[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Y(OUR) TALE – baereddish

d29be434746550a06082513af804770e.jpg

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Y(OUR) TALE – baereddish

Chen & Park Hyeri (OC) || Romance || PG-15

Seoul, 20/09/17 11:00pm

Park Hyeri, anak bungsu dari dua bersaudara dan merupakan adik dari Park Chanyeol. Ia seorang siswi SMA yang masuk ke dalam golongan langka. Ia termasuk ke dalam orang-orang yang benci cerita-cerita pada buku novel. Dikarenakan ceritanya yang tidak realistis, menurutnya semua kisah cinta pada novel itu hanyalah omong kosong.


KREKK

Pintu kamar mandi terbuka, tampak Hyeri keluar masih dengan rambut setengah basah. Ia berjalan menuju kasurnya, tanpa sengaja Hyeri menendang buku novel usang yang tergeletak di dekat kasurnya. Hyeri membungkuk memungut buku itu.

Hyeri membolak-balikan buku itu ditangannya. Kemudian, ia menghempaskan diri pada kasur empuknya. Buku novel itu adalah buku novel satu-satunya yang ia miliki, itupun dia tidak membelinya melainkan pemberian dari ahjumma aneh yang dia temui di jalan. Entah hasutan dari mana, dia kemudian membaca buku yang tidak pernah dibacanya secara perlahan dan mulai tenggelam kedalamnya.

Kring…kring…kring

Hyeri . “Ugh…Sudah pagi.” Kata Hyeri masih dengan suara yang parau.

Dalam keadaan yang masih setengah sadar, ia menuju kamar mandi. Sekitar satu jam kemudian, Hyeri sudah lengkap dengan pakaian olahraganya. Setiap pagi Hyeri rutin melakukan olahraga di seputaran kompleks rumahnya.

Hyeri mengayuh sepedanya menuju ke jalanan. Sesekali, ia bersenandung lagu favoritnya sembari menikmati angin yang menerpa wajahnya. Hampir sekitar 30 menit ia berkeliling, ia memarkirkan sepedanya. Hyeri kemudian berjalan menuju mesin penjual minuman otomatis terdekat. Setelahnya, ia mengambil tempat untuk duduk di sekitaran taman tempatnya berhenti tadi.

BUKK

Sebuah bola melayang mengenai kaleng minuman yang berada di tangannya. Untung saja Hyeri memiliki refleks yang baik, sehingga bajunya tidak terlalu basah. Tampak seorang laki-laki berlari menuju tempat Hyeri.

“Kau tidak apa-apa? Maaf, aku tidak sengaja menendang bola itu ke arahmu.” Sahut laki-laki itu dengan nada panik.

“Iya, aku tidak apa-apa. Anggap saja hari sialku.” Jawab Hyeri santai sembari menepuk-nepuk bajunya yang basah.

“Ah…Tunggu sebentar.” Laki-laki itu berlari kembali ke tempatnya tadi dan menyambar tasnya yang berada di pinggir lapangan. Dirogohnya isi tas itu untuk mengambil handuk. Ia kemudian berlari kembali ke tempat Hyeri dengan membawa handuk di tangannya.

“Kau bisa pakai handuk ini.” Kata laki-laki itu sambil menyodorkan handuk yang ada di tangannya.

Melihat uluran tangan laki-laki itu, Hyeripun menerimanya. Diusapnya handuk itu pada bagian yang basah.

“Kalau kau butuh ganti rugi, kau tinggal menghubungiku. Namaku Chen, nomor teleponku 0-“ Belum selesai Chen berbicara, Hyeri lebih dulu memotongnya.

“Kau tidak perlu ganti rugi. Ini cuma hal sepele.”

Yang dibalas anggukan oleh Chen tanda mengerti. “Sebelum itu, siapa namamu?” Tanya Chen kemudian.

“Hyeri.”

“Hyeri, kalau kau masih punya waktu, mau menonton kami bermain?” Tanya Chen bersemangat yang dibalas anggukan tanda setuju oleh Hyeri.

Hyeri menatap Chen yang sedang asyik bermain, sesekali Chen akan tersenyum bahkan tertawa disela-sela ia bermain. “Manis.” Ucap Hyeri tanpa sadar.

“Terima kasih atas pujiannya. Kau juga manis.” Ucap Chen menggoda Hyeri. Perkataan Chen itu sukses membuat pipi Hyeri merona.

“Apa-apaan kau ini. Aku bukan memujimu kok, ma-maksudku a-aku mau makan manis, bukan kau.” Hyeri mengipas-ngipas wajahnya yang masih memanas.

“Hahaha. Oh, apa kau ada waktu sebentar? Kami ingin mengajakmu jalan bersama. Itupun kalau kau tidak keberatan.”

“Oke.” Jawab Hyeri.

Myeong-dong 04:00pm

Hyeri sudah berkumpul bersama Chen dan teman-temannya di ruangan tempat karaoke. Tiba giliran Chen untuk bernyanyi. Ia memilih lagu marry your daughter milik Bruno Mars. Suaranya yang merdu menyentuh hati Hyeri. Sesekali Chen akan memandang Hyeri dengan senyum manisnya.

“Pacaran…Jadian…Pacaran.” Seru teman-teman Chen menggoda dua sejoli yang terus-terusan curi pandang itu. Tiba di penghujung lagu, Chen tiba-tiba berlutut di hadapan Hyeri yang sukses membuatnya membelalakkan mata.

“Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku merasa nyaman saat berbicara denganmu. Mungkin ini terlalu cepat bagimu. Tapi, rasa ini tidak bisa kutahan. Apa kau mau jadi pacarku? Kau tidak harus menjawabnya sekarang. Aku akan memberikanmu waktu.” Ungkap Chen dengan tulus menatap mata Hyeri.

Pandangan Hyeri saat ini hanya terpaku pada Chen yang sedang berlutut di hadapannya. ‘Apa yang harus aku lakukan? Dia bilang akan memberikanku waktu. Tapi bagaimana kalau aku terlambat?’ Batin Hyeri berkecamuk.

“Ba-ba-baiklah.” Jawaban Hyeri malu-malu sukses membuat Chen meloncat kegirangan dan tanpa sadar langsung memeluk Hyeri erat.

Drrrtt…drrtt…drrtt

Tubuh Chen menegang saat melihat layar telepon selulernya.

“Aku akan keluar sebentar.”

“Ada apa?” Tanya Hyeri khawatir yang dibalas gelengan oleh Chen.

Sudah sekian menit berlalu, tetapi Chen tidak kunjung kembali. Hyeri yang masih merasa janggal dengan perilaku Chen tadi, memutuskan ikut menyusul Chen keluar.

“Pacar? Kau gila, Chen.” Hyeri mendengar suara perempuan dari balik lorong dekat ruangan mereka. ‘Chen? Apa yang terjadi?’ Batin Hyeri gusar.

“Dia bukan pacarku, Hara.” Hyeri mulai mendengar suara laki-laki yang sudah dipastikan milik Chen. Perasaan Hyeri mulai tidak nyaman.

“Lalu siapa Hyeri itu?” Hardik Hara.

“Entahlah, dia hanya orang asing. Aku hanya mencintaimu, Hara. Percayalah.”

Tubuh Hyeri menegang, ‘Bukan Pacar? Orang asing?’ Batin Hyeri penuh dengan amarah. Tidak sanggup mendengar kelanjutan percakapan Chen dengan perempuan bernama Hara, Hyeri beranjak pergi meninggalkan tempat karaoke itu dengan perasaan marah. Hyeri berpikir dirinya sangat bodoh, karena terlalu cepat memberikan kepercayaan kepada Chen.

Hyeri terus berlari tanpa melihat sekeliling, hingga sebuah mobil melaju kearahnya.

BRUKK

Seoul, 21/09/17 12.30pm

Hyeri terjatuh dari kasurnya. ‘Mimpi’ Batinnya.

“Park Hyeri! Sampai kapan kau akan tidur? Cepat bangun!” Teriak Chanyeol dari luar.

Ia kemudian beranjak dari posisinya, pandangannya teralihkan pada buku yang tergeletak di atas kasurnya dengan keadaan yang terbuka. Ia terpaku pada satu nama yang tertulis rapi pada buku itu, ‘Chen.’ Batinnya.

“Sial! Cerita di buku itu sampai masuk ke dalam mimpiku.” Gumam Hyeri sambil berjalan keluar untuk mengambil air untuk membasahi kerongkongannya yang kering.

“Coba lihat keadaanmu sekarang. Sangat memalukan, kau tidak pantas disebut seorang wanita.” Ejek Chanyeol yang tidak dihiraukan oleh Hyeri.

“Oppa, siapa itu?” Tanya Hyeri saat melihat seorang laki-laki duduk membelakangi mereka.

“Ah, itu temanku. Jongdae-ya.” Laki-laki yang dipanggil Jongdae itu kemudian berdiri dan membalikkan badan ke arah Park bersaudara.

“Perkenalkan, ini adikku, namanya Hyeri.” Sahut Chanyeol kemudian.

“Aku Kim Jongdae.” Ucap Jongdae tersenyum dan mengulurkan tangannya.

PRANG!

Gelas yang Hyeri pegang terjatuh, tubuhnya menegang seketika.

“CHEN?!” Seru Hyeri yang sukses membuat Chanyeol dan Jongdae melihatnya dengan tatapan heran dan aneh.

Tidak ada yang bisa menebak alur percintaan seperti apa yang akan kita dapatkan. Sama halnya dengan Hyeri. Kali ini, dia akan menghadapi kisahnya sendiri, bukan hanya sekadar cerita di buku novel. Akankah Hyeri mendapatkan akhir yang bahagia atau malah sebaliknya? Semuanya bergantung pada Park Hyeri.

END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s