[CHEN BIRTHDAY PROJECT]  Heartbeat – Amireese

2593A642889CB7803F2ADC48962C0A692293974t070a6445.jpg

[CHEN BIRTHDAY PROJECT]
Heartbeat – Amireese
Cast: 💙Kim Jongdae 💙Jung Seira (OC)
Genre: Romace
Rating: G

Gadis itu —Jung Seira— mengaduk-aduk Caramel Mochiatto-nya dengan malas. Sudah hampir dua jam dia berdiam diri di cafe ini dan tak sekalipun beranjak.
Berdiam diri di sudut cafe ini memang menyenangkan. Musik klasik mengalun sangat indah dan membuatnya merasa tenang. Segelas Caramel Mochiatto dan Scone buah kesukaannya selalu membuat moodnya baik. Seharusnya begitu, tapi semuanya hancur ketika berita menyebalkan itu terdengar olehnya dan menghancurkan harinya.
Ponselnya yang berada diatas meja bergetar samar. Ada pesan singkat masuk dari kontak bernama KJD. Seira mengabaikannya dan ponselnya bergetar sekali lagi dan lagi. Dengan malas gadis itu mengecek siapa orang yang begitu giat mengiriminya pesan.


KJD: Eoddiya?
KJD: Seira-ya, bisa jawab pesanku?
KJD: Kita harus bicara. kalau kau baca ini, langsung hubungi aku.
Seira menghela nafas, jari tangannya gatal untuk membalas pesan itu dan bilang ‘Ya, sejujurnya aku baik-baik saja’ tapi ego-nya mengatakan hal lain. Karena itu, Seira mengabaikannya.
Ponsel itu bergetar samar dan suara merdu Kim Jongdae alias Chen yang menyanyikan lagu Years terdengar. Seira tau jelas siapa yang menelfonnya.
“Tidak mau menjawab?”
Seira nyaris menjatuhkan ponselnya ketika suara yang sangat dikenalnya itu terdengar langsung olehnya.
“Kenapa tidak mau menjawab panggilanku?” tanya seseorang menarik kursi di depan Seira.
Seira terdiam, hanya menatap laki-laki yang mengenakan masker hitam dan topi berwarna serupa yang saat ini mendadak duduk di depannya itu.
“Kenapa?”
Seira merubah ekspresi terkejutnya menjadi datar. Chen menghela nafas dan menggenggam tangan Seira yang ada di atas meja.
Seira tidak merespon apapun tapi dia bisa merasakan tangan dingin Chen menyentuh permukaan kulitnya. Kenapa tangan Chen bisa sedingin ini?
“Seira, kenapa?” tanya Chen.
Sejujurnya, Chen tidak tau apa yang terjadi pada Seira. Dia baru saja pulang dari China karena schedule-nya sudah selesai. Dan ketika dia mencoba menelfon Seira, gadis manis dengan lesung pipit itu mendadak tidak bisa dihubungi.
Jujur Chen lelah, dia bahkan tidak tidur selama perjalan dari China ke Korea dan sekarang, setelah dia berkeliling—mengunjungi tempat-tempat yang mungkin Seira datangi— Seira malah menatapnya dengan dingin seperti ini.
“Hei.” Chen meremas tangan Seira yang saat ini berada di genggamannya. “Tidak mau cerita padaku? Aku khawatir.”
Seira membuang wajahnya, lebih memilih menatap lukisan besar yang berada di tengah cafe. Seira tidak mau menatap wajah lelah Chen yang terlihat daribalik masker yang dikenakannya.
“Kau tau, tadinya aku mau kau jadi orang pertama yang kutemui setelah kembali ke Korea,” kata Chen. “Tapi malah Ahjumma penjaga perpus yang kutemui.”
Seira memutar bola matanya. “Bukankah yang ingin kau temui itu Ilwha?”
Ha?
Chen mengangkat sebelah alisnya bingung. Jangan bilang kalau gadisnya itu membaca artikel tentangnya dan Ilhwa di internet dan sekarang sedang cemburu. Benarkah?
“Hei.. kau salah,” kata Chen lembut. “Kau salah paham, biarkan aku menjelaskan dulu.”
“Apa yang mau kau jelaskan padaku? bukankah semuanya sudah jelas?” tanya Seira, bersedekap.
“Itu—”
“Kau tidak perlu beralasan lagi,” sela Seira.
“Itu—”
“Kau marah saat aku berfoto dengan Hoon dan memasukannya ke SNS. Kau marah saat kami—Aku, Jaemin, Miira, dan Hoon—pergi ke Disneyland. Tapi kau bahkan pergi dengan Ilhwa dan mempunyai barang Couple dengannya. Lalu kenapa aku tidak boleh marah padamu?” kata Seira menahan emosi-nya mendadak keluar.
Sejujurnya Seira bukan tipe yeoja labil yang mudah cemburu tapi, entah kenapa dia ingin mengucapkan perasaan yang ada di benaknya sekarang.
Chen menghela nafas berat. “Itu—”
“Jadi apa pembelaanmu?”
Dia kembali menghela nafas lagi. “Bagaimana caranya aku bicara kalau selalu disela begitu?” tanya Chen setengah sebal setengah geli.
“Jadi?”
“Mianhae.. membuatmu tidak enak hati seperti ini tapi, Aku dan Ilhwa—Sonbaenim tidak punya hubungan apapun. Netizen selalu membesar-besarkan keadaan,” kata Chen memulai penjelasannya.
Seira menegug minumannya dalam diam, menunggu.
“Barang couple itu hanya kebetulan. Kacamata itu diberi oleh sponsor acara sedangkan tas, Sehun dan Baekhyun juga punya satu. Jadi itu bukan barang couple kan?”
Seira menganggukan kepala, masih menunggu.
“Kami memang pergi bersama—” ketika Seira hendak membuka mulutnya, Chen menyimpan jari telunjuknya di bibir Seira.
Chen tersenyum. “Ayo bermain antonim kata,” katanya tiba-tiba.
“Yak!”
“Seira, cukup jawab pertanyaanku lalu kau bisa melampiaskan kesalmu padaku. Call?”
Seira menghela nafas, kadang sifat kekanak-kanakan Chen membuatnya kesal. “Arasseo.”
“Aku membencimu.”
“Aku menyukaimu.”
Chen tersenyum, “Wahh.. kau bisa menjawabnya. Lagi, aku membencimu.”
“Yak! Kau—”
“Shhtt, kau cukup menjawabnya.”
“Aku menyukaimu.”
“Aku benar-benar membencimu.”
“Aku benar-benar menyukaimu.”
Chen tersenyum, “Aku membencimu dengan tidak tulus.”
“Aku menyukaimu dengan tulus, puas?” Seira bangkit berdiri dengan sebal.
“Belum selesai.” Chen menarik tangan Seira, memintanya duduk kembali.
“Aku membencimu sejak sekarang. Kau jangan menyukaiku dan kau tidak bisa percaya padaku karena aku tidak pernah jujur padamu, Seira-ya.”
Seira menghela nafas dan menjawab dengan cepat. “Aku menyukaimu..”
Seira tidak melanjutkan ucapannya, terdiam.
“Kenapa diam?” tanya Chen geli. “Aku membencimu Seira dan berharap kau tidak tahan menjadi pacarku.”
“Aku… kau…” Seira kehilangan kata-katanya dan Chen? hanya tertawa dan kembali menggenggam tangan Seira.
“Hei, lanjutkan. Kau harus mencari antonim dari perkataanku kalau tidak kau kalah.”
Seira diam, tidak menjawab. Chen melirik jam tangannya dan berkata, “Permainan selesai.”
Seira masih diam dan Chen melanjutkan dengan geli, “Ini alasan kenapa aku bertemu dengan Ilhwa-Sonbaenim. Dia menjelaskan cara ini.”
“Dan sebelum aku mencobanya, kau sudah salah paham duluan.”
Chen mendekatkan wajahnya ke arah Seira, membuka maskernya, dan mengecup pipinya. Berbisik, “Im creeping in your heart, babe.”
Bagaimana perasaan Seira? Tidak perlu ditanya karena saat ini Seira masih terpaku dengan wajah semerah kepiting rebus. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat, dan dia merasa malu, membuatnya tidak bisa berkata apapun.
This is my heartbeat song and I’m gonna play it
Been so long I forgot how to turn it up up up up all night
Oh up up all night long
Dan sialnya, kenapa suara yang keluar dari speaker cafe malah membuat pipinya semakin memerah? apa karena sama dengan apa yang dirasakannya?
Chen tertawa dan kembali memakai maskernya, sungguh Chen benar-benar suka melihat Seira seperti ini. Seira yang malu dengan wajah memerah dan menatapbya dengan sorot mata sepeeti ini, Chen rela menukarkan apapun agar bisa melohatnya setiap hari
End
Author note:
Ilhwa itu cuma OC ya😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s