[CHEN BIRTHDAY PROJECT]Selamat Ulang Tahun – chen21ina

c529b003f7ea2d077ed0b054c395ea99.jpg

[CHEN BIRTHDAY PROJECT]Selamat Ulang Tahun – chen21ina

Cast : Jongdae, Seojong
Genre : Romance, Angst
.
.


“Jadi untuk ulang tahunmu nanti kau mau hadiah apa? Ahh bagaimana kalau kita buat pesta!! Pasti akan sangat mengenangkan, kita akan berpesta sampai pagi ~” aku memutar mataku bosan, Seojung terus saja berbicara soal apa yang ku inginkan di hari ulang tahun. Oh ayolah aku ini sudah 26 tahun dan hal-hal seperti itu sangat kekanakan.

“Tidak Usah” jawabku cepat.

“Aku serius!!”

“Kau ini cerewet sekali, aku harap kau menghilang saja agar aku tak perlu mendengar ocehanmu lagi”

” Ish kau ini bersikap manislah padaku. Jika aku tak ada baru nanti kau akan menyesal ”

“Cerewet”

.
.
[20 September ]

Hahh
Hahh
Brengsek!!

Aku berlari sekencang yang ku bisa. Tak ku pedulikan udara malam yang mulai menusuk bahkan aku tak sempat memakai sepatu dan hanya pergi dengan sendal juga celana pendek.

Satu jam lalu Seojong menelfonku, ia menyuruhku agar tidak tidur lebih awal, ia sungguh-sungguh dengan niatnya yang ingin membuat sebuah pesta kecil untuk hari ulang tahunku membuat bibirku tanpa sadar melengkungkan senyuman dan tanganku mulai bergerak merapihkan kamar flatku, dapat ku bayangkan bibirnya yang terus mengomel jika Seojong melihat flat ini dalam keadaan kotor, selama rasa gengsi memaksa bibirku untuk berucap ketus namun sejujurnya hatiku selalu menghangat setiap kali mendapatkan perlakuan manis dari Seojong.
Tetapi telepon yang ku dapat 10 menit lalu mampu menghancurkan bayangan pesta kecil yang sempat terlintas.

“Jika kau ingin gadismu selamat datanglah ke gudang di jalan Diamond. Jika dalam waktu 20 menit kau tidak datang maka aku akan kirimkan mayatnya ke rumahmu sebagai hadiah ulang tahun dariku”

Awalnya kupikir ini hanya sebuah candaan namun ketika sadar siapa pengirim pesan tersebut hatiku seketika di penuhi rasa marah dan takut.

Selama ini aku bersikap dingin bukan untuk mencari perhatian, aku memang orang yang seperti ini. Hidup sendiri di jalanan selama lebih dari 15 tahun mampu membuat diriku bagai sekeras batu.

Cinta dan kasih sayang hanya sebuah kata tanpa aku tahu apa maknanya. Berkelahi demi memperebutkan daerah kekuasaan bagai sudah menjadi makanan sehari-hari. Hingga Seojong tanpa permisi mulai masuk ke dalam duniaku, perlahan memberikan goresan warna di kelamnya kehidupan yang selama ini ku jalani.

BRAK

“Waahhh coba lihat siapa yang datang” ujar Jongin, ia adalah salah satu musuh terbesarku. Tak pernah sekalipun pertemuan diantara kami terjadi tanpa ada darah sebagai kenangan manis.

“Aku tidak tahu jika Kim Jongin adalah seorang pengecut yang kini bersembunyi di balik sandra” ujarku ketus.

“Sandra? Sayangnya aku tak berniat menjadikan gadis ini sandra. Tapi kau tahu kan bahwa aku selalu berambisi memiliki semua yang kau punya. Dan malam ini akan ku jadikan gadismu sebagai milikku”

“Brengsek!!! ” Aku berteriak dan kaki ku melangkah cepat. Tak akan ku izinkan Jongin menyentuh Seojong walau hanya seujung kuku.

“Berhenti disitu tuan, atau gadismu akan mati saat ini juga.” Langkahku terhenti saat Jongin mengeluarkan sebilah pisau kearah Seojong.

Grep

“Yakk!!” aku kembali berteriak ketika dua orang pria memegang kedua tanganku erat.

Bugh
Bugh

Aku terjatuh ketika mereka mulai memukuliku.

“Pergi!! ”
Hummmpppp

Mataku memanas saat Jongin dengan sengaja duduk diatas pangkuan Seojong yang kini tengah di ikat. Emosiku meluap saat dengan kurang ajarnya Jongin mencium Seojong kasar.

“Hiks Jongdae”
Satu isakan terdengar.

Tidak Seo kau jangan menangis, air matamu tak ku ijinkan keluar !!

“Jongdae ” lirih Seojong lagi.

“Aaaarrggghhhh !!! Mati kalian!!! ” aku bangkit dengan cepat, ku pukul semua orang yang berusaha menghalangi jalanku. Tak peduli tubuhku yang mungkin akan hancur aku harus menyelamatkan Seojong dari tangan Jongin.

Bugh
Bugh
Bugh

“Kim Jongin kau tidak akan selamat!! ”

Bugh

Satu pukulan kini mendarat di pipi Jongin membuatnya jatuh tersungkur ke lantai. Seakan belum puas aku kembali menghujami pukulan demi pukulan kearahnya.

“Jongdae berhenti”
Tanganku melayang di udara, tinju itu kini hanya melayang dan kehilangan kekuatannya. Aku bangkit dan berbalik menuju Seojong. Matanya masih mengeluarkan air mata dengan tubuh yang gemetar ketakutan.

Tanganku mulai membuka ikatan tali pada tangan dan kaki Seojong, dari dekat dapat ku lihat beberapa luka memar di tubuhnya entah apa yang sudah terjadi sebelum ku datang kemari tapi yang pasti aku bersumpah akan membalas semua luka ini.

“Kita pulang ” ujarku pelan.

“Jo-Jongdae” panggil Seojong, suaranya bergetar dan itu membuatku tak berani menatap wajahnya. Aku tak akan sanggup melihat wajah Seojong yang ketakutan karena ulahku sendiri.

“I-itu”

“Sudah tidak apa-apa ” Jawabku.

“Tidakkk!!! ” teriak Seojong

DOR
DOR
DOR

Waktu seakan berhenti, nafasku tertahan bersama dengan darah yang kini mengotori pakaianku.

Bruk

Deg
Deg
Deg

“Dalam pertarungan kau seharusnya tidak mengalihkan pandanganmu walau hanya satu detik Kim Jongdae”

Suara Jongin terdengar namun aku bagai tuli, aku tak bisa memproses kejadian yang baru saja terjadi.

“Bos gawat ada polisi sedang menuju kemari”

“Apa ??! Sial!! ”

Telingaku masih dengan jelas mendengar ucapan anak buah Jongin,dan mataku pun melihat dengan jelas Jongin yang kini melarikan diri. Namun aku diam membeku, jangankan untuk mengejar Jongin bernafaspun rasanya sulit ketika cahaya hidupmu kini bersimbah darah di pelukanmu sendiri.

Ya, sedari tadi Seojong berusaha memberitahuku bahwa Jongin telah memegang pistol dan bersiap menembak tapi aku salah mengartikan setiap patah kata yang tadi berusaha ia ucapkan.

Bodohnya aku yang tak berani menatap wajahnya, bodohnya aku yang mengira ia takut karena melihat kelakukan kasarku. Hingga kemudian Seojong membalikan tubuhnya cepat dan membuat peluru-peluru itu bersarang dalam tubuhnya sendiri.

“Jong-dae”

“Ssstt jangan bicara”

“Terima kasih kau sudah datang kemari”

“Diamlah, aku akan segera meminta pertolongan”

Grep

Seojong memegang pipiku pelan, tubuhnya penuh luka dan darah tapi ia masih tersenyum.

“A-ku mencintai di-rimu.. A-aku-”

“Ssstttt sudah jangan di teruskan” jawabku pilu.

“Apa kau ju-ga mencintai-ku? Jong-dae ah? “Tanyanya kepayahan. Aku menarik nafas panjang, ku tatap wajahnya yang kini seolah menanti jawaban.

“Kau itu cerewet sekali,kau juga sangat merepotkan tapi kau juga begitu baik hati, semakin lama aku mengenalmu satu yang ku ketahui bahwa di dalam hidup ini kita memang membutuhkan seseorang yang cerewet,merepotkan namun baik hati untuk membuat hidup terasa lebih berharga. Aku tidak tahu ini adalah perasaan cinta atau bukan tapi yang ku tahu adalah kau orang yang sangat berharga” Jawabku tulus, dapatku lihat Seojong tersenyum manis di tengah usahanya menahan rasa sakit.

Mata kami kembali bertemu dan aku menyesali setiap waktu yang ku habiskan dengan percuma bersama Seojong, seandainya ku tahu bahwa melihatnya kesakitan seperti ini akan menyiksaku, tak akan ku buang satu detikpun hidupku bersamanya.

Tubuhku perlahan maju, kusatukan kedua bibir kami dalam aliran air mata.

“Jongdae sela-mat ulang ta-hun, permohonan-mu du-lu seper-tinya akan sege-ra di kabul-kan Tuhan”

“””””Kau ini cerewet sekali, aku harap kau menghilang saja agar aku tak perlu mendengar ocehanmu lagi”””””

Teng
Teng
Teng

Suara lonceng dari arah gereja di ujung jalan terdengar tanda bahwa kini telah memasuki tengah malam. Bersamaan dengan itu tangan Seojong yang sebelumnya di pipiku kini jatuh terkulai lemas. Matanya yang tadi menatapku penuh harap tertutup sempurna dengan deru nafas yang menghilang dibawa dinginnya angin malam.

“Seo.. Bangunlah” ku guncang pelan tubuhnya namun ia hanya diam.

“Seo.. Kau tidak boleh pergi!! ”

“Kumohon bangun dan jawab aku.. Seoo kumohon”

Seojong tetap diam tak bergeming,tubuhnya pun kini mulai terasa dingin.

Mataku menatap pada pistol yang tadi Jongin jatuhkan ketika ia terburu-buru melarikan diri,tanpa melepas Seojong dari pelukanku kuraih pistol tersebut dengan sisa tenaga yang kumiliki.

“Seo tunggu aku sebentar dan kita akan pergi bersama”

DOR

–End–

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s