[CHEN BIRTHDAY PROJECT] You Don’t Know Love -Hanyeolie27

86E2DF88E2ACB7FF11E8089F073D09BD22d99871t070a6412.jpg

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] You Don’t Know Love -Hanyeolie27
Chen & OC || Romance || PG-13

Bruk!
Bruk!
Bruk!

Terdengar suara hentakan kaki yang sedang berlari. Seorang pria dengan senyum cerah sambil memegang secarik kertas itu berlari di sepanjang koridor sekolah.

“Hahhhhh Hanmi!! Akhirnya aku menerima balasan surat dari Seoyeon!!” ucap pria tadi yang bername tag ‘Chen’ pada seragamnya.

“Astaga… benerin dulu itu nafasnya, baru ngomong.” -Hanmi

“Heheheee. Aku udah terlalu bersemangat! Makanya sampai begini.” -Chen

“Oiya!! Ngomong-ngomong selamat ya!! Gak sia-sia selama ini aku membantumu untuk buat puluhan surat cinta itu.” -Hanmi

“Iya!! Makasih ya Hanmi! Udah mau ngebantu aku buat ngedate dengan Seoyeon!” -Chen

KRING!!
KRING!!

Bel tanda masuk pun berbunyi. Selama jam pelajaran, Chen yang duduk di sudut kelas itu tak bosan menatap keluar jendela. Sambil sesekali senyum-senyum.

‘Dasar tuh anak! Lagi kasmaran. Sampai gak merhatiin pelajran.’ -ucap Hanmi dalam hati.

Kring!!

Bel istirahat telah bunyi. Hanmi langsung menghampiri meja Chen.
Tiba-tiba ada sekelompok anak cewek mengerubuni meja chen.

“Hei Hanmi!! Jangan kegatelan yah!! Chen itu udah jadian sama Seoyeon! Setiap hari selalu nempel sama chen! Cih!”

Ya. Semua orang juga tau, kalau mereka itu adalah teman-temannya Seoyeon yang di cap sebagai Ratu sekolah. Karna itulah Chen mati-matian membuat puluhan surat cinta dengan bantuan Hanmi.

“Udah, gak usah di dengerin perkataan mereka. Mereka memang gitu” -Chen pergi dari kelas dengan wajah kesal.

‘Hari ini hari apa sih?!! Kok aku sial sekali!’ -Ucap Hanmi dalam hati.

Dan berakhirlah Hanmi yang pergi sendirian ke kantin. Di sepanjang jalan ke kantin, banyak sekali murid yang menggosip.

‘Ternyata sangat cepat menyebar ya gosip nya. Dasar kalian para penggosip!’ – ucap Hanmi dalam hati.

Kring!!
Kring!!

Bel yang membuat semua murid satu sekolah teriak kegirangan itupun berbunyi.

“Han, Kamu pulang sendiri yaa. Soalnya aku mau nganterin Seoyeon dulu.” -Chen

Tiba-tiba ponsel Chen berbunyi.

“Halo? Ohh iya iya. Aku lagi di jalan mau ke parkiran!” -Chen

“Oh iya chen, ak-” -Hanmi

“Ceritanya besok aja ya. Seoyeon udah nungguin. Bye!” Chen memotong perkataan Hanmi dan langsung berlari ke luar kelas.

‘Aku hanya mau bilang. Kalau hari ini aku kacau.’ Ucap Hanmi dalam hati.

Esoknya, Chen telah siap dengan pakaiannya yang sangat rapi. Yap! Hari ini merupakan hari untuk pertama kalinya Chen kencan dengan Seoyeon.

“Semoga hari ini berjalan lancar!! Fighting Chen!!” -Chen

Chen mulai berangkat dengan mobilnya. Ia langsung pergi ke cafe yang telah ia dan Seoyeon sepakati untuk berkencan hari ini. Mereka memulai kencan mereka dengan obrolan Chen yang membuat Seoyeon tertawa. Chen sengaja mengatakan hal konyol untuk memecah  kecanggungan.

Sementara itu, di meja lain seorang gadis memakai setelan serba hitam sedang menyimak pembicaraan mereka.

“Hah? Kenapa kencan ini begitu garing? Bahkan chen tak ada mengucapkan kata-kata manis.” – ucap gadis tersebut, yang ternyata adalah Hanmi.

1 jam di cafe dengan Hanmi yang masih menyimak mereka berdua, seketika syok dengan apa yang dilihatnya. Yap! Chen mengecup dahi Seoyeon dengan cukup lama di depan umum!! Sekali lagi, DIDEPAN UMUM!

Karna Hanmi terlalu syok, dia tak sengaja menurunkan buku menu yang daritadi ia gunakan untuk menutup wajahnya. Sedangkan Seoyeon yang terkejut, spontan ia menjauhi wajahnya dari Chen.
Dan tak sengaja dia melihat ke arah meja Hanmi.

“Seoyeon, sekali lagi aku katakan. Aku mencintaimu. Lebih dari apa pun. Kumohon terima cinta ku.” -Chen

“Ehm.. ehmm maaf Chen. Aku belum bisa memutuskannya sekarang.” -Hanmi

Hanmi yang tak sengaja mendengarnya, ia terkejut.

“Jadi mereka belum pacaran? Tapi kenapa Chen berani menciumnya di depan umum?” Ucap Hanmi lirih.

Hanmi langsung menuju  halte untuk pulang. Ia sangat sedih mengetahui ternyata chen mencintai seoyeon ‘lebih dari apapun’.

Matanya berkaca-kaca. Padangannya mengabur karena matanya dipenuhi airmata yang berlinang. Tak sengaja ia menyenggol seseorang.

“Aduh!!” Ucap hani yang terkena tumpahan kopi panas di tangannya. Sementara orang yang di senggolnya pergi sambil berlari.

“KENAPA AKU BEGITU SIAL SIH?!!” -teriak Hanmi dan berlari begitu saja ke jalan untuk menyebrang. Tanpa memperhatikan sekitar.

BRUK!!

Bunyi Hantaman keras terdengar.

“Ahkkh!!”

Kecelakaan yang terjadi begitu saja tak dapat terhindarkan.

Sedangkan di sisi lain halte, Chen dan Hanmi menunggu bus.

“Kau yakin tak mau kuantar pulang?” -Chen

“Iya Chen. Dan juga, aku mau bilang. Kalau aku gak bisa nerima perasaan kamu. Ada orang yang lebih pantas untuk kau cintai.” -Seoyeon

“Hah?! T..tapi… Siapa dia? Tak ada orang yang bisa kucintai selain kamu.” -Chen

“Dia sahabatmu. Sudah jelas sekali dia menyukaimu. Bahkan sudah bertahun-tahun. Apa kau tak menyadarinya? Rasa cintanya ke kamu itu besar Chen! Bahkan dia rela di caci orang demi mempertahankan rasa cintanya ke dirimu. Awalnya aku syok melihat dia yang ikut senang saat kau berkencan dengan ku.” -Seoyeon

“Siapa dia?! Hanmi?! Aku tak pernah mencintainya!” -Chen

“Kau memang tak mencintainya. Tapi dia yang mencintaimu. Bahkan dia mengikuti kita berkencan hari ini. Itu berarti dia tak bisa melepaskanmu Chen! Sadarlah!” -Seoyeon.

“Cih, selama ini sia-sia usahaku hanya karna dia. ” -ucal Chen lirih

“Jangan salahkan dia Chen! Aku melakukan ini agar dia tak terlalu tersakiti. Jadi, aku menolakmu. Ooh. Itu bus ku sudah datang!” -Hanmi

Chen mencengkram tangannya dengan mata yang menyiratkan kemarahan.

“Awas saja kau hani!!”

Dengan segera Chen melaju mobilnya dengan kencang. Menuju Rumah Hanmi.

TOK! TOK!! TOK!!

“HEI HANMI!! BUKA PINTUNYA!!” -Chen

“Chen! Biasa saja. Lagian Hanmi tak ada di rumah! Kan tadi dia pergi bersamamu.” -Ucap seorang cewek dari dalam rumah itu.

“Kau yakin? Bahkan si sialan itu menghancurkan Kencanku!!” -Chen

“Kau ini bicara apa?! Dia tak ada di rumah sekarang!” -Ucap cewek itu dan langsung menutup pintu.

Tring!!
Tring!!

“Halo? Iya. Ini saya temannya Hanmi.” -Chen

“Apa?! Dia kecelakaan?!” -Chen

“Baiklah. Aku akan kesana. Terima kasih.” -Chen

Sesampainya di rumah sakit, Chen langsung menuju ruangan dimana Hanmi berada. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri kondisi Hanmi yang sangat menyedihkan.

“Chennie~ Maaf kalau selama ini membuatmu risih. Aku pergi dulu ya :)” -Setelah mengucapkan dengan terbata, mata Hanmi terpejam.

“Aargghh!! Jangan Seperti ini Hanmi!! Kumohon!! Maafkan aku Hanmi!!” -Chen

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s