[CHEN BIRTHDAY PROJECT ] Fulmine – Fearlessais

ae30e045701cded1841842fedb940f28.jpg

[CHEN BIRTHDAY PROJECT ] Fulmine – Fearlessais

|| Starting with EXO’s Chen || OC : EXO’s Baekhyun || Fantasy || General ||

Suara-suara itu terus berdatangan. Terkadang gelak tawa itu membuatku iri pula. Namun, aku lebih sering mengabaikannya. Bukan karena aku membenci hal itu, hanya saja aku merasa tidak nyaman. Keramaian bukanlah tempatku.

Sepuluh menit berlalu. Suara-suara itu sayup-sayup mulai menghilang. Digantikan dengan rintik hujan yang datang berbondong-bondong.

Aku duduk termenung di kursi ku. Seperti biasanya. Jika hujan datang maka itulah kebahagiaanku sesungguhnya. Entah karena apa aku begitu menyukai hujan. Mungkin karena diriku yang masih kekanakkan.

Ah ya! Namaku Kim Jongdae. Tanggal 23 September kemarin aku genap berumur 20 tahun. Sungguh, aku tidak pernah menduga hari itu datang. Kupikir aku akan mati pada usia 17 tahun. Ternyata itu hanyalah dugaan ku. Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat hingga kupikir hari ini adalah hari yang sama seperti 3 tahun yang lalu.

Mengingat hal itu membuat nafasku terasa sesak. Jika bukan karena hujan yang turun, mungkin aku sudah menangis. Tapi aku yakin, sekalipun aku menangis itu tidak merubah keadaan.

Hari itu aku kehilangan kedua orang tua ku. Ah bukan, maksudku mereka meninggalkan ku. Entah karena alasan apa, aku tidak tahu. Dan sekarang seperti inilah hidupku. Tanpa peduli apapun, berusaha keras untuk membahagiakan diriku sendiri.

Kupikir sudah cukup tentang itu karena aku tidak ingin menceritakan hal itu di sini. Semua itu adalah masa lalu dan yang harus kuhadapi adalah saat ini. Saat hujan turun dengan deras dan halilintar mulai berkecambuk di langit sana. Sungguh, jika kau melewatkan saat-saat ini kau akan rugi. Karena bagiku, saat-saat seperti ini adalah keajaiban luar biasa yang selalu ku rindukan.

“Mau keluar?”

“Kau gila Baekhyun?”

Baekhyun mengangguk. “Aku hanya bosan berada di sini. Ayah dan ibu belum pulang”

“Aku tidak mau! Bagaimana jika kau tersambar petir seperti waktu itu, huh?” Baekhyun merengut. Jari jemarinya mulai memainkan ujung baju Jongdae. “Ya, bagaimana kalau kau menunjukkan hal itu lagi padaku, huh?”

“YAH!”

“Kenapa kau berteriak padaku, huh?”

Tubuh Jongdae sedikit gemetaran. Tidak—tidak lagi sedikit, melainkan bergetar hebat saat ini. Mungkinkah—Baekhyun melihatnya waktu itu? Tidak mungkin!

“Aku melihatnya Jongdae”

“—mwo?”

Kupikir hal itu hanya akan menjadi rahasia besarku. Waktu itu kupikir Baekhyun benar-benar tak sadarkan diri. “Jadi—“

“Kau tidak apa-apa—Jongdae-ya!”

Jujur saja, aku benci jika harus membagi segala hal tentang diriku kepada orang lain. Tetapi, itu bukan salah Baekhyun. Tidak seharusnya aku seperti ini. “T—ti—dak apa-apa Baekhyun. Aku tidak apa-apa”

“Mungkin waktu itu aku hanya salah lihat. Maafkan aku Jongdae”

Aku tersenyum tipis. Baekhyun, sinar di mata nya selembut sinar rembulan. Aku iri padanya. Dia baik dalam segala hal. Tidak sepertiku. Aku yang tidak bisa merasakan apa-apa selama 3 tahun belakangan ini. Hanya perasaan takut, khawatir, dan kosong. Tidak lebih dari itu.

Tetapi tiba-tiba aku mulai sedikit merasakannya. Perasaan hangat saat aku bertemu keluarga Baekhyun. Sedikit demi sedikit rasa takut ku mulai terkikis. Meski belum sepenuhnya. Sebuah hal yang tak pernah ku duga, tiba-tiba datang kepada ku. Dan Baekhyun melihatnya. Bagaimana aku mengendalikan halilintar itu.

‘Maafkan aku Baekhyun. Karena aku tidak bisa memberitahukan yang sebenarnya padamu. Aku hanya takut, takut kau juga sama dengan yang lainnya. Aku hanya takut kau akan menganggapku monster dan pergi meninggalkan ku seperti yang aku alami dulu. Aku hanya takut akan pandangan orang lain, seperti pandangan-pandangan yang mengintimidasi ku dulu’

‘Aku mempunyai banyak ke khawatiran di sini. Dan kupikir, jika aku mampu menahan semua itu, aku akan baik-baik saja. Sejujurnya—aku ingin membagikan nya padamu. Semua itu. Namun, aku takut kau juga akan mengkhawatirkan hal yang sama, jadi aku mengurungkannya’

‘Baekhyun, entah bagaiamana aku harus berterima kasih padamu dan juga keluarga mu. Entah sejak kapan, aku mulai mengisi ke kosongan hidupku dengan senyuman keluarga mu dan jujur saja itu membuatku ikut tersenyum. Ayah mu yang lucu, ibu mu yang sehangat matahari pagi. Aku menyukai nya, berada di sini. Dan—aku berharap bisa mulai mengikis segala ke khawatiran ku di sini. Melupakan orang-orang terdahulu ku dan hidup seperti mu di sini. Melupakan tangis ku ketika malam datang dan memulai hari yang cerah ketika esok hari datang’

‘Baekhyun, ketika semua itu terjadi, aku akan menceritakan semua nya padamu. Tentang yang pernah kau lihat waktu itu’

END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s