[CHEN BIRTHDAY PROJECT] LONELY-Rayy

f0233a04f287481230ee10195e6f0aba.jpg

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] LONELY-Rayy||Chen Xiumin||Family,Sad||G

Semilir angin menerpa wajah seorang namja tinggi itu,senyumnya merekah dimalam ulang tahunnya yang ke-17. Angin malam yang menerpa badan kurusnya seolah tidak dapat membuatnya beranjak turun dari atap rumah yang sederhana itu.

“Jongdae!Masuklah!” Teriak namja lainnya yang lebih pendek dari namja yang dipanggil Jongdae itu

“Nde Hyung”

Mereka berdua adalah kakak beradik yang terpaut 2 tahun tetapi entah mengapa sang kakak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan adiknya.

“Hyung?” Panggil sang adik

Tak ada jawaban dari sang kakak yang asik bersenandung seorang diri

“Xiuminna!”

“AHH,dasar adik kurang ajar!berani sekali kau memanggilku dengan panggilan nama seperti itu” respon namja yang dipanggil Xiumin itu sembari memukul dongsaengnya

“Mian hyung,appo”

“Berjanjilah kau tidak akan memanggilku dengan nama itu lagi”

“Nde hyung,mian”

Sebagai balasan Xiumin mendiami Jongdae sehingga nanti dia akan meminta maaf berkali kali. Hal yang lucu bagi Xiumin karena melihat dongsaengnya itu meminta maaf. Diruang makan yang kecil keheningan menyapu ruangan itu. Perpaduan antara sendok dengan piring terdengar simpang siur.

“Apakah aku harus memulai pembicaraan ini?” Ucap Xiumin dalam hati

“Jongdae..” lirih Xiumin yang canggung

Tidak ada balasan dari Jongdae membuat Xiumin ingin menangis,sebut saja sebagai seorang kakak dia memang cengeng,dia sangat benci untuk tidak dihiraukan.

“Jongdae,apa kau marah denganku?”

“Ani hyung,aku tidak marah padamu”

“Terus mengapa kau tidak menghiraukanku?”

Lirihan kecil disertai isakan tangis pelan membuat Jongdae tersadar bahwa hyungnya menangis

“Hyung…mengapa kau menangis?”

Tak ada balasan dari Xiumin,merasa bersalah Jongdae menundukan kepalanya lalu Xiumin pergi membawa piring kosong mereka berdua untuk mencucinya

-CHEN POV-

“Apakah hyung tidak mengingat nanti malam ulang tahunku?” Ucapnya dalam hati

Lamunan lama dan panjang hingga tidak mendengar menyadari panggilan dari hyungnya

“Semoga saja hyung tidak melupakan hari ulang tahunku”

-CHEN POV END-

Mereka berdua berbagi kamar. Kamar yang memiliki 1 ranjang yang tidak terlalu besar tetapi cukup untuk mereka berdua,mereka hidup tanpa didampingi kedua orangtua,mereka juga tidak tahu apakah mereka masih memiliki keluarga lain atau tidak. Xiumin yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua sedangkan Jongdae masih menuntut ilmu untuk mendapat pekerjaan yang lebih tinggi. Sederhana. Mereka hidup tanpa meminta,hidup dengan berusaha dan bekerja keras. Mereka iri terhadap orang orang yang masih didampingi kedua orang tua namun apa boleh buat mereka hanya dapat berdoa untuk kedua orang tua mereka.

Setelah makan Chen kembali kemarnya untuk beristirahat,hyungnya tidak ada dirumah,Chen sangat yakin bahwa hyungnya melupakan hari lahirnya

-XIUMIN POV-

“Annyeonghaseyo,Ahjumma berapa harga kue ini aku ingin membelinya untuk adikku”

“Aaa,adikmu ulang tahun ya?” Balas ahjumma yang diperkirakan Xiumin berumur 40an

“Nde Ahjumma adikku ulang tahun besok”

“Kue apa yang ingin kau pilih?” Kata Ahjumma itu

“Yang ini Ahjumma,yang rasa coklat dan yang vanilla”

“Ahjumma berapa harga semuanya??”

“Aigoo,apakah kau tidak membaca papan itu bahwa yang berulang tahun tidak perlu membayar harga kuenya bahkan jika kamu mau kamu boleh mengambil sisa kue itu”

“Omo,benarkah Ahjumma?!”

“Nde,kau boleh mengambil sisanya,ini sudah malam sebaiknya kamu pulang,tokonya juga mau ditutup”

“Kamsahamnida Ahjumma”

Xiumin berterimakasih dan membungkuk kepada Ahjumma itu dan berterima kasih lagi

“Sudahlah,pulang sekarang,berbahaya jika sudah larut malam,hati hati!”

“Nde Ahjumma,kamsahamnida”

-XIUMIN POV END-
(Home)

“Annyeong Jongdae!!” Teriak Xiumin sembari mengunci pintu depan lalu berlari kecil kekamar

“Aigoo,kau tidak menjawabku dan malah tidur-tiduran,JONGDAE BANGUNLAH”

“Hyungie,tidurlah jangan mengganggu aku ngantuk”

PLAK!

Pukulan Xiumin berhasil membuat Chen beranjak bangun dari tidurnya

“Appo hyung” Teriak Chen

“Dasar anak nakal yang tidak tahu terimakasih,aku tadi membelikanmu sebuah kue dan kau tidur-tiduran”

“Jeongmal hyung?!kau masih ingat ulang tahunku!!hyung kupikir kau melupakannya”

“Tidak mungkinlah aku melupakan hari ulang tahun dongsaeng manja ini”

“Siapa yang manja?”

“Jongdae A.K.A Chen sudah jelas kau selalu manja jika bersamaku semua kebutuhanmu aku yang menyiapkannya”

“Ehehehe,mian hyung aku merepotkanmu” senyum dan tawa Chen seolah membuat Xiumin ikut bahagia

“Ayo cepatlah aku juga ngantuk,ayo kita rayakan ulang tahunmu”

Hadiah Xiumin dimalam itu membuat Chen merasa bahagia,ternyata hyungnya tidak melupakakan hari ulang tahunnya.

—8 YEARS LATER—

Dirumah yang besar duduklah orang terkenal bernama Kim Jongdae. Hari ini tepat hari ulang tahunnya,dia sangat merindukkan hyungnya yang terbaring diranjang rumah sakit karena tabrak lari. Pelakunya melarikan diri usai melakukannya. Chen telah menjadi orang yang sukses seperti janji terakhir dengan hyungnya.

“Hyung kembalilah kau sudah terlalu lama berada di rumah sakit
..HIKS..Hyung aku merindukanmu”

Seperti biasa selama 3 tahun itu dia akan berdoa untuk kesembuhan hyungnya. Itulah permintaan terakhir dari Xiumin sebelum dia terbaring lama di ranjang rumah sakit. Setelah dia merayakan ulang tahun yang dia rayakan sendiri dia langsung pergi kekamar untuk merebahkan diri diranjang.

“Hyung..semoga saja kau cepat sadar. Jika kamu sadar dihari ini. Itulah kado terbesar darimu untukku dongsaengmu ini”.

–4 AM IN HOSPITAL–

Derap kaki yang membentur jalan dan ubin rumah sakit terdengar sangat nyaring walaupun Chen sudah berusaha untuk tidak berlari tetapi dia terlalu bahagia,dia terus berlari hingga sampai didepan pintu bernomor 594. Chen menuju kamar itu,kamar Xiumin berada. Tangisnya terdengar walau tidak nyaring. Dia sedari tadi menangis ketika mendapat telepon dari pihak RS

“Hyung ini adalah kadomu untukku jangan pernah lagi kau meninggalkanku,aku menyayangimu” Ucap Chen dalam hati

Dibukanya kenop pintu yang dingin itu dan ia melihat bahwa hyungnya duduk dengan senyuman ketika melihat dongsaengnya masuk.

“Hyung!”

“Jongdaeyaa!!”

Setelah 3 tahun lamanya Chen menunggu hyungnya untuk sadar dihari inilah hari yang ia harapkan terkabul,tepat dihari ulang tahunnya.

“Jongdae kau telah menjadi orang sukses bukan?”

“Nde hyung aku telah menjadi orang yang sukses”

“Kau memang adikku yang hebat,aku memang sadar diwaktu yang tepat” Canda Xiumin disertai tawanya

“Hyung terimakasih kau telah sadar dihari ini,ini adalah kado terbesar bagiku”

“Nde Chen,saengil chukka hamnida”

Semua ini seolah membangunkan Chen dari kesedihan yang mendalam,seolah mengangkat dirinya yang tenggelam didasar lautan yang gelap menuju daratan hijau yang dipenuhi bunga bunga yang indah

“Terima kasih. Terima kasih karena Tuhan telah mengabulkan permintaanku”.

One thought on “[CHEN BIRTHDAY PROJECT] LONELY-Rayy”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s