[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Sorry and I Love You

timeline_20170923_104321

[CHEN BIRTHDAY PROJECT]

Sorry and I Love You – Dancinglee_710117

Kim Jong Dae/Chen & Bang Yoo Jin (OC) || Romance, Angst || G

Dulu, kukira aku adalah pusat dunia.

Karena tidak peduli bagaimana cara orang-orang memandangku,

Bagaimana mereka berbicara tentangku,

Aku akan tetap berjalan, bernapas, dan hidup dengan atau tanpa mereka.

Karena aku adalah dunia, dan dunia adalah aku.

Setidaknya itu yang aku pikirkan sebelum bertemu dengannya.

Aku menghela napas untuk yang kesekian kalinya, melemaskan jemari tangan yang kaku, memperbaiki riasan, menginspeksi gaun paling indah yang pernah aku kenakan seumur hidupku, serta tak lupa bernapas secara teratur. Semua itu kulakukan supaya tidak mempermalukan dia, sang matahariku.

“Nona Yoo Jin?”

Aku menoleh, seorang wanita paruh baya menyodorkan seikat bunga mawar putih yang dirangakai dengan indah kepadaku. Beliau tersenyum, kebahagiaan mengalahkan keriputnya, tak mengacuhkan tubuh rentanya yang ditopang tongkat kurus, yang kokoh menjadi sahabatnya diusia senja.

Aku balas dengan menaikkan kedua sudut bibirku, menegaskan bahwa aku sama bahagianya pada hari istimewa ini.

Orang-orang memintaku bersiap dibelakang pintu masuk menuju aula. Aku segera menghapus segala rasa gugup yang bisa mengacaukan pernikahan hari ini, berdiri tegap diatas karpet merah seraya menarik napas panjang untuk menenangkan diri. Aku tak mau nampak konyol hanya karena sebuah kesalahan kecil, tersandung, bersin, melamun…

Tidak. Aku tidak mau membuat dia malu dihari bersejarah dalam hidupnya.

Pintu berwarna putih gading yang dihias dengan berbagai macam pita dan bunga didepanku terbuka. Tepuk tangan riuh memenuhi pendengaranku setelah pembawa acara mempersilahkan pengantin wanita masuk. Aku melangkahkan kaki perlahan setelah berhasil menunjukkan senyum terbaik yang aku punya.

Kepadanya, pria tampan yang berdiri didepan altar, menyambut sang pengantin wanita penuh kasih, tampak dari raut mukanya yang selama ini menjadi bunga dalam tidurku.

Aku yang sebelumnya adalah matahari,

Menjadi bumi yang berputar mengelilingimu,

Yang membutuhkanmu,

Yang sudah cukup puas hanya dengan pancaran sinarmu,

Yang ingin selalu berada lebih dekat denganmu,

Langkah kakiku amat ringan begitu jarak diantara kami semakin tipis. Aku bersyukur kepada Tuhan yang memberiku pengelihatan, juga pendengaran yang bagus sehingga dapat menangkap suara lirihnya, yang berterima kasih atas kehadiranku. Itu saja sudah cukup, tak ada yang bisa membuatku segembira ini. Selain dia.

Karenanya, ketika dia mengulurkan tangan, menunggu gadis yang paling dia cintai menyambutnya, aku berhenti, berbalik, dan menyaksikannya dari bangku para tamu. Ikut bertepuk tangan ketika pendeta meresmikan kisah kasih kalian, turut berseru genit ketika kalian berciuman mesra, dan menyerahkan seikat bunga mawar putih pada gadis yang begitu berharga dalam hidupmu.

Kau berterima kasih sekali lagi, kukatakan padamu bahwa kau tak perlu sungkan. Aku bisa melakukan apapun yang kau mau, lebih dari sekedar menjadi pengiring pengantin. Kau tertawa, ramah, aku suka melihat bagaimana kau menunjukkannya.

Wanita yang kini menjadi istrimu mengerucutkan bibir dengan imut kepadaku. Katanya, dia tidak suka kalau suaminya jadi lebih dekat pada wanita lain, apalagi aku. Katanya, aku harus segera menyusul, mencari pasangan dan menikah, supaya jika kami memiliki anak, akan lebih baik apabila mereka seumuran dan menjadi sahabat. Seperti kami, aku dan wanita yang menjadi pasangan seumur hidumu itu.

Kita tertawa, candaan Hye Jin selalu menjadi yang terbaik. Namun aku tahu kalau dia bersungguh-sungguh, ia tak mau aku yang menyukai suaminya menjadi perusak hubungan mereka. Karena itu, kukatakan padanya bahwa dia tak perlu khawatir. Cintaku pada suaminya akan tetap ada, kusimpan dalam hati yang paling dalam, tak akan pernah keluar lagi. Selamanya.

Dan kemudian mereka melewatiku, setelah lagi-lagi mengatakan ‘terima kasih’ yang tak perlu. Aku menatap mereka penuh haru. Syukurlah, kau memilih wanita yang tepat. Hye Jin akan selalu menjadi pelipur lara terbaik, yang akan menemanimu, dan mencintaimu lebih dari aku.

Teruntuk pria yang aku cintai,

Jong Dae, kuharap kau bahagia selamanya.

Maaf karena terlambat mengatakannya, tapi…

“Aku mencintaimu, Kim Jong Dae.”

Tanpa peduli bahwa aku bisa terbakar,

Bahwa aku dapat hancur apabila terlalu menginginkanmu,

Aku masih tetap bahagia,

Karena bagian dari diriku masih diberi kesempatan untuk merasakan kehangatanmu,

Walau dari tempat yang jauh,

Walau kau tidak tahu bahwa aku ada.

-THE END-

Satu komentar pada “[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Sorry and I Love You”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s