mendapatkan hati gadis itu. Chanyeol tak perlu berharap lebih lagi.

“Lihatlah,”

“Bahkan lelaki bodoh yang kucintai itu kini berlagak sok tahu di depanku.” Ucap Yoora memaksakan tawanya.

Chanyeol menatap gadis itu penuh keraguan sambil mencerna kembali kata-kata yang baru saja ia dengar. Yoora tersenyum seolah memberi kepastian bahwa lelaki itu memang tak salah. Ya, Chanyeol-lah yang selama ini Yoora cintai.

Senyum Chanyeol mengembang. Lelaki itu lalu menarik tengkuk Yoora dan mencium bibirnya sebagai tanda dirinya begitu bahagia saat ini.

“Di antara mereka, kenapa aku?” tanya Chanyeol setelah melepas tautan bibirnya pada bibir Yoora. Saat ini, gadis itu sudah berada dalam pelukannya. Tidak hangat memang, tapi cukup untuk membuat Yoora merasa nyaman.

“Aku mencintaimu. Cintaku kujatuhkan padamu. Bukankah itu sudah cukup?”

Lelaki itu mempererat dekapannya, “Kau benar. Dengan kau mencintaiku saja, itu sudah cukup untukku.”

“Terimakasih karena telah memilihku. Aku mencintaimu.” bisik Chanyeol lembut.

Tanpa mereka ketahui, sebuah ponsel milik Chanyeol yang dibiarkan tergeletak begitu saja di jok mobil itu terlihat bergetar karena mendapat panggilan. Nama kontak ‘Xiumin Hyung’ tertera jelas di layar ponsel lelaki yang kini sedang menikmati waktu berharga bersama gadis yang dicintainya di tepi pantai itu.

‘Xiumin Hyung’ 21 panggilan tak terjawab, 5 pesan.

‘Suho Hyung’ 54 panggilan tak terjawab, 23 pesan.

‘Lay Hyung’ 103 panggilan tak terjawab, 77 pesan.

 

♥♥♥

 

Yoora dan Chanyeol terlihat menghabiskan waktu mereka dengan bermain air, berlari menghindari ombak walaupun pada akhirnya tubuh mereka tetap basah karena ulah mereka sendiri.

Matahari sudah berada jauh di atas kepala mereka, tapi sinarnya tak terlalu terik karena awan-awan putih mencoba menyelimutinya. Mendung? Tidak, ini bukan saatnya hujan untuk turun.

“Kenapa udaranya semakin siang malah semakin dingin?” Yoora memeluk tubuhnya sendiri.

Chanyeol memeluk tubuh gadis itu dari belakang, mencoba menghangatkannya.

Dasar bodoh, padahal ia sendiri tahu pelukannya itu sama sekali tidak akan berguna. Karena yang ada, gadis yang dipeluk tubuhnya itu akan merasa semakin kedinginan karena suhu tubuh Chanyeol yang seperti es batu.

“Kurasa tubuhmu 4 derajat lebih hangat dari saudaramu yang lain, Oppa.” Ucap Yoora. Kali ini ucapannya tidak salah, ‘es batu’ itu memang hangat. Ya bayangkan saja, sehangat-hangatnya es, tetap saja namanya es.

“Aku bisa menyalakan api untuk menghangatkanmu. Apa perlu kutunjukkan itu?”

“Benarkah?

“Tunggu sebentar.” Lelaki itu sejenak melepaskan lingkaran tangannya di tubuh Yoora, berniat menunjukkan kekuatannya dalam mengendalikan api pada gadis itu. Namun kemudian, ia dibuat bingung sendiri karena tak ada satu pun benda di dekat mereka yang bisa dijadikan media untuk menyalakan api.

Yoora tertawa kecil melihat lelaki yang kini tengah menggaruk-garuk kepalanya kebingungan.

“Tidak perlu kau paksakan, Oppa. Lagipula aku sudah pernah melihat kekuatanmu itu saat aku mengganggu tidurmu di hari pertama kita bertemu. Semua lilin yang ada di ruangan itu tiba-tiba menyala, padahal tidak ada seorang pun yang menyentuhnya.”

Chanyeol kembali menarik Yoora ke pelukannya, tapi kali ini lelaki itu langsung menjatuhkan dirinya di atas pasir hingga membuat Yoora yang berada di pelukannya juga ikut jatuh ke atas tubuhnya.

“Dasar bodoh! Sakit sekali tahu!” umpat gadis itu seraya memukul dada Chanyeol.

“Iya! Aku bodoh! Lalu kenapa?! Si bodoh ini ternyata juga mencintai gadis yang sama bodohnya dengan dirinya, wleee!” ledek Chanyeol.

“Aku tidak bodoh!”

Hening.

Chanyeol tak membalas kata-kata Yoora. Lelaki itu menatap mata Yoora dalam sambil terus memperlihatkan senyumannya yang mematikan.

Chanyeol tiba-tiba saja merubah posisinya, menindih dan mengunci tubuh kecil gadis itu yang kini berada di bawahnya. Yoora terkejut, namun tatapan Chanyeol seakan benar-benar bisa menghipnotisnya, membuatnya tak mampu melakukan penolakan apapun.

Perlahan tapi pasti, Chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah Yoora. Jantung Yoora berdegup kencang. Walaupun ciuman pertamanya sudah sejak lama didapatkan Baekhyun, ia tetap tak bisa mengontrol rasa gugupnya kala menghadapi momen-momen seperti ini. Yoora terlihat memejamkan mata saat menyadari jarak antara wajahnya dengan wajah Chanyeol semakin dekat.

“Pffft… pffftt…” Tawa Chanyeol tertahan.

Yoora membuka matanya lagi, mendapati Chanyeol tak menciumnya dan malah menertawai ekspresi polosnya tadi.

Oppa!

Lelaki itu bangkit dari posisinya dan berlari meninggalkan Yoora yang merasa kesal dibuatnya.

“Ayo kejar aku, lamban!” Chanyeol meledek Yoora lagi. Ia sengaja memperlambat langkah kakinya agar gadis itu bisa mengejarnya.

Yoora mendengus, “Awas saja!”

Gadis itu bangkit dan berusaha mengejar lelaki berkaki panjang yang berada jauh di depannya.

Chanyeol bersiul sambil menikmati langkahnya, sengaja, untuk membuat gadis di belakangnya itu semakin kesal. Menurut Chanyeol,  Yoora akan terlihat semakin cantik di matanya saat sedang kesal-kesal manja.

BREG!

Tanpa memberi kesempatan terlebih dahulu, gadis itu langsung saja melompat ke punggung Chanyeol yang secara tak langsung memaksa lelaki itu untuk menggendongnya. Chanyeol tak marah, kenakalan gadis itu malah membuat suasana di antara mereka berdua terasa semakin hangat. Waktu yang mereka habiskan hari ini dipenuhi canda tawa yang ceria.

Mereka berpacaran? Tentu saja tidak. Kim Yoora, masih tetap menjadi milik leader EXO, ya, Suho.

 

♥♥♥

 

“Kalian dari mana saja?” tanya Lay.

Ke-9 bersaudara yang ada di ruangan itu memandangi Yoora dan Chanyeol dengan tatapan yang seolah-olah akan menelan mereka berdua hidup-hidup. Tak ada raut penuh canda yang terpancar dari wajah ke-9 lelaki itu. Terlebih lagi jika melihat raut wajah Suho, Baekhyun, Sehun dan Dio. Ke-4 lelaki itulah yang paling jelas menunjukkan rasa kecewa mereka meski hanya tersirat dari mimik mereka masing-masing.

“Maafkan aku, Hyung.

“Jangan hanya meminta maaf, Chanyeol-ah! Kami juga ingin mendengar jawabanmu yang baru kembali setelah 9 jam menghilang tanpa kabar apapun bersama seorang gadis manusia!” bentak Xiumin yang saat ini tengah duduk di sofa di sebelah Suho.

“Haruskah aku mengulang cerita yang kalian buat selama 9 jam itu?” lensa kuning Baekhyun terlihat menyala-nyala.

“Sebenarnya saat itu juga aku bisa muncul di tengah-tengah kalian, tapi mendengar Baekhyun Hyung mengatakan kalau kalian begitu mesra, aku jadi ragu untuk menjadi perusak suasana itu.” ucap Kai memperkeruh suasana.

“Sudah cukup!” Kata-kata Suho itu mampu membuat semua mulut yang ada di ruangan itu bungkam seketika.

Chanyeol dan Yoora terlihat menundukkan kepala mereka, tak berani menatap Suho yang murka.

“Chanyeol-ah, kau tahu kenapa kami berbuat seperti ini?” lanjut Suho.

“Karena ketika aku datang, kau tidak ada untuk menyambut kedatanganku.”

3df4458608a6609bb04964eedee293c8

Chanyeol otomatis menegakkan kepalanya, suara yang begitu familiar itu akhirnya terdengar lagi di telinganya setelah sekian lama.

Seorang pria berwajah barat dengan setelan jas serba hitam dan lensa mata berwarna cokelat itu selangkah demi selangkah menuruni tangga di tengah ruangan besar rumah mereka.

Ke-10 lelaki muda yang ada di ruangan itu langsung memberi penghormatan pada pria itu dengan cara berlutut menekuk satu kaki mereka sambil menundukkan kepala, persis seperti pelayan istana yang membungkuk tunduk di hadapan rajanya.

“Kau pasti Kim Yoora.”

Yoora terdiam mematung, tak tahu harus bagaimana menghadapi pria setengah tua yang baru ia temui untuk pertama kalinya itu.

“Kau tidak perlu takut, aku tidak seliar anak-anak nakal ini.” ucap pria bule itu tersenyum. Senyuman yang seketika mampu membuat rasa takut Yoora menghilang. Senyuman itu, senyuman yang begitu menyejukkan.

Mungkinkah dia… Pet? Pej? Pas? Pes?

“Pace, Pace Lee.” ucap pria itu memperkenalkan diri. “Aku ayah mereka. Sekaligus orang yang dekat sekali dengan… ayahmu.”

“Ayahku?” Yoora tertegun.

Vampir ini… dekat sekali dengan ayahku? Ayahku… benar-benar dekat dengan makhluk berdarah dingin ini?

Kenapa? Kenapa mereka bisa dekat?

Apa yang membuat ayah begitu mempercayainya hingga memutuskan untuk menyuruhku tinggal bersama mereka dan meninggalkannya sendirian?

“Jangan berpikir terlalu keras, Yoora. Kalau kau terus memikirkannya, itu akan terasa sangat melelahkan.”

“Kau bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiranku?”

Pria bernama Pace itu memaksakan tawanya, “Aku lelah, aku akan beristirahat.”

Ke-10 lelaki itu kemudian bangkit dari posisi mereka sesaat setelah pria yang merupakan ayah mereka itu berbalik dan menaiki anak tangga untuk kembali ke kamarnya di lantai paling atas.

Namun baru saja beberapa langkah, ayah mereka kembali berbalik.

“Aku perlu bicara denganmu, Chanyeol-ah.”

wp-1500109685048.png

43 tanggapan untuk “SADISTIC NIGHT -CH. 6 : The End of My Story P.1- by AYUSHAFIRAA”

  1. Yoora hidupnya fleksibel bgt yah…. Seru wkkw kapan bagian aku? Hehehehe
    Kok pas ayahnya dateng suasanya jadi makin intens ya, kaku bgt. Tapi ayahnya baik bgt, penasaran kenapa chanyeol dipanggil. Btw seneng akhirnya bisa ngeliat momen chanyeol sama yoora, pada akhirnya siapa yg berhasi menangin hati yoora ya??😂🤔😆😅

  2. Oh tydaaaacckk !! baekhyun kasihan sekali kau nak ternyata selama ini yoora cinta nya sama chanyeol, duuhhh baek-yoo shipper potek nih kaaa 😭 kenapa harus chanyeol ka, gak relaaaa chanyeol gak boleh ama siapa siapa pengennya chanyeol jomblo aja dulu 😅, chanyeol oohhh kau sudah diambil orang 😭😂 aku harus bagaimana? 😭😂
    Eh btw, jangan jagan bapak pace lee mau ngajak bicara sama chanyeol supaya chanyeol nggak boleh jatuh cinta/deket sama yoora lagi?? Hihii bolehlah bolehlah gpplah kaya gitu aja 😂 (*jahat bat gue 😅)

    1. Hihi iyaaa coba yaa kan apa banget /mauluapayu😂🔪/ wkwk baek-yoo shipper sungguh harus benar2 bersabar menghadapi problematika di cerita ini 😂😂😂✌ wakakak ternyata diamdiam nyuruh chanyeol jomblo supaya sama kamu gitu? 😂 dudududuh sabar yaa shay, Chanyeolnya udah kepincut sama Yoora XD
      Bisa jadi bisa jadi tuh :’v etapi kasian chanyeol kalo kayak gitu hikseu ㅠㅠ Dasar wkwkwk senang diatas penderitaan chanyeol yhaaa 😂😂😂👌

  3. Kagak rela yoora sama chanyeol…
    Mau nya yoora sama suho atau baekhyun
    Kira” ayah mereka manggil chanyeol kenapa yah😐😐😐

    1. Iyaaa keliatannya kayak yg maruk padahal mah enggak kok :’) Yoora dari awal emang suka Chanyeol, cuma Suhonya yg nyatain cinta duluan gimana mau nolaknya orang samasama ganteng wkwkwk 😂😂😂✌ siip siip, coming soon yaa 😍😍😍

  4. Mending yoora sendiri aja,,,,plin plan,,,huh jadi sebel aq,,
    Hormatnya kok kayak gitu???sebenarnya pace lee itu ayah ato raja???

    1. Sebenernya Yoora gak plin-plan kok xD dia cuma gak tegaan orangnya sama terlalu baik, dia dari awal sukanya sama Chanyeol kok, yg lain aja itu mah yg baperan /plak😂✌/ Ayah yg mereka hormati layaknya ke raja hehe 😎👌

  5. Ko bisa sih Chanyeol yg dicintai yoora?? Bukannya Baekhyun ya?? Hebaaat author bisa buat aku bingung hehee 😍 lanjut ya Thor 😚

    1. Bisa dong, secara gitu vampir ganteng yg dia temuin pertama kali waktu baru datang ke keluarga lee 😂 yaa walaupun chanyeol sangar tapi kan gans /plak😂🔪/ maafin yaa kalo bikin bingung 😂😂😂 siip siip, coming soon yaa^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s